Bagi banyak penulis di Indonesia, Mizan adalah salah satu nama besar yang identik dengan dunia penerbitan.

Penerbit ini telah melahirkan banyak buku populer, mulai dari novel fiksi, buku anak, hingga karya nonfiksi yang mewarnai rak toko buku di seluruh Indonesia.

Karena itu, tidak mengherankan jika banyak penulis pemula maupun yang sudah berpengalaman ingin sekali mengirimkan naskah mereka ke Mizan dengan harapan bisa diterbitkan.

Namun, proses mengirimkan naskah bukan hanya soal menulis lalu mengirim begitu saja. Ada alur, etika, dan standar tertentu yang harus dipahami agar peluang naskah diterima menjadi lebih besar.

Bagi penulis pemula, mengetahui bagaimana prosedur mengirimkan naskah ke Mizan adalah langkah awal yang penting agar tidak salah langkah dan akhirnya justru membuat karya berharga mereka terhenti di meja editor.

Baca juga: Cara Kirim Naskah ke Penerbit Haru dan Tips Agar Diterima

Mengenal Karakter Penerbit Mizan

Sebelum berbicara soal teknis pengiriman, penulis perlu memahami dulu karakter Mizan sebagai penerbit.

Mizan dikenal sebagai rumah bagi berbagai genre buku, mulai dari novel populer, literatur Islami, biografi, motivasi, hingga bacaan anak-anak.

Filosofi yang dipegang Mizan adalah menghadirkan bacaan yang mencerahkan, mendidik, dan memberi nilai tambah bagi pembacanya.

Dengan memahami hal ini, penulis akan lebih mudah menilai apakah naskah mereka cocok dengan lini penerbitan Mizan atau tidak.

Misalnya, jika seseorang menulis novel bergenre fantasi Islami atau buku motivasi Islami, kemungkinan besar naskah tersebut memiliki peluang lebih besar karena sejalan dengan karakter penerbit.

Sementara itu, karya yang terlalu eksperimental atau tidak sesuai dengan visi penerbit bisa jadi ditolak sejak awal.

Persiapan Sebelum Mengirim Naskah

Salah satu kesalahan umum penulis pemula adalah terburu-buru mengirim naskah.

Padahal, editor di penerbit besar seperti Mizan menerima ratusan naskah setiap bulan. Karena itu, sebuah karya harus siap secara matang agar tidak langsung tersisih.

Persiapan yang perlu dilakukan antara lain memastikan naskah sudah selesai, rapi, dan bebas dari kesalahan pengetikan.

Selain itu, penulis juga perlu menyiapkan sinopsis yang jelas, ringkas, dan menggambarkan isi cerita secara menyeluruh.

Sinopsis ini penting karena sering kali editor menilai kelayakan sebuah karya dari sinopsis terlebih dahulu.

Selain sinopsis, proposal naskah juga kerap diminta. Dalam proposal, penulis bisa menambahkan profil singkat tentang diri mereka, target pembaca, keunikan buku, serta alasan mengapa buku tersebut penting untuk diterbitkan.

Hal-hal semacam ini menjadi nilai tambah karena menunjukkan bahwa penulis memahami pasar pembaca dan bukan sekadar menulis untuk diri sendiri.

Cara Mengirim Naskah ke Mizan

Secara umum, Mizan menerima naskah dalam format digital yang dikirim melalui email resmi. Naskah dikirim dalam bentuk file Word atau PDF, disertai sinopsis dan proposal.

Mengirim naskah ke Mizan kini jauh lebih mudah dibandingkan dulu ketika penulis harus mengirimkan berkas cetak lewat pos.

Mizan sudah menyediakan portal khusus bernama kirimnaskah.mizan.com.

Melalui situs ini, siapa pun yang memiliki karya bisa mengajukannya ke penerbit di bawah naungan Mizan Grup dengan cara yang lebih praktis dan terorganisir.

Berikut adalah langkah-langkahnya:

1. Kunjungi situs kirimnaskah.mizan.com

2. Klik masuk jika sudah punya akun atau register jika belum memiliki akun

3. Pilih penerbit yang sesuai dengan naskahmu (Mizan memiliki beberapa lini penerbitan, seperti Mizan Publishing House, Qanita, Bentang Pustaka, atau DAR! Mizan)

4. Upload naskah yang sudah selesai

5. Naskah akan direview kurang lebih selama 3 bulan

6. Jika naskah disetujui, maka akan dihubungi oleh editor

Ingat, kesabaran menjadi kunci dalam tahap ini. Banyak penulis yang merasa cemas karena tidak mendapat balasan cepat lalu mencoba mengirim naskah ke banyak penerbit lain tanpa memperhatikan etika.

Padahal, lebih baik menunggu jawaban dari Mizan sambil terus menulis karya baru daripada terjebak dalam rasa gelisah.

Tips Agar Naskah Lolos Seleksi

Berikut ini beberapa tips agar naskah lebih besar peluangnya lolos seleksi di Mizan:

1. Pilih imprint yang tepat: Pastikan naskah dikirim ke lini penerbitan yang sesuai dengan genre tulisanmu, misalnya novel remaja, buku anak, atau nonfiksi populer.

2. Buat sinopsis yang menarik: Tulis sinopsis yang singkat, jelas, dan mampu menggambarkan keunikan cerita atau gagasan utama.

3. Perhatikan kerapian naskah: Gunakan bahasa yang baik, ejaan sesuai, serta format rapi agar mudah dibaca editor.

4. Tawarkan ide yang orisinal: Hindari ide klise. Usahakan hadirkan sudut pandang baru atau pendekatan segar dalam tulisanmu.

5. Lengkapi dengan proposal: Sertakan biodata penulis, target pembaca, dan alasan mengapa naskah penting diterbitkan.

6. Siap dengan proses review: Bersabar menunggu kabar, dan jangan menyerah jika ditolak. Gunakan kesempatan itu untuk memperbaiki karya.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.