Pengertian Diksi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kbbi), diksi adalah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti apa yang diharapkan).

Diksi atau sering juga disebut pilihan kata, penggunaan diksi berhubungan dengan ketetapan penggunaan kata, setiap kata memilki makna tertentu yang berbeda dengan makna yang lainnya. Walaupun ada beberapa kata yang sekilas memilki makna yang hampir sama, tetapi sebenarnya masing-masing memilki perbedaan.

Baca juga: Cara Menulis Puisi yang Baik dan Benar Sesuai Kaidah Sastra

Contoh Diksi Dalam Puisi

Berikut ini adalah kumpulan diksi yang bisa digunakan untuk menulis puisi. Tentunya pemilihan diksi akan mempengaruhi hasil puisi itu sendiri. Maka, gunakanlah diksi-diksi yang tepat agar karya menjadi semakin baik.

  1. Akara : Bayang
  2. Aksa : Jauh/Mata
  3. Aksama : Ampunan
  4. Ambu : Aroma
  5. Anala : Api
  6. Ancala : Gunung
  7. Anila : Angin
  8. Anindita : Sempurna
  9. Anindya : Cantik Jelita
  10. Anitya : Tidak Kekal
  11. Asrar : Rahasia
  12. Astu : Puji
  13. Atma : Jiwa
  14. Bagaskara : Matahari
  15. Baswara : Berkilau, Bercahaya
  16. Bernas : Berisi Penuh, Semakin Berisi
  17. Bhama : Nafsu
  18. Bianglala : Pelangi
  19. Citta : Maksud Hati, Pikiran
  20. Cumbana : Mencium
  21. Dahayu : Cantik, Molek, Elok
  22. Daksa : Badan; Tubuh
  23. Dama : Cinta Kasih
  24. Dayita : Kekasih
  25. Dekap : Peluk
  26. Gata : Telah Pergi
  27. Gundah : Sedih, Bimbang, Gelisah
  28. Harsa : Kegembiraan
  29. Hirap : Hilang
  30. Ina : Matahari Pagi/Senja
  31. Indurasmi : Sinar Rembulan
  32. Jamanika : Tirai, Tabir
  33. Janardana : Menggairahkan
  34. Kama : Dipuja
  35. Kampa : Getaran
  36. Kampana : Mempunyai Getaran
  37. Korelasi : Hubungan Timbal Balik
  38. Miang : Lugut
  39. Nabastala : Langit
  40. Nestapa : Sedih Sekali, Susah Hati
  41. Persistensi : Gigih, Kukuh, Tekun, Terus Menerus.
  42. Rimpuh : Sudah Tua Sekali
  43. Rinai : Gerimis, Rintik-Rintik
  44. Sedari : Sejak
  45. Sempena : Berkah
  46. Sendu : Sedih, Pilu, Dukacita
  47. Sporadis : Tidak Tentu, Kadang2
  48. Termaktub : Tertulis, Tercantum
  49. Umbu : Nenek Moyang
  50. Urgensi : Sangat Penting
  51. Zamin : tanah/negeri/negara
  52. Wiweka : sangat berhati-hati
  53. Sujana : berburuĀ  (bijaksana, pandai)
  54. Bianglala : pelangi
  55. Hibuk : giat bekerja/banyak pekerjaan/sibuk
  56. Melankolia : depresi
  57. Pupus : habis sama sekali/hilang/lenyap
  58. Lenggana : segan/enggan/tidak sudi
  59. Renjana : rasa hati yang kuat (rindu, cinta kasih, dan sebagainya)
  60. Gemintang : susunan bintang/peta bintang/rasi bintang
  61. Temaram : remang-renang
  62. Lazuardi : batu permata berwarna biru
  63. Lara : sedih/susah hati/sakit
  64. Mara : bencana/bahaya
  65. Mandalika : sebuah sebutan atau jabatan (gubernur, Adipati, dan sebagainya)
  66. Palapa : memikat serta menarik hati
  67. Padmarini : indah serta tajam
  68. Asmaraloka : dunia cinta kasih
  69. Retislaya : luka dalam hati
  70. Indurasmi : sinar rembulan
  71. Kama : dipuja
  72. Mala : sengsara
  73. Rudita : ditangisi
  74. Harsa : bahagia/gembira
  75. Gata : telah pergi
  76. Kalbu : hati
  77. Nabastala : langit
  78. Terdayuh : sedih
  79. Jelampah : bergelimpang, bergolek, terkapar
  80. Basirah : hati, penglihatan hati, qalbu
  81. Relikui : benda keramat, aji-aji, jimat
  82. Gapah : cakap, lincah, trengginas, pantas
  83. Sadrah : berserah, pasrah, bertawakkal