Setelah mengamati perkembangan pandemi covid-19 selama ini, Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin mengatakan bahwa kegiatan belajar mengajar boleh dilakukan tatap muka asal memenuhi sejumlah syarat, salah satunya adalah wilayah yang bersih dari pandemi, alias zona hijau.

Ma’ruf menjelaskan bahwa proses belajar tatap muka harus dipertimbangkan dengan cermat dan hati-hati menyesuaikan wilayah masing-masing. Ia mengatakan hanya wilayah zona hijau yang boleh melakukan kegiatan belajar tatap muka selama masa transisi ini.

Baca juga: Protes Aturan PPDB, Forum Orang Tua Murid Temui Wagub DKI

Hal tersebut dikarenakan tingginya lonjakan jumlah baru posifit corona di masa transisi sehingga pemerintah harus memutuskan kebijakan baru di berbagai sektor, termasuk sektor pendidikan.

“Hanya daerah yang masuk zona hijau yang dapat memulai kegiatan persekolahan secara tatap muka. Selain itu, pelaksanaan protokol tatanan normal baru akan terus dievaluasi untuk masing-masing daerah. Sedangkan, pendidikan asrama atau pesantren yang masuk zona kuning dan hijau. Asrama atau pesantren di zona oranye dan merah bisa buka kembali setelah mendapatkan rekomendasi dari Gugus Tugas,” kata Ma’ruf melalui keterangan tertulisnya, Jumat (12/6).

Wapres juga mengajak masyarakat untuk ikut serta mencari solusi serta mendukung dalam urusan sarana dan prasarana untuk urusan protokol kesehatan.

“Kita harus mengajak pengelola pesantren, guru, orangtua, santri dan calon santri, para pakar pendidikan dan perlindungan anak agar diperoleh solusi terbaik untuk pendidikan anak,” ujarnya.