Pengertian Teks Eksemplum

Pengertian Teks eksemplum adalah teks yang menceritakan perilaku tokoh dalam ceritanya, meliputi pengenalan tokoh, segala peristiwa yang dialami oleh tokoh, dan interpretasi dari tokoh tersebut.

Dengan demikian, secara sederhana bisa dikatakan bahwa teks eksemplum adalah termasuk jenis karya yang berisi tentang pengalaman hidup manusia.

Dari pengalaman hidup itulah nantinya akan ada sebuah pelajaran atau nilai yang dapat dipetik. Seperti nilai-nilai kebaikan yang layak ditiru, ataupun hal-hal buruk yang tak layak ditiru/harus ditinggalkan.

Baca juga: Pengertian dan Contoh Teks Narasi dalam Bahasa Indonesia

Struktur Teks Eksemplum

Teks eksemplum harus disusun dengan beberapa elemen yang menjadikannya utuh, alias struktur. Adapun struktur yang menyusun teks eksemplum adalah sebagai berikut:

1. Orientasi

Orientasi adalah bagian awal teks eksemplum. Bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh. Contoh: Aku adalah orang yang pintar dan rajin.

2. Insiden

Pada bagian ini, tokoh akan mengalami suatu permasalahan karena alasan tertentu. Contoh: Aku lupa mengerjakan PR karena semalam ketiduran.

3. Interpretasi

Interpretasi adalah bagian yang mengandung pesan atau nilai moral, evaluasi dan juga akibat dari masalah yang dialami oleh tokoh. Contohnya: Karena jarang mengerjakan PR, nilaiku jadi menurun.

4. Koda

Koda adalah bagian penutup dari sebuah cerita. Biasanya pada bagian ini berisi kesimpulan dan pesan-pesan moral. Contoh: Maka dari itu, Aku tidak akan lalai mengerjakan PR lagi.

Ciri Ciri Teks Eksemplum

Setiap jenis teks pasti memiliki ciri-ciri untuk membedakan dengan jenis teks lain. Nah, adapaun ciri-ciri teks eksemplum adalah sebagai berikut:

  1. Memiliki struktur yang lengkap.
  2. Adanya urutan peristiwa yang jelas.
  3. Berisi peristiwa atau kejadian yang tidak diinginkan.
  4. Menggunakan bahasa naratif.

Contoh Teks Eksemplum

Agar lebih dimengerti, perhatikan contoh teks eksemplum berikut ini.

Judul

Wahana Maut

Abstrak

Aku mempunyai pengalaman yang mengerikan lebaran tahun lalu.

Orientasi

Kala itu temanku berkunjung ke rumahku untuk bersilaturrahmi dan mengajakku jalan-jalan ke kota, kami berdua pergi ke wahana bermain di sana ada berbagai macam wahana yang sangat menantang salah satunya adalaha wahana Histeria dan Wahana yang berputar 360 derajat penuh, aku agak lupa namanya.

Insiden

Kami sudah memegang tiket masuk untuk menaiki wahana yang sudah kami inginkan, Histeria. Di wahana ini kami dilambungkan dari ketinggian 20 meter lebih dari permukaan tanah, berkali-kali kami merasa ngilu jatung terasa ingin lepas ketika dihempaskan dari atas ke bawah. Tak kusangka, wahana yang kami naiki mati mendadak, kami yang berada di ketinggian panik. Tak ada seorangpun yang menyangka hal ini bisa terjadi. Tak hanya aku dan temanku saja yang berteriak minta tolong, semua orang yang berada diatas bersama kami juga terlihat sangat ketakutan, bahkan adapula yang menangis. Rasanya nyawaku telah melayang, aku teringat orangtuaku kala itu, dan aku menangis sambil merintih “mama…mama…”

Interpretasi

Setelah hampir 30 menit berada di ketinggian, beberapa petugas datang untuk memperbaiki wahana yang kami naiki, untunglah nyawa kami dapat terselamatkan berkat usaha mereka. Kami semua merasa lega. Aku bersyukur karena Tuhan menyelamatkan kami semua. Sekarang aku merasa trauma ketika melihat wahana yang serupa.

Koda

Oleh karena kejadian tersebut, aku selalu berhati-hati dan waspada, sebab kita tak pernah tahu apa yang akan menimpa kita. Hendaknya kita tanyakan dulu kepada petugas, apakah wahana yang akan kita naiki sudah terjamin keselamatannya atau belum.