Kategori: Pendidikan

  • K3LH Adalah Singkatan dari? Simak Penjelasan dan Tujuannya

    Apa Itu K3LH?

    K3LH adalah singkatan dari Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup yang mengacu pada praktik-praktik, kebijakan, dan prosedur yang ditetapkan di lingkungan kerja untuk memastikan keamanan, kesehatan, dan perlindungan lingkungan bagi para pekerja dan lingkungan sekitarnya.

    K3LH berfokus pada pencegahan kecelakaan kerja, perlindungan terhadap risiko kesehatan, dan pengelolaan yang baik terhadap dampak lingkungan dari kegiatan kerja.

    Maka, K3LH sangat penting untuk diterapkan serta dipatuhi dalam dunia kerja untuk meningkatkan produktivitas dan meningkatkan probabilitas usia kerja karyawan menjadi lebih panjang.

    Salah satu alat yang digunakan untuk menjaga keselamatan kerja adalah APD (Alat Pelindung Diri), yaitu seperangkat alat yang dipakai oleh pekerja untuk melindungi tubuhnya dari kemungkinan kecelakaan kerja.

    Namun, penggunaan APD masih kurang dioptimalkan yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pengawasan yang kurang ketat oleh pihak manajemen perusahaan.

    Tujuan K3LH

    Tujuan utama K3LH (Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup) adalah melindungi pekerja, mengurangi risiko cedera atau penyakit akibat kerja, dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

    Selain itu, berikut ini adalah beberapa tujuan spesifik dari K3LH:

    1. Mencegah Cedera dan Kecelakaan Kerja

    Salah satu tujuan utama K3LH adalah mencegah cedera fisik dan kecelakaan kerja. Dengan mengidentifikasi risiko dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat, penggunaan K3LH dapat mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan.

    2. Meningkatkan Kesehatan Pekerja

    K3LH juga berfokus pada menjaga kesehatan para pekerja. Dengan mengendalikan paparan bahan berbahaya, mengatur ergonomi tempat kerja, dan memberikan akses ke layanan kesehatan, perusahaan dapat membantu menjaga kesehatan fisik dan mental pekerja.

    3. Mengurangi Risiko Kesehatan Jangka Panjang

    Tidak hanya risiko akut, tetapi juga risiko kesehatan jangka panjang akibat paparan berbahaya di tempat kerja menjadi perhatian.

    K3LH bertujuan untuk mengurangi risiko penyakit kronis yang dapat terjadi akibat lingkungan kerja yang tidak aman atau tidak sehat.

    4. Mempromosikan Kesadaran dan Pendidikan

    K3LH bertujuan untuk memberikan pendidikan dan kesadaran kepada pekerja tentang bahaya potensial di tempat kerja dan cara menghindarinya.

    Pendidikan ini membantu pekerja menjadi lebih waspada dan bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kesehatan mereka sendiri.

    5. Menciptakan Budaya Keselamatan

    Salah satu tujuan jangka panjang dari K3LH adalah menciptakan budaya keselamatan di tempat kerja.

    Artinya, bisa mengubah pandangan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama dan harus menjadi bagian integral dari semua aktivitas kerja.

    6. Menjaga Lingkungan Hidup

    Aspek lingkungan dalam K3LH bertujuan untuk mengurangi dampak negatif kegiatan kerja terhadap lingkungan.

    Dengan pengelolaan limbah yang baik dan praktik ramah lingkungan, perusahaan dapat membantu menjaga keberlanjutan lingkungan.

    7. Mematuhi Regulasi dan Standar

    Banyak negara memiliki regulasi dan standar terkait K3LH yang harus dipatuhi oleh organisasi. Tujuan K3LH juga mencakup pemenuhan ketentuan hukum ini guna menjaga kepatuhan dan menghindari potensi sanksi.

    8. Meningkatkan Produktivitas

    Lingkungan kerja yang aman dan sehat dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas. Pekerja yang merasa aman dan dijaga kesehatannya cenderung lebih fokus dan efisien dalam menjalankan tugas mereka.

    Nah, itulah pengertian K3LH dan tujuannya yang penting dalam dunia kerja. Sekarang sudah, tahu kan?

  • Model-Model Pembelajaran Abad 21 dan Langkah-Langkahnya

    Model-Model Pembelajaran Abad 21 dan Langkah-Langkahnya

    Model pembelajaran adalah pendekatan atau cara yang digunakan oleh guru dalam merancang dan menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa.

    Model pembelajaran memberikan kerangka kerja yang sistematis untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang efektif dan interaktif.

    Berikut adalah beberapa contoh model pembelajaran yang umum digunakan di dalam pendidikan:

    1. Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning)

    Discovery learning atau dalam bahasa Indonesia disebut “pembelajaran penemuan” adalah pendekatan pembelajaran di mana siswa diberi kesempatan untuk secara aktif menggali dan menemukan konsep atau informasi baru melalui eksplorasi dan eksperimen.

    Dalam metode pembelajaran ini, siswa tidak hanya menerima pengetahuan dari guru secara pasif, tetapi mereka juga terlibat secara aktif dalam mengembangkan pemahaman melalui pengamatan, percobaan, dan refleksi.

    Langkah kerja model pembelajaran Discovery Learning adalah sebagai berikut:

    1. Pemberian rangsangan (stimulation)
    2. Pernyataan/Identifikasi masalah (problem statement)
    3. Pengumpulan data (data collection)
    4. Pengolahan data (data processing)
    5. Pembuktian (verification)
    6. Menarik simpulan/generalisasi (generalization)

    2. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-based Learning/PJBL)

    Pembelajaran berbasis proyek (Project-based Learning/PJBL) adalah pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, inter pretasi, sisntesis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk hasil belajar. (Daryanto, 2014: 23).

    Langkah-langkah Pembelajaran Berbasis Proyek atau Project Based Learning (PjBL) adalah sebagai berikut:

    1. Penentuan pertanyaan mendasar (Start With the essential question).
    2. Mendesaian perencanaan proyek (Design a plan for the Project).
    3. Menyusun jadwal (Create a schedule).
    4. Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek (Monitor the Student and the progress of the project).
    5. Menguji hasil (Assess the outcome)
    6. Mengevaluasi pengalaman (Evaluate the Experience)

    3. Model Pembelajaran Berdasarkan Pengalaman Sendiri (Self-Directed Learning)

    Belajar berdasarkan pengalaman sendiri (Self-Directed Learning) adalah metode pembelajaran yang mendorong siswa untuk memiliki inisiatif dengan menganalisa sendiri perihal apa yang dibutuhkan dalam mendukung kegiatan belajarnya.

    Menurut Merriam (2004), self-directed learning adalah proses belajar dimana siswa membuat inisiatif sendiri dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari pengalaman belajarnya yang diambil dari berbagai sumber atau literatur.

    Menurut Huda (2013), self-directed learning adalah kondisi dimana pembelajar memiliki kontrol sepenuhnya dalam proses pembuatan keputusan terkait dengan pembelajarannya sendiri dan menerima tanggung jawab utuh atasnya, meskipun nantinya mereka membutuhkan bantuan dan nasihat dari seorang guru.

    Langkah-langkah metode pembelajaran berdasarkan pengalaman sendiri:

    Menurut Huda (2013), tahapan yang dilakukan dalam proses pembelajaran self-directed learning adalah sebagai berikut:

    1. Planning
    2. Implementing
    3. Monitoring
    4. Evaluating

    Enam tahap self-directed learning menurut Saha (2006) meliputi:

    1. setting suasana belajar
    2. diagnosis kebutuhan dalam pembelajaran
    3. perumusan tujuan pembelajaran
    4. identifikasi kemampuan pembelajar dan sumber belajar di dalam pembelajaran
    5. implementasi dan pemilihan strategi belajar yang tepat, dan
    6. evaluasi hasil belajar

    4. Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)

    Pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) adalah metode belajar yang dilakukan dengan pembentukan kelompok-kelompok kecil untuk memecahkan masalah serta menggapai tujuan bersama.

    Dengan begitu, akan terjalin hubungan yang posifit, saling bertanggung jawab, serta terjalin komunikasi antar individu dalam sebuah kelompok.

    Dalam metode belajar ini, ada beberapa teknik, diantaranya seperti yang dikembangkan oleh Robert Slavin (1991) yaitu STAD, TGT, TAI, dan CIRC.

    Langkah-langkah model pembelajaran kooperatif adalah sebagai berikut:

    1. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa
    2. Menyajikan informasi
    3. Mengorganisasikan siswa ke dalam beberapa kelompok belajar
    4. Membimbing siswa untuk belajar kelompok
    5. Melakukan evaluasi
    6. Memberikan penghargaan atau apresiasi

    5. Model Pembelajaran Kolaboratif

    Pembelajaran kolaboratif adalah pembelajaran yang mengelompokkan siswa dengan latar belakang dan kemampuan beragam untuk bekerja sama dalam suatu kelompok kecil dalam mencapai tujuan bersama.

    Menurut Deutch (Feng Chun, 2006), pembelajaran kolaboratif adalah pembelajaran yang menggunakan kelompok-kelompok kecil siswa yang bekerja sama untuk memaksimalkan hasil belajar mereka.

    Gokhale (1995) mendefinisikan pembelajaran kolaboratif sebagai pembelajaran yang menempatkan siswa dengan latar belakang dan kemampuan yang beragam bekerja bersama dalam suatu kelompok kecil untuk mencapai tujuan akademik bersama.

    Langkah-langkah dalam pembelajaran kolaboratif adalah sebagai berikut:

    1. Menentukan tujuan belajar
    2. Membagi siswa ke dalam kelompok yang heterogen berdasarkan hasil pre tes dan jenis kelamin
    3. Melakukan diskusi kelompok dan mencatat hasil diskusi tersebut
    4. Laporan dikumpulkan kemudian dikoreksi dan dikomentari

    6. Model Pembelajaran Berdiferensiasi

    Pembelajaran Berdiferensiasi adalah proses belajar dengan melayani serta mengakomodir keberagaman peserta didik sesuai dengan kebutuhan dan minat belajarnya.

    Kebutuhan tersebut bisa berupa pengetahuan, gaya belajar, minat, dan pemahaman terhadap mata pelajaran.

    Pembelajaran berdiferensiasi dapat menciptakan kesetaraan belajar bagi semua peserta didik dan menjembatani kesenjangan belajar antara yang berprestasi dengan yang tidak berprestasi.

    Kemudian, metode pembelajaran berdiferensiasi ini juga dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan karena siswa mampu belajar dengan kebutuhan mereka sehingga terasa mudah dan menyenangkan.

    Langkah-langkah pembelajaran berdiferensiasi adalah sebagai berikut:

    1. Menentukan tujuan pembelajaran
    2. Memetakan kebutuhan belajar murid (kesiapan belajar, minat, profil belajar
    3. Menentukan strategi dan alat penilaian yang akan digunakan; dan
    4. Menentukan kegiatan pembelajaran berdiferensiasi yang akan dijalankan (konten, proses, produk).

    7. Model Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL)

    Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL) adalah metode belajar yang mengkaitkan antara materi yang diajarkan dengan kondisi dunia nyata sehingga mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang dipelajarinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

    Menurut Mulyasa (2004), pembelajaran kontekstual adalah konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan siswa secara nyata, sehingga para siswa mampu menghubungkan dan menerapkan kompetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.

    Dengan konsep pembelajaran ini akan sangat berguna bagi siswa untuk kehidupan di masa depan karena mereka dapat mengimplementasikan ilmunya dalam kehidupan sehari-hari.

    Langkah-langkah pembelajaran kontekstual adalah sebagai berikut:

    1. Modeling; guru berperan sebagai model bagi peserta didik.
    2. Inquiry; identifikasi, analisis, observasi.
    3. Questioning; tanya jawab dengan peserta didik.
    4. Learning community; siswa dibagi dalam beberapa kelompok belajar.
    5. Constructivisme; konstruksi teori dan pemahaman.
    6. Reflection; siswa mengulas dan merangkum materi di akhir pertemuan.
    7. Authentic Assessment; siswa dinilai dan menilai secara objektif.

    8. Model Pembelajaran Tematik

    Pembelajaran tematik adalah pembelajaran yang menggunakan tema dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa (Effendi, 2009: 129)

    Trianto (2010: 78) menyatakan bahwa pembelajaran tematik dimaknai sebagai pembelajaran yang dirancang berdasarkan tema-tema tertentu, dalam pembahasannya tema itu ditinjau dari berbagai mata pelajaran.

    Langkah-langkah pembelajaran tematik adalah sebagai berikut:

    1. Pembukaan atau pendahuluan/eksplorasi
    2. Kegiatan inti/elaborasi, dan
    3. Kegiatan penutup/konfirmasi

    9. Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI)

    Model Pembelajaran Problem Based Instruction (PBI) adalah model pembelajaran yang berorientasi untuk membantu siswa dalam memproses informasi yang sudah ada dengan menghadapkan pada suatu permasalahan yang terjadi di kehidupannya sehari-hari.

    Model pembelajaran PBI (Problem Based Instruction) berguna untuk membantu siswa dalam mengembangkan pola pikir dan kemampuan intelektualnya terhadap penyelesaian suatu masalah melalui proses belajar yang dihadapkan dengan kehidupan sehari-hari (Purwaningsih, 2012).

    Dewi (2016:36) model pembelajaran PBI (Problem Based Instruction) merupakan model pembelajaran yang tidak hanya terfokus pada kemampuan pemahaman materi saja, namun model pembelajaran ini juga memanfaatkan masalah di kehidupan sehari-hari untuk diteliti dan diselesaikan.

    Model pembelajaran PBI (Problem Based Instruction) dilakukan dengan metode mengajar, meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi, penemuan, dan pemecahan masalah.

    Langkah-langkah pembelajaran PBI adalah sebagai berikut:

    1. Menerangkan langkah-langkah dalam pembelajaran Problem Based Instruction.
    2. Memberikan pandangan siswa terhadap masalah.
    3. Mengatur siswa dalam belajar.
    4. Membimbing siswa dalam penelitian secara individu maupun berkelompok.
    5. Mengelaborasi dan menyediakan hasil karya.
    6. Menelaah dan memberikan penilaian atau evaluasi terhadap proses dalam penyelesaian masalah.
    7. Memberikan kesimpulan.

    10. Pembelajaran Inkuiri

    Model pembelajaran inkuiri adalah konsep pembelajaran yang mendorong siswa untuk lebih aktif dalam proses penemuan dan mencari informasi dengan lebih banyak belajar sendiri serta mengembangkan keaktifan dalam memecahkan masalah.

    Proses pembelajaran dikembangkan agar peserta didik terlibat secara aktif pada proses pengamatan, bertanya, mencoba, mengolah data serta menyimpulkan sehingga mencipta suatu pengembangan.

    Nurhadi dkk (2004: 43) mengemukakan bahwa dalam metode inkuiri peserta didik didorong untuk belajar melalui keterlibatan aktif dan mengadakan suatu penelitian (percobaan) untuk menemukan suatu penemuan tertentu.

    Widja (1989:48) model pembelajaran inkuiri adalah suatu Model yang menekankan pengalaman-pengalaman belajar yang mendorong siswa dapat menemukan konsep-konsep dan prinsip.

    Langkah-langkah model pembelajaran inkuiri adalah sebagai berikut:

    1. orientasi masalah
    2. merumuskan masalah
    3. membuat hipotesis
    4. eksplorasi (mengumpulkan informasi atau data)
    5. menguji hipotesis
    6. membuat kesimpulan

    Nah, itulah beberapa model model pembelajaran dan langkah-langkahnya. Semoga bermanfaat, jangan lupa baca artikel pendidikan lainnya di sastrawacana.id/.

  • Apa Itu Discovery Learning? Simak Penjelasan dan Langkah-Langkahnya

    Discovery learning dalam bahasa Indonesia disebut “pembelajaran penemuan” adalah pendekatan dalam proses pembelajaran dimana siswa secara aktif terlibat dalam menemukan dan memahami konsep atau informasi baru melalui eksplorasi dan penelitian mandiri.

    Dalam pembelajaran penemuan, siswa didorong untuk mengembangkan pemahaman yang lebih mendalam dengan mencari jawaban sendiri melalui observasi, eksperimen, diskusi, atau penelitian.

    Dalam discovery, siswa melakukan proses yang disebut cognitive process, yakni melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan, dan inferensi.

    Sementara discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind.

    Metode pembelajaran discovery learning mendorong siswa untuk mengasah keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan analisis, karena mereka harus berpikir secara mandiri untuk menemukan jawaban atau pemahaman baru.

    Dalam konteks pembelajaran penemuan, siswa tidak hanya menguasai konsep atau informasi, tetapi juga belajar bagaimana menghadapi tantangan, berkolaborasi dengan rekan, dan mengembangkan keterampilan mandiri yang akan berguna dalam berbagai situasi di luar kelas.

    Pembelajaran penemuan juga dapat memotivasi siswa secara intrinsik karena memberikan mereka tanggung jawab atas proses pembelajaran mereka sendiri.

    Mengutip dari laman Kemdikbud, model pembelajaran discovery learning sendiri merupakan implementasi Kurikulum 2013 menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses menggunakan 3 (tiga) model pembelajaran.

    Adapun 3 model pembelajaran tersebut antara lain:

    1. Model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning)
    2. Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem-based Learning/PBL)
    3. Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-based Learning/PJBL)

    Dengan menerapkan model pembelajaran tersebut, diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan.

    Adapun langkah kerja model pembelajaran Discovery Learning adalah sebagai berikut:

    1. Pemberian rangsangan (stimulation)
    2. Pernyataan/Identifikasi masalah (problem statement)
    3. Pengumpulan data (data collection)
    4. Pengolahan data (data processing)
    5. Pembuktian (verification)
    6. Menarik simpulan/generalisasi (generalization)
  • Lembaga Sosial: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi, dan Contohnya

    Pengertian Lembaga Sosial

    Lembaga sosial adalah organisasi atau entitas yang memiliki peran dan fungsi dalam masyarakat untuk memenuhi berbagai kebutuhan sosial, ekonomi, dan budaya.

    Lembaga sosial dapat berupa struktur formal atau informal yang diakui oleh masyarakat sebagai bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

    Mereka berkontribusi dalam menjaga keseimbangan dan harmoni dalam masyarakat serta menyediakan layanan dan dukungan kepada anggotanya.

    Pengertian Lembaga Sosial Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian lembaga sosial menurut para ahli.

    1. Leopold Von Weise dan Becker

    Lembaga social adalah jaringan proses hubungan antar manusia dan antar kelompok yang berfungsi memelihara hubungan itu beserta pola-polanya yang sesuai dengan minat kepentingan individu dan kelompoknya.

    2. Robert Mac Iver dan C.H. Page

    Lembaga social adalah prosedur atau tatacara yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antar manusia yang tergabung dalam suatu kelompok masyarakat.

    3. Soerjono Soekanto

    Pranata social adalah himpunana norma-norma dari segala tingkatan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehiduppan masyarakat.

    4. Koentjaraningkrat

    Pranata social adalah suatu system tatakelakuan dan hubungan yang berpusat kepada akatifitas social untuk memenuhi kompleks-kompleks kebutuhan khusus dalam kehidupan masyarakat.

    5. W. Hamilton

    Lembaga merupakan tata cara kehidupan kelompok, yang apabila dilanggar akan dijatuhi berbagai derajat sanksi.

    6. Paul Horton dan Chester L. Hunt

    Lembaga sosial adalah sistem norma-norma sosial dan hubungan-hubungan yang menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

    7. Peter L. Berger

    Lembaga sosial adalah suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap sesuai dengan keinginan masyarakat.

    8. Dede Rosyada (1994:163)

    Melihat pranata-pranata sosial itu muncul dan berkembang sebagai refleksi dari sebuah kebudayaan.

    9. Bruce J. Cohen

    Lembaga sosial merupakan sistem pola sosial yang tersusun rapi dan secara relatif bersifat permanen serta mengandung perilaku tertentu yang kokoh dan terpadu demi pemuasan dan pemenuhan kebutuhan pokok
    manusia.

    10. Harry M. Johnson

    Lembaga sosial adalah seperangkat norma yang terinstitusionalisasi (institutionalized), yaitu: 1) Telah diterima sejumlah besar anggota sistem sosial; 2) Ditanggapi secara sungguh – sungguh; dan 3) Diwajibkan, dan terhadap pelanggarnya dikenakan sanksi tertentu.

    Ciri-Ciri Lembaga Sosial

    Adapun ciri-ciri lembaga sosial adalah sebagai berikut:

    • Memiliki lambang yang secara simbolis menunjukkan tujuan serta fungsi dari lembaga tersebut.
    • Memiliki visi dan misi yang jelas untuk kepentingan bersama.
    • Memiliki kultur serta tradisi khas yang berlaku dalam lembaga dan dipatuhi oleh segenap anggotanya.
    • Memiliki aturan tertulis yang wajib dipatuhi.
    • Memiliki sarana dan prasarana untuk mewujudkan tujuan.
    • Organisasi dari pola-pola pemikiran dan pola-pola perikelakuan.

    Fungsi Lembaga Sosial

    Adapun fungsi lembaga sosial adalah sebagai berikut:

    • Mengatur pribadi manusia agar terlepas dari perasaan dengki, benci, iri untuk menjaga kesucian hati nurani.
    • Mengatur perilaku manusia dalam lingkup masyarakat agar tercipta keselarasan antara kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
    • Memberi pedoman kepada setiap anggota masyarakat dalam bertingkah laku yang baik.
    • Menjaga keutuhan dari masyarakat yang bersangkutan.
    • Sebagai sistem pengendalian sosial.
    • Untuk membantu masyarakat yang sedang membutuhkan pertolongan, baik moral maupun material.
    • Sebagai sarana penggerak pembangunan.
    • Sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan sosial lahir dan batin.

    Contoh Lembaga Sosial

    Berikut ini adalah beberapa contoh lembaga sosial, diantaranya:

    1. Panti Asuhan

    Panti asuhan adalah lembaga sosial yang memberikan tempat tinggal, perawatan, pendidikan, dan perlindungan kepada anak-anak yang terlantar, yatim piatu, atau memiliki latar belakang keluarga yang kurang mampu.

    Tujuan utama dari panti asuhan adalah memberikan lingkungan yang aman, dukungan emosional, pendidikan, dan kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat.

    Di dalam panti asuhan, anak-anak mendapatkan perawatan harian, makanan, pakaian, tempat tinggal, dan akses ke pendidikan.

    Selain itu, panti asuhan juga berusaha menciptakan suasana yang mendukung perkembangan sosial, emosional, dan mental anak-anak.

    2. Partai Politik

    Partai politik adalah organisasi yang dibentuk oleh sekelompok individu dengan tujuan mengambil bagian dalam proses politik dan pemerintahan.

    Partai politik berfungsi sebagai perantara antara warga negara dan pemerintah, serta memiliki peran dalam mewakili kepentingan dan aspirasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan politik.

    3. Lembaga Swadaya Masyarakat

    Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) adalah organisasi non-pemerintah yang dibentuk oleh kelompok atau individu dengan tujuan menjalankan berbagai kegiatan sosial, lingkungan, kemanusiaan, atau advokasi demi kepentingan masyarakat dan lingkungan.

    LSM beroperasi secara independen dari pemerintah dan memiliki peran penting dalam memperjuangkan hak-hak warga negara, memonitor kinerja pemerintah, dan mengadvokasi isu-isu penting dalam masyarakat.

    4. Lembaga Bantuan Hukum

    Lembaga Bantuan Hukum adalah organisasi atau entitas yang berfokus pada penyediaan pelayanan hukum kepada individu atau kelompok yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan hukum.

    Tujuan utama dari lembaga ini adalah untuk memastikan bahwa setiap orang, terlepas dari latar belakang ekonomi atau sosialnya, memiliki akses yang adil dan setara terhadap sistem peradilan dan perlindungan hukum.

    5. Panti Jompo

    Panti Jompo adalah fasilitas atau lembaga yang menyediakan perawatan dan tempat tinggal bagi lansia atau orang tua yang membutuhkan perhatian khusus dan perawatan medis karena kondisi fisik atau kognitif yang memburuk seiring bertambahnya usia.

    Tujuan utama dari Panti Jompo adalah memberikan lingkungan yang aman, nyaman, dan dukungan yang diperlukan bagi lansia yang tidak lagi mampu mandiri atau membutuhkan perawatan intensif.

    6. Karang Taruna

    Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang bergerak di tingkat pedesaan, kelurahan, atau kecamatan, yang bertujuan untuk mengembangkan potensi dan kreativitas pemuda dalam berbagai bidang.

    Karang Taruna memiliki peran penting dalam mengembangkan keterampilan, pengetahuan, dan partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial, budaya, dan pengembangan masyarakat.

    7. Sekolah

    Sekolah adalah lembaga pendidikan formal tempat anak-anak menerima pengajaran, pembelajaran, dan pengembangan keterampilan serta pengetahuan.

    Sekolah memiliki peran penting dalam proses pendidikan, membantu siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai yang diperlukan untuk menghadapi tantangan kehidupan dan berkontribusi dalam masyarakat.

  • 15 Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli

    Manajemen Operasional adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian semua kegiatan operasional yang terlibat dalam menjalankan suatu bisnis atau organisasi.

    Tujuan dari manajemen operasional adalah untuk memastikan bahwa semua proses, sumber daya, dan aktivitas berjalan efisien dan efektif guna mencapai tujuan bisnis secara optimal.

    Ini melibatkan pengelolaan aspek-aspek seperti produksi, pengadaan, distribusi, pengendalian kualitas, pengelolaan persediaan, serta proses-proses sehari-hari yang terkait dengan operasi inti suatu organisasi.

    Dengan mengelola operasi dengan baik, perusahaan dapat mengoptimalkan produktivitas, mengurangi biaya, dan meningkatkan kinerja.

    Pengertian Manajemen Operasional Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian manajemen operasional menurut para ahli.

    1. Herjanto (2008)

    Pengertian manajemen operasional adalah suatu proses yang berkesinambungan dan efektif dalam menggunakan fungsi fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.

    2. Heizer dan Rander (2009:4)

    Menyatakan bahwa manajemen operasional ialah sebuah serangkaian kegiatan yang menghasilkan sebuah nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah suatu input menjadi output.

    3. Stevenson (2009:4)

    Menyatakan bahwa manajemen operasional ialah sebuah sistem manajemen atau serangkaian proses dalam suatu pembuatan produk atau penyediaan jasa.

    4. Pontas M. Pardede (2003 : 13)

    Manajemen operasi dan produksi secara umum dapat diartikan sebagai pengarahan dan pengendalian berbagai kegiatan yang mengolah berbagai jenis sumberdaya untuk membuat barangbarang atau jasa tertentu.

    5. Sofjan Assauri (2004 : 12)

    Manajemen produksi dan operasi merupakan proses pencapaian dan pengoptimalisasian sumber-sumber daya untuk memproduksi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

    6. Richard B Chase (1998)

    Manajemen operasional didefinisikan sebagai desain, operasi dan perbaikan sistem produksi yang menciptakan barang dan jasa utama perusahaan.

    7. Evans dan Collier (2007:5)

    Manajemen Operasional adalah sebuah ilmu dan seni untuk memastikan bahwa suatu barang dan jasa diciptakan dan berhasil dikirim ke suatu pelanggan.

    8.  Daft (2006:216)

    Manajemen Operasional ialah suatu bidang manajemen yang mengkhususkan pada suatu produksi barang, serta menggunakan sebuah alat dan teknik khusus untuk memecahkan masalah produksi.

    9. Prasetya dan Lukiastuti (2011:2)

    Manajemen operasi adalah serangkaian aktivitas yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output. Kegiatan menghasilkan barang dan jasa berlangsung di semua organisasi, baik perusahaan manufaktur maupun jasa.

    10. Wijaya et al dalam (Parinduri et al.,2020:2)

    Dalam pelaksanaan kegiatan produksi perusahaan, diperlukan manajerial yang berguna untuk menerakan keputusan-keputusan dalam upaya pengaturan dan pengkoordinasian penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi yang dikenal sebagai manajemen operasional.

    11. Parinduri, dkk (2020:2)

    Definisi manajeman operasional adalah suatu bentuk dari pengelolaan yang menyeluruh dan optimal pada sebuah masalah tenaga kerja, barang, mesin, peralatan, bahan baku, atau produk apapun yang bisa dijadikan sebuah barang atau jasa yang bisa diperjual belikan.

    12. James Evans dan David Collier dalam Ambarwati (2021:10)

    Pengertian manajemen opeasional adalah ilmu dan seni untuk memastikan bahwa barang dan jasa diciptakan dan berhasil dikirim ke pelanggan.

    13. Subagyo dalam Ambarwati (2021:9)

    Manajemen operasional adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur seluruh kegiatan produksi atau operasional agar dapat dilakukan secara efisien.

    14. Julyanthry et al (2020:7)

    Manajemen operasional secara sederhana dapat diartikan sebagai kegiatan mengelola sumber daya manajemen yaitu mengubah input menjadi output dalam rangka menambah nilai guna suatu barang secara efektif dan efisien.

    15. Rony E. Utama et al (2019:14)

    Manajemen operasional merupakan proses pengambilan keputusan tentang penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi dalam rangka menghasilkan barang atau jasa sehingga mencapai sasaran, yaitu tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat mutu, dengan alokasi biaya yang efisien dan efektif.

  • Peraturan dalam Permainan Bola Voli 2021-2024 Resmi dari FIVB

    FIVB adalah singkatan dari “Fédération Internationale de Volleyball,” yaitu organisasi internasional yang mengatur dan mengawasi olahraga voli di tingkat global.

    Organisasi ini bertanggung jawab untuk mengembangkan dan mempromosikan olahraga voli di seluruh dunia, mengatur kompetisi internasional, serta menetapkan aturan dan standar untuk permainan voli dan pantai (beach volleyball).

    Berikut ini adalah peraturan dalam permainan bola voli tahun 2023 yang dikutip dari PBVSI.

    Peraturan Bolavoli Resmi 2021-2024

    TEKS PERATURAN

    Teks ini ditujukan untuk masyarakat luas Bolavoli – pemain, pelatih, wasit, penonton, komentator, dan lain-lain – karena pemahaman tentang aturan memungkinkan permainan dan kepuasan pribadi yang lebih baik – pelatih dapat menciptakan struktur dan taktik tim yang lebih baik, memberikan kendali penuh kepada pemain untuk menunjukkan keterampilan mereka, dan pemahaman tentang hubungan antara peraturan dengan kejadian di lapangan agar para ofisial dapat mengambil keputusan yang lebih baik.

    Bolavoli bersifat rekreasi dan kompetitif. Olahraga rekreasi menyentuh jiwa manusia dan mempromosikan kehidupan sehat dan “menyenangkan”. Kompetisi memungkinkan orang untuk menunjukkan kemampuan terbaik, kreativitas, kebebasan berekspresi dan semangat juang. Peraturan dirancang dan disusun untuk memungkinkan semua aspek ini berkembang.

    WASIT YANG MENJADI BAGIAN DARI PERMAINAN

    Inti dari wasit yang baik terletak pada konsep keadilan dan konsistensi (diposisikan di tengah kedua lapangan permainan sebagai simbol keseimbangan). Bersama ini memungkinkan para pemain untuk mempercayai tindakan wasit. Namun, wasit harus lebih menjadi fasilitator daripada pengontrol, lebih sebagai dirijen daripada sebagai diktator, lebih sebagai promotor daripada penghukum.

    Dengan memahami alasan mengapa peraturan ditulis dan lebih memahami tujuan dari pertunjukkan tersebut, wasit menjadi bagian besar dari keseluruhan produksi yang sukses, wasit menjadi bagian penting dari suksesnya kegiatan, dengan tetap dibalik layar dan hanya turut serta jika diperlukan. Kita dapat mengatakan bahwa wasit yang baik akan menggunakan peraturan untuk membuat kompetisi menjadi pengalaman yang memuaskan bagi semua pihak.

    Bagi mereka yang telah membaca sejauh ini, dapat melihat peraturan yang akan selalu menjadi elemen penting dalam perkembangan permainan ini, tetapi ingatlah mengapa beberapa paragraf sebelumnya mungkin sama pentingnya bagi Anda dalam posisi Anda sendiri dalam olahraga.

    BAB I. FASILITAS DAN PERALATAN

    1. DAERAH PERMAINAN

    Daerah permainan meliputi lapangan permainan dan daerah bebas, Daerah permainan tersebut harus berbentuk persegi panjang dan simetris

    1.1 DIMENSI

    Lapangan permainan berbentuk persegi panjang dengan ukuran 18 x 9 m, dikelilingi oleh daerah bebas dengan minimal sisi 3 m di semua sisi. Ruang bebas permainan adalah ruang di atas daerah permainan yang bebas dari segala halangan. Ruang bebas permainan harus memiliki ketinggian minimal 7 m dari permukaan lapangan.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, daerah bebas harus berukuran 5 m dari garis samping dan 6,5 m dari garis akhir. Ruang bebas permainan harus memiliki ketinggian minimal 12,5 m dari permukaan lapangan.

    1.2 PERMUKAAN LAPANGAN PERMAINAN

    1.2.1 Permukaan harus datar, horizontal dan seragam. Tidak boleh sampai menimbulkan bahaya cedera bagi pemain. Tidak diperkenankan bermain di lapangan yang tidak rata atau licin.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, hanya lantai kayu atau sintetis yang diperbolehkan. Jenis lantai lainnya harus mendapat persetujuan dari FIVB terlebih dahulu.

    1.2.2 Untuk lapangan indoor permukaan lapangan harus berwarna terang.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, untuk garis digunakan warna putih. Warna lain, berbeda dengan yang lainnya, digunakan untuk lapangan permainan dan daerah bebas. Lapangan permainan dapat berbeda warna yang membedakan daerah depan dan daerah belakang.

    1.2.3 Untuk lapangan outdoor diperkenankan kemiringan 5 mm per meter untuk keperluan drainase. Tidak diperkenankan membuat garis lapangan dari bahan padat yang keras.

    1.3 GARIS – GARIS LAPANGAN

    1.3.1 Semua garis lebarnya 5 cm. Garis-garis tersebut harus berwarna terang dan berwarna lain dari lantai dan garis-garis lainnya.

    1.3.2 Garis-garis batas

    Lapangan permainan ditandai dengan dua garis samping dan dua garis akhir. Kedua garis samping dan garis akhir tersebut termasuk dalam lapangan permainan.

    1.3.3 Garis tengah

    Poros dari garis tengah membagi lapangan permainan menjadi dua bagian lapangan yang sama dengan ukuran masing-masing 9 x 9 m. Tetapi keseluruhan lebar garis tengah merupakan hak milik dari kedua lapangan. Garis ini merupakan kepanjangan dari net, menghubungkan garis samping ke garis samping lainnya.

    1.3.4 Garis serang

    Di setiap lapangan, terdapat garis serang, yang berjarak 3 m di belakang dari poros garis tengah, yang menandai sebagai daerah depan.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, garis serang ditambah dengan garis putus putus dari garis samping dengan total panjang 1,75 m yang terdiri dari 5 garis-garis pendek 15 cm dengan lebar garis 5 cm dan dibuat dengan jarak 20 cm setiap garis.

    1.4 DAERAH DAN AREA

    1.4.1 Daerah depan (serang)

    Dalam setiap lapangan daerah depan (serang) dibatasi poros garis tengah dan ke belakang sampai garis serang.

    Daerah depan (serang) memiliki perpanjangan yang melewati garis samping sampai dengan akhir dari daerah bebas.

    1.4.2 Daerah servis

    Daerah servis adalah daerah selebar 9 m di belakang setiap garis akhir.

    Daerah ini dibatasi oleh dua garis pendek sepanjang 15 cm yang dibuat 20 cm di belakang garis akhir sebagai kepanjangan dari garis samping. Kedua garis pendek tersebut sudah termasuk di dalam batas daerah servis.

    Pada perpanjangan daerah servis adalah ke belakang sampai batas akhir daerah bebas.

    1.4.3 Daerah pergantian

    Daerah pergantian dibatasi oleh perpanjangan dari kedua garis serang hingga ke meja Skorer.

    1.4.4 Daerah pergantian Libero

    Daerah pergantian Libero adalah bagian dari daerah bebas di depan bangku cadangan, yang dibatasi oleh perpanjangan garis serang sampai garis akhir.

    1.4.5 Area pemanasan

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, area pemanasan berukuran sekitar 3 x 3 m, tempatnya adalah di kedua sudut bangku cadangan, di luar daerah bebas asalkan tidak menghalangi pandangan penonton, atau sebagai allternatif berada di belakang bangku cadangan, asalkan ketinggian tribun di atas 2,5 m dari permukaan lapangan.

    1.5 SUHU UDARA (TEMPERATUR)

    Minimum suhu tidak boleh di bawah10°C (50°F)

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, suhu maksimal ditentukan oleh technical delegate dari pertandingan tersebut.

    1.6 LAMPU

    Lampu tidak boleh kurang dari 300 lux

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, Lampu di area bermain tidak boleh kurang dari 2000 lux diukur pada 1 m di atas permukaan area permainan.

    2. NET DAN TIANG-TIANG

    2.1 TINGGI NET

    2.1.1 Dipasang tegak lurus di atas garis tengah dengan ketinggian 2,43 m untuk putra dan 2,24 m untuk putri.

    2.1.2 Ketinggian net diukur dari tengah lapangan permainan. Tinggi net (di atas kedua garis samping) harus sama tinggi dan tidak boleh lebih tinggi 2 cm dari ketinggian yang ditentukan.

    2.2 STRUKTUR NET

    Net memiliki lebar 1 m (+/‐ 3 cm) dengan panjang 9.50 sampai 10 meter (dengan 25 sampai 50 cm pada tiap sisi pita samping) yang terbuat dari jalinan mata jala hitam 10 cm berbentuk persegi.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, berhubungan dengan peraturan pertandingan yang spesifik, Jala hitam net dapat dimodifikasi untuk memfasilitasi periklanan sesuai dengan perjanjian marketing.

    Di bagian atasnya ada pita mendatar, lebar 7 cm, terbuat dari kanvas putih lipat dua, dijahit di seluruh kepanjangan net. Setiap ujung pita terdapat lubang, yang dilewati oleh tali, mengikat pita ke tiang untuk menjaga bagian atasnya tetap kencang.

    Di dalam pita, kabel fleksibel mengikat jaring ke tiang dan menjaga bagian atasnya kencang.

    Di bagian bawah jaring ada pita horizontal lain, lebar 5cm, mirip dengan pita atas, yang dilalui oleh tali. Tali ini mengikat net ke tiang dan menjaga bagian bawahnya tetap kencang.

    2.3 PITA SAMPING

    Dua pita putih dipasang tegak lurus pada net dan dipasang tepat di atas setiap garis samping.

    Lebar pita putih 5 cm dan panjang 1 m dan Pita putih tersebut adalah bagian dari net.

    2.4 ANTENA

    Sebuah antena adalah tongkat yang lentursepanjang 1,80 m dan berdiameter 10 mm terbuat dari fiberglass atau bahan sejenisnya.

    Sebuah antena dipasang pada bagian luar dari setiap pita samping. Antena diletakan berlawanan pada sisi-sisi net.

    Tinggi antena di atas net adalah 80 cm diberi garis-garis yang berwarna kontras sepanjang 10 cm, lebih baik berwarna merah dan putih.

    Antena adalah bagian dari net dan sebagai batas samping dari ruang penyeberangan bola.

    2.5 TIANG-TIANG

    2.5.1 Sebagai penunjang net, tiang-tiang diletakkan dengan jarak 0,50-1,00 m dari luar garis samping. Tinggi 2,55 m dan sebaiknya dapat diatur naik turunnya.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, tiang- tiang ditempatkan pada jarak 1m di luar garis samping dan dilindungi bahan yang empuk.

    2.5.2 Tiang harus bulat dan licin, ditegakkan pada lantai tanpa bantuan kawat-kawat. Tiang harus tidak boleh membahayakan atau ada perlengkapan yang merintangi.

    2.6 PERLENGKAPAN TAMBAHAN

    Semua perlengkapan tambahan harus ditentukan oleh peraturan FIVB.

    3. BOLA

    3.1 STANDAR (KETENTUAN)

    Bola harus bulat, terbuat dari kulit yang lentur atau terbuat dari kulit sintetis yang bagian dalamnya dari karet atau bahan sejenisnya.

    Warna bola harus satu warna yang cerah atau kombinasi dari beberapa warna.

    Bahan kulit sintesis dan kombinasi warna pada bola yang dipergunakan pertandingan resmi internasional harus sesuai dengan standar FIVB.

    Keliling bola 65-67 cm dan beratnya 260-280 g.

    Tekanan udara di dalam bola harus 0.30-0,325 kg/cm2 (4,26-4,61 psi) (294,3-318,82 mbar atau hPa).

    3.2 KESERAGAMAN BOLA

    Semua bola yang dipergunakan dalam suatu pertandingan harus sesuai dengan ketentuan mengenai: keliling, berat, tekanan udara di dalam bola, bentuk, warna dll.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, demikian juga dengan kegiatan Nasional atau kejuaraankejuaraan liga harus menggunakan bola yang disahkan oleh FIVB kecuali dengan adanya persetujuan dari FIVB.

    3.3 SISTEM PENJAGA BOLA

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, lima buah bola harus digunakan. Dalam hal ini ditempatkan enam orang penjaga bola, satu pada setiap sudut daerah bebas dan satu di belakang setiap wasit.

    BAB II PESERTA

    4 TIM

    4.1 KOMPOSISI (SUSUNAN) TIM

    4.1.1 Untuk sebuah pertandingan, sebuah tim bisa terdiri dari maksimal 12 pemain ditambah

    – Staf Pelatih: satu coach, maksimal dua asisten coach.
    – Staf medis: satu therapist tim dan satu dokter.

    Hanya yang terdaftar di score sheet yang berhak masuk ke Area Kompetisi / Kontrol dan mengambil bagian di pemanasan resmi dan pertandingan.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya di bagian Senior:

    Maksimal 14 pemain dapat dicatat di score sheet dan bermain di suatu pertandingan.

    Maksimal lima anggota staf yang duduk di bangku cadangan (termasuk coach ditentukan oleh coach tersebut tetapi harus tercatat di score sheet , dan terdaftar di O-2(bis).

    Manajer Tim atau Jurnalis Tim tidak diperkenankan duduk atau berada di belakang bangku cadangan di dalam area kontrol.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya, dokter dan therapist tim harus merupakan bagian dari delegasi dan terakreditasi oleh FIVB. Tetapi, Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya dibagian Senior, jika mereka tidak termasuk di dalam anggota tim yang duduk di bangku cadangan, mereka harus duduk di daerah yang dibatasi di dalam area kontrol kompetisi atau duduk di tempat khusus yang ditentukan dalam handbook kompetisi tersebut dan hanya dapat mengambil bagian jika diundang oleh wasit untuk menghadapi keadaan darurat seorang pemain. Therapist Tim (walaupun tidak duduk di bangku cadangan) dapat membantu dalam pemanasan sampai dengan dimulainya pemanasan resmi di net.

    Peraturan pertandingan dari setiap kompetisi dapat ditemukan di dalam handbook kompetisi tersebut.

    4.1.2 Satu dari para pemain adalah kapten tim dia harus diberi tanda dalam score sheet.

    4.1.3 Hanya pemain yang tercatat dalam score sheet dapat memasuki lapangan dan bermain dalam pertandingan.

    Pada saat coach dan kapten tim telah menandatangani score sheet (daftar pemain jika menggunakan e-score sheet) pemain yang tercatat tidak dapat diganti.

    4.2 LOKASI TIM

    4.2.1 Para pemain yang tidak bermain harus duduk pada bangku cadangan atau berada di area pemanasan. Coach dan anggota tim yang lain duduk di bangku cadangan tetapi sewaktu-waktu dapat meninggalkannya.

    Bangku cadangan untuk setiap tim terletak di samping meja scorer, di luar daerah bebas.

    4.2.2 Selama pertandingan hanya anggota tim yang diperkenankan masuk ke dalam daerah permainan, untuk duduk di bangku cadangan dan ikut serta pada waktu pemanasan resmi.

    4.2.3 Pemain yang tidak bermain dapat melakukan pemanasan tanpa bola pada:

    4.2.3.1 Selama permainan: di dalam area pemanasan:

    4.2.3.2 Selama time out: pada daerah bebas di belakang lapangan permainannya.

    4.2.4 Selama interval yang ditentukan, pemain dapat melakukan pemanasan menggunakan bola di dalam daerah bebas mereka sendiri.

    4.3 PERLENGKAPAN

    Perlengkapan pemain terdiri dari baju kaos, celana pendek, kaos kaki (seragam) dan sepatu olahraga.

    4.3.1 Warna dan desain baju kaos, celana pendek, kaos kaki harus seragam (kecuali untuk Libero) dan seragam harus bersih.

    4.3.2 Sepatu harus ringan dan lunak dengan karet atau gabungan bahan tanpa hak.

    4.3.3 Baju kaos pemain harus diberi nomor dari 1 sampai dengan 20

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya dibagian Senior, dimana jumlah pemain yang terdaftar lebih banyak, maka nomor boleh ditambah.

    4.3.3.1 Nomor harus ditempatkan pada baju kaos di tengah depan dan di tengah belakang. Warna dan terangnya nomor harus kontras dengan warna dan terangnya baju kaos.

    4.3.3.2 Tinggi nomor dada minimal 15 cm dan nomor punggung 20 cm. Garis yang membentuk angka harus minimal selebar 2 cm.

    4.3.4 Pada baju kaos kapten tim dibagian dada harus terdapat garis berukuran 8 x 2 cm di bawah nomor dada.

    4.3.5 Dilarang menggunakan seragam dengan warna yang berbeda dengan anggota pemain yang lain (kecuali Libero) dan/atau tanpa nomor sesuai.

    4.4 PERGANTIAN PERLENGKAPAN

    Wasit pertama dapat mengizinkan seorang pemain atau lebih untuk:

    4.4.1 Bermain tanpa sepatu.

    4.4.2 Mengganti seragam yang basah atau rusak di antara set atau setelah pergantian, asal warna, desain dan nomor seragam yang baru sama.

    4.4.3 Bermain dengan memakai training suit di cuaca dingin, asal saja warna dan desain untuk seluruh tim (kecuali Libero) seragam dan bernomor sesuai peraturan 4.3.3

    4.5 BENDA-BENDA TERLARANG

    4.5.1 Dilarang memakai benda-benda yang dapat menyebabkan cedera atau memberikan keuntungan semu bagi pemain.

    4.5.2 Pemain dapat memakai kacamata atau lensa kontak atas resiko mereka sendiri.

    4.5.3 Bantalan kompres (alat pelindung cedera) dapat digunakan sebagai pelindung.

    Untuk kejuaraan FIVB, kejuaraan dunia dan kompetisi resmi lainnya dibagian senior, alat tersebut harus menggunakan warna yang sama sebagai bagian dari seragam, Hitam, Putih atau warna netral juga dapat digunakan asalkan semua pemain yang mengenakan alat tersebut menggunakan warna yang sama.

    5 PEMIMPIN TIM

    Kapten tim dan coach, mereka berdua bertanggung jawab atas sikap dan disiplin anggota timnya. Libero boleh sebagai kapten tim ataupun kapten bermain.

    5.1 KAPTEN

    5.1.1 SEBELUM PERTANDINGAN, kapten tim mewakili timnya di dalam undian, lalu menandatangani score sheet.

    5.1.2 SELAMA PERTANDINGAN BERLANGSUNG, dan pada saat berada di dalam lapangan, kapten tim adalah kapten bermain. Pada saat kapten tim tidak berada di dalam lapangan, coach atau kapten tim harus menunjuk pemain lain di dalam lapangan, untuk berfungsi sebagai kapten bermain. Kapten bermain tetap memilik tanggungjawabnya sampai dia diganti atau kapten tim kembali bermain atau berakhirnya set.

    Pada saat bola keluar lapangan, hanya kapten bermain mempunyai hak berbicara kepada wasit untuk:

    5.1.2.1 Untuk menanyakan penjelasan mengenai penerapan atau interpretasi dari peraturan dan juga mewakili temannya untuk mengajukan pertanyaan. Jika kapten bermain tidak setuju dengan penjelasan dari wasit pertama, dia dapat mengajukan protes atas sebuah keputusan dan segera memberi tahu wasit pertama, bahwa dia akan menggunakan hak untuk mencatat protes resmi dalam score sheet pada akhir pertandingan ;

    5.1.2.2 Untuk mohon izin:

    a) Untuk mengganti sebagian atau seluruh perlengkapan.
    b) Untuk mem-verifikasi posisi dari timnya.
    c) Untuk memeriksa lantai, net, bola dll;

    5.1.2.3 Untuk mengajukan permintaan time out dan pergantian pemain jika coach sedang berhalangan kecuali tim memiliki asisten coach yang telah mengambil alih fungsi coach

    5.1.3 PADA AKHIR PERTANDINGAN, kapten tim:

    5.1.3.1 Berterima kasih kepada para wasit dan menandatangani score sheet untuk mengesahkan hasil pertandingan;

    5.1.3.2 Jika sebelumnya sudah memberitahukan wasit pertama dia dapat menyatakan dan mencatat protes resmi pada score sheet berkenaan dengan penerapan atau interpretasi peraturan oleh wasit.

    5.2 COACH

    5.2.1 Selama pertandingan, coach mengatur timnya dari luar lapangan permainan. Dia memilih pemain yang main pertama, pergantian pemain, dan meminta time out. Dalam menjalankan tugasnya ini dia berhubungan dengan wasit kedua.

    5.2.2 SEBELUM PERTANDINGAN, coach mencatat ulang atau memeriksa nama-nama dan nomor dari pemainnya dalam score sheet, kemudian menandatangani.

    5.2.3 SELAMA PERTANDINGAN, coach:

    5.2.3.1 Sebelum dimulai tiap set, memberikan daftar posisi yang telah diisi dan ditanda tangani, kepada wasit kedua atau skorer; Jika menggunakan aplikasi Tablet, data dikirim secara otomatis melalui tablet dianggap resmi.

    5.2.3.2 Duduk di bangku cadangan paling dekat dengan skorer, tetapi dapat meninggalkan tempat itu.

    5.2.3.3 Mengajukan time out dan pergantian pemain,

    5.2.3.4 Sama seperti anggota tim lainnya, dapat memberikan instruksi kepada para pemain di lapangan. Coach dapat memberikan instruksi ini sambil berdiri atau berjalan di daerah bebas di depan bangku cadangan timnya dari perpanjangan garis serang sampai ke area pemanasan, jika terletak di sudut Area Kontrol Kompetisi, tanpa mengganggu atau menghambat pertandingan. Jika area pemanasan terletak di belakang bangku cadangan tim, maka coach dapat bergerak dari perpanjangan garis serang sampai dengan ujung lapangan timnya, tetapi tanpa menghalangi pandangan hakim garis.

    5.3 ASISTEN COACH

    5.3.1 Asisten coach duduk dibangku cadangan, tetapi tidak berhak ikut campur di dalam pertandingan.

    5.3.2 Bila coach harus meninggalkan tim-nya dengan alasan apapun termasuk terkena sanksi, tetapi tidak untuk masuk ke lapangan sebagai pemain, asisten coach dapat mengambil alih/menggantikan fungsi dari coach selama durasi coach tersebut berhalangan, setelah dikonfirmasi kepada wasit oleh kapten bermain.

  • 5 Shinobi Terkuat yang Dibangkitkan di Perang Dunia Shinobi Keempat

    Perang Shinobi Keempat merupakan salah satu perang terbesar dalam sejarah dunia Shinobi.

    Hal ini karena untuk pertama kalinya kelima desa shinobi bersatu untuk satu tujuan, yaitu mengalahkan Madara Uchiha.

    Selain melawan Madara Uchiha, mereka juga harus berhadapan dengan pasukan Zetsu Putih yang jumlahnya tak terhitung.

    Serta yang paling mengejutkan adalah ketika mereka harus bertarung melawan para shinobi yang telah tiada.

    Para shinobi terdahulu yang dibangkitkan merupakan para shinobi terbaik di masanya. Hal ini tentu membuat para pasukan Shinobi kesulitan.

    Namun, dari banyaknya Shinobi yang dibangkitkan kembali, siapakah yang paling kuat?

    Baca Juga: 5 Fakta Minato Namikaze, Si Kilat Kuning dari Konoha

    1. Nagato

    Nagato adalah salah satu pendiri dari organisasi Akatsuki. Nagato merupakan murid dari Sannin Legendaris, Jiraiya.

    Nagato merupakan seorang ninja yang sangat hebat karena dia memiliki mata Rinnegan yang membuatnya mampu menguasai berbagai jutsu. Bahkan dia pernah meratakan desa Konoha dengan sekali serangan.

    Dia merupakan salah satu shinobi terkuat yang dibangkitkan di Perang Dunia Shinobi Keempat.

    Setelah dibangkitkan, dia bersama Itachi bertarung dengan Naruto dan Killer Bee dan bahkan hampir mengalahkan mereka.

    2. Itachi Uchiha

    Itachi merupakan salah satu anggota klan Uchiha paling berbakat. Namun karena adanya konflik, dia diharuskan untuk membantai seluruh anggota klannya.

    Itachi juga merupakan salah satu anggota Akatsuki yang merupakan partner dari Kisame Hoshigaki.

    Pada Perang Dunia Shinobi Keempat, Itachi dibangkitkan bersama Nagato dan ditugaskan untuk bertarung melawan Naruto dan Killer Bee.

    Namun, Itachi mampu melepaskan diri dari Edo Tensei Kabuto dan langsung menuju tempat persembunyianya.

    Kemudian Itachi bersama adiknya, Sasuke, bertarung melawan Kabuto dan berhasil mengalahkannya menggunakan jutsu Izanami.

    3. Minato Namikaze

    Minato merupakan Hokage keempat di desa Konoha. Dia adalah ayah dari Hokage Ketujuh, Naruto Uzumaki.

    Minato dikenal sebagai shinobi yang jenius dan berbakat. Dia mampu menggunakan jutsu Hiraishin yang membuatnya dijuluki sebagai “Kilat Kuning Konoha”.

    Dia juga mampu menciptakan jutsu Rasengan serta pernah menghabisi 1000 Shinobi Iwagakure di Perang Dunia Shinobi Ketiga.

    Minato memiliki peran yang besar ketika dibangkitkan di Perang Dunia Shinobi Keempaat. Dia juga mampu menguasai chakra dari Kurama (Monster Ekor Sembilan) yang membuatnya menjadi semakin kuat.

    Baca Juga: 5 Karakter yang Seharusnya Dibangkitkan Saat Perang Dunia Shinobi Keempat

    4. Hashirama Senju

    Hashirama merupakan Hokage Pertama sekaligus pendiri dari desa Konoha. Dia juga merupakan saudara dari Hokage Kedua, Tobirama Senju.

    Hashirama merupakan Shinobi yang sangat hebat. Dia mampu menguasai berbagai elemen dan bisa menggunakan Sage Mode.

    Karena kehebatannya tersebut, Hashirama sering dijuluki sebagai “Dewa Shinobi”. Dia juga merupakan satu-satunya orang yang mampu mengalahkan Madara Uchiha.

    Akan tetapi, Hashirama tidak dibangkitkan dengan kekuatan penuh ketika Perang Dunia Shinobi Keempat. Hal ini membuatnya dikalahkan oleh Madara Uchiha.

    Namun, Hashirama tetap menjadi sosok penting dibalik kemenangan pasukan aliansi Shinobi di Perang Dunia Shinobi Keempat.

    5. Madara Uchiha

    Madara merupakan salah satu shinobi terkuat di dunia. Dia merupakan pendiri desa Konoha bersama sahabat masa kecilnya, Hashirama Senju.

    Namun karena perbedaan pandangan, Madara memutuskan untuk bertarung dengan Hashirama dan berencana untuk menghancurkan desa Konoha.

    Akan tetapi usahanya tersebut berhasil digagalkan oleh Hashirama dan membuatnya hampir mati.

    Karena usianya yang semakin tua, Madara meminta Obito Uchiha untuk meneruskan tekadnya dan membangkitkannya suatu saat nanti.

    Obito pun menepati janjinya dan membangkitkan Madara pada Perang Dunia Shinobi Keempat.

    Madara merupakan villain yang paling kuat, bahkan 5 kage sekalipun tidak mampu untuk mengalahkannya.

    Namun, pada penghujung perang, Madara yang saat itu telah menjadi Jinchuriki Juubi (Monster Ekor Sepuluh), dibunuh oleh Zetsu Hitam.

    Itulah 5 karakter terkuat yang dibangkitkan di Perang Dunia Shinobi Keempat. Baca artikel Anime lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 7 Alasan Kenapa Pesawat Dominan Berwarna Putih

    7 Alasan Kenapa Pesawat Dominan Berwarna Putih

    Kenapa banyak pesawat berwarna putih? Mungkin kamu bertanya-tanya tentang masalah ini.

    Ya, hampir semua pesawat lebih dominan berwarna putih. Kalaupun ada warna lain, itu hanya digunakan sebagai motif atau aksen saja untuk mempercantik tampilan. Sementara warna dasar atau warnanya tetap putih.

    Hal tersebut karena ada beberapa alasan teknis dan praktis yang mendukung pemilihan warna ini. Berikut adalah beberapa alasan mengapa pesawat umumnya berwarna putih:

    1. Pemantul Panas Matahari

    Warna putih memiliki kemampuan yang baik untuk memantulkan sinar matahari. Karena pesawat terbang di ketinggian maka akan terpapar langsung oleh radiasi matahari yang kuat.

    Warna putih membantu mengurangi penyerapan panas dan mencegah suhu dalam kabin dan struktur pesawat menjadi terlalu tinggi.

    Baca juga: Cara Penulisan Nama di Tiket Pesawat yang Benar

    2. Pengaruh Suhu

    Ketika pesawat terbang di atmosfer yang bervariasi, dapat mengalami perubahan suhu yang signifikan.

    Maka, warna putih membantu menghindari ekspansi dan kontraksi yang cepat akibat perubahan suhu ekstrem, yang dapat mengurangi risiko kerusakan struktural pada pesawat.

    3. Penglihatan dan Identifikasi

    Warna putih membuat pesawat lebih mudah terlihat di langit, terutama saat terbang di langit biru atau awan.

    Ini dapat membantu pengendara lalu lintas udara dan pengawas udara dalam mengidentifikasi pesawat dengan lebih baik.

    4. Perawatan dan Pemeliharaan

    Warna putih memungkinkan kerusakan atau retakan pada permukaan pesawat lebih mudah terlihat, yang mempermudah proses perawatan dan pemeliharaan.

    Selain itu, warna putih juga lebih kuat, tidak mudah luntur bila dibandingkan dengan warna lainnya.

    Biaya cat pesawat amatlah tinggi, sehingga warna putih dapat menghemat biaya perawatan dalam periode waktu tertentu.

    5. Branding dan Identitas Perusahaan

    Banyak maskapai penerbangan memiliki branding khusus dengan warna dan desain tertentu.

    Warna putih sering digunakan sebagai dasar, sehingga lebih mudah untuk menambahkan logo dan elemen-elemen perusahaan lainnya.

    6. Bobot dan Efisiensi Bakar

    Meskipun dampaknya mungkin tidak begitu signifikan, warna putih dapat sedikit mengurangi penyerapan panas dan oleh karena itu mengurangi beban termal pada pesawat sehingga memiliki efek kecil pada efisiensi bahan bakar.

    Baca juga: Hanya Profesi Dokter yang Dicantumkan di Tiket Pesawat, Ini Alasannya

    7. Estetika dan Tampilan Umum

    Warna putih memberikan kesan kesederhanaan dan profesionalisme. Selain itu, itu juga memberikan tampilan yang bersih dan terawat pada pesawat, yang penting untuk citra perusahaan.

    Nah, itulah beberapa alasan kenapa pesawat warna putih. Temukan artikel menarik lainnya di Sastrawacana.i.d

  • Syarat Interaksi Sosial Adalah? Ini Jawaban dan Penjelasannya

    Interaksi sosial adalah hubungan dan pertukaran antara individu atau kelompok dalam suatu masyarakat.

    Interaksi sosial memiliki peran penting dalam membentuk norma-norma sosial, nilai-nilai budaya, dan struktur masyarakat.

    Melalui interaksi sosial, individu membangun hubungan interpersonal, mengembangkan identitas sosial, dan memahami peran mereka dalam kelompok dan masyarakat lebih luas.

    Syarat Interaksi Sosial

    Menurut Soerjono Sukanto, interaksi sosial tidak akan mungkin terjadi apabila tidak memenuhi dua syarat, yaitu adanya kontak sosial, dan komunikasi.

    Simak penjelasannya berikut ini.

    Kontak Sosial

    Kontak sosial berasal dari bahasa latin con atau cum yang artinya bersama-sama dan kata tango yang artinya menyentuh.

    Jadi secara harfiah, arti kontak adalah bersama-sama menyentuh. Sedangkan secara fisik, kontak baru terjadi apabila terjadi hubungan badaniah.

    Namun, sebagai gejala sosial tidak berarti harus hubungan badaniah, karena orang dapat mengadakan hubungan tanpa harus menyentuhnya, misalnya dengan cara berbicara dengan orang yang bersangkutan.

    Kemudian, seiring berkembangnya teknologi saat ini, orang-orang dapat berhubungan satu sama lain melalui telepon, telegraf, radio, internet, media sosial, sehingga tidak perlu memerlukan sentuhan badaniah.

    Kontak sosial sendiri dapat berlangsung dalam tiga bentuk, yakni: Antara orang perorangan, Antara orang perorangan dengan suatu kelompok manusia atau sebaliknya, dan Antara suatu kelompok manusia dengan kelompok manusia lainnya.

    Komunikasi

    Komunikasi adalah proses penyampaian dan pertukaran informasi, gagasan, perasaan, atau pesan antara individu atau kelompok.

    Tujuan utama komunikasi adalah untuk memahami dan dipahami, sehingga informasi dapat disampaikan dengan jelas dan efektif.

    Komunikasi melibatkan berbagai elemen seperti kata-kata, bahasa tubuh, ekspresi wajah, nada suara, dan media komunikasi seperti tulisan atau gambar.

    Komunikasi yang baik memerlukan keterlibatan aktif dari semua pihak yang terlibat, serta kemampuan mendengarkan, merespons, dan memahami sudut pandang orang lain.

  • Contoh Teks Pidato Tentang Kemerdekaan Singkat dan Bermakna

    Pidato tentang kemerdekaan adalah sebuah pidato yang disampaikan untuk memperingati dan merayakan kemerdekaan Indonesia.

    Dalam pidato ini, biasanya diungkapkan rasa syukur, penghormatan, dan penghargaan kepada para pahlawan dan pejuang kemerdekaan yang telah berjuang.

    Pidato ini juga dapat mencerminkan semangat dan nilai-nilai nasionalisme, persatuan, dan kebanggaan atas identitas budaya dan sejarah bangsa tersebut.

    Selain itu, pidato tentang kemerdekaan juga dapat berisi refleksi tentang perjalanan bangsa sejak meraih kemerdekaan hingga saat ini.

    Pidato tentang kemerdekaan dapat membahas pencapaian-pencapaian, tantangan-tantangan, serta tujuan-tujuan untuk masa depan.

    Pesan-pesan inspiratif dan motivasi untuk terus membangun dan memajukan negara juga sering kali diungkapkan dalam pidato ini.

    Contoh Pidato Tentang Kemerdekaan

    Berikut adalah contoh pidato kemerdekaan singkat dan padat.

    Assalamualaikum, wr, wb.

    Hadirin yang saya hormati,

    Marilah kita berkumpul pada kesempatan yang berharga ini untuk merayakan sebuah perjuangan yang tak terlupakan dalam sejarah bangsa kita: perjuangan menuju kemerdekaan.

    Kemerdekaan bukanlah sekadar sebuah kata, tetapi sebuah semangat yang menggetarkan jiwa dan menjadi tonggak bersejarah dalam perjalanan bangsa kita tercinta, Indonesia.

    Negara kita meraih kemerdekaan setelah melewati perjuangan yang penuh pengorbanan dan semangat kebersamaan.

    Pahlawan-pahlawan kita telah berjuang dengan gigih, mengorbankan darah dan nyawa agar bendera merah putih bisa berkibar dengan gagah di atas tanah air tercinta ini.

    Mereka tidak hanya melawan penjajahan fisik, tetapi juga menghadapi rintangan psikologis, sosial, dan ekonomi dengan tekad yang tak tergoyahkan.

    Hari kemerdekaan adalah saat yang tepat bagi kita untuk merefleksikan makna sebenarnya dari kemerdekaan.

    Kita harus menghormati perjuangan para pahlawan dengan menjaga dan memperkuat fondasi negara yang mereka bangun dengan darah, keringat, dan air mata.

    Kemerdekaan mengajarkan kita tentang nilai-nilai luhur, seperti persatuan, keragaman, dan keadilan.

    Kita adalah bangsa yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan budaya, namun kita bersatu dalam semangat Indonesia.

    Kita tidak boleh membiarkan perbedaan itu merobek persatuan kita; sebaliknya, marilah kita merayakan kekayaan budaya kita sambil menjaga solidaritas kita sebagai bangsa.

    Kemerdekaan juga membawa tanggung jawab besar. Kita harus memastikan bahwa setiap warga negara menikmati hak yang sama, bahwa kesempatan dan kesejahteraan dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat.

    Kita harus mengatasi tantangan seperti kemiskinan, ketidaksetaraan, dan korupsi untuk membangun fondasi yang kokoh bagi generasi mendatang.

    Hadirin yang saya hormati,

    Marilah kita jadikan peringatan kemerdekaan ini sebagai momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan dedikasi untuk memajukan Indonesia.

    Kita adalah pewaris nilai-nilai luhur, dan tugas kita adalah melanjutkan perjuangan mereka yang telah berjuang begitu keras demi masa depan yang lebih baik.

    Mari kita bergandengan tangan, bersatu dalam perbedaan, dan bersama-sama kita menjalani perjalanan panjang ini menuju kemajuan. Bersama, kita bisa meraih impian-impian besar untuk Indonesia. Merdeka! Dirgahayu Indonesia!

    Sekian yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya mohon maaf.

    Waalaikumsalam, wr, wb.

    Nah, itulah contoh teks pidato tentang kemerdekaan singkat dan padat.