Tag: blambangan

  • MGMP Bahasa Using dan Dinas Pendidikan Banyuwangi Siapkan Wikipedia Bahasa Using, Penulis dan Pegiat Literasi Ikut Ambil Bagian

    MGMP Bahasa Using dan Dinas Pendidikan Banyuwangi Siapkan Wikipedia Bahasa Using, Penulis dan Pegiat Literasi Ikut Ambil Bagian

    Sebagai upaya menghadirkan Bahasa Using di ruang digital, MGMP Bahasa Using SMP bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi menggelar Wikilatih Wikipedia Bahasa Using di Lab IPA SMP Negeri 3 Rogojampi, Selasa dan Rabu, 8–9 September 2026.

    Wikilatih ini menjadi wadah inkubasi bagi calon relawan dan kontributor Wikipedia sekaligus mendorong semakin banyak penulis untuk mendokumentasikan Bahasa Using beserta kekayaan budaya dan sejarah Banyuwangi.

    Kegiatan resmi dibuka Kepala SMPN 3 Rogojampi, Kukung Joko Kurniawan, S.Pd., tepat pukul 08.17 WIB.

    Dalam sambutannya, ia berharap peserta tidak hanya mampu menulis menggunakan bahasa daerah, tetapi juga memahami berbagai pengetahuan yang berkaitan dengan Bahasa Using dan Banyuwangi, mulai dari adat, tradisi, toponimi, legenda, hingga sejarah Blambangan dan Banyuwangi.

    Sesi berikutnya diisi motivasi oleh Ketua Komunitas Gotong Royong ’45, Aguk Darsono yang lebih akrab disapa Bung Aguk. Ia telah aktif dalam kegiatan seni teater sejak duduk di sekolah dasar.

    Saat SMA, Bung Aguk juga berhasil menjadi juara karya tulis tingkat nasional dan mendapat undangan untuk mengikuti Upacara 17 Agustus di Istana Negara.

    Hingga kini, Bung Aguk tetap aktif berbagi ilmu di bidang teater dan literasi. Ia juga berkegiatan sebagai wartawan di media lokal maupun nasional.

    “Harapannya kegiatan wikilatih ini menjadi pemicu pemegang kebijakan bahwasanya Basa Using adalah Bahasa bukan sekedar dialek atau logat Jawa!” ungkap aktivis pendidikan, kesehatan, dan disabilitas tersebut.

    Wikilatih juga menghadirkan mentor asal Madura, Alfian Rizzi Afdiquni, yang telah mendapatkan bonus sebagai kontributor aktif ke Afrika.

    Ia didampingi kontributor Bahasa Indonesia asal Sumbersari, Srono, Mbok Ulum Arifah.

    Ulum mengatakan, upaya merintis Wikipedia Bahasa Using sebenarnya bukan hal baru.

    Perintisannya telah dimulai sejak 2018, sementara pada tahun lalu juga terdapat proyek penyusunan kamus 2.000 kata Using.

    Saat ini, sudah terdapat sekitar 450 artikel mengenai Banyuwangi dan Bahasa Using. Namun, aktivitas menulis secara rutin masih menjadi tantangan.

    Menurut Ulum, belum lebih dari tiga penulis yang istiqomah menghasilkan tulisan setiap minggu.

    Kondisi tersebut membuat Wikipedia atau web berbahasa Using belum muncul sebagaimana bahasa daerah lain yang telah memiliki Wikipedia, seperti Betawi, Bali, Madura, Jawa, Minang, dan 19 bahasa ibu lainnya.

    “Sesungguhnya sudah dirintis sejak 2018 dan tahun lalu ada proyek kamus 2000 kata Using. Sudah ada sekitar 450 artikel tentang Banyuwangi dan bahasa Using. Tapi tidak istiqomah mingguan menulis buat lebih dari 3 penulis. Maka belum muncul web bassa Using seperti Betawi, Bali, Madura, Jawa, Minang dan 19 bahasa ibu lainnya. Harapannya 4-5 bulan ke depan sudah lahir Wikipedia Using menambah kekayaan bahasa nusantara yang juga diakui internasional!” harap Ulum yang kini tinggal di Surabaya.

    Sementara itu, Alfian Rizzi Afdiquni memberikan paparan mengenai Wikipedia secara umum maupun secara khusus.

    Setelah menyampaikan materi melalui PPT, ia kemudian membimbing peserta membuat akun dan mempraktikkan langsung penulisan artikel.

    Peserta diperkenalkan dengan berbagai SOP dalam penulisan Wikipedia sekaligus visi dan misi yang harus dipahami oleh seorang kontributor.

    “Kami yakin dengan semangat peserta inkubator ini maka segera terwujud Bahasa Using jadi web di Wikimedia!” ungkap Putri Koneng, yang juga berharap Bahasa Kangean dapat mendunia.

    Alfian juga berpesan agar setiap tulisan yang dibuat bersumber dari data dan referensi yang terpercaya. Ia menegaskan bahwa tulisan untuk Wikipedia tidak boleh menggunakan AI.

    Salah seorang peserta, Nani Asiany Ms (64), mengaku semangatnya langsung meningkat ketika mendengar kata Using.

    “Isun langsung jenggirat, mugo perjuangan Hasan Ali lan budayawan lain terus dadi amal lan dilanjutkan generasi alfa z saiki!” ungkapnya.

    Nani merupakan penulis bahan ajar muatan lokal Bahasa Using di SD. Ia juga tercatat sebagai kontributor Belambangan.com dan kamus kata Wiki.

    Kegiatan Wikilatih diikuti 70 peserta yang dibagi dalam dua hari. Peserta berasal dari berbagai unsur, yakni guru, pegiat literasi, komunitas penulis, serta jurnalis warga.

    Ketua MGMP Bahasa Using, Yeti Chotimah, M.Pd., berharap Wikipedia Bahasa Using dapat segera terwujud. Yeti sendiri telah banyak menerbitkan buku dan dikenal sebagai Google Master.

    “Semoga web Using Wikipedia jadi kado terindah buat hari jadi Banyuwangi ke 255 tanggal 18 Desember 2026 momentum Perang Puputan Bayu!” tutur Yeti. (Aguk Wahyu Nuryadi)

  • Keluarga, Cantrik, dan Murid Peringati Haul HR. Mas Slamet Oetomo di Puri Gumuk Merang

    Keluarga, Cantrik, dan Murid Peringati Haul HR. Mas Slamet Oetomo di Puri Gumuk Merang

    Haul ke-8 almarhum HR. Mas Slamet Oetomo digelar di Pendopo Puri Gumuk Merang, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Penataban, Giri, Sabtu malam (13/09/25).

    Peringatan ini menjadi tradisi tahunan keluarga dan para cantrik, sebab wafatnya bertepatan dengan bulan Maulid.

    Kegiatan dimulai dengan salat Magrib berjamaah bersama keluarga dan para cantrik yang datang dari jauh.

    Setelah itu, jamaah lain berdatangan dan Ustadz Ahmad Yani dari Jamiyah Kifayah Penataban memimpin tahlil, diawali pembacaan Surat Yasin.

    Selepas ramah tamah, sejumlah hadirin berziarah ke makam almarhum yang bersih dan harum dengan bunga setaman. Surban dan syal merah putih yang sejak awal pemakaman masih terjaga di sana.

    Salah seorang cantrik asal Pakis bernama Irwan menyampaikan pesan, “Semua makhluk hidup pasti mati. Dan ulama waliyullah dan para syahidah sesungguhnya hidup. Dan kekayaan di hati dan keberkahan hidup yang membawa kebahagiaan dunia akherat, itu bagi orang yang mau hening di hati yang kening serta perilaku yang luhur yang manfaat buat segenap makhluk ciptaan Tuhan.”

    Sementara itu, Hariyanto, murid asal Batang-Batang Sumenep, bercerita tentang praktik patrap di Madura, termasuk tradisi ziarah tahunan ke makam Mbah Mas Saleh Manggisan dan HR. Mas Slamet Oetomo yang dilanjutkan dengan ritual patrap bersama putra almarhum, Hang Hargowo atau Mas Wowok.

    Dalam penutup diskusi, Mas Wowok menegaskan kembali pesan almarhum agar murid-muridnya senantiasa berpegang pada tauhid, rukun iman, dan mengamalkan ihsan dengan penuh bashirah.

    Sebagian ajarannya terdokumentasi dalam buku-buku, salah satunya Islam Sebuah Pengakuan yang masih bisa dipesan melalui keluarga.

    Sosok HR. Mas Slamet Oetomo

    HR. Mas Slamet Oetomo lahir pada 8 September 1948 dan wafat pada 13 Desember 2016, dimakamkan di tanah keluarga yang juga berdiri Pendopo Puri Gumuk Merang. Sebagai keturunan Mbah M. Saleh Manggisan, makamnya kini sering diziarahi sebagaimana leluhurnya.

    Semasa hidup, ia dikenal luas sebagai sejarawan dan budayawan dengan pemahaman mendalam mengenai sejarah Blambangan dan masuknya Islam di Bumi Blambangan.

    Ia menulis buku, mengoleksi keris dan benda pusaka, serta kerap tampil dalam pameran saat bulan Suro.

    Tak hanya itu, juga menjadi narasumber kajian peristiwa Puputan Bayu dan ikut dalam tim penyusun usulan Pahlawan Nasional dari Bumi Blambangan.

    Di bidang penyiaran, ia aktif di Radio Komunitas Bung Tomo FM dan LPP RKPD Blambangan melalui program Sulur Kembang, yang mampu menarik ratusan pendengar setia.

    Meski hanya menempuh pendidikan setingkat sekolah menengah dan bekerja di Pabrik Kertas Basuki Rahmat serta berdagang ayam, kiprahnya tetap luar biasa.

    Yang jarang diketahui, ia adalah guru kesejatian ketuhanan dengan ajaran patrap (sikap berserah diri sepenuhnya kepada Yang Maha Esa). Murid-muridnya beragam, mayoritas Islam, namun juga ada Hindu, Kristen, bahkan hingga mancanegara, seperti Singapura dan Australia.

    Dalam menyampaikan ilmu, ia tidak menggunakan atribut ulama seperti jubah, sorban, atau peci. Justru tampil sederhana, namun ajarannya berkembang dalam banyak halaqah di berbagai daerah Nusantara, termasuk di Bumi Blambangan.

    Ajaran-ajaran almarhum juga terdokumentasi dalam beberapa karyanya, salah satunya berjudul Islam Sebuah Pengakuan. Buku tersebut dapat dipesan langsung melalui nomor WhatsApp 0813-3688-1945.