Blog

  • Membanggakan, Tim Undiksha Raih Juara Pertama di Konferensi Internasional ICHBS 2024

    Membanggakan, Tim Undiksha Raih Juara Pertama di Konferensi Internasional ICHBS 2024

    Tim dari Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) berhasil meraih prestasi internasional dalam acara 1st International Conference on Health and Biology Science (ICHBS) 2024 yang berlangsung dari 25 September hingga Oktober 2024 di Universitas Harapan Bangsa.

    Tim ini terdiri dari beberapa mahasiswa yaitu Made Anggita Abdi Jayanti, Nyoman Gita Laksmi Maharani, Desak Radha Nityanandeshwari, Putu Duta Mahardhika, Made Amanda Cipta Dewi, serta tiga dosen pembimbing dari Prodi Kebidanan: Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini, Putu Irma Pratiwi, dan Dr. Luh Nik Armini.

    Di bawah kepemimpinan Anggita, tim ini berhasil meraih juara pertama dalam kategori Best Method lewat artikel berjudul “Correlation of Age, Body Mass Index, and Age of Menarche with Hemoglobin Levels in Adolescents in Singaraja”.

    Artikel tersebut mengangkat korelasi antara usia, indeks massa tubuh (IMT), dan usia menarche dengan kadar hemoglobin pada remaja di Singaraja.

    Karya ini terinspirasi dari kegiatan pengabdian masyarakat di posyandu remaja yang menemukan masalah anemia ringan hingga sedang pada beberapa remaja, sehingga tim ini terdorong untuk meneliti lebih lanjut masalah tersebut.

    Tim ini mempersiapkan karya mereka dalam waktu dua minggu, dibimbing oleh Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini.

    Bagi Anggita, ini adalah pengalaman pertama di ajang internasional yang mengharuskannya menggunakan bahasa Inggris.

    Meski sempat menghadapi kesulitan, dukungan yang kuat antaranggota tim membuat mereka berhasil melewati tantangan dan meraih prestasi membanggakan ini.

  • Perkuat Posisi, Komunitas Peternak Lebah Madu Banyuwangi Segera Urus Legalitas

    Perkuat Posisi, Komunitas Peternak Lebah Madu Banyuwangi Segera Urus Legalitas

    Banyuwangi, sastrawacana.id/ – Komunitas Peternak Lebah Madu Banyuwangi menggelar rapat anggota pada Selasa, 12 November 2024, di Kedai Makmoer, Banyuwangi.

    Acara yang berlangsung dalam suasana santai ini dibuka oleh Sekretaris Komunitas, Qurrota A’yunin dan dipimpin oleh Ketua Komunitas, Budy Amboyna.

    Ada banyak ide serta masukan dari para anggota dalam kopi darat tersebut, salah satunya adalah memutuskan untuk segera mengurus legalitas ke Kementerian Hukum dan HAM (Menkumham).

    Keputusan itu diambil sebagai upaya untuk memperkuat posisi tawar para peternak lebah madu di wilayah Banyuwangi.

    Dari diskusi tersebut, anggota komunitas sepakat untuk melegalkan komunitas agar dapat menghadapi tekanan para cukong madu yang cenderung membeli hasil panen dengan harga sangat rendah.

    Dengan disahkannya Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), diharapkan dapat meningkatkan bargaining power (daya tawar) para peternak, sekaligus mempertahankan praktik peternakan yang sehat.

    Selain itu, komunitas juga menargetkan untuk tetap memproduksi madu murni berkualitas tinggi khas dari Banyuwangi, menjaga ekosistem, serta melindungi vegetasi bunga nektar yang berguna bagi kelangsungan lebah madu.

    Banyuwangi Memiliki Potensi

    Banyuwangi memiliki kawasan hutan terluas di Jawa Timur dengan beragam vegetasi bunga yang menjadi sumber nektar utama bagi lebah madu.

    Kondisi ini sebenarnya menjadi ‘surga’ bagi peternak lebah madu, tapi ada beberapa kendala yang dihadapi para peternak, salah satunya keterbatasan wawasan bisnis dan lingkungan sehingga membuat posisi mereka lemah.

    Selain itu, juga ada tekanan dari para cukong untuk membeli madu dengan harga murah serta persaingan dengan madu berkualitas rendah.

    Alhasil, beberapa peternak tergoda menjual madu dengan harga rendah atau mencampur madu murni dengan bahan lain sehingga dapat menurunkan citra madu Banyuwangi.

    Sebagai informasi tambahan, produksi madu murni Banyuwangi terbesar saat ini berasal dari Wongsorejo, Licin, dan Kalipuro.

    Kecamatan Wongsorejo dikenal sebagai penghasil madu bunga randu dengan aroma harum, madu vernonia, madu mangga, dan madu karet.

    Kemudian kawasan Alas Baluran juga menghasilkan madu bunga kosambi dan bidara.

    Sementara di wilayah Licin dan Kalipuro, peternak memanfaatkan vegetasi bunga kopi, mangga, dan pohon karet yang menjadi bahan baku madu.

    Harapan Dukungan dari Pemerintah Daerah

    Melihat potensi besar tersebut, Komunitas Peternak Lebah Madu Banyuwangi berharap Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dapat ikut serta dalam mendukung kesejahteraan peternak lebah.

    Selain itu, komunitas juga berharap agar Pemda dapat berkolaborasi dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan yang ramah bagi lebah madu.

    Adapun dukungan tersebut bisa berupa pelestarian vegetasi, edukasi kepada para peternak, hingga pengembangan kawasan wisata bertema “Lebah dan Madu” yang tidak hanya mendukung peternak lebah, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Dengan langkah legalitas yang diambil dan harapan akan dukungan Pemda, Komunitas Peternak Lebah Madu Banyuwangi optimis untuk melangkah maju, memperkuat eksistensi dan menjaga kelestarian madu berkualitas Banyuwangi untuk masa depan yang lebih baik. (AW)

  • UNAIR Raih Peringkat 2 Terbaik di Indonesia, Kado Ulang Tahun ke-70 dengan Prestasi Gemilang

    UNAIR Raih Peringkat 2 Terbaik di Indonesia, Kado Ulang Tahun ke-70 dengan Prestasi Gemilang

    Universitas Airlangga (UNAIR) kembali meraih prestasi yang membanggakan.

    Kali ini, UNAIR berhasil menduduki peringkat kedua sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia menurut Quacquarelli Symonds Asian University Ranking (QS AUR) 2025.

    Pencapaian ini diumumkan secara resmi dalam acara QS Higher Education Summit: Asia Pacific yang digelar di Macau pada Rabu, 6 November 2024.

    Selain meraih posisi kedua terbaik di tingkat nasional, UNAIR juga mencatatkan dirinya di posisi ke-12 di Asia Tenggara dan ke-52 di Asia dengan skor 70.5.

    Dengan peringkat tersebut, UNAIR menunjukkan peningkatan yang signifikan, mengingat sebelumnya pada QS AUR 2024, UNAIR berada pada peringkat ke-15 di Asia Tenggara dan ke-67 di Asia.

    Keberhasilan UNAIR ini tentu tidak terlepas dari penilaian berbagai indikator. Dalam indikator International Student dan International Research Network, UNAIR berhasil meraih peringkat pertama di tingkat nasional.

    Sementara itu, pada indikator Employer Reputation, UNAIR menduduki peringkat kedua terbaik di Indonesia.

    Indikator-indikator ini merupakan tolok ukur utama dalam menilai kualitas dan relevansi pendidikan yang diberikan oleh perguruan tinggi.

    Rektor UNAIR, Prof. Dr. Mohammad Nasih SE MT Ak, menyatakan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari upaya berkelanjutan UNAIR dalam memperbaiki berbagai aspek, termasuk fasilitas pembelajaran dan penelitian.

    Menurutnya, kualitas laboratorium dan fasilitas riset yang mendukung sangat penting untuk mendukung civitas akademika dalam menghasilkan inovasi dan karya yang berdampak luas.

    “Banyaknya fasilitas riset nanti akan berdampak sangat jelas, academic reputation kita pasti meningkat karena riset sangat diakui. Kalau sarana risetnya berstandar internasional, maka juga akan mendapatkan pengakuan. Termasuk juga joint research dengan mitra luar negeri. Kalau fasilitas kita bagus, pasti mereka juga tertarik,” ujar Prof. Nasih.

    Meskipun demikian, Prof. Nasih menegaskan bahwa peringkat bukanlah tujuan utama bagi UNAIR.

    Bagi dirinya, yang lebih penting adalah dampak nyata yang dihasilkan oleh mahasiswa melalui penelitian, inovasi, serta perbaikan berkelanjutan dalam berbagai aspek pendidikan dan pengajaran.

    “Sekali lagi tujuannya bukan peringkat, tetapi bagaimana penelitian bisa dilakukan sebaik-baiknya. Mahasiswa bisa memanfaatkan fasilitas untuk riset dan berdiskusi dengan baik sehingga muncul inovasi-inovasi baru. Bagi UNAIR yang terpenting adalah selalu ada perbaikan, perbaikan, perbaikan,” tegasnya.

    Kenaikan peringkat UNAIR di tingkat nasional dan Asia ini juga menjadi hadiah istimewa dalam rangka perayaan Dies Natalis ke-70 yang akan jatuh pada 10 November mendatang.

    Prestasi ini menunjukkan bahwa UNAIR terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan dalam berbagai aspek, khususnya dalam bidang pendidikan dan pengajaran.

  • Mengagumkan, UNEJ Berhasil Raih Akreditasi Unggul hingga 2030

    Mengagumkan, UNEJ Berhasil Raih Akreditasi Unggul hingga 2030

    Universitas Jember (UNEJ) mendapat kado spesial di usia ke-60, dengan prestasi berhasil mempertahankan akreditasi Unggul hingga tahun 2030.

    Pengumuman tersebut disampaikan oleh Rektor UNEJ, Iwan Taruna, saat memimpin upacara peringatan Dies Natalis ke-60 yang berlangsung di lapangan kampus Tegalboto pada 10 November 2024.

    Iwan Taruna menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari kerja keras dan semangat gotong royong seluruh civitas akademika UNEJ.

    Keberhasilan ini membuktikan bahwa UNEJ tidak hanya mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain di Indonesia, tetapi juga menunjukkan kualitas yang diakui secara nasional.

    Bahkan, pada pemeringkatan Times Higher Education World University Ranking (THE WUR) 2025, UNEJ berhasil menempati posisi kesepuluh di antara seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia.

    “Alhamdulillah, menapaki usia ke enam puluh tahun, UNEJ berhasil meraih banyak prestasi. Salah satunya dengan keberhasilan mempertahankan akreditasi Unggul hingga tahun 2030. Terima kasih atas kerja sama dan gotong royong yang sudah ditunjukkan semua pihak di UNEJ. Mari pertahankan dan tingkatkan pencapaian ini mengingat tantangan ke depan makin kompleks,” ungkap Iwan Taruna dalam sambutannya.

    Rektor UNEJ ini juga mengajak seluruh keluarga besar universitas untuk menjadikan peringatan Dies Natalis ke-60 sebagai momen refleksi dan evaluasi diri.

    Ia menekankan pentingnya semangat berinovasi dan kreativitas di dunia pendidikan tinggi agar UNEJ dapat terus memberikan kontribusi positif bagi Indonesia, sesuai dengan tema peringatan kali ini, “UNEJ Unggul Menyongsong Indonesia Emas.”

    Iwan Taruna mengingatkan bahwa perjuangan UNEJ dimulai dari kerja keras para pendahulu, seperti Triumvirat dr. R. Achmad, R. Th. Soengedi, dan R. Mas Soerachman yang bersama Bupati Jember pada masa itu, R. Soedjarwo, berjuang keras untuk mendirikan perguruan tinggi di wilayah yang terbilang terpencil.

    Meskipun usaha mereka awalnya diremehkan, berkat semangat persatuan dan gotong royong, UNEJ akhirnya berdiri dan berkembang pesat.

    “Marilah kita terus bersyukur dan melanjutkan perjuangan mereka,” tutup Iwan Taruna.

    Setelah upacara, Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Slamin, menjelaskan bahwa keputusan UNEJ mempertahankan akreditasi Unggul tertuang dalam Surat Keputusan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Nomor 2719/BAN-PT/PMT1/2024 yang diterbitkan pada 5 November 2024.

    Dalam surat tersebut, BAN-PT menyatakan bahwa UNEJ telah memenuhi sepuluh persyaratan yang ditetapkan, seperti jumlah mahasiswa baru, rasio dosen dengan mahasiswa, jumlah dosen bergelar doktor, dan tingkat kelulusan tepat waktu, sehingga berhak mendapatkan akreditasi Unggul hingga 5 Juli 2030.

  • MI Darunnajah II Banyuwangi Peringati Hari Pahlawan, Hadirkan Veteran Berpuisi dan Ceritakan Kisah Perjuangan

    MI Darunnajah II Banyuwangi Peringati Hari Pahlawan, Hadirkan Veteran Berpuisi dan Ceritakan Kisah Perjuangan

    Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, MI Darunnajah II Banyuwangi menggelar lomba baca puisi bertema kepahlawanan dan mengundang veteran untuk berbagi cerita sejarah perjuangan Indonesia.

    Acara ini diadakan untuk memperkenalkan sejarah pahlawan kepada siswa serta memotivasi mereka dalam meraih cita-cita, terinspirasi dari semangat para pahlawan.

    Kegiatan yang berlangsung diikuti oleh 17 peserta dari kelas 1 hingga 6 sebagai bagian dari seleksi Porseni MI.

    Acara dimulai dengan penyampaian sejarah perjuangan kemerdekaan oleh veteran Sekretaris LVRI, Suwadi, serta IGB Sudharma, seorang sastrawan realis dan veteran Seroja yang akan menerbitkan buku fiksi berlatar sejarah perang Timor Timur melalui Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Dalam penyampaian materinya, Suwadi menjelaskan bahwa veteran adalah Warga Negara Indonesia yang pernah tergabung dalam satuan bersenjata resmi dan berperang melawan negara asing demi mempertahankan kemerdekaan NKRI.

    Ia menekankan bahwa perang di Indonesia tidak hanya mengandalkan kekuatan senjata, tetapi juga taktik sosial seperti memahami bahasa dan adat istiadat lawan.

    “Penjajahan bukan hanya bersenjata; penjajah juga membuat rakyat kita bodoh dan miskin. Di masa sekarang, mereka menggunakan teknologi komunikasi, dulu breaker untuk kontak, sekarang menggunakan dunia maya,” tutur Suwadi sambil mencontohkan dialog dengan bahasa daerah Timor Timur dalam percakapan tentang tanam jeruk dan panen kopi.

    IGB Sudharma turut memberikan pesan kepada siswa MI Darunnajah II agar generasi muda rajin belajar agar menjadi pemimpin bangsa.

    “Anak-anak harus rajin belajar dan pintar agar menjadi pemimpin bangsa yang meneruskan perjuangan kami, para veteran. Hormati orang tua dan guru, banyak membaca, serta mengikuti informasi dari radio, televisi, dan buku. Bangsa ini butuh generasi cerdas dan pekerja keras, bukan pemalas. Jangan tenggelam dalam HP hingga lupa belajar dan ibadah.”

    Sudharma kemudian membacakan puisi "Pahlawan Tanpa Nama" yang ia tulis khusus malam sebelumnya.

    Meskipun kondisinya kurang sehat, ia tetap semangat bertemu dengan para siswa, menyampaikan pesan perjuangan yang menginspirasi.

    Kepala MI Darunnajah II, Majidah Himmah, S.Ag (anak KH Makshum Syafi'i) melalui Ketua Panitia, Miss Aida Aristia Dewi, S.Pd., berharap para siswa dapat memetik hikmah dari acara ini, salah satunya adalah meresapi semangat perjuangan para pahlawan.

    Diharapkan, siswa memahami bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan oleh para pahlawan masa lalu, tetapi juga bisa dilanjutkan oleh mereka di masa kini dengan berfokus pada pendidikan dan pengembangan diri.

    Sebagai pelajar, mereka diharapkan menempuh pendidikan yang keras untuk mencapai prestasi akademis dan menjadi anak yang sholehah.

    Kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan sejarah bangsa dan kisah perjuangan para pahlawan sehingga siswa menjadi lebih cinta dan bangga sebagai anak Indonesia.

    Acara juga dirangkai dengan kegiatan keagamaan seperti hafalan Al-Qur'an, tahlilan di makam pahlawan yayasan seperti KH Harun dan KH Makhum Syafi'i yang dipimpin oleh Ustadz Nasrudin, S.Ag., lomba baca puisi, fragmen pantomim perobekan bendera biru, serta menyanyikan lagu nasional "Indonesia Pusaka."

    Kepala Madrasah apresiasi terima kasih ke veteran serta siswi prestasi yang mengharumkan nama madrasah dalam event lomba EO Bina Vokalia di Disbudpar dan Komunitas Gotongroyong'45 di Masjid Al Hilal 2 bareng Sanggar Merah Putih'45, JRKBB-JRKI, IWAPI, UMKK Segoro'45 serta Sedulur Teraphys Blambangan yang didukung media sastrawacana.id/ dan jurnalnews.

    Sementara itu, Bung Aguk Darsono, juri lomba sekaligus anggota G2 Mastrip Jatim yang ayahnya ikut bertempur dalam peristiwa 10 November bersama Bung Tomo dan arek-arek Surabaya, berharap agar acara ini bermanfaat bagi siswa MI Darunnajah II.

    Ia menegaskan bahwa momentum peringatan ini dapat memberikan inspirasi kepada siswa untuk terus memelihara semangat perjuangan dan memperkuat karakter diri sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

    “Semoga momentum ini dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi semua pihak, serta semoga semangat perjuangan para pahlawan terus diteruskan oleh generasi muda Indonesia,” ujarnya.

    Perayaan Hari Pahlawan ini melanjutkan tradisi peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober yang lalu, di mana setiap kelas bersama paguyuban menampilkan kuliner, seni adat, busana Nusantara, dan drama bertajuk "Banyuwangi: Indonesia Mini" yang menggambarkan keberagaman dalam harmoni di Bumi Blambangan, sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika. (Q'Nin/AWN)

  • Lomba Puisi Meriahkan Dies Natalis ke-41 SMP Negeri 1 Glenmore dengan Semangat Literasi dan Kreativitas Siswa

    Lomba Puisi Meriahkan Dies Natalis ke-41 SMP Negeri 1 Glenmore dengan Semangat Literasi dan Kreativitas Siswa

    Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-41, SMP Negeri 1 Glenmore menggelar berbagai acara lomba yang dapat diikuti oleh peserta didik mulai dari jenjang SD/MI hingga SMP.

    Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai tanggal 4 hingga 9 November 2024, dengan mengusung tema SPENSANIA dan tagline ‘Tunjukkan Aksimu, Raih Prestasimu’.

    Lomba yang diselenggarakan memiliki berbagai kategori, baik individu maupun kelompok.

    Beberapa jenis lomba yang diadakan antara lain Market Day, Pantomim, Puisi, E-Sport, Clash of Champions, Run 5Km, Pioneering, Hadang, dan Futsal.

    Puncak acara SPENSANIA akan berlangsung pada 9 November 2024.

    Di sela-sela kegiatan tersebut, peserta didik SMP Negeri 1 Glenmore juga membuka bazar dan pameran produk yang menampilkan berbagai macam hasil karya siswa, mulai dari makanan dan minuman hingga produk-produk kreatif lainnya.

    Terdapat berbagai stand yang menyuguhkan jajanan tradisional yang dikemas secara modern, serta minuman kekinian yang patut untuk dicicipi.

    Semua produk yang dipamerkan merupakan hasil karya peserta didik SMP Negeri 1 Glenmore.

    Menurut Joko Sugiharto, S.Pd., Kepala SMP Negeri 1 Glenmore, Dies Natalis ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan.

    Tujuan dari lomba-lomba ini adalah untuk menumbuhkan semangat dan sportifitas di kalangan peserta didik.

    Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk melatih jiwa kewirausahaan para siswa, agar kelak mereka dapat menjadi entrepreneur yang sukses.

    Dalam bazar, para peserta didik diajarkan mulai dari perencanaan, promosi produk, proses produksi, hingga penjualan produk.

    Pada hari Kamis (7/11), juga diadakan lomba Baca Puisi tingkat SD/MI sederajat yang diikuti oleh peserta didik dari beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

    Lomba ini dilanjutkan dengan lomba Baca Puisi tingkat SMP.

    Peni Lestari, S.Pd., selaku Koordinator Lomba Baca Puisi, mengatakan, “Event ini bertujuan untuk memberikan wadah bagi peserta didik yang memiliki bakat dan minat di bidang sastra, khususnya dalam membaca puisi.”

    Hal ini merupakan bagian dari komitmen SMP Negeri 1 Glenmore untuk meningkatkan literasi serta memperkuat penguasaan bahasa dan sastra di kalangan peserta didik.

    Peserta lomba Baca Puisi menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam membacakan puisi-puisi mereka.

    Kriteria penilaian lomba ini mencakup penghayatan, ekspresi, vokal, dan totalitas dalam membawakan puisi.

    Para peserta membawakan puisi dengan semangat dan ekspresi yang mendalam, sehingga mampu memukau penonton.

    Dewan juri lomba Baca Puisi terdiri dari Andi Budi Setiawan, Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPIWANGI), Samsuri, anggota Komunitas Paras Blambangan sekaligus purna guru SMP Negeri 1 Glenmore, dan Akira Luhaning Walaranti, guru bahasa Indonesia SMP Negeri 1 Glenmore.

    Karena banyaknya penampilan peserta yang luar biasa hebat, dewan juri mengaku kesulitan dalam menentukan siapa yang pantas keluar sebagai juara.

    Pada akhir kegiatan, tepatnya pada 9 November 2024, akan diumumkan para pemenang dari masing-masing lomba.

    Pemberian hadiah akan dilakukan dengan mengundang peserta lomba beserta para pembimbing untuk hadir dalam acara tersebut.

    Kegiatan ini akan ditutup dengan penampilan ekstrakurikuler dari SMP Negeri 1 Glenmore sebagai bentuk apresiasi kepada seluruh peserta dan sebagai ajang promosi kepada masyarakat umum, khususnya SD/MI yang ada di wilayah Kecamatan Glenmore.

  • Sinergi Posyandu Gelatik dan TBM Al Djawahir, Langkah Nyata Membangun Masyarakat Sehat dan Cerdas

    Sinergi Posyandu Gelatik dan TBM Al Djawahir, Langkah Nyata Membangun Masyarakat Sehat dan Cerdas

    Setiap bulan di hari Rabu pada pekan pertama, kegiatan posyandu Gelatik digelar di Taman Baca Masyarakat (TBM) Al Djawahir yang turut melibatkan petugas kesehatan dari Puskesmas Gambiran.

    Acara dipimpin oleh Hendri Kusniawati, bidan wilayah Dusun Krajan II Desa Gambiran yang didampingi oleh perawat wilayah, Sutikno, serta bidan Nur Handiyah dan bidan Rista.

    Rangkaian kegiatan posyandu mencakup pemeriksaan kesehatan bayi, balita, ibu hamil, remaja, dan lansia. Selain itu, terdapat pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita.

    Pada hari ini, Rabu (6/11), PMT disediakan dengan menu nugget ikan laut yang kaya gizi.

    Total terdapat 28 balita dari RT 01 dan RT 02 RW 06 Dusun Krajan II yang mendapatkan layanan kesehatan.

    Untuk pemeriksaan kesehatan lansia, diadakan pengecekan tekanan darah dan gula darah, dengan sekitar 15 orang yang hadir untuk menerima layanan tersebut.

    Acara ini juga turut dihadiri oleh Kepala Puskesmas Gambiran, dr. Yos.

    Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan tips sehat CERDIK (Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet sehat gizi seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres).

    Menurut dr. Yos, tips CERDIK tidak hanya sebagai panduan kesehatan bagi lansia, namun juga langkah preventif untuk menghindari penyakit menular.

    Para ibu aktivis lingkungan juga turut berperan dalam kegiatan posyandu ini, diantaranya Sulastri, Reni Maulida, Umi Alifah, Siti Aminah, dan Triya Eli Farida.

    Siti Aminah yang juga menjabat sebagai Bu RT 02 mengungkapkan rasa syukurnya terhadap partisipasi masyarakat sekitar yang telah mendukung kegiatan Posyandu.

    “Alhamdulillah, partisipasi masyarakat di posyandu Gelatik ini sangat bagus, sehingga kesehatan masyarakat bisa di RT 01 dan RT 02 RW 06 Dusun Krajan ll Desa Gambiran ini bisa terpantau,” paparnya.

    Etik Dwi Sukmawati yang merupakan istri dari Sekdes Gambiran menyampaikan harapannya atas perpindahan lokasi posyandu dari rumahnya ke Taman Baca Masyarakat Al Djawahir.

    Menurutnya, kolaborasi ini berdampak positif karena para orang tua yang mengantarkan anaknya untuk pemeriksaan kesehatan juga dapat membaca buku di TBM Al Djawahir.

    “Dengan dipindahkannya tempat posyandu yang dulu di rumahnya ke Taman Baca Masyarakat Al Djawahir ini bisa menjadi kolaborasi positif, yang mana para orang tua yang mengantarkan anaknya untuk periksa kesehatan juga membaca buku di Taman Baca Masyarakat Al Djawahir. Jadi bisa dapat sehat juga dapat ilmu pengetahuan baru” ungkap Etik yang juga merupakan ibu dari tiga anak.

    Selain kegiatan posyandu, TBM Al Djawahir juga menyelenggarakan kegiatan belajar agama pada malam Rabu dan Jumat.

    Kegiatan ini diikuti oleh 16 guru ngaji yang tergabung dalam Korwil 1 yang saat ini mencakup wilayah Gambiran dan Genteng.

    Bapak Djawahir, selaku penasihat TBM Al Djawahir, menyatakan kegembiraannya atas kegiatan yang diadakan di taman baca tersebut.

    Beliau berharap agar kegiatan seperti ini terus berlanjut dan TBM Al Djawahir semakin sering mengadakan kegiatan yang bermanfaat bagi umat. (Dafiq)

  • Perkins Internasional Gelar Seminar Dukungan Anak Berkebutuhan Khusus di Banyuwangi

    Perkins Internasional Gelar Seminar Dukungan Anak Berkebutuhan Khusus di Banyuwangi

    Perkins Internasional yang telah lama berkomitmen untuk mendukung Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kembali menggelar acara akbar di Hotel Aston Banyuwangi, pada 4-5 November 2024.

    Acara ini melibatkan berbagai pihak dan fokus pada seminar serta lokakarya yang menjalin kerjasama antara orangtua dan guru dalam menyusun Program Individual yang berpusat pada anak.

    Mrs. Chen Min Parerra, perwakilan dari Las Vegas, USA, yang bertugas di wilayah Asia Pasifik menyampaikan rasa cintanya terhadap Banyuwangi dalam sebuah sambutan yang diterjemahkan oleh Candra Padmasvasti dan JBI Firdaus Alvian.

    “Saya lama mendengar, maka saya sayang Banyuwangi,” ujar Chen Min Parerra.

    Dalam pidatonya, ia mengharapkan agar guru tidak hanya berperan di sekolah, tetapi juga di rumah, seperti dalam aktivitas panen atau memasak.

    “Penting untuk menjaga kualitas pendidikan agar anak-anak mandiri dan mampu menjaga keselamatan diri. Mereka harus dapat bermain, bekerja, dan berkontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.

    Chen Min juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung kaum disabilitas.

    Sutikno, S.Pd., M.Pd., Kabid Dinas Pendidikan menyampaikan bahwa Banyuwangi telah mengambil langkah signifikan untuk kaum disabilitas melalui berbagai inovasi, seperti Festival Kita Bisa serta produk hukum berupa Perda dan peraturan bupati.

    Kepala Dinas Pendidikan Wilayah Jawa Timur di Banyuwangi yang bertanggung jawab atas SMA/SMK dan SLB, juga memberikan pesan kepada orangtua yang memiliki anak difabel.

    Ia mengingatkan agar tidak berkecil hati dan selalu bersyukur.

    “Allah Yang Maha Sempurna pasti memberikan hikmah bagi kita yang bersabar dan terus berdoa. Tugas kami adalah melayani dan bersinergi untuk semua!” ujarnya dengan penuh semangat seraya salut kepada Yayasan Matahati pimpinan Masfufah, M.Pd yang menggelar acara Perkins se-Jawa Bali di Banyuwangi.

    Fanti, seorang ibu yang membawa anaknya penyandang tunarungu menekankan pentingnya peran guru dalam mendampingi siswa di rumah, serta mendorong orangtua untuk berkomunikasi aktif dengan guru mengenai perkembangan anak.

    “Jangan ajari saya untuk sabar. Saya terus belajar untuk bersyukur!” kata Pipit, yang memiliki putra tunadaksa.

    Sementara itu, Ketua Aura Lentera, Nurhadi Windoyo (tunanetra), menekankan bahwa pendidikan bagi orangtua dengan anak cacat sangat penting untuk masa depan anak-anak mereka.

    Acara ini menandai langkah positif dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan anak berkebutuhan khusus di Banyuwangi, memberikan harapan bagi orangtua dan anak-anak untuk masa depan yang lebih baik. (AW/Q’Nin)

  • Bawaslu Banyuwangi Gelar Sosialisasi Pemilu Ramah Difabel Bareng Komunitas Aura Lentera

    Bawaslu Banyuwangi Gelar Sosialisasi Pemilu Ramah Difabel Bareng Komunitas Aura Lentera

    Bawaslu Kabupaten Banyuwangi adakan sosialisasi partisipasi pemilu bagi penyandang disabilitas di Hotel El Royal Banyuwangi, pada Minggu (3/11/24).

    Gelaran ini bertujuan untuk memastikan kesetaraan hak politik bagi para difabel dalam pilkada 27 November mendatang.K

    Komisioner Bawaslu Kabupaten Banyuwangi, Khomisa Kurnia Indra membuka acara yang dihadiri oleh organisasi difabel diantaranya DMI, PPDI, Pertuni, Difawangi, HWDI, Gerkatin, INAF, Taliwangi, Aura Lentera, serta media komunitas pendukung difabel, yaitu JRKBB dan JRKI.Y

    Yel-yel “Setara untuk Indonesia Jaya” disampaikan juga dalam bahasa isyarat yang dipimpin oleh Divisi Program Komunitas Aura Lentera Indah Catur Cahyaningtyas dengan penerjemah bahasa isyarat Firdaus.

    Kehadiran Firdaus memastikan seluruh peserta difabel tuna rungu dapat mengikuti sosialisasi dengan baik.

    Materi utama disampaikan oleh Indah Catur Cahyaningtyas, aktivis difabel yang pernah jadi PPK Banyuwangi dah Caleg Dapil 1 yang mengajak peserta memahami hak politik mereka.

    Indah menegaskan pentingnya partisipasi difabel dalam pemilu untuk menentukan arah pembangunan daerah.

    Selain itu, ia menyoroti perlunya Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang ramah difabel agar akses pemilih difabel lebih mudah.

    Dalam sesi diskusi interaktif, ia mengajak peserta berbagi pengalaman tentang kendala yang pernah dihadapi dalam pemilu sebelumnya sebagai bahan evaluasi bagi Bawaslu untuk perbaikan di masa depan.

    Di akhir sesi tanya jawab, Windoyo, Ketua Aula Lentera menyampaikan apresiasinya dan berharap agar Bawaslu memberikan dukungan penuh terhadap hak politik difabel.

    “Kami berharap Bawaslu bareng KPUD benar-benar memperhatikan kebutuhan difabel dalam pemilu kali ini,” paparnya.

    Sosialisasi ini menunjukkan komitmen Bawaslu Banyuwangi dalam menciptakan pemilu yang inklusif dan merata bagi seluruh warga, tanpa terkecuali.

    Kami ingin partisipasi pemilih meningkat dan berkualitas sesuai regulasi serta damai hingga kehidupan bermasyarakat dan bernegara saling sinergi dan peduli tanpa melihat perbedaan yang ada,” tutur pimpinan sekretariat Banwaslu Abdul Aziz,SH,MH. (AW/AWN)

  • Bagian Permukaan Bumi yang Digenangi Air Disebut?

    Bagian Permukaan Bumi yang Digenangi Air Disebut?

    Bagian permukaan Bumi yang digenangi air secara umum disebut hidrosfer.

    Hidrosfer adalah lapisan air yang menyelimuti Bumi, baik itu di permukaan, di bawah permukaan, maupun di udara.

    Hidrosfer meliputi lautan yang mencakup sekitar 71% dari total permukaan Bumi, serta perairan darat seperti sungai, danau, rawa, dan gletser.

    Selain itu, hidrosfer juga mencakup air tanah yang tersimpan di bawah permukaan tanah, serta uap air dan partikel air yang terdapat di atmosfer.

    Hidrosfer memainkan peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem global dan mempengaruhi berbagai proses alam, seperti cuaca, iklim, serta siklus air yang melibatkan evaporasi, kondensasi, dan presipitasi.

    Siklus air ini mendukung kehidupan makhluk hidup dengan menyediakan sumber daya air yang esensial bagi tanaman, hewan, dan manusia.

    Hidrosfer juga memiliki dampak signifikan terhadap temperatur global melalui distribusi panas yang diangkut oleh arus laut, yang membantu mengatur iklim di berbagai wilayah di Bumi.

    Perubahan yang terjadi di hidrosfer, seperti pencairan gletser akibat pemanasan global, dapat memengaruhi ekosistem, meningkatkan permukaan air laut, dan membawa dampak serius bagi lingkungan dan populasi manusia.

    Hidrosfer memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan di Bumi, antara lain:

    • Sumber kehidupan: Semua makhluk hidup membutuhkan air untuk bertahan hidup.
    • Pengatur iklim: Air berperan dalam siklus hidrologi yang mempengaruhi cuaca dan iklim.
    • Transportasi: Sungai dan laut digunakan sebagai jalur transportasi.
    • Sumber energi: Air dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi hidroelektrik.