Tag: islam

  • Warga Muhammadiyah Padati Lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi, Salat Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khusyuk dan Tertib

    Warga Muhammadiyah Padati Lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi, Salat Idul Fitri 1447 H Berlangsung Khusyuk dan Tertib

    Pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang digelar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Rogojampi berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan ketertiban di lapangan Ahmad Dahlan Rogojampi pada Jumat pagi, (20/3).

    Sejak fajar mulai menyingsing, para jemaah dari berbagai wilayah di sekitar Rogojampi telah berdatangan dan memadati area lapangan.

    Mereka hadir dengan penuh antusias, mengenakan pakaian muslim yang didominasi warna putih, sehingga menciptakan suasana yang bersih, damai, dan sarat dengan nuansa kebersamaan serta kebahagiaan di hari kemenangan.

    Bertindak sebagai khatib, Ustaz Haji Suharyo AP, S.H yang juga Penasehat PDM Lumajang. Sementara itu, imam salat adalah Ustadz Khairil Anwar, S.Ag.

    Dalam khutbahnya, Suharyo menyampaikan makna Idul Fitri sebagai momentum kemenangan setelah menjalani ibadah puasa selama Ramadan.

    Ia mengajak jemaah menjadikan Idul Fitri sebagai sarana kembali kepada fitrah, memperkuat keimanan, serta meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

    “Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk memperbaiki diri, mempererat silaturahmi, dan meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT,” ujarnya.

    Suharyo juga mengingatkan sejumlah amalan yang dilakukan Nabi Muhammad SAW selama Ramadan agar tetap dijaga pada bulan Syawal dan bulan-bulan berikutnya.

    Amalan tersebut meliputi salat tahajud dan salat malam lainnya, membaca Al-Qur’an, berdzikir, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga lisan, menjaga wudu, serta menjaga hati agar tetap selaras dengan nilai-nilai keimanan.

    Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan umat di tengah berbagai tantangan zaman.

    Dalam doa penutup, ia berharap seluruh jemaah dapat meningkat derajatnya menjadi insan bertakwa setelah Ramadan, serta diberi kesempatan kembali bertemu dengan Ramadan di tahun mendatang.

    Pelaksanaan salat berlangsung tertib dan lancar dengan dukungan panitia PCM Rogojampi, mulai dari pengaturan saf hingga pengamanan dan kebersihan.

    Kegiatan ditutup dengan saling bersalaman antarjemaah, menciptakan suasana hangat sebagai simbol saling memaafkan di hari yang fitri.

  • Bagaimana cara mensyukuri dan mencintai tanah air yang diciptakan Allah SWT

    Bagaimana cara mensyukuri dan mencintai tanah air yang diciptakan Allah SWT dengan keindahan dan sumber daya alam yang berlimpah?

    Jawaban:

    Mensyukuri dan mencintai tanah air yang diciptakan Allah SWT dengan keindahan serta sumber daya alam yang berlimpah dapat dilakukan melalui berbagai sikap dan perbuatan positif dalam kehidupan sehari-hari.

    Salah satu caranya adalah dengan menjaga dan melestarikan lingkungan, seperti tidak membuang sampah sembarangan, menanam pohon, serta merawat sungai, hutan, dan laut agar tetap bersih dan lestari. Dengan menjaga alam, kita telah menghargai nikmat Allah yang diberikan kepada bangsa ini.

    Selain itu, rasa syukur juga dapat diwujudkan dengan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan tidak berlebihan.

    Kekayaan alam yang ada hendaknya digunakan untuk kesejahteraan bersama, bukan dirusak demi kepentingan sesaat.

    Sikap hemat energi, air, dan bahan alam lainnya merupakan bentuk tanggung jawab sebagai manusia yang diberi amanah untuk mengelola bumi.

    Mencintai tanah air juga dapat ditunjukkan dengan menjaga persatuan, menghormati keberagaman, serta ikut berkontribusi dalam pembangunan bangsa sesuai kemampuan masing-masing.

    Belajar dengan sungguh-sungguh, bekerja dengan jujur, dan berperan aktif dalam kegiatan sosial merupakan wujud nyata cinta kepada negara.

    Terakhir, mensyukuri keindahan alam Indonesia dapat dilakukan dengan selalu mengingat Allah melalui doa dan rasa kagum atas ciptaan-Nya.

    Dengan bersyukur, menjaga, dan memanfaatkan alam secara bertanggung jawab, kita telah menunjukkan kecintaan kepada tanah air sekaligus ketaatan kepada Allah SWT.

  • Bagaimana cara memberikan dorongan kepada teman kita untuk beramal baik dan menjauhi amal yang buruk?

    Bagaimana cara memberikan dorongan kepada teman kita untuk beramal baik dan menjauhi amal yang buruk?

    Jawaban:

    Dalam kehidupan bermasyarakat, setiap orang memiliki peran untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan mencegah perbuatan yang merugikan.

    Memberikan dorongan kepada teman agar gemar beramal baik dan menjauhi amal buruk bukanlah hal yang mudah, namun sangat penting demi terciptanya lingkungan yang positif dan harmonis.

    Dorongan tersebut harus dilakukan dengan cara yang bijaksana, penuh kesabaran, serta dilandasi rasa kepedulian agar dapat diterima dengan baik tanpa menimbulkan perasaan tersinggung.

    1. Memberikan teladan yang baik

    Keteladanan merupakan cara paling efektif dalam mengajak teman berbuat kebaikan. Dengan menunjukkan sikap jujur, disiplin, sopan, serta peduli kepada sesama, kita secara tidak langsung mengajak teman meniru perilaku tersebut.

    Contoh nyata jauh lebih berpengaruh dibandingkan sekadar nasihat, karena teman dapat melihat langsung manfaat dari perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari.

    2. Menyampaikan nasihat dengan lembut dan penuh pengertian

    Dorongan kepada kebaikan sebaiknya disampaikan dengan kata-kata yang sopan dan tidak menghakimi.

    Nasihat yang disampaikan secara halus akan lebih mudah diterima dan tidak menimbulkan penolakan.

    Selain itu, penting untuk mengingatkan dampak baik dari perbuatan positif serta akibat buruk dari perbuatan negatif agar teman semakin sadar akan pilihan yang diambil.

    3. Memberikan dukungan dan mengajak pada kegiatan positif

    Dukungan moral sangat berperan dalam membantu teman tetap konsisten berbuat baik.

    Memberikan semangat, apresiasi, serta mengajak teman mengikuti kegiatan yang bermanfaat seperti kegiatan sosial, ibadah, atau belajar bersama dapat menciptakan lingkungan yang positif.

    Lingkungan yang baik akan memudahkan seseorang untuk menjauhi perbuatan buruk dan membiasakan diri melakukan kebaikan.

  • Jelaskan dua contoh perbuatan amar ma’ruf dalam kehidupan sehari-hari

    Jelaskan dua contoh perbuatan amar ma’ruf dalam kehidupan sehari-hari

    Dalam kehidupan sehari-hari, setiap manusia memiliki tanggung jawab moral untuk saling mengingatkan dalam kebaikan.

    Salah satu ajaran penting dalam Islam adalah amar ma’ruf, yakni mengajak dan mendorong sesama untuk melakukan perbuatan yang baik dan bermanfaat.

    Amar ma’ruf tidak hanya diwujudkan melalui nasihat lisan, tetapi juga melalui sikap, keteladanan, serta kebiasaan positif yang dapat memberi pengaruh baik bagi lingkungan sekitar.

    Dari hal-hal sederhana inilah nilai kebaikan dapat tumbuh dan mengakar dalam kehidupan bermasyarakat.

    Berikut dua contoh perbuatan amar ma’ruf (mengajak kepada kebaikan) dalam kehidupan sehari-hari:

    1. Mengingatkan dengan sopan untuk melaksanakan ibadah

    Misalnya mengajak keluarga atau teman untuk salat tepat waktu, mengingatkan untuk membaca Al-Qur’an, atau mengajak berdoa sebelum memulai aktivitas. Cara yang lembut dan penuh hikmah membuat ajakan kebaikan lebih mudah diterima.

    2. Mengajak berbuat jujur dan disiplin

    Contohnya menasihati teman agar tidak mencontek saat ujian, mengingatkan rekan kerja untuk datang tepat waktu, atau mengajak orang sekitar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

    Perbuatan amar ma’ruf tidak harus dengan cara besar, tetapi bisa dimulai dari kebiasaan kecil yang membawa dampak positif bagi diri sendiri dan orang lain.

  • Inspiratif, MA Plus Keterampilan Nurul Qarnain Jember Luncurkan Mobil Literasi dan Gelar LKBB

    Inspiratif, MA Plus Keterampilan Nurul Qarnain Jember Luncurkan Mobil Literasi dan Gelar LKBB

    MA Plus Keterampilan Nurul Qarnain Jember menggelar kegiatan peluncuran Mobil Literasi dan pembukaan Lomba Kreativitas Baris Berbaris (LKBB) di halaman asrama putri Pondok Pesantren Nurul Qarnain, Senin (27/10/2025).

    Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 1447 H.

    Acara diawali dengan penampilan nasyid Firqatul Insyad Az Zahra yang membawakan mahallul qiyam, dilanjutkan pembacaan orasi ilmiah salah satu pengasuh, Ustaz Jamaluddin.

    Dalam paparannya, Ustaz Jamaluddin menekankan pentingnya budaya literasi di lingkungan pesantren sebagai bagian dari tradisi keilmuan Islam.

    “Literasi adalah cahaya yang menerangi jalan panjang kehidupan, dari huruf menuju hikmah,” ujarnya.

    Peluncuran Mobil Literasi dan pembukaan LKBB secara resmi dilakukan oleh KH. Yazid Karimullah.

    Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa gerakan literasi merupakan bagian dari semangat Iqra’ warabbuka al-akram; bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.

    “Inilah bagian dari sunnatullah dalam menegakkan ilmu dan adab,” tuturnya.

    KH. Yazid Karimullahjuga berpesan agar para santri terus menumbuhkan semangat belajar dan berprestasi di berbagai bidang.

    “Jadilah pemuda yang kakinya menapaki bumi, namun cita-citanya setinggi bintang di langit,” pesannya.

    Dalam kesempatan tersebut, KH. Yazid Karimullah menegaskan pentingnya sinergi antarunit pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Nurul Qarnain, khususnya antara MA Nurul Qarnain dan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nurul Qarnain.

    Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat lembaga tersebut akan bertransformasi menjadi Institut KH. Yazid Karimullah (INSYAKA).

    Peluncuran Mobil Literasi ini diharapkan dapat memperkuat budaya membaca dan menulis di lingkungan pesantren serta menjadi sarana pembinaan literasi bagi para santri.

  • Jelaskan menurut pemahaman anda, apa hubungan antara keimanan dan ketakwaan

    Jelaskan menurut pemahaman anda, apa hubungan antara keimanan dan ketakwaan

    Jelaskan menurut pemahaman anda, apa hubungan antara keimanan dan ketakwaan, serta berikan satu contoh nyata penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

    Jawaban:

    Keimanan dan ketakwaan memiliki hubungan yang sangat erat dan saling melengkapi.

    Keimanan adalah keyakinan yang kuat dalam hati terhadap Allah SWT, malaikat, kitab, rasul, hari akhir, dan takdir baik maupun buruk. Iman menjadi dasar spiritual dan pondasi utama bagi seorang muslim dalam berpikir dan bertindak.

    Sedangkan ketakwaan adalah wujud nyata dari keimanan itu sendiri dalam bentuk perbuatan. Takwa berarti menjalankan segala perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh kesadaran dan rasa takut kepada-Nya.

    Dengan kata lain, iman adalah keyakinan dalam hati, sedangkan takwa adalah implementasinya dalam perbuatan.

    Contoh nyata penerapan:

    Seorang muslim yang beriman meyakini bahwa Allah Maha Melihat segala perbuatannya. Keyakinan ini mendorongnya untuk bertakwa, misalnya dengan menjauhi korupsi atau kecurangan di tempat kerja meskipun tidak ada yang mengawasi. Ia sadar bahwa Allah selalu melihat, sehingga ia berusaha bekerja dengan jujur dan amanah.

    Jadi, keimanan menjadi dasar keyakinan, sedangkan ketakwaan adalah bukti nyata dari keyakinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

  • Bagaimana pandangan orang yang mengimani hari akhir terhadap kemegahan dunia?

    Bagaimana pandangan orang yang mengimani hari akhir terhadap kemegahan dunia?

    Orang yang mengimani hari akhir memandang kemegahan dunia bukan sebagai tujuan utama, melainkan sebagai ujian dan titipan sementara yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

    Dalam pandangan mereka, segala bentuk harta, kekuasaan, jabatan, dan kemewahan hanyalah sementara serta tidak bisa dibawa ketika ajal menjemput.

    Keyakinan pada hari akhir membuat seorang mukmin menempatkan kenikmatan dunia secara proporsional, yakni dinikmati sekadar kebutuhan, dimanfaatkan untuk kebaikan, dan tidak sampai melalaikan kewajiban beribadah.

    Dengan kesadaran ini, mereka biasanya lebih berhati-hati agar tidak terjebak pada kesombongan dan kemewahan semata, karena menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah ladang amal untuk bekal menuju kehidupan yang kekal di akhirat.

    Al-Qur’an menegaskan bahwa kenikmatan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Allah berfirman dalam QS. Al-Hadid ayat 20:

    “Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering, dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.”

    Rasulullah pun pernah bersabda, “Tidaklah dunia dibandingkan dengan akhirat melainkan seperti seseorang di antara kalian mencelupkan jarinya ke laut.” (HR. Muslim).

    Hadits ini menekankan betapa kecilnya nilai dunia jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat.

    Karena itu, orang beriman kepada hari akhir tidak memandang kemegahan dunia sebagai puncak keberhasilan, melainkan ujian yang harus disikapi dengan bijak.

    Mereka berusaha menjaga keseimbangan, tidak anti terhadap dunia, tetapi juga tidak terlena.

    Semua yang dimiliki dipandang sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan kelak, sehingga kekayaan, jabatan, maupun kemewahan digunakan untuk menolong sesama, memperkuat ibadah, dan mencari ridha Allah.

    Inilah sikap yang membedakan seorang mukmin dari orang yang hanya terpesona oleh gemerlap dunia tanpa mengingat akhirat.

    Seorang muslim yang benar-benar meyakini adanya hari akhir akan selalu menimbang kemegahan dunia dengan hati-hati.

    Misalnya, seorang pengusaha yang memiliki harta melimpah tidak akan menggunakan kekayaannya hanya untuk berfoya-foya atau bermegah-megahan, melainkan menjadikannya sebagai sarana untuk membantu orang miskin, membangun fasilitas pendidikan, atau mendukung kegiatan sosial.

    Contoh lain dapat dilihat pada seorang pejabat atau pemimpin yang tidak tergoda dengan gemerlap kekuasaan. Ia sadar bahwa jabatan adalah amanah, bukan kehormatan semata.

    Sehingga, keputusan yang diambil selalu berpihak pada keadilan dan kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan pribadi.

  • Mengapa Islam Memberikan Perhatian yang Besar Terhadap Kelestarian Alam dan Lingkungan?

    Mengapa Islam Memberikan Perhatian yang Besar Terhadap Kelestarian Alam dan Lingkungan?

    Islam memberikan perhatian yang sangat besar terhadap kelestarian alam dan lingkungan karena dalam ajarannya manusia dipandang sebagai khalifah atau pemimpin di muka bumi.

    Allah menciptakan alam semesta dengan penuh keseimbangan dan keindahan, lalu mempercayakan manusia untuk menjaga dan memanfaatkannya dengan bijaksana.

    Alam bukan hanya sekadar sarana pemenuhan kebutuhan hidup, tetapi juga sebagai tanda kebesaran Tuhan yang harus dihargai, dirawat, dan tidak boleh dirusak.

    Perhatian Islam terhadap lingkungan juga tercermin dalam banyak ayat Al-Qur’an dan hadits.

    Misalnya, larangan untuk berbuat kerusakan di muka bumi, anjuran menanam pohon, serta perintah menggunakan air secara hemat meskipun sedang berwudhu di sungai yang melimpah.

    Semua itu menunjukkan bahwa setiap tindakan manusia terhadap alam memiliki nilai ibadah, selama dilakukan dengan niat menjaga amanah Allah.

    Selain itu, Islam menekankan prinsip keseimbangan atau mizan. Artinya, manusia tidak boleh bersikap berlebihan dalam memanfaatkan sumber daya.

    Eksploitasi alam yang berlebihan akan merusak ekosistem dan pada akhirnya merugikan manusia sendiri.

    Oleh karena itu, menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga kewajiban spiritual yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.

    Singkatnya, Islam memberi perhatian besar pada kelestarian alam karena alam adalah amanah, sumber kehidupan, dan salah satu bentuk nikmat Allah yang harus dijaga keberlanjutannya demi generasi sekarang dan yang akan datang.

  • Majelis yang digunakan sebagai tempat pertemuan pada masa Daulah Abbasiyah sebagai media untuk berdiskusi para ilmuwan adalah?

    Majelis yang digunakan sebagai tempat pertemuan pada masa Daulah Abbasiyah sebagai media untuk berdiskusi para ilmuwan adalah?

    A. Majelis Munadzarah

    B. Majelis Taklim

    C. Majelis Syura

    D. Majelis Munakahah

    E. Majelis Mudzakarah​

    Jawaban:

    E. Majelis Mudzakarah​

    Pembahasan:

    Majelis Mudzakarah adalah tempat pertemuan untuk berdiskusi dan bertukar pikiran, terutama dalam konteks ilmiah dan intelektual.

    Pada masa Daulah Abbasiyah, majelis ini menjadi wadah bagi para ilmuwan untuk saling berbagi pengetahuan, membahas berbagai isu, dan mengembangkan pemikiran-pemikiran baru.

    Kontribusi Majelis Mudzakarah tidak hanya terbatas pada dunia Islam.

    Gagasan-gagasan yang lahir dari majelis ini telah menyebar ke seluruh dunia, menginspirasi para pemikir dan ilmuwan di berbagai belahan bumi.

    Dengan demikian, Majelis Mudzakarah telah memainkan peran penting dalam membentuk peradaban manusia.

    Bisa dibilang, Majelis Mudzakarah adalah cikal bakal universitas modern. Mereka adalah pionir dalam menciptakan lingkungan belajar yang kolaboratif dan inspiratif.

    Dan warisan mereka masih terasa hingga hari ini, menginspirasi generasi-generasi baru untuk terus mencari tahu dan mengembangkan diri.

  • Salah satu khalifah yang berpengaruh dalam pemerintahan Abbasiyah adalah?

    Salah satu khalifah yang berpengaruh dalam pemerintahan Abbasiyah adalah?

    Salah satu khalifah yang berpengaruh dalam pemerintahan Abbasiyah adalah?

    a. Ali bin Abdullah bin Abbas

    b. Marwan bin Hakam

    c. Abu Ja’far Al Mansur

    d. Walid bin Abdul Malik​

    Jawaban:

    c. Abu Ja’far Al Mansur

    Pembahasan:

    Abu Ja’far Al-Mansur adalah salah satu khalifah yang sangat berpengaruh dalam pemerintahan Dinasti Abbasiyah.

    Ia adalah khalifah kedua Abbasiyah (754–775 M) dan terkenal karena kontribusinya yang signifikan dalam memperkuat kekuasaan Abbasiyah dan mendirikan Baghdad sebagai ibu kota kekhalifahan, kemudian menjadi pusat kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan perdagangan dunia Islam.

    Al Mansur berhasil mengkonsolidasikan kekuasaan Bani Abbasiyah setelah menggulingkan Dinasti Umayyah.

    Ia membangun kota Baghdad sebagai pusat pemerintahan baru dan mengembangkan sistem pemerintahan yang kuat.

    Pada masa pemerintahan Al Mansur, terjadi perkembangan pesat dalam bidang ilmu pengetahuan.

    Ia mendirikan Baitul Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) sebagai pusat studi dan penerjemahan berbagai karya ilmiah