Ungkapan keterkejutan pada cerita berfungsi untuk mengawali konflik pada sebuah cerita.

Hal tersebut dikarenakan ungkapan keterkejutan mengandung suasana genting yang dapat diartikan sebagai awal mula konflik terjadi.

Ungkapan ini biasanya muncul secara tiba-tiba dalam alur cerita sehingga pembaca ikut merasakan kejutan yang dialami oleh tokoh.

Ungkapan keterkejutan berfungsi bukan hanya sekadar menambah dramatisasi, tetapi juga untuk menciptakan titik balik (turning point) yang membawa cerita dari suasana normal menuju konflik utama. Kehadiran keterkejutan membuat pembaca merasa penasaran dan terdorong untuk terus mengikuti jalannya cerita hingga menemukan penyelesaian.

Contoh kalimat keterkejutan:

  • Ditengah pesta, siluman datang yang membuat semua pengunjung takut.
  • Vina tiba-tiba menjerit di dalam kamarnya.
  • Tiba-tiba saja ada srigala datang dari bukit.
  • Sedang asyiknya memancing, tiba-tiba ada makhluk aneh berenang di muara.
  • Ya ampun! Aku baru saja memimpikanmu dimakan buaya.
  • Gawat, dia mengetahui kebenaran ini.
  • Tanpa disangka, bayangan hitam melintas di jendela.
  • Astaga! Semua pintu rumah terkunci dari luar.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.