Tag: linguistik

  • 9 Pengertian Sosiolinguistik Menurut Para Ahli

    9 Pengertian Sosiolinguistik Menurut Para Ahli

    Pengertian Sosiolinguistik

    Sosiolinguistik adalah ilmu antardisiplin antara sosiologi dan linguistik, yaitu penggabungan dua bidang ilmu empiris yang mempunyai kaitan sangat erat dalam satu bidang kajian. Lantas, apa makna dari sosiologi dan linguistik itu sendiri?

    Secara sederhana, sosiologi bisa dijelaskan sebagai kajian yang objektif dan ilmiah mengenai manusia di dalam masyarakat, yang menyangkut induvidu, lembaga-lembaga, dan proses sosial yang ada di dalam masyarakat.

    Sosiologi berupaya mengetahui bagaimana proses masyarakat itu terjadi, berlangsung, dan tetap ada sampai saat ini.

    Sebab, dalam kehidupan sosial selalu ada permasalahan yang harus dicari tahu bagaiamana solusinya sehingga tidak terjadi konflik yang serius dalam kehidupan bermasyarakat.

    Sedangkan linguistik sendiri merupakan ilmu yang mempelajari tentang bahasa, di mana bahasa teramat penting dalam kehidupan sehari-hari.

    Baik itu berupa tatanan ataupun sistematika pelafalan, dijelaskan secara rinci dalam bidang kajian linguistik.

    Ada juga yang menyebutkan jika sosiolinguistik adalah ilmu yang interdisipliner. Artinya, dalam istilah linguistik-sosial (sosiolinguistik), kata sosio sendiri adalah aspek utama yang menjadi rujukan penelitian dan merupakan ciri umum bidang keilmuan itu.

    Linguistik dalam hal ini juga berciri sosial sebab bahasa pun berciri sosial, yaitu bahasa dan strukturnya hanya dapat berkembang dalam suatu masyarakat tertentu.

    Aspek sosial dalam hal ini mempunyai ciri khusus, misalnya ciri sosial yang spesifik dan bunyi bahasa dalam kaitannya dengan fonem, morfem, kata, kata majemuk, dan kalimat.

    Pengertian Sosiolinguistik Menurut Para Ahli

    Agar lebih jelas, berikut adalah beberapa pengertian sosiolinguistik menurut para ahli.

    1. Sumarsono (2007:2)

    Mendefinisikan sosiolinguistik sebagai linguistik institusional yang berkaitan dengan pertautan bahasa dengan orang-orang yang memakai bahasa itu.

    2. Abdul Chaer (2004:2)

    Berpendapat bahwa intinya sosiologi itu adalah kajian yang objektif mengenai manusia di dalam masyarakat, mengenai lembaga-lembaga, dan proses sosial yang ada di dalam masyarakat, sedangkan pengertian linguistik adalah bidang ilmu yang mempelajari bahasa atau bidang ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.

    Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sosiolinguistik adalah bidang ilmu antardisiplin yang mempelajari bahasa dalam kaitannya dengan penggunaan bahasa itu di dalam masyarakat.

    3. Rafiek (2005:1)

    Mendefinisikan sosiolinguistik sebagai studi bahasa dalam pelaksanaannya itu bermaksud/bertujuan untuk mempelajari bagaimana konvensi-konvensi tentang relasi penggunaan bahasa untuk aspek-aspek lain tentang perilaku sosial.

    4. Wijana (2006:7)

    Berpendapat bahwa sosiolinguistik merupakan cabang linguistik yang memandang atau menempatkan kedudukan bahasa dalam hubungannya dengan pemakai bahasa itu di dalam masyarakat.

    Pendapat tersebut pada intinya berpegang pada satu kenyalaan bahwa dalam kehidupan bermasyarakat manusia tidak lagi sebagai individu, akan tetapi sebagai masyarakat sosial.

    5. Booiji (Rafiek, 2005:2)

    Mendefinisikan sosiolinguistik sebagai cabang linguistik yang mempelajari faktor-faktor sosial yang berperan dalam pemakaian bahasa dan yang berperan dalam pergaulan.

    6. Nababan

    Mengatakan bahwa sosiolinguistik merupakan pengkajian bahasa dengan dimensi kemasyarakatan.

    7. Bram & Dickey, (ed. 1986:146)

    Menyatakan bahwa Sosiolinguistik megkhususkan kajiannya pada bagaimana bahasa berfungsi di tengah masyarakat. Mereka menyatakan pula bahwa sosiolinguistik berupaya menjelaskan kemampuan manusia menggunakan aturan-aturan berbahasa secara tepat dalam situasi-situasi yang bervariasi.

    8. Kridalaksana (1978: 94)

    Sosiolinguistik lazim didefinisiksn sebagai ilmu yang mempelajari ciri dan berbagai variasi bahasa di dalam masyarakat bahasa.

    9. C.Criper dan H.G.Widdowson dalam J.P.B Allen dan S.Piet Corder (1975: 156)

    Sosiolinguistcs is the study of language operation, it’s purposeis to investigatehow the convention of the language use relate to other aspects of social behavior.

    Artinya, sosiolinguistik adalah kajian bahasa dalam penggunaannya, dengan tujuan untuk meneliti bagaimana konvevsi pemakaian bahasa berhubungan dengan aspek-aspek laindari timgkah laku sosial.

    Nah, itulah pengertian sosiolinguistik menurut para ahli. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/.

  • 5 Pengertian Fonologi Menurut Para Ahli

    5 Pengertian Fonologi Menurut Para Ahli

    Pengertian Fonologi

    sastrawacana.id/ – Fonologi adalah ilmu yang mempelajari bunyi bahasa. Fonologi secara Etimologi berasal dari kata fon, yang artinya bunyi dan logos yang berarti ilmu.

    Fonologi merupakan bidang lingustik yang mempelajari, menganalisis dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi bahasa.

    Dalam khazanah bahasa Indonesia, istilah fonologi merupakan turunan kata dari bahasa Belanda, yaitu fonologie.

    Fonologi terdiri dari 2 dua bagian, yaitu Fonetik dan Fonemik.

    Fonologi berbeda dengan fonetik. Fonetik mempelajari bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafalkan.

    Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia, terutama yang berhubungan dengan penggunaan dan pengucapan bahasa.

    Pengertian fonologi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian fonologi menurut para ahli.

    1. Keraf

    Fonologi ialah bagian dari tata bahasa yang memperlajari bunyi-bunyi bahasa (Keraf, 1984: 30).

    2. Kridalaksana

    Fonologi ialah bidang dalam linguistik yang menyelidiki bunyi-bunyi bahasa menurut fungsinya (Kridalaksana, 1995: 57).

    3. Chaer

    Fonologi ialah bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtutan bunyi-bunyi bahasa, yang secara etimologi terbentuk dari kata fon yaitu bunyi dan logi yaitu ilmu (Chaer, 1994: 102).

    4. Verhaar (1984:36)

    Fonologi memiliki pengertian yang cukup signifikan yang mana sebuah Ilmu yang memperlajari bidang khusus pada linguistik yang meneliti bunyi suatu bahasa tertentu yang sesuai dengan fungsinya bertujuan menjadi pembeda antara makna leksikal dalam suatu bahasa.

    5. Fromkin & Rodman

    Definisi Fonologi yang mana fonologi merupakan suatu bidang linguistik yang mengamati, mempelajari, mengalisa dan membecirakan terkait dengan tata bunyi bahasa.

    Fonologi dibedakan menjadi fonetik dan fonemik

    Secara umum fonetik biasa dijelaskan sebagai cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak.

    Sedangkan fonemik adalah cabang studi fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bunyi tersebut sebagai pembeda makna.

  • Pengertian Pronomina Beserta Jenis-Jenisnya

    Pengertian Pronomina

    Pengertian pronomina ialah kata yang digunakan untuk kata ganti nomina lain.

    Pronomina dapat disebut sebagai “Kata Ganti” yang digunakan untuk mengganti nomina lain.

    Contoh pronomina yaitu “Dia” sebagai kata ganti nama seseorang, “-nya” sebagai kata ganti kursi ataupun meja.

    Pronomina memiliki pengertian yang hampir sama dengan pengertian nomina secara sintaksis.

    Hal ini dikarenakan pronomina juga dapat dijadikan sebagai subjek maupun objek.

    Jenis Jenis Pronomina

    Pronomina dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Berikut jenis jenis pronomina beserta contohnya:

    A. Pronomina Persona

    Jenis pronomina yang pertama ialah pronomina persona. Pengertian pronomina persona ialah pronomina yang merujuk kata ganti orang.

    Pronomina ini masih dapat dibagi lagi menjadi tiga kategori yakni:

    1. Pronomina persona pertama (kata ganti orang pertama)

    Merupakan pronomina yang bentuknya baku serta penggunaannya berbeda satu sama lain.  Maka dari itu pronomina ini digunakan untuk situasi tertentu sesuai porsinya.

    Contoh pronomina persona pertama ialah aku, ku dan saya. Contoh pronomina ku dan aku biasanya digunakan untuk situasi non formal. Sedangkan contoh pronomina saya digunakan untuk situasi formal.

    2. Pronomina persona kedua (kata ganti orang yang diajak bicara)

    Contoh pronominanya yaitu engkau, kamu, ataupun anda. Untuk pronomina engkau berfungsi sebagai kata ganti dalam sebuah puisi.

    Pronomina kamu dan kau digunakan dalam situasi non formal. Kemudian untuk pronomina anda digunakan dalam situasi formal.

    3. Pronomina persona ketiga (kata ganti orang yang dibicarakan)

    Contoh pronominanya yaitu -nya, dia, ia. Untuk situasi formal dan non formal dapat menggunakan pronomina -nya, dan ia.

    Sedangkan untuk situasi non formal saja dapat menggunakan pronomina dia.

    B. Pronomina Petunjuk

    Jenis pronomina selanjutnya ialah pronomina petunjuk. Pengertian pronomina pentujuk ialah pronomina yang digunakan sebagai penunjuk umum, tempat dan arah.

    Contoh pronomina petunjuk yaitu ini, itu, disana, disitu, dan sebagainya.

    C. Pronomina Penanya

    Jenis pronomina yang terakhir ialah pronomina penanya. Pengertian pronomina penanya ialah pronomina yang digunakan untuk bertanya tentang manusia, pilihan maupun barang.

    Contoh pronomina penanya yaitu apa, siapa, mana, dan sebagainya.

  • 10 Pengertian Pragmatik Menurut Para Ahli

    Pengertian Pragmatik

    Pragmatik adalah cabang linguistik yang mempelajari hubungan antara konteks luar bahasa dan maksud tuturan.

    Konteks luar bahasa ialah unsur di luar tuturan yang mempengaruhi maksud tuturan.

    Maksud tidak bisa dilihat dari bentuk dan makna saja, tetapi juga dari tempat dan waktu berbicara, siapa saja yang terlibat, tujuan, bentuk ujaran, cara penyampaian, alat berbicara, norma-norma, dan genre.

    Yang dipelajari dalam kajian pragmatik meliputi tindak tutur, implikatur tuturan, interaksi percakapan, dan faktor-faktor eksternal percakapan, misalnya deiksis.

    Definisi Pragmatik Menurut Para Ahli

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi ketiga tahun 2005 disebutkan bahwa pragmatik adalah yang berkenaan dengan syarat-syarat yang mengakibatkan serasi tidaknya pemakaian bahasa dalam komunikasi.

    Pragmatik ialah berkenaan dengan syarat-syarat yang mengakibatkan serasi tidaknya bahasa dalam komunikasi (KBBI, 1993: 177).

    Sedangkan menurut International Pragmatics Association (IPRA) yang dimaksud dengan pragmatik ialah penyelidikan bahasa yang menyangkut seluk belum penggunaan bahasa dan fungsinya (dalam Soemarmo, 1987 : 3).

    Para pakar pragmatik mendefinisikan istilah pragmatik ini secara berbeda-beda.

    1. Yule (1996:3)

    Menyebutkan 4 definisi pragmatik, yaitu (1) bidang yang mengkaji makna pembicara, (2) bidang yang mengkaji makna menurut konteksnya; (3) bidang yang melebihi kajian tentang makna yang diujarkan, mengkaji makna yang dikomunikasikan atau terkomunikasikan oleh pembicara, dan (4) bidang yang mengkaji bentuk ekspresi menurut jarak sosial yang membatasi partisipan yang terlibat dalam percakapan tertentu.

    2. Levinson (1983:9)

    Pragmatik ialah kajian dari hubungan antara bahasa dan konteks yang mendasari penjelasan pengertian bahasa. Disini, pengertian/pemahaman bahasa menunjuk kepada fakta bahwa untuk mengerti sesuatu ungkapan/ujaran bahasa diperlukan juga pengetahuan di luar makna kata dan hubungan tata bahasanya, yakni hubungannya dengan konteks pemakaiannya.

    3. Kridalaksana (1993:177)

    Pragmatik juga diartikan sebagai syarat-syarat yang mengakibatkan serasi-tidaknya pemakaian bahasa dalam komunikasi; aspek-aspek pemakaian bahasa atau konteks luar bahasa yang memberikan sumbangan kepada makna ujaran.

    4. Verhaar (1996: 14)

    Pragmatik merupakan cabang ilmu linguistik yang membahas tentang apa yang termasuk struktur bahasa sebagai alat komunikasi antara penutur dan pendengar, dan sebagai pengacuan tanda-tanda bahasa pada hal-hal ekstralingual yang dibicarakan.

    5. Purwo (1990: 16)

    Mendefinisikan pragmatik sebagai telah mengenai makna tuturan (utterance) menggunakan makna yang terikat konteks.

    Sedangkan memperlakukan bahasa secara pragmatik ialah memperlakukan bahasa dengan mempertimbangkan konteksnya, yakni penggunaannya pada peristiwa komunikasi.

    6. Morris (1960)

    Mengatakan bahwa pragmatik merupakan disiplin ilmu yang mempelajari pemakaian tanda, yang secara spesifik dapat diartikan sebagai cara orang menggunakan tanda bahasa dan cara tanda bahasa itu diinterpretasikan.

    Yang dimaksud orang menurut definisi tersebut adalah pemakai tanda itu sendiri, yaitu penutur.

    7. Leech (1993:8)

    Pragmatik adalah studi tentang makna dalam hubungannya dengan situasi-situasi ujar (speech situations) yang meliputi unsur-unsur penyapa dan yang disapa, konteks, tujuan, tindak ilokusi, tuturan, waktu, dan tempat.

    8. Thomas (1995:2)

    Mendefinisikan pragmatik dengan menggunakan sudut pandang sosial dan sudut pandang kognitif.

    Dengan sudut pandang sosial, Thomas menghubungkan pragmatik dengan makna pembicara (speaker meaning); dan kedua, dengan menggunakan sudut pandang kognitif, pragmatik dihubungkan dengan interpretasi tuturan (utterance interpretation).

    Thomas (1995;2) menyebut adanya kecenderungan dalam pragmatik terbagi menjadi dua bagian yaitu, pertama dengan menggunakan sudut pandang sosial, menghubungkan pragmatik dengan makna pembicara.

    Kedua, dengan menggunakan sudut pandang kognitif, menghubungkan pragmatik dengan interpretasi ujaran.

    Selanjutnya Thomas (1995:22) dengan mengandaikan bahwa pemaknaan merupakan proses dinamis yang melibatkan negosiasi antara pembicara dan pendengar serta antara konteks ujaran (fisik, sosial, dan linguistik) dan makna potensial yang mungkin dari sebuah ujaran, mendefinisikan pragmatik sebagai bidang yang mengkaji makan dalam interaksi.

    9. Nababan (1987:2)

    Pragmatik ialah aturan-aturan pemakaian bahasa, yaitu pemilihan bentuk bahasa dan penentuan maknanya sehubungan dengan maksud pembicara sesuai dengan konteks dan keadaannya.

    Pragmatik sebagai ilmu bersumber pada beberapa ilmu lain yang juga mengkaji bahasa dan faktor-faktor yang berkaitan dengan penggunaan bahasa ilmu-ilmu itu ialah filsafat bahasa, sosiolinguistik antropologi, dan linguistik – terutama analisa wacana (discourse analysis) dan teori deiksis (Nababan, 1987).

    10. Crystal (1987: 120)

    Crystal menyatakan pragmatics studies the factors that govern our choice of language in social interaction and the effect of our choice on others. In theory, we can say anything we like. In practice, we follow a large number of social rules (most of them unconsciously) that constrain the way we speak.

    Pragmatik mengkaji faktor-faktor yang mendorong pilihan bahasa dalam interaksi sosial dan pengaruh pilihan tersebut pada mitra tutur. Di dalam teori, kita dapat mengatakan sesuatu sesuka kita. Di dalam praktik, kita harus mengikuti sejumlah aturan sosial (sebagian besarnya tidak disadari) yang harus kita ikuti.

  • 6 Perubahan Fonem Dalam Bahasa Indonesia

    6 Perubahan Fonem Dalam Bahasa Indonesia

    Pengertian Fonem

    Fonem adalah satuan bunyi terkecil dalam bahasa yang memiliki fungsi membedakan makna kata.

    Fonem bukan sekadar bunyi, tetapi bunyi yang secara sistematis dianggap berbeda oleh penutur bahasa untuk menandai perbedaan arti.

    Misalnya, dalam bahasa Indonesia bunyi /p/ dan /b/ membedakan kata padi dan badi. Meskipun secara fisik bunyi tersebut mungkin mirip, perbedaan fonemik ini penting karena mengubah makna kata.

    Fonem menjadi dasar dalam analisis fonologi karena menentukan bagaimana bunyi disusun dan berinteraksi dalam suatu bahasa.

    Perubahan Fonem

    Dalam proses penggunaan bahasa sehari-hari, fonem tidak selalu tetap dan dapat mengalami perubahan akibat berbagai faktor, baik karena pengaruh lingkungan fonetik, kemudahan pengucapan, maupun adaptasi bahasa dari kata pinjaman.

    Perubahan-perubahan ini tidak hanya memengaruhi bunyi, tetapi juga fungsi fonem dalam membedakan makna, sehingga muncul fenomena-fenomena linguistik tertentu yang menarik untuk dipelajari. Berikut ini beberapa jenis perubahan fonem beserta penjelasannya.

    1. Asimilasi

    Yang dimaksud dengan asimilasi yaitu pristiwa perubahan bunyi menjadi bunyi yang lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya, sehingga bunyi menjadi sama atau mempunyai ciri-ciri yang sama dengan bunyi yang mempengaruhinnya.

    Contoh asimilasi:

    Sabtu dalam bahasa Indonesia lazim disebutkan [saptu], di mana terlihat [b] berubah menjadi [p] karena pengaruh [t].

    2. Disimilasi

    Yang dimaksuk disimilasi yaitu peristiwa perubahan bunyi yang menyababkan dua buah fonem yang sama menjadi berbeda atau berlainan.

    Contoh disimilasi:

    Citra yang berubah menjadi kata cipta dan cinta, kita lihat bunyi [tt] pada kata citta berubah menjadi bunyi [pt] pada kata cipta dan berubah menjadi bunyi [nt] pada kata cinta

    3. Netralisasi

    Yang dimaksud dengan netralisasi yaitu pristiwa perubahan bunyi yang menyebabkan batalnya fungsi fonemik sebagai pembeda makna.

    Contoh netralisasi :

    Bunyi [lembab] dan [lembap], pada hakekatnya bunyi ini memiliki makna yang sama. Kita lihat /b/ dan /p/ di sini kehilangan fungsinya sebagai pembeda makna.

    4. Akrifonem

    Yang dimaksud dengan akrifonem yaitu satuan terkecil dalam kosakata yeng menetralisasikan oposisi antara ciri-ciri makna beberapa leksem.

    Contoh akrifonem :

    Kata  Jawab yang diucapkan /jawap/ atau diucapkan /jawab/, tetapi bila diberi akhiran –an bentuknya menjadi jawaban. Jadi, di sini ada /B/ yang realisasinya bisa menjadi /p/ atau /b/.

    5. Metatesis

    Yang dimaksud dengan metatesis yaitu mengubah urutan fonem yang berada dalam satu kata dalam bentuk lain dari fonem yang sama.

    Contoh  metatesis :

    Pada  kata batu, fonem /b/, /a/, /t/, dan /u/ dapat berubah menjadi bentuk kata lain, seperti : buta, tuba, dan tabu.

    6. Epentesis

    Yang dimaksud dengan epentesis yaitu penambahan huruf dalam satu kata terutama kata pinjaman tanpa mengubah arti untuk menyesuaikan pola fonologis bahasa peminjam.

    Contoh epentesis :

    Kata kampak, kita lihat bunyi [m] disisipkan ditengah kata kapak. Contoh lainnya pada jumblah, bunyi [b] disisipkan di tengah kata jumlah.

  • Pengertian Dialektologi Menurut Para Ahli

    Pengertian Dialektologi Menurut Para Ahli

    Dialektologi pada dasarnya merupakan ilmu tentang dialek atau salah satu cabang linguistik yang mengkaji perbedaan-perbedaan isolek (istilah netral untuk perbedaan dialek) dengan memperlakukan perbedaan tersebut secara utuh.

    Bidang ini meneliti variasi bahasa berdasarkan distribusi geografis dan mencakup topik seperti percabangan dari dua dialek lokal dari induk bahasa yang sama.

    Dialektologi memeriksa unsur tata bahasa, leksikon, dan fonologi yang terkait dengan daerah tertentu.

    Maka dari itu, bidang ini tidak hanya peduli dengan orang-orang yang telah tinggal di daerah untuk generasi, tetapi juga kelompok imigran yang membawa bahasa mereka di daerah baru (bahasa kontak).

    Ada pun berikut ini adalah pendapat para pakar mengenai penjelasan apa itu dialektologi.

    1. Kridaklasana (2001: 41)

    Mengemukakan dialektologi merupakan ilmu tentang dialek; atau cabang dari linguistik yang mempelajari variasi-variasi bahasa dengan memperlakukannya sebagai struktur yang utuh.

    2. Pateda (1988: 51)

    Berpendapat bahwa dialektologi disebut pula variasi bahasa berdasarkan geografi, serta ilmu yang membanding-bandingkan bahasa-bahasa yang masih serumpun untuk mencari titik persamaan dan titik perbedaanya.

    3. Chabers dan Trudgill (1980: 3)

    Mengatakan bahwa dialektologi adalah salah satua kajian tentang dialek atau dialek-dialek.

    4. Keraf (1996: 143)

    Mengatakan dengan menggunakan istilah geografi dialek adalah cabang ilmu bahasa berdasarkan lokal dari semua aspeknya.

    5. Lauder (2001:1)

    Dialektologi cenderung memaparkan antar ragam bahasa dengan bertumpu pada satuan ruang tempat terwujudnyaragam-ragam itu pada saat penelitian itu dilakukan sehingga kesimpulan yang dihasilka dapat diperiksa kebenarannya.

  • 8 Pengertian Morfologi Menurut Para Ahli

    8 Pengertian Morfologi Menurut Para Ahli

    Pengertian Morfologi Menurut Para Ahli

    Morfologi adalah bagian ilmu bahasa yang mempelajari atau membicarakan tentang seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata.

    Atau dengan kata lain dapat dikatakan bahwa morfologi mempelajari seluk-beluk kata serta fungsi perubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatikal maupun fungsi semantik.

    Morfologi juga mempelajari arti yang timbul sebagai akibat peristiwa gramatik, yang biasa disebut arti gramatikal atau makna.

    Satuan yang paling kecil dipelajari oleh morfologi adalah morfem, sedangkan yang paling besar berupa kata.

    Morfologi hanya mempelajari peristiwa-peristiwa yang umum, peristiwa yang berturut-turut terjadi, yang bisa dikatakan merupakan sistem dalam bahasa.

    Peristiwa perubahan bentuk misalnya pada perubahan kata dari jala menjadi jalan pada kata berjalan, dan perubahan dari kata aku menjadi saya, serta perubahan kata dari tahun menjadi tuhan boleh dikatakan hanya terjadi pada kata tersebut.

    Oleh karena itu, peristiwa tersebut tidak bisa disebut sebagai peristiwa umum, tentu saja bukan termasuk dalam bidang morfologi, melainkan termasuk dalam ilmu yang biasa disebut etimologi, yaitu ilmu yang mempelajari seluk-beluk asal sesuatu kata secara khusus.

    Di sini dikemukakan bahwa pembicaraan tentang satuan gramatik yang salah satu dari unsurnya berupa afiks dibahas dalam bidang morfologi, dan pembicaraan tentang kata majemuk juga dibicarakan dalam bidang morfologi mengingat bahwa kata majemuk masih termasuk golongan kata.

    1. Cristal (198:232–233)

    Morfologi adalah cabang tata bahasa yang menelaah struktur atau bentuk kata, utamanya melalui pengguanaan morfem.

    Morfologi pada umumnya dibagi ke dalam dua bidang: yakni telaah infleksi (inflectional morfhology). Dan telaah pembentukan kata (lexical or derivational morphology).

    Analisis morfemik bagian dari telaah linguistik sikronis; analisis morfologis diterapkan terhadap telaah historis. Analisis morfologis dilakukan dalam berbagai bentuk.

    Satu pendekatan membuat telaah distribusional morfem dan varian morfemis yang muncul dalam kata (analisis susunan morfotaktis).

    2. Bauer (1983:33)

    Morfologi membahas struktur internal bentuk kata. Dalam morfologi, analisis membagi bentuk kata ke dalam formatif komponennya, dan berusaha untuk menjelaskan kemunculan setiap formatif.

    Morfologi dapat dibagi ke dalam dua cabang utama, yaitu morfologi infleksional dan pembentukan kata yang disebut morfologis leksikal. Morfologi infleksional membahas leksem – leksem baru dari pemajemukan kata (komposisi).

    Deriviasi berurusan dengan pembentukan leksem baru dari dua atau lebih sistem potensial. Derivasi kadang – kadang juga dibagi ke dalam derivasi mempertahankan kelas (class-maintaining derivation) dan derivasi perubahan kelas (class-changing derivation).

    3. Rumandji (1993:2)

    Morfologi mencakup kata, bagiannya, dan prosesnya.

    4. O’Grady dan Dobrovolsky (1989:89-90)

    Morfologi adalah komponen tata bahasa generative tranformasional (TTG) yang membicarakan struktur internal kata.

    Teori morfologi umum yang berurusan dengan pembahasan secara tepat mengenai jenis – jenis kaidah morfologi yang dapat ditemukan dalam bahasa – bahasa alamiah.

    Morfologi khusus merupakan seperangkat kaidah yang mempunyai fungsi ganda. Pertama, kaidah – kaidah ini berurusan dengan pembentukan kata baru.

    Kedua, kaidah – kaidah ini mewakili pengetahuan penutur asli yang tidak disadari tentang struktur internal kata yang sudah ada dalam bahasanya.

    5. Menurut Ramlan (1978:2)

    Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk beluk struktur kata serta pengaruh perubahanperubahan struktur kata terhadap golongan dan arti kata.

    6. Menurut Nida (1974: 1)

    Menyatakan bahwa morfologi adalah suatu kajian tentang morfem-morfem dan penyusunan morfem dalam rangka pembentukan kata.

    7. Veerhar (1984 : 52)

    Morfologi atau tata bentuk ada pula yang menyebutnya morphemics adalah bidang linguistik yang mempelajari susunan bagian-bagian kata secara gramatikal.

    Dengan perkataan lain, morfologi mempelajari dan menganalisis struktur, bentuk, dan klasifikasi kata-kata.

    8. Zaenal Arifin dan Juaiyah

    Morfologi adalah bentuk, makna, dan fungsi. Morfologi adalah ilmu bahasa tentang seluk-beluk bentuk kata (struktur kata).

  • 7 Pengertian Sintaksis Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Sintaksis Menurut Para Ahli

    Pengertian Sintaksis

    Sintaksis adalah cabang ilmu bahasa yang mempelajari bagaimana kata-kata disusun menjadi frasa, klausa, atau kalimat yang memiliki makna.

    Dengan kata lain, sintaksis membahas aturan dan pola pengaturan kata agar membentuk struktur kalimat yang benar secara tata bahasa.

    Sintaksis juga menekankan hubungan antar kata dalam kalimat, misalnya subjek dengan predikat, objek, atau keterangan, sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan jelas.

    Ilmu ini penting dalam linguistik karena membantu memahami bagaimana bahasa bekerja dalam komunikasi sehari-hari

    Pengertian Sintaksis secara Etimologi

    Berikut adalah beberapa pengertian sintaksis secara etimologi, linguistik, maupun menurut para ahli.

    Kata sintaksis berasal dari bahasa Yunani, yaitu sun yang berarti ’dengan’ dan kata tattein yang berarti ’menempatkan’.

    Secara etimologi berarti: menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat.

    Selain dari bahasa Yunani, sintaksis juga berasal dari bahasa Belanda yaitu syntaxis. Sintaksis juga berasal dari bahasa Inggris yaitu syntax.

    Istilah sintaksis (Belanda, Syntaxis) ialah bagian atau cabang dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk beluk wacana, kalimat, klausa dan frase (Ramlan 2001:18).

    Pengertian Sintaksis dalam Linguistik

    Di dalam linguistik, sintaksis adalah ilmu mengenai prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami.

    Selain aturan ini, kata sintaksis juga digunakan untuk merujuk langsung pada peraturan dan prinsip yang mencakup struktur kalimat dalam bahasa apapun, sebagaimana “sintaksis Irlandia Modern.”

    Pengertian Sintaksis Menururut Para Ahli

    Adapun pengertian sintaksis menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Gleason (1955)

    “Syntax maybe roughly defined as the principles of arrangement of the construction (word) into large constructions of various kinds.”

    Artinya adalah sintaksis mungkin dikaitkan dari definisi prinsip aransemen konstruksi (kata) ke dalam konstruksi besar dari bermacam-macam variasi.

    2. Robert (1964:1)

    Berpendapat bahwa arti sintaksis adalah bidang tata bahasa yang menela’ah hubungan kata-kata dalam kalimat dan cara-cara menyusun kata-kata itu untuk membentuk sebuah kalimat.

    3. Ramlan (1976:57)

    Menyebutkan bahawa definisi sintaksis adalah bagian dari tata bahasa yang membicarakan struktur frase dan kalimat.

    4. Fromkin dan Rodman (1983:200)

    Sintaksis adalah bagian dari pengetahuan linguistik yang menelaah struktur kalimat.

    5. Kridalaksana (1993)

    Berpendapat bahwa sintaksis adalah subsistem bahasa yang mencakup tentang kata yang sering dianggap bagian dari gramatika, yaitu morfologi dan cabang linguistik yang mempelajari tentang kata.

    Selain itu, beliau juga mendefinisikan sintaksis sebagai pengaturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar itu dalam bahasa. Satuan terkecil dalam bidang ini adalah kata.

    Menurut aliran struktural, sintaksis diartikan sebagai subdisiplin linguistik yang mempelajari tata susun frasa sampai kalimat.

    Dengan demikian ada tiga tataran gramatikal yang menjadi garapan sintaksis, yakni: frasa, klausa, dan kalimat (Suparno 1993: 81).

    “The system of the rules and categories that underlines sentence formation in human language” (O’ Grady, et. al. 1997). Artinya adalah aturan dalam sistem pola kalimat dasar dalam bahasa manusia.

    6. Verhaar (1999:161)

    Mendefinisikan bahwa sintaksis adalah tata bahasa yang membahas hubungan antar kalimat dalam tuturan. Pendapat tersebut diperkuat oleh Arifin dan Junaiyah (2008:1) bahwa sintaksis membicarakan hubungan antar kata dalam tuturan.

    7. Arifin (2009)

    Pengertian sintaksis merupakan bidang subdisiplin linguistik yang mempelajari hubungan antar kata dalam tuturan yang meliputi tata susun frase, tata susun klausa, dan tata susun kalimat dalam suatu bahasa.

  • 6 Pengertian Stilistika Menurut Para Ahli

    6 Pengertian Stilistika Menurut Para Ahli

    Dalam kajian bahasa dan sastra, pembahasan mengenai gaya bahasa memiliki peran penting untuk memahami bagaimana seorang penulis mengekspresikan gagasan, perasaan, dan kepribadiannya melalui bahasa.

    Ilmu yang secara khusus mengkaji aspek gaya bahasa tersebut dikenal dengan istilah stilistika.

    Melalui stilistika, kita dapat menelusuri ciri khas penggunaan bahasa yang membedakan satu pengarang dengan pengarang lainnya, sekaligus memahami nilai estetik yang terkandung dalam karya sastra.

    Stilistika Menurut Para Ahli

    Untuk memahami lebih dalam mengenai hakikat stilistika, para ahli telah memberikan berbagai definisi dan sudut pandang yang memperkaya pemahaman kita terhadap disiplin ilmu ini.

    Adapun pengertian stilistika menurut para ahli adalah sebagai berikut:

    1. Pengertian Stilistika menurut Turner (dalam Pradopo, 1993: 264)

    Mengartikan stilistika adalah ilmu yang mempelajari gaya bahasa yang merupakan bagian linguistik yang memusatkan pada variasi-variasi penggunaan bahasa tetapi tidak secara eksklusif memberikan perhatian khusus kepada penggunaan bahasa yang kompleks pada kesusastraan.

    2. Definisi Stilistika menurut Ratna (2009: 167)

    Secara definisi stilistika adalah ilmu yang berkaitandengan gaya dan gaya bahasa. Tetapi pada umumnya lebih mengacu pada gaya bahasa.

    Dalam bidang bahasa dan sastra stilistika berarti cara-cara penggunaan bahasa yang khas sehingga menimbulkan efek tertentu yang berkaitan dengan aspek-aspek keindahan.

    3. Definisi Stilistika menurut Teeuw (dalam Fananie, 2000: 25)

    Stilistika merupakan sarana yang dipakai pengarang untuk mencapai suatu tujuan, karena stilistika merupakan cara untuk mengungkapkan pikiran, jiwa, dan kepribadian pengarang dengan cara khasnya.

    4. Pengertian Stilistika menurut Sudjiman (1993: 13)

    Pengertian stilistika adalah style, yaitu cara yang digunakan seorang pembicara atau penulis untuk menyatakan maksudnya dengan menggunakan bahasa sebagai sarana.

    Dengan demikian style dapat diterjemahkan sebagai gaya bahasa.

    5. Definisi Stilistika menurut Endaswara (2003:72)

    Menyebutkan stilistika adalah ilmu yang mempelajari gaya bahasa suatu karya sastra.

    Selanjutnya dikatakan ada dua pendekatan analisis stilistika: “(1) dimulai dengan analisis sistem tentang linguistik karya sastra, dan dilanjutkan ke interpretasi tentang ciri-ciri sastra, interpretasi diarahkan ke makna secara total; (2) mempelajari sejumlah ciri khas yang membedakan satu sistem dengan sistem lain”.

    6. Definisi Stilistika menurut Fananie (2000: 25)

    Mengemukakan stilistika atau gaya merupakan ciri khas pemakaian bahasa dalam karya sastra yang mempunyai spesifikasi tersendiri dibanding dengan pemakaian bahasa dalam jaringan komunikasi yang lain.

    Gaya tersebut dapat berupa gaya pemakaian bahasa secara universal maupun pemakaian bahasa yang merupakan kecirikhasan masing-masing pengarang.

    Berdasarkan pengertian stilistika di atas maka dapat disimpulkan bahwa stilistika adalah cabang linguistik yang mempelajari tentang gaya bahasa.

    Penggunaan gaya bahasa menimbulkan efek tertentu yang berkaitan dengan aspek-aspek keindahan yang merupakan ciri khas pengarang untuk mencapai suatu tujuan yaitu mengungkapkan pikiran, jiwa, dan kepribadiaannya.

  • Pengertian Leksikografi Menurut Para Ahli

    Pengertian Leksikografi Menurut Para Ahli

    Leksikografi adalah bidang ilmu bahasa yang mengkaji cara pembuatan kamus. Sebagian besar (atau bahkan semua) sarjana memiliki kamus, namun mereka belum tentu tahu bahwa penulisan kamus yang baik harus melalui berbagai proses.

    Dua nama besar yang mengawali penyusunan kamus adalah Samuel Johnson (1709-1784) dan Noah Webster (1758-1843).

    Johnson, ahli bahasa dari Inggris, membuat Dictionary of the English Language pada tahun 1755, yang terdiri atas dua volume.

    Di Amerika, Webster pertama kali membuat kamus An American Dictionary of the English Language pada tahun 1828, yang juga terdiri atas dua volume. Selanjutnya, pada tahun 1884 diterbitkan Oxford English Dictionary yang terdiri atas 12 volume.

    Saat ini, kamus umum yang cukup luas digunakan adalah Oxford Advanced Learner’s Dictionary. Mengapa kamus Oxford?

    Beberapa orang mungkin secara sederhana akan menjawab karena kamus tersebut lengkap dan cukup mudah dimengerti.

    Tidak banyak yang tahu bahwa (setelah tahun 1995) kamus tersebut ditulis berdasarkan hasil analisis British National Corpus yang melibatkan cukup banyak ahli bahasa dan menghabiskan dana universitas dan dana negara yang jumlahnya cukup besar.

    Secara umum, definisi yang diberikan dalam kamus tersebut seharusnya dapat mudah dipahami oleh pelajar karena semua entri dalam kamus tersebut hanya didefinisikan oleh sekelompok kosa kata inti.

    Bagaimana kosa-kata inti tersebut disusun? Tentu hanya ahli bahasa yang dapat menjelaskannya, sedangkan para sarjana dan pelajar dapat langsung saja menikmati dan menggunakan berbagai kamus Oxford yang ada di pasaran.

    Ahli bahasa adalah guru dan/atau pelatih bagi para guru bahasa. Ahli bahasa dapat menentukan secara ilmiah kata-kata apa saja yang perlu diajarkan bagi pelajar bahasa tingkat dasar.

    Para pelajar hanya langsung mempelajari kata-kata tersebut tanpa harus mengetahui bagaimana kata-kata tersebut disusun. Misalnya kata-kata dalam buku-buku Basic English.

    Para pelajar (dan guru bahasa Inggris dasar) tidak harus mengetahui bahwa yang dimaksud Basic adalah B(ritish), A(merican), S(cientific), I(nternational), C(ommercial), yang pada awalnya diolah pada tahun 1930an oleh ahli linguistik C. K. Ogden. Pada masa awal tersebut, Basic English terdiri atas 850 kata utama.

    Selanjutnya, pada tahun 1953, Michael West menyusun General Service List yang berisikan dua kelompok kata utama (masing-masing terdiri atas 1000 kata) yang diperlukan oleh pelajar untuk dapat berbicara dalam bahasa Inggris. Daftar tersebut terus dikembangkan oleh berbagai universitas ternama yang memiliki jurusan linguistik.

    Pada tahun 1998, Coxhead dari Victoria University or Wellington, berhasil menyelesaikan suatu proyek kosakata akademik yang dilakukan di semua fakultas di universitas tersebut dan menghasilkan Academic Wordlist, yaitu daftar kata-kata yang wajib diketahui oleh mahasiswa dalam membaca buku teks berbahasa Inggris, menulis laporan dalam bahasa Inggris, dan tujuannya lainnya yang bersifat akademik.

    Proses penelitian hingga menjadi materi pelajaran atau buku bahasa Inggris yang bermanfaat hanya diketahui oleh ahli bahasa yang terkait, sedangkan pelajar bahasa dapat langung mempelajari dan memperoleh manfaatnya.

    Sama halnya dalam ilmu kedokteran, proses penelitian hingga menjadi obat yang bermanfaat hanya diketahui oleh dokter, sedangkan pasien dapat langsung menggunakannya dan memperoleh manfaatnya.