Kemunculan COVID-19 atau yang lebih akrab disebut virus corona memang sangat meresahkan semua orang. Pasalnya, virus yang satu ini tergolong sebagai virus yang cukup mematikan dan penyebarannya sangat mudah.

Sampai saat ini, sudah puluhan ribu orang yang positif terkena virus corona dari seluruh belahan dunia. Oleh karenanya, hampir semua negara melakukan tindakan-tindakan cepat untuk memutus rantai persebarannya sehingga tak ada yang terinfeksi lagi, termasuk di negara kita tercinta, Indonesia.

Saat ini Indonesia sedang darurat corona sehingga pemerintah mengimbau agar masyarakat lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah, alias tidak usah bepergian jika tidak perlu. Selain itu, disarankan pula untuk menjaga kebugaran dengan mengonsumsi makanan sehat serta berolahraga secukupnya.

Baca juga: Takut Corona, Warga Singapura Borong Kondom!

Namun, bicara tentang virus atau wabah penyakit, ternyata jauh sebelum isu virus korona ramai dibincangkan, Indonesia sudah pernah dibikin kalang kabut oleh wabah yang bernama wabah pes.

Wabah Pes di Indonesia

Ya, wabah pes adalah salah satu jenis pandemi hebat yang terjadi di Indonesia sekitar tahun 1911 silam yang disinyalir ditularkan oleh hama tikus. Tak tanggung-tanggung, wabah ini memakan korban hingga 120.000 orang yang kebanyakan dari daerah Jawa, Khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur.

wabah-pes

Wabah mengerikan ini cukup menggemparkan dunia hingga dijuluki sebagai Black Death karena akan membuat tubuh yang terinfeksi akan menghitam, seperti terkena racun.

Bahkan, wabah mematikan ini berlangsung cukup lama, yakni selama 15 tahun! Karena begitu banyak korban berjatuhan, akhirnya kolonial Belanda berinisiatif untuk menjalankan program bongkar rumah.

Jadi, rumah yang masuk dalam daftar pembongkaran akan dibongkar mulai atap, dinding anyaman, hingga bagian alas untuk mencari sarang tikus penyebar wabah. Setelah 15 tahun berselang, wabah ini perlahan hilang, namun masih memberikan ingatan yang kelam.