Soun dan bihun adalah dua jenis makanan tradisional berbentuk mie yang sangat populer di kawasan Asia, termasuk Indonesia, Malaysia, Filipina, hingga Singapura.

Keduanya sering menjadi bahan utama dalam berbagai hidangan, mulai dari sup, tumisan, hingga gorengan.

Sekilas, bentuknya memang mirip karena sama-sama berbentuk benang panjang tipis berwarna putih.

Namun, jika diperhatikan lebih detail, sebenarnya ada banyak perbedaan antara keduanya, baik dari segi bahan dasar, tekstur, hingga cara penyajian.

Perbedaan Soun dan Bihun

Berikut beberapa perbedaan soun dan bihun yang perlu kamu ketahui.

1. Bahan Dasar

Perbedaan paling mendasar antara soun dan bihun terletak pada bahan pembuatannya. Soun biasanya dibuat dari pati kacang hijau, pati jagung, atau bahkan ubi jalar, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih elastis.

Sementara itu, bihun terbuat dari beras atau tepung padi yang digiling halus, kemudian diproses menjadi mie tipis. Karena bahan dasarnya berbeda, kandungan gizi serta rasa yang dihasilkan juga sedikit berlainan.

2. Tekstur

Soun memiliki tekstur yang lebih kenyal, transparan, dan lentur setelah dimasak. Saat dimasukkan ke dalam kuah panas, soun cenderung menjadi bening dan terasa licin saat dikunyah. Sedangkan bihun lebih kering, padat, dan rapuh dalam bentuk mentahnya. Setelah dimasak, bihun cenderung lebih lembut tetapi tidak sekenyal soun, serta terasa lebih padat di mulut.

3. Ukuran dan Bentuk

Jika dilihat secara kasat mata, soun biasanya berbentuk lebih tipis namun lebih panjang dan lentur sehingga seringkali digulung dalam kemasan. Sedangkan bihun umumnya berbentuk lebih kaku dan lebih pendek. Ada juga bihun yang diproduksi dalam bentuk lembaran padat, yang nantinya bisa dipatahkan sesuai kebutuhan.

4. Warna

Warna juga menjadi pembeda yang cukup jelas. Soun biasanya berwarna bening atau transparan, terutama setelah dimasak, sehingga sering disebut juga sebagai glass noodles atau cellophane noodles. Sedangkan bihun memiliki warna putih susu yang agak kusam, dan tetap terlihat agak buram meski sudah direbus.

5. Cara Penyajian

Soun banyak digunakan dalam hidangan berkuah maupun tumisan, misalnya pada sup ayam soun, capcay soun, atau soto. Karena sifatnya yang kenyal, soun juga sering dijadikan pelengkap lumpia goreng atau semacam isi makanan ringan. Bihun lebih sering dijumpai pada sajian goreng seperti bihun goreng, bihun kari, atau bihun sebagai pelengkap nasi kotak. Bahkan di beberapa daerah, bihun sering dimakan sebagai pengganti nasi.

6. Penyimpanan

Soun biasanya lebih tahan lama karena berbentuk kering dan tidak mudah hancur. Penyimpanannya cukup di tempat kering, tidak lembap, dan jauh dari air. Sementara bihun juga bisa disimpan lama dalam bentuk kering, tetapi jika sudah dimasak sebaiknya segera dikonsumsi karena teksturnya cepat lembek dan mudah basi.

7. Kandungan Kalori

Karena berasal dari bahan yang berbeda, kandungan kalori keduanya juga tidak sama. Bihun yang terbuat dari beras biasanya memiliki kalori lebih tinggi dibanding soun yang berasal dari pati kacang hijau atau jagung. Oleh karena itu, bagi yang sedang menjalani program diet rendah kalori, soun sering dianggap lebih aman dikonsumsi.

Kesimpulan

Meski sama-sama berbentuk mie tipis berwarna putih, soun dan bihun ternyata memiliki banyak perbedaan mulai dari bahan dasar, tekstur, warna, hingga cara penyajian. Soun lebih kenyal, transparan, dan lentur, sedangkan bihun lebih padat, kusam, dan sering digunakan dalam sajian goreng. Keduanya tetap memiliki keunikan masing-masing dan bisa dipilih sesuai selera serta jenis masakan yang ingin dibuat.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.