Tag: kamus

  • Arsitektur: Arti Menurut Kamus dan Peran Sentralnya dalam Kehidupan

    Arsitektur: Arti Menurut Kamus dan Peran Sentralnya dalam Kehidupan

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita akrab dengan bangunan yang berdiri megah maupun sederhana.

    Namun, di balik bentuk, struktur, dan fungsinya, ada satu bidang keilmuan yang menjadi dasar penciptaan ruang-ruang itu, yakni arsitektur.

    Kata ini bukan hanya merujuk pada seni membangun, tetapi juga mencerminkan peradaban, budaya, dan kemajuan teknologi suatu masyarakat.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arsitektur memiliki beberapa pengertian, yaitu:

    • Seni dan ilmu merancang serta membuat konstruksi bangunan, jembatan, dan sebagainya.
    • Susunan dan bentuk suatu bangunan.
    • (dalam bidang teknologi informasi) Struktur dan hubungan antar-komponen penyusun sistem komputer.

    Dari definisi ini, dapat disimpulkan bahwa arsitektur adalah bidang multidisipliner yang menggabungkan seni, ilmu teknik, budaya, dan fungsi praktis.

    Ia tidak hanya berperan dalam pembangunan fisik, tetapi juga menjadi wujud identitas suatu era dan masyarakat.

    Contoh Penggunaan dalam Kalimat:

    • Gedung itu dirancang dengan arsitektur bergaya klasik Eropa.
    • Mahasiswa jurusan arsitektur sedang menyusun maket desain kawasan hijau.
    • Arsitektur sistem aplikasi ini dirancang agar efisien dan aman.

    Melalui contoh-contoh ini, kita dapat melihat bahwa “arsitektur” digunakan dalam konteks fisik (bangunan), akademik (ilmu desain), dan juga digital (struktur sistem informasi).

    Sebagai seni, arsitektur mencerminkan kreativitas, keindahan visual, dan selera estetik.

    Ia menciptakan ruang yang tidak hanya fungsional, tetapi juga menyenangkan secara visual dan emosional.

    Setiap garis dan lengkung bangunan bisa menyampaikan makna filosofis maupun simbolik. Itulah mengapa arsitektur sering disebut sebagai seni yang “dihuni”.

    Sebagai ilmu, arsitektur mengandalkan perhitungan teknik, perencanaan struktur, penggunaan material, dan efisiensi ruang.

    Arsitek dituntut mampu berpikir logis, memperhatikan keselamatan pengguna, serta mempertimbangkan dampak lingkungan.

    Arsitektur mencakup berbagai jenis bangunan dan ruang, mulai dari:

    • Rumah tinggal
    • Gedung perkantoran
    • Tempat ibadah
    • Infrastruktur publik
    • Tata ruang kota
    • Hingga desain sistem digital (dalam konteks teknologi)

    Tak hanya membangun, arsitektur juga berperan dalam pelestarian bangunan bersejarah, pengembangan kota yang berkelanjutan, dan penciptaan ruang inklusif bagi semua kalangan.

    Jadi, menurut kamus, arsitektur adalah seni dan ilmu merancang bangunan dan sistem.

    Lebih dari itu, arsitektur adalah wujud konkret dari ide, budaya, dan harapan manusia terhadap ruang dan kehidupan.

    Ia berdiri di titik pertemuan antara logika dan estetika, antara tradisi dan inovasi. Dengan memahami arsitektur, kita tidak hanya belajar tentang bangunan, tapi juga tentang manusia, sejarah, dan masa depan.

  • Berdentang: Arti Menurut Kamus dan Simboliknya dalam Bahasa Indonesia

    Berdentang: Arti Menurut Kamus dan Simboliknya dalam Bahasa Indonesia

    Dalam kekayaan kosakata bahasa Indonesia, kata “berdentang” adalah salah satu kata yang sarat dengan nuansa bunyi dan imajinasi.

    Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan suara keras, nyaring, dan berulang, terutama suara yang berasal dari logam atau alat penanda waktu seperti lonceng dan jam besar.

    Kata ini juga memiliki kekuatan deskriptif yang kuat dalam puisi, prosa, dan narasi untuk menciptakan suasana tertentu.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “berdentang” berarti:

    berbunyi nyaring dan berulang-ulang (tentang lonceng, bel, dan sebagainya).

    Dengan pengertian tersebut, “berdentang” termasuk dalam kategori onomatopoeia atau kata yang meniru bunyi aslinya.

    Suara yang dihasilkan biasanya keras, menggema, dan sering menjadi penanda peristiwa atau waktu yang penting.

    Contoh Penggunaan dalam Kalimat:

    • Jam tua di menara gereja berdentang dua belas kali menandakan tengah malam.
    • Lonceng berdentang nyaring, menggema hingga ke seluruh sudut kota.
    • Setiap kali bel berdentang, anak-anak segera masuk ke kelas.

    Dalam contoh-contoh tersebut, kata “berdentang” menggambarkan suara yang mencolok dan menuntut perhatian, baik sebagai penanda waktu, peringatan, maupun pemicu emosi dalam narasi.

    Selain makna literal, kata “berdentang” juga sering digunakan secara simbolik untuk menggambarkan momen penting, seperti perubahan, peringatan, atau lonceng perayaan.

    Dalam sastra, bunyi dentang bisa melambangkan waktu yang berjalan, akhir atau awal suatu fase kehidupan, bahkan bisa membawa kesan dramatis atau spiritual.

    Misalnya, dalam cerita berlatar gereja tua atau kota Eropa klasik, “berdentang” sering dihubungkan dengan lonceng besar yang berbunyi di saat penting, seperti kematian, kemenangan, atau perayaan tahun baru.

    Dalam puisi atau novel, kata ini membantu menciptakan suasana yang dalam dan menggetarkan.

    Sinonim dan Ungkapan Serupa

    Beberapa kata atau frasa yang memiliki makna serupa dengan “berdentang”:

    • Berdenting: bunyi logam yang lebih ringan atau halus
    • Berbunyi nyaring
    • Menggema
    • Menyeruak di udara (lebih puitis)

    Jadi, kata “berdentang” menurut KBBI berarti berbunyi nyaring dan berulang, terutama berkaitan dengan suara lonceng, bel, atau benda logam lainnya.

    Lebih dari sekadar bunyi, “berdentang” membawa nuansa emosional dan imajinatif yang kuat.

    Kata ini dapat menggambarkan suasana waktu yang berlalu, perubahan nasib, hingga suasana sakral atau dramatis dalam narasi.

    Dalam dunia bahasa, “berdentang” adalah suara yang tak hanya terdengar, tetapi juga terasa.

  • Membesarkan Hati: Arti Menurut Kamus dan Maknanya dalam Komunikasi

    Membesarkan Hati: Arti Menurut Kamus dan Maknanya dalam Komunikasi

    Dalam percakapan sehari-hari, kita sering mendengar ungkapan “membesarkan hati”, terutama dalam situasi ketika seseorang sedang mengalami kesedihan, kekecewaan, atau rasa putus asa.

    Ungkapan ini memiliki kekuatan emosional yang mendalam karena menggambarkan tindakan yang tidak hanya bersifat verbal, tetapi juga menyentuh sisi psikologis dan perasaan seseorang.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), membesarkan hati diartikan sebagai:

    menghibur atau menyenangkan hati seseorang; menguatkan semangat.

    Dengan kata lain, “membesarkan hati” berarti memberi dorongan positif kepada seseorang yang sedang berada dalam kondisi emosional yang lemah atau sedang mengalami kesulitan.

    Tindakan ini bisa berupa ucapan yang menghibur, sikap suportif, atau sekadar kehadiran yang menenangkan.

    Contoh Penggunaan dalam Kalimat:

    • Kata-kata ibunya berhasil membesarkan hati Rina yang gagal dalam ujian.
    • Kami berusaha membesarkan hati korban bencana agar tetap tabah menghadapi kenyataan.
    • Ucapan itu tidak membantu, justru tidak membesarkan hati sama sekali.

    Ungkapan ini umum digunakan dalam konteks empati dan dukungan emosional, baik secara langsung maupun tidak langsung.

    Dalam budaya Indonesia yang sangat menjunjung tinggi rasa kebersamaan dan kekeluargaan, tindakan membesarkan hati sering menjadi bagian penting dalam relasi antarmanusia.

    “Membesarkan hati” bukan sekadar kata atau frasa biasa karena membawa nuansa empati, kasih sayang, dan dukungan moral.

    Orang yang sedang dalam kesulitan seringkali membutuhkan dorongan dari orang lain untuk bisa bangkit kembali.

    Dalam konteks ini, tindakan membesarkan hati menjadi sangat berarti, meskipun terkadang hanya berupa kalimat sederhana seperti:

    “Kamu sudah berusaha, jangan menyerah ya.”

    “Aku tahu ini sulit, tapi kamu kuat dan tidak sendirian.”

    Kalimat-kalimat seperti itu meski terdengar ringan, bisa menjadi penguat yang besar bagi seseorang yang sedang goyah secara batin.

    Sinonim dan Ungkapan Serupa

    Beberapa ungkapan yang memiliki makna mirip dengan “membesarkan hati” antara lain:

    • Menguatkan semangat
    • Menyuntikkan motivasi
    • Memberi penghiburan
    • Menentramkan jiwa

    Jadi, secara harfiah dan makna kiasan, “membesarkan hati” adalah bentuk dukungan emosional yang penting dalam kehidupan sosial.

    Menurut KBBI, artinya adalah menghibur atau menyenangkan hati. Namun lebih dari itu, ungkapan ini mencerminkan sikap peduli, empati, dan kekuatan kata-kata dalam membangun kembali semangat seseorang yang sedang rapuh.

    Dalam dunia yang penuh tekanan ini, kadang yang kita butuhkan hanyalah satu kalimat sederhana yang mampu membesarkan hati.

  • Menyanggah: Arti Menurut Kamus dan Penggunaannya dalam Komunikasi

    Menyanggah: Arti Menurut Kamus dan Penggunaannya dalam Komunikasi

    Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar atau menggunakan kata “menyanggah”, terutama dalam konteks perdebatan, diskusi, maupun percakapan formal.

    Kata ini memiliki kekuatan makna yang cukup besar, karena terkait dengan tindakan membantah, membalikkan, atau memberikan argumen tandingan terhadap pernyataan atau pendapat orang lain.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyanggah diartikan sebagai:

    menyatakan tidak setuju; membantah; menyangkal.

    Dengan kata lain, “menyanggah” adalah tindakan mengemukakan pendapat yang berlawanan atau tidak sejalan dengan pendapat orang lain.

    Biasanya, kata ini digunakan dalam suasana debat, klarifikasi, pembelaan diri, atau ketika seseorang ingin memperbaiki informasi yang menurutnya keliru.

    Contoh Penggunaan dalam Kalimat:

    • Mahasiswa itu menyanggah argumen dosennya dengan data terbaru dari jurnal ilmiah.
    • Ia menyanggah tuduhan yang diarahkan kepadanya dengan bukti-bukti yang kuat.
    • Tak seorang pun berani menyanggah keputusan rapat itu.

    Dalam kalimat-kalimat tersebut, “menyanggah” tidak hanya berfungsi sebagai kata kerja, tetapi juga menyiratkan sikap kritis, berani, dan argumentatif yang sangat penting dalam kehidupan demokratis maupun lingkungan akademik.

    Kata “menyanggah” juga memiliki nuansa emosional tertentu, tergantung konteks penggunaannya.

    Dalam situasi formal, menyanggah bisa bermakna positif, yaitu seseorang menyanggah karena ingin meluruskan informasi atau menghadirkan kebenaran.

    Namun, dalam konteks emosional atau pribadi, kata ini bisa bernada konfrontatif, bahkan menyiratkan pertentangan atau konflik.

    Dalam sastra atau percakapan kiasan, “menyanggah” bisa digunakan bukan hanya untuk pendapat, tetapi juga perasaan dan keyakinan. Misalnya: Tak mungkin aku menyanggah rinduku padanya.

    Kalimat ini menunjukkan bahwa “menyanggah” bisa digunakan secara puitis untuk menyatakan ketidakmampuan menolak perasaan.

    Kata Sejenis dan Turunan

    Beberapa kata yang memiliki makna berdekatan dengan “menyanggah” antara lain:

    • Membantah: cenderung lebih keras atau frontal.
    • Menyanggah keras: digunakan untuk bentuk penolakan yang tegas.
    • Sanggahan: bentuk nomina dari menyanggah, artinya pernyataan penolakan atau bantahan.

    Jadi, kata “menyanggah” menurut KBBI berarti menyatakan tidak setuju, membantah, atau menyangkal.

    Kata ini penting dalam komunikasi yang sehat, khususnya dalam debat dan diskusi ilmiah. Selain makna literal, “menyanggah” juga mengandung nuansa emosional dan bisa digunakan secara metaforis.

  • Di Mana dapat Mencari Arti Kosakata Sulit?

    Di Mana dapat Mencari Arti Kosakata Sulit?

    Dalam kegiatan membaca, menulis, atau belajar, kita sering menemui kosakata yang belum kita pahami artinya.

    Kata-kata sulit ini bisa muncul dalam berbagai bentuk, baik kata baku, istilah ilmiah, kata serapan, hingga ungkapan khas daerah atau bahasa asing.

    Lalu, di mana kita bisa mencari arti dari kosakata-kosakata tersebut? Jawabannya tidak hanya satu.

    Saat ini, kita memiliki banyak pilihan sumber untuk menemukan arti kosakata sulit, baik dalam bentuk cetak maupun digital.

    Salah satu sumber paling umum dan terpercaya adalah kamus, terutama Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

    Kamus ini merupakan rujukan resmi bahasa Indonesia yang disusun oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

    KBBI tidak hanya tersedia dalam bentuk buku, tetapi juga dalam bentuk digital melalui situs kbbi.kemdikbud.go.id dan aplikasi resmi di ponsel pintar.

    Melalui KBBI, kita bisa mencari arti kata dengan cepat dan akurat, termasuk kelas katanya, contoh penggunaannya dalam kalimat, dan makna lainnya jika kata tersebut memiliki lebih dari satu arti.

    Selain KBBI, kita juga dapat mencari arti kosakata sulit dari kamus-kamus khusus, seperti kamus istilah medis, kamus hukum, kamus ekonomi, atau kamus bahasa daerah.

    Kamus-kamus ini digunakan untuk memahami istilah teknis atau profesional yang tidak selalu terdapat di KBBI.

    Misalnya, jika kita membaca artikel kesehatan dan menemukan istilah “hipotermia”, kita bisa merujuk ke kamus medis atau ensiklopedia kesehatan untuk menemukan maknanya secara lebih rinci.

    Dalam dunia modern saat ini, mesin pencari seperti Google juga menjadi alat bantu yang sangat efektif.

    Cukup ketikkan kata sulit yang ingin diketahui, dan biasanya hasil pencarian akan langsung menampilkan definisinya dari berbagai sumber, seperti Wikipedia, KBBI daring, atau situs pendidikan lainnya.

    Selain itu, ada juga aplikasi kamus digital dan situs pembelajaran bahasa seperti Tesaurus, Google Translate, dan Kamusku, yang menyediakan sinonim dan terjemahan kata dalam berbagai bahasa.

    Bagi pelajar, buku pelajaran dan glosarium di akhir bab sering kali menyediakan daftar istilah penting beserta artinya.

    Terakhir, bertanya langsung kepada guru, dosen, atau orang yang lebih ahli juga merupakan cara efektif untuk memahami makna kosakata dalam konteks yang tepat.

    Dengan banyaknya sumber yang tersedia, kita tidak perlu bingung atau takut saat menemui kata yang tidak kita kenal.

    Justru, ini adalah peluang untuk memperluas kosa kata dan memperkaya wawasan berbahasa.

  • Daftar Kata Baru KBBI [Pemutakhiran 2019]

    Dalam setiap periode, kosakata bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan. Hal tersebut dikarenakan sifat bahasa yang dinamis, artinya dapat berubah-ubah mengikuti perkembangan zaman.

    Maka dari itu, KBBI terus melakukan pemutakhiran kata atau pembaharuan agar pembendaharaan kata bahasa Indonesia semakin kaya dan tertata. Umumnya, KBBI versi daring akan memperbaharui kosakata sebanyak dua kali dalam setahun.

    Nah, agar lebih jelas, berikut adalah beberapa daftar kata baru KBBI 2019.

    1. Kahumata

    Mungkin masih banyak yang tidak tahu bahkan asing dengan kata yang satu ini. Yap, kahumata adalah kosakata baru dalam KBBI yang artinya bulan kesatu.

    Perlu diketahui, di Tanah Air tercinta ini, ada sebagian masyarakat yang tidak hanya menggunakan kalender Hijriah saja, tapi juga menggunakan kalender Batiang, yaitu kalender yang mengacu pada fase bulan.

    Nah, kata kahumata sendiri merujuk pada bulan kesatu atau awal fase menuju bulan pertama.

    2. Janapada

    Pemutakhiran kata KBBI selanjutnya adalah janapada. Tahukah kalian apa arti janapada? Merujuk pada KBBI, janapa memiliki arti wilayah di pinggi kota/negara. Sebenarnya istilah ini diambil dari bahasa Inggris, yaitu sub urban.

    Namun untuk memperkaya pembendaharaan kata bahasa Indonesia, KBBI menyebutnya sebagai kata baru, yaitu janapada.

    3. Takepan

    Takepan adalah jilid naskah lontar yang biasanya terbuat dari bilah kayu atau bambu. Untuk menghargai sejarah, lontar tetap menjadi peninggalan yang dilestarikan. Sebab di dalam lontar, berisi cerita-cerita zaman dulu, termasuk zaman kerajaan kerajaan sebelum terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    4. Rahum

    Kosakata baru ini diperuntukkan bagi kendaraan laut, yaitu perahu ataupun kapal. Maksud dari rahum adalah air asin/air laut yang masuk ke perahu/kapal. Jadi, ketika ada ombak tinggi yang airnya sampai masuk ke dalam perahu, maka hal tersebut disebut sebagai rahum.

    5. Anyu

    Mungkin kalian pernah merasa kesulitan membuka pintu karena kedua tangan memegang barang? Saat mengalami momen tersebut, kebanyakan orang pasti membuka pintu dengan organ tubuh lainnya, misalnya pinggang dengan cara mendorong.

    Yap, mendorong berulang-ulang menggunakan pinggang disebut dengan anyu. Istilah ini merupakan kosakata baru yang dimutakhirkan pada tahun 2019.

    6. Unikorn

    Belakangan ini kata unikorn tengah hangat dibincangkan oleh masyarakat Indonesia. Tapi ternyata unikorn bukan hanya sebuah istilah saja, namun sudah dimutakhirkan menjadi kata baku.

    Yap, unikorn adalah perusahaan rintisan yang nilainya lebih dari satu miliar dolar Amerika. Sebelumnya, istilah ini berasal dari bahasa asing, yaitu Unicorn. Kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi unikorn.

    7. Alpis

    Alpis adalah sebuah istilah yang digunakan untuk perut wanita yang baru saja melahirkan. Perut yang awalnya besar, kemudian menjadi mengecil setelah melahirkan. Itulah yang dinamakan alpis.

    8. Agau

    Agau adalah proses menyuapkan makanan ke anak menggunakan sendok hingga sang anak tekak atau terdesak, ditandai dengan sedikit batuk-batuk. Jadi ketika ibu terlalu dalam memasukkan sendok ke dalam mulut anak hingga membuat anak batuk, maka itu yang dimaksud dengan agau.

    9. Afoka

    Afoka adalah buah pisang yang terlepas dari tangkainya karena terlalu matang. Jadi, ketika buah pisang yang jatuh (akibat terlalu matang) karena telat dipanen, maka itu disebut afoka.

    10. Albung

    Untuk kata yang satu ini lebih condong ke urusan rasa. Albung adalah rasa hambar (tentang tuak) karena telah bercampur air.

    11. Antarlina

    Pernahkah kalian mendengar suara yang semakin lama semakin menghilang? Kalau pernah, maka itu adalah antarlina. Yap, kejadian ini memang sering dialami oleh kebanyakan orang. Misalnya suara sepeda motor yang semakin lama semakin menghilang karena jaraknya semakin jauh.

    12. Lantatur

    Lantatur adalah layanan tanpa turun; pengoperasian bisnis (seperti bank atau rumah makan) yang dirancang agar pelanggan dapat dilayani tanpa harus turun dari mobil.

    13. Kordofon

    Kordofon adalah alat musik yang sumber bunyinya berasal dari senar yang dipetik, digesek, dan sebagainya. Misal gitar, biola, bass, dan sebagainya.

    Nah, selain itu, masih banyak lagi kosakata baru yang dimutakhirkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sehingga pembendaharaan kata bahasa Indonesia saat ini semakin kaya.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.