Tag: kemenag

  • Dorong Minat Baca, Guru MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif Sumbangkan Buku untuk Perpustakaan

    Dorong Minat Baca, Guru MIN 14 Al-Azhar Asy-Syarif Sumbangkan Buku untuk Perpustakaan

    Para guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 14 Al-Azhar Asy-Syarif turut ambil bagian dalam Program Sedekah Buku dengan menyumbangkan sejumlah buku baru untuk memperkaya koleksi perpustakaan madrasah.

    Kegiatan ini berlangsung di area perpustakaan MIN 14 pada Rabu (21/1/2026) sebagai langkah nyata dalam menumbuhkan budaya literasi di kalangan siswa.

    Program Sedekah Buku melibatkan seluruh warga madrasah untuk berbagi buku bacaan yang layak dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

    Melalui inisiatif ini, perpustakaan diharapkan memiliki koleksi yang semakin lengkap dan variatif guna mendukung kegiatan belajar mengajar.

    Beragam jenis buku diserahkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari cerita bergambar, dongeng dan fabel, cerita rakyat Nusantara, hingga buku sains sederhana, ensiklopedia anak, kisah Nabi dan Rasul, pembelajaran akhlak dan adab, serta buku-buku motivasi.

    Seluruh bahan bacaan dipilih sesuai dengan usia dan tingkat perkembangan siswa MIN 14.

    Donasi buku diterima langsung oleh Penanggung Jawab Perpustakaan MIN 14, Inas.

    Ia mengungkapkan bahwa program ini memberikan dampak positif bagi pengembangan perpustakaan sebagai pusat sumber belajar di madrasah.

    “Program Sedekah Buku ini sangat berarti bagi kami. Buku-buku baru yang disumbangkan akan menambah koleksi perpustakaan dan membuat anak-anak semakin semangat membaca,” ujar Inas.

    Ia menambahkan, kehadiran buku-buku yang menarik dan relevan diharapkan mampu meningkatkan frekuensi kunjungan siswa ke perpustakaan.

    Perpustakaan pun tidak hanya berfungsi sebagai tempat meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang belajar yang nyaman dan inspiratif.

    Melalui kegiatan ini, madrasah yang berada di bawah naungan Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta terus menguatkan gerakan literasi dengan melibatkan peran aktif para pendidik.

    Program Sedekah Buku menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan yang berdampak langsung bagi siswa dan lingkungan sekitar.

    Sumber: kemenag

  • Kemenag Banyuwangi Merajut Karakter Lewat Workshop Pentigraf

    Kemenag Banyuwangi Merajut Karakter Lewat Workshop Pentigraf

    Di bawah payung peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menyalakan obor literasi melalui Workshop Pentigraf (cerita pendek tiga paragraf) yang digelar secara hibrida, Selasa (16/12/2025).

    Aula MAN 3 Banyuwangi menjadi ruang temu luring, sementara layar-layar daring menghubungkan madrasah lain dalam satu tarikan napas yang sama: sastra sebagai jalan pembentukan karakter.

    Membuka kegiatan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Chaironi Hidayat, menegaskan bahwa pentigraf bukan sekadar latihan merangkai kata.

    Pentiraf merupakan disiplin batin, cara berpikir holistik yang memaksa penulis memahami persoalan secara utuh, lalu merumuskannya dengan ringkas, padat, dan bermakna. Dalam kependekan, karakter diuji; dalam kesederhanaan, kedalaman dituntut.

    Ketua Panitia HAB ke-80 Kementerian Agama RI pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. Fathurrahman, menyambut kegiatan ini dengan rasa syukur.

    Berlatar pengalaman jurnalistik yang tumbuh tanpa bangku pelatihan formal, ia melihat workshop ini sebagai ladang subur bagi tumbuhnya insan literasi yang andal dan berkarakter, sebuah ikhtiar yang kini bersemi di lingkungan Kemenag Banyuwangi, diinisiasi oleh Lentera Sastra.

    Dua suara menguatkan ikhtiar itu. Dr. Nurul Lutfia Rohmah dari Lentera Sastra, Ketua HISKI Komisariat Banyuwangi, membentangkan lanskap teori dan kepekaan sastra.

    Sementara Syafaat, Ketua Lentera Sastra, menautkan teori dengan laku: peserta tidak berhenti pada pemahaman, melainkan melangkah ke praktik. Mereka menulis, berlomba, dan karya terbaiknya kelak dibukukan, menjadi jejak yang dapat dibaca waktu.

    Pelaksanaan hibrida menjahit jarak: materi disampaikan luring di MAN 3 Banyuwangi dan daring bersama siswa MTs Nurul Iman, Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari.

    Dari ruang ke ruang, dari layar ke layar, sastra bekerja sebagai jembatan, menumbuhkan budaya literasi, mengasah kreativitas, dan meneguhkan karakter peserta didik. Di tiga paragraf, Banyuwangi belajar merangkum dunia; di sastra, ia menemukan arah. (Syafaat)

  • Pemerintah Salurkan Bantuan Rp4,3 Miliar untuk Penguatan Pendidikan Keagamaan di Riau

    Pemerintah Salurkan Bantuan Rp4,3 Miliar untuk Penguatan Pendidikan Keagamaan di Riau

    Dalam rangka memperkuat pendidikan keagamaan di Provinsi Riau, pemerintah pusat melalui Komisi VIII DPR RI memberikan bantuan senilai Rp4.369.000.000 atau Rp4,3 miliar.

    Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang.

    Ia didampingi oleh perwakilan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Kementerian Agama RI, dan diterima secara langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Muliardi, MPd, pada Jumat, 25 Juli 2025.

    Tak hanya itu, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam melalui Direktorat Pesantren juga memberikan tambahan bantuan sebesar Rp650 juta yang meliputi dua program utama, yaitu Inkubasi Bisnis Pesantren dan Sanitasi Pesantren Tahun 2025.

    “Kami sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat dan Komisi VIII DPR RI terhadap lembaga pendidikan keagamaan di Riau. Bantuan ini akan dimanfaatkan secara optimal untuk penguatan pesantren,” ujar Muliardi.

    Ia menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata dari upaya pemerintah dalam mendorong kemandirian ekonomi pesantren serta meningkatkan taraf hidup santri, khususnya dalam hal pengelolaan lingkungan dan sanitasi.

    Di sisi lain, Marwan Dasopang menegaskan bahwa pemberian bantuan ini mencerminkan komitmen negara dalam memastikan bahwa pendidikan agama, terutama di lingkungan pesantren, tidak tertinggal dalam hal fasilitas dan pengembangan ekonomi.

    “Pondok pesantren telah eksis sebelum Indonesia merdeka dan menjadi bagian dari perjuangan bangsa. Sudah sepatutnya mendapat perhatian negara. Kini saatnya pesantren diakui sebagai lembaga pendidikan formal, sejalan dengan visi Presiden tentang penguatan SDM Indonesia,” tegasnya.

    Ia turut menambahkan bahwa bantuan tersebut bukan hanya sebatas regulasi di atas kertas, tetapi merupakan bentuk dukungan nyata negara yang langsung menyasar lembaga pendidikan keagamaan.

    Marwan juga memberikan dorongan agar Direktorat Jenderal Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren di bawah Kementerian Agama diperkuat baik dari segi struktur kelembagaan maupun alokasi anggaran.

    Sumber: riau.go.id

  • Dukung Pendidikan Agama, Pemkab Sidrap Dapat Apresiasi dari Menteri Agama RI

    Dukung Pendidikan Agama, Pemkab Sidrap Dapat Apresiasi dari Menteri Agama RI

    Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) atas keseriusannya dalam memperkuat pendidikan berbasis agama di wilayah tersebut.

    Hal ini disampaikan saat bersilaturahmi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Sidrap di Villa An Nur yang berlokasi di Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu, pada Jumat, 25 Juli 2025.

    Dalam sambutan resminya, Prof. Nasaruddin menilai bahwa langkah konkret yang diambil Pemkab Sidrap, seperti pengembangan madrasah, pendirian pondok pesantren, dan rumah tahfidz, merupakan bentuk investasi jangka panjang untuk membentuk generasi yang memiliki akhlak terpuji serta berlandaskan nilai-nilai keagamaan yang kuat.

    “Kami menyambut baik komitmen Pemkab Sidrap dalam penguatan pendidikan agama. Ini adalah langkah penting untuk membangun generasi yang kuat iman dan akhlaknya,” ujar Menag.

    Ia juga menyoroti peran spiritualitas dalam mendukung kemajuan daerah. Menurutnya, keberkahan tidak semata berasal dari kemajuan teknologi, melainkan juga dari kekuatan doa dan keikhlasan masyarakatnya.

    “Buka semua pintu langit, karena rezeki dari langit itu seperti hujan yang menghidupkan bumi,” imbuhnya dengan penuh semangat.

    Di kesempatan yang sama, Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan dukungan dari Menteri Agama terhadap perkembangan pendidikan agama di Kabupaten Sidrap.

    “Kami berkomitmen memperkuat pendidikan agama sebagai fondasi membangun masyarakat Sidrap yang religius dan berdaya saing,” tegas Syaharuddin.

    Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, terdapat 89 rumah tahfidz dan 19 pondok pesantren yang aktif di Sidrap.

    Pemerintah daerah pun terus berupaya untuk mendorong pemerataan serta peningkatan mutu pendidikan Islam di seluruh pelosok.

    Tidak hanya itu, Bupati juga menyampaikan berbagai pencapaian lainnya, termasuk di bidang pertanian.

    Dengan capaian produksi gabah sebanyak 350 ribu ton dalam satu kali panen, Sidrap menargetkan produksi satu juta ton per tahun melalui sistem tiga kali panen, yang berpotensi menciptakan nilai ekonomi sebesar Rp7,1 triliun.

    “Ini semua berkat doa para guru dan ulama. Sidrap siap menjadi lumbung beras, lumbung telur, energi terbarukan, dan pusat para penghafal Al-Qur’an serta ulama nasional,” pungkasnya.

    Dalam kegiatan tersebut, turut hadir istri Menteri Agama yang juga menjabat sebagai Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag RI, Hj. Helmi Halimatul Udhmah, beserta sejumlah staf ahli dan pejabat eselon I Kementerian Agama. Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, Kepala Kemenag Sidrap, H. Muhammad Idris Usman, sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tokoh-tokoh masyarakat.

    Setelah acara silaturahmi di Sidrap, Menag RI beserta rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Kabupaten Wajo untuk menghadiri wisuda santri di Pondok Pesantren As’Adiyah sekaligus meluncurkan Kurikulum Cinta.

    Sumber: Kemenag

  • Syafaat Serahkan Buku Catatan Perjalanan Petugas Haji 2024 kepada Tim Irjen Kemenag di Banyuwangi

    Syafaat Serahkan Buku Catatan Perjalanan Petugas Haji 2024 kepada Tim Irjen Kemenag di Banyuwangi

    Dalam acara yang sederhana namun bermakna, Syafaat, seorang petugas haji tahun 2024, menyerahkan Buku Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji kepada Tim Irjen Kementerian Agama, Muh. Taqiyudin dan Adha Anggaini.

    Penyerahan tersebut berlangsung di ruang PTSP Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, pada Selasa (08/10/2024), bertepatan Taqiyudin sedang melaksanakan tugas di daerah tersebut.

    Perkenalan Syafaat dengan Taqiyudin terjadi saat keduanya bertugas sebagai Dalgas (Pengendali Petugas) di Terminal Jiyad, Makkah.

    Kala itu, mereka tengah menjalankan tugas untuk membantu jamaah yang membutuhkan dukungan, terutama setelah menyelesaikan ibadah thawaf.

    Salah satu momen penting terjadi ketika Taqiyudin dan timnya membantu jamaah dari kelompok SUB-58 yang menggunakan kursi roda setelah thawaf.

    Jamaah tersebut kemudian diantar kembali ke hotel Bilal di kawasan Misfalah.

    Pada saat yang sama, Syafaat bertugas mendampingi jamaahnya yang masih melaksanakan thawaf, menjadikannya saksi dari berbagai situasi yang mengharukan di tanah suci.

    Buku Catatan Kecil yang disusun oleh Syafaat mencatat berbagai pengalaman berharga yang diperolehnya selama bertugas sebagai petugas haji.

    Buku ini mengandung catatan tantangan-tantangan yang dihadapi, pelajaran yang dipetik, dan berbagai refleksi tentang tugas mulia tersebut.

    Syafaat mengungkapkan harapannya bahwa pengalaman ini bisa memberikan manfaat dan menjadi sumber inspirasi bagi rekan-rekannya.

    Ia juga berharap buku ini mampu mendorong petugas haji lainnya untuk terus berusaha meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah di masa mendatang.

    Muh. Taqiyudin sangat mengapresiasi dedikasi Syafaat yang telah menuangkan pengalamannya dalam bentuk catatan yang mendalam.

    “Buku ini bukan sekadar catatan perjalanan, tetapi juga menggambarkan dedikasi dan komitmen kita dalam melayani jamaah,” ungkap Taqiyudin.

    Bagi Syafaat, Buku Catatan Kecil ini bukan hanya sekadar dokumentasi pengalaman pribadi, tetapi juga cerminan dari kolaborasi yang harmonis antara petugas haji.

    Melalui buku ini, ia menekankan pentingnya kerjasama dan dukungan antara petugas demi memberikan layanan terbaik selama musim haji.

    Ia juga menyatakan bahwa silaturahmi antar petugas haji tidak boleh berhenti ketika musim haji selesai, melainkan harus terus dilanjutkan untuk menjaga solidaritas dan semangat melayani.

    Syafaat menyampaikan bahwa selain tugas formal yang diemban, ia merasa terpanggil untuk terus memberikan bimbingan dan bantuan kepada jamaah.

    Ia menekankan pentingnya pengabdian berkelanjutan kepada jamaah, baik yang sedang dalam perjalanan ibadah maupun yang baru bersiap untuk berangkat.

    Penyerahan Buku Catatan Kecil Perjalanan Petugas Haji ini menegaskan bahwa setiap pengalaman, sekecil apapun, memiliki nilai yang bisa dibagikan.

    Syafaat berharap karya sederhana namun penuh makna ini dapat menjadi pelajaran dan motivasi bagi para petugas haji di masa depan.

    Selain itu, diharap juga karyanya dapat menginspirasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan haji, demi tercapainya pengalaman ibadah yang semakin baik bagi para jamaah. (Syaf)