Contoh pelanggaran hak asasi manusia di dalam keluarga cukup sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, meskipun kadang dianggap hal biasa. Berikut beberapa contohnya:
1. Kekerasan fisik dalam rumah tangga
Orang tua atau anggota keluarga melakukan pemukulan, penganiayaan, atau tindakan fisik lainnya yang menyakiti anggota keluarga lain, termasuk anak maupun pasangan.
2. Kekerasan verbal atau psikis
Bentuknya berupa hinaan, caci maki, bentakan, merendahkan harga diri, atau mengucilkan anggota keluarga tertentu.
3. Pernikahan paksa
Anak dipaksa menikah dengan orang pilihan keluarga tanpa persetujuan dirinya. Hal ini melanggar hak kebebasan menentukan pasangan hidup.
4. Diskriminasi antar anggota keluarga
Orang tua membeda-bedakan kasih sayang, perhatian, atau fasilitas antara satu anak dengan anak lainnya.
5. Menghalangi hak anak untuk mendapatkan pendidikan
Anak tidak diberi kesempatan bersekolah, dipaksa bekerja, atau tidak difasilitasi untuk belajar.
6. Eksploitasi ekonomi dalam keluarga
Anak dipaksa mencari nafkah dengan cara bekerja melebihi batas kemampuannya, bahkan kadang hingga mengorbankan kesehatan dan masa depan.
7. Menghalangi kebebasan beragama atau beribadah
Anggota keluarga tidak diberi kebebasan untuk melaksanakan ibadah sesuai keyakinannya.
8. Pelanggaran hak privasi
Tidak adanya penghargaan terhadap ruang pribadi anak atau anggota keluarga lain, misalnya membaca surat, membuka barang pribadi, atau membatasi pergaulan tanpa alasan yang jelas.






