Kategori: Pendidikan

  • Stevanus Purbadirja, Pemerhati Lingkungan dan Mahasiswa Berprestasi FMIPA UM 2026 yang Terbitkan 11 Buku

    Stevanus Purbadirja, Pemerhati Lingkungan dan Mahasiswa Berprestasi FMIPA UM 2026 yang Terbitkan 11 Buku

    Stevanus Purbadirja, mahasiswa Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Malang (UM), berhasil meraih Juara I sebagai Mahasiswa Berprestasi FMIPA Universitas Negeri Malang.

    Pencapaian tersebut tidak hanya mencerminkan kemampuan akademiknya yang kuat, tetapi juga menunjukkan dedikasinya dalam penelitian, literasi, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

    Mahasiswa yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan ini saat ini tengah memfokuskan perhatiannya pada penelitian tentang tanaman mangga.

    Penelitiannya menyoroti potensi pemanfaatan mangga dalam bidang kesehatan dan lingkungan.

    Salah satu yang sedang dikaji adalah pemanfaatan daun mangga yang diolah menjadi teh herbal yang memiliki potensi manfaat bagi kesehatan.

    Melalui penelitian tersebut, ia berupaya mengembangkan pengetahuan ilmiah sekaligus membuka peluang inovasi berbasis sumber daya lokal yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas.

    Stevanus Purbadirja Universitas Malang
    Stevanus Purbadirja melakukan pemaparan karya inovasi berbasis daun mangga sebagai potensi lokal

    Keseriusannya dalam meneliti tanaman mangga menjadi salah satu faktor yang mengantarkannya meraih predikat mahasiswa berprestasi tingkat fakultas pada tahun 2026.

    “Tanaman mangga sendiri sebenarnya memiliki beragam manfaat yang selama ini tidak diolah dengan maksimal, saya memiliki minat yang besar untuk mengolahnya karena kelimpahan di daerah yang cukup banyak” ujar Stevanus di kampus yang dulunya bernama IKIP Malang ini Rabu (11/03/26).

    Di luar kegiatan akademik dan penelitian, Stevanus juga memiliki ketertarikan yang kuat pada dunia literasi, khususnya dalam menulis buku.

    Hingga saat ini, mahasiswa tersebut telah berhasil menerbitkan 11 buku dengan beragam tema yang mencerminkan pemikiran kritis, refleksi kehidupan, serta semangat intelektual seorang mahasiswa.

    “Saya mulai menulis sejak tahun 2021 dimana saya berkecimpung dalam dunia literasi dan fokus untuk meningkatkan minat baca, dengan terbitnya 11 buku ini diharapkan dapat mendukung minat baca masyarakat, “Ujar mahasiswa semester 4 ini.

    Salah satu karya yang cukup menonjol adalah buku berjudul Sajak di Persimpangan. Buku ini dinilai sebagai salah satu karya yang kuat karena memadukan kedalaman makna, refleksi sosial, serta kepekaan emosional dalam bentuk puisi.

    “Buku ini saya tulis selama 4 tahun dengan menggambarkan kehidupan masa muda dan emosional seorang anak muda! ‘

    Selain aktif dalam penelitian dan menulis buku, mahasiswa Departemen Biologi ini juga terlibat dalam kegiatan BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) di Universitas Negeri Malang.

    Melalui kegiatan tersebut, ia turut berperan dalam memperkenalkan bahasa dan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional.

    Stevanus Purbadirja, Mahasiswa Prestasi FMIPA UM Tahun 2026
    Stevanus Purbadirja, Mahasiswa Prestasi FMIPA UM Tahun 2026

    Partisipasinya dalam program BIPA menunjukkan komitmennya untuk memperluas penggunaan bahasa Indonesia di tingkat global sekaligus membangun jembatan komunikasi antarbudaya.

    Prestasi yang diraih Stevanus Purbadirja menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengembangkan potensi diri di berbagai bidang.

    Melalui penelitian, literasi, dan pengabdian, ia memperlihatkan bahwa semangat belajar dan berkarya dapat berjalan beriringan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

    “Kita harus semangat mewujudkan Indonesia Emas 2045, Karena kita adalah masa depan bangsa dan kita harus menjadi pelopor dalam mewujudkan tujuan besar bangsa ini” ujar putra asal Pasuruan ini.

    Dengan berbagai capaian tersebut, Stevanus diharapkan dapat terus menginspirasi mahasiswa lain untuk berani berkarya, melakukan penelitian, serta berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan bangsa.

    Jika bukan dari kita sebagai seorang mahasiswa kapan kita bisa mencapai masa depan dunia.

  • Jurnalis SMK Models Gelar Ngabuburead Produktif, Bahas Literasi sebagai Nutrisi Ruhani

    Jurnalis SMK Models Gelar Ngabuburead Produktif, Bahas Literasi sebagai Nutrisi Ruhani

    Ekstrakurikuler Jurnalis SMK Models (Mojoer Media) menggelar kegiatan Ngabuburead Produktif secara daring pada Selasa, 10 Maret 2026.

    Kegiatan yang dilaksanakan dalam suasana Ramadan ini menghadirkan Maulana Affandi, S.S. sebagai pemateri dengan tema “Literasi sebagai Nutrisi Ruhani.”

    Acara yang dipandu oleh Aurelia Clarista Putri ini menjadi ruang belajar bagi para siswa untuk memanfaatkan waktu menjelang berbuka puasa dengan aktivitas yang bermanfaat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran literasi di kalangan pelajar.

    Dalam pemaparannya, Affandi menjelaskan bahwa manusia memiliki tiga kebutuhan dasar yang saling berkaitan, yaitu kebutuhan fisik, kebutuhan intelektual, dan kebutuhan batin. Menurutnya, ketiga kebutuhan tersebut perlu dipenuhi secara seimbang.

    Ia merumuskan gagasan itu dalam tiga kunci sederhana, yakni fisik yang lapar membutuhkan makanan, pikiran yang lapar membutuhkan pengetahuan, sementara jiwa yang kosong memerlukan literasi sebagai nutrisi ruhani.

    ngabuburead produktif smk models

    Affandi menjelaskan bahwa literasi tidak sekadar aktivitas membaca dan menulis, tetapi merupakan proses memperkaya batin melalui perjumpaan dengan berbagai gagasan, pengalaman, serta nilai kehidupan yang tertuang dalam teks.

    Menurutnya, melalui kegiatan membaca seseorang dapat bertemu dengan berbagai gagasan dan cara pandang yang disampaikan penulis melalui karya.

    Dari proses tersebut, seseorang tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga memperluas cara pandang terhadap kehidupan.

    Ia juga menegaskan bahwa kebijaksanaan lahir dari literasi. Semakin sering seseorang berinteraksi dengan gagasan melalui membaca, maka semakin luas pula perspektif yang dimilikinya.

    “Literasi itu bukan hanya soal baca tulis. Literasi adalah proses bertemunya gagasan. Dari sanalah seseorang belajar memahami banyak sudut pandang hingga akhirnya melahirkan kebijaksanaan,” jelasnya.

    Karena itu, ia menilai bahwa tingkat literasi seseorang sangat memengaruhi cara berpikir dan sikap dalam menghadapi persoalan kehidupan.

    Orang yang terbiasa membaca dan berpikir kritis cenderung lebih mampu melihat masalah secara jernih serta mengambil keputusan dengan lebih bijaksana.

    Kegiatan Ngabuburead Produktif tersebut berlangsung interaktif. Para peserta diajak aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta menyampaikan pandangan mereka terkait literasi dan kebiasaan membaca di kalangan pelajar.

    Beberapa siswa seperti Dirly dan Novan turut menyampaikan pendapat serta pengalaman mereka dalam membangun kebiasaan membaca di tengah aktivitas sekolah.

    Salah satu peserta mengaku kegiatan ini memberikan perspektif baru tentang pentingnya membaca.

    “Materinya membuat saya sadar bahwa membaca itu bukan hanya untuk tugas sekolah, tetapi juga untuk memperluas cara berpikir kita,” ujarnya.

    Di akhir sesi, Affandi juga menekankan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

    Dengan literasi yang kuat, pelajar tidak hanya menjadi pembaca informasi, tetapi juga mampu menjadi penghasil gagasan.

    Suksesnya kegiatan Ngabuburead Produktif ini juga tidak lepas dari peran pembina Mojoer Media, Cici Arista Devi, S.Pd., yang memberikan dukungan serta memfasilitasi para siswa sehingga kegiatan literasi tersebut dapat terselenggara dengan baik.

    Kegiatan Ngabuburead Produktif ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat membaca dan menulis di kalangan siswa SMK Models, sekaligus menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperkuat kualitas intelektual dan spiritual melalui literasi.

  • Pemerintah Targetkan 500 Sekolah Terintegrasi Beroperasi pada 2026

    Pemerintah Targetkan 500 Sekolah Terintegrasi Beroperasi pada 2026

    Pemerintah menyiapkan pelaksanaan Program Sekolah Terintegrasi yang akan mulai digulirkan tahun ini dengan target menjangkau 500 sekolah di berbagai daerah.

    Program ini diharapkan dapat mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperluas pemerataan layanan pendidikan di Indonesia.

    “Program Sekolah Terintegrasi menargetkan 500 sekolah pada tahun 2026,” kata Kepala Kantor Staf Kepresidenan M. Qodari dalam keterangannya di Jakarta, dilansir dari Antara, Senin, 9 Maret 2026.

    Ia menjelaskan bahwa program yang dikoordinasikan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tersebut dirancang untuk menghadirkan sistem layanan pendidikan yang lebih terpadu melalui pengelolaan yang terkoordinasi.

    “Program ini bertujuan mengintegrasikan layanan pendidikan agar lebih efektif dan mampu mempercepat peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperluas pemerataan akses bagi masyarakat,” ujar Qodari.

    Program Sekolah Terintegrasi merupakan model pendidikan satu atap yang menggabungkan jenjang PAUD hingga SMA/SMK dalam satu kawasan dan manajemen.

    Konsep ini dirancang untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan, terutama bagi siswa dari keluarga prasejahtera.

    Selain menyatukan jenjang pendidikan dalam satu lingkungan, konsep ini juga menekankan integrasi fasilitas pendidikan, kesinambungan kurikulum, serta pengembangan sarana vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.

    Qodari juga menyampaikan bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan dasar hukum untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

    “Landasan hukum sedang disiapkan dalam bentuk Instruksi Presiden,” kata dia.

    Dari sisi pembiayaan, pemerintah menyiapkan dukungan anggaran yang cukup besar untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

    Menurut Qodari, pemerintah telah mengalokasikan dana sekitar Rp60 triliun melalui skema Anggaran Biaya Tambahan (ABT) untuk menjalankan program Sekolah Terintegrasi.

    Ia menambahkan bahwa implementasi program akan dilakukan secara bertahap dengan kebijakan yang terpusat, sambil menyesuaikan kesiapan regulasi serta kondisi pelaksanaan di lapangan.

    “Pemerintah memastikan arah kebijakan tetap konsisten dengan target nasional untuk memperkuat tata kelola pendidikan dan menghadirkan sistem pendidikan yang lebih terintegrasi,” kata dia.

    Melalui program ini, pemerintah berharap transformasi tata kelola pendidikan dapat berjalan lebih efektif sehingga kualitas pendidikan nasional meningkat dan akses pendidikan yang layak dapat dinikmati masyarakat secara lebih merata di berbagai daerah.

    Sumber: metro

  • Guru SDN 12 Tanah Garam Tuntaskan Khatam Al-Qur’an, Program ODOJ Tetap Jalan di Tengah Aktivitas Sekolah

    Guru SDN 12 Tanah Garam Tuntaskan Khatam Al-Qur’an, Program ODOJ Tetap Jalan di Tengah Aktivitas Sekolah

    Program One Day One Juz (ODOJ) yang dicanangkan Pemerintah Kota Solok mulai menunjukkan implementasi nyata di lingkungan sekolah.

    Salah satu contoh datang dari SDN 12 Tanah Garam, di mana sejumlah guru bersama kepala sekolah berhasil menuntaskan khatam Al-Qur’an dalam waktu 16 hari.

    Program tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap visi Wali Kota Solok, H. Ramadhani Kirana Putra, yang ingin memperkuat identitas Kota Solok sebagai “Kota Serambi Madinah” melalui penguatan nilai-nilai spiritual di kalangan aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat.

    Meski disibukkan dengan aktivitas belajar mengajar, para tenaga pendidik di SDN 12 Tanah Garam tetap menjaga komitmen untuk menjalankan program membaca Al-Qur’an setiap hari.

    Kepala sekolah Bambang Suryanto tercatat menuntaskan 30 juz atau satu kali khatam selama periode tersebut. Sementara salah satu guru, Burlian Ahmadi, bahkan berhasil membaca 60 juz atau dua kali khatam dalam kurun waktu yang sama.

    Kepala SDN 12 Tanah Garam, Bambang Suryanto, mengatakan program ODOJ tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga sarana membangun karakter spiritual para pendidik.

    “Program One Day One Juz menjadi pengingat bagi kami di tengah kesibukan aktivitas sekolah agar tetap meluangkan waktu membaca Al-Qur’an. Kebiasaan ini memberikan ketenangan batin dan membantu kami lebih fokus dalam menjalankan tugas mendidik siswa,” ujarnya.

    Ia menambahkan bahwa kebiasaan membaca Al-Qur’an secara konsisten juga berkontribusi dalam membentuk kedisiplinan serta menjaga integritas para guru dalam menjalankan peran sebagai pendidik dan abdi negara.

    Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi terhadap program yang diinisiasi Pemerintah Kota Solok tersebut.

    Menurut mereka, program ini mampu menghadirkan suasana kerja yang lebih religius sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual di lingkungan pendidikan.

    Keberhasilan SDN 12 Tanah Garam menjalankan program ODOJ diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah maupun lembaga pendidikan lain di Kota Solok untuk membudayakan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.

    Sumber: solokkota.go.id

  • Revitalisasi 30 Sekolah di Pidie Jaya, Mendikdasmen Kucurkan Anggaran Rp19,5 Miliar

    Revitalisasi 30 Sekolah di Pidie Jaya, Mendikdasmen Kucurkan Anggaran Rp19,5 Miliar

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mufti menyampaikan bahwa pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp19,5 miliar untuk program revitalisasi sekolah di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

    Pernyataan tersebut disampaikan saat ia melakukan kunjungan kerja sekaligus meninjau sejumlah sekolah yang menjadi penerima bantuan revitalisasi di wilayah tersebut pada Senin (9/3/2025).

    “Untuk Pidie Jaya ada 30 sekolah yang menerima program revitalisasi tahun 2025 dengan nilai sekitar Rp19,5 miliar,” kata Abdul Mufti kepada wartawan.

    Ia menjelaskan, puluhan sekolah yang mendapatkan program tersebut berasal dari berbagai jenjang pendidikan. Rinciannya meliputi 3 PAUD, 16 SD, 4 SMP, 5 SMA, serta 2 SMK.

    Program revitalisasi ini, menurutnya, merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memperbaiki kualitas sarana pendidikan sekaligus mempercepat pemulihan fasilitas sekolah yang terdampak bencana di wilayah tersebut.

    Selain pembangunan dan perbaikan gedung sekolah, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan penunjang kegiatan belajar mengajar. Bantuan tersebut meliputi perangkat komputer, buku pelajaran, hingga perlengkapan sekolah bagi siswa.

    “Sekolah-sekolah ini selain mendapatkan bantuan revitalisasi juga menerima bantuan peralatan, seperti komputer dan buku-buku,” ujarnya.

    Abdul Mufti juga menyebutkan bahwa program revitalisasi sekolah di Pidie Jaya masih akan berlanjut pada tahun berikutnya. Saat ini, rencana program untuk tahun 2026 masih dalam tahap proses perencanaan.

    “Untuk 2026 masih on progress, nilai anggarannya masih dalam proses perhitungan,” katanya.

    Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen meninjau sejumlah sekolah penerima program, di antaranya TK Negeri Malahayati, SD Negeri 8 Meureudu, serta SMA Negeri 2 Meurah Dua yang berada di Gampong Meunasah Bie, Kecamatan Meurah Dua.

    Di SMA Negeri 2 Meurah Dua, ia juga meresmikan enam ruang kelas darurat yang digunakan sementara oleh siswa untuk kegiatan belajar mengajar sambil menunggu pembangunan gedung sekolah permanen selesai.

    Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin mengungkapkan bahwa jumlah satuan pendidikan di Aceh yang masuk dalam program revitalisasi cukup besar.

    Ia menyebutkan terdapat 2.173 satuan pendidikan yang akan mendapatkan program revitalisasi, terdiri dari 1.010 PAUD, 929 SD, 115 SMP, 119 SMA, serta 99 SMK. Total nilai program tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp1,4 triliun.

    “Perhatian Kementerian Pendidikan untuk Aceh cukup besar karena kebutuhan pembangunan pendidikan di daerah ini masih tinggi,” ujarnya.

    Sementara itu, Bupati Pidie Jaya Sibral Malasy menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas dukungan terhadap pembangunan pendidikan di daerahnya, terutama setelah wilayah tersebut terdampak bencana banjir bandang.

    “Kami berterima kasih atas kehadiran pemerintah pusat dan perhatian terhadap Pidie Jaya, khususnya di sektor pendidikan. Ini sangat berarti bagi kami,” katanya.

    Ia berharap berbagai program pembangunan yang digulirkan pemerintah dapat terus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendorong kemajuan sektor pendidikan di daerah.

    Setelah meninjau sejumlah sekolah, Mendikdasmen bersama rombongan juga mengunjungi SMA Negeri 1 Meureudu.

    Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mufti melakukan penandatanganan 29 prasasti revitalisasi satuan pendidikan dari berbagai jenjang, mulai PAUD hingga SMA di Kabupaten Pidie Jaya.

    Penandatanganan prasasti itu turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Aceh serta Bupati Pidie Jaya.

    Rangkaian kunjungan kerja Mendikdasmen di Pidie Jaya kemudian ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama jajaran pemerintah daerah, unsur pendidikan, dan para siswa.

    Sumber: waspadaaceh

  • Revitalisasi 60 Sekolah di Madura, Pemprov Jatim Dukung Program Mama Mau Naik Kelas

    Revitalisasi 60 Sekolah di Madura, Pemprov Jatim Dukung Program Mama Mau Naik Kelas

    Pemerintah Provinsi Jawa Timur merevitalisasi 60 satuan pendidikan di Pulau Madura sebagai bagian dari penguatan program Mama Mau Naik Kelas/Madura Maju, Madura Unggul yang digagas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

    Program ini menyasar berbagai jenjang pendidikan menengah dan pendidikan khusus di empat kabupaten di Madura.

    Di Kabupaten Sampang sendiri, sejumlah sekolah juga masuk dalam daftar prioritas revitalisasi.

    “Dari 60 sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi ini, di antaranya 7 SMA, 5 SMK, dan 3 SLB berada di Kabupaten Sampang,” kata Bupati Sampang Slamet Junaidi di sela acara safari Ramadhan di Sampang, Jawa Timur, Senin (9/3).

    Menurutnya, inisiatif yang digagas Gubernur Khofifah tersebut menjadi bagian dari upaya strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas pendidikan sekaligus memperkuat sumber daya manusia (SDM) di wilayah Madura.

    Ia menjelaskan, program Mama Mau Naik Kelas dirancang tidak sekadar sebagai jargon pembangunan, tetapi sebagai gerakan nyata untuk mendorong Madura memiliki keunggulan di bidang pendidikan.

    “Menurut pandangan gubernur, kemajuan suatu daerah bukan hanya diukur melalui parameter global, seperti penurunan angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, kualitas layanan kesehatan, serta mutu pendidikan yang berdaya saing. Program ini bukan juga untuk mengukur maju atau tidak maju, namun ada kemajuan yang diukur oleh dunia Mama Mau Naik Kelas, Madura maju Madura unggul berarti punya keunggulan kompetitif dan komparatif,” kata bupati.

    Selain pembangunan sarana pendidikan, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan literasi siswa serta memperluas peluang lulusan SMA dan SMK di Madura agar dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

    Untuk mendukung target tersebut, sejumlah langkah disiapkan. Di antaranya penunjukan 12 SMA Negeri sebagai sekolah percontohan, pemetaan potensi siswa yang akan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), serta penguatan pembelajaran bagi siswa yang akan mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

    Penguatan akademik dilakukan melalui intensifikasi materi persiapan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), termasuk pelaksanaan asesmen dan try out secara berkala yang disertai analisis hasil untuk meningkatkan kesiapan siswa menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

    Gubernur Khofifah juga mendorong para kepala sekolah di wilayah Madura untuk bersama-sama meningkatkan capaian siswa yang berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri.

    Sebagai bentuk dukungan, pemerintah provinsi menyiapkan skema penghargaan berupa tambahan revitalisasi infrastruktur bagi sekolah yang mampu meningkatkan jumlah kelulusan siswa melalui jalur UTBK maupun SNBT dibandingkan tahun sebelumnya.

    Program Mama Mau Naik Kelas sendiri telah dicanangkan oleh Gubernur Jawa Timur pada 5 Maret 2026, bersamaan dengan pelaksanaan revitalisasi dan rehabilitasi sarana prasarana di 60 sekolah di wilayah Madura.

    Melalui perbaikan fasilitas pendidikan tersebut, pemerintah berharap lingkungan belajar menjadi lebih aman, nyaman, dan layak sehingga mampu menunjang peningkatan kualitas pembelajaran.

    “Peningkatan mutu pendidikan harus dibarengi dengan peningkatan kualitas layanan pendidikan, para siswa dan guru merasa nyaman dalam proses transfer ilmu, maksimal dan optimal didukung dengan fasilitas penunjang yang komprehensif,” kata gubernur

    Khofifah juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Madura.

    Menurutnya, sinergi yang kuat antarlevel pemerintahan menjadi kunci agar transformasi pendidikan di wilayah Madura dapat berjalan secara maksimal.

    Sumber: Antara

  • Mendikdasmen Izinkan Revitalisasi Sekolah Menyesuaikan Kearifan Lokal Daerah

    Mendikdasmen Izinkan Revitalisasi Sekolah Menyesuaikan Kearifan Lokal Daerah

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa proses revitalisasi satuan pendidikan dapat menyesuaikan dengan kearifan lokal di wilayah masing-masing sekolah, termasuk dalam pemilihan bahan bangunan.

    Menurutnya, standar pemilihan material bangunan sekolah di berbagai daerah tidak dapat disamaratakan dengan standar yang berlaku di Jakarta.

    Karena itu, masyarakat diharapkan dapat melihat pelaksanaan program revitalisasi sekolah secara lebih menyeluruh.

    “Banyak orang Jakarta melihat Indonesia itu semuanya seperti ukuran Jakarta. Jadi, kalau ada sekolah kok dindingnya itu kayu dianggap di bawah standar,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti di Jakarta pada Senin (9/3).

    Ia menegaskan bahwa kebijakan revitalisasi satuan pendidikan yang dijalankan Kemendikdasmen memberi ruang bagi sekolah untuk tetap mempertahankan identitas budaya serta kearifan lokal di daerah masing-masing.

    Menurut Abdul Mu’ti, jika suatu daerah memiliki tradisi membangun bangunan dengan bahan kayu, maka pemerintah tidak akan memaksakan penggunaan bahan lain seperti semen atau batu bata.

    “Kalau memang local wisdom-nya kayu, ya jangan dipaksa pakai semen dan batu bata atau tembok, karena itu local wisdom. Kemudian memang ya local wisdom itu kita akomodir,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

    Ia juga menambahkan bahwa pemerintah turut mempertimbangkan lokasi pembangunan sekolah, terutama yang berada di kawasan hutan.

    Apabila kebijakan di wilayah tersebut tidak memperbolehkan pembangunan sekolah permanen, maka Kemendikdasmen akan menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.

    “Nah, yang begini kan kadang-kadang snapshot aja kan yang muncul di permukaan, tapi on the ground sesungguhnya terjadi itu tidak banyak yang tahu. Karena memang ya sekali lagi, banyak kita melihat masalah dari Jakarta, bukan langsung ke daerahnya,” kata Mendikdasmen Abdul Mu’ti.

    Sebagai informasi, berdasarkan laman Museum Pendidikan Nasional, kearifan lokal merupakan pandangan atau gagasan yang bernilai baik, tertanam, diikuti, dan diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

    Nilai tersebut umumnya mencerminkan adat istiadat, pengetahuan lokal, serta etika yang berkembang di suatu daerah.

    Sumber: Antara

  • Bangun Fondasi Kepengurusan Sejak Awal, HMPS Bioteknologi Genom Mantapkan 41 Pengurus Baru Lewat UPGRADING 2026

    Bangun Fondasi Kepengurusan Sejak Awal, HMPS Bioteknologi Genom Mantapkan 41 Pengurus Baru Lewat UPGRADING 2026

    Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Bioteknologi Genom menyelenggarakan kegiatan UPGRADING 2026 sebagai pembekalan bagi pengurus baru periode 2026 dengan mengusung tema “Pengembangan dan Penguatan Diri untuk Mewujudkan HMPS Bioteknologi Genom yang Inovatif dan Berkualitas.”

    Kegiatan yang berada dalam kategori Program Layanan dan Pembinaan Kesejahteraan ini dilaksanakan pada 15 Februari 2026 di Aula Gedung B20 Lantai 2 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan dihadiri oleh 41 pengurus baru.

    Kegiatan ini berada di bawah pendampingan dosen Dr. Muh Ade Artasasta, S.Si., dengan Naurah Radhwaa Murad sebagai Ketua Pelaksana dan IZ Fathma Agmadina sebagai Ketua Umum HMPS Bioteknologi Genom 2026.

    UPGRADING 2026 juga sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya SDGs ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDGs ke-16 mengenai Perdamaian, Keadilan, serta Kelembagaan yang Kuat.

    Selain itu, kegiatan ini menekankan penguatan mental kebangsaan melalui pendidikan norma, etika, pembinaan karakter, serta pengembangan soft skills mahasiswa.

    Tema yang diangkat didasarkan pada kesadaran bahwa kualitas sebuah organisasi mahasiswa sangat bergantung pada kapasitas, kompetensi, serta integritas para pengurusnya.

    Pengurus yang memiliki pemahaman menyeluruh mengenai sistem organisasi, kemampuan manajerial yang baik, dan komitmen tinggi diyakini mampu menggerakkan roda himpunan secara efektif serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh anggota.

    Rangkaian kegiatan berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 13.40 WIB. Acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan doa bersama serta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars UM, dan Mars HMPS Bioteknologi Genom.

    Prosesi ini dimaksudkan untuk menumbuhkan jiwa nasionalisme sekaligus mempererat rasa kebersamaan di antara peserta yang berasal dari latar belakang beragam.

    Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Pelaksana UPGRADING 2026, Ketua Umum HMPS Bioteknologi Genom, serta dosen pendamping. Sambutan tersebut sekaligus menandai dimulainya kegiatan secara resmi.

    Setelah itu, panitia, pemateri, dan seluruh peserta mengikuti sesi dokumentasi sebagai upaya mengabadikan momentum awal kegiatan yang penuh antusiasme.

    Sebelum memasuki sesi inti, panitia memandu jargon penyemangat guna membangun energi positif dan solidaritas peserta.

    Pembacaan tata tertib juga dilakukan untuk memastikan kedisiplinan serta kelancaran jalannya acara.

    Peserta kemudian mengikuti pre-test untuk mengukur pemahaman awal mereka terhadap materi yang akan disampaikan sepanjang kegiatan.

    UPGRADING 2026 menghadirkan sejumlah pemateri berpengalaman yang menyampaikan materi strategis untuk bekal kepengurusan selama satu periode ke depan.

    Materi pertama membahas dinamika organisasi serta pengenalan kabinet periode 2026, termasuk pemaparan visi dan misi Ketua Umum dan Wakil Ketua Umum sebagai landasan arah gerak organisasi.

    Pemateri UPGRADING 2026

    Materi ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum HMPS Bioteknologi Genom 2026, IZ Fathma Agmadina, dengan gaya penyampaian interaktif yang mendorong partisipasi aktif peserta dalam diskusi.

    Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya kesiapan personal setiap pengurus dalam menjalankan amanah organisasi.

    “Saya berharap seluruh pengurus tidak hanya memahami struktur dan program kerja, tetapi juga mampu mengembangkan diri, berani berinovasi, dan menjaga komitmen agar HMPS Bioteknologi Genom benar-benar menjadi organisasi yang berkualitas,” ujarnya.

    Materi berikutnya menyoroti pentingnya sistem administrasi yang tertata dalam organisasi.

    Kepala Staf Administrasi HMPS Bioteknologi Genom 2026, Putri Balqis Maulidiyah, memaparkan topik pengelolaan administrasi himpunan secara sistematis.

    Penjelasan mencakup format administrasi, alur pengarsipan, hingga mekanisme dokumentasi kegiatan.

    Pemahaman ini diharapkan menjadi bekal penting bagi pengurus dalam menjalankan berbagai agenda dan program kerja secara profesional.

    Selanjutnya, materi mengenai persidangan organisasi disampaikan oleh Azzahrah Aulia Rahma, yang pernah menjabat sebagai Pimpinan Sidang I periode 2024/2025.

    Ia menjelaskan berbagai bentuk persidangan, kebutuhan perangkat sidang, istilah-istilah yang umum digunakan, serta teknik penggunaan palu sidang sebagai simbol pengesahan keputusan.

    Materi ini dinilai penting karena persidangan merupakan bagian vital dalam pengambilan keputusan organisasi.

    Topik manajemen keuangan menjadi materi berikutnya yang disampaikan oleh Adila Ihsanty Hasanah Muzahid, mantan Bendahara Umum HMPS Bioteknologi Genom periode 2025.

    Ia menekankan bahwa keberhasilan program kerja tidak terlepas dari pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel.

    Pemaparan dilakukan secara sistematis dan informatif agar pengurus memahami prinsip dasar pengelolaan anggaran organisasi.

    Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan piagam penghargaan kepada seluruh pemateri setelah sesi penyampaian materi selesai.

    Sesi tanya jawab berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif peserta yang mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari mekanisme kerja organisasi, administrasi, keuangan, hingga pelaksanaan persidangan.

    Antusiasme ini menunjukkan kebutuhan nyata para pengurus baru akan pemahaman komprehensif dalam menjalankan tugas mereka.

    Untuk mengukur efektivitas kegiatan, peserta mengikuti post-test setelah seluruh materi disampaikan.

    Berdasarkan hasil angket kepuasan, kegiatan ini memperoleh penilaian sangat positif, dengan mayoritas peserta menyatakan puas hingga sangat puas terhadap pelaksanaan acara, baik dari segi materi maupun kesiapan teknis panitia.

    Salah satu pengurus baru dari Badan INTRON, Nurul, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat membantu pengurus yang belum memahami alur kerja organisasi, khususnya dalam pelaksanaan program kerja.

    Ia juga mengapresiasi sesi ice breaking yang dinilai mampu mengembalikan semangat peserta selama kegiatan berlangsung.

    Nurul berharap kegiatan serupa di masa mendatang dapat terlaksana dengan kualitas yang lebih baik.

    Kesan positif juga disampaikan oleh Aurora dari Bidang GEN. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam memasuki dunia organisasi di perguruan tinggi.

    Ia memperoleh banyak informasi baru yang bermanfaat, menikmati cara penyampaian materi, serta menilai fasilitas konsumsi yang disediakan sangat memadai.

    Aurora turut menyampaikan apresiasi kepada panitia atas kerja keras dalam menyelenggarakan acara.

    Melalui UPGRADING 2026, diharapkan seluruh pengurus baru memahami alur kerja HMPS Bioteknologi Genom selama satu periode kepengurusan.

    Kegiatan ini juga menjadi ruang pertemuan awal bagi seluruh badan dan bidang untuk saling mengenal, membangun komunikasi, serta memperkuat solidaritas organisasi.

    Lebih dari sekadar kegiatan formal, UPGRADING 2026 menjadi kesan pertama bagi para pengurus dalam membangun kerja sama profesional sekaligus hubungan interpersonal yang harmonis.

    Panitia berharap kepengurusan yang terbentuk dapat menjadi tim yang solid, saling mendukung, serta mampu menghadapi berbagai tantangan organisasi secara bersama-sama.

    Terselenggaranya kegiatan ini dengan lancar tidak terlepas dari kerja sama panitia, partisipasi aktif peserta, serta dukungan berbagai pihak.

    Harapannya, hubungan yang terjalin antarpengurus tidak hanya sebatas hubungan kerja, tetapi juga berkembang menjadi ikatan kekeluargaan yang dilandasi rasa saling menghargai, kepedulian, dan semangat gotong royong dalam mewujudkan HMPS Bioteknologi Genom yang inovatif dan berkualitas.

  • RESMI! Pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu Tahap 1 2026 Dimulai, Simak Jadwal dan Aturan Teknis Pendaftarannya

    RESMI! Pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu Tahap 1 2026 Dimulai, Simak Jadwal dan Aturan Teknis Pendaftarannya

    sastrawacana.id/ – Kabar yang dinantikan oleh tenaga pendidik di seluruh Indonesia akhirnya tiba.

    Direktorat Pendidikan Profesi Guru (PPG) secara resmi mengumumkan dimulainya pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu Tahap 1 Tahun 2026.

    Pengumuman ini merupakan tindak lanjut dari surat Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru nomor 1117/B.B2/GT.00.08/2025 yang diterbitkan pada Desember lalu.

    Berdasarkan hasil seleksi administrasi periode 5 tahun 2025, pemerintah kini siap memproses puluhan ribu peserta untuk mempercepat penuntasan sertifikasi pendidik secara nasional.

    Program ini dirancang secara teknis untuk memastikan para guru yang telah memenuhi syarat administrasi dapat segera meningkatkan profesionalitas mereka.

    Dalam pelaksanaannya, Direktorat PPG menekankan pentingnya akurasi data dan disiplin jadwal agar proses transformasi kompetensi ini berjalan maksimal tanpa kendala birokrasi yang menghambat.

    Berikut adalah detail fungsional dan panduan teknis lengkap yang wajib dipahami oleh setiap calon peserta:

    Kriteria dan Sasaran Peserta Tahap 1

    Berdasarkan rekapitulasi data dari seleksi administrasi yang dilakukan pada 19 hingga 31 Desember 2025, terdapat total 33.975 guru yang terpilih sebagai sasaran peserta untuk Tahap 1 Tahun 2026.

    Para peserta ini telah melalui proses kurasi ketat dengan kriteria sebagai berikut:

    • Peserta wajib terdaftar secara aktif dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
    • Peserta belum memiliki Sertifikat Pendidik.
    • Telah dinyatakan lulus dan memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang ditetapkan.
    • Tidak sedang menjadi peserta program PPG di kementerian lain selain Kemendikdasmen.
    • Berstatus aktif mengajar pada tahun ajaran 2023/2024.
    • Memiliki linearitas ijazah dengan Bidang Studi PPG yang tersedia pada LPTK Penyelenggara yang ditunjuk.

    Linimasa dan Jadwal Teknis Pelaksanaan

    Disiplin waktu menjadi kunci utama dalam pelaksanaan PPG bagi Guru Tertentu. Para guru diminta untuk memantau akun SIMPKB masing-masing secara rutin sesuai dengan jadwal berikut:

    • Pemanggilan Peserta di SIMPKB: 18 s.d 23 Februari 2026.
    • Pembelajaran Mandiri di Ruang GTK: 18 Februari s.d 11 Maret 2026.
    • Lapor Diri di LPTK: 26 Februari s.d 2 Maret 2026.
    • Orientasi di LPTK: 5 Maret 2026.
    • Pembelajaran Terbimbing secara Daring: 6 s.d 11 Maret 2026.
    • Pendaftaran UKPPPG (First Taker): 12 s.d 16 Maret 2026.
    • Pendaftaran UKPPPG (Retaker): 12 s.d 15 Maret 2026.

    Prosedur Validasi NIK dan Lapor Diri

    Salah satu poin teknis krusial dalam tahap awal ini adalah validasi data kependudukan.

    Peserta diharapkan segera mengecek status validitas NIK melalui aplikasi SIMPKB atau INFO GTK.

    Jika ditemukan data NIK yang belum valid, peserta dapat melakukan perbaikan di aplikasi Verval PTK selama periode lapor diri atau memperbaikinya secara mandiri melalui aplikasi Dapodik dengan bantuan operator sekolah.

    Setelah data valid dan melakukan konfirmasi kesediaan di SIMPKB, peserta wajib melakukan lapor diri secara daring ke LPTK Penyelenggara dengan mengunggah dokumen-dokumen berikut:

    • Pakta Integritas (bermaterai 10.000).
    • Biodata Mahasiswa sesuai format PD DIKTI.
    • Scan ijazah S1/DIV dan Transkrip Nilai (asli atau legalisir).
    • Scan kartu identitas (KTP/SIM) dan Pas Foto Berwarna ukuran 4×6.
    • Surat Keterangan Sehat, SKCK dari Kepolisian, dan Surat Bebas NAPZA (dari Puskesmas/RSUD/BNN).
    • Scan NPWP bagi yang sudah memiliki.

    Mekanisme Pembelajaran dan Uji Kompetensi

    Proses pembelajaran bagi Guru Tertentu dilakukan melalui mekanisme pembelajaran mandiri di platform Ruang GTK.

    Setelah seluruh tahapan pembelajaran tuntas, peserta berhak mendaftarkan diri untuk mengikuti Uji Kompetensi PPG (UKPPPG).

    Pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui platform Ruang GTK atau laman resmi ujian UKPPPG.

    Informasi lebih mendalam mengenai teknis ujian akan disampaikan kemudian oleh masing-masing perguruan tinggi penyelenggara.

    Direktorat PPG berkomitmen memberikan pelayanan yang transparan dan bebas gratifikasi dalam rangka pembangunan Zona Integritas.

    Oleh karena itu, para guru diimbau untuk hanya mempercayai informasi resmi yang tersedia melalui laman https://ppg.kemendikdasmen.go.id.

    Sumber: ppg.kemendikdasmen.go.id

  • Kemendikdasmen Rilis Modul Edukasi Gizi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Guru dan Kepsek Bisa Unduh di Sini

    Kemendikdasmen Rilis Modul Edukasi Gizi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Guru dan Kepsek Bisa Unduh di Sini

    sastrawacana.id/ – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mematangkan persiapan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

    Bukan sekadar urusan perut, kini Kemendikdasmen resmi menerbitkan Modul Edukasi Gizi khusus untuk mendukung program tersebut.

    Langkah ini diambil guna meningkatkan kesadaran gizi dan kesehatan murid di lingkungan sekolah.

    Menariknya, modul ini dirancang secara komprehensif untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga SMA/SMK.

    Baca juga: Cara Cek Status Penerima KIP Kuliah 2026, Pastikan Datamu Aman dengan Cara Ini!

    Bagi kepala sekolah dan bapak/ibu guru, kehadiran modul ini diharapkan menjadi panduan dalam mengedukasi siswa mengenai pentingnya pola makan sehat yang seimbang selaras dengan distribusi makanan bergizi di sekolah.

    Pentingnya Edukasi Gizi di Sekolah

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan hanya tentang membagikan makanan, tetapi juga membentuk karakter dan kebiasaan hidup sehat bagi anak muda Indonesia.

    Dengan adanya modul ini, sekolah memiliki acuan resmi untuk menjelaskan kandungan gizi, manfaat nutrisi tertentu, hingga pola hidup bersih dan sehat (PHBS).

    Edukasi yang diberikan sejak dini, mulai dari jenjang PAUD, diharapkan mampu menekan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa di kelas.

    Transformasi kesehatan di sekolah ini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan generasi emas 2045 yang beretika dan berkualitas.

    Link Unduh Modul Resmi

    Kemendikdasmen memberikan kemudahan akses bagi seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk mendapatkan dokumen ini secara cuma-cuma.

    Bagi kamu yang ingin mengunduh atau mempelajari isinya, modul tersebut sudah tersedia secara digital.

    Berikut adalah langkah untuk mendapatkan Modul Edukasi Gizi Program MBG:

    • Akses laman resmi UKS di: https://uks.kemendikdasmen.go.id
    • Cari bagian unduhan atau publikasi terbaru terkait Program MBG.
    • Pilih modul sesuai jenjang pendidikan (PAUD, SD, SMP, atau SMA).

    Peran Kepala Dinas dan Satuan Pendidikan

    Melalui surat informasi yang beredar, Kemendikdasmen secara khusus meminta perhatian bapak/ibu Kepala Dinas untuk membantu menyosialisasikan penggunaan modul ini.

    Sekolah diharapkan tidak hanya mengunduh, tetapi juga mengintegrasikan materi gizi ini ke dalam kegiatan belajar mengajar atau aktivitas pendukung lainnya di sekolah.

    Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan sukses dan memberikan dampak nyata bagi kesehatan fisik serta kecerdasan murid di seluruh penjuru negeri.

    Sumber: kemendikdasmen