Tag: voli

  • Peraturan dalam Permainan Bola Voli 2021-2024 Resmi dari FIVB

    FIVB adalah singkatan dari “Fédération Internationale de Volleyball,” yaitu organisasi internasional yang mengatur dan mengawasi olahraga voli di tingkat global.

    Organisasi ini bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mempromosikan olahraga voli di seluruh dunia, mengatur kompetisi internasional, serta menetapkan aturan dan standar untuk permainan voli dan pantai (beach volleyball).

    Berikut ini adalah peraturan dalam permainan bola voli tahun 2023 yang dikutip dari PBVSI.

    Peraturan Bolavoli Resmi 2021-2024

    TEKS PERATURAN

    Teks ini ditujukan untuk masyarakat luas Bolavoli – pemain, pelatih, wasit, penonton, komentator, dan lain-lain – karena pemahaman tentang aturan memungkinkan permainan dan kepuasan pribadi yang lebih baik – pelatih dapat menciptakan struktur dan taktik tim yang lebih baik, memberikan kendali penuh kepada pemain untuk menunjukkan keterampilan mereka, dan pemahaman tentang hubungan antara peraturan dengan kejadian di lapangan agar para ofisial dapat mengambil keputusan yang lebih baik.

    Bolavoli bersifat rekreasi dan kompetitif. Olahraga rekreasi menyentuh jiwa manusia dan mempromosikan kehidupan sehat dan “menyenangkan”. Kompetisi memungkinkan orang untuk menunjukkan kemampuan terbaik, kreativitas, kebebasan berekspresi dan semangat juang. Peraturan dirancang dan disusun untuk memungkinkan semua aspek ini berkembang.

    WASIT YANG MENJADI BAGIAN DARI PERMAINAN

    Inti dari wasit yang baik terletak pada konsep keadilan dan konsistensi (diposisikan di tengah kedua lapangan permainan sebagai simbol keseimbangan). Bersama ini memungkinkan para pemain untuk mempercayai tindakan wasit. Namun, wasit harus lebih menjadi fasilitator daripada pengontrol, lebih sebagai dirijen daripada sebagai diktator, lebih sebagai promotor daripada penghukum.

    Dengan memahami alasan mengapa peraturan ditulis dan lebih memahami tujuan dari pertunjukkan tersebut, wasit menjadi bagian besar dari keseluruhan produksi yang sukses, wasit menjadi bagian penting dari suksesnya kegiatan, dengan tetap dibalik layar dan hanya turut serta jika diperlukan. Kita dapat mengatakan bahwa wasit yang baik akan menggunakan peraturan untuk membuat kompetisi menjadi pengalaman yang memuaskan bagi semua pihak.

    Bagi mereka yang telah membaca sejauh ini, dapat melihat peraturan yang akan selalu menjadi elemen penting dalam perkembangan permainan ini, tetapi ingatlah mengapa beberapa paragraf sebelumnya mungkin sama pentingnya bagi Anda dalam posisi Anda sendiri dalam olahraga.

    BAB I. FASILITAS DAN PERALATAN

    1. DAERAH PERMAINAN

    Daerah permainan meliputi lapangan permainan dan daerah bebas, Daerah permainan tersebut harus berbentuk persegi panjang dan simetris

    1.1 DIMENSI

    Lapangan permainan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 18 x 9 m, dikelilingi oleh daerah bebas dengan minimal sisi 3 m di semua sisi. Ruang bebas permainan adalah ruang di atas daerah permainan yang bebas dari segala halangan. Ruang bebas permainan harus memiliki ketinggian minimal 7 m dari permukaan lapangan.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, daerah bebas harus berukuran 5 m dari garis samping dan 6,5 m dari garis akhir. Ruang bebas permainan harus memiliki ketinggian minimal 12,5 m dari permukaan lapangan.

    1.2 PERMUKAAN LAPANGAN PERMAINAN

    1.2.1 Permukaan harus datar, horizontal dan seragam. Tidak boleh sampai menimbulkan bahaya cedera bagi pemain. Tidak diperkenankan bermain di lapangan yang tidak rata atau licin.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, hanya lantai kayu atau sintetis yang diperbolehkan. Jenis lantai lainnya harus mendapat persetujuan dari FIVB terlebih dahulu.

    1.2.2 Untuk lapangan indoor permukaan lapangan harus berwarna terang.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, untuk garis digunakan warna putih. Warna lain, berbeda dengan yang lainnya, digunakan untuk lapangan permainan dan daerah bebas. Lapangan permainan dapat berbeda warna yang membedakan daerah depan dan daerah belakang.

    1.2.3 Untuk lapangan outdoor diperkenankan kemiringan 5 mm per meter untuk keperluan drainase. Tidak diperkenankan membuat garis lapangan dari bahan padat yang keras.

    1.3 GARIS – GARIS LAPANGAN

    1.3.1 Semua garis lebarnya 5 cm. Garis-garis tersebut harus berwarna terang dan berwarna lain dari lantai dan garis-garis lainnya.

    1.3.2 Garis-garis batas

    Lapangan permainan ditandai dengan dua garis samping dan dua garis akhir. Kedua garis samping dan garis akhir tersebut termasuk dalam lapangan permainan.

    1.3.3 Garis tengah

    Poros dari garis tengah membagi lapangan permainan menjadi dua bagian lapangan yang sama dengan ukuran masing-masing 9 x 9 m. Tetapi keseluruhan lebar garis tengah merupakan hak milik dari kedua lapangan. Garis ini merupakan kepanjangan dari net, menghubungkan garis samping ke garis samping lainnya.

    1.3.4 Garis serang

    Di setiap lapangan, terdapat garis serang, yang berjarak 3 m di belakang dari poros garis tengah, yang menandai sebagai daerah depan.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, garis serang ditambah dengan garis putus putus dari garis samping dengan total panjang 1,75 m yang terdiri dari 5 garis-garis pendek 15 cm dengan lebar garis 5 cm dan dibuat dengan jarak 20 cm setiap garis.

    1.4 DAERAH DAN AREA

    1.4.1 Daerah depan (serang)

    Dalam setiap lapangan daerah depan (serang) dibatasi poros garis tengah dan ke belakang sampai garis serang.

    Daerah depan (serang) memiliki perpanjangan yang melewati garis samping sampai dengan akhir dari daerah bebas.

    1.4.2 Daerah servis

    Daerah servis adalah daerah selebar 9 m di belakang setiap garis akhir.

    Daerah ini dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm yang dibuat 20 cm di belakang garis akhir sebagai kepanjangan dari garis samping. Kedua garis pendek tersebut sudah termasuk di dalam batas daerah servis.

    Pada perpanjangan daerah servis adalah ke belakang sampai batas akhir daerah bebas.

    1.4.3 Daerah pergantian

    Daerah pergantian dibatasi oleh perpanjangan dari kedua garis serang hingga ke meja Skorer.

    1.4.4 Daerah pergantian Libero

    Daerah pergantian Libero adalah bagian dari daerah bebas di depan bangku cadangan, yang dibatasi oleh perpanjangan garis serang sampai garis akhir.

    1.4.5 Area pemanasan

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, area pemanasan berukuran sekitar 3 x 3 m, tempatnya adalah di kedua sudut bangku cadangan, di luar daerah bebas asalkan tidak menghalangi pandangan penonton, atau sebagai allternatif berada di belakang bangku cadangan, asalkan ketinggian tribun di atas 2,5 m dari permukaan lapangan.

    1.5 SUHU UDARA (TEMPERATUR)

    Minimum suhu tidak boleh di bawah10°C (50°F)

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, suhu maksimal ditentukan oleh technical delegate dari pertandingan tersebut.

    1.6 LAMPU

    Lampu tidak boleh kurang dari 300 lux

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, Lampu di area bermain tidak boleh kurang dari 2000 lux diukur pada 1 m di atas permukaan area permainan.

    2. NET DAN TIANG-TIANG

    2.1 TINGGI NET

    2.1.1 Dipasang tegak lurus di atas garis tengah dengan ketinggian 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri.

    2.1.2 Ketinggian net diukur dari tengah lapangan permainan. Tinggi net (di atas kedua garis samping) harus sama tinggi dan tidak boleh lebih tinggi 2 cm dari ketinggian yang ditentukan.

    2.2 STRUKTUR NET

    Net memiliki lebar 1 m (+/‐ 3 cm) dengan panjang 9.50 sampai 10 meter (dengan 25 sampai 50 cm pada tiap sisi pita samping) yang terbuat dari jalinan mata jala hitam 10 cm berbentuk persegi.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, berhubungan dengan peraturan pertandingan yang spesifik, Jala hitam net dapat dimodifikasi untuk memfasilitasi periklanan sesuai dengan perjanjian marketing.

    Di bagian atasnya ada pita mendatar, lebar 7 cm, terbuat dari kanvas putih lipat dua, dijahit di seluruh kepanjangan net. Setiap ujung pita terdapat lubang, yang dilewati oleh tali, mengikat pita ke tiang untuk menjaga bagian atasnya tetap kencang.

    Di dalam pita, kabel fleksibel mengikat jaring ke tiang dan menjaga bagian atasnya kencang.

    Di bagian bawah jaring ada pita horizontal lain, lebar 5cm, mirip dengan pita atas, yang dilalui oleh tali. Tali ini mengikat net ke tiang dan menjaga bagian bawahnya tetap kencang.

    2.3 PITA SAMPING

    Dua pita putih dipasang tegak lurus pada net dan dipasang tepat di atas setiap garis samping.

    Lebar pita putih 5 cm dan panjang 1 m dan Pita putih tersebut adalah bagian dari net.

    2.4 ANTENA

    Sebuah antena adalah tongkat yang lentursepanjang 1,80 m dan berdiameter 10 mm terbuat dari fiberglass atau bahan sejenisnya.

    Sebuah antena dipasang pada bagian luar dari setiap pita samping. Antena diletakan berlawanan pada sisi-sisi net.

    Tinggi antena di atas net adalah 80 cm diberi garis-garis yang berwarna kontras sepanjang 10 cm, lebih baik berwarna merah dan putih.

    Antena adalah bagian dari net dan sebagai batas samping dari ruang penyeberangan bola.

    2.5 TIANG-TIANG

    2.5.1 Sebagai penunjang net, tiang-tiang diletakkan dengan jarak 0,50-1,00 m dari luar garis samping. Tinggi 2,55 m dan sebaiknya dapat diatur naik turunnya.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, tiang- tiang ditempatkan pada jarak 1m di luar garis samping dan dilindungi bahan yang empuk.

    2.5.2 Tiang harus bulat dan licin, ditegakkan pada lantai tanpa bantuan kawat-kawat. Tiang harus tidak boleh membahayakan atau ada perlengkapan yang merintangi.

    2.6 PERLENGKAPAN TAMBAHAN

    Semua perlengkapan tambahan harus ditentukan oleh peraturan FIVB.

    3. BOLA

    3.1 STANDAR (KETENTUAN)

    Bola harus bulat, terbuat dari kulit yang lentur atau terbuat dari kulit sintetis yang bagian dalamnya dari karet atau bahan sejenisnya.

    Warna bola harus satu warna yang cerah atau kombinasi dari beberapa warna.

    Bahan kulit sintesis dan kombinasi warna pada bola yang dipergunakan pertandingan resmi internasional harus sesuai dengan standar FIVB.

    Keliling bola 65-67 cm dan beratnya 260-280 g.

    Tekanan udara di dalam bola harus 0.30-0,325 kg/cm2 (4,26-4,61 psi) (294,3-318,82 mbar atau hPa).

    3.2 KESERAGAMAN BOLA

    Semua bola yang dipergunakan dalam suatu pertandingan harus sesuai dengan ketentuan mengenai: keliling, berat, tekanan udara di dalam bola, bentuk, warna dll.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, demikian juga dengan kegiatan Nasional atau kejuaraankejuaraan liga harus menggunakan bola yang disahkan oleh FIVB kecuali dengan adanya persetujuan dari FIVB.

    3.3 SISTEM PENJAGA BOLA

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, lima buah bola harus digunakan. Dalam hal ini ditempatkan enam orang penjaga bola, satu pada setiap sudut daerah bebas dan satu di belakang setiap wasit.

    BAB II PESERTA

    4 TIM

    4.1 KOMPOSISI (SUSUNAN) TIM

    4.1.1 Untuk sebuah pertandingan, sebuah tim bisa terdiri dari maksimal 12 pemain ditambah

    – Staf Pelatih: satu coach, maksimal dua asisten coach.
    – Staf medis: satu therapist tim dan satu dokter.

    Hanya yang terdaftar di score sheet yang berhak masuk ke Area Kompetisi / Kontrol dan mengambil bagian di pemanasan resmi dan pertandingan.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya di bagian Senior:

    Maksimal 14 pemain dapat dicatat di score sheet dan bermain di suatu pertandingan.

    Maksimal lima anggota staf yang duduk di bangku cadangan (termasuk coach ditentukan oleh coach tersebut tetapi harus tercatat di score sheet , dan terdaftar di O-2(bis).

    Manajer Tim atau Jurnalis Tim tidak diperkenankan duduk atau berada di belakang bangku cadangan di dalam area kontrol.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, dokter dan therapist tim harus merupakan bagian dari delegasi dan terakreditasi oleh FIVB. Tetapi, Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya dibagian Senior, jika mereka tidak termasuk di dalam anggota tim yang duduk di bangku cadangan, mereka harus duduk di daerah yang dibatasi di dalam area kontrol kompetisi atau duduk di tempat khusus yang ditentukan dalam handbook kompetisi tersebut dan hanya dapat mengambil bagian jika diundang oleh wasit untuk menghadapi keadaan darurat seorang pemain. Therapist Tim (walaupun tidak duduk di bangku cadangan) dapat membantu dalam pemanasan sampai dengan dimulainya pemanasan resmi di net.

    Peraturan pertandingan dari setiap kompetisi dapat ditemukan di dalam handbook kompetisi tersebut.

    4.1.2 Satu dari para pemain adalah kapten tim dia harus diberi tanda dalam score sheet.

    4.1.3 Hanya pemain yang tercatat dalam score sheet dapat memasuki lapangan dan bermain dalam pertandingan.

    Pada saat coach dan kapten tim telah menandatangani score sheet (daftar pemain jika menggunakan e-score sheet) pemain yang tercatat tidak dapat diganti.

    4.2 LOKASI TIM

    4.2.1 Para pemain yang tidak bermain harus duduk pada bangku cadangan atau berada di area pemanasan. Coach dan anggota tim yang lain duduk di bangku cadangan tetapi sewaktu-waktu dapat meninggalkannya.

    Bangku cadangan untuk setiap tim terletak di samping meja scorer, di luar daerah bebas.

    4.2.2 Selama pertandingan hanya anggota tim yang diperkenankan masuk ke dalam daerah permainan, untuk duduk di bangku cadangan dan ikut serta pada waktu pemanasan resmi.

    4.2.3 Pemain yang tidak bermain dapat melakukan pemanasan tanpa bola pada:

    4.2.3.1 Selama permainan: di dalam area pemanasan:

    4.2.3.2 Selama time out: pada daerah bebas di belakang lapangan permainannya.

    4.2.4 Selama interval yang ditentukan, pemain dapat melakukan pemanasan menggunakan bola di dalam daerah bebas mereka sendiri.

    4.3 PERLENGKAPAN

    Perlengkapan pemain terdiri dari baju kaos, celana pendek, kaos kaki (seragam) dan sepatu olahraga.

    4.3.1 Warna dan desain baju kaos, celana pendek, kaos kaki harus seragam (kecuali untuk Libero) dan seragam harus bersih.

    4.3.2 Sepatu harus ringan dan lunak dengan karet atau gabungan bahan tanpa hak.

    4.3.3 Baju kaos pemain harus diberi nomor dari 1 sampai dengan 20

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya dibagian Senior, dimana jumlah pemain yang terdaftar lebih banyak, maka nomor boleh ditambah.

    4.3.3.1 Nomor harus ditempatkan pada baju kaos di tengah depan dan di tengah belakang. Warna dan terangnya nomor harus kontras dengan warna dan terangnya baju kaos.

    4.3.3.2 Tinggi nomor dada minimal 15 cm dan nomor punggung 20 cm. Garis yang membentuk angka harus minimal selebar 2 cm.

    4.3.4 Pada baju kaos kapten tim dibagian dada harus terdapat garis berukuran 8 x 2 cm di bawah nomor dada.

    4.3.5 Dilarang menggunakan seragam dengan warna yang berbeda dengan anggota pemain yang lain (kecuali Libero) dan/atau tanpa nomor sesuai.

    4.4 PERGANTIAN PERLENGKAPAN

    Wasit pertama dapat mengizinkan seorang pemain atau lebih untuk:

    4.4.1 Bermain tanpa sepatu.

    4.4.2 Mengganti seragam yang basah atau rusak di antara set atau setelah pergantian, asal warna, desain dan nomor seragam yang baru sama.

    4.4.3 Bermain dengan memakai training suit di cuaca dingin, asal saja warna dan desain untuk seluruh tim (kecuali Libero) seragam dan bernomor sesuai peraturan 4.3.3

    4.5 BENDA-BENDA TERLARANG

    4.5.1 Dilarang memakai benda-benda yang dapat menyebabkan cedera atau memberikan keuntungan semu bagi pemain.

    4.5.2 Pemain dapat memakai kacamata atau lensa kontak atas resiko mereka sendiri.

    4.5.3 Bantalan kompres (alat pelindung cedera) dapat digunakan sebagai pelindung.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya dibagian senior, alat tersebut harus menggunakan warna yang sama sebagai bagian dari seragam, Hitam, Putih atau warna netral juga dapat digunakan asalkan semua pemain yang mengenakan alat tersebut menggunakan warna yang sama.

    5 PEMIMPIN TIM

    Kapten tim dan coach, mereka berdua bertanggung jawab atas sikap dan disiplin anggota timnya. Libero boleh sebagai kapten tim ataupun kapten bermain.

    5.1 KAPTEN

    5.1.1 SEBELUM PERTANDINGAN, kapten tim mewakili timnya di dalam undian, lalu menandatangani score sheet.

    5.1.2 SELAMA PERTANDINGAN BERLANGSUNG, dan pada saat berada di dalam lapangan, kapten tim adalah kapten bermain. Pada saat kapten tim tidak berada di dalam lapangan, coach atau kapten tim harus menunjuk pemain lain di dalam lapangan, untuk berfungsi sebagai kapten bermain. Kapten bermain tetap memilik tanggungjawabnya sampai dia diganti atau kapten tim kembali bermain atau berakhirnya set.

    Pada saat bola keluar lapangan, hanya kapten bermain mempunyai hak berbicara kepada wasit untuk:

    5.1.2.1 Untuk menanyakan penjelasan mengenai penerapan atau interpretasi dari peraturan dan juga mewakili temannya untuk mengajukan pertanyaan. Jika kapten bermain tidak setuju dengan penjelasan dari wasit pertama, dia dapat mengajukan protes atas sebuah keputusan dan segera memberi tahu wasit pertama, bahwa dia akan menggunakan hak untuk mencatat protes resmi dalam score sheet pada akhir pertandingan ;

    5.1.2.2 Untuk mohon izin:

    a) Untuk mengganti sebagian atau seluruh perlengkapan.
    b) Untuk mem-verifikasi posisi dari timnya.
    c) Untuk memeriksa lantai, net, bola dll;

    5.1.2.3 Untuk mengajukan permintaan time out dan pergantian pemain jika coach sedang berhalangan kecuali tim memiliki asisten coach yang telah mengambil alih fungsi coach

    5.1.3 PADA AKHIR PERTANDINGAN, kapten tim:

    5.1.3.1 Berterima kasih kepada para wasit dan menandatangani score sheet untuk mengesahkan hasil pertandingan;

    5.1.3.2 Jika sebelumnya sudah memberitahukan wasit pertama dia dapat menyatakan dan mencatat protes resmi pada score sheet berkenaan dengan penerapan atau interpretasi peraturan oleh wasit.

    5.2 COACH

    5.2.1 Selama pertandingan, coach mengatur timnya dari luar lapangan permainan. Dia memilih pemain yang main pertama, pergantian pemain, dan meminta time out. Dalam menjalankan tugasnya ini dia berhubungan dengan wasit kedua.

    5.2.2 SEBELUM PERTANDINGAN, coach mencatat ulang atau memeriksa nama-nama dan nomor dari pemainnya dalam score sheet, kemudian menandatangani.

    5.2.3 SELAMA PERTANDINGAN, coach:

    5.2.3.1 Sebelum dimulai tiap set, memberikan daftar posisi yang telah diisi dan ditanda tangani, kepada wasit kedua atau skorer; Jika menggunakan aplikasi Tablet, data dikirim secara otomatis melalui tablet dianggap resmi.

    5.2.3.2 Duduk di bangku cadangan paling dekat dengan skorer, tetapi dapat meninggalkan tempat itu.

    5.2.3.3 Mengajukan time out dan pergantian pemain,

    5.2.3.4 Sama seperti anggota tim lainnya, dapat memberikan instruksi kepada para pemain di lapangan. Coach dapat memberikan instruksi ini sambil berdiri atau berjalan di daerah bebas di depan bangku cadangan timnya dari perpanjangan garis serang sampai ke area pemanasan, jika terletak di sudut Area Kontrol Kompetisi, tanpa mengganggu atau menghambat pertandingan. Jika area pemanasan terletak di belakang bangku cadangan tim, maka coach dapat bergerak dari perpanjangan garis serang sampai dengan ujung lapangan timnya, tetapi tanpa menghalangi pandangan hakim garis.

    5.3 ASISTEN COACH

    5.3.1 Asisten coach duduk dibangku cadangan, tetapi tidak berhak ikut campur di dalam pertandingan.

    5.3.2 Bila coach harus meninggalkan tim-nya dengan alasan apapun termasuk terkena sanksi, tetapi tidak untuk masuk ke lapangan sebagai pemain, asisten coach dapat mengambil alih/menggantikan fungsi dari coach selama durasi coach tersebut berhalangan, setelah dikonfirmasi kepada wasit oleh kapten bermain.

  • Materi Bola Voli Kelas 10 Mapel PJOK

    Berikut ini adalah materi bola voli mata pelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan) untuk kelas 10 SMA/SMK/MA.

    Materi ini dirangkum dari Modul PJOK Kelas X KD 3.1 Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Tahun 2020.

    PENDAHULUAN

    Permainan bola voli merupakan salah satu materi pembelajaran pada kompetensi permainan bola besar. Kompetensi yang harus dicapai oleh peserta didik pada materi ini adalah adalah kemampuan menganalisis dan mempraktikan keterampilan gerak teknik dasar permaian bola voli dengan materi: Passing, Servis, Smash/spike dan Block/bendungan.

    GLOSARIUM

    • Driving service : istilah yang di berikan kepada bola service yang melengkung keras tepat di atas net.
    • Blocking : Membendung serangan lawan dengan tangan di depan net
    • Jumping service : istilah untuk service yang di lakukan dengan melompat.
    • FIVB : Federation International Volly Ball (federasi bola voli Internasional)
    • Libero : Pemaian yang bertugas untuk bertahan dan tidak diperbolehkan untuk melakukan serangan menahan serangan.
    • Passing atas : Melakukan operan bola dengan bola dengan bantuan dorongan lengan dan kelenturan jari-jari tangan dengan posisi dari atas kepala.
    • Passing bawah : Melakukan operan/menahan bola dengan dua lengan dari Bawah.
    • Push smash : smash dengan umpan dorongan bola smash
    • PBVSI : Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia.
    • Servis : Pukulan permulaan untuk memainkan bola ataupun serangan untuk membuka pertahanan lawan.
    • Smash : Pukulan yang menukik dan tajam serta mematikan untuk
    • Semi smash : smash dengan umpan bola tanggung. membuka serangan dan membongkar pertahanan lawan.
    • Topspin : Pukulan bola pada bagian atas bola sehingga bola bergerak menukik
    • Universal : Pemaian serba guna dalam permainan bola voli.
    • Volley : Memainkan bola sebelum menyentuh tanah/lantai.
    • Quicker : Pemukul bola cepat dalam permainan bola voli.
    • Quic smash : Pemain yang mempunyai kemampuan untuk smash cepat

    KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

    A. Tujuan Pembelajaran

    Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran ini peserta didik diharapkan mampu:
    1. Memelihara kesehatan tubuh.
    2. Menjaga kesehatan tubuh dengan menerapkan gaya hidup aktif
    3. Saat bermain menunjukan permainan tidak curang.
    4. Dalam melakukan aktivitas fisik yang dilakukan secara berkelompok, beregu, dan berpasangan memperhatikan kondisi teman, baik fisik atau psikis.
    5. Mengikuti, peraturan, petunjuk atau arahan yang telah diberikan guru.
    6. Menganalisis dan mempraktikkan keterampilan dasar permainan bola voli (passing,
    servis dan smash) dengan benar.

    B. Uraian Materi

    1. Permainan Bola Voli

    Permaian bola voli diciptakan oleh Willam C. Morgan, seorang direktur pendidikan jasmani pada organisasi “Young Man Christian Assosiation (YMCA) pada tahun 1895, di Holyoke, Massachusetts, Amerika Serikat. Mula-mula permainan bola voli ini di kenal dengan nama “mintonette”.

    Pada tahun 1896 nama permainan ini diubah menjadi bola voli oleh Alfred T. Halstead sesuai dengan ciri khas permaiannya yaitu bola dalam permaianan tetap melambung dan tidak boleh menyentuh tanah (volley). https://www.academia.edu/24506611/MAKALAH_OLAHRAGA_Voli (25_10_20)

    Induk organisasi olahraga bola voli internasional adalah FIVB (Federation Internationale de Volleyball), sedangkan di Indonesia induk organisasi bola voli PBVSI (Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia).

    Permainan ini dimainkan oleh 2 tim yang terdiri dari 6 orang pemain. Posisi pemain pada permainan bola voli yaitu tosser/setter, smashter, libero dan defender (pemain bertahan).

    Tosser/setter adalah pengumpan yaitu pemain yang bertugas untuk mengumpankan bola kepada teman dan mengatur jalannya permainan.

    Smashter atau spiker adalah pemain yang bertugas untuk memukul bola agar jatuh di daerah pertahanan lawan dan mematikan permainannya.

    Disamping itu ada juga Libero adalah seorang pemain bertahan yang bisa bebas keluar dan masuk tetapi tidak boleh melakukan smash. Sedangkan defender adalah pemain yang bertahan untuk menerima setiap serangan lawan.

    2. Peraturan Permainan

    Aturan dasar permainan bola voli diantarnya adalah setiap tim hanya bisa menyentuh bola sebanyak 3 kali.

    Pada awal pertandingan salah seorang pemain wajib melakukan servis ke area pertahanan lawan dengan melambungkan bola terlebih dahulu sebelum dipukul.

    Tim yang berhasil mematikan lawan (memenangkan sebuah rally) berhak mendapat satu poin serta memiliki hak untuk melakukan servis. Pemain harus bertukar posisi dengan memutar searah jarum jam setelah rally telah selesai.

    Blocking hanya bisa dilakukan oleh 3 pemain depan, sedangkan pemain lainnya bertugas memukul bola melewati net, dari belakang garis serang atau garis tiga meter (garis yang memisahkan garis depan dengan belakang lapangan).

    Pertandingan permainan voli terdiri atas lima set, 4 set pertama menggunakan sistem 25 rally point, sedangkan pertandingan terakhir menggunakan sistem 15 poin. (Putri, Kompas 16_10_2020) Vanya Karunia Mulia Putri https://www.kompas.com/skola/read/2020/10/06/133000869/istilah-dan-peraturandalam-permainan-bola-voli?page=all. (16_10_2020).

    3. Teknik Dasar Bola Voli

    a. Passing bawah

    Passing bawah merupakan teknik dasar permainan bola voli untuk memberikan umpan kepada teman, menerima servis atau menahan serangan lawan. Adapun rangkaian geraknya adalah sebagai berikut:

    • Berdiri dengan kedua kaki dibuka selebar bahu dan kedua lutut direndahkan hingga berat badan tertumpu pada kedua ujung kaki bagian depan;
    • Kedua lengan dirapatkan dan luruskan di bagian depan badan hingga kedua ibu jari sejajar;
    • Dorongkan kedua lengan ke arah datangnya bola bersamaan dengan kedua lutut dan pinggul naik serta tumit terangka;
    • Titik sentuh bola usahakan agar sedikit di atas pergelangan tangan;
    • Lutut diluruskan agar badan dalam posisi stabil serta kedua tetap lengan lurus.

    Perhatikan gambar berikut, kemudian praktikan secara perorangan atau kelompok.

    b. Passing atas

    Passing sangat tepat untuk memberikan umpan sebuah serangan/smash. Gerakan dasar passing atas rangkaian geraknya adalah sebagai berikut:

    • Berdiri dengan kedua kaki dengan dibuka selebar bahu, kedua lutut direndahkan hingga berat badan bertumpu pada ujung kaki bagian depan;
    • Posisi lengan di depan badan dengan kedua telapak tangan dan jari-jari renggang sehingga membentuk seperti mangkuk di depan atas kepala;
    • Dorongkan kedua lengan menyongsong arah datangnya bola bersamaan kedua lutut dan pinggul naik dengan tumit sedikit terangkat;
    • Titik sentuh bola tepat mengenai jari-jari tangan;
    • Saat mulai mendorong bola, pinggul dan lutut naik serta kedua lengan lurus.

    Perhatikan gambar berikut, kemudian praktikan secara perorangan atau kelompok.

    c. Servis atas

    Servis adalah pukulan bola ke area lapangan lawan yang dilakukan pada awal permaian. Servis merupakan serangan untuk menghentikan dan membuka pertahanan lawan. Rangkaian gerak servis atas adalah sebagai berikut :

    • Berdiri dengan salahsatu kaki berada di depan (melangkah);
    • Badan agak melenting ke belakang dan berat badan pada kaki belakang;
    • Ayunkan tangan kanan bersamaan dengan gerakan badan ke depan;
    • Saat melakukan pukulan pergelangan melecutkan saat melakukan pukulan;
    • Pada akhir gerakan, berat badan dibawa ke depan dengan melangkahkan kaki ke depan.

    Perhatikan gambar berikut, kemudian praktikan secara perorangan atau kelompok.

    d. Servis bawah

    Sama halnya dengan manfaat servis atas, servis bawah juga sebagai serangan untuk membuka pertahanan lawan. Rangkaian gerak servis bawah adalah sebagai berikut:

    • Salah satu kaki berada di depan dengan lutut sedikut bengkok;
    • Tangan mengepal dan kemudian diayunkan dari arah belakang;
    • Bola dilambungkan/dilepas dan kemudian tangan pemukul diayunkan hingga memukul tepat pada bagian bawah bola;
    • Bola dipukul hingga melewati net ke daerah lawan.

    e. Smash

    Smash merupakan upaya serangan untuk mematikan lawan dengan pukulan yang cepat dan keras melewati net. Rangkaian gerak smash adalah sebagi berikut:

    • Berdiri dengan sikap melangkah menghadap arah net;
    • Berat badan pada kaki depan, diawali dengan beberapa langkah kaki dan melebar pada langkah terakhir;
    • Kedua kaki menolak ke atas dengan ketinggian menyesuaikan dengan bola dan diikuti dengan ayunan lengan ke depan atas untuk melakukan pukulan;
    • Pukulan pada bola dengan telapak tangan tepat pada bagian atas bola;
    • Setelah melakukan pukulan, mendarat dengan kedua ujung telapak kaki, diikuti dengan lutut yang dilenturkan/direndahkan;

    Perhatikan gambar berikut ini, kemudian praktikan secara perorangan atau kelompok.

    f. Blocking (Bendungan)

    Blocking atau bendungan dalam permainan bola voli merupakan teknik dasar yang dilakukan dengan cara menahan bola pukulan/smash yang dilakukan pemain lawan agar bola voli tidak berhasil melewati net atau menembus daerah pertahanan.

    Gerakan ini dilakukan dengan menahan pukulan/smash yang diberikan lawan sehingga bola voli. Rangkaian gerakan dalam melakukan blocking adalah sebagai berikut:

    • Bergerak mendekati net dengan posisi berada di depan bola yang akan di smash lawan;
    • Lakukan lompatan dengan dua kaki secara bersamaan, kemudian menjangkau bola dengan kedua tangan
    • untuk dihadang atau dibendung;
    • Saat pendaratan setelah membendung, kemudian mendarat dan kembali ke tempat tolakan dengan posisi tungkai lentur.

    Perhatikan contoh gerakan dalam gambar, kemudian lakukan latihan dengan secara individu atau berkelompok. https://penjaskes.co.id/teknik-block-bola-voli/ (27_10_2020)

    C. Rangkuman

    Passing, smash dan servis merupakan teknik dasar menjadi kunci permainan bola voli.

    Setiap gerakan teknik dasar tersebut bisa dikembangkan menjadi teknik yang yang sempurna sehingga mampu menampilkan permainan yang baik.

    Passing bisa dikembangkan menjadi beberapa teknik dan menjadi kombinasi gerak keterampilan.

    Passing bawah biasa digunakan untuk memberikan umpan ataupun menahan bola, sedangkan passing atas biasanya dipergunakan untuk mengumpan yang berada di depan net untuk posisi pemain 4, 5 dan 6.

    Seiring dengan perkembangan teknik permainan bola voli, servis berkembang menjadi teknik serangan awal, karena prinsipnya seperti pada teknik dasar smash yang bisa mematikan lawan.

    Teknik dasar lanjutan dalam permainan bola voli adalah blocking atau membendung pukulan bola, membendung memerlukan kemampuan teknik yang tinggi.

    Blocking dilakukan ketika untuk membendung pukulan yang biasanya dilakukan oleh seorang pemain bola voli yang memiliki keterampilan bermain yang baik.

    D. Penugasan Mandiri

    1. Buatlah 2 regu untuk bermain bola voli dengan peraturan yang dimodifikasi, jelaskan teknik dasar yang dominan diterapkan saat permainan berlangsung.

    2. Amati sebuah pertandingan bola voli melaui video kemudian buatlah laporan singkat hasil pertandingan dan jelaskan secara singkat teknik dasar permainan yang bisa kita kembangkan.

    E. Latihan Soal

    Kerjakan semua soal di bawah ini kemudian cocokan dengan alternatif penyelesaiannya!
    1. Sebutkan keterampilan gerak teknik dasar permainan bola voli.
    2. Apakah yang dimaksud dengan servis dalam permainan bola voli?
    3. Jelaskan cara melakukan gerakan passing atas dalam permainan bola voli.
    4. Mengapa dalam melakukan passing bawah perkenaan bola sebaiknya antara pergelangan tangan sampai siku?
    5. Jelaskan kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat melakukan teknik dasar pass
    bawah dalam permainan bola voli.

    Jawaban dan Pembahasan:

    1. Teknik servis, passing , smash , block.

    2. Servis adalah jenis pukulan seorang pemain untuk memulai permainan. Servis merupakan serangan pertama kepada tim bertahan untuk mematikan atau membongkar pertahanan.

    3. Cara melakukan gerakan passing atas dalam permainan bola voli:

    Berdiri menghadap arah datangnya bola, lutut sedikit ditekuk, berat badan bertumpu pada kedua kaki, Tangan berada di atas depan kepala dengan posisi telapak tangan terbuka penuh, jari-jari saling berhadapan (misalnya ibu jari tangan kanan berhadapan dengan ibu jari tangan kiri), Saat bola datang, tarik lengan searah datangnya bola. Kemudian dorong bola ke atas atau ke arah yang akan dituju dengan menggunakan jari-jari dibantu lecutan pergelangan tangan hingga kedua lengan lurus, Perkenaan bola yakni di ujung-ujung jari tangan.

    4. Agar jalannya bola lebih terarah dan terkontrol.

    5. Kesalahan-kesalahan yang sering terjadi saat melakukan teknik dasar pass bawah dalam permainan bola voli:

    Ketika menerima bola lengan terlalu tinggi, kemudian lanjutan lengan berada di atas bahu, Tubuh terlalu rendah karena pinggang ditekuk sehingga operan terlalu rendah dan kencang. Seharusnya yang ditekuk adalah lutut, Lengan terpisah sesaat, sebelum, pada saat, atau sesaat sesudah menerima bola, Bola mendarat di lengan daerah siku.

    F. Penilaian Diri

    Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab Rubrik Penilaian.

    Itulah materi bola voli kelas 10 SMA/MA yang dapat dijadikan referensi untuk belajar demi mendapatkan prestasi gemilang. Temukan materi pelajaran lainnya di sastrawacana.id/.

  • Servis yang dilakukan dengan gerakan melompat ke udara dinamakan?

    Servis yang dilakukan dengan gerakan melompat ke udara dinamakan?

    Servis yang dilakukan dengan gerakan melompat ke udara dinamakan jumping service atau jump service.

    Jump service dalam voli adalah servis yang dilakukan dengan melompat ke udara saat melakukan servis bola.

    Pemain voli melakukan lompatan yang tinggi dan memukul bola dengan tangan secara kuat dan akurat untuk melemparkan bola ke area lawan.

    Jump service merupakan servis yang memungkinkan pemain untuk memberikan tekanan yang lebih besar kepada lawan, karena kekuatan dan sudut serangan yang dihasilkan dari lompatan ini.

    Selain itu, jump service juga memiliki keuntungan dalam mengacaukan pertahanan lawan dan memberikan kesempatan bagi tim sendiri untuk memenangkan poin.

    Jump service dalam voli merupakan teknik servis yang menuntut kekuatan dan teknik yang baik dari pemain.

    Saat melakukan jump service, pemain harus melompat dengan kaki yang kuat dan memanfaatkan momentum lompatan untuk memberikan kekuatan maksimal pada pukulan.

    Selain itu, pemain juga perlu mengatur sudut pukulan agar bola mengarah ke area yang diinginkan.

    Biasanya, jump service dilakukan dengan mengarahkan bola ke area pertahanan lawan yang paling rentan, seperti sudut belakang lapangan atau garis sisi.

    Keberhasilan jump service juga bergantung pada faktor ketepatan waktu. Pemain harus mengenai bola pada saat yang tepat saat berada di puncak lompatan.

    Kesalahan sedikit saja dalam timing dapat mengakibatkan bola keluar dari garis atau tidak mencapai jarak yang diinginkan.

    Jump service juga memiliki risiko. Jika pukulan tidak dilakukan dengan baik, bola dapat terlalu jauh atau terlalu pendek, sehingga memberikan keuntungan bagi tim lawan.

    Oleh karena itu, latihan dan pengembangan teknik yang baik sangat penting dalam menguasai jump service.

    Dalam kompetisi voli, jump service sering menjadi senjata ampuh bagi pemain yang memiliki kekuatan dan keterampilan yang baik.

    Servis ini dapat menciptakan tekanan besar pada tim lawan, memaksa mereka bermain dalam situasi yang sulit, dan menciptakan peluang untuk mencetak poin.

    Dengan latihan yang konsisten dan pengembangan teknik yang tepat, pemain voli dapat menguasai jump service dan menggunakan servis ini sebagai salah satu strategi efektif dalam pertandingan.

  • Kegagalan servis dalam pertandingan bola voli sangat merugikan karena?

    Kegagalan servis dalam pertandingan bola voli sangat merugikan karena?

    Kegagalan servis dalam pertandingan bola voli sangat merugikan karena memberikan poin langsung kepada tim lawan.

    Servis dalam bola voli adalah tindakan awal yang dilakukan oleh seorang pemain untuk memulai permainan dengan memukul bola dari belakang garis servis ke lapangan lawan.

    Servis merupakan momen penting dalam permainan, karena dapat mempengaruhi jalannya pertandingan.

    Dalam servis, pemain dapat menggunakan berbagai teknik yang berbeda, seperti servis overhand, servis underhand, atau jumping.

    Pemain dapat memilih teknik yang paling sesuai dengan kemampuan dan strategi timnya.

    Tujuan utama dari servis adalah untuk menghasilkan servis yang sulit dikembalikan oleh tim lawan dan mencetak poin langsung.

    Servis yang baik juga dapat memberikan keuntungan dalam mengatur strategi permainan, mempengaruhi momentum, dan mengontrol ritme pertandingan.

    Oleh karena itu, penting bagi pemain voli untuk melatih teknik servis mereka, termasuk kecepatan, presisi, dan variasi servis.

    Kegagalan Servis

    Kegagalan servis dalam voli adalah situasi dimana seorang pemain tidak berhasil melakukan servis dengan benar atau bola servis yang dilakukan tidak valid.

    Kegagalan servis dapat terjadi karena berbagai alasan, antara lain:

    1. Bola Keluar Lapangan

    Ketika pemain melakukan servis dan bola melewati garis lapangan yang ditentukan adalah kegagalan servis karena bola yang keluar lapangan dianggap tidak valid dan memberikan poin langsung kepada tim lawan.

    2. Bola Jatuh di Net

    Jika bola servis tidak berhasil melewati net atau mengenai net saat melakukan servis termasuk sebagai kegagalan servis dalam pertandingan voli.

    3. Kesalahan Teknis

    Kegagalan servis juga dapat terjadi akibat kesalahan teknis oleh pemain, seperti melakukan servis dua kali berturut-turut, melanggar aturan langkah saat servis, atau menginjak garis saat melakukan servis.

    4. Bola Tidak Melewati Net

    Jika bola servis tidak melewati net dan jatuh kembali ke sisi pemain yang melakukan servis dianggap sebagai kegagalan servis.

    Itulah beberapa kegagalan servis dalam pertandingan bola voli. Kegagalan servis dalam voli memiliki konsekuensi negatif bagi tim yang melakukan servis.

    Hal ini memberikan keuntungan bagi tim lawan dengan memberikan poin langsung atau pergantian servis.

    Selain itu, kegagalan servis juga dapat mempengaruhi kepercayaan diri pemain dan dinamika tim secara keseluruhan.

    Maka, pemain perlu melatih teknik servis secara teratur untuk menghindari kegagalan servis yang dapat merugikan tim.

    Komunikasi dan kerja sama yang baik antara pemain juga dapat membantu mengurangi kegagalan servis dalam permainan voli.