Salah satu sumber penyakit yang terkadang dianggap sepele namun sangat penting untuk diperhatikan adalah stres. Ya, stres bisa terjadi pada siapa pun tanpa kompromi, baik pria maupun wanita, tua maupun muda.

Tentu saja stres merupakan sebuah ancaman serius bagi kesehatan setiap orang, jika dibiarkan berkepanjangan maka akan bisa berakibat fatal bagi kondisi fisik dan mental seseorang.

Stres memang kerap menjadi sebuah hal yang menghantui para pekerja kantoran akibat tugas yang menumpuk. Namun, tidak hanya itu saja, Mahasiswa pun juga bisa mengalami stres.

Bagi Mahasiswa, stres adalah hal yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi jika tugas dari dosen sudah menumpuk, ditambah laporan proposal, esai, dan skripsi yang tak kunjung usai.

Kendati sudah menjadi hal yang umum, tapi stres tidak bisa dibiarkan begitu saja. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, stres merupakan sumber penyakit yang harus segera diusir. Nah, untuk mengatasinya, berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan.

Baca juga : Mahasiswa Wajib Tahu, Inilah 7 Tips Mendapatkan IPK Tinggi

1. Tepat waktu

Jika kita mendapatkan tugas dari dosen, akan lebih baik jika kita langsung mengerjakannya saat itu juga. Jangan pernah menunda-nunda pekerjaan karena jika sudah menumpuk kita akan kewalahan sendiri. Tentu saja ketika tugas sudah menumpuk, kita akan mengerjakannya dengan terburu-buru. Alhasil, pekerjaan kita menjadi tidak sesuai dengan harapan, alias hasilnya tidak maksimal.

2. Prioritas

Jika tugas dan tanggung jawab sudah terlanjur menumpuk alangkah baiknya kita mulai untuk memilih hal apa yang menjadi prioritas. Jadi, kita bisa mengerjakan dan tetap fokus terhadap tugas yang kita prioritaskan terlebih dahulu. Itu akan membantu agar stres tidak sampai terjadi dan menyerang pikiran kita.

3. To do list

Seorang yang perfeksionis, biasanya tidak jauh dari to do list. Mereka akan mencatat segala kegiatan dan tugas yang akan dikerjakan keesokan harinya agar segala sesuatu bisa terlaksana dengan tepat waktu. Metode ini bisa kita lakukan jika merasa rutinitas terlampau padat. Hal ini bisa membantu agar tidak terjadi penumpukan tugas maupun aktivitas yang nantinya berujung pada kemunculan stres karena tidak bisa membagi waktu.

4. Olahraga

Bagi kebanyakan Mahasiswa, olahraga adalah hal yang membosankan. Mereka lebih suka jika harus nongkrong daripada membuang keringat dengan berolahraga. Padahal, banyak pakar yang mengatakan bahwa stres bisa diatasi dengan olahraga. Walaupun olahraga ringan seperti yoga sekalipun, kita harus tetap melakukannya, minimal satu kali dalam seminggu.

5. Puasa gadget

Dari berbagai sumber yang dihimpun, didapati hasil bahwa gadget adalah salah satu penyebab depresi seseorang. Bukan tentang gadgetnya, namun hal yang dilakukan pada gadget tersebut. Dengan mengetahui hal itu, alangkah baiknya jika kita mengurangi penggunaan gadget untuk beberapa saat saja. Kita bisa menggantinya dengan aktivitas yang lebih baik, misalnya berkunjung atau travelling ke desa yang masih asri dan terbebas dari polusi.