Ragam keunikan mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di seluruh penjuru tanah air.

Salah satunya tampak di halaman Yayasan Pendidikan Syamsul Huda Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Minggu (17/08).

Suasana berbeda terasa sejak pagi karena seluruh rangkaian upacara kemerdekaan diisi oleh peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, MI, MTs, hingga melibatkan orang tua wali murid sebagai bagian dari petugas dan pengisi acara.

Acara diawali dengan senam bersama bertajuk Senam 7 Kebiasaan Anak Sehat Indonesia.

Puluhan anak TK tampil lincah di hadapan tamu undangan dan seluruh peserta upacara.

Suasana menjadi riuh penuh keceriaan, menandai semangat kemerdekaan tidak hanya dirasakan oleh generasi remaja, melainkan juga sudah dikenalkan sejak usia dini.

Memasuki prosesi upacara, para siswa MI tampil percaya diri dengan membawa alat musik drumband yang mengiringi langkah peserta memasuki lapangan.

Pasukan pengibar bendera juga dipercayakan kepada siswa MI yang berbaris rapi mengawal Sang Merah Putih.

Upacara Kemerdekaan di Yayasan Syamsul Huda Kalipuro

Sementara itu, tugas sebagai petugas upacara diambil alih oleh para siswa MTs yang memimpin jalannya jalur komando dengan penuh disiplin.

Yang tak kalah menarik adalah paduan suara yang tampil penuh semangat. Bukan dari siswa, melainkan dari para ibu anggota paguyuban wali murid Syamsul Huda.

Dengan gaya khas emak-emak Indonesia, suara lantang mereka menyanyikan lagu kebangsaan dan deretan lagu perjuangan menjadi daya tarik tersendiri.

Kehadiran para orang tua tidak hanya menambah semarak, tetapi juga memperlihatkan dukungan kuat keluarga dalam menanamkan nilai kebangsaan bagi generasi muda.

Usai upacara, suasana perayaan tidak berhenti. Halaman sekolah kembali dipenuhi kegembiraan dengan penampilan tari tradisional Burdah yang dibawakan secara anggun, menampilkan kekayaan seni budaya Islami yang masih lestari di Banyuwangi.

Sebagai penutup, sebuah pementasan teater digelar dengan mengangkat kisah perjuangan rakyat di era perang kemerdekaan.

Adegan demi adegan membawa penonton seolah kembali ke masa lampau, merasakan bagaimana beratnya perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan.

Upacara Kemerdekaan di Yayasan Syamsul Huda Kalipuro

Mustain, S.Pd, Kepala MTs Syamsul Huda sekaligus pembina upacara, dalam amanatnya mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momentum kemerdekaan sebagai ajang refleksi.

Ia menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan dengan kerja nyata, melanjutkan semangat juang para pendahulu melalui dedikasi di dunia pendidikan.

Dengan perpaduan antara disiplin upacara, semangat seni budaya, dan partisipasi penuh seluruh unsur sekolah hingga orang tua, perayaan HUT ke-80 RI di Yayasan Pendidikan Syamsul Huda Bulusan menjadi salah satu contoh bagaimana nilai kebangsaan dapat ditanamkan dengan cara yang unik sekaligus menyenangkan.

Penulis: Indah CC

Penulis: Indah CC

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.