Blog

  • Jelaskan perubahan energi yang terjadi pada seseorang yang bermain sepak bola

    Saat seseorang bermain sepak bola, terdapat beberapa perubahan energi yang terjadi dalam tubuhnya, antara lain:

    1. Energi Kimia ke Energi Mekanik

    Tubuh mengubah energi kimia dari makanan menjadi energi mekanik yang diperlukan untuk berlari, menendang, dan bergerak.

    Energi kimia ini berasal dari pemecahan ATP (adenosine triphosphate) dalam otot-otot tubuh.

    2. Energi Kimia ke Energi Panas

    Saat tubuh bergerak dan otot bekerja keras, sebagian energi kimia juga diubah menjadi panas, yang meningkatkan suhu tubuh.

    Tubuh kemudian mengeluarkan keringat untuk membantu mendinginkan diri.

    3. Energi Potensial ke Energi Kinetik

    Ketika pemain melompat atau mengubah arah, energi potensial gravitasi (terutama saat mereka melompat) berubah menjadi energi kinetik saat mereka kembali menyentuh tanah atau bergerak ke arah yang diinginkan.

    4. Energi Kinetik ke Energi Potensial (pada bola)

    Saat pemain menendang bola, energi kinetik dari gerakan tubuh pemain ditransfer ke bola, menyebabkan bola bergerak dengan energi kinetik.

    Ketika bola melambung tinggi, sebagian dari energi tersebut berubah menjadi energi potensial gravitasi sebelum bola turun kembali.

    Seluruh rangkaian perubahan energi ini memungkinkan pemain untuk melakukan berbagai gerakan dan aksi selama permainan sepak bola.

  • Kota yang menjadi pusat penghubung tradisi kedokteran Islam dengan tradisi kedokteran India dan Yunani adalah?

    Kota yang menjadi pusat penghubung tradisi kedokteran Islam dengan tradisi kedokteran India dan Yunani adalah?

    A. jundisabur

    B. new delhi

    C. bagdad

    D. madinah

    Jawaban:

    C. bagdad

    Pembahasan:

    Pada masa keemasan Islam, Baghdad memainkan peran yang sangat penting sebagai pusat peradaban dan intelektual.

    Kota ini menjadi titik temu berbagai tradisi ilmu pengetahuan, termasuk kedokteran.

    Beberapa faktor yang menjadikan Baghdad sebagai pusat penghubung tradisi kedokteran Islam, India, dan Yunani adalah:

    1. Bait al-Hikmah

    Di bawah kepemimpinan Khalifah Al-Ma’mun, didirikanlah Bait al-Hikmah, sebuah lembaga yang berdedikasi untuk mengumpulkan, menerjemahkan, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dari berbagai tradisi, termasuk Yunani, Persia, dan India.

    2. Penerjemahan

    Para ilmuwan di Baghdad secara aktif menerjemahkan karya-karya medis dari bahasa Yunani, Persia, dan India ke dalam bahasa Arab.

    Hal ini memungkinkan para ilmuwan Muslim mempelajari dan mengembangkan ilmu kedokteran dari berbagai sumber.

    3. Pertukaran Ilmuwan

    Baghdad menjadi magnet bagi para ilmuwan dari berbagai penjuru dunia. ereka saling bertukar pikiran dan pengetahuan, sehingga terjadi perpaduan yang kaya antara tradisi kedokteran Islam, India, dan Yunani.

    4. Pengembangan Ilmu Kedokteran

    Berkat upaya-upaya tersebut, ilmu kedokteran di Baghdad berkembang pesat.

    Banyak ilmuwan Muslim yang menghasilkan karya-karya penting dalam bidang kedokteran, seperti Ibnu Sina (Avicenna) dengan kitabnya “Al-Qanun fi al-Tibb”.

  • Jelaskan secara ringkas dan tepat hubungan antara hukum tata negara dengan ilmu negara, hukum, politik, dan hukum administrasi negara

    Hubungan antara hukum tata negara dengan ilmu negara, hukum, politik, dan hukum administrasi negara adalah sebagai berikut:

    1. Hukum Tata Negara dan Ilmu Negara

    Ilmu negara mempelajari konsep dasar tentang negara, seperti asal-usul negara, tujuan, dan bentuk negara.

    Hukum tata negara menerapkan konsep-konsep ini dalam peraturan tentang struktur dan fungsi negara serta lembaga-lembaganya.

    2. Hukum Tata Negara dan Hukum

    Hukum tata negara merupakan cabang dari ilmu hukum yang mengatur aspek-aspek konstitusional, seperti pembagian kekuasaan, hak asasi warga negara, dan hubungan antar-lembaga negara. Fungsinya sebagai dasar hukum untuk sistem ketatanegaraan suatu negara.

    3. Hukum Tata Negara dan Politik

    Hukum tata negara erat terkait dengan politik karena proses politik mempengaruhi pembentukan dan pelaksanaan konstitusi serta aturan-aturan negara.

    Politik memberikan konteks dinamis bagi hukum tata negara, sementara hukum tata negara memberikan batasan dan pedoman bagi kegiatan politik.

    4. Hukum Tata Negara dan Hukum Administrasi Negara

    Hukum administrasi negara mengatur tata kelola administrasi dan tindakan eksekutif lembaga negara dalam menjalankan fungsinya.

    Sementara hukum tata negara lebih fokus pada pembentukan dan struktur lembaga negara, hukum administrasi negara berfokus pada pelaksanaan aturan oleh lembaga negara tersebut.

  • Rumah Literasi Indonesia, Pusat Inspirasi dan Edukasi untuk Masyarakat Banyuwangi

    Rumah Literasi Indonesia, Pusat Inspirasi dan Edukasi untuk Masyarakat Banyuwangi

    Rumah Literasi Indonesia yang terletak di Ketapang, Banyuwangi adalah pusat edukasi dan literasi bagi anak-anak dan remaja.

    Tidak hanya menyediakan berbagai koleksi buku bacaan, tetapi juga menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan dan interaktif.

    Konsep yang diusung oleh sang penggagas, Tunggul Harwanto berhasil menarik perhatian berbagai pihak untuk berkolaborasi, termasuk lembaga internasional seperti UNICEF dan USAID hingga sejumlah perusahaan dalam negeri.

    Sebagai informasi, Tunggul Harwanto yang merupakan sosok di balik Rumah Literasi Indonesia memiliki latar belakang pendidikan yang menarik.

    Alumni SMAN 1 Jembrana, Bali ini melanjutkan pendidikannya di bidang keperawatan di STIKES Banyuwangi, lalu meraih gelar S2 di bidang Kedokteran Keluarga di sebuah perguruan tinggi negeri di Solo.

    Tunggul pernah menjadi dosen di Universitas Bhakti Indonesia Banyuwangi jurusan Keperawatan, namun ia memutuskan berhenti mengajar untuk fokus mengembangkan dunia literasi.

    Baginya, dunia literasi lebih dari sekadar menyediakan akses buku, tapi bentuk perjuangan untuk membuka wawasan dan masa depan generasi muda.

    “Rumah Literasi Indonesia ini adalah upaya kami untuk memberikan kesempatan bagi setiap anak dan remaja di pelosok daerah agar memiliki akses terhadap buku dan ilmu pengetahuan,” jelas Tunggul.

    Ia berharap Rumah Literasi Indonesia dapat membantu mengatasi kesenjangan dalam akses literasi, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

    Program Kegiatan di Rumah Literasi Indonesia

    Rumah Literasi Indonesia menjalankan beberapa program inovatif yang dirancang untuk menjangkau masyarakat luas.

    Program unggulannya adalah Gerakan 1000 Rumah Baca, sebuah gerakan untuk mengajak masyarakat mendirikan rumah baca berbasis komunitas di berbagai daerah.

    Gerakan ini dilandasi oleh visi bahwa keluarga memainkan peran penting dalam mendidik generasi muda.

    Dengan adanya 1000 rumah baca di seluruh pelosok negeri, anak-anak di daerah terpencil akan memiliki akses buku dan kegiatan literasi yang dapat membantu mengembangkan kemampuan mereka.

    Selain itu, Tunggul dan timnya juga aktif melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di daerah terpencil.

    Melalui kegiatan ini, mereka mengajak siswa untuk bermimpi besar dan menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi yang sama dengan anak-anak di kota.

    Cara ini dianggap lebih proaktif dan berfokus pada “menjemput bola” sehingga para siswa merasa lebih dekat dengan dunia literasi.

    Tunggul dan relawan juga mengemas kunjungan ini dengan aktivitas kreatif dan inspiratif untuk membangun cita-cita dan imajinasi anak-anak.

    Kemudian, Rumah Literasi Indonesia juga menjalankan program Wisata Literasi yang unik.

    Program ini menggabungkan unsur pendidikan dengan kegiatan wisata yang menarik, sehingga cocok untuk semua usia, mulai dari pelajar hingga profesional.

    Para pengunjung dapat ikut serta dalam berbagai kegiatan, seperti pengumpulan sampah organik yang kemudian dapat ditukar dengan uang, hingga belajar tentang budidaya lobster dan maggot.

    Pengalaman wisata ini mengajarkan nilai keberlanjutan dan memberikan kesadaran lingkungan bagi para pengunjung.

    SocioPreneur dan Ekonomi Mandiri

    Untuk mendukung keberlangsungan Rumah Literasi, Tunggul menerapkan konsep socio-preneur di mana Rumah Literasi yang berfungsi sebagai ruang belajar dan juga sirkulasi ekonomi mandiri.

    Konsep ini memberi kesempatan kepada para relawan muda untuk mengembangkan bisnis yang berfokus pada penyelesaian masalah sosial, seperti kesehatan masyarakat, pendidikan, dan lingkungan.

    Program ini diharapkan tidak hanya membantu perekonomian komunitas sekitar, tetapi juga melatih para relawan muda dalam mengelola bisnis berkelanjutan dengan tujuan sosial.

    Berkat konsep socio-preneur yang diterapkan, Rumah Literasi Indonesia kini menarik berbagai pihak untuk berkolaborasi.

    Sejumlah lembaga, seperti UNICEF, Alibaba, Gramedia, ASDP, BUMN, dan Rotary International telah bekerja sama dengan Rumah Literasi Indonesia dalam mendukung program-program edukasi.

    Dukungan dari Para Relawan dan Apresiasi Masyarakat

    Setiap harinya, Rumah Literasi Indonesia dikunjungi oleh berbagai tamu, mulai dari perorangan, lembaga, hingga perusahaan yang tertarik untuk berkontribusi.

    Saat ini, lebih dari 500 relawan terlibat aktif dalam mendukung kegiatan di Rumah Literasi.

    Kehadiran para relawan ini menjadi bukti bahwa semangat literasi telah menyebar dan mengakar kuat di masyarakat.

    Bung Aguk, seorang aktivis sosial dan pegiat literasi yang pernah mengikuti Jambore Sastra Asia Tenggara mengapresiasi Rumah Literasi Indonesia.

    “Apa yang dilakukan Rumah Literasi Indonesia ini adalah contoh nyata bagaimana literasi bisa menyentuh dan memberdayakan masyarakat, bukan hanya sebagai sarana membaca, tetapi sebagai bentuk kontribusi nyata bagi masa depan generasi muda,” ungkapnya.

    Bagi Bung Aguk, program ini bukan sekadar inisiatif lokal, melainkan gerakan besar yang sangat berarti dalam pembangunan masyarakat.

    Harapan di Masa Depan

    Tunggul berharap Rumah Literasi Indonesia bisa terus mengembangkan sayap dan menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia.

    Dengan dukungan masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak, ia optimis Rumah Literasi bisa menjadi contoh model literasi yang berkelanjutan.

    Baginya, Rumah Literasi Indonesia adalah upaya untuk memberikan setiap anak kesempatan yang sama untuk meraih ilmu pengetahuan.

    “Rumah Literasi Indonesia hadir bukan hanya untuk memberikan buku, tetapi untuk menginspirasi dan membentuk generasi yang berdaya,” tegas Tunggul.

    Ia berharap, apa yang mereka lakukan di Rumah Literasi Indonesia bisa memicu munculnya lebih banyak gerakan literasi di berbagai daerah, terutama di pelosok negeri. (MA)

  • Mengenang Pahlawan dan Menghidupkan Literasi, KOPIWANGI Gelar Lomba Menulis Puisi

    Mengenang Pahlawan dan Menghidupkan Literasi, KOPIWANGI Gelar Lomba Menulis Puisi

    Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, KOPIWANGI mengadakan lomba menulis puisi bertema pahlawan nasional khusus untuk para anggota komunitasnya pada Minggu, 10 November 2024.

    Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi dan penghormatan kepada jasa-jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia.

    Lomba ini juga merupakan salah satu bentuk nyata program KOPIWANGI dalam mendukung event literasi bagi anggota komunitasnya.

    Tujuan dari program ini adalah memberikan wadah kepada anggota yang memiliki minat dan bakat dalam menulis puisi, sekaligus mendorong semangat literasi di kalangan komunitas.

    Lomba diselenggarakan secara daring, di mana peserta memposting hasil karya puisinya dalam bentuk JPEG atau PNG yang telah dibuat sebelumnya melalui aplikasi Canva.

    Peserta kemudian mengunggahnya ke akun Instagram masing-masing dengan menambahkan caption: “Lomba Menulis Puisi Pahlawan Nasional” dan menandai akun IG komunitas, yaitu @komunitas_kopiwangi.

    Penilaian lomba ini berdasarkan jumlah like dan komentar terbanyak pada puisi yang diunggah.

    Satu karya terbaik dipilih untuk menerima hadiah berupa Buku Antologi Puisi berjudul “Lentera Di Pengujung Asa – Pendidikan Yang Memerdekakan” yang ditulis oleh anggota KOPIWANGI, serta sejumlah uang pembinaan.

    Lomba berlangsung dari tanggal 10 hingga 12 November 2024, dengan batas waktu penilaian hingga pukul 18.00 WIB. Pemenang lomba diumumkan pada 12 November 2024 pukul 20.00 WIB.

    Antusiasme peserta dalam mengikuti lomba sangat tinggi, terbukti dari keikutsertaan berbagai kalangan, mulai dari guru, pegiat literasi, hingga kepala sekolah.

    Namun, karena waktu penyelenggaraan lomba yang singkat, beberapa anggota komunitas tidak dapat ikut serta akibat kesibukan dan keterbatasan waktu, sehingga menyayangkan ketidakhadiran mereka dalam lomba ini.

    Pemenang lomba diraih oleh Rohmaniyah, S.Pd.Gr dengan puisinya yang berjudul “Ode Untuk Kartini.”

    Puisi Rohmaniyah
    Puisi Rohmaniyah

    Puisinya berhasil mendapatkan puluhan like dan komentar, menunjukkan betapa puisinya diminati dan diapresiasi oleh para pembaca.

    Pengumuman pemenang ini kemudian dibagikan di grup komunitas KOPIWANGI.

    KOPIWANGI terus berkomitmen melaksanakan program-program literasi yang bermanfaat

    Beberapa program yang sudah berjalan di antaranya lomba menulis puisi, lomba baca puisi dan bercerita, lomba menulis esai, serta seminar kesehatan mental.

    “Itu merupakan bentuk komitmen bersama dalam memajukan literasi di Banyuwangi. Harapannya ke depan KOPIWANGI semakin eksis dan konsisten memberikan budaya positif di bidang literasi”, ujar Andi BS, ketua KOPIWANGI.

  • 5 Minuman Rempah Khas Indonesia yang Cocok Dikonsumsi Saat Musim Hujan

    5 Minuman Rempah Khas Indonesia yang Cocok Dikonsumsi Saat Musim Hujan

    Saat musim hujan tiba, suhu udara menjadi lebih dingin dan tubuh kita memerlukan makanan atau minuman hangat yang bisa memberikan rasa nyaman serta membantu menjaga daya tahan tubuh.

    Indonesia memiliki berbagai jenis minuman tradisional berbahan dasar rempah yang tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga memberikan banyak manfaat kesehatan.

    Berikut ini adalah lima minuman rempah khas Indonesia yang sangat pas untuk dinikmati di musim hujan.

    1. Bir Pletok

    Bir Pletok adalah minuman tradisional khas masyarakat Betawi yang dikenal dengan rasa hangatnya.

    Meskipun namanya “bir”, minuman ini sebenarnya tidak mengandung alkohol sama sekali.

    Bir Pletok terbuat dari campuran rempah-rempah seperti jahe, kayu secang, serai, kayu manis, kapulaga, dan beberapa rempah lainnya.

    Kayu secang memberikan warna merah pada minuman ini, sehingga tampilannya mirip seperti bir, namun rasa dan kandungannya sangat khas Indonesia.

    Minuman ini bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, menghangatkan tubuh, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

    Selain itu, rempah-rempah yang digunakan dalam Bir Pletok juga memiliki efek anti-inflamasi yang baik untuk kesehatan sendi dan bisa meredakan nyeri.

    2. Bandrek

    Bandrek adalah minuman khas Jawa Barat yang sangat cocok untuk menghangatkan tubuh saat cuaca dingin.

    Selain jahe, Bandrek juga biasanya dicampur dengan rempah-rempah seperti serai, kayu manis, dan cengkeh.

    Beberapa orang juga menambahkan gula merah dan santan untuk memberi rasa gurih yang lezat.

    Bandrek dipercaya bisa meredakan tenggorokan, mengurangi nyeri otot, dan memberikan tambahan energi.

    Kandungan antioksidan dalam rempah-rempahnya juga sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga Bandrek sangat cocok diminum saat musim hujan atau saat cuaca dingin.

    3. Bajigur

    Bajigur adalah minuman hangat yang berasal dari Jawa Barat, terbuat dari santan, gula aren, dan jahe.

    Rasanya manis dan sedikit gurih, menjadikannya sangat cocok untuk dinikmati saat hujan turun.

    Selain jahe, Bajigur juga sering diberi tambahan sedikit garam dan vanili untuk menambah aroma harum yang menggoda.

    Minuman ini tidak hanya memberikan rasa nyaman dan hangat, tetapi juga bermanfaat untuk meningkatkan stamina dan menjaga tubuh tetap bertenaga di cuaca dingin.

    4. Le Seureubet

    Le Seureubet adalah minuman rempah khas Aceh yang terbuat dari campuran jahe, serai, dan santan.

    Perpaduan rasa gurih dari santan dan aroma rempah yang kuat memberikan sensasi lezat pada minuman ini.

    Seperti kebanyakan minuman rempah lainnya, Le Seureubet sangat efektif untuk menghangatkan tubuh dan menjaga stamina.

    Minuman ini juga sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh, terutama di musim hujan yang rentan dengan perubahan suhu yang drastis.

    5. Sarabba

    Sarabba adalah minuman tradisional khas Makassar, Sulawesi Selatan dengan rasa yang gurih dan sedikit pedas.

    Sarabba terbuat dari campuran jahe, gula merah, santan, dan kuning telur. Beberapa orang juga menambahkan lada hitam untuk menambah kehangatan.

    Kombinasi bahan-bahan alami ini menciptakan minuman yang sangat beraroma dan cocok dikonsumsi saat cuaca dingin.

    Sarabba dapat menghangatkan tubuh, meningkatkan stamina, serta membantu meredakan gejala masuk angin atau flu.

    Kandungan jahe dalam Sarabba juga berfungsi untuk memperlancar pencernaan dan memberikan tambahan energi.

    Itulah lima jenis minuman rempah khas Nusantara yang sangat cocok untuk dinikmati saat musim hujan.

    Dengan kandungan rempah alami yang ada di dalamnya, minuman-minuman ini tidak hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga membantu menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

    Selain kelezatannya, menikmati minuman tradisional ini juga merupakan salah satu cara untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal Indonesia.

  • Polije Ciptakan Aplikasi AnemiaGo untuk Bantu Cegah Stunting di Masyarakat

    Polije Ciptakan Aplikasi AnemiaGo untuk Bantu Cegah Stunting di Masyarakat

    Tim pengabdian masyarakat dari Jurusan Kesehatan Politeknik Negeri Jember (Polije) baru-baru ini meluncurkan aplikasi berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) bernama AnemiaGo.

    Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat Desa Yosowilangun Kidul, Lumajang, Jawa Timur dalam mendeteksi dan mencegah anemia, salah satu faktor yang berperan dalam masalah stunting.

    Program ini juga menjadi bagian dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat (PBM) dari Polije.

    Tujuan utama dari aplikasi AnemiaGo adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya anemia dan pentingnya pencegahannya untuk mencegah stunting di masa depan.

    Dengan berbagai fitur yang mudah diakses dan dipahami, aplikasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat lebih memahami masalah anemia dan mengambil langkah-langkah preventif yang tepat.

    Sabran, ketua tim pengabdian masyarakat Polije menjelaskan bahwa aplikasi ini menyediakan informasi lengkap yang dapat diakses oleh siapa saja yang menggunakannya.

    “Dengan demikian, masyarakat diharapkan bisa lebih sadar akan pentingnya pencegahan anemia dan potensi dampaknya terhadap stunting,” kata Sabran.

    Aplikasi AnemiaGo ini didanai oleh program hibah dari Direktorat Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi tahun anggaran 2024.

    Dilengkapi dengan antarmuka pengguna yang sederhana dan ramah, aplikasi ini sangat mudah digunakan oleh masyarakat, bahkan bagi mereka yang tidak terlalu familiar dengan teknologi.

    “AnemiaGo juga memiliki beberapa fitur unggulan, di antaranya fitur edukasi yang memberikan informasi mengenai anemia dan cara pencegahannya, fitur deteksi dini untuk mengetahui risiko anemia, jurnal kesehatan yang memungkinkan pengguna mencatat perkembangan kondisi mereka, serta fitur komunitas yang menghubungkan pengguna dalam satu platform untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan terkait kesehatan,” jelas Sabran.

    Dian Kartika, anggota tim lainnya yang turut mengembangkan AnemiaGo menambahkan bahwa inovasi ini tidak hanya menawarkan teknologi canggih, tetapi juga berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam hal kesehatan, terutama dalam mencegah anemia dan stunting.

    “Kami berharap, dengan adanya aplikasi AnemiaGo, masyarakat di Desa Yosowilangun Kidul dapat lebih aktif dalam menjaga kesehatannya dan mencegah masalah kesehatan yang bisa berdampak jangka panjang,” ujar Dian.

    Kegiatan pelatihan dan sosialisasi aplikasi AnemiaGo berlangsung di Kantor Desa Yosowilangun Kidul dan mendapat sambutan positif dari warga.

    Warga sangat antusias mengikuti pelatihan mengenai cara penggunaan aplikasi dan manfaatnya untuk kesehatan.

    Harapannya, aplikasi ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi kesehatan masyarakat di Desa Yosowilangun Kidul, tetapi juga bisa diterapkan di wilayah lainnya.

    Selain Sabran dan Dian, pengembangan aplikasi AnemiaGo melibatkan dosen Polije lainnya, yakni Malinda Capril Nurul Satya.

    Program ini juga mengajak tiga mahasiswa Polije untuk terlibat langsung dalam pengembangan dan implementasi aplikasi ini.

  • Langkah Baru Menuju Pendidikan Berkualitas, Mendikdasmen Ajak Guru Jadi Mentor dan Penggerak

    Langkah Baru Menuju Pendidikan Berkualitas, Mendikdasmen Ajak Guru Jadi Mentor dan Penggerak

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, melakukan kunjungan kerja ke SMA Negeri 2 Wates, Yogyakarta.

    Dalam acara bertajuk “Sambung Rasa Guru,” Abdul Mu’ti berdialog langsung dengan para guru dan tenaga pengajar untuk mendengarkan masukan serta berbagi visi mengenai pendidikan di Indonesia.

    “Saya merasa bahagia dapat bertemu dengan para ujung tombak pendidikan Indonesia. Melalui forum ini saya mengajak kepada semua guru untuk bersama sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua,” kata Abdul Mu’ti, Rabu (13/11).

    Menurutnya, untuk mewujudkan pendidikan yang merata dan bermutu, pemerintah akan berfokus pada peningkatan sarana dan prasarana sekolah serta peningkatan kualifikasi guru.

    Menteri Mu’ti menegaskan bahwa para guru sebaiknya memiliki standar pendidikan minimal D4 atau S1.

    Dengan kualifikasi ini, harapannya guru bisa menjalankan peran lebih dari sekadar penyampai ilmu, tetapi juga menjadi mentor dan konselor yang membentuk karakter anak didik.

    “Upaya pemenuhan kualifikasi guru bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, di mana ke depannya guru tidak hanya sebagai penyampai ilmu pengetahuan, namun juga sebagai mentor dan konselor pembangun karakter bangsa peserta didik,” ungkapnya.

    Di hadapan para guru, Abdul Mu’ti juga membahas pentingnya pembelajaran yang menyenangkan. Ia yakin suasana belajar yang bahagia akan meningkatkan mutu pendidikan.

    “Pendidikan yang gembira akan membuat para pelaku pendidikan akan menikmati proses pembelajaran. Dari proses yang gembira itu akan membuat pendidikan kita akan bermutu bagi semua warga satuan pendidikan,” tambahnya.

    Acara ini juga menjadi kesempatan bagi para guru untuk menyampaikan aspirasi.

    Henri Saputro, seorang guru dari SMP Negeri 2 Kalibawang, Kulon Progo, menyoroti kesejahteraan guru sebagai aspek penting untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dan menyenangkan.

    Henri juga berharap pemerintah memberikan perlindungan hukum bagi para guru agar mereka merasa aman dalam menjalankan tugas.

    “Selain aspek kesejahteraan, melalui forum ini kami meminta kepada Mendikdasmen untuk membuat regulasi atau perlindungan hukum bagi para guru. Jika regulasi itu terwujud akan menjadi hal yang baik dan menjadi bagian penting dari proses peningkatan kualitas pendidikan,” ujar Henri.

    Sementara itu, Titi Nurhayati, Kepala SLB Negeri 1 Kulon Progo, juga menyampaikan aspirasinya.

    Ia menyoroti pentingnya perhatian khusus untuk SLB dari sisi fasilitas, tenaga pengajar, dan tenaga kependidikan.

    “Dengan semangat pendidikan bermutu untuk semua, SLB juga harus menjadi bagian penting dan mendapatkan perhatian khusus dalam proses pembelajaran. Alokasi dana harus ditingkatkan untuk keberlangsungan SLB mengarungi proses pembelajaran untuk peserta didik,” katanya.

    Selain itu, Wulan, seorang guru dari Kelompok Bermain di Kulon Progo, menyinggung soal pengakuan bagi Kelompok Bermain yang saat ini masih dianggap sebagai pendidikan nonformal.

    Wulan menginginkan Kelompok Bermain mendapat status sebagai lembaga pendidikan formal, karena hal ini penting agar para guru PAUD memperoleh hak yang sama dengan tenaga pendidik di lembaga formal lainnya.

    “Saat ini kami memiliki 17 guru yang memiliki pendidikan S-1 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), kami menginginkan bahwa Kelompok Bermain harus mendapatkan pengakuan sebagai lembaga pendidikan formal. Sehingga para pengajar juga mendapatkan hak yang sama dengan pengajar pendidikan formal guna meningkatkan kualitas pendidikan,” kata Wulan.

    Acara ini dihadiri oleh sekitar 150 guru dari Kulon Progo. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Nunuk Suryani, Direktur Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen Iwan Syahril, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kulon Progo Arif Prastowo, serta perwakilan dari Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Yogyakarta dan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Yogyakarta.

    Melalui pertemuan ini, Abdul Mu’ti berharap komunikasi yang baik dengan para guru terus berlanjut. Pemerintah berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan dan memastikan bahwa pendidikan yang bermutu dapat dirasakan oleh semua anak di Indonesia, tanpa terkecuali.

  • Evaluasi Kebijakan Zonasi dan Ketersediaan Guru Jadi Fokus Pemerintah di Kabinet Merah Putih

    Evaluasi Kebijakan Zonasi dan Ketersediaan Guru Jadi Fokus Pemerintah di Kabinet Merah Putih

    Pemerintah melalui Kabinet Merah Putih periode 2024-2029 memberikan perhatian besar pada dua isu utama di bidang pendidikan, yaitu kebijakan zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dan distribusi guru di seluruh wilayah Indonesia.

    Kedua isu ini menjadi sorotan dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kebijakan Pendidikan yang diadakan bersama para Kepala Dinas Pendidikan dari seluruh Indonesia di Jakarta, Senin (11/11).

    Wakil Presiden Gibran Rakabuming menegaskan perlunya evaluasi yang mendalam untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas kebijakan zonasi.

    Gibran mengakui bahwa kebijakan zonasi meskipun bermanfaat dalam mendekatkan siswa dengan sekolah di sekitar mereka, masih menghadapi tantangan dalam pelaksanaannya.

    Tantangan utamanya adalah ketidakmerataan fasilitas pendidikan dan distribusi guru yang belum optimal di beberapa wilayah.

    “Zonasi, sekali lagi, ini program yang baik, tapi mungkin belum bisa diterapkan di semua wilayah,” ujarnya.

    Di rakor tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah untuk terus meningkatkan kualitas dan akses pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia.

    Melalui kebijakan PPDB dan rekrutmen Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), ia berharap dapat mendukung pembangunan sumber daya manusia, teknologi, dan pendidikan yang menjadi visi utama dari Asta Cita ke-4, program prioritas Presiden dan Wakil Presiden.

    “Satu hal yang ingin kami tekankan pada kesempatan ini, sesuai dengan visi Kemendikdasmen yang mengacu kepada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Program Asta Cita, kami berusaha untuk memberikan pelayanan pendidikan yang bermutu untuk semua,” paparnya.

    Penyempurnaan PPDB dan Zonasi untuk Pemerataan Akses Pendidikan

    Abdul Mu’ti mengakui bahwa kebijakan PPDB berbasis zonasi masih perlu diperbaiki agar dapat memberikan akses pendidikan yang setara, adil, dan berkualitas untuk semua anak Indonesia.

    Tujuan dari kebijakan zonasi adalah untuk memastikan bahwa setiap anak bisa belajar di sekolah yang dekat dengan tempat tinggal mereka, sekaligus mengintegrasikan siswa dari berbagai latar belakang sosial dalam satu kelas.

    Diharapkan bisa menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung integrasi sosial di kalangan siswa.

    “Zonasi menjadi kebijakan strategis untuk memastikan bahwa setiap anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan bermutu, yang tidak jauh dari tempat tinggal. Selain itu, dengan zonasi, satu kelas terdiri atas murid-murid dari berbagai kelas sosial juga dimaksudkan agar terjadi proses integrasi sosial di antara para murid di lingkungan atau wilayah tertentu,” ujar Abdul Mu’ti.

    Namun, ia juga menegaskan bahwa tantangan yang ada, seperti distribusi guru dan fasilitas, harus ditangani agar zonasi bisa berjalan maksimal.

    Rekrutmen Guru PPPK untuk Menjamin Kualitas dan Kesejahteraan Guru

    Di sisi lain, Abdul Mu’ti menyoroti pentingnya rekrutmen guru PPPK sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan guru di seluruh Indonesia.

    Melalui program ini, pemerintah berupaya menambah jumlah guru agar layanan pendidikan dapat berjalan sesuai standar kualitas yang diharapkan.

    Kemendikdasmen juga menilai bahwa rekrutmen guru PPPK dapat membantu meningkatkan kesejahteraan guru, khususnya bagi mereka yang selama ini berstatus non-ASN atau honorer.

    Saat ini, proses rekrutmen guru PPPK untuk tahun 2024 sedang berlangsung.

    Meski ada target untuk mengangkat hampir 300 ribu guru menjadi ASN PPPK, pemerintah masih menghadapi kekurangan tenaga pengajar, yaitu sekitar 200 ribu dari total kebutuhan formasi guru yang mencapai 419.146.

    Untuk menutupi kekurangan ini, Kemendikdasmen akan terus melanjutkan rekrutmen guru hingga tahun 2025.

    Tantangan dalam Distribusi Guru PPPK

    Namun, Abdul Mu’ti mengungkapkan beberapa masalah yang ditemukan selama melakukan audiensi dengan organisasi penyelenggara pendidikan.

    Salah satu masalah yang muncul adalah penempatan guru PPPK yang sejauh ini hanya terbatas di sekolah negeri.

    Akibatnya, ada wilayah yang kelebihan formasi guru PPPK di sekolah negeri, sementara sekolah swasta di wilayah yang sama justru kekurangan guru.

    “Penempatan guru PPPK yang hanya di sekolah negeri  ternyata memicu masalah, yakni ada sejumlah sekolah di satu wilayah yang kelebihan formasi guru PPPK, sementara ada sekolah swasta di wilayah yang sama malah kekurangan formasi guru PPPK,” kata Abdul Mu’ti.

    Melihat kondisi ini, Kemendikdasmen mendorong pemerintah daerah untuk melakukan redistribusi guru di wilayah mereka agar pemerataan guru bisa tercapai.

    Dengan langkah ini, diharapkan bahwa tidak hanya sekolah negeri, tetapi juga sekolah swasta bisa mendapatkan dukungan tenaga pengajar yang memadai.

    Melalui kebijakan zonasi PPDB dan program rekrutmen guru PPPK, pemerintah berkomitmen untuk memberikan pelayanan pendidikan berkualitas yang merata di seluruh Indonesia.

    Abdul Mu’ti berharap bahwa langkah-langkah ini dapat menjadi solusi untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, di mana setiap anak Indonesia, tanpa memandang status sosial atau tempat tinggal, bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

  • Mahasiswa Undiksha Raih Emas di Ajang Nasional Shorinji Kempo 2024

    Mahasiswa Undiksha Raih Emas di Ajang Nasional Shorinji Kempo 2024

    Mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Invitasi Cabang Olahraga Mahasiswa 2024 untuk cabang bela diri Shorinji Kempo, yang berlangsung di Jakarta pada 6-8 November lalu.

    Dua mahasiswa anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kempo Undiksha, yaitu Pade Made Mirah Permatasari dari Program Studi Manajemen dan Ida Bagus Kade Budiartawan dari Program Studi Ilmu Keolahragaan, berhasil meraih medali di ajang ini.

    Mereka berdua berada di bawah bimbingan pelatih Jatim Soenandar.

    Mirah dan Budiartawan sukses membawa pulang tiga medali sekaligus: satu medali emas untuk kategori embu berpasangan campuran I/II DAN, satu medali perak untuk randori kelas 60 kg putri, dan satu medali perunggu untuk randori kelas 60 kg putra.

    Jatim Soenandar mengungkapkan kebanggaannya atas prestasi ini, terlebih dengan waktu persiapan yang cukup singkat.

    Menurutnya, capaian ini tidak hanya mengharumkan nama para atlet tetapi juga membawa kebanggaan bagi Undiksha.

    Selain itu, kontingen Undiksha berhasil meraih peringkat kelima dalam klasemen akhir medali, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi.

    Dari pihak pimpinan, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Hubungan Masyarakat Undiksha, Prof. Dr. I Ketut Sudiana, M.Kes, turut menyambut hangat prestasi para mahasiswa ini.

    “Kami dari pimpinan memberikan apresiasi atas prestasi ini,” ujarnya pada Jumat, 8 November 2024.

    Prof. Sudiana berharap keberhasilan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan kemampuan mereka dan bersiap menghadapi ajang-ajang bergengsi lainnya di tingkat nasional maupun internasional.

    Ia juga menegaskan bahwa pimpinan Undiksha memiliki komitmen kuat untuk mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa, termasuk di bidang olahraga kempo. 

    Partisipasi mahasiswa dalam berbagai kejuaraan tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga memperkuat capaian Undiksha dalam Simkatmawa.

    “Tentu prestasi dalam ajang ini dapat mendukung capaian Simkatmawa. Semoga ke depan dapat meraih prestasi yang semakin gemilang lagi,” tutupnya penuh harap.