Pengertian Kohesi Leksikal

Dalam sebuah wacana, keterkaitan antarbagian sangat penting agar teks dapat dipahami secara utuh oleh pembaca.

Hubungan antarunsur dalam wacana tidak hanya terbentuk melalui tata bahasa, tetapi juga melalui pilihan kata atau kosakata yang digunakan.

Keterjalinan makna melalui kosakata inilah yang disebut dengan kohesi leksikal. Kehadiran kohesi leksikal menjadikan sebuah wacana lebih padu, tidak terputus, serta memiliki alur yang teratur.

Tanpa adanya kohesi leksikal, sebuah teks akan terasa terpisah-pisah dan sulit untuk dipahami secara menyeluruh.

Kohesi leksikal pada dasarnya membicarakan bagaimana kata-kata yang dipilih saling berhubungan satu sama lain sehingga menciptakan keserasian makna.

Hubungan ini bisa muncul melalui pengulangan kata, sinonim, antonim, hiponimi, maupun kolokasi. Semua unsur tersebut bekerja sama untuk menjaga agar wacana tetap padu baik secara makna maupun bentuk.

Pengertian Kohesi Leksikal Menurut Para Ahli

Untuk memahami konsep kohesi leksikal dengan lebih mendalam, sejumlah ahli telah memberikan penjelasan yang beragam sesuai sudut pandang masing-masing.

Pendapat para ahli ini memperkaya pemahaman kita tentang bagaimana kohesi leksikal bekerja dan mengapa unsur ini sangat penting dalam membangun teks yang efektif.

1. Baryadi 1990: 46)

Pengertian kohesi leksikal adalah keterkaitan leksikal antara bagian-bagian wacana. Kohesi leksikal dapat dirinci menjadi pengulangan (reiteration), hiponimi (hyponimi), sinonim (synonimi), antonimi (antonymi), dan kolokasi (collocation).

2. Sumarlam (2008: 35)

Menjelaskan, bahwa kohesi leksikal adalah hubungan antarunsur dalam wacana secara semantis.

3. Zaimar & Ayu (2011: 146)

Mengemukakan bahwa kohesi leksikal adalah keterpautan atau keterjalinan makna di dalam suatu wacana dapat dilihat pada segi kosakatanya.

4. Mulyana (2005: 55)

Dilihat dari segi pengertian, kohesi leksikal memiliki tujuan diantaranya ialah untuk mendapatkan efek intensitas makna bahasa, kejadian informasi, dan keindahan bahasa lain.

5. Kushartanti (dalam Kusnita 2014: 245)

Menjelaskan “kohesi leksikal adalah hubungan semantik antarunsur pembentuk wacana dengan memanfaatkan unsur leksikal atau kata”

6. Sudaryat (2008: 160)

Menguraikan bahwa unsur kohesi leksikal yang menjadi keutuhan wacana itu dapat dibedakan menjadi enam macam, yaitu repetisi, sinonimi, hipernimi, ekuivalensi, kolokasi, dan antonimi.

7. Mujianto (2010: 83)

Hubungan leksikal merupakan pengulangan bagian teks tidak hanya dilakukan dengan mengulang struktur sintaksis, katak kata, maupun bunyi.

8. Zaenal Arifin dkk. (2015: 67)

Menyatakan bahwa kohesi leksikal menunjukan pada hubungan lesikal di antara bagian-bagian wacana untuk mendapatkan keserasian struktur secara kohesif.

9. Indiyastini (2009: 70)

Pengertian kohesi leksikal adalah alat pemadu kalimat-kalimat yang berupa sistem leksikal.

10. Aswandi (2018: 43)

Hubungan leksikal antara bagian-bagian wacana untuk mendapatkan keserasian struktur secara kohesif terjadi karena adanya alat kohesi.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.