Pencipta lagu Indonesia Raya adalah Wage Rudolf Soepratman pada tahun 1924.
WR Soepratman lahir tanggal 9 Maret 1903 di Jatinegara Jakarta. Ia adalah anak dari seorang sersan di Batlyon VIII yang bernama Senen.
WR Soepratman adalah anak ketujuh dari sembilan bersaudara.
Kepiawaian WR Soepratman dalam bermusik tak luput dari peran kakak iparnya, Willem van Eldik.
Sewaktu tinggal di Makassar, Soepratman memperoleh pelajaran musik dari kakak iparnya.
Selain belajar musik dari kakak iparnya, WR Soepratman juga menunjukkan minat besar terhadap dunia seni sejak usia muda.
Ia belajar bermain biola, gitar, serta menguasai dasar-dasar teori musik. Dari sinilah bakatnya semakin terasah hingga kelak mampu menciptakan lagu yang menggerakkan semangat kebangsaan.
Pada tahun 1920-an, semangat nasionalisme mulai bangkit di kalangan pemuda Indonesia. Berbagai organisasi pergerakan lahir untuk melawan penjajahan Belanda.
WR Soepratman yang saat itu sudah fasih bermusik merasa terpanggil untuk menyumbangkan kemampuan seninya bagi perjuangan bangsa. Ia percaya bahwa musik dapat menjadi sarana yang ampuh untuk membangkitkan kesadaran rakyat akan pentingnya persatuan dan kemerdekaan.
Tepat pada tahun 1924, ia menciptakan lagu Indonesia Raya. Lagu ini pertama kali diperkenalkan secara resmi pada Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928 di Batavia (sekarang Jakarta).
Saat dimainkan dengan biola secara instrumental, lagu tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari para pemuda yang hadir.
Lagu Indonesia Raya kemudian menjadi simbol kebangkitan nasional, karena berhasil menyatukan semangat para pemuda dari berbagai daerah untuk memperjuangkan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa: Indonesia.








