Tidak terasa tahun 2019 sudah tiba. Tidak terasa pula presiden kita sudah memimpin negara Indonesia tercinta selama hampir 5 tahun. Dan itu artinya di tahun ini, seluruh rakyat Indonesia akan memilih pemimpin yang baru.

Pemilihan presiden atau yang kerap disebut dengan pemilu akan dilangsungkan pada bulan April 2019 nanti. Sekira kurang 3 bulan terhitung dari sekarang. Tentunya, seluruh rakyat Indonesia sudah memiliki pilihan masing-masing yang dianggap mampu membuat negara ini menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Namun, bicara tentang pemilu, tahukah kamu bahwa ada banyak tipe orang bermunculan saat musim pemilu? Ya, ketika musim pemilu tiba, akan muncul beberapa tipe orang dengan karakter masing-masing. Nah, apa saja tipe-tipe tersebut? Berikut diantaranya:

Baca juga: Perbedaan Negara Maju dan Negara Berkembang dari Berbagai Aspek

1. Tipe Orang yang Baperan

debat pemilu
Photo: pexels.com

Tidak hanya gombalan si Dilan saja yang bikin baper. Saat pemilu pun banyak kaum baperan yang muncul secara tiba-tiba. Misalnya, saat ia mengelu-elukan kandidat pilihannya, sementara yang lain malah mengolok-oloknya, ia akan baper, sensitif, dan merasa tidak terima jika calon kandidatnya diolok-olok. Bahkan, bisa-bisa ia akan mengajak adu mulut alias berdebat.

2. Tipe Orang yang Takut Akan Perubahan

takut akan perubahan
Photo: pexels.com

Pemilu kerap dijadikan sebagai jalan utama untuk mewujudkan sebuah perubahan. Sebab setiap negara pasti memiliki mimpi untuk lebih maju dari sebelumnya. Namun, bukannya mendukung, justru ada sebagian masyarakat yang takut akan perubahan. Biasanya, mereka akan menolak aturan-aturan baru yang dicanangkan calon pemimpin karena mereka sudah merasa nyaman dengan aturan atau sistem yang sekarang.

3. Tipe Orang yang Mau Disogok

uang sogokan
Photo: pexels.com

Pemilu identik dengan kampanya, yakni mempromosikan calon kandidat agar lebih dikenal oleh seluruh masyarakat Indonesia. Saat kampanye, calon kandidat akan menjelaskan tentang visi dan misi mereka. Mereka juga akan memberikan janji-janji atas dasar kepentingan rakyat. Namun, tak sedikit pula ada oknum-oknum tertentu yang memberikan uang kepada rakyat saat kampanye. Pada saat itulah, tipe orang yang mau disogok akan bermunculan. Mereka akan memilih jika diberi imbalan. Padahal, kemakmuran negara tidak bisa dipertaruhkan hanya dengan uang sogokan yang tak seberapa itu.

Baca juga: 4 Negara ini Dijuluki Sebagai Surganya Kosmetik di Dunia, Intip Yuk!

4. Tipe Orang yang Golput

golput
Photo: pexels.com

Banyak orang yang merasa antusias saat pemilu tiba, sebab mereka menganggap bahwa pemilu merupakan sebuah jembatan untuk menjadikan negara ini menjadi lebih baik. Namun, tidak sedikit pula orang yang tidak mau memilih, alias golput. Tipe orang seperti ini biasanya menganggap bahwa memilih atau tidak, tidak akan ada dampaknya bagi mereka. Padahal, satu suara sangatlah berguna bagi kemenangan seorang calon pemimpin. Untuk itu, jangan sia-siakan kesempatan untuk memilih calon pemimpin pada pemilu, ya!

5. Tipe Orang yang Ikut-Ikutan

Terkadang, banyak orang yang masih bingung dalam memilih calon pemimpin saat pemilu. Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan tentang siapa dan bagaimana calon kandidat yang akan dipilih. Oleh sebab itu, pada saat pemilu tiba mereka akan memilih calon pemimpin dengan cara ikut-ikutan. Misalnya, saat orang terdekatnya memilih calon pemimpin A, maka ia juga ikut-ikutan memilih calon pemimpin A. Orang seperti ini biasanya tidak memiliki pendirian yang tetap.

6. Tipe Orang Pengadu Domba

Yang paling berbahaya saat musim pemilu tiba adalah munculnya orang-orang yang suka mengadu domba. Biasanya, orang-orang tersebut akan menyebarkan informasi yang sifatnya memprovokasi sehingga terjadi konflik. Alangkah baiknya kita menegur ketika bertemu orang seperti ini. Katakan bahwa pemilu bukanlah tempat untuk berselisih, tapi pemilu adalah ajang untuk saling menghargai dengan pilihan masing-masing.

Baca juga: Pengertian Demokrasi Menurut Para Ahli

Nah, itulah beberapa tipe orang saat musim pemilu tiba. Ingat, pemilu adalah pesta demokrasi rakyat. Jangan sampai diwarnai dengan tindakan yang kurang terpuji, misalnya saling mencaci. Marilah kita sambut pemilu dengan antusias dan damai. Tidak lupa juga, mari kita berpartisi dalam memilih calon pemimpin demi kepentingan bangsa dan negara.

Author : Eva
Editor  : Maulana Affandi