Tag: kata

  • Arti Gemoy Adalah? Ini Penjelasannya

    Arti Gemoy Adalah? Ini Penjelasannya

    Gemoy adalah istilah dalam bahasa gaul Indonesia yang merujuk pada perasaan campur aduk antara senang, bahagia, dan terhibur.

    Istilah gemoy merupakan plesetan dari kata gemas, menggambarkan perasaan yang muncul ketika seseorang sedang melihat atau mendengarkan sesuatu yang lucu, menggemaskan, atau menghibur.

    Kata gemoy sendiri sering digunakan oleh anak muda atau remaja sebagai ungkapan perasaan positif terhadap suatu hal. Contohnya, “Aku suka banget sama bayi itu, gemoy banget!”

    Dalam konotasi lain, gemoy juga sering diartikan sebagai rasa gemas terhadap seseorang, khususnya anak kecil yang berbadan gemuk atau montok.

    Saking lucunya, bikin orang yang melihat sangat gemas dan geregetan ingin mencubit, bahkan menggigit.

    Tidak hanya pada manusia saja, kata gemoy juga biasa digunakan untuk objek atau benda lain, semisal pada hewan peliharaan maupun makanan.

    Mengingat dunia kuliner saat ini semakin berkembang, sehingga banyak muncul makanan-makanan lucu yang menggemaskan.

    Sementara menurut KBBI, gemas artinya sangat suka (cinta) bercampur jengkel.

    Jadi, secara sederhana, gemoy dapat diartikan sebagai rasa gemas terhadap seseorang atau objek tertentu yang menggemaskan dan mampu membangkitkan hasrat untuk bertindak.

  • Arti Yeppeuda Adalah? Ini Penjelasannya

    Dalam bahasa Korea, kata “yeppeuda” (예쁘다) memiliki arti “cantik” dalam bahasa Indonesia.

    Kata ini termasuk dalam kosakata sehari-hari yang sangat umum digunakan untuk memuji penampilan fisik seseorang, terutama wanita, namun juga dapat ditujukan kepada benda, suasana, atau karya seni yang memiliki daya tarik visual dan estetika yang tinggi.

    Keindahan yang dimaksud dalam “yeppeuda” tidak hanya terbatas pada wajah, tetapi juga mencakup keseluruhan kesan yang menarik dan menyenangkan untuk dilihat.

    Penggunaan kata ini sangat lekat dengan budaya pop Korea atau Korean Wave (Hallyu), di mana banyak orang di seluruh dunia mengenal istilah ini melalui lagu-lagu K-Pop, drama Korea (K-Drama), variety show, dan film-film Korea yang kini populer secara global.

    Dalam industri hiburan Korea, kata “yeppeuda” sering dilontarkan oleh para penggemar untuk mengagumi idol K-Pop, aktris, dan figur publik lainnya yang dianggap memiliki penampilan fisik menawan.

    Wajah yang bersih, kulit mulus, bentuk wajah proporsional, serta gaya berpakaian yang modis kerap menjadi standar umum dalam definisi “cantik” versi budaya populer Korea Selatan.

    Namun demikian, makna kata “yeppeuda” sebenarnya lebih dari sekadar fisik.

    Dalam konteks yang lebih luas, kata ini juga sering digunakan untuk menggambarkan keindahan suatu benda atau karya seni, seperti desain ruangan, ilustrasi, dekorasi pernikahan, atau bahkan keindahan panorama alam.

    Dengan demikian, “yeppeuda” tidak terikat pada manusia saja, tetapi juga berlaku pada segala sesuatu yang memiliki unsur keindahan estetika.

    Menariknya, meskipun kata ini secara umum merujuk pada aspek luar atau visual, dalam kehidupan sehari-hari orang Korea juga mulai menyadari pentingnya makna kecantikan yang lebih dalam.

    Banyak yang percaya bahwa seseorang tidak akan tampak benar-benar “yeppeuda” jika hanya mengandalkan penampilan luar saja. Karakter, kepribadian, sikap yang ramah, dan hati yang baik juga menjadi bagian tak terpisahkan dari definisi kecantikan sejati.

    Karena itu, “yeppeuda” sejatinya merupakan gabungan dari dua elemen: keindahan fisik dan keindahan batin, yang keduanya saling melengkapi dalam membentuk daya tarik seseorang secara menyeluruh.

  • Arti ISTG Adalah? Simak Penjelasannya Berikut Ini

    Arti ISTG Adalah? Simak Penjelasannya Berikut Ini

    Arti ISTG adalah kependekan dari “I Swear to God”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Saya bersumpah demi Tuhan.”

    Ungkapan ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari, terutama di media sosial, forum online, atau aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, Instagram, dan Twitter (X).

    Biasanya, istilah ISTG dipakai untuk menegaskan kesungguhan, kejujuran, atau keyakinan seseorang terhadap apa yang dia katakan.

    Misalnya, ketika seseorang merasa tidak dipercaya oleh lawan bicaranya, dia bisa menambahkan kata ISTG di akhir kalimat untuk menekankan bahwa ucapannya benar adanya.

    Dalam konteks lain, ISTG juga digunakan untuk mengekspresikan emosi yang kuat—seperti kesal, takjub, atau frustrasi—dengan maksud memperkuat makna kalimat yang disampaikan.

    Contohnya:

    “ISTG, dia orang paling sabar yang pernah gue kenal.”

    “Gue gak ngelakuin itu, ISTG!”

    “ISTG, kalau telat lagi gue gak mau nunggu!”

    Penggunaan ISTG juga menunjukkan bagaimana bahasa internet (slang online) terus berkembang dan menjadi bagian dari budaya komunikasi generasi muda.

    Istilah ini sudah populer sejak lama di kalangan pengguna bahasa Inggris, lalu menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia, seiring dengan meningkatnya interaksi di dunia maya.

    Namun, meskipun terdengar santai, penting untuk menggunakan istilah ini secara bijak. Karena mengandung unsur sumpah kepada Tuhan, sebaiknya tidak digunakan secara berlebihan atau pada konteks yang tidak pantas.

    Jadi, sekarang kamu sudah tahu arti dan penggunaan ISTG dalam percakapan online. Gunakan dengan tepat agar pesanmu terdengar lebih ekspresif dan tetap sopan, ya!

  • Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku Beserta Contohnya

    Pengertian Kata Baku dan Tidak Baku Beserta Contohnya

    Pengertian Kata Baku

    Kata baku adalah kata formal yang telah disepakati oleh lembaga resmi, seperti Pusat Bahasa dan Kamus Besar Bahasa Indonesia, sebagai bentuk yang benar dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

    Kata baku digunakan dalam kegiatan dan tulisan yang sifatnya formal, seperti saat rapat, saat menulis surat resmi, pidato, dan acara formal lainnya.

    Kata baku bersumber pada KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) dan sesuai dengan EYD (Ejaan yang Disempurnakan) sehingga kata yang tidak terdapat dalam KBBI, dapat disebut sebagai kata tidak baku.

    Ciri-Ciri Kata Baku

    Berikut ini adalah ciri-ciri kata baku sebagai berikut.

    • Tidak terpengaruh bahasa daerah atau bahasa asing
    • Bukan bahasa percakapan sehari-hari
    • Penggunaan kata sesuai dengan konteks kalimat
    • Tidak mengandung hiperkorek
    • Tidak mengandung pleonase

    Pengertian Kata Tidak Baku

    Kata tidak baku adalah kata yang tidak diakui oleh lembaga resmi tersebut dan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

    Biasanya, kata baku digunakan dalam komunikasi sehari-hari, bukan acara resmi.

    Dalam bentuk tulisan, kata tidak baku sering terlihat dalam buku catatan dan surat pribadi yang ditujukan untuk perorangan.

    Ciri-Ciri Kata Tidak Baku

    Berikut ini adalah ciri-ciri kata tidak baku, sebagai berikut:

    • Digunakan dalam bahasa sehari-hari
    • Dipengaruhi bahasa daerah dan bahasa asing
    • Dipengaruhi oleh perkembangan zaman
    • Bentuknya dapat berubah-ubah
    • Cenderung menggunakan imbuhan yang tidak teratur

    Contoh Kata Baku dan Tidak Baku

    1. Apotek, kata tidak bakunya apotik.

    2. Absorpsi, kata tidak bakunya absorbsi.

    3. Adjektiva, kata tidak bakunya adjektif.

    4. Balsam, kata tidak bakunya balsem.

    5. Banderol, kata tidak bakunya bandrol.

    6. Familier, kata tidak bakunya familiar.

    7. Gaib, kata tidak bakunya ghaib.

    8. Gerebek, kata tidak bakunya grebek.

    9. Becermin, kata tidak bakunya bercermin.

    10. Gua, kata tidak bakunya goa.

    11. Hakikat, kata tidak bakunya hakekat.

    12. Elite, kata tidak bakunya elit.

    13. Isap, kata tidak bakunya hisap.

    14. Kaidah, kata tidak bakunya kaedah.

    15. Kemboja, kata tidak bakunya kamboja.

    16. Komplet, kata tidak bakunya komplit.

    17. Lembap, kata tidak bakunya lembab.

    18. Lubang, kata tidak bakunya lobang.

    19. Mampat, kata tidak bakunya mampet.

  • Kumpulan Kata Baku dan Tidak Baku Beserta Artinya

    Kumpulan Kata Baku dan Tidak Baku Beserta Artinya

    Kata baku adalah kata formal yang telah disepakati oleh lembaga resmi, seperti Pusat Bahasa dan Kamus Besar Bahasa Indonesia, sebagai bentuk yang benar dan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

    Sedangkan kata tidak baku adalah kata yang tidak diakui oleh lembaga resmi tersebut dan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

    Kumpulan Kata Baku dan Tidak Baku Beserta Artinya

    Huruf A

    Absorpsi = absorsi (tidak baku), absorpsi artinya penyerapan.

    Adab = adap (tidak baku), adab artinya kehalusan dan kebaikan budi pekerti.

    Adhesi = adesi (tidak baku), adhesi artinya kesepakatan, sikap, atau rasa sesuai.

    Adibusana = adi busana (tidak baku), adibusana artinya busana eksklusif untuk wanita yang dirancang oleh perancang terkemuka.

    Adidaya = adi daya (tidak baku), adidaya artinya adikuasa

    Adjektiva = ajektif (tidak baku), adjektiva artinya kata yang menerangkan nomina (kata benda) dan secara umum dapat bergabung dengan kata lebih dan sangat.

    Administrator = admin (tidak baku), administrator artinya pengurus.

    Afdal = afdol (tidak baku), afdal artinya lebih baik; lebih utama.

    Agamais = agamis (tidak baku), agamais artinya agamawi.

    Ajek = ajeg (tidak baku), ajek artinya tetap; teratur; tidak berubah.

    Akhirat = akherat (tidak baku), akhirat artinya alam setelah kehidupan di dunia; alam baka.

    Aksesori = aksesoris (tidak baku), aksesori artinya barang tambahan; alat ekstra.

    Aktivitas = aktifitas (tidak baku), aktivitas artinya keaktifan; kegiatan.

    Ambulans = ambulan (tidak baku), ambulans artinya kendaraan (mobil dan sebagainya) yang dilengkapi peralatan medis untuk mengangkut orang sakit, korban kecelakaan, dan sebagainya.

    Amendemen = Amandemen (tidak baku), amendemen artinya usul perubahan undang-undang yang dibicarakan dalam Dewan Perwakilan Rakyat dan sebagainya.

    Analisis = analisa (tidak baku), analisis artinya penyelidikan terhadap suatu peristiwa.

    Andal = handal (tidak baku), andal artinya dapat dipercaya.

    Antre = antri (tidak baku), antre artinya berdiri berderet-deret ke belakang menunggu untuk mendapat giliran.

    Anugerah = anugrah (tidak baku), anugerah artinya pemberian atau ganjaran dari pihak atas (orang besar dan sebagainya) kepada pihak bawah (orang rendah dan sebagainya); karunia (dari Tuhan).

    Apotek = apotik (tidak baku), apotek artinya toko tempat meramu dan menjual obat berdasarkan resep dokter.

    Asas = azas (tidak baku), asas artinya dasar (sesuatu yang menjadi tumpuan berpikir atau berpendapat).

    Asasi = azasi (tidak baku), asasi artinya bersifat dasar; pokok.

    Atlet = atlit (tidak baku), atlet artinya olahragawan.

    Atmosfer = atmosfir (tidak baku), atmosfer artinya lapisan udara yang menyelubungi bumi.

    Autentik = otentik (tidak baku), autentik artinya asli, tulen.

    Autopsi = otopsi (tidak baku), autopsi artinya pemeriksaan mayat dengan jalan pembedahan untuk mengetahui penyebab kematian, penyakit, dan sebagainya; bedah mayat.

    Azan = adzan (tidak baku), azan artinya seruan untuk mengajak orang melakukan salat berjemaah.

    Huruf B

    Balig = baligh

    Balsam = balsem

    Banderol = bandrol

    Barzakh = barzah

    Batil = bathil

    Bayangkara = bhayangkara

    Bazar = bazaar

    Becermin = bercermin

    Benzol = bensol

    Beterbangan = berterbangan

    Biseps = bisep

    Blanko = blangko

    Boks = bok

    Bolpoin = bolpen

    Bumper = bemper

    Bungker = bangker

    Bus = bis

    Huruf C

    Cabai = cabe

    Capai = cape, capek

    Capcai = cap cai

    Cecak = cicak

    Cedera = cidera

    Cendekia = cendikia

    Cendekiawan = cendikiawan

    Cengkeram = cengkram

    Cengkerama = cengkrama

    Cengkih = cengkeh

    Cinderamata = cenderamata

    Cokelat = coklat

    Huruf D

    Daftar = daptar

    Dai = da’i

    Dakwah = da’wah

    Darma = dharma

    Debit = debet

    Debitor = debitur

    Dekret = dekrit

    Desain = design

    Detail = detil

    Detergen = deterjen

    Deviasi = defiasi

    Distilasi = destilasi

    Dividen = deviden

    Donatur = donator

    Durian = duren

    Huruf E

    Efektif = efektip

    Efektivitas = efektifitas

    Eksem = eksim

    Ekshibisi = eksibisi

    Ekspor = eksport

    Ekstra = extra

    Ekstrakurikuler = ekstrakulikuler

    Ekstrem = ekstrim

    Elips = elip

    Elite = elit

    Emas = mas

    Embus = hembus

    Empas = hempas

    Enjin = engine

    Esai = essai

    Huruf F

    Fakih = faqih

    Familier = familiar

    Februari = pebruari

    Filipina = philipina

    Filsuf = filosof

    Finis = finish

    Flat = plat

    Folio = polio

    Fotokopi = foto copy

    Fotosintensis = fotosintesa

    Frekuensi = frekwensi

    Huruf G

    Gaib = ghaib

    Gelondong = glondong

    Genting – genteng

    Gerebek = grebek

    Gereget = greget

    Gerendel = grendel

    Gips = gip

    Glamor = glamour

    Griya = gria

    Grup = group

    Gua = goa

    Gubuk = gubug

    Guncang = goncang

    Huruf H

    Hadis = hadist

    Hakikat = hakekat

    Hektare = hektar

    Hidraulis = hidrolis

    Hierarki = hirarki

    Himne = hymne

    Hipotek = hipotik

    Huruf I

    Idah = iddah

    Ihwal = ikhwal

    Ijazah = ijasah

    Iktibar = i’tibar

    Iktikaf = i’tikaf

    Imbau = himbau

    Impit = himpit

    Impor = import

    Indra = indera

    Infus = inpus

    Ingar-bingar = hingar-bingar

    Inkam = income

    Inkognito = incognito

    Intens = inten

    Interogasi = interograsi

    Introspeksi = interopeksi

    Isap = hisap

    Izin = ijin

    Huruf J

    Jadwal = jadual

    Jagat = jagad

    Jahiliah = jahiliyah

    Jajar = jejer

    Jenderal = jendral

    Jeriken = jerigen

    Jip = jeep

    Joging = jogging

    Join = joint

    Jorjoran = jor-joran

    Judo = yudo

    Junior = yunior

    Huruf K

    Kacamata = kaca mata

    Kafah = kaffah

    Kaidah = kaedah

    Kakbah = ka’bah

    Kamerawan = kameramen

    Kanguru = kangguru

    Kantong = kantung

    Karier = karir

    Karisma = kharisma

    Karismatik = kharismatik

    Kaus = kaos

    Kayangan, kahyangan = khayangan

    Kedaluwarsa = kadaluwarsa

    Kemboja = kamboja

    Kepok = gepok

    Kesatria = ksatria

    Klab = club

    Koboi = koboy

    Kompleks = komplek

    Komplet = komplit

    Konkret = kongkret

    Kosakata = kosa kata

    Kover = cover

    Kreativitas = kreatifitas

    Kualitas = kwalitas

    Kuesioner = kuisioner

    Kuintal = kwintal

    Huruf L

    Lafal = lapal, rapal

    Leding = ledeng

    Legalisasi = legalisir

    Lembap = lembab

    Leukemia = leukimia

    Linear = linier

    Lobi = loby

    Lokalisasi = lokalisir

    Longmars = long march

    Lubang = lobang

    Huruf M

    Maaf = ma’af

    Mafhum = mafum

    Mag = maag

    Magrib = maghrib

    Maizena = maisena

    Mak comblang = makcomblang

    Makhdum = makdum

    Makhluk = mahluk

    Makroekonomi = makro ekonomi

    Malapraktik = malpraktek

    Mampat = mampet

    Manajer = manager

    Mandek = mandeg

    Mangkuk = mangkok

    Maraton = marathon

    Marginal = marjinal

    Masyhur = mashur

    Matang = mateng

    Memerhatikan = memperhatikan

    Memerintah = memperintah

    Memerlukan = memperlukan

    Memesona = mempesona

    Mengubah = merubah

    Menteri = mentri

    Mentimun = timun

    Menyontek = mencontek

    Menyukseskan = mensukseskan

    Merek = merk

    Meterai = materai

    Miliar = milyar

    Museum = musium

    Huruf N

    Nafsu = napsu

    Nahas = naas

    Nakhoda = nahkoda, nakoda, nangkoda

    Napas = nafas

    Nasihat = nasehat

    Nazar = nadzar

    Neto = netto

    Netralisasi = netralisir

    Nifas = nipas

    Nomor = nomer

    Nonaktif = non aktif

    Nonformal = non formal

    November = nopember

    Huruf O

    Objek = obyek

    Objektif = obyektif

    Ojek = ojeg

    Oke = ok

    Olahraga = olah raga

    Omzet = omset

    Orang tua = orangtua

    Oranye = orange

    Orisinal = orisinil

    Huruf P

    Paderi = padri

    Paham = faham

    Palm = palem

    Pamflet = famplet, pamfelet

    Pancaindera = panca indra

    Paradoks = paradox

    Paramedis = paramedik

    Parogog = paragoge

    Pascapanen = pasca panen

    Paspor = pasport

    Paviliun = pavilyun

    Pedepokan = padepokan

    Peduli = perduli

    Pelesetan = plesetan

    Pelesir = plesir

    Peleton = pleton

    Pelihara = peliara, piara

    Pelintir = plintir

    Penasihat = penasehat

    Perajin = pengrajin

    Peranti = piranti

    Perkedel = pergedel

    Permukiman = pemukiman

    Persentase = presentase, prosentase

    Petai = pete, petay

    Pikir = fikir

    Praktik = praktek

    Prancis = perancis

    Prangko = perangko

    Proyek = project

    Huruf R

    Rakaat = rekaat

    Ramai = rame

    Ranking = rangking

    Ransel = rangsel

    Rapor = raport

    Real = riil

    Realitas = realita

    Relief = relif

    Religius = relijius

    Rematik = reumatik

    Reservoir = reservoar

    Respons = respon

    Rezeki = rejeki, rizeki, rizki

    Rida = ridho, ridha

    Risiko = resiko

    Rontgen = ronsen

    Rubuh = roboh

    Huruf S

    Saf = shaf

    Sah = syah

    Sahabat = sobat

    Sahaja = sehaja

    Sahdu = syahdu

    Sahib = sokhib

    Sakelar = saklar

    Saksama = seksama

    Salat = shalat, sholat

    Sambal = sambel

    Sampo = shampo

    Samudra = samudera

    Sangsi = sanksi

    Sanskerta = sansekerta

    Saraf = syaraf

    Saus = saos

    Sedekah = sodakoh

    Sediakala = sedia kala

    Sekadar = sekedar

    Sekretaris = sekertaris

    Sekular = sekuler

    Selebritas = selebriti

    Semadi = semedi

    Senapati = senopati

    Sengkalan = sangkalan

    Sentigram = centigram

    Sentimental = sentimentil

    Sentimeter = centimeter

    Sentosa = sentausa

    Sepatbor = sepakbor

    Seprai = seprei

    Serban = sorban

    Serbaneka = serba aneka

    Seriawan = sariawan

    Serunai = seruni

    Setagen = stagen

    Setip = stip

    Setir = stir

    Setrip = strip

    Seyogianya = seyogyanya

    Siar = syi’ar

    Silakan = silahkan

    Silaturahmi = silaturohmi

    Sinagoge = sinagog

    Sindrom = sindrome

    Sinse = sense

    Sintesis = sintesa

    Sirene = sirine

    Ski = sky

    Smes = smash

    Sop = sup

    Sopir = supir

    Spesies = species

    Spons = sepon

    Sprin = sprint

    Srek = sreg

    Stan = stand

    Standardisasi = standarisasi

    Stanza = stansa

    Starter = stater

    Stiker = sticker

    Stok = stock

    Stres = stress

    Striker = setriker

    Stroberi = strawberry

    Studi = study

    Subbab = sub bab

    Subbagian = subbagian

    Subjek = subyek

    Subkontraktor = sub kontraktor

    Substitusi = subtitusi

    Subtropik = sub tropik

    Subunit = sub unit

    Sukacita = suka cita

    Suling = seruling

    Sumatra = sumatera

    Suplemen = saplemen

    Supremasi = supermasi

    Surga = sorga

    Survei = survey

    Susastra = susastera

    Sutra = sutera

    Suvenir = souvenir

    Sweter = suiter, switer

    Swipoa = sempoa

    Syafaat = syafa’at

    Syahadat = sahadat

    Syahid = sahid

    Syair = sair

    Syirik = sirik

    Syiwa = siwa

    Syubhat = syubat

    Huruf T

    Tablig = tabligh

    Takhayul = tahayul

    Takhta = tahta

    Takzim = takjim

    Tampak = nampak

    Tamsil = tamzil

    Tanker = tangker

    Taoco = tauco

    Taoge = tauge

    Tapai = tape

    Tarkhim = tarkim

    Tata niaga = tataniaga

    Tawakal = tawakkal

    Tekad = tekat

    Teknik = tehnik

    Teladan = taulada

    Telanjur = terlanjur

    Telantar = terlantar

    Telentang = terlentang

    Telepon = telpon

    Telur = telor

    Tenteram = tentram

    Teoretis = teoritis

    Tepercaya = terpercaya

    Terima kasih = terimakasih

    Tesis = thesis

    Tetapi = tapi

    Tim = team

    Tip = tips

    Tipe = type

    Tobat = taubat

    Transpor = transport

    Tur = tour

    Huruf U

    Ubah = rubah

    Umrah = umroh

    Unta = onta

    Urine = urin

    Utang = hutang

    Huruf V

    Vegetaris = vegetarian

    Verifikasi = veripikasi

    Vermak = vermaks

    Vila = villa

    Huruf W

    Wiraswasta = wirausaha

    Wali kota = walikota

    Huruf Y

    Yogyakarta = jogjakarta

    Yudikatif = judikatif

    Yudisial = judisial

    Huruf Z

    Zaman = jaman

    Zuhur = dzuhur

    Zig-zag = zigzag

  • Kata Turunan Adalah? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Kata Turunan Adalah? Ini Penjelasan dan Contohnya

    Pengertian Kata Turunan

    Kata turunan adalah kata yang sudah berubah bentuk dan maknanya karena proses penambahan imbuhan, baik awalan (prefiks), sisipan (infiks), maupun akhiran (sufiks).

    Proses perubahan ini membuat kata turunan tidak lagi sama dengan kata dasar, baik dari segi bentuk maupun dari segi makna yang dikandungnya.

    Menurut KBBI, kata turunan adalah kata yang terbentuk sebagai hasil proses afiksasi, reduplikasi, atau penggabungan.

    Dengan kata lain, sebuah kata dasar bisa berubah menjadi kata turunan melalui beberapa cara, misalnya dengan penambahan imbuhan, pengulangan kata, atau penggabungan dua kata dasar yang berbeda. Perubahan inilah yang menjadikan bahasa menjadi lebih kaya dan bervariasi.

    Jadi, kata turunan adalah kata dasar yang telah berubah bentuk karena diberi imbuhan di awal, akhir, atau tengah.

    Melalui proses ini, kata dasar bisa digunakan dalam berbagai konteks kalimat sesuai kebutuhan penutur.

    Kata turunan juga membuat kalimat menjadi lebih ekspresif, karena satu kata dasar dapat menghasilkan banyak variasi makna setelah diberi imbuhan yang berbeda.

    Contoh Kata Turunan

    • Kata dasar sapu memiliki makna sebagai kata benda. Setelah mendapat awalan me-, maka bentuk dan maknanya berubah menjadi menyapu yang berarti aktivitas membersihkan.
    • Kata hitung memiliki makna sebagai penjumlahan. Setelah mendapat awalan dan akhiran, maka bentuk dan maknanya berubah menjadi diperhitungkan.
    • Kata pukul yang berubah makna ketika menjadi dipukul, memukul, terpukul.
    • Kata jalan yang berubah makna ketika menjadi sejalan.
    • Kata rias yang berubah makna ketika menjadi merias, dirias.
    • Kata pulang yang berubah makna ketika menjadi pulangi.
    • Kata main yang berubah makna ketika menjadi dipermainkan.
    • Kata hidup yang berubah makna ketika menjadi menghidupi.
    • Kata sakit yang berubah makna ketika menjadi menyakiti.

    Dari berbagai contoh di atas dapat dipahami bahwa satu kata dasar mampu menghasilkan banyak kata turunan.

    Misalnya kata pukul bisa melahirkan kata turunan dipukul, memukul, hingga terpukul. Setiap bentuk turunan tersebut memiliki arti yang berbeda sesuai imbuhan yang ditambahkan.

    Hal ini menunjukkan bahwa kata turunan sangat penting dalam pembentukan kosakata bahasa Indonesia karena menjadikan komunikasi lebih kaya, bervariasi, dan terperinci.

  • Kata Bermakna Ganda Memiliki Sebutan?

    Kata Bermakna Ganda Memiliki Sebutan?

    Kata bermakna ganda memiliki sebutan ambigu.

    Istilah ini mengacu pada situasi ketika sebuah kata atau frasa dapat ditafsirkan dengan lebih dari satu makna sehingga sering menimbulkan kebingungan dalam pemahaman.

    Ambiguitas dalam bahasa bisa terjadi baik secara sengaja maupun tidak disengaja.

    Dalam komunikasi sehari-hari, ambiguitas biasanya muncul karena penempatan kata yang kurang tepat atau karena konteks kalimat yang tidak jelas sehingga membuka peluang bagi beragam interpretasi.

    Menurut Diana Nababan dalam buku Intisari Bahasa Indonesia untuk SMA, frasa ambigu adalah frasa yang memunculkan makna ganda atau makna yang kabur.

    Hal ini membuat pembaca atau pendengar tidak bisa langsung memahami maksud sebenarnya dari kalimat yang digunakan.

    Dengan demikian, ambiguitas menjadi salah satu tantangan dalam penggunaan bahasa, khususnya dalam tulisan atau komunikasi resmi yang menuntut kejelasan.

    Ambiguitas dapat kita temui dalam berbagai bentuk kalimat. Misalnya kalimat “yang membawa hp tolong dimatikan”.

    Sekilas kalimat ini terlihat sederhana, tetapi ketika diperhatikan lebih dalam muncul pertanyaan yang berbeda-beda.

    Ada kemungkinan bahwa yang dimaksud adalah orang yang membawa hp harus dimatikan, yang tentu saja sangat keliru.

    Namun ada juga kemungkinan bahwa yang dimaksud sebenarnya hanyalah hp yang sedang dibawa harus dimatikan.

    Perbedaan penekanan makna tersebut menunjukkan bagaimana sebuah kalimat yang ambigu bisa menimbulkan salah paham.

    Contoh lain dapat dilihat pada kalimat “Guru Ratna yang gemuk hari ini tidak masuk”. Kalimat ini juga bisa ditafsirkan lebih dari satu makna.

    Apakah yang gemuk adalah guru Ratna atau justru ada guru lain yang bernama Ratna?

    Ketidakjelasan inilah yang membuat kalimat tersebut menjadi ambigu. Tanpa keterangan tambahan, orang yang membaca bisa saja memahami maksud yang berbeda.

    Kejadian seperti ini sering kita jumpai dalam percakapan sehari-hari, berita, bahkan tulisan ilmiah jika tidak berhati-hati dalam merangkai kalimat.

    Oleh sebab itu, penggunaan bahasa yang tepat, penempatan kata yang benar, serta pemilihan struktur kalimat yang jelas sangat penting agar tidak menimbulkan ambiguitas.

    Ambiguitas sebenarnya tidak selalu dianggap sebagai kesalahan. Dalam beberapa karya sastra atau puisi, ambiguitas justru dimanfaatkan untuk memberikan efek artistik, menambah keindahan bahasa, dan menimbulkan banyak tafsir yang memperkaya makna.

    Namun dalam komunikasi formal atau akademis, ambiguitas sebisa mungkin dihindari karena dapat merusak kejelasan pesan yang ingin disampaikan.

  • Kata yang menjelaskan tentang suatu perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang disebut?

    Kata yang menjelaskan tentang suatu perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang disebut?

    Kata yang menjelaskan tentang suatu perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang disebut kata kerja.

    Dalam bahasa Indonesia, kata kerja sering juga disebut verba. Verba adalah kata yang menyatakan suatu tindakan, aktivitas, pengalaman, peristiwa, maupun keadaan yang sifatnya dinamis.

    Kehadiran verba di dalam kalimat sangat penting karena biasanya menjadi inti predikat yang berfungsi menjelaskan apa yang sedang dilakukan atau terjadi pada subjek.

    Tanpa adanya kata kerja, sebuah kalimat tidak akan memberikan gambaran jelas mengenai aktivitas yang sedang berlangsung.

    Kata kerja berbeda dengan kata-kata lain karena fokus utamanya adalah pada aktivitas.

    Contohnya dalam kalimat “Ani membaca buku”, kata kerja yang digunakan adalah membaca yang menunjukkan tindakan yang dilakukan oleh subjek yaitu Ani.

    Sementara dalam kalimat “Budi berlari di lapangan”, kata kerja berlari menggambarkan aktivitas utama.

    Dari sini dapat dipahami bahwa verba selalu menjadi pusat informasi yang membuat sebuah kalimat terasa hidup.

    Dalam bahasa Indonesia, selain kata kerja juga terdapat beberapa jenis kata lain yang memiliki fungsi tersendiri dalam pembentukan kalimat.

    Salah satunya adalah nomina atau kata benda. Nomina digunakan untuk menyebut nama orang, hewan, benda mati, tempat, atau segala sesuatu yang dapat diperlakukan sebagai benda. Misalnya kata rumah, meja, kucing, dan manusia termasuk dalam kategori nomina.

    Jenis kata berikutnya adalah adjektiva atau kata sifat. Adjektiva berfungsi untuk menjelaskan atau menggambarkan sifat suatu benda atau orang.

    Kata seperti indah, rajin, cantik, dan besar merupakan contoh dari adjektiva yang digunakan untuk memberikan keterangan sifat pada sebuah nomina.

    Misalnya dalam kalimat “Rumah itu besar”, kata besar berfungsi sebagai adjektiva yang menjelaskan sifat dari kata rumah.

    Selain itu terdapat pula adverbia atau kata keterangan. Kata ini digunakan untuk memberikan keterangan tambahan pada kata kerja, kata sifat, atau bahkan keseluruhan kalimat.

    Adverbia biasanya menjawab pertanyaan seperti kapan, di mana, bagaimana, atau seberapa sering sebuah tindakan dilakukan.

    Contoh adverbia misalnya kata besok, sangat, cepat, dan selalu. Dalam kalimat “Dia berlari cepat”, kata cepat berperan sebagai adverbia yang menjelaskan bagaimana tindakan berlari dilakukan.

    Dengan memahami perbedaan fungsi verba, nomina, adjektiva, dan adverbia, kita dapat lebih mudah membentuk kalimat yang jelas, tepat, dan memiliki makna yang utuh.

    Kata kerja akan selalu menjadi pusat dalam penyusunan predikat, sementara jenis kata lain berfungsi melengkapi informasi yang diberikan agar lebih detail dan tidak menimbulkan kerancuan.

  • Arti Atapu, Bahasa Gaul yang Viral di Medsos

    Arti Atapu, Bahasa Gaul yang Viral di Medsos

    Media sosial kini bukan hanya menjadi tempat untuk berbagi cerita, foto, dan video.

    Lebih dari itu, dunia digital juga menjadi lahan subur bagi lahirnya berbagai istilah baru yang unik, menggemaskan, bahkan terkadang membingungkan.

    Salah satu kata yang belakangan ini ramai dibicarakan adalah “atapu”. Kata ini tiba-tiba muncul di berbagai komentar, caption, hingga status pengguna media sosial, khususnya TikTok dan Instagram.

    Tapi sebenarnya, apa arti atapu itu?

    Apa Arti Atapu?

    Kata atapu sebenarnya tidak memiliki makna dalam kamus resmi bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.

    Namun, dalam konteks yang sedang viral, atapu adalah pelafalan lucu dari “I love you”.

    Istilah ini bermula dari sebuah video yang memperlihatkan interaksi menggemaskan antara seorang ayah dan anaknya yang masih balita.

    Dalam video tersebut, sang ayah mencoba mengajari anaknya mengucapkan kalimat “I love you”.

    Namun karena anak tersebut masih belum fasih berbicara, yang keluar dari mulutnya adalah suara yang terdengar seperti “atapu”.

    Rekaman spontan itu langsung menyita perhatian warganet. Banyak yang merasa gemas dengan cara sang anak melafalkan kata penuh kasih sayang tersebut.

    Tak butuh waktu lama, kata atapu menjadi viral dan digunakan secara luas di media sosial, baik dalam bentuk komentar, caption romantis, hingga chat lucu antar pasangan.

    Tak jarang pula pengguna menjadikan kata ini sebagai ungkapan sayang yang lebih santai dan lucu dibandingkan “I love you” yang terkesan formal.

    Hingga kini, atapu terus digunakan secara luas sebagai bentuk ekspresi cinta yang manis namun tidak terlalu serius.

    Generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, menjadi kelompok yang paling sering menggunakan istilah ini untuk menunjukkan perasaan sayang kepada orang terdekat—pasangan, teman, bahkan keluarga.

    Asal Usul Kepopuleran Kata Atapu

    Salah satu hal menarik dari atapu adalah bagaimana konten yang sederhana dan jujur bisa menjadi viral.

    Tak ada skenario, tak ada efek dramatis, hanya momen tulus antara orang tua dan anak.

    Di era digital ini, konten seperti itu mudah menyentuh hati banyak orang dan tersebar luas dalam waktu singkat.

    Dari situ, muncul tren penggunaan kata atapu sebagai simbol cinta yang ringan, lucu, dan menghangatkan hati.

    Kata ini juga menunjukkan bagaimana bahasa terus berkembang seiring dengan interaksi sosial di dunia maya.

    Banyak kata atau frasa yang lahir bukan dari buku pelajaran atau kamus, melainkan dari momen kehidupan sehari-hari yang terasa nyata dan dekat.

  • Kumpulan Kata Serapan Bahasa Arab dan Artinya

    Kumpulan Kata Serapan Bahasa Arab dan Artinya

    Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang hidup dan dinamis, selalu berkembang mengikuti zaman dan kebutuhan masyarakatnya.

    Perkembangan ini terlihat jelas dari adanya kosakata baru yang terus muncul, baik karena lahir dari kreativitas penuturnya maupun hasil penyerapan dari bahasa asing.

    Seiring dengan interaksi antarkebudayaan, perdagangan, pendidikan, hingga penyebaran agama, Bahasa Indonesia memperkaya dirinya dengan mengambil kata-kata dari berbagai bahasa lain.

    Salah satu bahasa yang paling banyak memberikan sumbangan kosakata adalah Bahasa Arab.

    Hal ini tidak terlepas dari pengaruh sejarah, khususnya masuknya agama Islam ke Nusantara yang membawa serta kebudayaan dan istilah-istilah baru.

    Banyak istilah keagamaan, sosial, hingga budaya yang akhirnya diadopsi dan menjadi bagian dari Bahasa Indonesia.

    Menurut penelitian, jumlah kata serapan dari Bahasa Arab yang digunakan dalam Bahasa Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 2.000 sampai 3.000 kosakata.

    Jumlah ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh Bahasa Arab dalam perkembangan bahasa kita, tidak hanya pada ranah keagamaan, tetapi juga dalam percakapan sehari-hari yang kini terasa alami digunakan oleh masyarakat.

    Contoh Kata Serapan Bahasa Arab

    Berikut contoh kata serapan bahasa Arab dan artinya.

    A

    abad abad) – 100 tahun
    abadi (abadī) – kekal
    abdul `abdu’l)
    abjad (abjad) – aksara
    absah (afṣaḥ) – sesuatu yang berlaku
    abu (abū) – bapak
    adab (adab) – budaya, kultur
    adat (āda) – kebiasaan, tradisi
    adib (adīb)
    adil ( `ādil)
    afwah ( afwāh)
    aghlaf ( aghlaf) – tidak disunat
    Ahad( aḥad) – hari Minggu
    ahdiat ( aḥadīya)
    ahkam ( aḥkām)
    ahlan wasahlan ( ahlan wasahlan)
    ahli ( ahl) – pakar
    ahlu ( ahl) – anggota
    aib ( aib) – malu
    aif ( `aif) – tak sempurna
    ajaib ( `ajā’ib)
    ajal ( ajal)
    akad ( `aqd)
    aka’id ( `aqā’id)
    akal ( `aql)
    akbar ( akbar)
    akekah ( `aqīqa)
    akhir ( ākhir) – penghujung
    akhirat ( ākhira)
    akhlak ( akhlāq)
    akibat ( `āqiba)
    akidah ( `aqīda) – kepercayaan
    akil ( `āqil)
    akilbalig ( `āqilbāligh) – sudah cukup umur
    akrab ( aqrab)
    Akrab ( `Aqrab) – rasi Skorpion
    aksa (aqṣā) – jauh
    ala (2) ( a`lā)
    alaikum (`alaikum)
    ala kadarnya (alā qadr)
    alam (1) ālam) – dunia
    alami (`ālamī)
    alamiah ( `ālamī)
    alam kabir ( `ālam kabīr)
    alamar ( al-amr)
    alamat ( `alāma) – adres
    alat ( āla) – piranti, jentera
    alhamdulillah ( al-ḥamduli’llāh)
    alhasil ( al-ḥāṣil)
    alim (1) ( `ālim)
    aljabar ( al-jabr)
    Alkitab ( Al-kitāb) – kitab suci agama Kristen, juga dikenal sebagai Bibel
    alkohol ( al-kuḥūl) – senyawa kimia
    Allah (Allāh) – Tuhan
    almarhum ( al-marḥūm)
    Almasih ( al-masīḥ) – Mesias, Yesus Kristus
    am ( `āmm) – umum
    amal ( `amal)
    aman ( amān) – damai
    amanat ( amāna)
    ambal ( ḥanbal) – karpet
    amin (1) ( āmīn) – penutup doa
    amsal ( amthāl) – perumpamaan
    ane ( ana) – saya
    arif ( `ārif) – bijaksana
    arwah ( arwāḥ) – roh
    asyik ( `āshiq) – sibuk dengan senang
    atlas ( aṭlas) – peta bumi
    aurat ( `aura)
    awal ( awwal) – mula
    awam ( `awāmm) – orang umum
    azan ( adhān) – panggilan untuk salat

    B

    bab (bāb) – pasal, sargah
    badan ( badan) – tubuh
    badani ( badanī) – fisikal
    bahas ( baḥth) – diskusi
    bait (1) ( bait) – rumah
    bait (2) ( bait) – larik puisi atau lagu
    Baitullah ( baitu’llāh) – Rumah Allah
    Baitul Makmur ( Baitu’lma`mūr) – rumah di sorga ketujuh
    basmalah ( basmala) – pengucapan
    batal ( bāṭil) – tidak jadi
    batin ( bāṭin) – dalam
    bin ( ibn) – putra
    binti ( bint) – putri
    bismillah ( bi-‘smi’llāh) – Atas Nama Tuhan
    burhan ( burhān) –
    burka’ ( burqu’ ) – kerudung

    D

    daerah ( dā’ira) –
    dahsyat ( dahsha) –
    Dajal (dajjāl) – anti-Christ
    dakwa ( da`wā) –
    dakwah ( da`wa) –
    dalil ( dalīl) – bukti, butir tesis, argumen
    damawi ( damawī) –
    darurat ( ḍarūra) –
    darussalam ( dāru’ssalām) –
    daur ( daur) –
    derajat ( daraja) –
    dinar (dīnār) – mata uang
    doa ( du`ā’ ) – sembahyang
    do’a
    dunia ( dunyā) – jagat
    duniawi
    duniawiah

    F

    Faidah ( ﻓﺎﺋﺪﺓ )
    Fakir ( ﻓﻘﻴﺮ )
    Fana ( ﻓﻨﺎﺀ )
    Fikir ( ﻓﻜﺮ )
    Fitnah ( فتنة )
    Fithrah ( ﻓﻄﺮﺓ )

    G

    Ghaib ( ﻏﺎﺋﺐ )
    Gamis ( قميص )
    gailan ( Ghaylān) –
    gairah ( ghaira) – hasrat
    galabah ( ghalaba) –
    galib ( ghālib) –
    gamal ( jamal) –
    gamis ( qamīṣ) –
    gana ( ghanā’ ) –
    gani ( ghanīy) –
    garba ( gharb) –
    garib ( gharīb) –
    garisah ( gharīza) –
    Gassaniah ( Ghassāniyya) –
    gengsi ( jinsī)
    gereba ( qirba)
    gizi bernutrisi

    H

    Hadiah ( هدية )
    Hal ( ﺣﺎﻝ )
    Hadir ( ﺣﺎﺿﺮ )
    Hasad ( ﺣﺴﺪ )
    Haid ( ﺣﻴﺾ )
    Hajat ( ﺣﺎﺟﺔ )
    Hamil ( ﺣﺎﻣﻞ )
    Haram ( حرﺍﻡ )
    Hasil ( ﺣﺎﺻﻞ )
    Hewan ( ﺣﻴﻮﺍﻥ )
    Hidayah ( ﻫﺪﺍﻳﺔ )
    Hijrah ( ﻫﺠﺮﺓ )
    Hukum ( ﺣﻜﻢ )
    Hakim ( ﺣﺎﻛﻢ )
    Hak ( ﺣﻖ )
    Hakikat ( ﺣﻘﻴﻘﺔ )
    Hayat ( ﺣﻴﺎﺓ )
    Hibah ( ﻫﺒﺔ )
    Hikayat ( ﺣﻜﺎﻳﺔ )
    Hikmah ( ﺣﻜﻤﺔ )
    Hormat ( ﺣﺮﻣﺔ )
    Hina ( ﻫﻴﻦ )
    Huruf ( ﺣﺮﻭﻑ )

    I

    Ilmu ( ﻋﻠﻢ )
    Ilmiah ( ﻋﻠﻤﻴﺔ )
    Iman ( ﺇﻳﻤﺎﻥ )
    Insan ( ﺇﻧﺴﺎﻥ )
    Istilah ( ﺍﺻﻄﻼﺡ )
    Istirahat ( ﺍﺳﺘﺮﺍﺣﺔ )
    Isyarat ( ﺇﺷﺎﺭﺓ )

    J

    Jadwal ( ﺟﺪﻭﻝ )
    Jamaah ( ﺟﻤﺎﻋﺔ )
    Jasad ( ﺟﺴﺪ )
    Jawab ( ﺟﻮﺍﺏ )
    Jenis ( ﺟﻨﺲ )
    Jilid ( ﺟﻠﺪ )
    Jumat ( ﺟﻤﻌﺔ )

    K

    Kabar ( ﺧﺒﺮ )
    Kalam ( ﻛﻼﻡ )
    Kalang kabut ( العنكبوت)
    Kalimat ( ﻛﻠﻤﺔ )
    Kalbu ( ﻗﻠﺐ )
    Kamis ( ﺧﻤﻴﺲ )
    Kamus ( ﻗﺎﻣﻮﺱ )
    Karib ( ﻗﺮﻳﺐ )
    Kertas ( ﻗﺮﻃﺎﺱ )
    Kias ( ﻗﻴﺎﺱ )
    Kisah ( ﻗﺼﺔ )
    Kitab ( ﻛﺘﺎﺏ )
    Kuliah ( ﻛﻠﻴﺔ )
    Kuburan ( ﻗﺒﺮ )
    Kursi ( ﻛﺮﺳﻲ )

    L

    Lisan ( ﻟﺴﺎﻥ )
    Laik ( لائق )
    lazim – umum, biasa, lumrah
    logat – aksen, dialek

    M

    Madrasah ( ﻣﺪﺭﺳﺔ )
    Majalah ( ﻣﺠﻠﺔ )
    Majlis ( ﻣﺠﻠﺲ )
    Makalah ( ﻣﻘﺎﻟﺔ )
    Makhluk ( ﻣﺨﻠﻮﻕ )
    Maklum ( ﻣﻌﻠﻮﻡ )
    Makna ( ﻣﻌﻨﻰ )
    Makruf ( ﻣﻌﺮﻭﻑ )
    Maksud ( ﻣﻘﺼﻮﺩ )
    Malaikat ( ﻣﻼﺋﻜﺔ )
    Markaz ( ﻣﺮﻛﺰ )
    Masalah ( ﻣﺴﺄﻟﺔ )
    Masjid ( ﻣﺴﺠﺪ )
    Mati ( ﻣﻴﺖ )
    Misal ( ﻣﺜﺎﻝ )
    Miskin ( ﻣﺴﻜﻴﻦ )
    Mungkin ( ﻣﻤﻜﻦ )
    Munkar ( ﻣﻨﻜﺮ )
    Mustahil ( ﻣﺴﺘﺤﻴﻞ )
    Musibah ( ﻣﺼﻴﺒﺔ )
    Mushalla ( ﻣﺼﻠﻰ )
    Musyawarah ( ﻣﺸﺎﻭﺭﺓ )

    N

    Nabi ( ﻧﺒﻲ )
    Nasib ( نصيب )
    Najis ( نجس )
    Nikmat ( نعمة )
    Nafas ( ﻧﻔﺲ )
    Nasab ( ﻧﺴﺐ )
    Nafkah ( ﻧﻔﻘﺔ )
    Nikah ( ﻧﻜﺎﺡ )
    Noktah ( ﻧﻘﻄﺔ )

    P

    Paham ( ﻓﻬﻢ )
    Pasal ( ﻑﺻﻞ )
    Pikir ( ﻓﻜﺮ )

    R

    Rahmat ( ﺭﺣﻤﺔ )
    Rahim (رحم )
    Rasul ( ﺭﺳﻮﻝ )
    Rejeki ( ﺭﺯﻕ )
    Riwayat ( ﺭﻭﺍﻳﺔ )
    Rabu ( ﺃﺭﺑﻌﺎﺀ )
    Rakyat ( ﺭﻋﻴﺔ )
    Risalah ( ﺭﺳﺎﻟﺔ )
    Ruh ( ﺭﻭﺡ )
    Rujuk ( ﺭﺟﻮﻉ )

    S

    Saat ( ﺳﺎﻋﺔ )
    Sabar ( صبر )
    Sabtu ( ﺳﺒﺖ )
    Sabun ( ﺻﺎﺑﻮﻥ )
    Sah ( ﺻﺢ )
    Safar ( ﺳﻔﺮ )
    Sahabat ( ﺻﺤﺎﺑﺔ )
    Salam ( سلاﻡ )
    Salju ( ﺛﻠﺞ )
    Sehat (صحة )
    Sajak ( سجع )
    Sedekah ( ﺻﺪﻗﺔ )
    Sekarat ( ﺳﻜﺮﺍﺕ )
    Serikat ( ﺷﺮﺍﻛﺔ )
    Sebab (سبب )
    Silaturrahmi ( ﺻﻠﺔ ﺍﻟﺮﺣﻢ )
    Sihir ( ﺳﺤﺮ )
    Sujud (سجوﺩ )
    Surat ( ﺳﻮﺭﺓ )
    Syirik ( ﺷﺮﻙ )
    Syukur ( ﺷﻜﺮ )
    Selamat ( ﺳﻼﻣﺔ )
    Senin ( ﺍﺛﻨﻴﻦ )
    Selasa ( ﺛﻼﺛﺎﺀ )
    Setan ( ﺷﻴﻄﻠﻦ )
    Siasat ( ﺳﻴﺎﺳﺔ )
    Sifat ( ﺻﻔﺔ )
    Silsilah ( ﺳﻠﺴﻠﺔ )
    Shalat ( ﺻﻼﺓ )
    Soal ( ﺳﺆﺍﻝ )
    Sohib ( ﺻﺎﺣﺐ )
    Sulthan ( ﺳﻠﻄﺎﻥ )
    Sunnah ( ﺳﻨﺔ )
    Syarat ( ﺷﺮﻁ )
    Syair ( ﺷﺎﻋﺮ )

    T

    Taat ( ﻃﺎﻋﺔ )
    Tabiat ( ﻃﺒﻴﻌﺔ )
    Tauhid ( ﺗﻮﺣﻴﺪ )
    Tabib ( ﻁﺑﻴﺐ )
    Takhayul ( ﺗﺨﻴﻞ )
    Takabbur( ﺗﻜﺒﺮ )
    Takdir ( ﺗﻘﺪﻳﺮ )
    Tawakkal( ﺗﻮﻛﻞ )
    Tawadhu( ﺗﻮﺍﺿﻊ )
    Tamak ( ﻁﻣﻊ )
    Tamat ( ﺗﻢﺕ )
    Taubat ( ﺗﻮﺑﺔ )
    Telaah ( ﻡﻃﺎﻟﻌﺔ )
    Tertib ( ﺗﺮﺗﻴﺐ )
    Tafsir ( ﺗﻔﺴﻴﺮ )

    U

    ubuwah ( ubūwa) – paternitas
    udu ( `adūw) – musuh
    ufuk ( ufuq) – cakrawala, horison
    ujmah ( `ujma) – barbarisme
    ujrat ( ujra) – gaji
    ujub ( `ujb) – kebanggaan
    ukab ( `uqāb) – bendera sang Nabi
    ukhdud ( ukhdūd) – pakaian jaket
    ukhuwah ( ukhūwa) – persaudaraan
    uktab ( `uqāb) – elang
    ulama (علماء ulamā’ ) – guru agama
    ulwi ( `ulwī) – tinggi, megah
    um ( umm) – ibu
    umat (أمة umma) – komunitas agama
    umiah ( ummīya) – buta huruf, kebodohan
    ummi ( ummī) – ibu saya
    Ummul Kitab ( ummu’l-kitāb) –al-Fatihah (Ibu segala Kitab)
    ummul walad ( ummu’l-walad) – ibu
    umrah (عمرة `umra) – perjalanan religius ke Makkah
    umum ( `umūm) – general
    umumah (1) ( umūma) – keibuan
    umumah (2) ( `umūma) – kepamanan
    umur ( `umr) – usia
    unjul ( `unjal) – sejenis musang
    unsur (عنصر `unṣur) – elemen
    unsuri ( `unṣurī) – elementer
    upafirkah ( firqa) – sub-aliran
    urfani ( `irfāni) – spiritual
    urian ( `uryān) – telanjang
    uriani ( `uryān) – telanjang
    uruf ( `urf) – budaya setempat
    usali ( uṣallī) –
    uskup ( usquf) – pemimpin gereja
    uslub ( uslūb) – gaya sastra
    ustad ( ustādh) – guru besar
    usul (أصول uṣūl) – asal
    usur ( `ushr) –
    Utarid (عطارد `uṭārid) – planet Merkurius
    uzlat ( `uzla) –
    uzur (1) ( `udhr) –
    uzur (2) ( `udhr) – sakit-sakitan

    W

    wa ( wa) – dan
    wa’ad ( wa`d) –
    wa’adah ( wa`da) –
    wa ba’dahu ( wa-ba`dahu) –
    wabah ( wabā’ ) –
    wabillahi ( wa-bi’llāhi) –
    wadat ( waḥda) –
    wadi (1) ( wādī) – lembah
    wadi (2) ( wadī) – sperma atau urin
    wadiah ( waḍī’a) – simpanan
    wafak ( wafq) –
    wafat ( wafāh) – meninggal
    wahdaniah ( waḥdānīya) –
    wahadat ( waḥda) –
    wahah ( wāḥa) – oase, oasis
    waham ( wahm) –
    wahib ( wāhib) –
    wahid ( wāḥid) – satu
    wahyu ( waḥy) –
    wajah ( wajh) – muka
    wajib ( wājib) –
    wakaf ( waqf) –
    wakas ( waqṣ) –
    wakif ( wāqif) –
    wakil ( wakīl) –
    waktu ( waqt) – masa
    walad ( walad) – anak laki laki
    walak ( walā’ ) –
    walakin ( wa-lākin) – akan tetapi
    walau ( wa-lau) – meski
    walhasil ( wa’l-ḥāṣil) –
    wali ( walīy) –
    walimah ( walīma) – perjamuan
    waliullah ( walīyu’llāh) – wali Allah
    wa’llahi ( wa-‘llāhi) –
    wallahu a’lam ( wa’llāhu `alam) –
    warak ( wara’ ) –
    wari’ ( wari`) –
    warid (1) ( wārid) –
    warid (2) ( warīd) –
    waris ( warith) – sesuatu yang diberikan kepada keturunan
    warisan
    warkat ( waraqa) – resi, surat
    wasak ( wasq) –
    wasal – perangkaian
    wasi ( waṣīy) –
    wasiat ( waṣīya) –
    wasilah ( wāṣila) – perantara
    wasir ( …) –
    wasit ( wāsiṭ) –
    wasitah ( wāsiṭa) – wasit perempuan
    wassalam ( wa’ssalām) – dan damai
    waswas ( waswās) – curiga
    watan ( waṭan) – tanah air
    wazan ( wazn) – pola kata
    wikalat ( wikāla) – jabatan wakil
    wiladah ( wilāda) – lahir
    wilayah (ولاي wilāya) – regio
    wirid ( wird) – zikir sesudah salat
    witir ( witr) –
    wudhu ( wuḍū) – mensucikan diri
    wujud ( wujūd) – rupa
    wukuf ( wuqūf)

    Y

    ya (يا yā’ ) – huruf dari abjad Arab
    yad (يد yad) – tangan
    Yahudi (يهودي Yahūdī) – sebuah bangsa di Timur Tengah
    Yahudiah ( Yahūdīya) – berhubungan dengan Yahudi
    Yahya (يحيا Yaḥyā) – Nabi
    yais ( ya’s) – perubahan hidup
    Yajuj dan Majuj (يأجوج و مأجوج Ya’jūj wa Ma’jūj) – Gog dan Magog
    yakin (ياقين yaqīn) – percaya
    yakni (يعني ya`nī) – yaitu
    yakut (ناقوت yāqūt) – batu permata berwarna hijau
    Yatim ( يتيم )
    Yaman (اليَمَنيّة al-Yaman) – sebuah negara di Timur Tengah

    Z

    Zalim ( ﻇﺎﻟﻢ )
    Zakat ( ﺯﻛﺎﺓ )
    Zaman ( ﺯﻣﺎﻥ )
    Ziarah ( ﺯﻳﺎﺭﺓ )
    Zuhud (زهد )