Kategori: Pendidikan

  • 7 Kegiatan yang Cocok Dilakukan Saat Hari Pahlawan

    7 Kegiatan yang Cocok Dilakukan Saat Hari Pahlawan

    Hari Pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November setiap tahunnya. Hari dimana masyarakat seluruh Indonesia memiliki kesemptan untuk mengenang jasa Para Pahlawan yang telah mendahului kita.

    Semua kegiatan yang dilakukan bukan hanya untuk senang-senang tapi didalamnya harus selalu ada suatu pelajaran yang dapat mengingatkan dan mengajarkan kepada para penerus bangsa agar memiliki semangat juang seperti para pendahulu kita.

    Nah, kegiatan seperti apa sih, yang bisa dilakukan untuk menyambut Hari Pahlawan? Yuk. Kita simak ulasan yang berikut ini.

    1. Kerja Bakti

    Kegiatan ini dapat di selenggarakan dari pihak desa atau sekolah dan instansi. Kegiatan yang sangat umum ini dapat menumbuhkan rasa gotong royong dan peduli terhadap lingkungan yang dapat dikerjakan secara bersamaan.

    2. Upacara Bendera

    Inilah hal yang paling penting, yaitu mengadakan upacara. Upacara khusus ini menyimbolkan kehormatan dari bangsa kepada Para Pahlawan yang telah gugur setelah berjuang demi kemerdekaan RI.

    3. Berkunjung Ke Museum

    Mungkin bagi kamu yang tidak suka berdiam diri dirumah, atau panas-panas an. Kamu dapat mengunjungi museum di kota terdekat kamu, selain mendapatkan hiburan kamu juga bisa mendapatkan wawasan tambahan tentang sejarah. Sungguh bermanfaat bukan.

    4. Teatrikal

    Nah, kegiatan inilah yang paling seru. kamu bisa mengadakan acara atau mengikuti teatrikal untuk menyambut Hari Pahlawan. Kamu bisa beradu akting dengan kawan mu. Kamu juga bisa mengasah skill terpendam kamu yang ternyata kamu jago dalam akting.

    5. Ziarah Ke Makam Pahlawan

    Salah satu kegiatan sakral bisa kamu lakukan dengan cara berziarah ke Makam Pahlawan guna memperingati Hari Pahlawan. Kamu bisa memanjatkan doa dan memberikan taburan bunga di atas makam.

    6. Nonton film perjuangan

    Memang benar ya, semua kegiatan bisa dilakukan untuk menyambut hari besar ini. salah satunya adalah dengan memutar dan menonton film perjuangan bersama. Kegiatan ini akan sangat lengkap jika kamu mengajak orang terdekat, teman dan keluarga untuk menonton film ini. wahh, pasti seru nih.

    7. Baca buku biografi pahlawan

    Terakhir nih, Bagi para kutu buku atau pecinta novel. Yuk, sebentar saja coba baca buku biografi Pahlawan terdahulu atau sejarah RI. Hal sederhana ini ternyata bermanfaat untuk menumbuhkan rasa cinta, kekaguman dan semangat yang ditularkan oleh Para Pejuang melalui suatu buku.

    Nah, itulah 7 kegiatan seru, sakral dan menarik yang bisa kamu lakukan untuk menyambut Hari Pahlawan. Gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin, dan ingatlah selalu bahwa terdapat hal yang bisa dicontoh dari para pejuang dahulu yang selalu memiliki semangat juang hingga akhir nafas.

  • Pengertian Standar Deviasi Beserta Cara Menghitungnya

    Pengertian Standar Deviasi Beserta Cara Menghitungnya

    Standar deviasi adalah ukuran atau nilai statistik yang digunakan untuk mengukur jumlah variasi serta sebaran dari sejumlah nilai data.

    Standar deviasi juga sering disebut sebagai simpangan baku yang disimbolkan dengan alfabet Yunani Sigma σ atau huruf Latin s. Sedangkan dalam bahasa Inggris, standar deviasi disebut standard deviation.

    Cara menghitung standar deviasi adalah dengan mencari mean dan varian dari data tersebut sebelum ditentukan standar deviasinya.

    Umumnya, semakin rendah standar deviasi maka semakin mendekati rata-rata. Sedangkan jika nilai standar deviasi semakin tinggi maka semakin lebar rentang variasi datanya. Jadi, standar deviasi adalah jumlah perbedaan dari nilai sampel terhadap rata-rata.

    Standar deviasi juga bisa menyatakan sampel data dari suatu populasi. Misalnya ketika ingin mengetahui nilai yang siswa di sebuah kota, maka diperlukan sampelnya.

    Misal jumlah siswa adalah 10.000 orang, maka diambil sampel 1.000 orang. Dari hasil riset sampel, didapati data dengan standar deviasi. Semakin besar standar deviasi tersebut, maka keragaman sampel semakin besar pula.

  • 7 Fakta Tembok Besar China yang Belum Banyak Diketahui

    7 Fakta Tembok Besar China yang Belum Banyak Diketahui

    Tembok besar China dibangun sendiri oleh tangan manusia berabad-abad silam. Coba bayangkan, bagaimana cara mereka bisa membangun tembok sepanjang ini? Jika menurut nalar sangat tidak mungkin bukan? Inilah yang menjadikan tembok besar china masuk ke dalam 7 keajaiban dunia yang patut dijaga.

    Nah, selain kemegahan dan keunikannya ternyata tembok ini juga menyimpan beberapa fakta yang menarik untuk diulas. Berikut diantaranya:

    1. Tingginya Capai 26 Kaki

    Seperti yang kita ketahui, bangunan di tembok besar China tidaklah sama. Ada beberapa titik yang menjulang dan ada pula bagian yang sedikit rendah. Namun titik tertingginya berada di atas menara jam yaitu 26 kaki.

    2. Waktu Pembangunan yang Sangat Lama

    Proses pembangunan tembok besar china ini memakan waktu lebih dari 2 ribu tahun. Yang secara bergantian para pemimpin Dinasti tersebut melanjutkan pembangunannya.

    3. Tidak Diketahui Keberadaanya

    Meskipun tembok ini telah dibangun dan sudah berdiri sejak berabad-abad yang lalu. Ternyata tidak semua orang mengetahui keberadaanya. Barulah, saat penjelajah portugis (Bento De Gois) menginjakkan kaki di tanah China. Ia menemukan tembok ini dan mengumumkannya ke khalayak ramai. Sehingga tembok besar China mulai dikenal oleh seluruh masyarakat di belahan dunia.

    4. Mitos yang Menyelimuti

    Kabarnya, dalam pembangunan tembok besar China memakai tulang manusia sebagai bahan pembuatannya. Namun, hal itu tidak lah benar. Bahan baku yang dipakai saat itu adalah bahan yang bisa ditemukan di sana seperti kayu, batu bara, genting, tanah liat, dan batu  kapur. Dan ada hal unik juga, mereka menambahkan gumpalan nasi sebagai tamaban bahan baku. Karena mereka percaya bahwa gumpalan nasi mampu mempererat bahan bangunan.

    5. Tidak Ada Pembangunan Lanjutan Selama Berabad-Abad

    Menurut datanya, pembangunan tembok besar China berakhir pada tahun 1644 ketika penguasa terakhir Dinasti Ming dilengserkan. Setelah itu, tidak ada penerusan untuk membangun tembok ini. Yang ada hanya perawatan saja.

    6. Banyaknya Tenaga Kerja

    Sesuai dengan ukuran panjangnya serta waktu pengerjaannya yang sangat panjang. Sehingga banyak sekali para pekerja yang ikut serta dalam pembangunan. Untuk berapa jumlah pastinya tidak bisa diketahui. Tapi menurut beberapa penelitian, diperkirakan jumlahnya mencapai 800.000 orang.

    7. Memiliki Banyak Nama

    Sejak berdirinya, tembok ini memiliki banyak nama dan sering diganti-ganti. Mulai dari “Barrier”,”Fortress”,”Rampant”,”Purple Frontier” dan ”Earth Dragon”. Hingga nama nya diresmikan pada abad ke 19 yaitu “The Great Wall Of China”.

    Author  : Maulidiyah

  • Peninggalan Kerajaan Kediri (Candi, Prasasti, Kitab)

    Peninggalan Kerajaan Kediri (Candi, Prasasti, Kitab)

    Kerajaan Kediri atau yang sering disebut sebagai Kerajaan Panjalu ini berdiri pada tahun 1042 dan runtuh pada tahun 1222 di kota Daha, yang sekarang bernama Kediri, Jawa Timur.

    Dalam sejarahnya, Kerajaan Kediri memiliki banyak peninggalan-peninggalan yang patut dilestarikan. Adapun peninggalan tersebut mulai dari kitab, prasasti, sampai candi.

    Salah satu kitab peninggalan Kerajaan Kediri yang terkenal adalah kitab Kresnayana. Kemudian, prasasti peninggalan Kediri yang cukup tersohor adalah prasasti jaring. Sedangkan candi peninggalan Kerajaan Kediri yang dikenal sampai saat ini adalah Candi Penataran.

    Candi Peninggalan Kerajaan Kediri

    Untuk lebih jelas, berikut adalah beberapa peninggalan Kerajaan Kediri:

    1. Candi Penataran

    Candi Penataran berada di lereng Gunung Kelud bagian Barat Daya, tepatnya di utara Kota Blitar. Banyak yang mengatakan ika Candi Penataran adalah candi termegah di Jawa Timur. Menurut sejarah, Candi Penataran dibangun saat masa kepemerintahan Raja Srengga hingga kepemerintahan Raja Wikramawardhana atau sekitar abad ke 12 hingga 14 Masehi.

    2. Candi Mirigambar

    Candi Mirigambar adalah candi peninggalan Kerajaan Kediri yang ditemukan di lapangan desa Mirigambar, Kec. Sumbergempol, Tulungagung, Jawa Timur. Candi Mirigambar diperkirakan sudah ada sejak tahun 1214 Saka. Strukturnya terbuat dari batu bata merah, seperti halnya kebanyakan candi-candi yang ada di Jawa Timur.

    3. Candi Tondowongso

    Candi Tondowongso ditemukan di Desa Gayam, Kec. Gurah, Kediri-Jawa Timur pada tahun 2007. Jika dilihat dari gaya dan bentuk arca yang ditemukan di sekitar candi, dipercaya bahwa candi ini dibangun pada abad ke 9.

    3. Candi Gurah

    Candi Gurah ditemukan di Kec. Gurah, Kediri Jawa Timur. Candi ini ditemukan pada tahun 1957 dengan ukuran 9 meter x 9 meter.

    4. Candi Tuban

    Candi Tuban adalah salah satu peninggalah Kerajaan Kediri yang terkenal. Namun sayang, kini telah luluh lantah dan hanya tersisa pondasinya saja. Candi ini berjarak sekitar 500 meter saja Candi Mirigambar.

    Prasasti Peninggalan Kerajaan Kediri

    1. Prasasti Jaring

    Prasasti Jaring adalah prasasti yang berada di Lodaya, tepatnya di Jaring, Kembangarum, Sutojayan, Blitar, Jawa Timur. Pertama kali ditemukan oleh Thomas Raffles. Ukurannya mencapai 166 cm x 86 cm x 67 cm. Menurut keterangannya, prasasti Jaring dibuat pada tanggal 19 November 1181 yang berisi seputar keinginan dan harapan para penduduk sekitar.

    2. Prasasti Kamulan

    Prasasti Kamulan adalah prasasti yang menceritakan kisah berdirinya Kabupaten Trenggalek pada tanggal 31 Agustus 1194 tepatnya pada hari Rabu Kliwon. Diperkirakan prasasti ini sudah ada sejak tahun 1194 Masehi pada masa pemerintahan Raja Ketajaya. Prasasti ini ditemukan di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur tepatnya di Desa Kamulan, Kecamatan Durenan.

    3. Prasasti Galunggung

    Prasasti Galunggung adalah prasasti peninggalan Kerajaan Kediri yang aksaranya terdapat ukiran aksara Jawa Kuno. Prasasti yang memiliki ukuran 160 cm X 80 cm X 75 cm ini ditemukan di Rejotangan, Tulung Agung, Jawa Timur.

    4. Prasasti Talan

    Prasati Talan diperkirakan sudah ada sejak tahun 1058 Saka atau 1136 Masehi. Prasati ini ditemukan di sekitar Desa Gurit, Blitar, Jawa Timur. Konon, Prasasti Talan bercerita mengenai masuknya Desa Talan ke wilayah Panumbang.

    5. Prasasti Panumbangan

    Prasasti Panumbangan adalah sebuah prasasti yang diperkirakan dibuat pada 2 Agustus 1120, yakni pada masa pemerintahan Maharaja Bameswara. Prasasti Panumbangan sendiri berisi informasi tentang penetapan Desa Panumbangan sebagai desa yang bebas pajak kala itu.

    6. Prasasti Ngantang

    Prasasti Ngantang adalah prasasti yang berada di Malang, Jawa Timur. Namun saat ini sudah ditempatkan di Museum Nasional. Diperkirakan prasasti ini dibuat pada tahun 1135 Masehi atau 1057 Saka.

    7. Prasasti Kertosono

    Prasasti Kertosono merupakan prasasti seputar keagamaan. Diperikirakan prasasti ini berisi seputar keagamaan pada masa pemerintahan Raja Kamesywara, yang berkuasa pada tahun 1180 sampai 1190.

    8. Prasasti Padelegan

    Prasasti Padelegan merupakan prasasti yang berbentuk stella dengan puncak kurawal 145 cm, lebar atas dan bawah 81 cm dan 70 cm, dan memiliki tebal 18 cm. Prasasti ini menggunakan bahasa Jawa Kuno. Dijelaskan jika prasasti ini dibuat pada 11 Januari 1117 Masehi atau 1038 Saka.

    9. Prasasti Ceker

    Prasasti Ceker adalah prasasti yang sengaja dibuat guna memberikan penghargaan pada masyarakat Desa Ceker yang mengabdi pada Kediri.

    10. Prasasti Sirah Keting

    Prasasti Sirah Keting dibuat untuk mengenang para warga Desa Sirah Keting yang pengabdiannya sangat tinggi pada Kerajaan Kediri. Kala itu, yang memimpin adalah Raja Jayawarsa.

    Kitab Peninggalan Kerajaan Kediri

    1. Kitab Kakawin Bharatayudha

    Kitab Kakawin Bharatayudha adalah kitab yang dikarang oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh. Isinya sendiri menceritakan kisah perjuangan raja Jenggala, Jayabaya yang berhasil menaklukkan Panjalu. Kisah tersebut dianalogikan dengan kisah peperangan antara Kurawa dan Pandawa dalam kisah Mahabrata.

    2. Kitab Kresnayana

    Kitab Kresnayana dikarang oleh Empu Triguna isinya seputar biografi serta sejarah Krisna, seorang anak yang mempunyai kekuatan luar biasa dan sering menolong orang lain dengan ikhlas. Pada kala itu, cerita Krisna sangat digandrungi oleh rakyat.

    3. Kitab Gatotkacasraya

    Kitab Gatotkacasraya dikarang oleh Empu Panuluh pada zaman Rajabaya. Kitab ini berisi tentang Gatotkaca yang waktu itu dianggap sebagai pahlawan karena bisa menyatukan kembali putra Arjuna, yakni Abimayu dengan Siti Sundhari.

    4. Kitab Smaradhana

    Kitab smaradhana dikarang oleh Empu Dharmaja. Kitab ini menceritakan kisah Dewa Kama dan Dewi Ratih, sepasang suami istri yang hilang secara misterius. Hilangnya mereka berdua dikarenakan terkena api yang keluar dari mata ketiga Dewa Syiwa.

    5. Kitab Hariwangsa

    Kitab Hariwangsa berisi tentang silsilah atau garis keturunan Wisnu atau sang Hari. Kitab Hariwangsa ini dibuat oleh Empu Panuluh pada masa Prabu Jayabaya, sekitar tahun 1135 – 1157 Masehi oleh.

    6. Kitab Sumarasantaka

    Kitab Sumarasantaka dikarang oleh Empu Monaguna. Kitab ini bercerita tentang kutukan Harini, seorang bidadari yang dikutuk menjadi manusia karena kesalahannya. Namun, kutukan itu tidak selamanya, Harini hanya butuh waktu agar kutukan tersebut bisa hilang dengan sendirinya.

    Demikian artikel tentang Sejarah Peninggalan Kerajaan Kediri lengkap yang bisa dijadikan sebagai referensi dan pengetahuan.

  • Sejarah Prangko Dunia Sampai Masuk ke Indonesia

    Sejarah Prangko Dunia Sampai Masuk ke Indonesia

    Bagi kita yang pernah atau mengalami era surat-menyurat, tentu saja sudah tidak asing lagi dengan yang namanya prangko.

    Berbeda dengan surat digital atau email, surat kertas mengharuskan setiap pengirimnya menyertakan prangko yang ditempelkan pada amplop atau kartu pos sebelum surat itu dikirim.

    Apalagi surat tersebut adalah surat resmi atau formal, maka prangko adalah hal wajib yang tidak boleh sampai ketinggalan.

    Ketika kita tidak menyertakan prangko, maka surat akan ditolak oleh pihak pos.

    Tujuannya adalah sebagai bukti pembayaran untuk jasa layanan pos. Ketika tidak tertera prangko, maka surat tersebut bisa dianggap ilegal alias tidak mentaati peraturan yang berlaku.

    Nah, sebenarnya dari mana asal muasal prangko hingga sampai ke Indonesia?

    Sebelum memasuki pembahasan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu arti kata prangko. Jadi, prangko berasal dari bahasa Italia yaitu Franco.

    Di mana Franco sendiri merupakan nama dari seseorang yang pertama kali melakukan pengantaran pos di Eropa pada tahun 1505. Nama lengkapnya adalah Franceso de Tassis.

    Sampai saat ini, ada banyak versi tentang kemunculan prangko. Hanya saja, banyak yang menyebutkan jika prangko mulai dikenal pada tahun 1840 di Inggris.

    Oleh karenanya, sampai saat ini Inggris mendapat perlakuan khusus, yakni tidak perlu mencantumkan nama negaranya di atas prangko.

    Kabar punya kabar, prangko pertama bergambarkan Ratu Victoria yang dicetak dengan tinta hitam dengan harga satu penny. Maka dari itu, prangko pertama di dunia ini dijuluki sebagai The Penny Black.

    Dalam sejarah, orang pertama yang mengumpulkan prangko atau disebut filateli adalah Dr. Gray, pejabat musem Inggris mulai tahun 1841. Namun, istilah filateli sendiri diperkirakan baru muncul sekitar tahun 1864.

    Nah, mengingat betapa seringnya surat-menyurat pada waktu itu, maka sampailah ke beberapa negara termasuk Belanda.

    Seperti diketahui, Belanda menjajah Indonesia ratusan tahun lamanya. Maka, prangko inipun mulai masuk ke Indonesia.

    Pada akhirnya, muncullah prangko pertama di Indonesia yang masih bernama Ned Indie atau Hindia Belanda pada tahun 1864 yang bergambar Raja Belanda, Willem III.

    Sampai sekarang, banyak filateli yang memburu prangko pertama ini. Namun, keberadaannya pun mulai langka dan sulit ditemukan.

    Nah, itulah penjelasan singkat tentang sejarah prangko. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di Sastrawacana.

  • Kalimat Denotatif dan Konotatif Beserta Contohnya

    Kalimat Denotatif dan Konotatif Beserta Contohnya

    Kalimat Denotatif

    Kalimat denotatif adalah kalimat yang mengandung kata bermakna sebenarnya dan tidak ada kiasan di dalamnya.

    Oleh karenanya, kalimat denotatif sering digunakan sebagai kalimat penyampaian makna yang gamblang, tanpa menyembunyikan makna tertentu atau maksud lain.

    Biasanya, kalimat denotatif sering digunakan dalam tulisan yang sifatnya ilmiah seperti jurnal maupun hasil penelitian.

    Sebab, kalimat denotatif tidak ambigu sehingga apa yang disampaikan benar-benar jelas tanpa ada tafsir ganda atau lebih dari satu.

    Contoh kalimat denotatif

    Kambing hitam Pak Amir sudah dijual dengan harga tinggi.

    Kata kambing hitam adalah benar-benar hewan kambing yang berwarna hitam, jadi tidak ada ambigu atau arti lain di dalamnya.

    Kecuali jika kalimat tersebut diubah menjadi: Pak Amir sudah menjual kambing hitam dengan harga tinggi. Maka kambing hitam itu sifatnya ambigu dan bisa merujuk ke maksud lain.

    Kalimat Konotatif

    Kalimat konotatif adalah kalimat yang menggunakan konotasi atau kiasan dengan maksud yang tersembunyi, alias tidak sebenarnya.

    Kebanyakan kalimat konotatif digunakan sebagai karya sastra seperti pantun, puisi, novel, ataupun roman.

    Sebab, kalimat konotatif sifatnya lebih indah dan multitafsir sehingga cocok digunakan dalam karya sastra.

    Kalimat konotatif biasanya juga dimaksudkan untuk menggambarkan situasi dan kondisi tertentu yang sedang terjadi.

    Cara membedakan kalimat denotatif dan konotatif cukup mudah, yakni melihat maksud dari kalimat tersebut. Jika ambigu atau tak jelas maknanya, maka itu merupakan kalimat denotatif.

    Sedangkan jika kalimat tersebut memiliki arti jelas dan masuk akal, maka kalimat tersebut merupakan kalimat konotatif.

    Contoh kalimat konotatif:

    Siti adalah anak emas dari guru fisika.
    Maksud dari anak emas adalah anak kesayangan.

    Dia memiliki tangan kanan yang setia dan tidak mengkhianati.
    Maksud dari tangan kanan adalah orang kepercayaan

    Kasus pencurian itu akhirnya di bawa ke meja hijau.
    Maksud dari meja hijau adalah pengadilan.

    Pak Amir sudah angkat tangan mengurusi anaknya.
    Maksud dari angkat tangan adalah lelah.

    Udin mati kutu ketika warga memergokinya mencuri
    Maksud dari mati kutu adalah tidak bisa mengelak lagi.

    Baru saja memulai usaha, Pak Andi sudah gulung tikar.
    Maksud dari gulung tikar adalah bangkrut.
    Itulah pengertian kalimat denotatif dan konotatif beserta contohnya.

  • Sejarah dan Teks Asli Sumpah Pemuda

    Sejarah dan Teks Asli Sumpah Pemuda

    Sejarah Sumpah Pemuda

    Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak utama dalam sejarah pergerakan kemerdekaan Indonesia.

    Ikrar ini dianggap sebagai kristalisasi semangat kaum pemuda untuk menegaskan cita-cita berdirinya negara Indonesia yang dibacakan oleh Soegondo Djojopoespito, kemudian dijelaskan oleh Moehammad Yamin.

    Maksud “Sumpah Pemuda” adalah keputusan Kongres Pemuda Kedua[1] yang diselenggarakan dua hari, 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta).

    Keputusan ini menegaskan cita-cita akan ada “tanah air Indonesia“, “bangsa Indonesia“, dan “bahasa Indonesia“.

    Selain itu, diharapkan juga menjadi asas bagi setiap perkumpulan kebangsaan Indonesia.

    Teks Asli Sumpah Pemuda

    Berikut ini adalah bunyi tiga keputusan kongres tersebut sebagaimana tercantum pada prasasti di dinding Museum Sumpah Pemuda.

    Penulisan menggunakan ejaan van Ophuysen.

    SOEMPAH PEMOEDA

    Pertama: Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.

    Kedoea: Kami poetra dan poetri Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.

    Ketiga: Kami poetra dan poetri Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

    SUMPAH PEMUDA

    Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

    Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

    Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia.

  • Sejarah Kerajaan Kutai dan Nama Nama Rajanya

    Sejarah Kerajaan Kutai dan Nama Nama Rajanya

    Sejarah Kerajaan Kutai

    Kerajaan Kutai (Martadipura) adalah kerajaan Hindu tertua di Indonesia yang diperkirakan ada pada abad ke 5 atau ± 400 Masehi.

    Kerajaan ini terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur (dekat kota Tenggarong), tepatnya di hulu sungai Mahakam.

    Nama Kutai sendiri diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan kerajaan tersebut.

    Nama Kutai dinobatkan oleh para ahli karena tidak ada prasasti atau peninggalan yang secara jelas menyebutkan nama kerajaan ini.

    Keberadaan kerajaan Kutai diketahui berdasarkan sumber berita yang ditemukan yaitu berupa prasasti yang berbentuk yupa berjumlah 7 buah.

    Yupa yang menggunakan huruf Pallawa dan bahasa sansekerta itu dapat disimpulkan tentang keberadaan Kerajaan Kutai dalam berbagai aspek kebudayaan, antara lain politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

    Adapun isi prasati tersebut menyatakan bahwa raja pertama Kerajaan Kutai bernama Kudungga.

    Dalam sejarah, dijelaskan jika Kudungga memiliki seorang putra bernama Asawarman yang akrab disapa Wamsakerta (pembentuk keluarga).

    Setelah meninggal, Asawarman digantikan oleh Mulawarman.

    Raja-Raja Kerajaan Kutai

    Berikut adalah nama raja-raja dari Kerajaan Kutai.

    1. Maharaja Kudungga

    Maharaja Kudungga adalah raja pertama di kerajaan Kutai.

    Nama Maharaja Kudungga ditafsirkan sebagai nama asli orang Indonesia yang belum terpengaruh dengan nama budaya India.

    Konon, kedudukan Raja Kudungga pada awalnya adalah sebagai kepala suku.

    Dengan masuknya pengaruh ajaran Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga penggantian raja dilakukan secara turun temurun.

    2. Maharaja Asmawarman

    Selanjutnya, Kutai dipimpin oleh Mahara Asmawarman.

    Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Kutai semakin luas.

    Hal ini dibuktikan dengan munculnya berbagai upacara keagamaan.

    Upacara-upacara ini pernah dilakukan di India pada masa pemerintahan Raja Samudragupta ketika ingin memperluas wilayahnya.

    Dalam upacara itu, diikuti dengan pelepasan kuda yang tujuannya untuk menentukan batas kekuasaan Kerajaan Kutai (ditentukan dengan tapak kaki kuda yang terakhir).

    Biasanya, pelepasan kuda-kuda tersebut diikuti oleh prajurit Kerajaan Kutai.

    3. Maharaja Mulawarman

    Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman.

    Nama kedua raja ini sangat kental dengan pengaruh bahasa Sanskerta.

    Raja Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai.

    Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kutai mengalami masa kejayaannya.

    Diceritakan jika rakyat hidup tentram dan sejahtera sehingga Raja Mulawarman mengadakan upacara kurban emas yang jumlahnya tak terhingga.

    Adapun beberapa raja penerus dari Kerajaan Kutai adalah sebagai berikut:

    • Maharaja Irwansyah
    • Maharaja Sri Aswawarman
    • Maharaja Marawijaya Warman
    • Maharaja Gajayana Warman
    • Maharaja Tungga Warman
    • Maharaja Jayanaga Warman
    • Maharaja Nalasinga Warman
    • Maharaja Nala Parana Tungga
    • Maharaja Gadingga Warman Dewa
    • Maharaja Indra Warman Dewa
    • Maharaja Sangga Warman Dewa
    • Maharaja Singsingamangaraja XXI
    • Maharaja Candrawarman
    • Maharaja Prabu Nefi Suriagus
    • Maharaja Ahmad Ridho Darmawan
    • Maharaja Riski Subhana
    • Maharaja Sri Langka Dewa
    • Maharaja Guna Parana Dewa
    • Maharaja Wijaya Warman
    • Maharaja Indra Mulya
    • Maharaja Sri Aji Dewa
    • Maharaja Mulia Putera
    • Maharaja Nala Pandita
    • Maharaja Indra Paruta Dewa
    • Maharaja Dharma Setia

    Bukti Sejarah Peninggalan Kerajaan Kutai

    Berikut adalah beberapa peninggalan Kerajaan Kutai:

    • Prasasti Yupa
    • Ketopong Sultan
    • Kalung Ciwa
    • Kalung Uncal
    • Kura-Kura Emas
    • Pedang Sultan Kutai
    • Tali Juwita
    • Keris Bukit
    • Kelambu Kuning
    • Singgasana Sultan
    • Meriam Kerajaan kutai
    • Tombak Kerajaan Majapahit
    • Keramik Kuno Tiongkok
    • Gamelan Gajah Prawoto

    Kehidupan Ajaran Agama Kerajaan Kutai

    Menurut sejarahnya, Raja Kudungga adalah raja pertama yang berkuasa di Kerajaan Kutai.

    Akan tetapi, apabila dilihat dari nama Raja yang masih menggunakan nama Indonesia.

    Beberapa ahli sejarah berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Raja Kudungga, pengaruh Hindu baru masuk ke wilayahnya.

    Kehidupan Ekonomi Kerajaan Kutai

    Dalam prasasti disebutkan jika Raja Mulawarman telah mengadakan upacara korban emas dan menghadiahkan 20.000 ekor sapi untuk golongan Brahmana.

    Tidak diketahui secara pasti asal emas dan sapi tersebut diperoleh.

    Namun, bisa disimpulkan jika kerajaan yang satu ini memang memiliki kehidupan ekonomi yang baik pada masa itu.

    Kejayaan Kerajaan Kutai

    Masa kejayaan Kerajaaan Kutai berada pada massa pemerintahan Raja Mulawarman.

    Hal ini dikarenakan Raja Mulawaran cukup bijaksana dan royal untuk hal yang religius.

    Buktinya, para brahmana dihadiahi emas, tanah, dan ternak secara adil.

    Dibuktikan juga dengan pemberian sedekah kepada kaum Brahmana berupa 20.000 ekor sapi.

    Jumlah 20.000 ekor sapi ini membuktikan bahwa pada masa itu kerajaan Kutai telah mempunyai kehidupan yang makmur dan telah mencapai massa kejayaannya.

    Runtuhnya Kerajaan Kutai

    Kerajaan Kutai berakhir saat dipimpin oleh Maharaja Dharma Setia.

    Ia tewas dalam peperangan di tangan Raja Kutai Kartanegara ke-13, Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.

    Perlu diingat bahwa Kutai ini (Kutai Martadipura) berbeda dengan Kerajaan Kutai Kartanegara yang ibukotanya pertama kali berada di Kutai Lama (Tanjung Kute).

    Kutai Kartanegara inilah yang disebutkan dalam sastra Jawa Negarakertagama di tahun 1365.

    Kutai Kartanegara selanjutnya menjadi kerajaan Islam yang disebut Kesultanan Kutai Kartanegara.

    Sumber : wikipedia

  • Nilai-Nilai yang Terkandung Dalam Pancasila

    Nilai-Nilai yang Terkandung Dalam Pancasila

    Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Pancasila

    1. Sila Pertama Pancasila (Nilai Ketuhanan)

    Sila pertama berbunyi “Ketuhanan Yang Maha Esa” mengandung arti bahwa Bangsa Indonesia memberikan kebebasan kepada rakyat untuk menganut serta menjalankan ibadah berdasarkan agama dan keyakinan masing-masingt. Nilai-nilai yang terkandung dalam sila pertama Pancasila adalah sebagai berikut:

    • Memiliki keyakinan dan mengakui bahwa Tuhan itu Maha Esa dan di atas segala-galanya.
    • Memiliki ketakwaan pada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara mentaati semua perintah dan menjauhi larangan-Nya.
    • Saling menghormati antar umat beragama.
    • Tidak ada paksaan kepada setiap rakyat untuk menjalankan ibadahnya masing-masing.
    • Menjunjung tinggi solidaritas sesama rakyat dalam perihal beragama.

    2. Sila Kedua Pancasila (Nilai kemanusiaan)

    Pancasila sila kedua yang berbunyi “Kemanusiaan yang Adil dan beradab” memiliki arti bahwa segenap rakyat Indonesia diakui serta diperlakukan sebagaimana mestinya, sesuai harkat serta martabatnya sebagai manusia. Nilai-nilai pancasila pada sila kedua ini adalah sebagai berikut:

    • Setiap manusia memiliki hak dan martabat yang sejajar.
    • Memperlakukan setiap manusia secara adil dan tanpa pembedaan.
    • Saling menghormati, menghargai, dan menjunjung tinggi solidarias antar sesama manusia.
    • Setiap manusia berhak hidup dan mendapatkan tempat yang sebaik-baiknya.

    3. Sila Ketiga Pancasila (Nilai persatuan)

    Sila ketika yang berbunyi “Persatuan Indonesia” merupakan wujud persatuan antar sesama dari berbagai aspek kehidupan dengan satu tujuan dan tergabung menjadi satu, yakni Indonesia. Adapun nilai-nilai dari sila ketiga Pancasila adalah sebagai berikut:

    • Menempatkan kepentingan, keselamatan, kemaslahatan, persatuan dan kesatuan bangsa di atas kepentingan diri sendiri atau golongan.
    • Menanamkan pada diri untuk mencintai Indonesia dengan tulus tanpa pamrih atau tujuan tertentu.
    • Mengakui semua suku bangsa untuk menjalin persatuan dan keutuhan.
    • Walaupun berbeda-beda dalam berbagai hal (agama, budaya, adat, suku, dsb) namun tetap menjunjung tinggi nilai persatuan dan tidak sampai memecah-belah.

    4. Sila Keempat Pancasila (Nilai kerakyatan)

    Sila keempat yang berbunyi “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan” menegaskan bahwa dalam mencari sebuah kesepakatan, diperlukan adanya permusyawarahan dan perwakilan. Adapun makna dan nilai lain yang terkandung dalam sila keempat pancasila adalah sebagai berikut:

    • Asas kekeluargaan digunakan untuk melakukan musyawarah serta mufakat.
    • Mengutamakan kepentingan bersama dan bangsa melebihi kepentingan diri sendiri ataupun golongan.
    • Melakukan musyawarah dalam mengambil keputusan yang menyangkut hidup banyak orang.
    • Menyelesaikan permasalahan dengan musyawarah agar tercapai satu hasil yang bijaksana.

    5. Sila Kelima Pancasila (Nilai keadilan)

    Pancasila sila kelima yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” menegaskan bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara harus tercipta keseimbangan antara hak dengan kewajiban. Serta ditekankan pula bahwa setiap orang harus memperlakukan orang lain secara adil tanpa ada perbedaan.

    • Semua manusia memiliki derajat yang sama di mata hukum.
    • Memegang teguh nilai keadilan sosial.
    • Tidak membeda-bedakan manusia berdasarkan derajat, golongan, status, harta, dan sebagainya.
    • Adil dan bijaksana dalam segala tindakan yang menyangkut kehidupan orang banyak.

    Itulah nilai-nilai Pancasila yang bisa kita implementasikan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara agar tercipta suasana yang kondusif dan bermartabat.

  • Sejarah Musik Eropa Mulai Zaman Renaisance

    Sejarah Musik Eropa Mulai Zaman Renaisance

    Sejarah Musik Eropa

    Sejarah musik Eropa sudah berlangsung sejak abad pertengahan yang ditandai dengan berakhirnya kerajaan Romawi pada tahun 476 M sampai zaman reformasi Kristen yang dipimpin oleh Marthen Luther pada tahun 1572 M.

    Sejarah perkembangan musik Eropa banyak mengalami perubahan.

    Salah satunya mengubah fungsi musik dari yang hanya digunakan sebagai pengiring ritual keagamaan, kemudian menjadi lebih luas ke semua urusan yang menyangkut duniawi, contohnya sebagai sarana hiburan.

    Guido D’Arezzo pada tahun 1050M, salah satu orang yang berpengaruh pada sejarah ini melakukan perbaikan dasar teori musik maupun lirik.

    Dari pola pikirnya itulah, musik semakin berkembang. Salah satu hasil perbaikan yang dia berhasil ciptakan ialah musik gregorian. Musik ini kemudian disempurnakan oleh Paul Gregorius.

    Zaman Renaisance

    Pada zaman Renaisance (1500 M – 1600 M) terjadi sebuah perkembangan yang cukup signifikan.

    Musik Eropa yang berkembang di zaman ini memiliki ciri khusus dalam penciptaannya.

    Namun, pada zaman Renaisance perkembangan musik gereja justru mengalami kemunduran.

    Pada zaman ini juga dikenal beberapa alat musik, seperti organ dan piano sehingga terciptalah sebuah musik bergaya instrumental.

    Zaman Barok dan Rokoko

    Sejarah perkembangan musik Eropa juga dibuktikan dengan adanya aliran musik baru seperti aliran Rokoko dan Barok. Kedua aliran musik ini memiliki ciri yang nyaris sama, yaitu terdapat pemakaian hiasan musik yang bergaya ornamentik.

    Johan Sebastian Bach

    Dalam sejarah musik Eropa, ada seorang komponis terkenal yang bernama Johan Sebastian Bach. Komponis ini lahir pada tanggal 21 Maret 1685 dari Eisenach Jerman dan wafat di Lipzig Jerman pada tanggal 28 Juli 1750.

    Dia melakukan banyak perbaikan dalam seni musik, salah satu karyanya yang populer adalah misa dalam b minor, 13 konser piano dalam bentuk orkes, 6 konserto Brandenburg dan karya bernama St. Mathew Passion.

    Hasil karya dari komponis ini sering digunakan sebagai pedoman dasar kemunculan musik-musik modern.

    George Fredrick Haendel

    Pada zaman Renaisance, ada seorang musisi bernama George Fredrick Haendel muncul sebagai inisiator.

    Bakat musik yang dimilikinya membuatnya terkenal dan menciptakan sebuah karya berupa water musik, fire work musik dan messiah atau jenis musik bernama Oratorio.

    Frans Joseph Haydn

    Pada tahun 1732M sampai 1809M, seorang musisi terkenal bernama Frans Joseph Haydn berhasil menciptakan banyak karya terkenal seperti 87 kuartet, 24 opera, 100 simfoni, sonata piano maupun surprisse sympony.

    Sampai-sampai Joseph Haydn memiliki julukan sebagai Bapak Simpony karena telah menciptakan karya kuartet dan orkes yang ada sampai sekarang.

    Wolfgang Amandeus Mozart

    Pada tahun 1756M sampai 1791M, seorang komponis bernama Wolfgang Amandeus Mozart berhasil menciptakan karya berupa 40 Simfony, Kuintet, Opera Don Geovani, Requiem Mars, Konserto piano dan Biola Alto. Wolfgang Amandeus Mozart memiliki julukan Anak Ajaib.

    Zaman Romantik

    Pada tahun 1802M sampai 1900M merupakan era musik bergaya romantik yang mengandalkan perasaan subjektif penciptanya.

    Musik dalam zaman ini tidak terlalu mementingkan keindahan nada saja, namun juga sebagai curahan rasa.

    Oleh karenanya pembuatan musik romantik sering menggunakan tempo dan dinamika yang bervarian.

    Zaman Modern

    Sejarah perkembangan musik Eropa yang terakhir terjadi pada zaman modern. Jaman modern berkembang dari tahun 1900 sampai sekarang.

    Musik yang berkembang di zaman modern banyak dipengaruhi kemajuan teknologi sehingga aliran musiknya semakin berwarna dan banyak perubahannya.

    Sekian pembahasan tentang Sejarah Musik Eropa kali ini. Semoga bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/