Letak museum Fatahillah berada di di Jalan Taman Fatahillah Nomor 1, Jakarta Barat.
Menurut sejarah, pembangunan museum Fatahillah diinisiasi oleh Gubernur Jenderal Pieter de Carpentier (1623-1627) pada 27 April 1626.
Museum Fatahillah, yang kini dikenal juga sebagai Museum Sejarah Jakarta, merupakan salah satu bangunan bersejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang ibu kota.
Bangunan ini dulunya berfungsi sebagai Balai Kota Batavia (Stadhuis) pada masa penjajahan Belanda. Arsitekturnya bergaya khas Belanda abad ke-17, dengan bentuk yang megah, simetris, dan memiliki atap tinggi yang mencerminkan kekuasaan pemerintah kolonial saat itu.
Dengan luas area lebih dari 1.300 meter persegi, museum ini menyimpan ribuan koleksi yang menggambarkan perkembangan Jakarta dari masa ke masa. Koleksinya sangat beragam, mulai dari peninggalan prasejarah, masa kerajaan Hindu-Buddha, masa kejayaan Islam, hingga era kolonial Belanda.
Salah satu koleksi yang paling menarik perhatian adalah prasasti Ciaruteun dari Kerajaan Tarumanagara yang menunjukkan bahwa peradaban di tanah Jawa sudah berkembang sejak abad ke-5 Masehi.
Selain itu, terdapat juga Meriam Si Jagur, sebuah meriam besar yang sarat dengan mitos dan dipercaya memiliki kekuatan magis oleh masyarakat pada masa lalu. Patung Dewa Hermes, yang melambangkan kelancaran perdagangan, menjadi bukti bahwa Batavia dahulu merupakan pusat aktivitas ekonomi yang ramai.
Tidak hanya koleksi benda, museum ini juga menyimpan catatan sejarah berupa arsip, peta kuno, serta dokumen penting yang mencerminkan perjalanan panjang Batavia hingga menjadi Jakarta.
Bahkan, di bagian bawah museum terdapat ruang bawah tanah yang dulunya digunakan sebagai penjara, tempat para tahanan politik dan pejuang kemerdekaan ditahan oleh pemerintah kolonial.
Kini, Museum Fatahillah bukan hanya menjadi tempat menyimpan sejarah, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat. Melalui museum ini, pengunjung dapat belajar mengenai identitas kota Jakarta sekaligus memahami perjalanan sejarah bangsa Indonesia dari masa lampau hingga sekarang.









