Kategori: Non Fiksi

  • 7 Buku Kesehatan Mental untuk Membantu Pulih dari Luka Batin

    7 Buku Kesehatan Mental untuk Membantu Pulih dari Luka Batin

    Kesehatan mental bukan hanya sekadar tren atau topik populer belakangan ini, melainkan kebutuhan dasar yang menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia.

    Sama seperti tubuh yang membutuhkan makanan dan olahraga untuk tetap bugar, pikiran dan perasaan kita pun membutuhkan perawatan agar mampu bertahan menghadapi tekanan sehari-hari.

    Di tengah kesibukan modern, banyak orang mulai mencari panduan yang dapat menolong mereka memahami diri sendiri, menerima luka batin, dan menemukan jalan keluar dari kegelapan mental.

    Buku sering menjadi teman terbaik dalam perjalanan itu, karena melalui tulisan kita bisa melihat pengalaman orang lain, belajar dari penelitian ilmiah, dan mendapatkan inspirasi untuk memperbaiki kualitas hidup.

    Berikut ini adalah tujuh buku kesehatan mental yang paling banyak diakui memberi dampak besar, baik karena kedalaman ilmu yang dibawanya maupun kisah hidup yang jujur dari para penulisnya.

    Setiap buku menghadirkan sudut pandang yang berbeda, ada yang berbicara soal trauma, depresi, makna hidup, hingga cara melatih pikiran agar lebih fleksibel.

    Baca juga: 7 Rekomendasi Buku Investasi Versi Miliarder yang Bikin Kamu Cepat Kaya

    Rekomendasi Buku Kesehatan Mental

    Jika kamu sedang mencari bacaan yang dapat membuka wawasan sekaligus menjadi penolong dalam perjalanan menuju kesehatan jiwa, berikut adalah beberapa rekomendasinya.

    1. The Body Keeps the Score – Bessel van der Kolk

    Buku ini dianggap sebagai salah satu karya paling berpengaruh di bidang trauma.

    Bessel van der Kolk, seorang psikiater yang telah puluhan tahun meneliti dampak trauma pada manusia, menjelaskan bagaimana pengalaman buruk tidak hanya meninggalkan jejak pada pikiran, tetapi juga pada tubuh.

    rang yang pernah mengalami kekerasan, kehilangan, atau peristiwa mengejutkan sering kali merasakan gejala fisik yang sulit dijelaskan.

    Buku ini membongkar keterkaitan itu dengan bahasa yang jelas, sehingga pembaca bisa memahami bahwa trauma bukanlah kelemahan pribadi, melainkan reaksi alami otak dan tubuh.

    Selain memberikan pemahaman, penulis juga menawarkan berbagai metode penyembuhan yang melampaui terapi bicara tradisional.

    Ia memperkenalkan teknik seperti yoga, meditasi, EMDR, hingga seni sebagai jalan pemulihan.

    Dengan membaca buku ini, banyak orang akhirnya mampu memandang trauma mereka dengan cara baru, bukan sebagai sesuatu yang membatasi hidup, melainkan tantangan yang bisa dihadapi dengan pendekatan yang tepat.

    2. Maybe You Should Talk to Someone – Lori Gottlieb

    Buku ini ditulis oleh Lori Gottlieb, seorang terapis yang justru membuka dirinya sebagai pasien. Melalui kisahnya, ia menunjukkan bahwa bahkan seorang ahli pun tidak kebal dari luka emosional.

    Ia menceritakan pengalamannya menjalani terapi, berhadapan dengan rasa sakit pribadi, sambil tetap mendengarkan kisah pasien-pasiennya di ruang konseling.

    Kekuatan buku ini terletak pada kejujuran dan kerentanannya. Pembaca tidak hanya melihat teori, melainkan merasakan dinamika yang nyata antara terapis dan pasien.

    Lori membawa kita memahami bahwa terapi bukanlah tempat untuk sekadar mencari solusi cepat, tetapi sebuah perjalanan panjang untuk mengenali diri, menerima kelemahan, dan menemukan cara hidup yang lebih sehat.

    Banyak pembaca merasa dekat dengan ceritanya karena bahasa yang digunakan ringan, penuh humor, namun tetap menyentuh hati.

    3. An Unquiet Mind – Kay Redfield Jamison

    Dalam buku ini, Kay Redfield Jamison menulis dengan keberanian yang luar biasa tentang kehidupannya sebagai seorang psikiater sekaligus penderita bipolar disorder.

    Ia membuka cerita pribadinya tentang naik turunnya suasana hati yang ekstrem, perjuangan dengan obat, serta stigma yang melekat pada orang dengan gangguan mental.

    Buku ini menjadi penting karena ditulis dari sudut pandang ganda. Jamison memahami ilmu kedokteran, tetapi ia juga tahu betul bagaimana rasanya hidup dengan penyakit yang ia teliti sendiri.

    Perpaduan ini membuat tulisannya otentik dan menggugah. Pembaca tidak hanya diajak mengenal bipolar dari sisi medis, tetapi juga dari sisi manusiawi yang penuh rasa sakit dan harapan.

    Bagi siapa pun yang ingin memahami betapa kompleksnya dunia kesehatan mental, buku ini memberikan gambaran yang sangat nyata.

    4. Reasons to Stay Alive – Matt Haig

    Matt Haig menulis buku ini setelah bertahun-tahun berjuang melawan depresi berat. Dalam tulisannya, ia berbicara dengan suara yang hangat dan apa adanya.

    Ia menceritakan betapa sulitnya hidup ketika setiap hari terasa gelap dan tidak ada alasan untuk bangun dari tempat tidur.

    Namun, dengan perlahan ia menemukan titik balik, dan itulah yang ia bagikan kepada pembaca.

    Buku ini bukan hanya sekadar memoar, melainkan juga sebuah surat penuh pengharapan untuk orang-orang yang merasa sendirian dalam penderitaan mereka.

    Matt tidak berusaha memberikan teori psikologi yang rumit, melainkan membagikan pengalaman hidup nyata yang bisa menyentuh siapa saja.

    Pesannya sederhana namun kuat, bahwa selalu ada alasan untuk bertahan, sekecil apa pun itu. Bagi banyak orang, membaca buku ini seperti menemukan teman yang memahami tanpa menghakimi.

    Baca juga: 10 Buku Resep Makanan Indonesia Untuk Inspirasi Usaha Kuliner

    5. The Happiness Trap – Russ Harris

    Dalam buku ini, Russ Harris menantang anggapan umum bahwa kebahagiaan adalah tujuan utama yang harus dicapai.

    Ia menjelaskan bahwa mengejar kebahagiaan justru sering membuat orang semakin menderita, karena standar yang diciptakan tidak realistis.

    Buku ini memperkenalkan pendekatan Acceptance and Commitment Therapy (ACT), yang menekankan penerimaan terhadap kenyataan hidup apa adanya sambil tetap berkomitmen menjalani hidup dengan nilai yang bermakna.

    Harris menuliskan langkah-langkah praktis untuk melatih mindfulness, mengelola pikiran yang sulit, dan membangun fleksibilitas psikologis.

    Alih-alih melawan pikiran negatif, pembaca diajak untuk mengakuinya, namun tidak membiarkan pikiran itu mengendalikan hidup.

    Buku ini sangat berguna bagi mereka yang merasa terjebak dalam lingkaran perfeksionisme atau cemas karena selalu mengejar sesuatu yang tidak pernah cukup.

    6. Feeling Good: The New Mood Therapy – David D. Burns

    Buku klasik ini telah membantu jutaan orang di seluruh dunia memahami dan melawan depresi melalui pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT).

    David D. Burns dengan jelas menunjukkan bagaimana pikiran negatif terbentuk, bagaimana ia memperkuat dirinya sendiri, dan bagaimana cara menghentikan siklus itu.

    Yang membuat buku ini istimewa adalah banyaknya latihan praktis yang bisa langsung diterapkan pembaca.

    Dengan cara sederhana, seseorang bisa belajar mengenali distorsi kognitif yang selama ini membuat hidup terasa lebih berat.

    Melalui latihan ini, buku tidak hanya menjadi bacaan, tetapi juga seperti teman terapi pribadi.

    Meski ditulis puluhan tahun lalu, isinya tetap relevan hingga sekarang, karena masalah pikiran negatif adalah sesuatu yang universal dan tidak lekang oleh waktu.

    7. Strangers to Ourselves – Rachel Aviv

    Rachel Aviv, seorang jurnalis, menulis buku ini dengan pendekatan yang mendalam terhadap dunia kesehatan mental.

    Ia meneliti kisah orang-orang dengan diagnosis gangguan mental dan bagaimana label itu membentuk kehidupan mereka.

    Tidak hanya dari sisi medis, ia juga membahas aspek sosial, budaya, dan personal yang ikut memengaruhi pengalaman mereka.

    Aviv sendiri membuka cerita dengan kisah pribadinya sebagai anak kecil yang pernah dirawat karena gangguan makan.

    Dari sana ia meluaskan pandangan ke berbagai kisah lain di seluruh dunia.

    Buku ini mempertanyakan bagaimana kita sebenarnya memahami sakit mental, siapa yang berhak memberi label, dan bagaimana label itu bisa membantu atau justru menyakiti.

    Bacaan ini sangat cocok bagi mereka yang ingin melihat isu kesehatan mental dari perspektif yang lebih luas dan kritis.

  • 10 Buku Psikologi yang Membantu Berdamai dengan Diri Sendiri

    10 Buku Psikologi yang Membantu Berdamai dengan Diri Sendiri

    Psikologi selalu menjadi bidang yang menarik karena membahas hal yang paling dekat dengan kita, yaitu pikiran dan perilaku manusia.

    Melalui psikologi, kita bisa memahami mengapa seseorang bertindak dengan cara tertentu, bagaimana emosi bekerja, serta apa yang sebenarnya membuat hidup menjadi lebih bermakna.

    Tidak hanya berguna untuk para akademisi, buku psikologi juga menjadi bacaan populer bagi siapa saja yang ingin mengenal dirinya lebih dalam dan memperbaiki kualitas hidup.

    Dalam beberapa dekade terakhir, banyak penulis, psikolog, hingga peneliti membagikan pemikiran mereka melalui buku yang kemudian menjadi karya monumental.

    Beberapa buku lahir dari penelitian mendalam, sementara lainnya berasal dari pengalaman pribadi yang luar biasa.

    Semua itu berpadu dalam tulisan yang tidak hanya informatif, tetapi juga menggugah hati pembaca.

    Baca juga: 7 Rekomendasi Buku Investasi Versi Miliarder yang Bikin Kamu Cepat Kaya

    Rekomendasi Buku Psikologi

    Jika kamu sedang mencari bacaan yang mampu membuka perspektif baru, berikut adalah sepuluh buku psikologi terbaik yang layak masuk dalam daftar bacaanmu.

    1. Emotional Intelligence – Daniel Goleman

    Daniel Goleman membawa pemahaman baru bahwa kecerdasan emosional memiliki pengaruh lebih besar dalam kehidupan dibanding sekadar kecerdasan intelektual.

    Buku ini menjelaskan bagaimana kemampuan mengenali dan mengendalikan emosi, serta memahami orang lain, dapat membuat seseorang lebih sukses dalam karier maupun hubungan pribadi.

    Bukan hanya teori, Goleman menyajikan banyak contoh nyata yang membuat kita sadar bahwa emosi adalah kunci keberhasilan.

    Membaca buku ini membuat kita lebih peka terhadap diri sendiri sekaligus mampu membangun hubungan sosial yang sehat.

    2. Thinking, Fast and Slow – Daniel Kahneman

    Karya besar dari peraih Nobel ini membahas dua sistem berpikir dalam otak manusia. Sistem pertama bekerja cepat, intuitif, dan emosional, sedangkan sistem kedua lebih lambat, logis, dan penuh perhitungan.

    Daniel Kahneman menjelaskan bagaimana kedua sistem ini berinteraksi dan sering kali menjerumuskan kita pada kesalahan berpikir.

    Buku ini membuka mata bahwa keputusan sehari-hari, sekecil apa pun, ternyata dipengaruhi banyak bias kognitif yang tidak kita sadari.

    3. Man’s Search for Meaning – Viktor E. Frankl

    Viktor Frankl menulis buku ini berdasarkan pengalaman pahitnya bertahan hidup di kamp konsentrasi Nazi.

    Dari penderitaan yang luar biasa, ia menemukan bahwa manusia tetap bisa hidup bermakna asalkan memiliki tujuan.

    Buku ini melahirkan teori logoterapi yang fokus pada pencarian makna sebagai pusat kehidupan manusia.

    Membaca karya ini memberi kekuatan tersendiri untuk tidak menyerah dalam menghadapi penderitaan, karena selalu ada hal berharga yang bisa ditemukan di balik rasa sakit.

    4. The Psychology of Money – Morgan Housel

    Morgan Housel menuliskan kisah sederhana tentang bagaimana manusia berhubungan dengan uang.

    Ia menekankan bahwa keputusan finansial lebih sering dipengaruhi oleh emosi, ego, dan pengalaman, bukan sekadar logika atau teori ekonomi.

    Buku ini memberikan pemahaman bahwa mengelola uang pada dasarnya adalah mengelola diri.

    Dengan bahasa yang ringan, Housel membuat pembahasan tentang uang terasa sangat manusiawi dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Baca juga: 10 Buku Resep Makanan Indonesia Untuk Inspirasi Usaha Kuliner

    5. Flow: The Psychology of Optimal Experience – Mihaly Csikszentmihalyi

    Mihaly Csikszentmihalyi memperkenalkan konsep “flow”, yaitu kondisi ketika seseorang tenggelam sepenuhnya dalam sebuah aktivitas hingga merasakan kepuasan yang mendalam.

    Dalam keadaan ini, waktu seakan berhenti dan energi mengalir tanpa henti.

    Buku ini menunjukkan bahwa kebahagiaan bukanlah hasil dari pencapaian materi, tetapi dari pengalaman penuh makna.

    Konsep flow memberi inspirasi bagaimana kita bisa meraih kepuasan melalui pekerjaan, hobi, maupun aktivitas sehari-hari.

    6. The Body Keeps the Score – Bessel van der Kolk

    Bessel van der Kolk menulis karya penting tentang trauma dan dampaknya terhadap tubuh serta pikiran.

    Ia menjelaskan bagaimana pengalaman traumatis bisa meninggalkan luka yang sulit hilang, tidak hanya dalam ingatan tetapi juga dalam kondisi fisik.

    Dengan pendekatan ilmiah dan humanis, buku ini menyajikan berbagai metode penyembuhan, mulai dari terapi bicara hingga yoga.

    Bacaan ini penting bagi siapa saja yang ingin memahami hubungan erat antara tubuh, pikiran, dan pengalaman masa lalu.

    7. Quiet: The Power of Introverts in a World That Can’t Stop Talking – Susan Cain

    Susan Cain memberi suara bagi para introvert melalui buku ini. Dalam masyarakat yang sering kali lebih menghargai sifat ekstrovert, ia menunjukkan bahwa introvert memiliki kekuatan unik yang tidak kalah berharga.

    Dengan riset mendalam dan kisah nyata, Cain menggambarkan bagaimana introvert mampu menjadi pemimpin, pencipta, dan pemikir hebat.

    Buku ini memberi kepercayaan diri baru bagi mereka yang lebih suka mendengarkan daripada berbicara.

    8. Predictably Irrational – Dan Ariely

    Dan Ariely mengajak pembaca menyelami dunia pengambilan keputusan yang sering kali tidak rasional.

    Lewat eksperimen unik, ia membuktikan bahwa manusia cenderung mengambil keputusan yang salah, tetapi justru bisa diprediksi.

    Buku ini tidak hanya lucu dan menghibur, tetapi juga membuat kita lebih sadar bahwa banyak pilihan dalam hidup dipengaruhi oleh bias dan persepsi yang keliru.

    9. Atomic Habits – James Clear

    James Clear mengajarkan tentang kekuatan kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

    Buku ini menjelaskan bagaimana kebiasaan buruk terbentuk dan bagaimana cara menggantinya dengan kebiasaan baik yang lebih bermanfaat.

    Dengan pendekatan psikologi perilaku, Atomic Habits memberi strategi praktis yang bisa diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari. Tidak heran jika buku ini menjadi salah satu karya terlaris dan paling berpengaruh di dunia.

    10. The Happiness Hypothesis – Jonathan Haidt

    Jonathan Haidt menggabungkan kebijaksanaan kuno dengan ilmu psikologi modern untuk membahas apa yang sebenarnya membuat manusia bahagia.

    Ia membandingkan ajaran filsafat klasik dengan penelitian terbaru dan menyajikannya dalam bahasa yang mudah dipahami.

    Buku ini membuat pembaca merenungkan hubungan antara moralitas, kebahagiaan, dan cara menjalani hidup. Sebuah karya yang kaya wawasan dan mampu memberi inspirasi mendalam

  • 10 Buku Resep Makanan Indonesia Untuk Inspirasi Usaha Kuliner

    10 Buku Resep Makanan Indonesia Untuk Inspirasi Usaha Kuliner

    Indonesia dikenal sebagai negeri yang kaya rempah, setiap daerah punya ciri khas rasa dan cara memasak yang berbeda.

    Tidak heran jika buku resep makanan Indonesia selalu diminati karena bisa menjadi jembatan untuk melestarikan cita rasa sekaligus mengenalkan kembali warisan kuliner.

    Menariknya, banyak penulis buku masakan Indonesia yang tidak hanya menuliskan resep, tetapi juga menyajikan cerita, ide bisnis, bahkan kreasi modern yang membuat memasak jadi lebih menyenangkan.

    Baca juga: 7 Rekomendasi Buku Investasi Versi Miliarder yang Bikin Kamu Cepat Kaya

    Buku Resep Makanan Indonesia

    Jika kamu sedang mencari buku resep asli karya penulis Indonesia, berikut adalah beberpa judul pilihan yang bisa menjadi teman setia di dapur maupun inspirasi membuka usaha kuliner.

    1. Indonesian Fusion Foods – Devina Hermawan

    Devina Hermawan dikenal sebagai salah satu chef muda berbakat yang sering tampil di televisi sekaligus aktif membagikan resep melalui kanal YouTube miliknya.

    Dalam bukunya yang berjudul Indonesian Fusion Foods, ia menawarkan sesuatu yang berbeda dari sekadar kumpulan resep.

    Devina mencoba memadukan kekayaan kuliner tradisional Indonesia dengan ide-ide kreatif yang terinspirasi dari masakan modern.

    Di dalam buku ini, pembaca akan menemukan kreasi unik yang jarang terpikirkan sebelumnya.

    Rendang, yang biasanya disajikan bersama nasi, diubah menjadi rendang burger dengan roti lembut dan sayuran segar.

    Atau sate taliwang yang biasanya identik dengan hidangan khas Lombok, kini bisa hadir dalam versi sate modern yang lebih praktis disantap tanpa kehilangan cita rasa autentiknya.

    Buku ini tidak hanya cocok untuk mereka yang ingin menyajikan sesuatu yang baru di meja makan, tetapi juga untuk pembaca yang senang berkreasi dan bereksperimen di dapur.

    Melalui langkah-langkah yang jelas, Devina mengajarkan bagaimana makanan tradisional bisa tampil lebih segar, relevan dengan gaya hidup masa kini, namun tetap menjaga keaslian rasa Nusantara.

    2. Fresh & Super Simple Cooking – Eddrian Tjhia

    Nama Eddrian Tjhia mungkin tidak asing bagi pencinta kuliner, terutama mereka yang sering mengikuti perkembangan resep sederhana dan sehat.

    Dalam bukunya Fresh & Super Simple Cooking, Eddrian menghadirkan lebih dari 60 resep yang bisa dipraktikkan siapa saja, bahkan oleh orang yang baru belajar memasak sekalipun.

    Kelebihan buku ini terletak pada cara penulis menyajikan resep dengan gaya yang sederhana dan langkah-langkah yang mudah dipahami.

    Tidak ada istilah yang rumit atau proses yang bertele-tele. Semua resep dirancang agar bisa dipraktikkan dengan cepat, namun tetap menghasilkan hidangan yang sehat dan lezat.

    Menu yang ditawarkan juga beragam. Mulai dari masakan khas Bangka yang kaya cita rasa, hingga hidangan sehari-hari yang umum ditemui di rumah tangga Indonesia.

    Cocok sekali bagi orang yang sibuk bekerja atau mahasiswa yang ingin tetap makan enak tanpa harus menghabiskan waktu lama di dapur.

    3. Hidangan Nostalgia Keluarga dengan Cerita di Balik Setiap Resep – Diah Nimpuno

    Diah Nimpuno adalah salah satu penulis kuliner yang selalu menghadirkan nuansa hangat dalam setiap karyanya.

    Dalam buku Hidangan Nostalgia Keluarga dengan Cerita di Balik Setiap Resep, ia tidak hanya menuliskan daftar bahan dan cara memasak, tetapi juga kisah-kisah personal yang menyertai setiap hidangan.

    Resep-resep klasik seperti gado-gado, rujak cingur, hingga nasi bakmoi hadir dengan cerita yang membuat pembaca merasa seperti sedang duduk di meja makan keluarga.

    Buku ini bukan hanya sekadar referensi masak, tetapi juga sebuah karya yang memadukan cita rasa dengan kenangan.

    Membacanya serasa membuka album foto lama yang penuh momen kebersamaan.

    Setiap resep mengingatkan kita bahwa makanan bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang memori, cinta, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.

    4. Home Cooking ala Xander’s Kitchen: 100 Resep Hits di Instagram

    Siapa yang tidak kenal dengan Xander’s Kitchen? Akun kuliner ini sangat populer di Instagram dan telah menginspirasi jutaan orang untuk berani mencoba memasak sendiri di rumah.

    Melihat antusiasme besar dari pengikutnya, Xander’s Kitchen merangkum resep-resep andalannya dalam sebuah buku berjudul Home Cooking ala Xander’s Kitchen.

    Buku ini memuat 100 resep masakan favorit yang sering viral di media sosial. Mulai dari soto ayam, tongseng sapi, hingga ikan asam manis, semua tersaji dengan cara penulisan yang mudah dipahami.

    Bahan-bahan yang digunakan juga tergolong sederhana dan mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket.

    Buku ini sangat cocok bagi ibu rumah tangga, mahasiswa yang tinggal di kos, atau siapa pun yang ingin belajar memasak dengan cara yang praktis.

    Tak heran jika buku ini menjadi salah satu referensi paling dicari, karena hasil masakan yang didapat benar-benar sesuai dengan selera orang Indonesia kebanyakan.

    5. Mommyclopedia: 78 Resep MPASI – dr. Meta Herdiana Hanindita

    Bagi para orang tua yang sedang menyiapkan makanan pendamping ASI, buku Mommyclopedia: 78 Resep MPASI karya dr. Meta Herdiana Hanindita adalah panduan yang sangat berharga.

    Sebagai seorang dokter spesialis anak, dr. Meta menulis buku ini dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi bayi usia 6 hingga 23 bulan.

    Isi bukunya tidak hanya berupa kumpulan resep, tetapi juga panduan mengenai tahap-tahap pemberian MPASI yang sesuai dengan perkembangan anak.

    Resepnya beragam, mulai dari bubur udang tahu, siomay ayam udang, hingga aneka variasi makanan sehat lainnya.

    Semua resep disusun secara bertahap agar orang tua tahu makanan mana yang bisa diperkenalkan terlebih dahulu, hingga kombinasi gizi yang lebih kompleks.

    Buku ini menjadi pegangan yang tidak hanya membantu orang tua menyiapkan makanan sehat, tetapi juga memastikan bahwa pertumbuhan dan perkembangan bayi berjalan optimal.

    6. 100 Resep Makanan Laris Dijual ala Dapur Mak Evi

    Tidak semua buku resep hanya ditujukan untuk memasak di rumah. Ada juga buku seperti 100 Resep Makanan Laris Dijual ala Dapur Mak Evi yang memang difokuskan untuk peluang usaha kuliner.

    Buku ini berisi resep-resep camilan, kue, makanan manis, gurih, hingga dessert kekinian yang cocok dijual sebagai bisnis rumahan.

    Pembaca akan menemukan berbagai ide yang bisa langsung dipraktikkan, mulai dari jajanan pasar yang klasik hingga kue kering modern.

    Keunggulannya terletak pada cara penulis menggabungkan resep praktis dengan strategi usaha. Resep yang ditawarkan tidak hanya enak, tetapi juga memiliki potensi komersial tinggi.

    Buku ini menjadi rujukan penting bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis makanan dari rumah. Tanpa harus bingung mencari ide, semua sudah tersaji lengkap dalam buku ini.

    7. 125 Resep Masakan Pilihan – Ny. Liem

    Nama Ny. Liem sudah sangat dikenal di dunia kuliner Indonesia, terutama di bidang baking.

    Dalam bukunya 125 Resep Masakan Pilihan, ia menyajikan berbagai menu yang lengkap, mulai dari masakan sederhana hingga kreasi yang lebih modern.

    Ada resep nasi goreng, fettuccine teriyaki, hingga udang goreng gandum yang menggugah selera.

    Variasi menu yang ditawarkan membuat pembaca tidak cepat bosan, karena ada pilihan resep untuk menu sehari-hari maupun hidangan spesial untuk momen tertentu.

    Buku ini bisa disebut sebagai salah satu koleksi wajib bagi pecinta kuliner karena ditulis oleh seorang legenda yang karyanya sudah teruji di dapur banyak orang.

    8. Warisan Kuliner Nusantara – William Wongso

    William Wongso adalah nama besar dalam dunia kuliner Indonesia. Dalam bukunya Warisan Kuliner Nusantara, ia membagikan kekayaan cita rasa Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

    Buku ini tidak hanya menyajikan resep, tetapi juga kisah budaya, sejarah, dan filosofi di balik setiap masakan.

    Membaca buku ini serasa melakukan perjalanan kuliner ke berbagai daerah di Indonesia.

    Setiap resep memiliki latar belakang yang mengajarkan kita betapa kaya dan beragamnya budaya kuliner Nusantara.

    Cocok bagi siapa saja yang ingin lebih mengenal Indonesia melalui hidangan khasnya.

    9. Kitab Masakan: Kumpulan Resep Sepanjang Masa

    Buku legendaris ini dikenal sebagai salah satu referensi paling lengkap dalam dunia kuliner Indonesia.

    Kitab Masakan memuat lebih dari 1.300 resep, mencakup berbagai hidangan dari masakan tempo dulu, masakan Nusantara, hingga menu Barat dan Asia.

    Karena kelengkapannya, buku ini kerap dianggap sebagai ensiklopedia kuliner yang bisa dijadikan rujukan kapan saja.

    Siapa pun yang serius mendalami dunia memasak pasti akan merasa sangat terbantu dengan koleksi resep dalam buku ini.

    10. The Home Book of Indonesian Cookery – Sri Owen

    Sri Owen adalah salah satu tokoh penting dalam memperkenalkan kuliner Indonesia ke dunia internasional.

    Dalam bukunya The Home Book of Indonesian Cookery, ia merangkum resep-resep autentik yang berasal dari keluarganya.

    Buku ini ditulis dalam bahasa Inggris sehingga bisa menjangkau pembaca global yang ingin mengenal masakan Indonesia lebih dalam.

    Tak hanya resep, Sri Owen juga menjelaskan filosofi dan budaya di balik hidangan tersebut.

    Bagi banyak orang, buku ini menjadi pintu gerbang untuk memahami betapa kaya dan istimewanya kuliner Indonesia.

  • 7 Rekomendasi Buku Pendidikan Karakter Untuk Mencetak Generasi Emas

    7 Rekomendasi Buku Pendidikan Karakter Untuk Mencetak Generasi Emas

    Buku pendidikan karakter adalah salah satu jenis buku yang dirancang khusus untuk membantu mengembangkan dan memperkuat nilai-nilai moral dan karakter positif pada anak-anak.

    Buku ini berfungsi sebagai alat bantu dalam pendidikan karakter dengan tujuan membentuk pribadi yang baik, seperti bertanggung jawab, berempati, jujur, disiplin, dan memiliki norma sosial.

    Buku tentang pendidikan karakter sering kali berisi kisah-kisah inspiratif yang menunjukkan nilai-nilai positif agar dapat ditiru dan diterapkan dalam kehidupan anak-anak.

    Selain itu, buku pendidikan karakter juga dapat memuat aktivitas, pertanyaan, dan latihan yang mendorong refleksi dan interaksi aktif anak-anak dengan materi yang dipelajari.

    Hal ini membantu anak-anak untuk lebih memahami dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari mereka.

    Rekomendasi Buku Pendidikan Karakter

    Berikut ini adalah beberapa rekomendasi buku pendidikan karakter yang dapat dijadikan referensi untuk mendidik serta membangun karakter positif pada anak.

    1. Pendidikan Karakter, Peluang Dalam Membangun Karakter Bangsa

    Buku Pendidikan Karakter, Peluang Dalam Membangun Karakter Bangsa adalah karya Drs. Sofyan Tsauri, MM yang diterbitkan oleh IAIN Jember Press pada tahun 2015.

    Buku ini memuat berbagai gagasan dalam upaya penguatan mutu karakter SDM agar mampu membentuk kepribadian anak yang kuat dan tangguh.

    Lebih dalam lagi, buku ini menjelaskan peran pendidikan, terutama tenaga pendidik yang merupakan kunci dari keberhasilan implementasi pendidikan karakter di sekolah maupun lingkungan masyarakat.

    2. Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi

    Buku Pendidikan Karakter: Konsep dan Implementasi adalah karya Dr. Heri Gunawan, S.Pd.I., M.Ag yang diterbitkan oleh penerbit Alfabeta pada tahun 2012.

    Buku ini berisi konsep pendidikan karakter serta fitrah dan kepribadian manusia yang dikupas tuntas dengan unsur religius. Bisa disebut jika buku ini adalah sebagai buku pendidikan karakter religus.

    Selain itu, buku ini dilengkapi pula dengan metode dan pendekatan dalam implementasi pendidikan karakter yang dapat dijadikan acuan oleh para guru dalam mendidik siswa.

    3. Manajemen Pendidikan Karakter

    Rekomendasi buku tentang pembentukan karakter selanjutnya adalah berjudul Manajemen Pendidikan Karakter karya H.E Mulyasa yang diterbitkan oleh Bumi Aksara pada tahun 2011.

    Buku ini dapat memberi inspirasi, kesadaran, pemahaman, kepedulian, dan komitmen kita sebagai bangsa Indonesia, khususnya bagi para guru dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang berkarakter.

    Pembahasan dalam buku menggambarkan bagaimana peran pendidikan karakter untuk menyiapkan generasi bangsa yang beradab dan bermartabat.

    4. Pendidikan Karakter Berbasis Sistem Islamic Boarding School

    Buku implementasi pendidikan karakter selanjutnya adalah berjudul Pendidikan Karakter Berbasis Sistem Islamic Boarding School karya Dr. Akhmad Syahri, M.Pd.I.

    Buku ini tergolong sebagai buku pendidikan karakter dalam perspektif islam karena dilengkapi dengan kajian multidisipliner tentang pendidikan karakter berbasis sistem Islamic Boarding School.

    Kemudian, kajian pendekatan yang diangkat dipadukan dalam perspektif Islam sehingga menjadikan buku pendidikan karakter Islam ini dapat diterapkan di sekolah-sekolah yang bernuansa Islam.

    5. Pendidikan Karakter Peserta Didik Dalam Pendidikan Agama Islam

    Buku ini menjelaskan tentang terwujudnya karakter positif bagi peserta didik yang dipengaruhi oleh peran orang tua, guru, dan pemerintah dalam mengajar dan mendidik.

    Ketika sinergi ketiga unsur tersebut berjalan dengan baik, maka akan meningkatkan kemungkinan hadirnya energi positif pada karakter serta kepribadian anak.

    Buku yang ditulis oleh Dr. Zubairi, M.Pd.I ini juga termasuk sebagai buku karakter religius Islami karena memasukkan beberapa informasi yang berlandaskan dari sudut pandang Islam.

    6. Pendidikan Karakter di Sekolah: Teori, Praktik dan Model Kepemimpinan

    Buku karya Dr. H. Purwanto, M.Pd ini membahas secara mendalam tentang pendidikan karakter dan gagasan tentang nilai-nilai kearifan lokal.

    Dari pendalaman tersebut, kemudian dirumuskan dan dapat dipraktekkan dalam pendidikan karakter di sekolah oleh para tenaga pendidik.

    Buku berjudul Pendidikan Karakter di Sekolah: Teori, Praktik dan Model Kepemimpinan ini juga termasuk sebagai buku pendidikan karakter di era milenial karena diterbitkan pada tahun 2023 sehingga menjadi buku baru yang mengangkat isu-isu baru pula.

    7. Hati Pusat Pendidikan Karakter: Mencetak Generasi Bangsa Berakhlak Mulia

    Pembentukan karakter adalah salah satu tujuan yang ditegaskan dalam pendidikan nasional. Dari konsep itulah, lahir buku Hati Pusat Pendidikan Karakter: Melahirkan Bangsa Berakhlak Mulia karya Amka Abdul Aziz.

    Buku ini memuat seluk-beluk serta cara mengembangkan pendiidkan karakter anak sebagai upaya melahirkan manusia terampil dan berakhlak mulia.

    Itulah beberapa rekomendasi buku pendidikan karakter yang dapat digunakan oleh tenaga pendidik dalam upaya mencetak generasi emas untuk kemajuan bangsa dan negara.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan ikuti Google Berita sastrawacana.id/ agar tidak ketinggalan informasi tentang pendidikan lainnya.

    Author: Maulana Affandi

  • Sinopsis Buku #CintaPentiumSatu Karya Maulana Affandi

    Sinopsis Buku #CintaPentiumSatu Karya Maulana Affandi

    • Judul : #CintaPentiumSatu (Upgrade Cintamu, Letakkan Dia pada Tempatnya)
    • Penulis : Maulana Affandi
    • Penerbit : Quanta (Elex Media Komputindo)
    • Tebal : 192 Halaman
    • Dimensi : 14 x 21 cm

    Sinopsis #CintaPentiumSatu

    Buku #CintaPentiumSatu akan memperkenalkan kita kepada cinta dan makna cinta yang sesungguhnya. Buku ini menjelaskan bahwa cinta tidak melulu tentang pasangan atau lawan jenis semata.

    Namun, di sepanjang hidup kita dan segala sesuatu di sekeliling kita adalah wujud dari cinta dari Sang Mahacinta. Di sepanjang perjalanan itu ada kalanya kita bertemu dengan cinta yang salah, maka #CintaPentiumSatu akan memberikan kita kekuatan untuk bangkit tatkala menemui cinta yang salah tersebut.

    Ada kalanya juga, dalam mengarungi hidup, kita menemui kegundahan tentang dua pilihan, seperti menikah atau berkarier. banyak yang salah langkah dalam menentukan dua pilihan tersebut hingga muncul penyesalan dalam diri.

    Untuk terhindar dari pilihan yang salah, buku #CintaPentiumSatu akan memberikan tips dan strategi dalam menentukan pilihan serta menemukan jawaban atas kegundahan tersebut.

    Kemudian, #CintaPentiumSatu juga akan memberikan berbagai macam solusi atas banyaknya problema kehidupan yang mengatasnamakan cinta.

    Poin penting yang ingin disampaikan dari buku ini adalah bagaimana cara kita meng-upgrade cinta itu sendiri agar mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas. Kita harus bisa bahagia dengan cinta yang tepat, bahagia dengan karier yang tepat, dan bahagia dunia akhirat.

    Selling Point

    Buku #CintaPentiumSatu akan mengajak pembaca khususnya remaja agar tidak terjerumus ke dalam cinta yang salah. Pun, jika kita pernah salah saat menempatkan cinta, buku ini akan menjadi obat terbaik untuk kembali bangkit. Dilengkapi dengan kisah-kisah ilustrasi yang relevan dalam hidup, nukilan kalimat mutiara atau ayat Al-Qur`an menjadikan buku ini lebih “menyatu” dengan keseharian pembaca. Buku ini dibawakan dengan fun dan layout 2 warna.

    Tag: #quanta #bukubaruquanta #motivasiislamiquanta #cintapentiumsatu #upgradecintamu#maulanaaffandi #islam #muslim

  • Resensi Buku Belajar Mendidik Karya Prof. Dr. B.S. Mardiatmadja, SJ

    Resensi Buku Belajar Mendidik Karya Prof. Dr. B.S. Mardiatmadja, SJ

    Judul : Belajar Mendidik
    Penulis : Prof. Dr. B.S. Mardiatmadja, SJ
    Penerbit : Kanisius
    Cetakan : 1, 2017
    Tebal : 176 halaman
    ISBN : 978-979-21-5407-8

    Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November mengajak kita untuk mengenang dan menghargai jasa pahlawan tanpa tanda jasa.

    Pengorbanan dan pengabdian guru tidak pernah ternilai harganya bagi perjalanan hidup setiap orang.

    Di samping itu, Hari Guru Nasional juga mengajak kita kembali memikirkan persoalan pendidikan secara lebih luas.

    Buku berjudul Belajar Mendidik ini mengajak kita melihat kembali makna dan hakikat pendidikan, makna belajar, dan mendidik, untuk memandang pelbagai problem pendidikan secara lebih komprehensif dan berimbang.

    Pengarang melihat ada sebuah makna yang perlu kembali diluruskan terkait dengan “pendidikan”. Banyak yang menganggap “pendidikan” adalah sebuah hal yang serba formal, yang mana terjadi kegiatan belajar mengajar di sekolah.

    Sehingga imajinasi ma­sya­rakat tentang pendidikan hanya seputar sekolah, guru, dan ruang ke­las. Pengarang merasa pendidikan mengalami penyempitan makna.

    Padahal, pada da­sarnya pendidikan adalah sebuah proses perjalanan yang bisa berlangsung di mana saja. Bahkan, keluarga yang menjadi pendidik pertama dan yang paling utama bagi setiap orang.

    Dalam hal ini pengarang merancang pembahasan sistematis untuk mengingatkan kita pada hal-hal mendasar tentang pendidikan dan “proses mendidik”.

    Pengarang ingin mengembalikan pemahaman masyarakat tentang hakikat belajar yang selama ini hanya dinilai dengan murid, guru, dan ruang kelas.

    Lebih mendalam, pengarang sepertinya ingin menyadarkan kita bahwa setiap orang ternyata bisa berperan sebagai guru.

    Bahwa proses belajar seorang anak selama hidupnya dipengaruhi oleh banyak faktor, tak hanya guru di sekolah.

    Selain hal mendasar tersebut, bahasan menarik adalah tentang bagaimana pendidikan mampu merespon berbagai problem yang terjadi di masyarakat, terutama problem-probrem kebangsaan terkini.

    Kita melihat belakangan bagaimana nilai-nilai persaudaran sebangsa mulai terkikis lewat pelbagai pertikaian dan ujaran kebencian (hate speech) yang menjurus SARA.

    Dinamika politik dan sosial kerap memancing perdebatan dan pertikaian di kalangan masyarakat, didorong merebaknya kabar-kabar provokatif, bahkan kabar palsu (hoax) yang seakan terus memancing kita untuk mempermasalahkan perbedaan dan keragaman di masyarakat.

    Pendidikan harus bisa menjawab problem tersebut. Pendidikan dalam hal ini bertugas kem­bali menguatkan ni­lai-nilai persaudaraan kebangsaan di tengah masyarakat kita.

    Pe­nulis menganggap pentingnya “pen­didikan damai” yang menekankan pada bagaimana mem­­bangun kehidupan yang saling meng­hormati, ru­kun, da­lam masya­ra­kat yang majemuk men­jadi penting ditekankan.

    Ni­lai-nilai yang kita butuhkan sebagai bangsa yang majemuk dan beragam tersebut ha­rus kem­bali ditanamkan dan dirawat, demi terciptanya kehidupan yang damai di masyarakat.

  • Resensi Buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

    Resensi Buku Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia

    Judul                           : Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia
    Judul Asli                    : Sukarno: An Autobiography as told to Cindy Adams
    Alih Bahasa                : Syamsu Hadi
    Terbit                           : Cetakan pertama, Agustus 2007
    Penerbit                      : Yayasan Bung Karno
    Distributor                   : PT. Buku Seru
    Banyak Halaman        : 415

    Kata Sukarno pada Bab pertama buku ini : “Buku ini tidak ditulis untuk mendapatkan simpati atau meminta supaya setiap orang suka kepadaku. Harapanku hanyalah, agar dapat menambah pengertian yang lebih baik tentang Sukarno dan dengan itu menambah pengertian yang lebih baik terhadap Indonesia tercinta.”

    Buku yang berjudul “Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” adalah otobiografi dari presiden pertama Republik Indonesia, Sukarno, yang terbit pertama kali pada tahun 1966. Buku ini adalah terjemahan dari buku yang berjudul “Sukarno: An Autobiography as told to Cindy Adams”. Pertama kali diterbtikan oleh The Bobbs-Merrill Company, Inc, New York, pada tahun 1965. Dan telah dicetak berulang kali.

    Penulis buku ini adalah Cindy Adams, seorang wartawan perempuan yang berasal dari Amerika. Ia kebetulan berada di Jakarta bersama suaminya, pelawak Joey Adams, yang memimpin Misi Kesenian Presiden Kennedy ke Asia Tenggara tahun 1961. Sukarno memiliki kesan tersendiri pada Cindy Adams, “dia adalah penulis tercantik yang pernah kutemui!” Karena Cindy Adams pula, Sukarno berkenan menuliskan riwayat hidupnya – setelah sekian lama sulit sekali untuk dibujuk.

    Ya, sulit membujuk Sukarno untuk mau menulis buku biografinya. Inilah yang dirasakan oleh Duta Besar Amerika di Indonesia, Howard Jones. Pada suatu hari, saat Howard dan istrinya sedang makan bersama Sukarno dan Hartini (Istri Sukarno) di bungalow Istana Bogor, Howard mengatakan, “Tuan Presiden, aku kira sudah waktunya Anda melihat kembali perjalanan sejarah. Menurutku sudah waktunya Anda menuliskan sejarah kehidupan Anda.” Dan seperti biasa, pertanyan serupa itu sering ditanyakan kepada Sukarno, ia menjawab, “Tidak. Insya Allah, aku masih hidup 10 atau 20 tahun lagi.”

    Petugas pers Istana Presiden, Nyonya Siel Rohmulyati juga merasakan betapa sulitnya membujuk Sukarno untuk menulis memoar dirinya. Pada tahun 1960, ketika Pemimpin Uni Soviet Nikita Sergeyevich Kruschchev sedang berkunjung ke Indonesia, ada seratus orang wartawan yang datang. Roh berkata pada Sukarno, “Maaf, Bapak jangan marah, karena kami sendiripun tidak tahu sejarah hidup Bapak, dan Bapak sedikit sekali memberikan wawancara. Karena itu dapatkah Bapak menentramkan hati saya dan ingin menulis riwayat hidup Bapak?” Lalu Sukarno berteriak padanya, “Berapa kali aku harus mengatakan padamu, T-I-D-A-K!” Namun pada akhirnya Sukarno menyesal telah membentak Roh, ia meminta Ajudannya untuk menelpon Roh dan mengatakan bahwa ia ingin bertemu untuk meminta maaf.

    Perlu diingat, tulisan ini merupakan resensi dari “EDISI REVISI”. Karena ternyata, pada buku yang diterbitkan sebelum edisi revisi terdapat beberapa paragraf “ajaib”. Dikatakan demikian karena paragraf tersebut ternyata tidak terdapat pada buku aslinya. Atau, ada juga kalimat yang entah sengaja atau tidak, telah dihilangkan. Selain itu, terdapat pula beberapa kata yang kehilangan makna aslinya ketika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

    Masih belum terdapat jawaban mengenai penyimpangan penerjemahan buku ini saat sebelum direvisi. Bisa saja itu sebuah kesalahan yang tidak disengaja, namun bisa juga hal tersebut dilakukan oleh pihak tertentu dengan kesadaran penuh. Mengingat situasi di Indonesia yang tidak begitu kondusif ketika buku ini pertama kali diterbitkan. Tentu saja hal ini bisa ditanyakan kepada penerjemah pertama buku ini, (Mayor) Abdul Bar Salim, andaikan ia masih hidup.

    Tapi pembaca bisa merasa lebih lega, karena kesalahan tersebut telah diperbaiki pada edisi revisi. Seperti penghapusan satu paragraf yang tidak terdapat pada buku asli berbahasa Inggris yang isinya :

    Tidak ada yang berteriak, “Kami menghendaki Bung Hatta.” Aku tidak memerlukannya. Sama seperti aku tidak memerlukan Syahrir yang menolak untuk memperlihatkan diri di saat pembacaan proklamasi. Sebenarnya aku dapat melakukannya seorang diri, dan memang aku melakukannya sendirian. Di dalam dua hari yang memecahkan urat syaraf itu maka peranan Hatta dalam sejarah tidak ada.

    Salah satu cerita menarik dari buku ini adalah penggambaran kesederhanaan dalam gelegar semangat Revolusi Indonesia. Kisah itu bermula ketika Sukarno hendak mengangkat ajudan pertamanya :

    Pada saat itu, Romulo adalah tamu kenegaraan pertama yang datang ke Indonesia. Ia berasal dari Filipina. Sukarno belum memiliki ajudan, lalu ia menunjuk seorang pemuda untuk menjadi ajudannya. “Dengan ini,” kata Sukarno, “aku mengangkatmu jadi Letnan”. Lalu penasehat presiden mengatakan bahwa Ratu Juliana memiliki ajudan berpangkat kolonel. Sukarno kemudian memanggil lagi ajudannya. “Sudah berapa lama engkau jadi letnan?” tanya Presiden Sukarno. “Satu setangah jam, Pak,” jawabnya dengan hormat. “Negara kita baru lahir tetapi tumbuh cepat, mulai sekarang engkau jadi mayor.”

    Buku ini menceritakan secara lengkap perjalanan hidup Sukarno. Mulai dari ia dilahirkan sampai pasca-Revolusi Indonesia. Kisah dan perasaan Sukarno saat dipenjara pada sel yang sempit dan gelap diceritakan dengan begitu menjiwai. Bagaiamana ia dengan tidak malu-malu mengungkapkan dengan jujur, bahwa pledoi yang terkenal “Indonesia Menggugat” ia tulis dalam penjara di atas sebuah kaleng tempat buang air.

    Masih begitu banyak cerita menarik yang terdapat pada buku ini. Tentu saja semua tidak akan mungkin bisa tertulis pada resensi ini. Seperti kisah pembuangannya yang berkali kali itu. Keberaniannya mendatangi markas tentara Jepang – yang kapan saja dapat menembaknya – seorang diri. Serta jawabannya terhadap berita miring yang sering ditulis oleh wartawan Amerika.

  • Sinopsi Buku Goblok Pangkal Kaya – Bob Sadino

    Sinopsi Buku Goblok Pangkal Kaya – Bob Sadino

    Judul : Bob Sadino, Goblok Pangkal Kaya

    Penulis : Hana Wisteria

    Penerbit : Genesis Learning

    Cetakan : I, 2016

    Tebal : 161 hal

    ISBN` : 978-602-6805-89-8

    Bob Sadino, Goblok Pangkal Kaya

    Dunia bisnis Tanah Air tentunya sudah sangat mengenal pria berpakaian khas celana pendek dan berambut putih.

    Dialah Bob Sadino atau Om Bob, seorang pengusaha sukses yang tidak menonjolkan keberhasilan.

    Sampai akhir hidupnya, Om Bob masih menunjukkan kesederhanaan.

    Meskipun sudah meninggalkan pemikiran bagi dunia bisnis sampai masih relevan diaplikasikan.

    Isi buku Bob Sadino, Goblok Pangkal Kaya sangatlah sederhana, tetapi mengena dan relevan kondisi sekarang.

    Bisa dilihat orang berlomba menciptakan dan mencari peluang karena semakin sempitnya lapangan kerja.

    Banyak orang yang mulai “patah arang” karena gagal mencari pekerjaan. Tidak sedikit pula yang menganggur.

    Semakin banyak yang merasa tidak mampu bersaing.

    Ini bagus karena malah memunculkan para wirausaha “dadakan.” Mereka berhasil mengembangkan bisnis.

    Namun, tidak sedikit juga yang merasa takut melangkah dan berkecimpung menjadi seorang entrepreneur.

    Padahal untuk berwirausaha harus berani mengambil langkah konkret dengan memanfaatkan modal dan tidak terlalu banyak berpikir.

    Semakin banyak berpikir tambah takut terjerumus dalam belenggu (hal 55).

    Dunia bisnis bisa dikatakan perpaduan antara peluang dan kegagalan.

    Banyak orang berusaha mencari keuntungan agar bisnisnya bisa langgeng.

    Hanya sedikit yang berani mendekati risiko kegagalan dalam berbisnis.

    Padahal, semakin banyak kegagalan justru semakin besar peluang keberhasilan.

    Tak ada kesuksesan yang diraih tanpa kegagalan (hal 121).

    Bob memberi beberapa sandaran mental yang dibutuhkan untuk memulai berkecimpung dalam dunia bisnis.

    Sendiri ini merupakan hasil analisisnya selama lebih 40 tahun mengarungi lautan bisnis.

    Pertama, memiliki kemauan menjadi pengusaha. Kedua, harus mempunyai komitmen kuat. Ketiga, keberanian mengambil peluang.

    Keempat, kemandirian. Kelima, syukur kepada Tuhan (hal 104).

    Di samping sendi-sendi yang bisa menjadi bekal dalam mengarungi lautan bisnis.

    Dia juga mengingatkan para entrepreneur agar berani menjadi yang pertama atau be the first, menjadi yang terbaik be the best, dan menjadi yang berbeda be different (hal 65).

    Buku ini perlu dibaca mereka yang akan belajar bisnis.

    Buku Bob Sadino, Goblok Pangkal Kaya juga menceritakan jatuh bangun Bob ketika memulai usaha.

    Dia mulai berjualan telur dari rumah ke rumah sampai berhasil membuka toko Kemchicks.