Sastrawacana.id

Contoh Rumusan Masalah dan Kesimpulan

Contoh Rumusan Masalah dan Kesimpulan

Rumusan Masalah

Kesimpulan

  1. Harta warisan berperan sangat besar dan strategis dalam menjaga dan memelihara kelanjutan kesejahteraan hidup anak-anak yatim.
  2. Mayoritas mufassir berpendapat bahwa di antara pengertian yang paling dominan terhadap kata yang berarti lemah dalam Q.S. An-Nisaa’: 4 adalah berkaitan dengan hal ekonomi.
  3. Tanggung jawab orangtua dalam mempersiapkan bekal harta untuk kesejahteraan anak-anaknya sepeninggalnya adalah sangat besar, bahkan diperintahkan secara tegas oleh Allah .
  4. Perintah yang terkandung dalam ayat di atas adalah anjuran yang sangat ditekankan.
  5. Untuk membentengi anak dari fitnah harta adalah dengan mengamanahkannya pada pihak yang terpercaya, dan juga membekali anak dengan pendidikan yang mencukupi sehingga memiliki keterampilan yang cukup untuk mengelolanya secara mandiri di masa berikutnya.

Contoh Rumusan Masalah dan Kesimpulan

Rumusan Masalah
Kesimpulan
  1. Blog adalah kependekan dari Weblog, istilah yang pertama kali digunakan oleh Jorn Barger pada bulan Desember 1997. Weblog sendiri merupakan singkatan dari “Logging The Web”. Jorn Barger menggunakan istilah Weblog untuk menyebut kelompok website pribadi yang selalu diupdate secara kontinyu dan berisi link-link ke website lain yang mereka anggap menarik disertai dengan komentar komentar mereka sendiri di jurnal online mereka.
  2. Hal pertama yang harus diperhatikan dalam membuat blog di blogger/blogspot adalah pastikan bahwa kita memiliki akun gmail karena blogger atau blogspot bekerjasama dengan google, jadi blog yang kita buat bisa tampil di mesin pencarian google.
  3. Berdasarkan Platform : (Free Blog, seperti blogger/blogspot, wordpress) –  (Self-Hosting Blog, seperti wordpress.org, joomla, drupal) – (Citizen Journalism Blog, seperti kompasiana, blogdetik)
  4. Menyampaikan informasi yang bermanfaat untuk diri sendiri maupun bagi orang lain.
Rumusan Masalah

Kesimpulan

Wallas (dalam Psikologi Seni, Irma Damajanti, 2013 hal 23-24) mengemukakan bahwa proses kreasi melibatkan empat tahap yang berurutan, yaitu :

Rumusan Masalah
Kesimpulan
  1. Menurut Gay (1990) Penelitian Pengembangan adalah suatu usaha untuk mengembangkan suatu produk yang efektif untuk digunakan sekolah, dan bukan untuk menguji teori. Sedangkan Borg and Gall (1983:772) mendefinisikan penelitian pengembangan sebagai berikut: Educational Research and development (R & D) is a process used to develop and validate educational products. The steps of this process are usually referred to as the R & D cycle, which consists of studying research findings pertinent to the product to be developed, developing the products based on these findings, field testing it in the setting where it will be used eventually, and revising it to correct the deficiencies found in the filed-testing stage. In more rigorous programs of R&D, this cycle is repeated until the field-test data indicate that the product meets its behaviorally defined objectives.
  2. Menurut Wayan (2009) ada 4 karateristik penelitian pengembangan antara lain : 1. Studying research findings, Masalah yang ingin dipecahkan adalah masalah nyata yang berkaitan dengan upaya inovatif atau penerapan teknologi dalam pembelajaran sebagai pertanggung jawaban profesional dan komitmennya terhadap pemerolehan kualitas pembelajaran. 2. Developing the product, Pengembangan model, pendekatan dan metode pembelajaran serta media belajar yang menunjang keefektifan pencapaian kompetensi siswa. 3. Field testing, Proses pengembangan produk, validasi yang dilakukan melalui uji ahli, dan uji coba lapangan secara terbatas perlu dilakukan sehingga produk yang dihasilkan bermanfaat untuk peningkatan kualitas pembelajaran. Proses pengembangan, validasi, dan uji coba lapangan tersebut seyogyanya dideskripsikan secara jelas, sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara akademik. 4. Revising, Proses pengembangan model, pendekatan, modul, metode, dan media pembelajaran perlu didokumentasikan secara rapi dan dilaporkan secara sistematis sesuai dengan kaidah penelitian yang mencerminkan originalitas.
Exit mobile version