Tag: kata

  • Perbedaan Denotasi dan Konotasi

    Perbedaan Denotasi dan Konotasi

    Makna denotasi dan konotasi

    Denotasi adalah makna kata yang sebenarnya, sedangkan konotasi adalah makna kata kias atau kata yang tidak sebenarnya.

    Makna kata konotasi memiliki arti yang tersirat, sehingga harus mengerti lebih dalam tentang kata kiasan.

    1. Makna Denotasi

    Contohnya :

    – Kambing Pak Hadi yang akan disembelih adalah kambing hitam yang mempunyai kualitas yang baik.
    – Tadi siang, aku memakan hati ayam di rumah makan itu.
    – Kemarin, aku melihatnya memakai kemeja tangan panjang.
    – Saat bermain bulu tangkis, tangan kanan Andri tiba-tiba terkilir.
    – Peternakan itu merupakan peternakan sapi perah yang pernah ada.
    – Bau kencur dari masakan itu begitu pekat tercium hidung.
    – Cuci tanganlah dahulu sebelum menyantap makanan.
    – Ibu membeli benang merah dari toko itu.
    – Setelah selesai bersantap siang bersama di pinggir danau, kami pun lantas menggulung tikar yang kami bawa itu.
    – Ibu guru berujar bahwa kami harus mengangkat tangan kami jika ada hal yang hendak ditanyakan soal mata pelajaran tersebut.
    – Entah sejak kapan tulang punggungku terasa begitu sakit.
    – Wahana paralayang itu sungguh menakjubkan saat diterbangkan ke angkasa, sehingga aku pun menjadi lupa daratan karenanya.
    – Meja hijau itu merupakan meja belajar Faris yang diberi cat berwarna hijau.
    – Gadis itu datang dengaan wajah pucat dan tangan dingin.

    2. Makna Konotasi

    Contohnya :

    – Pria itu dituduh sebagai kambing hitam pada kasus tersebut. (kambing hitam: orang yang dianggap bersalah)
    – Sikapnya kepadaku membuat aku makan hati karenanya. (makan hati: dongkol, kecewa)
    – Si tangan panjang itu berhasil ditangkap dan dibawa langsung ke kantor polisi. (tangan panjang: pencuri)
    – Pria itu merupakan tangan kanan dari pak direktur. (tangan kanan: orang kepercayaan)
    – Para buruh merasa bahwa perusahaan tempat mereka bekerja hanya menjadikan mereka sebagai ssapi perah belaka. (sapi perah: orang yang dimanfaatkan oleh orang lain demi sebuah keuntungan)
    – Di perusahaan itu, aku hanyalah anak bau kencur belaka. (anak bau kencur: anak baru, orang yang belum berpengalaman)
    – Terkait masalah tersebut, pihak perusahaan justru malah bersikap cuci tangan. (cuci tangan: tidak mau peduli dan bertanggung jawab atas suatu permasalahan)
    – Film itu terasa kurang menarik karena benang merah antara satu adegan ke lain adegannya sangatlah tidak padu. (benang merah: hubungan)
    – Karena masalah ekonomi, perusahaan itu pun harus rela gulung tikar. (gulung tikar: bangkrut)
    – Aku tidak akan angkat tangan sebelum cita-citaku itu menjadi kenyataan. (cuci tangan: menyerah)
    – Sejak suaminya meningal, Bu Ningsih otomatis menjadi tulang punggung bagi ketiga anaknya. (tulang punggung: tumpuan bagi orang lain)
    – Kesuksesan instan yang dia peroleh membuat dirinya menjadi lupa daratan. (lupa daratan: sombong; lupa diri)
    – Kasus sengketa tanah itu telah dibawa ke meja hijau. (meja hijau: pengadilan)
    – Penata ras itu menghasilkan karya sepaktakuler dengan tangan dingin.

  • Pengertian Kata, Kosakata, Istilah, dan Leksikal

    Pengertian Kata, Kosakata, Istilah, dan Leksikal

    Pengertian Kata

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kata dari para ahli, diantaranya:

    A. Lamuddin Finoza

    Arti kata adalah satuan bentuk terkecil (dari kalimat) yang dapat berdiri sendiri dan mempunyai makna.

    B. Alwi hasan

    Definisi kata adalah bentuk yang dapat di potong-potong menjadi bahasa yang lebih kecil kemudian yang dapat dipotong lagi menjadi bentuk yang lebih kecil sampai dipotong lagi tidak mempunyai makna.

    C. Suherlan Odien R

    Kata adalah satuan linguistik yang relatif bebas karena telah memiliki makna utuh atau pengertian sendiri.

    D. Keraf

    Keraf (2010) menyebutkan bahwa tidak ada suatu batasan tertentu mengenai “kata” yang sahih bagi semua bahasa di dunia.

    Dalam mendeskripsikan banyak bahasa di dunia, diperlakukan sebuah unit yang disebut dengan “kata”, namun bagi sebagian pengertian kata dibatasi secara fonologis, sedangkan bagi bahasa yang lain dibatasi secara morfologis.

    E. Crystal (1980: 383-385)

    Pengertian kata adalah satuan ujaran yang mempunyai pengenalan intuitif universal oleh penutur asli, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan.

    F. Chaer (2008)

    Kata merupakan bentuk yang, ke dalam mempunyai susunan fonologi yang stabil dan tidak berubah, dan keluar mempunyai kemungkinan mobilitas dalam kalimat.

    Pengertian Kosakata

    Berikut ini adalah beberapa pengertian kosakata menurut para ahli diantaranya:

    A. Dahidi dan sudjianto

    Pengertian kosakata adalah keseluruhan kata berkenaan dengan suatu bahasa atau bidang tertentu yang ada didalamnya.

    B. Leonard, Bloomflied

    Definisi kosakata adalah suatu ejaan kata yang merupakan susunan berbahasa kita pakai dalam kehidupan sehari-hari.

    C. Kridalaksana (1982 : 98)

    Kridalaksana mengartikan kosakata sebagai berikut:

    Komponen bahasa yang memuat semua informasi tentang makna dan pemakaian kata dalam bahasa.
    Kekayaan kata yang dimiliki seorang pembicara, penulis suatu bahasa.
    Daftar kata yang disusun seperti kamus, tetapi dengan penjelasan yang singkat dan praktis.

    D. Henry Guntur Tarigan (1986: 197)

    Arti kosakata adalah kata-kata yang merupakan perbendaharaan suatu bahasa.

    E. Burhan Nurgiyantoro (2001: 213)

    Burhan Nurgiyantoro menyatakan bahwa kosakata adalah kekayaan kata yang dimiliki oleh suatu bahasa.

    F. KBBI

    Kosakata adalah perbendaharaan kata atau banyaknya kata-kata yang dimiliki suatu bahasa.

    Pengertian Istilah

    Berikut ini adalah beberapa pengertian istilah menurut para ahli, diantaranya:

    A. Suherlan Odien R

    Istilah merupakan kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan kata, makna, konsep, proses,keadaan, sifat yang khas dalam bidang tertentu.

    B. Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional

    Definisi istilah adalah gabungan kata sedapat-dapatnya berbentuk singkat.

    C. Samsuri

    Pengertian istilah adalah sintaksis bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa, frasa.

    D. KBBI

    • kata atau gabungan kata yang dengan cermat mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang khas dalam bidang tertentu
    • sebutan; nama: janda muda disebut dengan — “janda kembang”
    • kata atau ungkapan khusus

    Pengertian Leksikal

    Berikut ini adalah beberapa pengertian leksikal menurut para ahli, sebagai berikut:

    A. Odien R

    Leksikal adalah makna kata ketika kata itu berdiri sendiri, baik dalam bentuk leksem, atau bentuk berimbuhan kurang lebih tetap, seperti yang dapat ditemukan dalam kamus bahasa tertentu.

    B. Kreidler (1988:149)

    Leksikal yaitu sebagian kecil dari suatu kata yang mempunyai arti penuh. Leksikal sendiri berasal dari kata leksikon yang berarati kamus.

    Ada juga yang mengartikan sebagai makna kata yang dijumpai di dalam kamus. Namun, ternyata di dalam kamus tidak hanya memuat makna leksikal dan ada bahasa yang tidak memiliki kamus.

    C. Chaer

    Makna leksikal adalah gambaran nyata tentang suatu konsep seperti yang dilambangkan kata tersebut.

    Sebuah kata yang memiliki makna leksikal sudah jelas bahwa tanpa konteks pun memiliki referen atau makna langsung.

    D. KBBI

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Leksikal adalah berkaitan dengan kata; berkaitan dengan leksem; berkaitan dengan kosa kata.

    Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa Makna Leksikal adalah makna yang berkaitan dengan kata, leksem, ataupun kosakata.

    E. Verhaar (1983 : 9)

    Mengarahkan makna leksikal suatu kata terdapat dalam kata yang berdiri sendiri sebab makna sebuah kata dapat berubah apabila kata tersebut telah berada di dalam kalimat.

  • 100 Kata Bahasa Indonesia yang Jarang Digunakan di Kehidupan Sehari-hari

    100 Kata Bahasa Indonesia yang Jarang Digunakan di Kehidupan Sehari-hari

    Bahasa Indonesia memiliki ratusan ribu kosakata yang sudah terdaftar di KBBI. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu dan perkembangan bahasa.

    Kosakata adalah kumpulan kata atau istilah yang digunakan dalam suatu bahasa untuk berkomunikasi.

    Namun, sebagai pengguna Bahasa Indonesia, kita tentu tidak mengetahui semua kosakata Indonesia yang ada dalam kamus.

    Sebab, ada kosakata yang merupakan kosa kata sehari-hari, ada pula kosa kata yang jarang digunakan.

    Ada lebih dari 1000 kosakata Bahasa Indonesia dan juga kosa kata sastra Indonesia yang jarang diketahui, apalagi diucapkan.

    Jika membuka buku kosa kata Bahasa Indonesia, kita akan melihat bagaimana keterbatasan kita terhadap bahasa.

    Ada banyak sekali kosakata Bahasa Indonesia dan artinya yang tidak pernah kita dengar sebelumnya.

    Kali ini sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa kosakata yang jarang bahkan nyaris tidak pernah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    Berikut adalah 100 kosakata Bahasa Indonesia yang jarang diketahui dan digunakan.

    Adun = Bersolek, elok (karena berhias)
    Agul = Sombong, bangga
    Akaid = Kepercayaan yang telah pasti dan tidak boleh dipersoalkan lagi; ilmu tentang kepercayaan
    Aklimatisasi = penyesuaian (diri) dengan iklim, lingkungan, kondisi, atau suasana baru
    Akordeon = alat musik yang dapat dilipat yang dilengkapi dengan bilah gamitan (udara akan bertiup dengan kuat apabila pemuput udara digerakkan dengan tangan)
    Aksioma = pernyataan yang dapat diterima sebagai kebenaran tanpa pembuktian
    Alamas = intan
    Alimun = golongan pekerja yang sudah tidak produktif
    Ambin = kain (tali dan sebagainya) pengikat anak (barang dan sebagainya) yang digendong
    Ambivalen = bercabang dua yang saling bertentangan (seperti mencintai dan membenci sekaligus terhadap orang yang sama)
    Amtenar = pegawai negeri; pegawai pemerintah
    Anderak = lubang perangkap untuk menangkap gajah
    Anno = tahun
    Apriori = Anggapan yang muncul sebelum mengetahui (melihat, menyelidiki, dan sebagainya) keadaan yang sebenarnya
    Aristokrasi = pemerintahan (kekuasaan) berada di tangan kaum bangsawan
    Aubade = nyanyian atau musik (untuk) penghormatan pada pagi hari
    Baktau = induk semang bagi perempuan lacur; muncikari
    Balairung = balai atau pendopo besar tempat raja dihadap rakyatnya
    Barbur = suka menghambur-hamburkan uang; boros
    Bena = menarik untuk diperhatikan
    Bertih = beras yang disangrai di kuali sampai kulitnya pecah meletup
    Buhul= simpul pada tali; ikatan (pada dasi)
    Belandong = penebang kayu di hutan
    Candramawa = hitam bercampur putih (tentang warna bulu kucing)
    Candala = rendah; hina; nista
    Capik = lumpuh (tentang kaki dan tangan)
    Celangak = terbuka lebar (tentang pintu dan sebagainya); celangap
    Cempala = lancang
    Cempera = cerai berai
    Cenangga = cacat tubuh yang dibawa sejak lahir; cangga
    Cendala = hina; buruk; keji; cabul
    Cenduai = guna-guna (mantra) untuk memikat hati perempuan
    Cerana = tempat sirih yang bentuknya seperti dulang berkaki (dibuat dari kuningan, perak, dan sebagainya)
    Cerang = tempat dalam rimba yang sudah ditebang pohon-pohonnya (seperti bekas ladang)
    Cerau = tiruan bunyi air hujan yang deras
    Codak = angkat, dongak
    Curu = mencret
    Cutel = tamat; habis (tentang cerita dan sebagainya)
    Dabal = pundi-pundi yang digantungkan pada ikat pinggang
    Dabih = sembelih
    Dabik = pukul (menunjukkan keberanian)
    Dabir = juru tulis; penulis
    Dahriah = orang yang tidak percaya akan adanya Tuhan; ateis
    Daksina = selatan
    Dalu = ranum; terlampau masak (tentang buah-buahan)
    Damik = tampar
    Decur = tiruan bunyi air memancur dan sebagainya
    Dedar = berasa panas (tentang badan)
    Degil = keras kepala
    Delap = tak tahu maul (suka meminta)
    Dingkit = sesak
    Durja = Muram, sedih
    Ekskursi = perjalanan untuk bersenang-senang; piknik; darmawisata
    Fadihat = kejelekan; keaiban; kenistaan
    Fiat = persetujuan penuh dan resmi
    Gagai = memanjat
    Gagau = meraba
    Gahara = keturunan raja yang tulen (ayah ibunya anak raja-raja)
    Gahari = sedang
    Galgal = serba tergesa-gesa dan kasar (tentang perbuatan, tingkah laku, pekerjaan, dan sebagainya)
    Gayang = terhuyung-huyung atau tidak tegak berdiri karena mabuk (pusing kepala, pening, dan sebagainya)
    Gegares = makan banyak-banyak (rakus)
    Geligis = menggigil; menggentar keras
    Gelincuh = tersaruk, salah urat
    Gelingsir = ingsut, meluncur turun
    Gelipar = meleset (tentang pedang dan sebagainya yang ditebaskan)
    Geligit = menggigit berulang-ulang
    Gelojoh = suka makan banyak; lahap; rakus
    Gelimang = kotor
    Gerenyau = lancang (terutama tentang anak perempuan)
    Germang = seram (tegak bulu badannya)
    Geruh = celaka; malang; sial; nasib buruk
    Geta = takhta, singgasana
    Geronyot = berdenyut-denyut (tentang urat daging dan sebagainya)
    Halimbubu = pusaran angin
    Hembalang = berguling-guling; pontang-panting (tentang lari);
    Hukama = orang orang cerdik pandai, orang alim
    Indarus = ayam sabungan yang telah kalah berlaga
    Inkaso = upah bagi pemungut uang
    Insinuasi = tuduhan tersembunyi, tidak terang-terangan, atau tidak langsung; sindiran
    Interim = sementara; sementara waktu
    Internir = mengasingkan
    Itlak = mengakui kebenaran suatu ajaran tanpa diselidiki sendiri
    Itifak = persetujuan; persamaan; persesuaian
    Jaharu = orang jahat
    Jamhur = orang pandai
    Jelengar = diam keheran-heranan
    Jemuas = kotor (bergelimang) oleh cairan dan sebagainya yang lekat-lekat (tentang muka, tangan, dan sebagainya)
    Juadah = bekal makanan
    Kacapuri = bagian rumah yang berada di tengah-tengah; induk rumah, pusat istana
    Kadera = kursi
    Kalakian = ketika itu
    Kalibut = huru-hara
    Kalicau = mengelak
    Kalimantang = panji-panji putih panjang
    Kapiran = tidak terurus; telantar; tidak beroleh apa-apa; sia-sia
    Kedadak = penyakit buang-buang air dan muntah-muntah
    Kedekut = kikir (sekali); pelit (sekali)
    Kedengkik = kurus kering
    Kelimun = kelompok orang banyak; kerumun

    Itulah beberapa contoh kosakata Bahasa Indonesia yang jarang digunakan dalam perbincangan sehari-hari.

    Seiring berjalannya waktu, bahasa juga ikut berkembang sehingga ada banyak kosakata baru Bahasa Indonesia yang diadopsi dari bahasa asing.

    Maka, alangkah baiknya agar kita selalu mempelahari bahasa Indonesia dengan baik dan benar agar kita tidak semakin asing dengan kata-kata baru yang muncul di kemudian hari.

  • Pengertian Kata Bilangan Gugus dan Contohnya

    Pengertian Kata Bilangan Gugus dan Contohnya

    Kata Bilangan Gugus

    Kata bilangan gugus adalah kata yang digunakan untuk menyebutkan jumlah satuan benda dan yang lainnya. Contoh kata bilangan gugus: 1 gros = 12 lusin, 1 lusin = 12 biji, 1 kodi = 20 biji, 1 minggu = 7 hari, 1 tahun = 12 bulan, 1 abad = 100 tahun, 1 windu = 8 tahun, dan lain sebagainya.

    Definisi lain dari kata bilangan gugus:
    • kata bilangan yang terdiri atas pembilang dan penyebut
    • kata bilangan yang digunakan untuk menyebutkan kelompok jumlah satuan benda, hal, dan sebagainya
    • kata bilangan yang digunakan untuk melambangkan urutan
    • kata bilangan yang menyatakan jumlah tak tentu atau tidak jelas

    Contoh Kata Bilangan Gugus

    Kata bilangan gugus biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah dalam satu kelompok atau sebutan kumpulan waktu. Agar lebih jelas, berikut beberapa contoh kata bilangan gugus dalam kalimat, diantaranya:

    • Baju itu lebih murah jika pembeliannya mencapai satu kodi.
    • Kasihan Ani, dia tidak bertemu Ibunya selama satu tahun.
    • Kakekku panjang umur, sekarang usianya sudah satu abad.
    • Sewindu lamanya aku mencari kerja tapi tak kunjung dapat.
    • Pelatihan olimpiade berlangsung selama satu minggu.
    • Harga baju di toko itu bisa lebih murah jika dibeli dalam paket satu kodi.
    • Terdakwa diberi hukuman penjara oleh Majelis Hakim selama 20 tahun.
    • Selama setahun terakhir, prestasi Rani kian membaik.
    • Pak Rudi membeli satu gros piring plastik untuk dijual kembali.
    • Ibu membeli tiga ikat sayur kangkung dari tukang sayur langganannya.
    • Irma menghabiskan tiga potong kue bolu buatan neneknya.
  • 500 Contoh Antonim Bahasa Indonesia

    Pengertian Antonim

    Antonim adalah hubungan semantik antara dua buah satuan ujaran yang maknanya menyatakan kebalikan, pertentangan, atau kontras antara yang satu dengan yang lainnya. Lebih sederhana, antonim adalah suatu kata yang berlawanan makna dengan kata lain. Contoh antonim adalah sebagai berikut:

    Abadi X Fana

    Abdi X Majikan

    Abolisi X Pemberatan

    Absen X Hadir

    Abstrak X Konkrit

    Absurd X Rasional

    Aktual X Basi

    Afirmatif X Negatif

    Akrab X Tak kenal

    Akurat X Meleset

    Akut X Ringan

    Alam fana X Alam baka

    Amatir X Ahli

    Anomali X Normal

    Antagonis X Protagonis

    Antagonis X Searah

    Antipati X Simpati

    Antitesis X Tesis

    Apatis X Aktif

    Apex X Zenit

    Arbitrer X Esensial

    Artika X Antartika

    Asketisme X Hedonisme

    Asli X Duplikat

    Asli X Palsu

    Autentik X Palsu

    Beraneka X Semacam

    Berbeda X Sesuai

    Berhasil X Gagal

    Berongga X Rapat

    Berpihak X Netral

    Berselang-seling X Monoton

    Bersimbah X Kering

    Berubah X Konstan

    Bhineka X Tunggal

    Bonafid X Marjinal

    Bongsor X Kerdil

    Boros X Hemat

    Botani X Nabati

    Brilian X Dungu

    Cacat X Normal

    Canggih X Ketinggalan zaman

    Cepat X Lambat

    Deduksi X Induksi

    Defertilisasi X Pemupukan

    Degenerasi X Kemajuan

    Delusi X Nyata

    Dependen X Independen

    Depresi X Resesi

    Destruktif X Konstruktif

    Dialog X Monolog

    Diferensiasi X Ekuivalensi

    Aristo Cha ndra & Team 7

    Dinamis X Statis

    Diskursus X Dogma

    Distansi X Densiti

    Dualisme X Padu

    Dungu X Brilian

    Eklektik X Gradul

    Ekspresi X Impresi

    Ekspresif X Pasif

    Eksternal X Internal

    Ekstrinsik X Internal

    Elastis X Kaku

    Elektik X Tak pilih-pilih

    Elusif X Canggih

    Elusif X Mudah dimengerti

    Empati X Tidak peduli

    Epigon X Maestro

    Esoteris X Terbuka

    Evaporasi X Kondensasi

    Evolusi X Revolusi

    Fakta X Fiksi

    Feminim X Maskulin

    Fiksi X Nonfiksi

    Fiktif X Fakta

    Fisik X Mental

    Frontal X Gradual

    Gagal X Berhasil

    Gamang X Berani

    Gara-gara X Akibat

    Gasal X Genap

    Harmoni X Sumbang

    Hayati X Baka

    Hayati X Mati

    Hemat X Boros

    Higienis X Kotor

    Hiperbola X Apa adanya

    Holistik X Monistik

    Idealisme X Kompromi

    Illegal X Sah

    Imigrasi X Emigrasi

    Impresi X Ekspresi

    Individual X Kolektif

    Induksi X Reduksi

    Inferior X Superior

    Inflasi X Deflasi

    Insomnia X Nyenyak

    Internal X Eksternal

    Introyeksi X Proyeksi

    Jahat X Baik

    Jawab X Tanya

    Jinak X Buas

    Jumbo X Kecil

    Kakek X Cucu

    Kaleidoskop X Seragam

    Kandang X Tandang

    Kapabel X Bodoh

    Kapitalisme X Sosialisme

    contoh antonim

    Kebal X Mempan

    Kecil X Besar

    Kedaluwarsa X Baru

    Kekal X Fana

    Kekang X Bebas

    Kendala X Pendukung

    Kohesi X Adhesi

    Kolektif X Individual

    Kompatibel X Kaku

    Konduktor X Penghambat

    Konklusi X Uraian

    Konklusif X Elusif

    Konrol X Acuh

    Konservasi X Ekploitasi

    Konstan X Berubah-ubah

    Konsumen X Penghasil

    Kontan X Hutang

    Kontiniu X Terputus

    Kontra X Setuju

    Kontradiksi X Konvergensi

    Konveks X Cekung/konkaf

    Kredit X Pemasukan

    Krisis X Stabil

    Krusial X Sepele

    Kualitas X Kuantitas

    Kurus X Tambun

    Labil X Stabil

    Lambat X Cepat

    Lancar X Macet

    Lancung X Asli

    Langit X Bumi

    Las X Bubut

    Liberal X Pembatasan

    Liberalisme X FundamentalismeLonggar X Sempit

    Makar X Jujur

    Makar X Setia

    Mandiri X Bergantung

    Mandiri X Dependen

    Marah X Senang

    Maya X Nyata

    Merana X Senang

    Merdeka X Vasal

    Metafisika X Nyata

    Metodis X Amburadul

    Minor X Mayor

    Mistis X Realis

    Mitos X Fakta

    Mobilitas X Keajegan

    Modern X Kuno

    Modernisasi X Tradisional

    Monogami X Poligami

    Monoton X Berubah-ubah

    Moral X Amoral

    Mufakat X Tidak setuju

    Nadir X Kosong

    Negasi X Konfirmasi

    Nekat X Takut

    Netral X Berpihak

    Nirwana X Dunia

    Nisbi X Mutlak

    Nomadik X Menetap

    Ofensif X Bertahan

    Oponen X Eksponen

    Orator X Pendengar

    Orisinil X Plagiat

    Otokratis X Demokratis

    Otoriter X Demokrasi

    Out put X Input

    Padan X Bukan bandingan

    Padanan X Pertidaksamaan

    Pakar X Awam

    Pancarona X Seragam

    Pandai X Bodoh

    Panjang lebar X Ringkas

    Pasca X Pra

    Pejal X Berongga

    Pejuang X Pengkhianat

    Pembangun X Destruktif

    Pemberani X Penakut

    Penambahan X Eliminasi

    Penting X Remeh

    Percaya diri X Rendah diri

    Perintis X Pewaris

    Perkasa X Lemah

    Pertahanan X Serangan

    Planning X Tak terencana

    Plural X Tunggal

    Plus X Minus

    Polemik X Rukun

    Poliandri X Monogami

    Positif X Negatif

    Positif X Ragu-ragu

    Preambul X Penutup

    Prefiks X Akhiran

    Pro X Kontra

    Professional X Amatir

    Progresif X Regresif

    Prolog X Epilog

    Prominen X Biasa

    Proporsional X Norak

    Proposisi X Reaksi

    Raksasa X Kerdil

    Ramai X Sepi

    Ramalan X Pasti

    Rasional X Irrasional

    Rasionalisme X Empirisme

    Regresif X Progresif

    Remeh X Penting

    Remisi X Penambahan hukuman

    Revolusi X Evolusi

    Ritel X Grosir

    Rivalitas X Persesuaian

    Rutin X Jarang

    Salaf X Mutakhir

    Sampling X Random

    Sederhana X Canggih

    Sekarang X Kemarin

    Sekuler X Keagamaan

    Sekulerisme X Spiritualisme

    Senang X Merana

    Senior X Junior

    Separasi X Penyatuan

    Aristo Cha ndra & Team 9

    Sesuai X Berbeda

    Setem X Sumbang

    Siau X Mendidih

    Simpati X Antipati

    Sinergi X Dualistik

    Sinkron X Sumbang

    Sipil X Militer

    Skeptis X Yakin

    Soliter X Individual

    Sporadis X Jarang

    Stabil X Labil

    Statis X Dinamis

    Subur X Tandus

    Sumbang X Tepat

    Takzim X Lancang

    Tambun X Kurus

    Tawa X Tangis

    Terapung X Tenggelam

    Teratur X Kacau

    Terjamin X Tak tentu

    Terkatung X Terbenam

    Terputus X Kontinu

    Tetiron X Asli

    Tidak berdaya X Sinergi

    Tidak Peduli X Empati

    Tinggi X Rendah

    Transedensi X Imanesi

    Tunggal X Heterogen

    Universal X Parsial

    Vademikum X Kamus besar

    Valuable X Tidak berharga

    Vassal X Merdeka

    Vektor X Skalar

    Vertikal X Horisontal

    Virulen X Baik

    Vokal X Pendiam

    Wreda X Muda

  • Macam Macam Preposisi Beserta Penjelasan dan Contohnya

    Macam Macam Preposisi Beserta Penjelasan dan Contohnya

    Pengertian Preposisi

    Preposisi berasal dari Bahasa Latin yang berarti prae, “sebelum” dan ponere, “menempatkan, tempat”.

    Sehingga Preposisi (kata depan) berguna untuk menandai hubungan makna antara kata di depan preposisi dengan kata yang berada di belakang preposisi.

    Adapun contoh preposisi atau kata depan adalah sebagai berikut: di, ke, pada, dalam, atas, dari, oleh, kepada, terhadap, dan sebagainya.

    Sampai saat ini, tidak sedikit orang yang salah penulisan kata depan dan awalan.

    Jangan sampai keliru, kata depan ditulis terpisah, sedangkan awalan ditulis menyambung dengan kata utama.

    Contoh awalan : terlewat (dari kata dasar lewat)

    Macam Macam Preposisi

    Adapun macam-macam preposisi adalah sebagai berikut:

    1. Preposisi Tunggal

    Preposisi tunggal adalah preposisi yang hanya terdiri atas satu kata. Bentuk preposisi tunggal sebagai berikut:

    A. Kata Dasar

    Misalnya: di, ke, dari, dan pada. Contoh: Banyak karya tulis di sini, salah satunya adalah puisi.

    B. Kata Berafiks

    Misalnya: selama, mengenai, dan sepanjang). Contoh: Puisi adalah pengalaman penyair mengenai kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang estetis.

    2. Preposisi Gabungan

    Preposisi gabungan terdiri dari dua preposisi, yaitu preposisi yang berdampingan dan preposisi yang berkolerasi.

    A. Preposisi yang Berdampingan

    Adalah preposisi yang terdiri atas dua preposisi yang letaknya berurutan (misal: daripada, kepada, selain dari).

    Contoh: Jajan itu diberikan kepada Ibu.

    B. Preposisi yang Berkorelasi

    Adalah preposisi yang terdiri atas dua unsur yang dipakai berpasangan tetapi terpisah oleh kata atau frasa lain (misal: antara … dan …, dari … sampai …, sejak … hingga …).

    Contoh: Antara puisi Chairil Anwar dan cerita cintaku memiliki persamaan.

  • Which Is Artinya? Simak Penjelasan Berikut ini

    Which Is Artinya? Simak Penjelasan Berikut ini

    Penggunaan kata-kata gaul saat ini kian menjamur, khususnya di kalangan anak muda.

    Berjalan secara alami, budaya komunikasi kita saat ini sudah mulai mencampurkan Bahasa Indonesia dengan Bahasa Inggris dalam bentuk verbal.

    Banyak yang menyebutnya sebagai bahasa campuran. Ada juga yang mengatakan istilah ini sebagai kerancuan yang juga mengganggu bagi pendengar lainnya.

    Namun, apapun isitlah tersebut, fenomena ini adalah suatu bukti bahwa bahasa merupakan alat komunikasi yang fleksibel dan dinamis. Bisa berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman.

    Ada sederet kata-kata gaul yang sering kita dengar belakangan ini, mulai dari friyay, literally, even, sampai which is.

    Mungkin kamu juga menggunakannya?

    Bagi yang sudah paham dan terbiasa, mungkin kata-kata tersebut terkesan biasa saja. Tapi bagaimana bagi yang belum mengerti? Tentu saja akan sulit mencerna ucapan dari orang lain yang menggunakannya.

    Nah, supaya lebih jelas, kali ini sastrawacana.id/ akan menjelaskan apa arti dari sederet kata-kata gaul tersebut, terutama which is.

    Arti Which Is

    Secara harfiah, menurut kamus Bahasa Inggris, which is artinya ‘yang mana’.

    ‘Yang mana’, bukanlah sebuah pertanyaan, tapi sebuah pernyataan. Sehingga bisa digunakan sebagai kata yang sifatnya menekankan terhadap sesuatu.

    Contoh penggunaan kata which is sebagai berikut:

    “Dari dua orang yang duduk di sana, salah satunya temanku, which is berbaju biru.”

    Menurut kalimat di atas, which is digunakan sebagai penunjuk bahwa temannya yang memakai baju biru.

    Apakah kalimat di atas sudah cukup menjelaskan arti which is? Kalau belum jelas, berikut adalah contoh lain:

    “Gue sekarang kerja di sebuah perusahaan bonafit, which is punya bokap gue sendiri”

    Pada kalimat di atas, seseorang menjelaskan bahwa dia sudah bekerja di perusahaan bonafit, yang mana perusahaan tersebut adalah milik ayahnya.

    Jadi, secara sederhana bisa diartikan jika which is memiliki arti ‘yang’ atau ‘yang mana’.

    Nah, itulah arti which is dan contohnya. Agar lebih lengkap, di bawah ini adalah beberapa kata-kata Bahasa Inggris yang juga sering digunakan dalam komunikasi anak muda jaman sekarang.

    1. Which is= yang
    2. Literally= secara harfia
    3. Makes sense= masuk akal
    4. Even= bahkan
    5. Clear= jelas
    6. Update= memperbarui
    7. Boring= membosankan
    8. Bill= tagihan
    9. Deadline= tenggat waktu
    10. If = jika
    11. Problem = masalah

  • Arti Tuman, Meme yang Lagi Viral Saat ini

    Arti Tuman, Meme yang Lagi Viral Saat ini

    Arti tuman

    Beberapa hari belakangan ini ada sebuah gambar meme dengan karakter botak yang sedang menampar temannya sembari mengucap TUMAN.

    Ya, saat ini media sosial sedang diramaikan dengan meme tuman tersebut. Warganet pun berlomba-lomba untuk berkreasi membuat meme tuman dengan berbagai macam topik.

    Yang membuat meme tuman ini menarik adalah kata-kata dan ceritanya yang selalu menggunakan tuman dan menampar temannya. Nah, sebenarnya apa arti tuman? Lalu, apa kaitannya tuman dengan menampar seseorang?

    Jadi, tuman adalah istilah Jawa yang memiliki banyak makna, namun berkaitan dengan sifat. Mudahnya, tuman bisa diartikan sebagai sebuah kebiasaan (tingkah laku).

    Menurut Kbbi, tuman adalah:

    • tu·man a menjadi biasa (suka, gemar, dsb) sesudah merasai senangnya, enaknya, dsb: agar tidak — berbuat begitu, hajarlah ia kalau kebetulan ketahuan sedang berbuat

    Jadi, tuman adalah sebuah umpatan atau ungkapan kesal yang ditujukan kepada seseorang karena tingkah laku atau kebiasaan buruknya.

    Sebagai contoh, ada seseorang yang suka berbohong. Maka untuk menegur dan memarahinya, kita bisa menggunakan kata tuman.

    Biasanya kata tuman diucapkan bersamaan dengan gerakan fisik, seperti menjewer atau mencubit yang tujuannya untuk memberikan efek jera.

    Misalnya seorang ibu yang kesal ketika anaknya selalu nangis ketika dimandikan, maka ibu tersebut akan mengucapkan “tuman” sembari menjewet atau mencubit anaknya.

    Maka dari itu meme tuman menggunakan gambar menampar. Itu adalah sebuah simbol atau bentuk kekesalan terhadap sesuatu yang diulang-ulang atau kebiasaan buruk.

    Dalam istilah lain, tuman juga bisa berarti keras kepala. Di mana seseorang memiliki sifat keras kepala dan angkuh tanpa mau mendengar masukan dari orang lain.

    Orang yang keras kepala memang sangat menyebalkan sehingga butuh pelajaran untuk membuatnya kapok.

    Tapi tidak selalu menampar, ya. Tuman juga bisa dilakukan tanpa gerakan fisik, tapi hanya gestur saja. Misalnya mengucapkan tuman sambil melotot atau menunjukkan mimik muka kesal/marah.

    Nah, itulah penjelasan singkat tentang arti tuman yang lagi viral belakangan ini. Sekarang sudah tahu kan apa arti tuman?

  • Apa Sih Arti Kata CIE? Inilah Penjelasannya

    Apa Sih Arti Kata CIE? Inilah Penjelasannya

    CIE, adalah sebuah istilah yang sering dilontarkan kepada seseorang dengan tujuan menggoda.

    Adapun godaan tersebut bisa beraneka ragam konteksnya, mulai dari masalah percintaan, prestasi, sampai urusan pribadi.

    Misalnya, ada seseorang yang sedang menjalin hubungan asmara, alias PDKT. Maka dia akan sering mendapatkan kata CIE oleh teman-temannya.

    Contoh lain, misalnya ketika ada siswa berprestasi, lantas guru menyebutkan prestasinya di depan kelas, maka siswa lain akan otomatis serentak mengatakan CIE terhadap siswa berprestasi tersebut.

    Apakah kamu pernah mendapat “CIE” dari teman?

    Jika pernah, pastinya kamu akan sedikit tersipu malu dengan ucapan tersebut, bukan? Ya, CIE memang sengaja dilontarkan untuk menggoda agar si “penerima” kata CIE itu menjadi malu.

    Bahkan kamu sendiri pun pasti pernah mengatakan CIE kepada temanmu, bukan? Lantas, tahukah kamu apa arti dari CIE itu sendiri?

    Banyak yang sering mengatakannya, tapi tidak tahu apa arti dari CIE. Ungkapan ini sudah berlangsung sangat lama, sejak era 90-an dulu dan sampai sekarang masih sering digunakan.

    Nah, belakangan waktu ini kata CIE kembali menjadi sebuah perbincangan dan buah bibir warganet di dunia maya. Sebab, mereka akhirnya menemukan arti dari kata CIE. Apa artinya?

    Jadi, mereka berpendapat jika CIE sebenarnya adalah sebuah singkatan, yaitu “Cause I’m Envy” atau Karena Saya Cemburu.

    Secara sederhana, kata CIE mengandung maksud sebuah rasa cemburu atau iri terhadap seseorang.

    Misalnya ketika ada siswa berprestasi di sekolah yang dianak emaskan oleh guru, lantas siswa lain yang mengatakan CIE.

    Nah, sebenarnya yang berkata CIE ada sedikit rasa cemburu atau iri karena ingin seperti siswa berprestasi tersebut.

    Namun tidak sedikit pula yang menyebutkan jika arti tersebut hanyalah cocoklogi belaka.

    Maksudnya, tidak ada sangkut paut antara “CIE” dengan rasa cemburu karena banyak juga yang merasa bahwa kta “CIE” adalah tradisi verbal yang refleks atau spontan keluar ketika melihat temannya yang sedang malu.

    Nah, kalau menurutmu gimana? Apakah setuju atau punya pendapat lain?

  • Istilah Lindu Adalah Akronim dari Bahasa Inggris?

    Baru-baru ini, musibah sedang santer menimpa ibu pertiwi, mulai dari banjir, longsor, gunung meletus, sampai dengan gempa bumi yang telah memakan ratusan korban nyawa.

    Sebut saja di Lombok, belakangan ini beberapa kali terjadi gempa dengan kekuatan yang cukup dahsyat sehingga guncangannya dirasakan oleh wilayah di sekitarnya, seperti Bali dan sebagian Jawa Timur.

    Namun, guncangan itu bukanlah gempa, melainkan lindu. Ya, dalam istilah Jawa, gempa dengan skala kecil sering disebut dengan lindu.

    Mereka menyebutkan jika lindu adalah sebuah goncangan bumi yang kekuatannya kecil, hanya memberi efek ketakutan tanpa ada bahaya serius mengancam.

    Walau begitu, lindu juga sering menyebabkan terjadinya kerusakan pada bangunan akibat guncangan yang tiba-tiba. Tentu saja, kita harus berbela sungkawa atas bencana yang dialami oleh saudara-saudari kita.

    Selagi mampu dan bisa, alangkah baiknya kita menolong, memberi bantuan, baik berupa materi ataupun moral kepada mereka yang sedang diuji oleh Sang Maha Pencipta. Namun, di balik itu semua, ada yang menarik dari kata lindu.

    Belakangan ini tengah ramai adanya sebuah anggapan yang mengatakan bahwa istilah lindu merupakan akronim dari Bahasa Inggris. Anggapan itu tidak tahu siapa pencetusnya.

    Yang jelas, LINDU disebut-sebut sebagai akronim dari Large Intensity of Natural Disasters for Underground.

    Memang terkesan meyakinkan, tapi masih belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya sebab belum ada kajian ilmiah yang membedah istilah itu sendiri.

    Banyak juga netizen yang menganggap bahwa itu adalah sebuah cocoklogi, alias menerka-nerka dengan unsur perkiraan serta prediksi. Sebab, ejaan Jawa yang benar adalah lindhu, bukan lindu.

    Namun, terlepas dari itu semua, tentu saja ini adalah sebuah ragam bahasa yang membuktikan bahwa bahasa itu sifatnya selalu mengikuti pendahulunya.

    Seperti yang kita ketahui, bahasa kita sendiri sering menyerap dari bahasa asing, terutama Arab. Oleh karenanya, tidak menutup kemungkinan jika istilah lindu itu benar-benar akronim dari Bahasa Inggris seperti yang baru saja ramai di media sosial. Lebih dari itu, kembali lagi ke sudut pandang masing-masing.

    Jika menilik teori yang menyebutkan bahwa bahasa itu arbriter, secara tidak langsung ini adalah kekayaan bahasa yang sifatnya suka-suka, tidak bisa disalahkan ataupun dibenarkan sebelum benar-benar dikaji lebih dalam.