Tag: diksi

  • Mengenal Struktur Batin dan Struktur Fisik pada Puisi

    Pengertian Puisi

    Puisi adalah salah satu bentuk sastra yang ditulis dalam bentuk rangkaian kata-kata yang indah dan teratur.

    Puisi mengekspresikan perasaan, pemikiran, dan imajinasi penulis dengan cara yang kreatif dan bermakna.

    Biasanya, puisi memiliki struktur dan gaya bahasa yang khas, seperti penggunaan ritme, rima, dan metafora.

    Definisi puisi menurut Paul Valery merupakan sebuah seni yang didasarkan pada bahasa, namun puisi memiliki makna yang lebih umum yang sulit untuk menentukannya. Puisi juga bertujuan mengungkapkan keadaan pikiran tertentu.

    Sementara menurut KBBI, arti puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, matra, rima, serta penyusunan larik dan bait.

    Baca juga: Kumpulan Puisi Cinta dan Rindu yang Bikin Pasanganmu Klepek-Klepek

    Ciri-Ciri Puisi

    Ciri-ciri puisi adalah sebagai berikut:

    1. Bahasa yang indah

    Puisi menggunakan kata-kata atau diksi yang kreatif dan estetis, sehingga menciptakan keindahan dalam susunan kata-katanya.

    2. Penuh emosi

    Puisi mengandung ekspresi emosi penulis, seperti cinta, kesedihan, kegembiraan, atau kebingungan. Puisi merupakan wadah untuk menyampaikan perasaan yang mendalam.

    3. Struktur yang khas

    Puisi memiliki struktur yang berbeda dengan tulisan prosa. Biasanya, puisi terdiri dari baris-baris pendek yang disusun dalam bait-bait atau stanza.

    4. Makna dalam makna

    Puisi seringkali mengandung makna ganda atau simbolik, yang mengajak pembaca untuk merenung dan memaknai isi dari setiap bait atau baris.

    5. Penggunaan ritme dan rima

    Beberapa puisi menggunakan ritme dan rima untuk menciptakan irama dan keharmonisan dalam pembacaan.

    6. Imajinatif

    Puisi dapat menggambarkan dunia dengan cara yang imajinatif dan tak terbatas, membebaskan penulis untuk berkreasi dalam menciptakan gambaran yang unik.

    Baca juga: Apa Arti Tanda VVV Pada Puisi? Simak Penjelasannya

    Struktur Puisi

    Sementara untuk strukturnya, puisi terdiri dari dua struktur pokok, yaitu struktur batin dan struktur fisik.

    1. Struktur Batin

    Struktur batin adalah sebuah unsur pembangun puisi yang tidak terlihat secara langsung dalam penulisan kata katanya. Struktur batin terdiri dari; tema, nada, rasa atau perasaan, dan amanat.

    Herman J. Waluyo 1996 (dalam Muntazir: 2016:32) menjelaskan bahwa puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya.

    Sehingga pada dasarnya membaca puisi adalah upaya untuk melahirkan kontak lahir batin dengan puisi tersebut.

    Pembaca perlu menyelami isi puisi dengan pikiran dan perasaan untuk bisa menangkap apa makna sebenarnya dari puisi tersebut.

    Sebab, tak sedikit puisi yang “menyembunyikan makna” atau ambigu dibalik baris-baris kata yang indah.

    Baca juga: Apa Arti Pengimajinasian dalam Puisi dan Contohnya?

    2. Struktur Fisik Puisi

    Struktur fisik puisi atau terkadang disebut pula metode puisi merupakan sarana-sarana yang digunakan oleh penyair untuk mengungkapkan hakikat puisi.

    Struktur fisik puisi meliputi hal-hal sebagai berikut.

    1. Perwajahan puisi (tipografi)

    Puisi berbentuk seperti halaman yang tanpa dipenuhi oleh kata-kata dan pengaturan baris.

    Bahkan, baris dalam puisi juga tidak selalu dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik.

    Sehingga tipografi menjadi hal penting yang menentukan pemaknaan terhadap puisi.

    2. Diksi

    Diksi adalah pilihan kata digunakan oleh penulis dalam menulis puisi agar menjadi lebih indah.

    Dalam menggunakan diksi, penulis harus memperhatikan keselarasan bunyi, urutan kata, serta makna.

    Selain itu, diksi juga dapat mencerminkan gaya penulis dan memberikan karakteristik unik pada karya sastra atau tulisan.

    3. Imaji

    Susunan kata-kata untuk mengungkapkan pengalaman indrawi, seperti penglihatan, pendengaran, dan perasaan.

    Imaji sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu imaji suara (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil).

    Imaji dapat membuat pembaca seolah melihat, mendengar, dan merasakan seperti apa yang dialami oleh penyair.

    4. Kata konkret

    Kata yang dapat ditangkap dengan indera sehingga memungkinkan munculnya imaji pembaca.

    Kata-kata ini biasanya berhubungan dengan kiasan atau lambang, seperti “salju” yang melambangkan kebekuan cinta, kehampaan hidup.

    Sedangkan kata kongkret “rawa” bisa melambangkan tempat yang kotor, tempat hidup, bumi.

    Baca juga: Puisi Rakyat: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis dan Contohnya

    5. Bahasa figuratif

    Bahasa figuratif disebut juga sebagai majas, seperti metafora, plenoasme, simile, personifikasi, ironi, litotes, dan sebagainya.

    Bahasa figuratif menyebabkan puisi menjadi prismatis, artinya memancarkan banyak makna atau kaya akan makna (Herman J Waluyo, 1987:83).

    Bahasa berkias yang dapat menghidupkan/meningkatkan efek dan menimbulkan konotasi tertentu (Soedjito, 1986:128).

    6. Versifikasi

    Menyangkut rima, ritme, dan metrum. Rima adalah pengulangan bunyi pada puisi, baik di awal, tengah, dan akhir baris puisi.

    Rima mencakup:

    1. Onomatope (tiruan terhadap bunyi)
    2. Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya (Herman J Waluyo, 1987:92)
    3. Pengulangan kata/ungkapan.
  • Pengertian Ejaan, Diksi, dan Kalimat Efektif Serta Peranannya dalam Paragraf

    Pengertian Ejaan, Diksi, dan Kalimat Efektif Serta Peranannya dalam Paragraf

    Pengertian Ejaan

    Ejaan adalah cara menulis kata yang tepat sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan, meliputi penggunaan huruf, tanda baca, dan spasi.

    Ejaan digunakan untuk memudahkan pembacaan dan pemahaman teks, serta menghindari kesalahan dalam penulisan.

    Selain itu, ejaan juga mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa. Aturan ejaan di Indonesia ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    Beberapa contoh aturan ejaan di Indonesia antara lain penggunaan huruf kapital di awal kalimat, penulisan nama orang dengan huruf besar, dan penggunaan tanda baca yang sesuai.

    Peranan Ejaan dalam Paragraf

    Ejaan memiliki peranan penting dalam paragraf karena dapat mempengaruhi pemahaman dan kejelasan makna dari teks yang ditulis.

    Dengan menggunakan aturan ejaan yang benar, penulis dapat mengekspresikan ide-ide mereka dengan lebih jelas dan efektif, sehingga memudahkan pembaca untuk memahami pesan yang ingin disampaikan.

    Ketidakpatuhan terhadap aturan ejaan dapat mengganggu pembacaan dan menyebabkan kesalahpahaman, serta mengurangi kredibilitas penulis.

    Oleh karena itu, sangat penting bagi penulis untuk menguasai aturan ejaan yang berlaku dan memperhatikan penulisan kata-kata dengan baik dan benar dalam setiap paragraf yang ditulis.

    Pengertian Diksi

    Diksi adalah pemilihan kata atau frasa yang digunakan dalam tulisan atau ucapan untuk menyampaikan makna dan pesan yang tepat, efektif, dan sesuai dengan konteks yang diinginkan.

    Diksi juga disebut sebagai istilah atau kata tepat untuk menyampaikan ide serta gagasan dengan jelas dan efektif.

    Dalam menulis, pemilihan diksi yang tepat dapat mempengaruhi makna dan gaya tulisan. Pemilihan kata atau frasa yang tidak tepat dapat menimbulkan kesalahpahaman atau bahkan mengurangi kualitas tulisan.

    Peranan Diksi dalam Paragraf

    Dalam paragraf, diksi memiliki peranan penting dalam menyampaikan pesan dan makna yang tepat dan jelas.

    Pemilihan diksi yang tepat dapat membantu memperjelas ide dan gagasan yang ingin disampaikan, sehingga pembaca dapat memahami dengan lebih mudah dan cepat.

    Selain itu, diksi juga dapat membantu menambah kekuatan dan efektivitas tulisan, misalnya dengan menggunakan kata-kata yang memiliki daya tarik atau emosi yang kuat.

    Di sisi lain, pemilihan diksi yang kurang tepat atau tidak sesuai dengan konteks dapat menyebabkan ketidakjelasan atau kesalahpahaman dalam membaca dan memahami tulisan.

    Oleh karena itu, seorang penulis perlu memperhatikan dengan cermat pemilihan diksi yang digunakan dalam setiap kalimat dan paragraf yang ditulis.

    Pemilihan diksi yang tepat dapat meningkatkan kejelasan dan kekuatan pesan yang disampaikan serta meningkatkan kualitas tulisan secara keseluruhan.

    Pengertian Kalimat Efektif

    Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengkomunikasikan pesan dengan jelas dan tepat dalam jumlah kata yang minimal.

    Kalimat efektif harus memiliki struktur yang baik dan tidak ambigu, sehingga pembaca atau pendengar dapat memahami pesan yang ingin disampaikan dengan mudah dan cepat.

    Selain itu, kalimat efektif juga dapat memiliki daya tarik dan gaya yang sesuai dengan tujuan komunikasi yang diinginkan.

    Dalam menulis, penggunaan kalimat efektif dapat membantu meningkatkan kejelasan dan kualitas tulisan secara keseluruhan, serta membuat tulisan lebih efektif dalam menyampaikan pesan yang ingin disampaikan.

    Peranan Kalimat Efektif dalam Paragraf

    Kalimat efektif memiliki peranan penting dalam paragraf karena dapat mempengaruhi kejelasan dan efektivitas pesan yang ingin disampaikan.

    Dalam sebuah paragraf, kalimat efektif dapat membantu mengorganisir ide dan gagasan yang ingin disampaikan dengan jelas dan terstruktur, sehingga membantu pembaca untuk memahami tulisan dengan lebih mudah dan cepat.

    Penggunaan kalimat efektif juga dapat membantu meningkatkan daya tarik dan kualitas tulisan secara keseluruhan, sehingga memudahkan pembaca untuk terlibat dan tertarik pada topik yang dibahas.

    Selain itu, penggunaan kalimat efektif juga dapat membantu penulis untuk mengekspresikan ide dan gagasannya secara lebih tepat dan padat, sehingga menghemat ruang dan waktu yang digunakan untuk menulis.

    Oleh karena itu, penting bagi seorang penulis untuk memperhatikan penggunaan kalimat efektif dalam setiap paragraf yang ditulis, agar dapat menyampaikan pesan dengan lebih jelas, efektif, dan menarik.

  • Pengertian Diksi Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Diksi Menurut Para Ahli dan Contohnya

    Pengertian Diksi

    Pengertian diksi secara umum adalah pilihan kata, penggunaan diksi berhubungan dengan ketetapan penggunaan kata, setiap kata memilki makna tertentu yang berbeda dengan makna yang lainnya.

    Walaupun ada beberapa kata yang sekilas memilki makna yang hampir sama, tetapi sebenarnya masing-masing memilki perbedaan.

    Menurut KBBI, diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan).

    Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian diksi menurut para ahli.

    1. Gorys Keraf

    Menurut Gorys Keraf, pengertian diksi terbagi menjadi dua, yakni pilihan kata atau mengenai pengertian kata-kata yang digunakan untuk menyampaikan suatu gagasan, pengungkapan yang tepat dan gaya penyampaian kata yang lebih baik dan sesuai situasi.

    Pengertian diksi juga merupakan sebuah kemampuan membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna dari gagasan yang disampaikan.

    Selain itu, diksi juga bisa berupa kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi, nilai dari suatu rasa yang dimiliki kelompok masyarakat, pendengar, dan pembaca.

    2. Widyamartaya

    Menurut Widyamartaya, pengertian diksi adalah kemampuan seseorang dalam membedakan suatu nuansa-nuansa makna secara tepat dengan gagasan yang disampaikan.

    Kemampuan seseorang membedakan makna itu sesuai dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki kelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca.

    3. Susilo Mansurudin

    Susilo Mansurudin berpendapat pengertian diksi adalah pilihan kata.

    Pemakaian atau pemilihan diksi yang tepat, benar dan cermat bisa membantu memberi nilai pada suatu kata.

    Pilihan diksi yang sesuai dengan kata lain akan mencegah terjadinya kesalahan penafsiran yang berbeda.

    4. Enre

    Enre berpendapat pengertian diksi adalah penggunaan kata yang sesuai dalam mewakili pikiran dan perawatan yang ingin disampaikan dalam suatu pola kalimat tertentu.

    5. Harimurti

    Diksi adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam mengarang.

    6. Mustakim

    Membedakan antara istilah pemilihan kata dan pilihan kata.

    Pemilihan kata adalah proses atau tindakan memilih kata yang dapat mengungkap gagasan secara tepat, sedangkan pilihan kata adalah hasil proses atau tindakan tersebut.

    7. Achmadi (1990: 136)

    Memberikan definisi diksi adalah seleksi kata-kata untuk mengekspresikan ide atau gagasan dan perasaan.

    Ciri Ciri Diksi

    Adapun ciri-ciri diksi sebagai berikut:

    • Sesuai konteks kalimat yang akan diungkapkan.
    • Nyaman saat dibaca dan mudah dipahami.
    • Mampu membedakan suasana, makna, dan bentuk kalimat
    • Selaras dengan nilai rasa dari pembacanya.
    • Kosakata yang dipahami oleh pembaca/pendengar
    • Menyatu dengan kata yang lain sehingga melahirkan sebuah makna yang tepat.

    Contoh Diksi

    Berikut ini adalah contoh diksi yang tepat, mari disimak.

    • Rani sudah tinggal di Surabaya selama lima tahun (Diksi tepat)
    • Rani tinggal minum saja, dia sudah makan (Diksi kurang tepat)
    • Kenapa kamu selalu mengacuhkan janji dengan kami (Diksi kurang tepat)
    • Kenapa kamu selalu mengabaikan janji dengan kami (Diksi tepat)
  • Kumpulan Diksi untuk Menulis Puisi

    Kumpulan Diksi untuk Menulis Puisi

    Pengertian Diksi

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kbbi), diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan).

    Diksi atau sering juga disebut pilihan kata, penggunaan diksi berhubungan dengan ketetapan penggunaan kata, setiap kata memilki makna tertentu yang berbeda dengan makna yang lainnya.

    Walaupun ada beberapa kata yang sekilas memilki makna yang hampir sama, tetapi sebenarnya masing-masing memilki perbedaan.

    Diksi cocok digunakan untuk yang ingin mengikuti lomba puisi atau digunakan untuk puisi bulan ramadhan.

    Sebab, dengan menggunakan diksi maka puisi yang ditulis akan menjadi lebih indah.

    Sehingga cocok digunakan untuk puisi cinta, apalagi bagi kita yang ingin membuat buku kumpulan puisi atau antologi.

    Namun, meski diksi dapat mempercantik puisi, tapi penulis juga perlu bijak dalam menggunakannya.

    Sebab, jika terlalu dipaksakan memasukkan diksi-diksi, maka puisi akan terlihat aneh dan cenderung sulit dipahami oleh pembaca atau pendengar.

    Banyak sastrawan ternama yang tidak terlalu mementingkan diksi, tapi karyanya tetap dapat dinikmati oleh banyak orang, salah satunya adalah Sapardi Djoko Damono.

    Dalam buku puisi Sapardi Djoko Damono, beberapa karyanya tidak terlalu menggunakan diksi yang berat.

    Buku Sapardi Djoko Damono cenderung diisi oleh puisi-puisi dengan kata sederhana, tapi dalam maknanya.

    Sebagai contoh puisi Sapardi Djoko damono Hujan Bulan Juni yang menggunakan kata-kata sederhana, tapi sangat indah bila dibaca.

    Contoh lain puisi Karangan Bunga karya Taufik Ismail. Bisa dilihat setiap baitnya tersusun atas kata-kata yang digunakan sehari-hari.

    Maka, kesimpulannya adalah diksi puisi tetaplah penting, tapi jangan terlalu memaksakan untuk memasukkan diksi-diksi karena yang paling penting adalah makna dari puisi itu sendiri.

    Contoh Diksi Dalam Puisi

    Berikut ini adalah kumpulan diksi yang bisa digunakan untuk menulis puisi.

    Tentunya pemilihan diksi akan mempengaruhi hasil puisi itu sendiri. Maka, gunakanlah diksi-diksi yang tepat agar karya menjadi semakin baik.

    Akara : Bayang
    Aksa : Jauh/Mata
    Aksama : Ampunan
    Ambu : Aroma
    Anala : Api
    Ancala : Gunung
    Anila : Angin
    Anindita : Sempurna
    Anindya : Cantik Jelita
    Anitya : Tidak Kekal
    Asrar : Rahasia
    Astu : Puji
    Atma : Jiwa
    Bagaskara : Matahari
    Baswara : Berkilau, Bercahaya
    Bernas : Berisi Penuh, Semakin Berisi
    Bhama : Nafsu
    Bianglala : Pelangi
    Citta : Maksud Hati, Pikiran
    Cumbana : Mencium
    Dahayu : Cantik, Molek, Elok
    Daksa : Badan; Tubuh
    Dama : Cinta Kasih
    Dayita : Kekasih
    Dekap : Peluk
    Gata : Telah Pergi
    Gundah : Sedih, Bimbang, Gelisah
    Harsa : Kegembiraan
    Hirap : Hilang
    Ina : Matahari Pagi/Senja
    Indurasmi : Sinar Rembulan
    Jamanika : Tirai, Tabir
    Janardana : Menggairahkan
    Kama : Dipuja
    Kampa : Getaran
    Kampana : Mempunyai Getaran
    Korelasi : Hubungan Timbal Balik
    Miang : Lugut
    Nabastala : Langit
    Nestapa : Sedih Sekali, Susah Hati
    Persistensi : Gigih, Kukuh, Tekun, Terus Menerus.
    Rimpuh : Sudah Tua Sekali
    Rinai : Gerimis, Rintik-Rintik
    Sedari : Sejak
    Sempena : Berkah
    Sendu : Sedih, Pilu, Dukacita
    Sporadis : Tidak Tentu, Kadang2
    Termaktub : Tertulis, Tercantum
    Umbu : Nenek Moyang
    Urgensi : Sangat Penting
    Zamin : tanah/negeri/negara
    Wiweka : sangat berhati-hati
    Sujana : berburu (bijaksana, pandai)
    Bianglala : pelangi
    Hibuk : giat bekerja/banyak pekerjaan/sibuk
    Melankolia : depresi
    Pupus : habis sama sekali/hilang/lenyap
    Lenggana : segan/enggan/tidak sudi
    Renjana : rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, dan sebagainya)
    Gemintang : susunan bintang/peta bintang/rasi bintang
    Temaram : remang-renang
    Lazuardi : batu permata berwarna biru
    Lara : sedih/susah hati/sakit
    Mara : bencana/bahaya
    Mandalika : sebuah sebutan atau jabatan (gubernur, Adipati, dan sebagainya)
    Palapa : memikat serta menarik hati
    Padmarini : indah serta tajam
    Asmaraloka : dunia cinta kasih
    Retislaya : luka dalam hati
    Indurasmi : sinar rembulan
    Kama : dipuja
    Mala : sengsara
    Rudita : ditangisi
    Harsa : bahagia/gembira
    Gata : telah pergi
    Kalbu : hati
    Nabastala : langit
    Terdayuh : sedih
    Jelampah : bergelimpang, bergolek, terkapar
    Basirah : hati, penglihatan hati, qalbu
    Relikui : benda keramat, aji-aji, jimat
    Gapah : cakap, lincah, trengginas, pantas
    Sadrah : berserah, pasrah, bertawakkal

    Baca juga: Daftar Tiruan Bunyi Terlengkap (Onomatope)

    Huruf A

    1. Abap : Bunga / Kembang Api
    2. Abhati : Cahaya Agung
    3. Adorasi : Pengorbanan
    4. Afsun : Pesona
    5. Agah : Tatap
    6. Ajun : Maksud
    7. Akara : Bayang
    8. Aksa : Jauh (KBBI) / mata
    9. Aksama : Ampunan
    10. Alap : Bagus
    11. Amaraloka : Dunia cinta kasih
    12. Ambivalen : Mencintai dan membenci pada orang yang sama
    13. Ambu : Aroma
    14. Anak Dara : Anak perempuan yang sudh mencapai usia remaja dan belum kimpoi
    15. Anala : Api
    16. Anca : RIntangan
    17. Abacai : Hacur (minang), abai
    18. Ancala : Gunung (KBBI)
    19. Andam Karam : Lenyap
    20. Angggara : Buas, liar
    21. Anila : Angin
    22. Anindita : Sempurna
    23. Anindya : Cantik Jelita
    24 Anitya : Tidak Kekal
    25. Apatis : Acuh tidak acuh
    26. Arkais : Berhubungan dengan masa lalu atau cerita kuno, tidak lazim dipakai lagi
    27. Arkian : Sesudah itu; kemudian dari itu
    28. Arumi : Harum, wangi
    29. Arunika : Fajar atau matahari terbit
    30. Astu : Puji, alem, sembah
    31. Atma : Jiwa, arwah, sukma
    32. Ayut : Bersetubuh, bersenggama

    Huruf B

    1. Bagaskara : Matahari
    2. Baka : Abadi, awet, kekal, lestari, qadim
    3. Baswara : Berkilau, bercahaya
    4. Bekile : Makan yang dilakukan secara bersama-sama
    5. Belungsang : Bentak / Hardik
    6. Bena : Menarik / Ombak dan banjir
    7. Benawat : Sombong
    8. Berahi : Perasaan cinta antara 2 orang berlainan jenis
    9. Bhama : Nafsu
    10. Bilur : Luka panjang pada kullit (Seperti kena cambuk)
    11. Birai : Dinding berukuran rendah di tepi jembatan atau tangga
    12. Bongko : Mati (Jawa Kasar)
    13. Buhul : Ikatan / simpul

    Huruf C

    1. Candala : Rendah, hina, nista ; kata sifat (KBBI) / rendah diri ‘nggak pede’ ; kata kerja (KBBI)
    2. Candramawa : Hitam bercampur putih / Bulu kucing (KBBI) / Kebijakan
    3. Ceraki : Pedagang bahan obat / jamu
    4. Citta : Maksud hati, pikiran
    5. Cumbana : Mencium
    6. Cumbanarasa : Kenikmatan bersenggama

    Huruf D

    1. Dahayu : Cantik, molek, elok
    2. Daksa : Badan (KBBI)
    3. Dama : Cinta Kasih
    4. Dampo : Sapaan orang tua yang mengadopsi anaknya (Saudara)
    5. Dayita : Kekasih
    6. Dersik : Desir, bunyi angin (KBBI)
    7. Dewana : Tergila-gila
    8. Diksi : Pilihan kata yang tepat atau selaras
    9. Diperdom : Dimaki dengan kata makian “Perdom”
    10. Dore : Lumpur yang sangat cair, dalam dan dapat enghisap objek yang jatuh ke dalamny (lumpur hisap)

    Huruf E

    1. Efemeral : Tidak kekal hanya bersifat sesaat
    2. Eminser : Potongan yang sangat tipis dari daging, buah atau sayur
    3. Eonoia : Pemikiran yang indah dan baik

    Huruf F

    1. Faktisius : Nggak asli, tiruan, imitasi
    2. Fiat : Persetujuan yang diberikan secara penuh atau sah dan biasanya digunakan dalam kontek formal

    Huruf G

    1. Galaksi : Gugusan bintang
    2. Galau : Berat otak, bingung, kacau karut, karuut
    3. Gamang : Merasa takut, ngeri, serta khawatir ketika melihat ke bawah
    4. Gata : Telah pergi
    5. Gelabah : Sedih / gelisah
    6. Gemintang : Peta bintang, rasi bintang
    7. Geni : Api
    8. Geniwara : Ritual berpuasa dengan makanan yang dimasak dengan api
    9. Genosida : Pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau daerah
    10. Genta : Lonceng besar
    11. Gorilya : Pencuri, maling, pencolong

    Huruf H

    1. Halai-balai : Kusut, tidak keruh, terlantar
    2. Harsa : Gembira / bahagia, kegembiraan
    3. Hasta Karya : Kerajinan tangan / swakarya
    4. Hidu : Mencium aroma / bau
    5. Hirap : Hilang (KBBI)
    6. Hirta : Lumpur yang sangat halus, bewarna kuning atau kehijauan dan sering ditemukan menempel pada pipa air
    7. Holokaus : Penghancuran / pembuhan sistematis di seluruh wilayah kekuasaan nazi

    Huruf I

    1. Idrak : Dalam keadaaan merasaka, mencapai, mengetahui, mengsafi (sesuatu) yang diperoleh melalui pancaindera, akal dan batin
    2. Ina : Matahari pagi atau fajar
    3. Indurasmi : Sinar rembulan

    Huruf J

    1. Jamanikaa : Tirai atau tabir
    2. Janardana : Menggairahkan
    3. Japri : Jalur privat, jalur pribadi
    4. Jeremba : Mengulurkan tangan (untuk mencapai sesuatu), menggapai

    Huruf K

    1. Kalbu : Hati
    2. Kalis : Suci, bersih, murni
    3. Kama : Dipuja
    4. Kampa : Getaran
    5. Kampana : Mempunyai getaran
    6. Kenes : Anak kecil yang lincah dan terus aktif/genit
    7. Ketaksaan : Keraguan tentang makna, ambiguitas
    8. Kimpoidra : Rajanya pujangga
    9. Kirana : Sinarnya cantik dan molek
    10. Kiwari : Modern, kin dan kontemporer
    11. Klandestin : Secara diam-diam atau rahasia
    12. Kulacino : Bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah

    Huruf L

    1. Lajnah : Panitia / komisi
    2. Laknat : Kutuk, seranah, serapah ,sumpah
    3. Lakuna : Ruang kosong / bagian yang hilang
    4. Ligar : Berligar-ligar / berputar-putar
    5. Lintang : Bintang
    6. Lokawigna : Pengganggu dunia

    Huruf M

    1. Madah : Kata-kata pujian / berpanjang-panjangan
    2. Mala : Sengsara
    3. Mangata : Bayangan bulan di air yang terbentuk seperti jalan
    4. Mangkus : Efektif, berhasil guna
    5. Masygul : Bersusah hati karena suatu sebab; sedih; murung
    6. Matrik : Batas / pembatas
    7. Mega : Awan
    8. Megar : Mekar (Jawa)
    9. Membacang : Menahan
    10. Meraki : Melakukan sesuatu dengan cinta, kreativitas dan sepenuh jiwa
    11. Mudita : Perasaan bahagia melihat kebahagiaan orang lain

    Huruf N

    1. Nabastala : Langit
    2. Nayanika : Mata yang indah dan memancarkan daya tarik
    3. Nirmala : Tanpa cacat, cela, bersih dan tidak bernoda
    4. Nuraga : Empati dan berbagi rasa

    Huruf P

    1. Padika : Syair
    2. Padikaku : Metode
    3. Padma : Teratai merah
    4. Padmarini : Indah serta tajam
    5. Pahang : Tangkai bunga
    6. Pair jantungku : Detak jantungku tidak normal
    7. Paksa : Sayap / separuh bulan
    8. Palapa : Memikat serta menarik hati
    9. Palawa : Bersemi
    10. Panasea : Obat untuk semua penyakit / kesulitan
    11. Pancarona : Bermacam warna / Panca warna ( KBBI)
    12. Payoda : Awan / Awan yang menghasilkan air
    13. Pedar : Benci, antipati, berang, bingit
    14. Perdom : Kata untuk memaki
    15. Petrikor : Aroma tanah saat terkena hujan
    16. Pilau : Perahu
    17. Pilon : Tidak tahu apa-apa

    Huruf R

    1. Rahara : Perempuan yang usisa yang selayaknya menikah
    2. Rahsa : Rasa / Rahasia
    3. Rajaswala : Penuh nafsu
    4. Recaka : Bernafas
    5. Rimpuh : Sudah tua sekali
    6. Risak : Mengusik / mengganggu
    7. Rodra : Kejam
    8. Romansa : Novel / atau kisah prosa lainnya yang berciri khas tindakan kepahlawanan, kehebatan dan keromantisan dengan latar belakang historis atau imajiner
    9. Rucira : Cemerlang
    10. Ruciragati : Luwes
    11. Rucita : Gemerlap
    12. Rudira : Darah
    13. Rudita : Ditangisi
    14. Rundung : Mengganggu, mengusik terus-menerus, menyusahkan

    Huruf S

    1. Saban : Tiap-tiap
    2. Sabana : Padang rumput yang ada pohonnya
    3. Sangkil : Efektif,efesiesn, beradaya guna
    4. Sarayu : Hembusan angin / angin
    5. Savana : Tidak baku dari sabana
    6. Sawala : Debat
    7. Sehari : Sebahu, sebau, sehaluan, sepakat, sependirian, sepikiran dan seragam
    8. Semenjana : Menengah, sedang yang biasa merujuk pada kasta
    9. Sempena : Berkah (KBBI)
    10. Senandika : Percakapan tokoh dengan dirinya sendiri
    11. Sepai : Berpecah menjadi kecil dan berserak kemana-mana
    12. Seracik : Seiris
    13. Serendipiti : Menemukan sesuatu yanng menyenangkan saat tidak bermaksud mencarinya
    14. Shyam : Kegelapan malam
    15. Suar : Nyala api (cahaya) untuk tanda
    16. Subtil : Halus, lembut
    17. Sumarah : Menyerah pada keadaan, pasrah
    18. Suryakanta : Kaca pembesar
    19. Swakarya : Hasil karya sendiri
    20. Swastaita : Matahari terbenam / sore hari
    21. Swastamita : Pemandangan indah matahari terbenam

    Huruf T

    1. Takaluf : Mengutamakan formalitas sampai menyulitkan diri sendiri
    2. Taklif : Menyerahkan beban (tugas kewajiban) yang sangat berat
    3. Terdayuh : Sedih
    4. Tergamang : Merasa kesunyian
    5. Teyan : Donasi / menyumbang
    6. Tirta Airmata : Air kehidupan

    Huruf U

    1. Ufuk : Kaki langit
    2. Ugem : Berpegang (teguh)

    Huruf V

    1. Visus : Ketajaman penglihatan / jernihnya pandangan (biasa digunakan dalam kedokteran)

    Huruf W

    1. Wasana : Kekuatan bawa sadar yang memengaruhi karakter
    2. Weharima : Kerja sama, gotong royong
    3. Wekel : Rajin dan sunggguh-sungguh; tekun
    4. Wiyata : Pengajaran / pelajaran

  • 13 Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

    13 Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

    Pengertian Diksi

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kbbi), diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan).

    Diksi atau sering juga disebut pilihan kata, penggunaan diksi berhubungan dengan ketetapan penggunaan kata, setiap kata memilki makna tertentu yang berbeda dengan makna yang lainnya.

    Walaupun ada beberapa kata yang sekilas memilki makna yang hampir sama, tetapi sebenarnya masing-masing memilki perbedaan.

    Seorang pengarang ketika menentukan kata dalam menulis tentunya tidak asal dalam memilih.

    Namun demikian kata yang akan dipilih itu akan diikuti dengan berbagai hal yang melingkupinya.

    Hal tersebut menyangkut di mana, kapan, dan tujuannya apa menggunakan kata tersebut.

    Semua itu dimaksudkan untuk memberi corak atau warna agar menarik perhatian pembaca, dengan syarat maksud atau pesan yang ingin disampaikan pengarang itu bisa tersampaikan ke pembaca.

    Pengertian Diksi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian diksi menurut para ahli, diantaranya:

    1. Keraf (2008: 22-23)

    Diksi adalah pilihan kata atau diksi jauh lebih luas dari apa yang dipantulkan oleh hubungan kata-kata itu. Istilah ini bukan saja dipergunakan untuk menyatakan kata-kata mana yang dipakai untuk mengungkapkan suatu ide atau gagasan, tetapi juga meliputi fraseologi, gaya bahasa, dan ungkapan.

    2. Widyamartaya (1990: 45)

    Pendapat lain dikemukakan oleh Widyamartaya (1990: 45) yang menjelaskan bahwa diksi atau pilihan kata adalah kemampuan seseorang membedakan secara tepat nuansa-nuansa makna sesuai dengan gagasan yang ingin disampaikannya dan kemampuan tersebut hendaknya disesuaikan dengan situasi dan nilai rasa yang dimiliki oleh sekelompok masyarakat dan pendengar atau pembaca.

    3. Enre (1988: 102)

    Menjelaskan bahwa diksi ialah pilihan kata dan penggunaan kata secara tepat untuk mewakili pikiran dan perasaan yang ingin dinyatakan dalam pola suatu kalimat.

    4. Achmadi (1990: 136)

    Memberikan definisi diksi adalah seleksi kata-kata untuk mengekspresikan ide atau gagasan dan perasaan.

    5. Mustakim (1994: 41)

    Membedakan antara istilah pemilihan kata dan pilihan kata. Pemilihan kata adalah proses atau tindakan memilih kata yang dapat mengungkap gagasan secara tepat, sedangkan pilihan kata adalah hasil proses atau tindakan tersebut.

    6. Harimurti

    Diksi adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu dalam berbicara di depan umum atau dalam mengarang.

    7. Susilo Mansurudin

    Susilo Mansurudin berpendapat pengertian diksi adalah pilihan kata. Pemakaian atau pemilihan diksi yang tepat, benar dan cermat bisa membantu memberi nilai pada suatu kata. Pilihan diksi yang sesuai dengan kata lain akan mencegah terjadinya kesalahan penafsiran yang berbeda.

    8. Triningsih

    Triningsih (2018, hlm. 15) menyatakan, bahwa diksi atau pilihan kata merupakan ketepatan seseorang dalam memilih dan menggunakan kata sesuai dengan situasi dan kondisi. Artinya, seorang penulis harus mampu memilih kata agar informasi yang disampaikan tidak ambigu atau tepat.

    9. Finoza

    Finoza (2018, hlm. 137) menyatakan, bahwa pilihan kata atau diksi pada dasarnya adalah hasil upaya memilih kata tertentu untuk dipakai dalam kalimat, alinea, serta wacana.

    10. Aminudin

    Aminudin (1995: 215) menyatakan fungsi diksi adalah menimbulkan keindahan yang menyangkut aspek bentuk sebagaimana dikreasikan penuturnya, dan menampilkan gambaran suasana.

    11. Pradopo

    Menurut Pradopo (1990: 93) pembaca dapat menikmati diksi yang dikreasikan oleh pengarang. Fungsi diksi adalah dapat menimbulkan tanggapan pikiran pembaca karena ada makna lain yang muncul dibalik kata itu.

    12. Siswono

    Kemudian Siswono (2014:07) mengemukakan diksi merupakan pilihan kata terhadap bahasa-bahasa yang dikuasai oleh penutur.

    Satuan pilihan kata yang terdapat pada pengertian diksi berstruktur gramatikal demikian, berupa polimorfemis bersteam pilih yang berkategori kelas kata verba, hal ini memarkahi aktivitas memilih.

    Yaitu memilih kata, lalu kapan penutur melakukannya yaitu saat sedang bertutur, baik yang tampak maupun tidak tampak, wujud bertutur yang tampak misalnya tuturan lisan dan tulis, sedangkan wujud bertutur yang tidak tampak karena masih terjadi di alam mental adalah berfikir.

    13. Awalludin

    Menurut Awalludin (2017:19) diksi merupakan pilihan kata. Artinya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Oleh sebab itu, diksi ini menjadi salah satu unsur yang sangat penting, baik dalam dunia tulis-menulis maupun dalam dunia tutur yang kita gunakan sehari-hari.