Tag: anak

  • 7 Rekomendasi Susu Formula Penambah Berat Badan Bayi 1-3 Tahun

    7 Rekomendasi Susu Formula Penambah Berat Badan Bayi 1-3 Tahun

    Menjaga berat badan bayi tetap ideal adalah hal yang penting untuk mendukung tumbuh kembangnya.

    Ketika berat badan bayi 1-3 tahun sedikit di bawah rata-rata, memberikan susu formula penambah berat badan bisa menjadi solusi efektif yang bisa dilakukan oleh orang tua.

    Susu formula yang tepat akan memberikan nutrisi tambahan yang dibutuhkan bayi tanpa menggantikan asupan makanan utama.

    Susu Formula Penambah Berat Badan Bayi 1-3 Tahun

    Berikut ini adalah 7 rekomendasi susu formula terbaik untuk membantu menambah berat badan bayi usia 1-3 tahun.

    1. Pediasure Complete Triplesure

    Pediasure Complete Triplesure dikenal sebagai susu formula khusus untuk bayi dan anak yang membutuhkan tambahan berat badan.

    Pediasure memiliki kandungan protein tinggi, arginine, vitamin K2 dan mineral yang membantu mencukupi kebutuhan gizi harian bayi.

    PediaSure mengandung campuran Synbiotic yang unik, yaitu kombinasi probiotik (bakteri baik) dan prebiotik FOS.

    Campuran ini membantu menjaga keseimbangan mikroflora usus, mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat, dan memaksimalkan penyerapan nutrisi.

    2. Nutren Junior

    Nutren Junior adalah merek susu formula yang sering direkomendasikan untuk bayi 1-3 tahun yang memerlukan tambahan berat badan.

    Nutren Junior mengandung protein whey berkualitas tinggi yang mudah diserap tubuh, membantu pertumbuhan optimal si Kecil.

    Dilengkapi dengan Omega 3 dan 6 yang mendukung proses belajar, serta DHA yang penting bagi perkembangan otak.

    Serat pangan dengan kombinasi probiotik (Lactobacillus paracasei dan Bifidobacterium longum) dan prebiotik (Prebio 1+ dan acacia gum) menjaga kesehatan saluran cerna.

    Susu ini juga kaya akan 13 vitamin dan 9 mineral, memberikan nutrisi lengkap untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil agar mencapai potensi terbaiknya.

    3. Similac Neosure

    Similac Neosure adalah susu formula yang dirancang khusus untuk bayi yang lahir prematur atau dengan berat badan rendah.

    Similac Neosure mengandung DHA, Vitamin E, protein, dan lutein yang penting untuk perkembangan otak dan mata bayi serta membantu bayi mencapai berat badan ideal.

    Susu ini juga mengandung kalsium dan fosfor, mineral esensial yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan tulang bayi.

    4. S-26 Nutrisure Gold

    S-26 Nutrisure Gold menjadi pilihan yang cukup populer bagi bayi 1-3 tahun.

    S-26 NutriSure Gold adalah susu multinutrisi yang dirancang untuk menambah berat badan si Kecil.

    Susu ini mengandung makronutrien dan mikronutrien yang membantu melengkapi nutrisi penting yang mungkin tidak terpenuhi dari makanan.

    Dapat diberikan untuk anak usia 1-10 tahun, susu S-26 NutriSure Gold menyediakan 200 kkal per sajian, serta nutrisi penting seperti vitamin, protein, zat besi, lemak, dan fosfor.

    5. Enfagrow A+ Gentle Care

    Enfagrow A+ Gentle Care diformulasikan khusus untuk bayi yang sering rewel, mengalami perut kembung, atau banyak buang angin.

    Hal tersebut bisa dikarenakan masuk angin atau kembung, sehingga Enfagrow A+ Gentle Care bisa menjadi solusi tepat.

    Enfagrow A+ Gentle Care MFGM Pro dilengkapi dengan formula PHP (Partially Hydrolyzed Protein) yang memiliki protein yang dipecah hingga 50% lebih kecil, sehingga lebih mudah dicerna oleh perut sensitifnya.

    Selain itu, Enfagrow A+ Gentle Care MFGM Pro juga mengandung DHA yang lebih tinggi (35 mg per sajian), Omega 3 dan 6, asam folat, zat besi, dan kalsium, yang semuanya mendukung proses belajar si kecil.

    6. Friso Gold 3

    Susu berkualitas tinggi ini bersumber langsung dari peternakan Belanda dan dibuat dengan keahlian ilmu peternakan.

    Dengan karakteristik khas berupa molekul kecil struktur lembut, susu ini dipadukan dengan Teknologi LockNutri™, yang mengunci struktur protein susu dalam bentuk alaminya, sehingga mudah dicerna.

    Rasa susu ini alami dan lebih nikmat, ditingkatkan dengan 2′-FL, tanpa tambahan sukrosa dan perasa.

    Diformulasikan khusus untuk mendukung perkembangan anak, Friso Gold 3 mengandung nutrisi penting seperti prebiotik, probiotik, DHA, nukleotida, vitamin D, dan selenium.

    Formula baru ini juga mencakup zat besi, seng, dan vitamin A, C, dan D untuk mendukung pertahanan alami dan sistem kekebalan tubuh anak.

    7. Similac Gain Kid

    Similac Gain Kid adalah susu formula yang dibuat khusus untuk meningkatkan berat badan bayi dan balita.

    Dengan sistem formula IQ yang terdiri dari kombinasi DHA, kolin, dan nukleotida, susu ini menyediakan 34 nutrisi yang mendukung pertumbuhan optimal.

    Selain itu, vitamin A dalam Similac Gain Kid berperan penting dalam membantu fungsi penglihatan anak.

    Nah, itulah beberapa rekomendasi susu formula penambah berat badan bayi 1-3 tahun yang bisa dicoba.

    Namun, ada baiknya untuk konsultasi ke dokter bayi terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli. Semoga bermanfaat!

  • 5 Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak dan Manfaatnya Untuk Kehidupan Anak

    Kewajiban orang tua terhadap anak adalah bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab mereka sebagai orang tua.

    Kehadiran dan peran yang baik dari orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, emosional, dan sosial anak.

    Orang tua bertanggung jawab untuk memberikan perlindungan, pendidikan, bimbingan, dan kasih sayang yang diperlukan oleh anak.

    Jadi, pada dasarnya tidak hanya anak saja memiliki kewajiban kepada orang tua. Tapi, orang tua pun punya kewajiban yang harus diberikan kepada anak-anaknya.

    Lalu, apa saja kewajiban orang tua yang harus dilakukan untuk anaknya?

    Kewajiban Orang Tua Terhadap Anak

    Tumbuh kembang serta sikap anak sangat berpengaruh pada orang tua. Sebab, orang tua memiliki kewajiban mendidik anaknya untuk menjadi pribadi yang baik.

    Berikut ini adalah beberapa kewajiban orang tua terhadap anak yang harus dipenuhi untuk kebaikan anak.

    1. Memberikan Kasih Sayang dan Perhatian

    Salah satu kewajiban utama orang tua terhadap anak adalah memberikan kasih sayang dan perhatian yang memadai.

    Anak-anak membutuhkan cinta dan perhatian orang tua mereka untuk merasa dicintai, aman, dan dihargai.

    Orang tua harus memberikan waktu dan perhatian kepada anak-anak mereka, mendengarkan mereka, dan merespons kebutuhan mereka dengan penuh kasih sayang.

    2. Memberikan Pendidikan dan Pengembangan

    Orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak mereka, meliputi pendidikan formal seperti sekolah dan juga pendidikan informal di rumah.

    Orang tua harus mendorong anak-anak untuk belajar, memberikan dukungan mereka, dan membantu mereka mengembangkan potensi mereka dalam berbagai aspek kehidupan, seperti intelektual, emosional, dan sosial.

    3. Menjamin Keamanan dan Perlindungan

    Kewajiban penting orang tua adalah menyediakan keamanan dan perlindungan bagi anak-anak mereka.

    Kewajiban ini termasuk melindungi anak-anak dari bahaya fisik dan psikologis, serta menciptakan lingkungan yang aman di rumah.

    Orang tua harus mengawasi anak-anak mereka, mengajarkan mereka tentang keselamatan, dan melindungi mereka dari segala bentuk tindak kekerasan.

    4. Membimbing dan Menyediakan Teladan

    Sebagai orang tua, penting untuk membimbing anak-anak dan menyediakan teladan yang baik bagi mereka.

    Orang tua harus mengajarkan nilai-nilai moral, etika, dan perilaku yang baik kepada anak-anak. Mereka juga harus menjadi contoh yang baik dalam tindakan dan sikap mereka sehari-hari.

    Dengan memberikan bimbingan yang tepat, orang tua membantu anak-anak untuk mengembangkan karakter yang kuat dan bertanggung jawab.

    5. Memberikan Kebutuhan Dasar

    Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan dasar anak-anak, seperti makanan, sandang, papan, dan kesehatan.

    Mereka harus memberikan makanan yang sehat dan gizi, memastikan anak-anak memiliki pakaian yang layak, dan menyediakan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

    Selain itu, orang tua juga harus memberikan perawatan kesehatan yang diperlukan, termasuk kunjungan rutin ke dokter dan pemberian vaksinasi yang tepat.

    Pentingnya Melaksanakan Kewajiban Orang Tua

    Melaksanakan kewajiban orang tua terhadap anak sangatlah penting dalam membentuk masa depan anak-anak.

    Berikut adalah beberapa alasan mengapa penting untuk melaksanakan kewajiban ini dengan baik:

    1. Perkembangan Optimal Anak

    Dengan memberikan kasih sayang, pendidikan, dan bimbingan yang memadai, orang tua membantu anak-anak mereka untuk tumbuh dan berkembang secara optimal dalam berbagai aspek kehidupan.

    2. Kepercayaan Diri dan Kemandirian

    Melalui kehadiran dan dukungan yang konsisten, anak-anak dapat mengembangkan kepercayaan diri dan kemandirian yang kuat. Mereka merasa didukung dan mampu menghadapi tantangan kehidupan.

    3. Hubungan Keluarga yang Harmonis

    Dengan melaksanakan kewajiban sebagai orang tua, hubungan keluarga dapat menjadi harmonis dan erat.

    Anak-anak akan merasa dicintai dan dihargai, sementara orang tua akan merasa bahagia dan puas dengan peran mereka.

    4. Membentuk Masa Depan yang Baik

    Dengan memberikan pendidikan dan bimbingan yang tepat, orang tua membantu anak-anak untuk membangun masa depan yang baik. Mereka menjadi lebih siap menghadapi tantangan kehidupan dan mencapai tujuan mereka.

    Kewajiban orang tua terhadap anak sangat penting dalam membentuk kehidupan anak-anak.

    Melalui kasih sayang, perhatian, pendidikan, dan perlindungan yang memadai, orang tua membantu anak-anak untuk tumbuh dan berkembang dengan baik.

  • 5 Cara Mengajarkan Anak Membaca, Mudah dan Efektif

    Cara mengajarkan anak membaca bukan urusan gampang.

    Butuh metode yang tepat agar si kecil bisa membaca dengan lancar, bahkan sebelum masuk sekolah.

    Untuk para orang tua yang ingin anaknya bisa membaca dari kecil, berikut adalah beberapa tipsnya.

    Metode Mengajari Anak Belajar Membaca

    Agar si kecil mahir berliterasi, orang tua perlu mencari metode mengajari anak belajar membaca sejak dini. Beberapa metode ini berikut diantaranya.

    1. Membacakan Nyaring

    Membacakan nyaring ataupun read aloud untuk si kecil diyakini sebagai salah satu metode mengajari anak membaca dengan metode mengasyikkan.

    Sejak anak masih di dalam kandungan, aktivitas ini sudah dapat dicoba.

    Namun, orang tua hanya butuh mengambil satu buku, lalu membacakan dengan suara nyaring.

    Intonasi serta ekspresi juga berarti dalam tahap membacakan nyaring. Tujuannya buat membagikan pengalaman membaca yang mengasyikkan untuk anak.

    Saat anak sudah bisa diajak berbicara dengan baik, membacakan nyaring sebaiknya bertabiat interaktif.

    Misalnya dengan melibatkannya dalam pemakaian bermacam kosakata. Di akhir tahap membaca, anak dapat didorong untuk menceritakan kembali isi buku.

    2. Minta Anak Memilih Buku Sendiri

    Namun terkadang buku yang kita anggap bagus, malah tidak menarik untuk si kecil.

    Sebab itu kita perkenankan ia memilih sendiri buku yang hendak dibaca.

    Membaca buku kesukaan akan jadi aktivitas mengasyikkan, sekaligus metode mengajari anak membaca yang baik.

    Sering direkomendasikan, para pendidik akademis menganjurkan untuk membacakan buku kesukaan anak berkali-kali.

    Orang tua pula perlu mendesak anak untuk menggunakan jarinya, menunjuk kata yang sedang dibaca.

    Saat membacakan buku untuk anak, tidak perlu waktu yang lama.

    Kita dapat mengalokasikan 15 menit per hari.

    15 Menit itu juga dapat dipecah dalam 3 tahap, sehingga masing- masing sesi 5 menit saja.

    3. Mengenalkan Kosakata dengan Metode Menyenangkan

    Aktivitas yang mengasyikkan dapat membuat anak bersemangat dalam belajar.

    Salah satu metode mengasyikkan mengajari anak membaca adalah dengan menyanyi.

    Ya, orang tua dapat menyanyi di kala mengenalkan kosakata baru.

    Misalnya membaca puisi ataupun sajak di buku dengan metode menyanyikannya.

    4. Membangun Kebiasaan Membaca

    Membaca merupakan aktivitas yang perlu pembiasaan.

    Bila sejak kecil anak- anak terbiasa membaca, maka kebiasaan ini dapat terus dibawa sampai dewasa.

    Metode membangun kebiasaan membaca antara lain dengan membaca bersama di waktu- waktu tertentu.

    Contohnya membaca buku menjelang tidur malam.

    5. Mengenalkan pada Area Membaca

    Metode lain mengajari anak membaca merupakan dengan mengenalkan mereka pada lingkungan membaca.

    Misalnya dengan membuat pojok baca di rumah.

    Isinya adalah buku- buku favorit seluruh anggota keluarga.

    Orang tua juga dapat mengajak anak ke perpustakaan.

    Pada kesempatan yang lain, anak juga bisa diajak ke toko buku.

    Tempat- tempat tersebut memungkinkannya melihat serta mengeksplorasi banyak buku.

    Manfaat Belajar Membaca Sejak Kecil

    1. Baik untuk Otak

    Membaca adalah proses yang memerlukan koordinasi dari beberapa organ di dalam tubuh.

    Secara natural, aktivitas membaca mendesak otak untuk bekerja lebih keras serta lebih baik.

    Sebab itu, membaca tidak ubahnya sebagai olahraga untuk otak.

    Apabila diberi latihan sejak dini, pasti otak hendak tumbuh lebih maksimal.

    Tidak heran, World Literacy Foundation menyebutkan kalau anak kecil yang lebih banyak membaca biasanya lebih pintar.

    2. Memperbanyak Kosakata

    Perilaku yang harus ditanamkan pada usia dini adalah perilaku yang dipelajari seumur hidup.

    Dengan memaparkan kata – kata saat mengajari anak membaca berarti seperti halnya mengajari kata- kata baru.

    Semakin banyak membaca, akan semakin banyak kosakata yang dimiliki anak.

    Dengan begitu, ia mempunyai kemampuan bicara yang baik.

    Rasa percaya dirinya juga meningkat karena pengetahuannya yang luas.

    3. Meningkatkan Kemampuan Bahasa serta Komunikasi

    Mencari metode mengajari anak membaca sejak dini adalah hal penting sebab dapat menunjang komunikasi anak dalam berbicara.

    Dengan membaca, mereka ketahui ada beberapa kata yang sama, namun maksudnya berbeda.

    Anak juga jadi tahu penggunaan kata- kata tersebut cocok dengan konteks.

    Dengan begitu, kemampuan komunikasinya juga meningkat.

  • 5 Cara Agar Anak Tidak Kecanduan Game Online

    5 Cara Agar Anak Tidak Kecanduan Game Online

    Apakah anak Anda kecanduan game online? Jika benar, Anda perlu membatasi anak agar tidak menghilangkan kecanduannya tersebut.

    Sebab, kecanduan gadget dapat memberikan dampak negatif bagi anak. Mulai dari rasa malas belajar hingga gangguan kesehatan mata.

    Jika tidak ingin itu terjadi, Anda harus mulai membatasi jam bermain gadget dan mengalihkan perhatian mereka dari benda digital ini.

    Nah, bagaimana membatasi anak agar tidak kecanduan game atau gadget? Simak informasinya berikut ini.

    Cara Ampuh Membatasi Anak Agar Tidak Kecanduan Game Online

    Ada beberapa tips yang bisa Anda lakukan agar anak anda mau berpisah dengan gadgetnya.

    1. Kamarnya Harus Bebas Gadget

    Pastikan kamar anak Anda tidak ada satupun gadget seperti smartphone atau komputer. Kamarnya harus benar-benar tidak ada benda-benda yang membuat mereka terlalu nyaman hingga akhirnya bermalas-malasan.

    Jika di kamar ada smartphone atau semacamnya, anak Anda bisa mencuri-curi waktu untuk memainkannya. Jadi, jangan letakkan atau jangan belikan anak-anak smartphone ketika belum waktunya.

    2. Manfaatkan Fitur Parental Control

    Di dalam smartphone maupun aplikasi, biasanya terdapat fitur parental control. Bahkan di play store pun ada. Nah, manfaatkan fitur tersebut untuk memantau aktivitas anak Anda dalam menggunakan gadget..

    Dengan menggunakan fitur tersebut, Anda bisa mengijinkan dan tidak mengijinkan aplikasi serta permainan mana yang boleh dimainkan. Fitur ini juga ada di Youtube, sehingga Anda bisa membatasi apa yang dilihat anak.

    3. Berikan Aturan Sebelum Bermain

    Saat anak Anda akan meminjam smartphone untuk bermain, berikan aturan dulu. Misalnya dengan membatasi durasi permainan. Terapkan dengan tegas aturan tersebut.

    Jika Anda membatasi dalam waktu 1 jam, maka minta dengan tegas smartphone anda setelah 1 jam selesai.

    Bicarakan baik-baik dengan mereka sampai mengerti. Itulah cara membatasi anak agar tidak kecanduang game ataupun gadget.

    4. Ajak Bermain Seru di Luar Rumah

    Cara membatasi anak agar tidak kecanduan game online adalah dengan mengajaknya bermain di luar rumah. Buatlah permainan seru yang menarik perhatian mereka.

    Kegiatan outbond misalnya, di mana tidak hanya membuat mereka senang, tapi juga memberikan pengetahuan serta kesehatan tubuh.

    Menurut para ahli, kegiatan outbond bersama dapat menjaga kesehatan serta menjaga hubungan keluarga agar harmonis.

    5. Siapkan Kegiatan Menarik Setelah Jam Bermain Game Online Usai

    Pastinya, Anda pernah berupaya menghentikan anak agar melepaskan gadgetnya. Tapi, mereka sering mengelak atau tidak mau mendengarkan perkataan Anda.

    Untuk menghindari hal ini, Anda bisa menyiapkan permainan menarik setelah durasi bermain game online habis. Cobalah untuk mengajaknya bermain teka-teki gambar atau olahraga bersama.

    Kegiatan yang lebih asyik dapat membuat mereka tertarik dan berhenti memegang HP. Dalam hal ini, Anda harus selalu mendamping mereka saat beraktivitas.

    Tapi, jika Anda menggunakan jasa pengasuh, berarti Anda juga harus memberi tahu pada pengasuh tersebut tentang pola asuh anak terhadap game online.

    Memang tidak mudah membuat anak mau berhenti bermain game online, tapi dengan kesabaran dan ketelatenan, Anda pasti bisa melakukannya.

    Buatlah mereka hangat dengan Anda. Terapkan cara membatasi anak agar tidak kecanduan game online di atas untuk kebaikan kehidupan anak Anda.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • 5 Cara Membuat Anak Betah di Rumah

    Rumah adalah tempat paling nyaman untuk seorang anak.

    Sebab di dalam rumah, seorang anak bisa mendapatkan kasih sayang orang tua serta mendapat fasilitas yang dia butuhkan.

    Namun, bagaimana jadinya ketika seorang anak tidak betah di rumah?

    Pernahkah kamu menemui, atau bahkan anakmu merasa bosan dan tidak betah di rumah?

    Jika benar demikian, maka ada beberapa faktor penyebab anak tidak betah di rumah sendiri.

    Walau kegiatan di luar rumah juga bagus untuk perkembangan anak, tapi bagaimanapun juga sudah seharusnya seorang anak lebih betah berada di rumah, daripada di luar.

    Dengan begitu, orang tua bisa lebih dekat dan mudah mengawasinya.

    Cara Membuat Anak Betah di Rumah

    Nah, jika anak tidak betah di rumah, ada beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anaknya bisa merasa betah di dalam rumah.

    Apa saja cara tersebut? Berikut diantaranya:

    1. Jangan Kekang Keinginannya

    Biasanya anak kecil memiliki rasa penasaran yang tinggi dengan hal-hal baru sehingga dia menjadi anak yang aktif dan selalu mencoba.

    Nah, saat itulah seharusnya orang tua mendukung dan tidak mengekang.

    Misalnya anak ingin mencoba masak di dapur, jangan marahi dia karena akan ada dampak buruk memarahi anak.

    Tapi awasi sembari ajarkan bagaimana cara memasak yang benar.

    Dengan begitu dia akan merasa betah di dalam rumah karena imajinasi serta kreativitasnya tidak terkekang.

    2. Ajak Bermain Bersama

    Salah satu alasan anak tidak betah berada di rumah adalah karena tidak ada teman bermain.

    Ya, teman sangat penting bagi anak. Oleh karenanya, orang tua harus bisa menjadi teman terbaik bagi anaknya

    Jangan terlalu sibuk dengan urusan pribadi, tapi luangkanlah waktu untuk anak agar dia memiliki teman bermain sehingga dia merasa betah di dalam rumah.

    3. Lengkapi Fasilitas Bermainnya

    Sering terjadi, anak suka bermain ke rumah temannya karena dia tidak memiliki mainan yang disukai.

    Oleh sebab itu, sebagai orang tua sudah seharusnya memberi fasilitas bermain bagi anak.

    Jangan sampai dia terus ke rumah temannya hanya untuk meminjam permainan yang disukainya.

    Selain itu, anak yang tidak punya fasilitas mainan juga pasti merasa sedih. Dia ingin memiliki permainan seperti teman-teman lainnya.

    4. Tanyakan Apa Keinginannya

    Ketika mengetahui anak tidak betah di rumah, sudah seharusnya orang tua melakukan pendekatan dan menanyakan alasan kenapa dia tidak betah di rumah.

    Dengan begitu, orang tua akan tahu penyebabnya sehingga bisa dicarikan solusi agar anak bisa betah berada di dalam rumah.

    Tapi ingat, berbicaralah dengan lembut, jangan membentak apalagi membuatnya takut.

    5. Memberi Pemahaman Sejak Dini

    Yang terakhir dan tak kalah penting adalah orang tua harus bisa memberi pemahaman kepada anak sejak dini.

    Tanamkan pemahaman bahwa rumah adalah tempat paling nyaman untuknya sehingga dia akan mengerti dan tidak suka ke luar rumah.

    Katakan juga kepada anak bahwa main ke luar rumah juga perlu, tapi harus tahu waktu dan tidak terlalu sering.

    Nah, itulah beberapa cara agar anak betah di rumah yang bisa kita lakukan. Semoga tips ini bermanfaat dan selamat mencoba.

    Author : Eva

  • 4 Dampak Buruk Sering Memarahi Anak

    4 Dampak Buruk Sering Memarahi Anak

    Sebagai orang tua tentu kita tidak ingin jika anak kita memiliki tingkah laku yang kurang terpuji, misalnya nakal atau membantah.

    Sebab, bagaimanapun juga orang tua selalu menginginkan anaknya tumbuh dengan budi pekerti dan etika yang baik agar bisa menjadi bekalnya di kemudian hari.

    Sehingga wajar saja setiap orang tua akan memarahi anaknya ketika melihat si anak melakukan kesalahan.

    Bahkan tidak sedikit orang tua yang sampai main tangan kepada anaknya jika kenakalan anak sudah melebihi batas kewajaran.

    Namun, apakah hal tersebut baik dilakukan?

    Tentu saja tidak. Sebagai orang tua sudah seharusnya kita memberi contoh dan mendidik anak dengan cara yang baik, lembut, dan tanpa kekerasan.

    Sebab, bukannya menjadi anak yang penurut, justru tindakan represif orang tua akan merugikan anak.

    Akibat Sering Memarahi Anak

    Lantas, apa saja kerugian yang dialami oleh anak ketika orang tua sering memarahinya? Simak informasinya berikut ini.

    1. Anak Menjadi Pembangkang

    Anak yang terlalu sering dimarahi akan membuatnya sangat marah. Boleh saja memarahinya, tapi jangan terlalu sering.

    Sebab, setiap kali dia dimarah, maka akan muncul rasa kecewa di dalam hati.

    Maka ketika rasa kecewa itu sudah menumpuk dan tidak bisa ditahan, dia akan menjadi seorang pembangkang.

    Dia akan melawan kepada orang tua karena merasa dirinya selalu salah.

    2. Anak Menjadi Pribadi yang Keras

    Percayalah, tingkah orang tua akan ditiru oleh anak. Ketika orang tua selalu berlaku keras kepada anak sama saja mengajarkan kekerasan kepadanya.

    Dia akan terbiasa dengan hal-hal yang sifatnya marah, emosi, bahkan memaki (mengeluarkan kata-kata kotor).

    Sebaliknya, ketika orang tua menasehati dengan cara yang baik, maka anak juga akan meniru. Dia akan menjadi pribadi yang lembut dan penuh kasih sayang.

    3. Anak Merasa Tidak Disayang

    Hal penting yang harus diketahui oleh orang tua adalah perasaan anak. Tanamkan rasa kasih sayang sehingga dia mengetahui dan merasa jika orang tua sangat menyayanginya.

    Jangan terlalu sering marah karena akan membuatnya sedih dan merasa bahwa orang tua tidak sayang kepadanya.

    4. Anak Menjadi Tidak Percaya Diri

    Ketika orang tua selalu memarahi anak, padahal kesalahannya ringan, maka secara tidak langsung orang tua tersebut sudah mematikan rasa percaya diri anak.

    Sebab, anak akan merasa segala hal yang dia lakukan salah. Maka dari itu, cukup nasehati jika melihat anak melakukan kesalahan kecil.

    Jangan terlalu sering memarahinya karena bisa membuat rasa percaya dirinya hilang.

    5. Anak Merasa Terkekang

    Dan yang tak kalah penting juga untuk dipahami adalah tumbuhkan rasa kebebasan pada diri anak.

    Hal ini bisa membuatnya menjadi orang yang pandai mengambil keputusan.

    Sebab, ketika terlalu sering dimarah, maka anak akan merasa terkekang sehingga dia bingung untuk melakukan sesuatu.

    Dia takut, dia merasa bersalah dan tidak ingin melakukan hal-hal baru. Tentu saja keadaan ini bisa berimbas kepada mentalnya saat sudah besar nanti.

    Nah, itulah beberapa dampak buruk ketika orang tua terlalu sering memarahi anaknya.

    Lebih baik lakukan pendekatan dan menasehati dengan penuh kasih sayang. Dengan begitu dia akan lebih mengerti untuk tidak melakukan kesalahan lagi.

  • 6 Cara Menjadi Orang Tua Terbaik Untuk Anak

    6 Cara Menjadi Orang Tua Terbaik Untuk Anak

    Setiap orang tua pasti memiliki cara tersendiri untuk merawat dan mendidik anak agar menjadi pribadi yang baik. Orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya tumbuh dan berkembang dengan baik?

    Tentunya, mereka akan rela melakukan apapun demi melihat anaknya bahagia dan merasa nyaman setiap harinya.

    Cara Menjadi Orang Tua yang Baik

    Sebenarnya, menjadi orang tua terbaik bukanlah perkara sulit. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan. Beberapa hal tersebut antara lain sebagai berikut:

    1. Jadilah Contoh yang Baik

    Faktor utama yang bisa membentuk watak dan karakter anak adalah lingkungan serta orang-orang di sekitarnya. Kemungkinan besar anak akan mengikuti bahkan mencontoh apapun yang dilakukan oleh orang-orang disekitarnya, baik dalam hal yang baik ataupun buruk.

    Dibandingkan dengan orang lain, anak akan lebih dekat dengan orang tua, bukan? Untuk itu, jadilah contoh yang baik untuk anak dalam segala hal.

    2. Jadilah Pendengar yang Baik

    Anak-anak biasanya memiliki segudang cerita yang selalu ingin diceritakan setiap harinya. Terkadang mereka ingin menceritakan bagaimana suasana di sekolah, teman sekolah, pelajaran di sekolah, dan tentang hal sekecil apapun.

    Sebagai orang tua, kita harus bisa meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, misalnya menjelang tidur atau saat sedang santai di ruang TV.

    3. Bermain dengan Anak

    Anak tidak melulu ingin bermain bersama teman-temannya. Terkadang, mereka juga ingin bermain dengan orang tua di waktu libur sekolah. Jangan segan-segan untuk mengajak anak bermain agar anak bisa lebih dekat dengan kita.

    4. Jadilah Orang Tua yang Percaya Diri

    Menjadi orang tua yang memiliki sifat percaya diri sangatlah menguntungkan. Sebab, jika kita selalu percaya diri dalam merawat dan mengasuh anak, maka mereka akan merasa nyaman dan percaya bahwa orang tuanya adalah yang terbaik.

    5. Jangan Pernah Memberikan Hukuman Fisik

    Ketika anak melakukan kesalahan, jangan pernah memberi hukaman fisik. Sebab, hukuman fisik bukan cara terbaik untuk menghukum anak, justru hukuman tersebut dapat mengakibatkan rasa takut dan trauma pada anak. Selain itu, juga membuat anak lebih rentan terhadap masalah fisik maupun psikis ke depannya nanti.

    6. Hindari Memberi Hadiah yang Mewah

    Saat anak melakukan hal yang membanggakan, misalnya mendapatkan peringkat di sekolah, sebisa mungkin hindari memberi hadiah yang terlalu mewah dan berlebihan karena akan membuat anak menjadi manja dan pamrih. Sebaiknya berikan hadiah sederhana yang memang sedang ia butuhkan saja.

    Nah, itulah beberapa cara untuk menjadi orang tua terbaik bagi anak. Selamat mencoba!

    Author  : Eva
    Editor   : Maulana Affandi

  • 4 Manfaat Baik Saat Anak Dekat dengan Ayahnya

    Hadirnya buah hati di tengah-tengah kehidupan rumah tangga tentu menjadi hal yang sangat membahagiakan. Pasalnya, seorang anak bisa menjadi pengikat hubungan antara suami-istri beserta keluarga agar tetap harmonis.

    Umumnya, seorang anak cenderung lebih dekat dengan ibu bila dibanding ayah. Hal ini dikarenakan ibulah yang selalu merawat dan menjaganya, sementara ayah sibuk bekerja.

    Akan tetapi, bukan berarti kehadiran seorang ayah tidak istimewa loh. Sebab, tidak sedikit seorang anak yang dekat dengan ayahnya memiliki kehidupan yang sehat dan bahagia.

    Manfaat Baik Ketika Anak Dekat dengan Ayah

    Selain itu, ada beberapa manfaat baik lainnya bila anak dekat dengan ayah. Beberapa manfaat tersebut diantaranya:

    1. Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan Sosial

    Saat anak bersama ayah, ia akan melakukan hal-hal menyenangkan yang tidak pernah dilakukan sebelumnya bersama sang Ibu. Misalnya seperti bersepeda bersama, bermain sepak bola, saling kejar-kejaran, atau diayun-ayunkan di atas kepala. Kebersamaan tersebut membuat anak merasa berani dan lebih percaya diri.

    Sehingga, tidak menutup kemungkinan bahwa anak akan tumbuh menjadi pribadi yang bisa beradaptasi dengan lingkungan sosial dengan mudah.

    2. Belajar Mandiri

    Biasanya, ibu cenderung lebih memanjakan anak daripada ayah. Maka tak heran jika banyak anak yang memiliki sifat manja karena apa yang dinginkan selalu dikabulkan. Bersama ayah, anak akan dididik menjadi pribadi yang lebih mandiri. Sebab, ayah bisa mendorong anaknya untuk berani melakukan sesuatu sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Hal ini dapat menjadi pelajaran bagi anak untuk bisa lebih mandiri.

    3. Kecerdasan Emosional

    Seperti yang kita tahu bahwa seorang wanita memiliki emosional yang tidak stabil akibat perubahan hormon, begitu pula dengan seorang ibu. Berbeda dengan ayah yang justru bisa menstabilkan emosi sehingga bisa mengajarkan anak untuk dapat mengontrol emosi. Dengan demikian, anak tidak akan mudah menangis jika mengalami sebuah masalah di kemudian hari.

    4. Memiliki Keinginan untuk Melindungi

    Sosok ayah akan senantiasa melindungi keluarga kecilnya. Dengan begitu, anak akan merasa terlindungi. Jika anak (khususnya anak laki-laki) dekat dengan ayah, maka ia akan diajarkan bagaimana caranya melindungi kaum yang lemah. Sehingga, anak akan menjadi pribadi yang pemberani serta selalu memiliki keinginan untuk melindungi orang lain.

    Nah, itulah beberapa manfaat baik ketika anak dekat dengan ayahnya. Jadi, alangkah baiknya jika anak tidak hanya dekat dengan ibu saja, tapi juga dengan ayahnya.

    Author : Eva
    Editor  : Maulana Affandi

  • Benarkah Jumlah Pusar Kepala Anak Menentukan Tingkah Lakunya?

    Benarkah Jumlah Pusar Kepala Anak Menentukan Tingkah Lakunya?

    Mungkin kamu pernah mendengar jika jumlah pusar kepala pada anak menentukan tingkah lakunya? Yap, ketika anak memiliki pusar kepala atau unyeng-unyeng lebih dari satu, maka diyakini jika anak tersebut akan menjadi anak yang nakal.

    Apakah benar demikian? Lantas, bagaimana dengan anak yang pusar kepalanya hanya satu, tapi memiliki tingkah laku yang super nakal?

    Perlu diketahui, sebenarnya anggapan ini tidak dapat dibenarkan sepenuhnya, alias hanya mitos belaka. Mitos yang sudah beredar sejak jaman dulu ini memang menjadi sebuah kekhawatiran tersendiri bagi kebanyakan orang tua.

    Oleh karenanya, kebanyakan orang tua akan merasa khawatir dengan perilaku anak ketika diketahui memiliki pusar kepala lebih dari satu.

    Sanggahan ini juga disampaikan oleh pakar asal Malaysia, Noor Afidah Abu Bakar yang mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada kaitan antara pusar kepala dengan perilaku anak.

    Justru yang sangat berpengaruh dalam tingkah laku anak adalah bagaimana cara orang tua mendidik. Nah, kekhawatiran orang tua karena anaknya memiliki pusar kepala lebih dari satu itulah yang nanti akan membuat anak menjadi nakal.

    Sebab, ketika orang tua khawatir terhadap perilaku anaknya, maka orang tua akan memperlakukan anak sedikit lebih keras. Tentu saja hal ini akan mempengaruhi perkembangan anak.

    Anak akan merasa tidak dipercaya dan dia akan mendapat tekanan yang akhirnya bisa membuat pribadinya menjadi tidak baik. Dalam jangka panjang, hal ini tentu saja sangat memengaruhi pola pikir dan perilaku anak.

    Oleh karenanya, mitos tersebut tidak bisa dipercaya sepenuhnya. Apalagi sampai orang tua merasa khawatir dan menggunakan cara kasar untuk mendidik anak.

  • 4 Manfaat Dongeng untuk Pertumbuhan Anak

    Sastrawacana – Pasti kita semua mengetahui bagaimana tradisi orang tua yang berdongeng saat menemani anaknya tidur.

    Dongeng dengan berbagai tema cerita selalu dilantukan oleh orang tua setiap harinya. Entah darimana awal mula tradisi tersebut berlaku.

    Namun, setiap anak akan merasakan kenyamanan yang tak terhingga saat mendengar ibunya berdongeng sehingga anak tersebut dapat memejamkan mata tanpa beban hingga akhirnya tertidur pulas.

    Beda halnya dengan zaman sekarang, orang tua sudah tidak lagi berdongeng untuk menemani tidur anaknya, tapi melalui hal-hal lain, anggap saja gadget.

    Orang tua sekarang lebih memikirkan hal yang simpel, yaitu dengan memberikan gadget agar anaknya bisa melihat video dongeng daripada harus lelah berdongeng secara langsung.

    Manfaat Dongeng untuk Anak

    Padahal, berbagai manfaat baik bisa didapatkan dengan keikhlasan orang tua khususnya ibu saat membacakan dongeng untuk anaknya. Nah, apa saja manfaat dongeng? Berikut diantaranya:

    1. Kedekatan Emosional

    Dengan melantunkan dongeng menjelang tidur, ibu selalu mengelus-elus anaknya dengan perasaan penuh cinta. Dengan merasa dicintai seperti itu, anak akan merasa lebih nyaman dalam kehangatan kasih seorang ibu.

    Tentunya hal tersebut akan menciptakan sebuah kedekatan emosional yang tidak bisa dibeli dengan materi, berapapun jumlahnya. Seorang ibu akan lebih mengerti anak dan begitu juga sebaliknya, anak akan sangat menyayangi ibunya karena memberikan perhatian yang luar biasa.

    Jadi, kenapa takut lelah berdongeng jika hal tersebut dapat menciptakan keharmonisan emosional antara ibu dan anak?

    2. Mengajarkan Perilaku Baik

    Pengarang dongeng tidak akan memberikan cerita-cerita yang tidak mendidik pada anak. Sebab, penikmat dongeng adalah anak yang berada pada usia pertumbuhan.

    Jadi, apapun yang dikonsumsi oleh otak anak pada usia masih belia tersebut akan mempengaruhi etika dan sikapnya kelak.

    Dalam cerita dongeng, selalu menceritakan hal-hal yang baik dan dipenuhi dengan pesan terpuji. Maka, semakin kita memberikan cerita-cerita baik kepada anak, maka akan baik pula pola pikir dan etikanya.

    3. Menjauhkan Dari Hal Negatif

    Seperti yang sudah kita ketahui saat ini, orang tua lebih mempercayakan gadget untuk anaknya karena dianggap lebih simple dan agar anaknya mengerti tentang teknologi.

    Padahal, tidak setiap anak dapat dibekali gadget. Walau baik untuk mengenal teknologi, tapi diperlukan waktu yang tepat untuk mengenalkan gadget kepada anak.

    Dalam masa pertumbuhan, alangkah baiknya untuk tidak membekali sang buah hati dengan gadget karena itu tidak perlu.

    Bayangkan bagaimana sang buah hati mengakses hal yang tidak patut diakses tanpa sepengetahuan orang tua. Anggap saja konten pornografi atau tindak kekerasan fisik. Bukan malah membentuk pola pikir menjadi lebih baik, malah membuat anak semakin liar. Dalam hal ini, peran orang tua sangat penting.

    Perlu adanya pendekatan secara langsung, salah satunya dengan berdongeng sebelum anak tertidur. Sembari berdongeng, orang tua bisa menyelipkan pesan-pesan baik untuk anaknya. Hal tersebut lebih baik daripada memberikan gadget pada usia belia.

    4. Meruncingkan Imajinasi dan Daya Ingat Anak

    Dalam melantunkan dongeng, orang tua hanyalah membacakan tulisan tanpa memperlihatkan visual kepada anak.

    Tentunya anak akan membayangkan sendiri bagaimana visual dari dongeng yang sedang diceritakan tersebut. Dengan begitu, imajinasi seorang anak akan semakin terasah setiap harinya.

    Dengan imajinasi yang tinggi, maka kecerdasan dan daya ingat anak akan semakin tajam. Bayangkan saja, jika setiap hari orang tua menceritakan dongeng dengan tema berbeda, maka setiap hari imajinasi sang anak juga akan terus bekerja.

    Hal tersebut baik untuk meningkatkan kinerja otak anak sehingga saat ia tumbuh dewasa maka ia akan menjadi seseorang yang berkepribadian baik.