Teori Feminisme

Feminisme berasal dari bahasa latin “femina”, yang artinya memiliki sifat keperempuanan. Sehingga secara bahasa, feminisme dapat diartikan sebagai gerakan yang menuntut persamaan hak sepenuhnya antara kaum wanita dan pria.

Feminisme sendiri diawali oleh ketimpangan posisi perempuan dibandingkan. Seperti yang kita ketahui, perempuan berada pada posisi di bawah laki-laki, baik dalam hak maupun kewajiban.

Akibat persepsi tersebut, maka muncullah berbagai upaya untuk mengkaji penyebab ketimpangan tersebut untuk menemukan solusi agar terjadi penyetaraan terhadap hak perempuan dan laki-laki.

Feminisme memperjuangkan dua hal yang selama ini tidak dimiliki oleh kaum perempuan pada umumnya, yaitu persamaan derajat dan otonomi untuk menentukan apa yang baik bagi dirinya.

Kedudukan perempuan dalam masyarakat lebih rendah dari laki-laki, bahkan mereka dianggap sebagai “the second sex”.

Hal ini menunjukan adanya semacam diskriminasi gender yang membandingkan antara laki-laki dan perempuan. Salah satu contohnya adalah urusan pendidikan dan perekonomian.

Baca juga: Pengertian Transhumanisme Secara Umum dan Para Ahli

Teori Feminisme Menurut Para Ahli

Adapun definisi teori fenimisme menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. June Hannam (2007:22)

Di dalam buku Feminism, kata feminisme bisa diartikan sebagai: A recognition of an imbalance of power between the  sexes, with woman in a subordinate role to men (Pengakuan tentang ketidakseimbangan kekuatan antaradua jenis kelamin, dengan peranan wanita berada dibawah pria).

2. Marry Wallstonecraff

Dalam bukunya The Right of Woman pada tahun 1972 mengartikan Feminisme adalah suatu gerakan emansipasi wanita, gerakan dengan lantang menyuarakan tentang perbaikan kedudukan wanita dan menolak perbedaan derajat antara laki-laki dan wanita.

3. Rich (dalam Djajanegara 2000:29)

Menyatakan bahwa suatu kritik sastra feminis yang radikal pertama-tama akan mengaggap karya sastra sebagai ungkapan tentang cara hidup  kita dulu dan sekarang.

Baca juga: Pengertian Teori Semantik Menurut Para Ahli

4. Geofe (dalam Sugihastuti dan Suharto, 2005:61)

Feminisme merupakan kegiatan terorganisasi yang memperjuangkan hak-hak dan kepentingan perempuan. Jika perempuan memiliki hak yang sederajat dengan laki-laki, berarti perempuan bebas menentukan dirinya sendiri sebagaimana yang dilakukan oleh laki-laki selama ini.

5. Irhomi (dalam Sugihastuti dan Suharto, 2005:61)

Pengertian feminisme adalah gerakan kaum perempuan untuk memperoleh otonomi atau kebebasan menentukan dirinya sendiri.

6. Marry Wallstonecraff

Dalam bukunya The Right of Woman pada tahun 1972 mengartikan Feminisme merupakan suatu gerakan emansipasi wanita, gerakan dengan lantang menyuarakan tentang perbaikan kedudukan wanita dan menolak perbedaan derajat antara laki-laki dan wanita.

Baca juga: Pengertian Antropologi Budaya Menurut Teori Sastra

7. Fakih (2001:84– 98)

Feminisme memiliki beberapa empat alira yang paling menonjol, yaitu feminisme liberal, feminisme radikal, feminisme marxis, dan feminisme sosial.