Kategori: Pendidikan

  • Lomba Pildacil dan Nasyid Semarakkan Maulid Nabi di MI Darunnajah 2 Tukangkayu

    Lomba Pildacil dan Nasyid Semarakkan Maulid Nabi di MI Darunnajah 2 Tukangkayu

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MI Darunnajah 2 Tukangkayu, Banyuwangi, berlangsung semarak pada Kamis (27/8), bertepatan dengan 14 Rabiul Awal 1448 H.

    Kegiatan tersebut menjadi ruang apresiasi sekaligus wadah kreativitas bagi para santriwati.

    Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat, kegiatan menanam dan bercocok tanam, serta pengarahan terkait sekolah Adiwiyata yang disampaikan Kepala Madrasah Majidatul Himmah, S.Ag.

    Ia juga memimpin Mahallul qiyam bersama peserta sebelum kegiatan dilanjutkan dengan salat dhuha.

    Setelah itu, para santriwati menikmati program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum mengikuti berbagai perlombaan yang telah disiapkan panitia.

    Terdapat dua jenis perlombaan yang digelar dengan pembagian kategori kelas atas dan kelas bawah, yakni Pildacil dan Nasyid lagu islami.

    Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari pelatih ekstrakurikuler serta wali murid yang memiliki anak dengan prestasi dan talenta di berbagai bidang.

    Sementara itu, pengajian keluarga besar Darunnajah yang mencakup MI 1 untuk putra, MI 2 untuk putri, serta MTs Darunnajah dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 5 September.

    Kegiatan tersebut juga akan menjadi panggung bagi penampilan dari masing-masing lembaga, perseorangan, maupun kelas.

    “MC dari anak-anak mulai latihan serta prosesi awarding jawara,” tutur Mrs. Aida pada media ini saat pawai nuansa merah putih yang disemarakkan Drumband MTs dan bazar UMKM para wali murid, dilanjutkan dengan pengundian doorprize menarik dari berbagai sponsorship.

    Rangkaian kegiatan tersebut turut memperlihatkan keterlibatan para siswa dan wali murid, mulai dari pawai bernuansa merah putih, penampilan Drumband MTs, hingga bazar UMKM yang diikuti para wali murid.

    Acara kemudian ditutup dengan pengundian doorprize menarik dari berbagai pihak sponsor.

    “Alhamdulillah berkat kekompakan dan keikhlasan semua maka seluruh program berjalan lancar. Terima kasih segenap wali santri dan doa restu yayasan,” ucap Kamad yang sekaligus putri dari alm. KH Ma’shum Syafi’i ini sambil senyum dan siap siapkan talent menyongsong Porseni MI Jatim ini. (Bung Aguk)

  • Banyuwangi Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah Sirkular di Asia Pasifik

    Banyuwangi Jadi Rujukan Pengelolaan Sampah Sirkular di Asia Pasifik

    Keberhasilan Banyuwangi membangun sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular kembali mendapat perhatian internasional.

    Sebanyak 17 delegasi Nestle Asia Pasifik datang ke Banyuwangi untuk mempelajari praktik pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir.

    Rombongan tersebut diterima di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Selasa (18/8/2026). Delegasi berasal dari sejumlah negara Asia Tenggara, di antaranya Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Indonesia.

    Sustainability Delivery Manager Nestle Zone Asia Oceania and Africa, Katarzyna Grzybowska, mengatakan Banyuwangi dipilih karena memiliki sistem pengelolaan sampah yang dinilai berjalan dengan baik dan melibatkan berbagai pihak.

    “Kami ingin belajar bagaimana Banyuwangi membangun sistem pengelolaan sampah. Khususnya program Banyuwangi Hijau yang mengelola sampah secara sirkular,” kata Sustainability Delivery Manager Nestle Zone Asia Oceania and Africa, Katarzyna Grzybowska, di Pendopo Sabha Swagatha Blambangan, Selasa (18/8/2026).

    Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Nestle memperkuat penerapan EPR (extended producer responsibility), khususnya dalam pengelolaan sampah yang berasal dari kemasan produk.

    “Kami berkomitmen ikut bertanggung jawab mengurus sampah dari kemasan produk yang kami jual. Maka kami terus mencari best practices pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, yang nantinya bisa dijadikan blueprint (cetak biru) untuk dikembangkan di wilayah lain di Asia Tenggara yang menjadi pasar kami,” ujar Bowska.

    Menurut Bowska, salah satu hal yang menarik dari sistem Banyuwangi adalah keterlibatan pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha dalam satu ekosistem pengelolaan sampah. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga terlibat dalam proses pengumpulan, pemilahan, hingga daur ulang.

    “Kami pilih Banyuwangi karena kami melihat sistem di sini berjalan sangat baik. Mulai pemerintah, masyarakat, hingga sektor bisnis ikut berkontribusi. Masyarakat dilibatkan mulai proses pengumpulan, pemilahan, hingga daur ulang, sehingga mereka bisa mendapatkan nilai ekonomi dari sampah tersebut,” imbuhnya.

    Untuk melihat penerapannya secara langsung, rombongan Nestle juga mengunjungi TPS 3R di Desa Balak, Kecamatan Songgon.

    Di lokasi tersebut, delegasi melihat bagaimana pengelolaan sampah dirancang sebagai satu rangkaian layanan yang saling terhubung.

    Proses tersebut mencakup pengumpulan sampah dari rumah tangga, pengangkutan, pemilahan, pengolahan di TPS/TPS3R, hingga penanganan residu yang kemudian diarahkan ke tempat pemrosesan akhir. Delegasi juga berdiskusi mengenai sistem pengelolaan persampahan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemkab Banyuwangi.

    Pengembangan sistem pengelolaan sampah sirkular di Banyuwangi telah berlangsung sejak 2017 melalui Project STOP dengan pembangunan TPS3R Tembokrejo, Muncar.

    Program tersebut kemudian dilanjutkan melalui Banyuwangi Hijau Fase 1 dengan pembangunan TPS3R Balak di Kecamatan Songgon. Kedua program tersebut mendapat dukungan Pemerintah Norwegia.

    Banyuwangi kemudian melanjutkan pengembangan infrastruktur persampahan melalui Banyuwangi Hijau Fase 2 dengan pembangunan TPS3R Karetan di Kecamatan Purwoharjo yang mendapat dukungan Pemerintah Austria dan masih dalam tahap pembangunan.

    Selanjutnya, Banyuwangi Hijau Fase 3 mendapat dukungan Clean Rivers dari Uni Emirat Arab (UEA) melalui pembangunan TPS3R Kertosari.

    Selain itu, pengembangan sistem persampahan Banyuwangi juga akan diperkuat dengan pembangunan TPS3R Wongsorejo yang didanai Kementerian Pekerjaan Umum RI. (*)

  • Tanamkan Nilai Adab dan Empati, LKSA Khadijah Ajak Anak Asuh Berbagi dengan Lansia

    Tanamkan Nilai Adab dan Empati, LKSA Khadijah Ajak Anak Asuh Berbagi dengan Lansia

    Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Khadijah Banyuwangi mengisi masa liburan sekolah dengan menggelar Pesantren Kilat dan Tadabbur Alam pada Jumat-Sabtu (3-4/7).

    Kegiatan yang berlangsung di kompleks panti asuhan di Jalan MT Haryono Nomor 58, Karangrejo, tersebut diikuti 17 anak asuh.

    Kegiatan diawali dengan pembacaan surat-surat pendek dalam Juz Amma yang dipimpin santriwati Aulia Awang, dilanjutkan doa bersama yang dipimpin Pembina Yayasan, Hj. Muzayinah Zaini.

    Ketua Panitia, Hj. Ilmiah, mengatakan pesantren kilat tahun ini mengusung tema “Mendahulukan Adab dari Ilmu dan Meningkatkan Martabat Yatim dengan Memuliakan, Bukan Mengasihani.”

    Menurutnya, kegiatan tersebut bertujuan membentuk akhlakul karimah, menumbuhkan kemandirian, sekaligus menyiapkan anak-anak menjadi kader agama dan kader bangsa.

    Materi pertama disampaikan Aguk Wahyu Nuryadi mengenai organisasi dan kepemimpinan. Peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk bermusyawarah memilih ketua dan sekretaris.

    Masing-masing kelompok memilih nama yang terinspirasi dari tokoh-tokoh Islam maupun pahlawan nasional, seperti Sahabat Nabi, Abu Nawas, dan Cut Nyak Dhien.

    Dalam kesempatan itu, Aguk mendorong para peserta aktif dalam organisasi, baik di sekolah maupun masyarakat.

    “Ayo aktif menjadi pengurus kelas, OSIS, remaja masjid, karang taruna, maupun organisasi pelajar dan kepemudaan sebagai bekal menjadi pemimpin di masa depan. Pada dasarnya kita semua adalah khalifah yang kelak dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

    Usai salat Magrib berjemaah, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil dan istigasah yang dipimpin Ustaz Abdul Rosyid. Doa dipanjatkan untuk para pendiri yayasan serta sejumlah ulama.

    Pada kesempatan itu, keluarga almarhumah Siti Hazilah Hatib juga turut memohon doa bersama karena genap 100 hari wafatnya almarhumah.

    Setelah salat Isya, Ketua LKSA Khadijah, Hj. Miftahur Rohman, S.Ag., memberikan materi tentang thaharah, kesucian, salat, dan pendidikan reproduksi sesuai tuntunan syariat.

    “Materi ini penting bagi anak-anak yang sudah memasuki masa balig,” katanya.

    Sesi penutup diisi refleksi oleh Wakil Sekretaris LKSA Khadijah, Widayani, S.Pd., yang akrab disapa Bu Wiwit.

    Ia memotivasi anak-anak asuh agar tetap optimistis menjalani kehidupan dengan meneladani Rasulullah SAW yang juga tumbuh sebagai anak yatim.

    “Kalian memang kehilangan orang tua, tetapi jangan sampai kehilangan Allah. Rajinlah salat, gemar bersedekah, murah senyum, dan selalu berprasangka baik,” pesannya.

    Rangkaian kegiatan berlanjut pada dini hari dengan salat tahajud berjemaah.

    Pagi harinya, peserta mengikuti kerja bakti, senam bersama, kemudian melaksanakan tadabbur alam menuju kawasan Kolam Renang 9 Palm di dekat Pantai Gumuk Kantong, Muncar.

    Sebelum menuju lokasi wisata, rombongan menyempatkan bersilaturahmi sekaligus berbagi kebahagiaan dengan penghuni Panti Jompo Sahabat Dhuafa di Desa Blambangan.

    Pengasuh Panti Jompo Sahabat Dhuafa, Indah Purwaningrum, menjelaskan bahwa lembaga yang telah berdiri selama tujuh tahun itu saat ini mendampingi 16 anak yatim yang masih menempuh pendidikan dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi, serta merawat 42 lansia berusia antara 63 hingga 95 tahun.

    Selain itu, panti juga mengelola layanan ambulans untuk mengantar pasien rujukan ke RSUD Blambangan maupun RS Saiful Anwar Malang.

    “Kami berupaya mandiri dengan dukungan para dermawan yang digerakkan Allah. Selain ikhtiar menjaga kesehatan, kami juga membina para lansia agar meraih husnul khatimah melalui salat lima waktu dan khataman Al-Qur’an,” ujar Indah.

  • Tingkatkan Literasi Sains Siswa, Dosen dan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Gelar Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Daun Mangga di SDN Jarangan 1

    Tingkatkan Literasi Sains Siswa, Dosen dan Mahasiswa Universitas Negeri Malang Gelar Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Daun Mangga di SDN Jarangan 1

    Pembelajaran sains tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas.

    Melalui pemanfaatan potensi alam yang ada di sekitar lingkungan sekolah, dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa SDN Jarangan 1, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Peningkatan Literasi Sains Siswa SDN Jarangan 1 melalui Pelatihan Pembuatan Teh Herbal Daun Mangga (Mangifera indica L.)” menjadi bukti nyata bahwa sains dapat dipelajari secara kontekstual melalui praktik langsung yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

    Kegiatan yang diselenggarakan pada Kamis, 16 Juli 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains peserta didik sekaligus mengenalkan pemanfaatan tanaman lokal sebagai produk herbal bernilai tambah.

    Daun mangga yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah pekarangan diperkenalkan sebagai bahan baku teh herbal yang memiliki potensi manfaat bagi kesehatan apabila diolah dengan benar.

    Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya dipelajari melalui buku, tetapi juga melalui proses mengamati, mencoba, menganalisis, dan menarik kesimpulan berdasarkan fenomena yang mereka temui di lingkungan sekitar.

    pengabdian mahasiswa um di sd 1 jarangan

    Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Frida Kunti Setiowati, S.T., M.Si. dengan anggota Dr. Sofia Ery Rahayu, S.Pd., M.Si., Dr. Sitoresmi Prabaningtyas, S.Si., M.Si., Dra. Hj. Nursasi Handayani, M.Si., Dr. Siti Imroatul Maslikha, S.Si., M.Si., Agung Witjoro, S.Pd., M.Kes., Stevanus Purbadirja, dan Talita Dwi Ardiningrum.

    Tim pengabdian memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna dengan memanfaatkan permasalahan dan potensi yang ada di lingkungan sekitar sebagai sumber belajar.

    Menurut Stevanus Purbadirja, kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan masa depan melalui pemanfaatan bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.

    “Ini merupakan langkah siswa untuk menghadapi tantangan di Era Globaliasi dan perkembangan di era 5.0, ini juga merupakan langkah strategis untuk memanfaatkan bahan yang ada disekitar kita menjadi nilai guna,” ujar Stevanus Purbadirja (17/07).

    Sejak kegiatan dimulai, suasana belajar tampak hidup dan penuh antusiasme. Para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan rasa ingin tahu yang tinggi.

    Diawali dengan pengenalan tanaman mangga beserta kandungan senyawa alaminya, peserta kemudian mempelajari manfaat daun mangga, prinsip pengolahan pangan herbal, hingga pentingnya menjaga kebersihan dan keamanan pangan selama proses produksi.

    Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi, demonstrasi, permainan edukatif, serta tanya jawab sehingga mampu membangun keterlibatan aktif seluruh peserta.

    Puncak kegiatan berlangsung ketika siswa mempraktikkan secara langsung proses pembuatan teh herbal daun mangga. Dengan pendampingan dosen dan mahasiswa UM, peserta belajar memilih daun yang tepat, melakukan pencucian, pelayuan, penggulungan (rolling), pengeringan, hingga proses pengemasan sederhana.

    mahasiswa um di sd 1 jarangan

    Setiap tahapan tidak hanya mengajarkan keterampilan praktis, tetapi juga memperkenalkan konsep-konsep ilmiah seperti perubahan fisika dan kimia, pengaruh suhu terhadap kadar air, pentingnya sanitasi, serta teknik pengawetan bahan pangan.

    Melalui pengalaman tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk menghubungkan teori sains dengan penerapannya dalam kehidupan nyata.

    Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan karakter ilmiah pada peserta didik.

    Siswa dilatih untuk mengamati secara teliti, mengajukan pertanyaan, berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, serta menyampaikan hasil pengamatannya.

    Pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) tersebut diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi sebagai bagian dari kompetensi abad ke-21 yang sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan saat ini.

    Ketua tim pengabdian, Dr. Frida Kunti Setiowati, S.T., M.Si., menyampaikan bahwa pemanfaatan daun mangga dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, memiliki nilai ekonomis, serta menyimpan potensi sebagai bahan pangan fungsional.

    “Pemanfaatan daun mangga dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, memiliki nilai ekonomis, serta menyimpan potensi sebagai bahan pangan fungsional. Melalui inovasi sederhana ini, siswa diperkenalkan pada konsep hilirisasi hasil alam sejak usia dini sehingga mereka memahami bahwa sumber daya di sekitar dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan apabila didukung oleh pengetahuan sains dan kreativitas,” ujar Dr. Frida Kunti Setiowati (17/07).

    Kepala SDN Jarangan 1, Suhartiwiningsih, S.Pd.SD., menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut.

    Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar memberikan pengalaman belajar baru yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa.

    Pembelajaran yang memadukan teori dan praktik dinilai lebih efektif dalam menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus memperkuat pemahaman konsep-konsep sains.

    Kehadiran dosen dan mahasiswa Universitas Negeri Malang juga menjadi inspirasi bagi peserta didik untuk terus semangat belajar dan bercita-cita melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

    “Ini merupakan momentum yang Istimewa bagi SDN Jarangan 1, bisa diatangai oleh Bapak/Ibu Dosen Universitas Negeri Malang, serta kita memperoleh Ilmu Baru untuk keberlanjutan,” ujarnya (18/07).

    Bagi Universitas Negeri Malang, kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat.

    Dosen dan mahasiswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga membangun kemitraan dengan sekolah dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.

    Melalui kolaborasi tersebut, hasil-hasil kajian akademik dapat diterapkan secara langsung sehingga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar.

    Pelatihan pembuatan teh herbal daun mangga di SDN Jarangan 1 menjadi bukti bahwa literasi sains dapat ditumbuhkan melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

    Dengan mengintegrasikan potensi lokal, pembelajaran berbasis praktik, dan pendampingan dari perguruan tinggi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya memahami konsep sains, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

    Dari selembar daun mangga, lahir semangat baru untuk belajar, berinovasi, dan membangun masa depan melalui sains. (IZ.Fathma Agmadina/AWN)

  • Staf Batalyon SMK Pelayaran Kalipuro Dilantik, Dorong Penguatan Tradisi dan Disiplin Taruna

    Staf Batalyon SMK Pelayaran Kalipuro Dilantik, Dorong Penguatan Tradisi dan Disiplin Taruna

    Staf Batalyon SMK Pelayaran Kalipuro resmi dilantik dalam upacara yang berlangsung di pelataran plaza sekolah, Selasa (11/8/2026).

    Pelantikan berlangsung khidmat dan menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menjaga tradisi, kedisiplinan, serta pembinaan ketarunaan di lingkungan SMK Pelayaran Kalipuro.

    Dalam upacara tersebut, H.M. Shodiqin, S.Pd., MM., mewakili Kepala Sekolah Agung Rahmadi, S.Pd., M.Si., bertindak sebagai inspektur upacara.

    Kegiatan turut dihadiri Waka Kesiswaan Aliefcaturwibowo, S.Kom., pelatih ketarunaan Serma Mers Purna Bambang Hermanto, serta dewan guru dan staf tata usaha.

    H.M. Shodiqin, S.Pd., MM

    Prosesi pelantikan ditandai dengan pengalungan tali kur kepada Komandan Batalyon Erling Aftrey Dermawan dan staf.

    Prosesi tersebut menjadi penanda dimulainya tugas dan tanggung jawab staf Batalyon dalam menjalankan peran mereka di lingkungan sekolah.

    Dalam sambutannya, H.M. Shodiqin menyampaikan ucapan selamat atas pelantikan tersebut.

    Ia berpesan agar para taruna terus menjaga tradisi dan kedisiplinan yang menjadi bagian penting dalam pendidikan ketarunaan.

    Menurutnya, pembinaan ketarunaan juga harus berlangsung dengan mengedepankan sikap saling menghormati.

    Ia menegaskan, tidak boleh ada kekerasan antara senior dan yunior. Sebaliknya, senior dan yunior harus saling menghormati dan menyayangi.

    Pesan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter taruna, sehingga tradisi dan kedisiplinan yang dibangun di sekolah tetap berjalan tanpa menghilangkan nilai saling menghargai di antara para taruna.

    Selain pelantikan staf Batalyon, perkembangan SMK Pelayaran Kalipuro juga tidak terlepas dari langkah sekolah dalam melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pendidikan pelayaran.

    SMK Pelayaran Kalipuro terus berbenah diri setelah mendapatkan sertifikat Aproval nomor SM.401/1/5/DK/2026 dari Dirjen Perhubungan Laut, Direktur Perkapalan dan Kepelautan, pada 5 Februari 2026 di Jakarta.

    Dengan diperolehnya sertifikat tersebut, kini SMK Pelayaran Kalipuro bisa meluluskan Taruna dan Taruninya menjadi perwira pelaut dengan pangkat ANT IV.

    Hal tersebut menjadi bagian dari perkembangan SMK Pelayaran Kalipuro dalam mempersiapkan taruna untuk memasuki dunia kepelautan.

    Pelantikan Staf Batalyon SMK Pelayaran Kalipuro Banyuwangi

    SMK Pelayaran Kalipuro juga merupakan satu-satunya SMK pelayaran negeri di Jawa Timur, Bali, dan Nusra.

    Keberadaan sekolah tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan pelayaran, khususnya bagi Banyuwangi dan wilayah sekitarnya.

    Keberadaan SMK Negeri Pelayaran Kalipuro juga mendapat dukungan dari lingkungan maritim Banyuwangi.

    Banyuwangi disebut harus bangga memiliki SMK Negeri Pelayaran Kalipuro, terlebih sekolah tersebut didukung Selat Bali.

    Salah satu fasilitas yang menjadi tempat prakerin adalah penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

    Selain itu, terdapat Pelabuhan Tanjungwangi dengan trayek Banyuwangi-Lombok yang turut menjadi bagian dari lingkungan pendukung pendidikan dan pengalaman praktik bagi taruna.

    Dukungan tersebut menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki SMK Negeri Pelayaran Kalipuro dalam memberikan pengalaman kepada para tarunanya sebelum terjun ke dunia pelayaran.

    SMK Negeri Pelayaran Kalipuro juga telah dikenal di seluruh Indonesia. Hal itu terbukti dari asal para tarunanya yang tidak hanya berasal dari Banyuwangi maupun wilayah Jawa Timur.

    Taruna SMK Negeri Pelayaran Kalipuro berasal dari berbagai daerah, di antaranya Kalimantan, Sumatra, Bali, Madura, dan Jawa Barat.

    Sementara itu, para alumninya juga telah tersebar dan berlayar di level nasional maupun internasional.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan SMK Negeri Pelayaran Kalipuro tidak hanya menjadi bagian dari pendidikan di Banyuwangi, tetapi juga telah dikenal hingga berbagai daerah di Indonesia.

    Sekolah ini terus berbenah untuk menjaga tradisi ketarunaan, meningkatkan kedisiplinan, serta mempersiapkan taruna menjadi perwira pelaut.

  • Gandeng ITS, Banyuwangi Dorong Hilirisasi dan Inovasi Sektor Perikanan

    Gandeng ITS, Banyuwangi Dorong Hilirisasi dan Inovasi Sektor Perikanan

    Banyuwangi memperkuat upaya pengembangan sektor perikanan dan potensi maritim melalui kolaborasi dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) serta PW IKA ITS Jawa Timur.

    Kerja sama tersebut dituangkan dalam kesepakatan bersama yang ditandatangani di Surabaya, Selasa (11/8). Penandatanganan dilakukan bersama Kabupaten Nganjuk, Lamongan, dan Kota Pasuruan.

    Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan, mengembangkan sektor perikanan, serta mengoptimalkan potensi maritim melalui penerapan teknologi yang berkelanjutan.

    Wakil Rektor II ITS Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Sarana Prasarana, Dr. Ir. Machsus, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dibutuhkan untuk mengoptimalkan kekayaan kelautan Indonesia.

    “Indonesia merupakan negara kepulauan. Sumber daya kelautan yang ada di dalamnya itulah yang perlu kita eksplorasi untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran bangsa ini,” ujar Machsus.

    Menurutnya, ITS memiliki sejarah panjang dalam pengembangan sektor kelautan dan kemaritiman.

    Perguruan tinggi tersebut menurutnya menjadi salah satu kampus yang mendapat amanat Presiden Soekarno untuk memberikan perhatian pada bidang kelautan.

    “Untuk itu perlu kolaborasi bersama, bagaimana ke depan bisa mengawal kemajuan kemaritiman di Indonesia ini. Sehingga segala potensi yang ada bisa kita berdayakan untuk kemakmuran bangsa, terutama untuk kemakmuran Jawa Timur,” tambahnya.

    Ketua Umum PW IKA ITS Jatim Eri Cahyadi menilai perguruan tinggi bersama jejaring alumninya perlu mengambil peran dalam memberikan solusi berbasis teknologi bagi pemerintah daerah.

    Salah satu penerapannya, menurut Eri, dapat dilakukan melalui pengembangan teknologi pengering ikan maupun teknologi penerangan yang membantu nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan.

    “IKA ITS harus hadir memberikan pendampingan dan memanfaatkan keunggulan teknologi untuk membantu wilayah-wilayah di Jawa Timur,” kata Eri sekaligus Wali Kota Surabaya ini.

    Eri juga menilai sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

    Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan ITS sesuai dengan karakter Banyuwangi yang memiliki wilayah pesisir luas serta potensi perikanan yang besar.

    “Bagi Banyuwangi, ini menjadi nilai tambah untuk menggandeng ITS, terutama dalam pengembangan sektor perikanan,” ujar Ipuk.

    Ipuk menyebut masih terdapat nelayan di Banyuwangi yang menjalankan aktivitasnya dengan metode tradisional.

    Karena itu, penguatan teknologi, riset, pengolahan, dan hilirisasi dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas sekaligus nilai ekonomi hasil perikanan.

    Pemkab Banyuwangi berharap kerja sama dengan ITS dapat menghasilkan inovasi yang bisa diterapkan secara langsung di masyarakat, bukan hanya berhenti pada kegiatan penelitian.

    “Mudah-mudahan kerja sama ini berdampak pada peningkatan produk perikanan. Tidak hanya perikanan, sektor pertanian dan pengembangan sumber daya manusia juga bisa dikolaborasikan,” kata Ipuk.

    Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan forum strategis nasional.

    Forum menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Badan Penyuluhan Pengembangan SDM Kelautan dan Perikanan KKP I Nyoman Radiarta, Direktur Utama PT Agrinas Jaladri Nasional (Persero) Kharisma Febriansyah, serta profesor dari ITS. (*)

  • Ключевые особенности успешных платформ 1вин: Обзор онлайн-казино 1win

    Ключевые особенности успешных платформ 1вин: Обзор онлайн-казино 1win

    Меня зовут Алексей Кузнецов, и в этой статье я поделюсь с вами детальным обзором онлайн-казино 1win. Вопрос, на который я отвечу, заключается в том, что такое 1win и почему это казино стало популярным среди пользователей. Это платформа, предназначенная для азартных игроков, которые ищут разнообразие в играх, качественный сервис и выгодные бонусы. Если вам интересно, какие ключевые особенности успешных платформ 1вин делают 1win привлекательным местом для игры, читайте далее!

    Общий обзор 1win

    Онлайн-казино 1win предлагает своим пользователям широкий спектр азартных игр, включая слоты, настольные игры и живое казино. С момента своего основания платформа зарекомендовала себя как надежное и безопасное место для азартных развлечений. Она особенное внимание уделяет пользовательскому опыту, обеспечивая простой интерфейс и быструю регистрацию. Поэтому 1win подойдет как новичкам, так и опытным игрокам. Давайте углубимся в ключевые особенности успешных платформ 1вин от 1win, которые делают ее уникальной.

    Регистрация и вход в аккаунт

    Процесс регистрации на 1win очень прост и занимает всего несколько минут. Вот шаги, которые вам нужно выполнить:

    1. Перейдите на официальный сайт 1win.
    2. Нажмите кнопку «Регистрация» в правом верхнем углу.
    3. Выберите способ регистрации: по номеру телефона или по электронной почте.
    4. Введите необходимые данные и подтвердите регистрацию.
    5. Зайдите в свой аккаунт, используя указанные данные.

    После регистрации пользователи могут воспользоваться приветственными бонусами, которые часто являются одной из ключевых особенностей успешных платформ 1вин. Не забудьте проверить актуальные промокоды для получения дополнительных преимуществ!

    Бонусы и акции

    На 1win представлен широкий спектр бонусов и акций, что делает игру еще более захватывающей. Ключевые варианты включают:

    • Приветственный бонус на первый депозит — до 500% от суммы пополнения.
    • Ежедневные и еженедельные акции, включая кэшбэк и фриспины.
    • Программа лояльности для постоянных клиентов с возможностью получения эксклюзивных предложений.

    Бонусы на 1win — это то, что выделяет платформу среди других 1вин платформ. Однако обратите внимание на условия отыгрыша, которые всегда указаны в разделе акций 1 вин казино.

    Выбор игр на платформе 1win

    Одной из ключевых особенностей успешных платформ 1вин является разнообразие игровых автоматов и настольных игр, предлагаемых на 1win. Здесь вы найдете:

    • Тысячи слотов от ведущих производителей, таких как NetEnt, Microgaming и других.
    • Разнообразные настольные игры: рулетка, блэкджек, покер и баккара.
    • Игры с живыми дилерами, где вы можете наслаждаться азартом в реальном времени.

    Платформа постоянно обновляет свой игровой каталог, чтобы предлагать пользователям самые новые и популярные игры на рынке.

    Безопасность и лицензия

    1win заботится о безопасности своих игроков и работает под лицензией, выданной правительством Кюрасао. Эта лицензия означает, что казино соблюдает строгие правила и обеспечивает защищенность персональных данных и финансовых транзакций. Ключевые аспекты безопасности включают:

    • Шифрование данных с использованием современных технологий.
    • Регулярные проверки и аудиты для обеспечения честной игры.
    • Политика ответственной игры для защиты пользователей от чрезмерных азартных игр.

    Работа под лицензией — одна из важнейших особенностей успешных платформ 1вин, так как она гарантирует игрокам безопасность и защиту их прав.

    Опыт игроков на 1win

    Пользовательский опыт на 1win — это еще одна важная деталь, которая выделяет платформу среди других 1вин платформ. Интерфейс сайта интуитивно понятен, а навигация проста и понятна. Важные аспекты, которые стоит отметить:

    • Удобное мобильное приложение для игры в любом месте.
    • Быстрая служба поддержки, доступная через чат и электронную почту.
    • Разнообразные методы пополнения и вывода средств, включая банковские карты, электронные кошельки и криптовалюту.

    Все эти особенности улучшает общий опыт игры, что делает 1win привлекательным вариантом как для новичков, так и для опытных игроков.

    Заключение

    В данной статье мы подробно рассмотрели ключевые особенности успешных платформ 1вин на примере онлайн-казино 1win. Простота регистрации, разнообразие игр, привлекательные бонусы и высокая степень безопасности — все это делает 1win отличным выбором для азартных игроков. Если вы ищете надежную платформу для игр, 1win определенно стоит вашего внимания.

    Часто задаваемые вопросы (FAQ)

    • Как зарегистрироваться в 1win? Для регистрации посетите официальный сайт, нажмите «Регистрация» и следуйте инструкциям.
    • Какие бонусы доступны в 1win? 1win предлагает приветственные бонусы, акции с кэшбэком и фриспины.
    • Как выводить деньги с 1win? Вывод можно осуществить с помощью различных методов, включая банковские карты и электронные кошельки.
    • Есть ли мобильное приложение у 1win? Да, у 1win есть мобильное приложение для удобной игры на смартфонах.
    • Каков уровень безопасности на 1win? 1win работает под лицензией Кюрасао и использует современные технологии шифрования для защиты данных пользователей.

  • Tingkatkan Kualitas Peserta Didik, SMK 4 Pancasila Ambulu Jalin Kerja Sama dengan RSUD dr. Soebandi

    Tingkatkan Kualitas Peserta Didik, SMK 4 Pancasila Ambulu Jalin Kerja Sama dengan RSUD dr. Soebandi

    Komitmen SMK 4 Pancasila Ambulu dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi kesehatan terus diwujudkan melalui berbagai langkah strategis.

    Salah satunya dengan menjalin kerja sama bersama RSUD dr. Soebandi Jember yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis, (5/6).

    Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih dekat dengan dunia kerja, khususnya bagi siswa program keahlian di bidang kesehatan.

    Dengan dukungan rumah sakit pendidikan, peserta didik diharapkan memperoleh kesempatan belajar yang lebih luas melalui praktik dan pembelajaran klinik secara langsung.

    Dalam kegiatan yang berlangsung di RSUD dr. Soebandi Jember itu, SMK 4 Pancasila Ambulu diwakili oleh Ketua Program Keahlian Layanan Penunjang Keperawatan dan Caregiving, Ns. Nurul Hidayatus Sholihah, S.Kep., Gr., Ketua Program Keahlian Layanan Penunjang Kefarmasian Klinis dan Komunitas, apt. Iin Indrawati, S.Farm., serta perwakilan Bidang Kesiswaan, Ns. Kartika Yulis, S.Kep., Gr., mewakili Kepala Sekolah Johan Budi Respati, S.Pd.

    Kepala SMK 4 Pancasila Ambulu, Johan Budi Respati, S.Pd., menyampaikan bahwa dunia pendidikan vokasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan kebutuhan industri dan layanan kesehatan.

    Karena itu, kolaborasi dengan fasilitas kesehatan yang memiliki standar pelayanan tinggi menjadi langkah penting dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing.

    “Kami bangga SMK 4 Pancasila Ambulu menjadi SMK pertama yang dipercaya menandatangani MOU dengan RSUD dr. Soebandi. Ini komitmen kami mencetak lulusan yang tidak hanya paham teori, tapi terampil dan siap kerja. Dengan fasilitas RS Kelas B Pendidikan, siswa kami akan belajar langsung dari sumber terbaik,” terangnya.

    Menurutnya, kerja sama dengan RSUD dr. Soebandi membuka peluang bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih nyata.

    Tidak hanya memahami teori di ruang kelas, siswa juga dapat melihat secara langsung penerapan pelayanan kesehatan di lingkungan rumah sakit.

    Melalui kesepakatan tersebut, SMK 4 Pancasila Ambulu akan memperkuat penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, memperluas akses praktik klinik, serta meningkatkan kompetensi peserta didik melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan keterampilan.

    Selain itu, kerja sama ini juga menjadi sarana bagi sekolah untuk memperluas jejaring dengan institusi kesehatan dan memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menyiapkan sumber daya manusia di bidang kesehatan yang profesional dan berdaya saing.

    Dengan terjalinnya kemitraan ini, SMK 4 Pancasila Ambulu optimistis dapat terus meningkatkan mutu pembelajaran serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan saat ini.

    Sumber: SMK 4 Pancasila Ambulu (Imron Rosadi)

  • PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi Gelar Prosesi Kelulusan Penuh Haru di Banyuwangi

    PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi Gelar Prosesi Kelulusan Penuh Haru di Banyuwangi

    Yayasan Inklusi Homeschooling PAUD Mutiara dan PKBM KOPPAT Rogojampi menggelar prosesi pengalungan gordon kelulusan bagi peserta didik di El Hotel Banyuwangi, Sabtu (9/5/2026).

    Sebanyak 37 anak PAUD Mutiara resmi menyelesaikan masa taman kanak-kanak dan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang MI/SD.

    Selain itu, 15 peserta didik PKBM KOPPAT Rogojampi juga dinyatakan lulus Paket B dan Paket C.

    Para lulusan berhak menerima ijazah dan pengalungan gordon lembaga yang dilakukan oleh Kepala PAUD Sida Humaeroh, S.Pd., bersama Ketua Yayasan Ellyfatus Sholehah, S.Pd.

    Acara penuh kebahagiaan tersebut turut dihadiri perwakilan Himpaudi, perwakilan TK di Rogojampi, Kepala Desa Rogojampi Hj. Jamilah, serta keluarga peserta didik yang tidak ingin melewatkan momen penting dalam perjalanan pendidikan putra-putri mereka.

    Dalam prosesi yang dikemas secara menarik oleh Smart TV pimpinan Kang Suroso Gitik itu, sebanyak 120 murid PAUD menampilkan berbagai ekspresi dan kreativitas, mulai dari praktik salat, doa, puji-pujian, hafalan Al-Qur’an, hingga peragaan busana muslim.

    Anak-anak berkebutuhan khusus yang menjadi peserta didik juga turut tampil di atas panggung.

    “Kami siap mendampingi 4–5 anak berkebutuhan khusus menyesuaikan kemampuan SDM yang ada. Dan bagi yang yatim kami gratiskan,” ujar Ketua Yayasan.

    Ia menambahkan, selain program AKSARA, lembaga yang berlokasi di Perumahan Mutiara Concrong tersebut juga berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan sebagai PKBM inklusi yang melayani remaja difabel.

    Perwakilan wali murid, Fatma Nila Dewi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh guru dan keluarga besar yayasan.

    Menurutnya, PAUD Mutiara bukan sekadar tempat bermain dan belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua yang mendukung tumbuh kembang anak-anak dengan penuh cinta dan cerita indah.

    “Terima kasih kepada segenap guru dan keluarga yayasan. Doa kami, semoga semuanya dilimpahi kesehatan, umur yang manfaat, rezeki berkah, serta kebahagiaan dunia akhirat,” tuturnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi “Anak Kreasi Pelita untuk Negeriku” yang berlangsung penuh keceriaan dan sarat nilai akhlak mulia.

    Momen haru pun terasa saat anak-anak cium tangan guru dan memeluk bunda mereka.

    Para guru juga menyalami para wali murid untuk saling memaafkan dan mendoakan, diiringi suasana penuh haru dengan mata berkaca-kaca.

    “Peran orang tua amat penting dalam mendukung proses kami menyiapkan mutiara-mutiara ini agar menjadi pelangi keluarga dan pelita negeri,” ujar Sida Humaeroh.

    Pembina Yayasan, Drs. Zainul Arifin, tampak bahagia atas keberhasilan para peserta didik yang ia anggap sebagai bagian dari keluarganya sendiri.

    Ia menjelaskan, acara kelulusan di hotel ini telah berlangsung untuk ke-16 kalinya dan bukan bertujuan untuk gaya hidup ataupun pamer.

    “Kami tidak memiliki gedung aula yang memadai, sehingga hotel menjadi solusi yang praktis. Dan semuanya merupakan hasil musyawarah keluarga besar,” tutur dai sekaligus pegiat sosial, ekonomi kerakyatan, dan pekerja migran tersebut.

    Ia juga menyampaikan kemungkinan agenda kelulusan tahun depan akan dikemas lebih berkesan dengan kegiatan menginap di hotel sekaligus outbound parenting.

    Acara tasyakuran ditutup dengan petikan gitar dari guru PAUD sekaligus kreator Lukbi yang mengiringi nyanyian seluruh guru PAUD.

    Suasana semakin khidmat dengan pembacaan puisi “Layar Kecil Melesat ke Bintang” oleh tutor PKBM yang juga Guru Pendamping Khusus (GPK) Nasional, Yeti Chotiimah, M.Pd

  • Literasi Digital: Saat Kata-Kata Menemukan Sayapnya di MTs Maulana Ishaq Kabat

    Literasi Digital: Saat Kata-Kata Menemukan Sayapnya di MTs Maulana Ishaq Kabat

    Di sebuah ruang yang tak lagi dibatasi dinding dan jarak, kata-kata menemukan jalannya untuk tumbuh.

    Dari layar-layar kecil yang menyala di sudut-sudut sekolah dasar hingga madrasah ibtidaiyah se-Banyuwangi, suara anak-anak bergetar, mengalir, lalu menjelma makna.

    Di sanalah Festival Literasi Season 2 yang digelar MTs Maulana Ishaq Kabat berlangsung—bukan sekadar lomba, melainkan perayaan bahasa yang hidup.

    Mengusung tema “Berani Bicara, Indah Berkata, Hebat Bercerita”, festival ini seperti membuka gerbang bagi imajinasi untuk berjalan lebih jauh.

    Teknologi bukan lagi sekadar alat, melainkan jembatan yang mempertemukan keberanian dan ekspresi.

    Melalui rekaman video, para peserta menuturkan dunia mereka—dalam pidato yang tegas, puisi yang lirih, dan dongeng yang berdenyut hangat.

    Kepala MTs Maulana Ishaq Kabat, Rustam Effendi, S.Pd.I., melihat lebih dari sekadar inovasi. Ia menyaksikan sebuah gerakan yang perlahan tumbuh dari keberanian kecil anak-anak yang belajar bersuara.

    “Ini bukan hanya tentang lomba. Ini tentang bagaimana anak-anak belajar percaya pada suaranya sendiri,” ujarnya, dengan nada yang menyimpan harapan panjang.

    Di balik layar penilaian, para juri membaca bukan hanya kata, tetapi juga getar yang menyertainya.

    H. Syafaat bersama Joko Wiyono dan Andi Budi Setiawan menjadi saksi bagaimana bahasa tumbuh dalam tubuh generasi muda—kadang gugup, kadang gemilang, namun selalu jujur.

    Dalam pesan penutupnya, Syafaat mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah puncak, melainkan jalan yang terus berlanjut.

    “Yang terpenting bukan siapa yang berdiri di atas podium, tetapi siapa yang mampu menyampaikan makna dengan utuh—dengan hati yang hadir di setiap kata,” tuturnya.

    Festival ini pun menghadirkan wajah baru literasi: bersanding dengan dunia digital, bergaul dengan algoritma, bahkan diuji oleh jumlah suka dan penonton di platform seperti TikTok.

    Namun di balik angka-angka itu, tetap ada ruh yang tak tergantikan—kejujuran dalam bercerita.

    Pada akhirnya, panggung itu menemukan pemenangnya. MI Darul Falah Gombolirang menjulang sebagai Juara Umum, sementara SDN 3 Macan Putih dipeluk oleh riuh dukungan sebagai Juara Favorit.

    Tetapi lebih dari itu, setiap peserta pulang membawa sesuatu yang tak kasatmata: keberanian yang tumbuh, bahasa yang menemukan bentuknya, dan mimpi yang mulai percaya diri untuk diucapkan.

    Festival ini menjadi bukti bahwa di tengah derasnya arus teknologi, kata-kata tidak tenggelam. Ia justru menemukan sayapnya—terbang lebih jauh, menyapa lebih banyak hati.

    Dan dari Kabat, sebuah pesan sederhana berangkat: bahwa masa depan tidak hanya dibangun oleh mereka yang pandai berbicara, tetapi oleh mereka yang mampu merawat makna di dalam setiap kata yang diucapkannya.