Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar atau menggunakan kata “menyanggah”, terutama dalam konteks perdebatan, diskusi, maupun percakapan formal.

Kata ini memiliki kekuatan makna yang cukup besar, karena terkait dengan tindakan membantah, membalikkan, atau memberikan argumen tandingan terhadap pernyataan atau pendapat orang lain.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menyanggah diartikan sebagai:

menyatakan tidak setuju; membantah; menyangkal.

Dengan kata lain, “menyanggah” adalah tindakan mengemukakan pendapat yang berlawanan atau tidak sejalan dengan pendapat orang lain.

Biasanya, kata ini digunakan dalam suasana debat, klarifikasi, pembelaan diri, atau ketika seseorang ingin memperbaiki informasi yang menurutnya keliru.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat:

  • Mahasiswa itu menyanggah argumen dosennya dengan data terbaru dari jurnal ilmiah.
  • Ia menyanggah tuduhan yang diarahkan kepadanya dengan bukti-bukti yang kuat.
  • Tak seorang pun berani menyanggah keputusan rapat itu.

Dalam kalimat-kalimat tersebut, “menyanggah” tidak hanya berfungsi sebagai kata kerja, tetapi juga menyiratkan sikap kritis, berani, dan argumentatif yang sangat penting dalam kehidupan demokratis maupun lingkungan akademik.

Kata “menyanggah” juga memiliki nuansa emosional tertentu, tergantung konteks penggunaannya.

Dalam situasi formal, menyanggah bisa bermakna positif, yaitu seseorang menyanggah karena ingin meluruskan informasi atau menghadirkan kebenaran.

Namun, dalam konteks emosional atau pribadi, kata ini bisa bernada konfrontatif, bahkan menyiratkan pertentangan atau konflik.

Dalam sastra atau percakapan kiasan, “menyanggah” bisa digunakan bukan hanya untuk pendapat, tetapi juga perasaan dan keyakinan. Misalnya: Tak mungkin aku menyanggah rinduku padanya.

Kalimat ini menunjukkan bahwa “menyanggah” bisa digunakan secara puitis untuk menyatakan ketidakmampuan menolak perasaan.

Kata Sejenis dan Turunan

Beberapa kata yang memiliki makna berdekatan dengan “menyanggah” antara lain:

  • Membantah: cenderung lebih keras atau frontal.
  • Menyanggah keras: digunakan untuk bentuk penolakan yang tegas.
  • Sanggahan: bentuk nomina dari menyanggah, artinya pernyataan penolakan atau bantahan.

Jadi, kata “menyanggah” menurut KBBI berarti menyatakan tidak setuju, membantah, atau menyangkal.

Kata ini penting dalam komunikasi yang sehat, khususnya dalam debat dan diskusi ilmiah. Selain makna literal, “menyanggah” juga mengandung nuansa emosional dan bisa digunakan secara metaforis.

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.