Tag: daging

  • Cara Membuat Steak Daging Sapi Rumahan, Nggak Kalah dari Resto!

    Siapa bilang untuk bisa makan steak daging sapi yang enak kamu harus ke restoran?

    Kamu bisa ikuti cara membuat steak daging sapi ala rumahan yang yang super praktis. Cita rasanya juga nggak kalah dengan buatan chef di restoran.

    Tinggal pilih saja jenis potongan daging yang tepat, saus, dan juga alat masak sederhana seperti teflon. Seperti apa cara buatnya, yuk simak dulu.

    3 Cara Membuat Steak Daging Sapi ala Rumahan

    Soal daging, kamu bisa memilih potongan sirloin, rib eye atau tenderloin. Pilih daging yang punya marbling atau lemak merata yang akan meningkatkan rasa dan tekstur lembut.

    Kamu bisa pilih daging lokal kalau punya budget terbatas. Berikut ini beberapa cara membuat steak daging sapi yang bisa kamu ikuti:

    1. Resep Steak Daging Lada Hitam

    Kamu yang suka dengan rasa pedas berempah bisa memilih resep steak daging sapi rumahan ini. Pastikan saja untuk menggunakan lada hitam yang baru digiling untuk meningkatkan rasa dan aroma.

    Bahan:

    • 500 gram daging sapi
    • ½ sdt lada hitam
    • 1 butir bawang merah
    • 1 sdm mentega tawar
    • 2 tangkai thyme
    • 2 sdm mustard
    • 2 sdt kecap inggris

    2. Resep Steak Daging Saus Jamur

    Steak dengan saus jamur juga menjadi perpaduan menarik dan sering menjadi menu utama restoran. Cara membuat steak sapi empuk bersama dengan saus ini juga sangat mudah.

    Bahan:

    • 500 gram daging sapi
    • 2 siung bawang putih
    • ½ butir bawang bombay
    • 150 ml kaldu sapi
    • 1 sdm tepung terigu
    • 1 sdm mentega tawar
    • Garam
    • Merica
    • Oregano
    • Jamur kancing

    Cara membuat steak daging sapi saus jamur:

    • Marinasi daging dengan garam dan merica, diamkan selama 30 menit.
    • Cincang bawang putih dan bombay kemudian tumis hingga layu, masukkan jamur.
    • Tambahkan kaldu sapi, garam, merica bubuk, oregano, masak hingga mendidih. Tambahkan tepung terigu untuk mengentalkan.
    • Panggang daging sapi di atas teflon yang lain dengan mentega tawar hingga matang. Sajikan dengan saus jamur.

    Biarkan saus mengental dan sedikit menyusut agar bumbu tercampur rata baru menuangkannya ke atas daging yang matang.

    3. Resep Steak Daging Barbeque

    Bumbu steak sapi pada dasarnya hanya garam dan merica, tapi kamu juga bisa menambahkan saus barbeque untuk menciptakan rasa berbeda.

    Bahan:

    • 500 gram daging sapi
    • ½ sdt merica bubuk
    • Garam secukupnya
    • 3 sdm saus barbeque
    • 2 sdm mentega tawar

    Cara membuat steak daging sapi barbeque:

    • Marinasi daging yang sudah ditusuk-tusuk dengan garpu ke dalam saus barbeque, merica dan garam.
    • Diamkan bumbu meresap selama 30 menit di lemari es.
    • Panaskan teflon dan tuang mentega tawar, tunggu sampai meleleh baru letakkan daging. Panggang 5 menit di kedua sisinya hingga matang.

    Kamu bisa membeli saus barbeque kemasan agar lebih praktis.

    Jadi, mana resep yang akan kamu coba terlebih dahulu? Kalau merasa kesulitan, solusinya adalah dengan pesan langsung steak Holycow yang asli.

    Referensi:

    https://www.holycowsteak.com/blogs/story/3-resep-steak-daging-sapi-simple-buat-di-rumah

    https://www.kompas.com/food/read/2021/07/23/110300175/resep-steak-daging-sapi-rumahan-masak-dengan-saus-lada-hitam

    https://www.unileverfoodsolutions.co.id/id/inspirasi-chef/cara-membuat-steak-ala-chef-restoran.html?gad_source=1&gclid=CjwKCAjwgfm3BhBeEiwAFfxrGwT2zSTQLkjkwROb-JyuFj8tSAgp1VgOBiWZXsn7RMQddQRJLouMzBoCbW0QAvD_BwE

    https://www.kompas.com/food/read/2023/01/01/070400975/cara-membuat-steak-daging-sapi-dan-saus-yang-mudah-serta-praktis

    https://www.masakapahariini.com/resep/resep-steak-saus-mushroom/

  • 6 Perbedaan Daging Sapi dan Kambing, Mulai Warna Hingga Rasa

    6 Perbedaan Daging Sapi dan Kambing, Mulai Warna Hingga Rasa

    Daging sapi dan kambing adalah dua jenis daging yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia.

    Kedua jenis daging ini dapat diolah menjadi berbagai jenis masakan yang menggugah selera, misalnya sate, gulai, steak, dan masih banyak lagi.

    Namun, meski terlihat sama saja, sebenarnya kedua jenis daging ini memiliki beberapa perbedaan.

    Perbedaan Daging Sapi dan Kambing

    Meski tampak serupa, ternyata keduanya memiliki sejumlah perbedaan yang cukup mencolok dari segi warna, rasa, tekstur, hingga kandungan gizinya.

    Berikut ini perbedaan daging sapi dan kambing yang perlu kamu ketahui.

    Baca juga: 5 Perbedaan Cumi dan Sotong, Serupa Tapi Tak Sama

    1. Warna Daging

    Perbedaan pertama yang paling mudah dikenali adalah dari warnanya.

    Daging sapi umumnya memiliki warna merah tua yang pekat, sedangkan daging kambing berwarna merah muda atau merah terang.

    Warna ini dipengaruhi oleh kandungan mioglobin dalam otot, usia hewan, serta cara penyembelihannya.

    Warna yang lebih gelap pada daging sapi seringkali menunjukkan kedewasaan hewan atau lamanya waktu penyimpanan

    2. Tekstur Daging

    Daging sapi memiliki tekstur yang lebih empuk dan lembut, terutama jika diambil dari bagian has dalam, iga, atau tenderloin.

    Sebaliknya, daging kambing cenderung lebih kenyal dan kering. Tekstur ini membuat daging kambing lebih cocok untuk masakan berkuah dan berbumbu kuat, seperti gulai dan tongseng.

    Sementara daging sapi bisa digunakan untuk olahan yang lebih simpel seperti steak, semur, atau tumis.

    3. Rasa dan Aroma

    Dari segi rasa, daging sapi memiliki cita rasa yang lebih netral dan ringan sehingga mudah menyerap berbagai jenis bumbu.

    Di sisi lain, daging kambing memiliki rasa dan aroma yang lebih khas dan kuat, bahkan bisa terasa menyengat bagi sebagian orang.

    Karena itu, masakan berbahan dasar daging kambing biasanya memerlukan banyak rempah untuk menyeimbangkan aroma alaminya.

    4. Kandungan Lemak

    Kandungan lemak juga menjadi pembeda utama.

    Lemak pada daging sapi biasanya terkonsentrasi di area tertentu, seperti sekitar otot dan bagian pinggir daging.

    Lemak ini bisa dengan mudah dipisahkan saat dimasak. Sementara itu, daging kambing memiliki lemak yang lebih tersebar merata di seluruh bagian daging.

    Hal ini membuat daging kambing terasa lebih gurih ketika dimasak, meskipun kadar lemaknya bisa terasa lebih tinggi saat disantap.

    Baca juga: 6 Perbedaan Soun dan Bihun, Serupa Tapi Tak Sama

    5. Harga di Pasaran

    Daging sapi umumnya dijual dengan harga yang lebih mahal dibandingkan daging kambing.

    Salah satu alasan utamanya adalah proses pemeliharaan sapi yang lebih lama, ukuran tubuhnya yang besar, serta biaya produksi yang tinggi.

    Di sisi lain, kambing lebih cepat masa panennya dan membutuhkan pakan serta perawatan yang relatif lebih murah.

    6. Kandungan Nutrisi

    Dari segi nutrisi, keduanya sama-sama kaya protein.

    Namun, daging sapi cenderung mengandung lebih banyak lemak jenuh dan kalori, sementara daging kambing memiliki kandungan lemak yang lebih rendah serta lebih banyak mengandung zat besi dan vitamin B, khususnya B12 dan B2.

    Daging kambing juga memiliki kolesterol yang lebih rendah, menjadikannya pilihan yang lebih sehat bagi sebagian orang, terutama yang memiliki risiko penyakit jantung atau kolesterol tinggi.

    Baca juga: 6 Perbedaan Matcha dan Green Tea, Serupa Tapi Tak Sama

    Cara Memilih Daging

    Memilih daging segar dan berkualitas sangat penting agar hasil masakan terasa lezat dan aman dikonsumsi.

    Berikut beberapa tips memilih daging sapi dan kambing yang bisa kamu terapkan:

    1. Perhatikan Warna Daging

    Warna daging segar biasanya cerah dan menarik. Untuk daging sapi, pilih yang berwarna merah tua merata tanpa bercak gelap atau kusam.

    Sedangkan daging kambing segar biasanya berwarna merah muda cerah. Hindari daging yang warnanya keabu-abuan atau terlalu gelap karena bisa menandakan daging sudah tidak segar.

    2. Cek Tekstur dan Kekenyalan Daging

    Tekan permukaan daging dengan jari tangan. Daging yang baik akan terasa kenyal dan cepat kembali ke bentuk semula setelah ditekan.

    Jika teksturnya terlalu lunak, berlendir, atau susah kembali ke bentuk semula, kemungkinan daging sudah tidak segar atau disimpan terlalu lama.

    3. Perhatikan Aroma Daging

    Daging segar memiliki aroma yang khas dan tidak menyengat. Bau asam, amis menyengat, atau bau tidak sedap lainnya adalah tanda daging mulai membusuk. Pastikan selalu mencium aroma daging sebelum membeli.

    4. Periksa Kandungan Lemak

    Lemak pada daging sapi biasanya berwarna putih bersih dan padat, sementara lemak daging kambing berwarna putih kekuningan.

    Pilih daging dengan lapisan lemak yang tidak terlalu tebal agar tidak terlalu berlemak saat dimasak, kecuali jika kamu menginginkan rasa gurih ekstra.

    5. Pilih Bagian Daging Sesuai Kebutuhan Masakan

    Untuk masakan yang memerlukan daging empuk seperti steak atau semur, pilih bagian daging sapi seperti has dalam, tenderloin, atau iga.

    Untuk masakan berbumbu kuat seperti gulai atau rendang, daging kambing dari bagian paha atau bahu lebih cocok karena teksturnya yang kenyal dan lemaknya tersebar.

    6. Beli dari Penjual atau Toko Terpercaya

    Pastikan kamu membeli daging dari sumber yang terpercaya, seperti toko daging bersertifikat atau pasar tradisional yang bersih dan terjaga kualitasnya.

    Hindari membeli daging yang dijual di tempat terbuka tanpa pendingin karena rentan terkontaminasi.

    7. Perhatikan Kemasan dan Tanggal Kadaluarsa (Jika Membeli Kemasan)

    Jika membeli daging kemasan dari supermarket, selalu cek tanggal kadaluarsa dan kondisi kemasan. Pilih kemasan yang utuh tanpa sobekan, bocor, atau tanda pembekuan yang berlebihan.