Tag: zakat

  • Orang yang Wajib Membayar Zakat Disebut?

    Orang yang wajib membayar zakat disebut muzaki.

    Muzaki adalah istilah dalam agama Islam yang merujuk pada individu muslim yang telah memenuhi syarat-syarat tertentu sehingga diwajibkan untuk mengeluarkan zakat dari harta yang dimilikinya.

    Syarat-syarat menjadi muzaki adalah:

    • Beragama Islam: Hanya orang yang beragama Islam yang diwajibkan membayar zakat.
    • Merdeka: Tidak dalam keadaan perbudakan.
    • Baligh dan berakal sehat: Sudah dewasa dan mampu memahami hukum agama.
    • Mempunyai harta yang mencapai nishab: Mempunyai harta yang jumlahnya telah mencapai batas minimal yang ditentukan untuk wajib zakat. Nishab berbeda-beda untuk setiap jenis harta.
    • Mempunyai harta yang telah mencapai haul: Harta tersebut telah dimiliki selama satu tahun hijriyah.

    Jenis-jenis zakat:

    • Zakat fitrah: Zakat yang wajib dikeluarkan setiap muslim pada saat bulan Ramadhan.
    • Zakat mal: Zakat yang dikeluarkan atas harta yang dimiliki, seperti emas, perak, uang, hasil pertanian, perdagangan, dan lain-lain.

    Tujuan zakat:

    • Mensucikan harta: Membuang sebagian harta untuk membersihkan harta yang diperoleh dari hasil yang halal.
    • Menolong fakir miskin: Hasil zakat digunakan untuk membantu mereka yang membutuhkan.
    • Mempererat tali persaudaraan: Menumbuhkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial antar sesama muslim.

    Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang sangat penting.

    Selain sebagai ibadah, zakat juga memiliki fungsi sosial yang sangat besar, yaitu untuk mengurangi kesenjangan sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

  • Pak Iman berniat mengeluarkan zakat fitrah menggunakan uang

    Pak Iman berniat mengeluarkan zakat fitrah menggunakan uang. Keluarga Pak Iman terdiri dari suami, isteri, seorang ibu, dan memiliki empat orang anak. Berapa zakat yang harus dibayar Pak Iman jika harga satu kilo berasnya 12.000,00?

    Jawaban:

    Untuk menghitung zakat fitrah yang harus dibayarkan oleh Pak Iman, kita perlu mengetahui jumlah anggota keluarganya yang memenuhi syarat menerima zakat fitrah dan harga zakat fitrah per orang.

    Syarat-syarat penerima zakat fitrah adalah:

    • Muslim.
    • Tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok sendiri dan orang-orang yang menjadi tanggungannya pada hari raya Idul Fitri.
    • Tidak memiliki harta kecuali kebutuhan pokok yang dipakai untuk dirinya dan keluarganya.

    Berdasarkan deskripsi, keluarga Pak Iman terdiri dari suami, istri, seorang ibu, dan empat orang anak. Jadi, total ada 7 orang yang memenuhi syarat menerima zakat fitrah.

    Selanjutnya, kita perlu mengetahui harga zakat fitrah per orang. Zakat fitrah dihitung berdasarkan jenis makanan pokok yang lazim dikonsumsi di daerah tempat tinggalnya.

    Jika di daerah tersebut beras yang menjadi makanan pokok, maka zakat fitrah dihitung berdasarkan harga beras.

    Diberikan harga satu kilo beras adalah Rp12.000,00, dan zakat fitrah per orang dihitung berdasarkan berat makanan pokok yang lazim dikonsumsi, yaitu 2,5 kilogram.

    Maka, zakat fitrah yang harus dibayarkan oleh Pak Iman adalah Rp 210.000.

    Nilai zakat fitrah per jiwa = 2,5 kg x Rp 12.000 = Rp 30.000.

    Total zakat yang harus dibayarkan = Jumlah jiwa yang wajib zakat x Nilai zakat fitrah per jiwa

    Total zakat = 7 jiwa x Rp 30.000/jiwa = Rp 210.000.

    Jadi, Pak Iman harus mengeluarkan zakat fitrah sebesar Rp 210.000.

  • Zakat Fitrah: Pengertian, Dalil, Niat dan Yang Berhak Menerima

    Zakat Fitrah: Pengertian, Dalil, Niat dan Yang Berhak Menerima

    Pengertian Zakat

    Zakat Fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh semua umat Islam pada bulan Ramadan atau menjelang Hari Raya Idul Fitri. Zakat adalah rukun Islam yang ke empat. Sehingga bagi setiap umat muslim dari segala usia, diwajibkan untuk menunaikan zakat.

    Zakat Fitrah bisa dibayarkan dengan 2,5 kilogram makanan pokok sesuai di daerah masing-masing. Karena di Indonesia makanan pokoknya adalah nasi, maka kita bisa zakat berupa beras.

    Golongan yang Berhak Menerima Zakat

    Adapun delapan golongan yang berhak menerima zakat adalah sebagai berikut:

    1. Fakir

    Golongan orang yang hampir tidak memiliki apapun sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.

    2. Miskin

    Golongan orang yang memiliki sedikit harta, tetapi tidak bisa mencukupi kebutuhan dasar untuk hidupnya.

    3. Amil

    Amil adalah orang/panitia yang mengumpulkan dan membagikan zakat.

    4. Mu’alaf

    Orang yang baru masuk agama Islam dan memerlukan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan baru.

    5. Hamba Sahaya

    Orang yang ingin memerdekakan dirinya.

    6. Gharimin

    Orang yang berutang untuk memenuhi kebutuhannya, dengan catatan bahwa kebutuhan tersebut adalah halal. Akan tetapi tidak sanggup untuk membayar utangnya.

    7. Fisabilillah

    Orang yang berjuang di jalan Allah. Lebih spesifiknya menurut ulama Fiqih adalah mereka yang memelihara dan melindungi agama serta meninggikan kalimat tauhid melalui berdakwah, berperang, dan berusaha menerapkan hukum Islam

    8. Ibnus Sabil

    Orang yang kehabisan biaya/bekal dalam perjalanannya dalam ketaatan kepada Allah.

    Dalil Alquran dan Hadis Tentang Zakat

    Ayat alquran yang menerangkan mustahiq zakat adalah Surah At-Taubah ayat 60. Ayat mustahiq zakat ini menjelaskan tentang siapa saja yang berhak menerima zakat. Bunyi ayat tersebut antara lain.

    إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِنَ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

    “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At Taubah: 60)

    وَاقِـمُو الصَّـلاَةَ وَاتُـوْاالزَكـَلاَةَ وَاَطِـيْعُوْالـرَّسـُولَ لـَعَـلَّـكُـمْ تُـرْحَـمُـوْنْْ

    Dan dirikanlah shalat, dan tunaikanlah zakat, serta taatlah kepada rasul, agar kamu diberi rahmat (Q.S. An-Nur: 56)

    اَ تَحِلُّ الصَّدَقََةُ لِغَنِيٍّ وَلاَ لِذِى مِرَّةٍ سَوِيٍّ

    Zakat haram diberikan kepada orang kaya dan mereka yang masih kuat bekerja. (Dari Ibnu ‘Amr R.A)

    إِنْ شِئْتُمَا أَعْطَيْتُكُمَا وَلاَ حَظَّ فِيْهَا لِغَنِيٍّ وَ لاَ لِقَوِيٍّ مُكْتَسِبٍ

    Bila kalian mau maka aku akan berikan zakat ke kalian, sayangnya tak ada zakat untuk orang kaya dan mereka yang masih kuat untuk bekerja. (Dari ‘Ubaidillah bin ‘Adi bin Al-Khiyar)

    يَا قَبِيْصَةُ , إِنَّ الْمَسْأَلَةَ لاَتَحِلُّ إِلاَّ ِلأَحَدِ ثَلاَثَةٍ: رَجُلٌ تَحَمَّلَ حَمَالَةً فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ حَتَّى يُصِيْبَهَا ثُمَّ يُمْسِِكَ, وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ جَائِحَةٌ اِجْتَاحَتْ مَالَهُ فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ, حَتَّى يُصِيْبَ قِوَاماً مِنْ عَيْشٍ أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ, وَرَجُلٌ أَصَابَتْهُ فَاقَةٌ حَتَّى يَقُوْمَ ثَلاَثَةٌ مِنْ ذَوِى الْحِجَا مِنْ قَوْمِهِ: لَقَدْ أَصَابَتْ فُلاَنًا فَاقَةٌ, فَحَلَّتْ لَهُ الْمَسْأَلَةُ, حَتَّى يُصِيْبَ قِوَاماً مِنْ عَيْشٍ أَوْ قَالَ سِدَادًا مِنْ عَيْشٍ, فَمَا سِوَاهُنَّ مِنَ الْمَسْأَلَةِ يَا قَبيْصَةُ ! سُحْتًا يَأْكُلُهَا صَاحِبُهَا سُحْتًا.

    Wahai qabishah, sesungguhnya diharamkan seseorang meminta-minta selain dari tiga kriteria, yaitu orang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai hutang tersebut lunas. Orang yang hartanya habis karena ditimpa musibah, ia boleh meminta-minta hingga mendapatkan sandaran hidup. Dan orang yang ditimpa kesengsaraan hidup. Adapun selain ketiga golongan tersebut maka haram hukumnya dan mereka yang memakannya adalah memakan makanan haram.

    قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الزَّكَاةُ قِنْطَرَةُ الْإسْلَامِ}.

    Nabi saw. bersabda, “Zakat itu jembatannya Islam.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ath-Thabarani dari sahabat Abu Ad-Darda’ r.a. dan diriwayatkan juga oleh imam Al-Baihaqi dari sahabat Ibnu Umar r.a.

    وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {حَصِّنُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ وَدَاوَوْا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ وَأَعِدُّوْا لِلْبَلَاءِ الدُّعَاءَ}.

    Nabi saw. bersabda, “Jagalah harta-harta kalian dengan zakat, obatilah orang-orang sakit di antara kalian dengan shadaqah, dan bersiap-siaplah terhadap musibah dengan doa.” Hadis ini diriwayatkan oleh imam Ath-Thabarani, imam Abu Nuaim, dan imam Al-Khathib dari sahabat Ibnu Mas’ud r.a.

    اِذَاكَـنَـتْ لَكَ مِـائـَتـادِرْهَـمٍ وَحَـلَ عَـلَيْـهـَاالـْحَـوْلُ فـَفِـهـَا خَـمـْسُ دَرَاهـِـمَ. وَلـَيْسَ عَـلَيْكَ شَـيْئٌ- يَـعْـنىِ فِى الذَ هـَبِ-حَـتَّى يَكُوْنَ لكَ عِشـْرُنَ دِيْـنَارًا وَحَـلَ عَـليْهـَا الْحَـوْلُ فـَفِيْـهـَانِسْفُ دِيْنَا رٍ وَمَـازَادَ فَـبِـحِـسَـابِـهِ.

    Apabila engkau memiliki 200 dirham dan telah sampai setahun. Maka zakatnya lima dirham. Dan tiada wajib zakat atasmu pada emas hingga hingga engkau memiliki 20 dinar dan telah cukup setahun lamanya, maka zakatnya setegah dinar. Sedang lebihnya diperhitungkan seperti itu juga. (HR. Abu Daud)

    عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنْ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ الصَّلَاةِ فَهِيَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلَاةِ فَهِيَ صَدَقَةٌ مِنْ الصَّدَقَاتِ

    “Dari Ibnu ‘Abbas, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkara sia-sia dan perkataan keji, dan sebagai makanan bagi orang-orang miskin. Barangsiapa menunaikannya sebelum shalat (‘Id), maka itu adalah zakat yang diterima. Dan barangsiapa menunaikannya setelah shalat (‘Id), maka itu adalah satu shadaqah dari shadaqah-shadaqah“

    Niat Zakat Fitrah

    1. Doa Zakat Fitrah bagi Diri Sendiri

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an nafsi fardhan lillahi ta’ala.
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri fardhu karena Allah Taala.”

    2. Doa Zakat Fitrah bagi Istri

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an zaujati fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku fardhu karena Allah Taala.”

    3. Doa Zakat Fitrah bagi Anak Laki-laki

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an waladi fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku ……..(nama anak laki-laki pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”

    4. Doa zakat Fitrah bagi Anak Perempuan

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ … ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an binti fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku ……..(nama anak perempuan pemberi zakat fitrah), fardhu karena Allah Taala.”

    5. Doa Zakat Fitrah bagi Diri Sendiri dan Seluruh Keluarga

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jami’i ma yalzimuniy nafaqatuhum syar’an fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardhu karena Allah Taala.”

    6. Doa Zakat Fitrah bagi Orang yang Diwakilkan

    ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

    Bacanya: Nawaytu an ukhrija zakaata al-fitri ‘an (……) fardhan lillahi ta’ala
    Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk……..(nama orang yang diwakilkan), fardhu karena Allah Taala.”