Taman Nasional Baluran berada di Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Kabupaten Situbondo.
Namanya sendiri diambil dari gunung yang berada di sekitar, yaitu Gunung Baluran.
Sebelumnya, Taman Nasional Baluran ditetapkan sebagai hutan lindung pada 1930 oleh Direktur Kebun Raya Bogor yang bernama K.W. Dammerman.
Kemudian, status Taman Nasional diperoleh pada 6 Maret 1980 oleh Menteri Pertanian dan kemudian dikukuhkan pada tahun 1997 oleh Menteri Kehutanan.
Taman Nasional Baluran memiliki luas sekitar 25.000 hektare dan dikenal sebagai “Africa van Java” karena lanskap savananya yang luas menyerupai padang rumput di Afrika. Keunikan ini menjadikan Baluran sebagai salah satu taman nasional yang paling ikonik di Indonesia.
Taman nasional ini mencakup beragam ekosistem, mulai dari hutan musim, hutan mangrove, hutan pantai, hingga savana. Sekitar 40% wilayahnya didominasi oleh savana, yang menjadi rumah bagi berbagai satwa liar seperti banteng, rusa, kijang, kerbau liar, merak, hingga macan tutul.
Selain keanekaragaman hayatinya, Taman Nasional Baluran juga memiliki sejumlah objek wisata alam menarik seperti Pantai Bama, Evergreen Forest, dan Kawasan Savana Bekol yang menjadi ikon utama taman ini. Wisatawan bisa menikmati kegiatan seperti safari, trekking, birdwatching, hingga fotografi alam.
Upaya konservasi dan edukasi terus dilakukan oleh pihak pengelola taman, termasuk penyuluhan kepada masyarakat sekitar agar menjaga kelestarian alam Baluran. Dukungan dari pengunjung dalam bentuk kepatuhan terhadap aturan taman juga menjadi bagian penting dari keberlangsungan kawasan konservasi ini.






