Tag: menikah

  • Sebutkan 3 Macam Kewajiban Suami Terhadap Istri, Ini Jawabannya

    Kewajiban suami terhadap istri adalah tanggung jawab dan tugas yang harus dipenuhi oleh seorang suami terhadap pasangannya dalam sebuah pernikahan.

    Kewajiban ini bertujuan untuk menjaga dan membangun hubungan yang sehat, saling mendukung, dan harmonis antara suami dan istri.

    Sebagai suami, terdapat beberapa kewajiban yang harus dipenuhi terhadap istri. Karena sifatnya wajib, maka suami akan berdosa jika tidak memenuhinya.

    Kewajiban-kewajiban ini mencakup aspek-aspek penting dalam membangun hubungan yang sehat dan harmonis dalam pernikahan.

    Maka, sebelum menikah, hendaknya kaum pria mengetahui apa saja kewajiban suami kepada istri yang harus dipenuhi agar terhindar dari dosa dan kegagalan rumah tangga.

    Kewajiban Suami Terhadap Istri

    Berikut ini adalah tiga macam kewajiban suami terhadap istri yang harus dipenuhi oleh suami dalam menjalin sebuah hubungan rumah tangga.

    1. Kewajiban Memberikan Nafkah Lahir dan Batin

    Kewajiban utama suami terhadap istri adalah memberikan nafkah lahir dan batin.

    Nafkah lahir mencakup pemenuhan kebutuhan dasar istri seperti makanan, sandang, dan papan. Sementara nafkah batin yang sifatnya tidak dapat dilihat, seperti kasih sayang.

    Suami harus bertanggung jawab untuk menyediakan sumber pendapatan yang mencukupi agar istri dapat hidup dengan layak.

    Hal ini juga meliputi memberikan dukungan finansial untuk kebutuhan sehari-hari, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan lainnya yang diperlukan oleh istri.

    2. Kewajiban Melindungi dan Memberikan Keamanan

    Suami memiliki kewajiban untuk melindungi dan memberikan keamanan bagi istri, seperti melindungi istri dari segala bentuk kekerasan fisik, emosional, atau psikologis.

    Suami harus menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman di dalam rumah tangga.

    Dalam upaya menciptakan keharmonisan, suami bisa berlaku yang baik, seperti menghormati perasaan istri, berbicara dengan sopan, dan mendengarkan dengan penuh perhatian.

    Suami juga harus memastikan bahwa istri merasa aman dan dilindungi dari ancaman eksternal.

    3. Kewajiban Menjaga Keseimbangan dalam Rumah Tangga

    Suami memiliki tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan dalam rumah tangga, seperti berbagi tanggung jawab dalam mengelola pekerjaan rumah tangga, mengasuh anak-anak, dan membuat keputusan bersama.

    Suami harus terlibat aktif dalam tugas-tugas rumah tangga dan tidak membebani istri dengan semua tanggung jawab tersebut.

    Kewajiban ini juga mencakup menghargai pendapat dan kontribusi istri dalam pengambilan keputusan keluarga, sehingga menciptakan rasa keterlibatan dan kesetaraan antara suami dan istri.

    Itulah 3 macam kewajiban suami terhadap istri untuk menjaga kebahagiaan dan keharmonisan dalam pernikahan.

    Melalui pemenuhan kewajiban ini, suami dapat membangun hubungan yang saling menghormati, saling mendukung, dan saling melengkapi dengan istri.

  • 5 Rekomendasi Kado Pernikahan Untuk Pasangan, Sederhana tapi Berkesan

    5 Rekomendasi Kado Pernikahan Untuk Pasangan, Sederhana tapi Berkesan

    Dalam sebuah pernikahan, banyak hal yang harus diperhatikan untuk menambah keharmonisan dalam rumah tangga, salah satunya adalah memberi kado pernikahan.

    Kado pernikahan dapat dijadikan sebagai bentuk apresiasi kepada pasangan karena telah bersedia hidup bersama, baik dalam suka maupun duka.

    Memberi kado pernikahan rumah tangga pada pasangan tidak perlu mewah yang penting tulus dari dalam hati.

    Namun, jika kamu masih bingung memilih kado atau hadiah untuk pasangan di hari pernikahan, maka sebaiknya simak penjelasannya berikut ini.

    Rekomendasi Kado Pernikahan untuk Pasangan

    Ada banyak jenis kado yang bisa dijadikan sebagai hadiah untuk pernikahan di hari pernikahan, baik berupa barang maupun jasa.

    Tidak perlu kado pernikahan mewah sebab kado pernikahan sederhana pun dapat bermakna. Beberapa rekomendasi kado pernikahan tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Tas

    Sebagian besar wanita menyukai penampilan yang terlihat modis. Tak heran jika mereka akan memperhatikan setiap detailnya mulai dari ujung kaki hingga ujung kepala.

    Disamping melakukan perawatan kecantikan, mereka juga akan memilih aksesoris pelengkap lainnya untuk menunjang kesempurnaan penampilan, salah satunya adalah tas.

    Fungsi utama tas adalah untuk menyimpan barang-barang penting ketika sedang bepergian.

    Namun, bagi wanita tas juga merupakan fashion item berharga sehingga harus diperhatikan setiap detail modelnya.

    Nah, jika kamu ingin memberikan hadiah pernikahan pada istri, maka memberikan tas adalah keputusan yang tepat. Dijamin, istrimu akan merasa sangat bahagia.

    2. Dompet

    Dompet menjadi barang berharga bagi kaum pria. Kemanapun mereka pergi, pasti benda tersebut akan selalu berada di dalam saku celana.

    Oleh sebab itu, dompet bisa menjadi salah satu rekomendasi kado untuk suami di hari pernikahan.

    Pilihlah dompet yang memiliki model sederhana dan pastinya sesuai dengan kriteria dompet yang dia inginkan.

    3. Parfum

    Parfum disukai oleh setiap kalangan, baik wanita maupun pria. Karena fungsinya yang sangat penting, yakni menjaga tubuh agar tetap wangi, maka tak heran jika parfum selalu digunakan setiap saat.

    Jika kamu merasa bingung memilih kado pernikahan pada pasangan, maka parfum bisa menjadi solusi yang tepat.

    Perlu diperhatikan bahwa sebelum memberi parfum, sebaiknya cari tahu terlebih dahulu aroma parfum yang disukai oleh pasanganmu agar tidak salah memilih.

    4. Tiket bulan madu

    Bulan madu mungkin akan menjadi momen spesial bagi pasangan yang baru saja menikah.

    Sebab, mereka akan melakukan hal apapun hanya berdua sehingga mampu meningkatkan keromantisan dalam rumah tangga.

    Tiket bulan madu bisa menjadi pilihan tepat untuk kado pernikahan. Pilihlah tempat penginapan yang memiliki pemandangan indah dan romantis.

    Kamu bisa memilihnya di tempat yang memiliki udara sejuk seperti di bawah kaki gunung, di pantai, dan masih banyak lainnya.

    5. Voucher belanja

    Siapa sih yang tidak tergiur dengan voucher belanja? Setiap wanita pasti merasa senang jika diberi kebebasan dalam berbelanja, apalagi untuk kebutuhan setiap hari.

    Oleh sebab itu, voucher belanja merupakan pilihan yang tepat untuk diberikan kepada pasangan sebagai kado pernikahan.

    Memberi voucher belanja juga terlihat lebih unik dan istimewa dibandingkan hanya memberikan uang tunai saja.

    Nah, itulah beberapa rekomendasi kado pernikahan untuk pasangan agar rumah tangga menjadi semakin harmonis.

    Author: Eva
    Editor: Maulana Affandi

  • Menikah dengan Janda? Inilah 5 Manfaatnya

    Menikah dengan janda bukanlah sebuah hal yang memalukan. Sama halnya seperti menikah dengan duda, menikahi janda pun adalah pilihan yang harus dihargai. Sebab, ketika cinta sudah berbicara, maka status tidak ada artinya.

    Status gadis atau janda sebenarnya relatif, yang terpenting adalah bagaimana cara dia mencintai pasangannya.

    Boleh jadi seorang gadis lebih enak dipandang, tapi janda juga tak kalah menawan. Bahkan jika janda itu adalah janda cantik, maka gadis pun bisa menjadi pilihan kedua.

    Jadi, sebenarnya tidak ada larangan untuk pacaran dengan janda dan menikah dengan janda. Asalkan cinta dan mampu bertanggungjawab, maka tidak ada yang bisa melarang.

    Hanya saja, menikah dengan janda memang selalu mendapat komentar miring dari orang lain. Sebab, mereka selalu beranggapan ‘masih banyak gadis, kenapa harus memilih janda?’

    Lebih baik lupakan ocehan tetangga dan yakinkan pada diri sendiri bahwa pilihan sudah tepat dan tidak ada pihak yang dirugikan karena pilihan itu.

    Sebab, mengedepankan rasa lebih penting daripada mendengar ocehan yang hanya menimbulkan nafsu belaka.

    Manfaat Menikah dengan Janda

    Tidak sampai di situ saja, menikah dengan janda sebenarnya bisa membawa manfaat bagi perjaka. Adapun manfaat menikah dengan janda adalah sebagai berikut:

    1. Mendapat Kasih Sayang dan Perhatian Lebih

    Perjaka yang masih manja terkadang membutuhkan kasih sayang dan perhatian lebih dari seorang Ibu. Namun, ketika dia menikahi seorang janda, maka kasih sayang serta perhatian itu akan dia dapatkan dari istrinya yang dulu berstatus janda.

    Sebab kebanyakan janda sudah berpengalaman dalam rumah tangga sehingga tahu betul bagaimana harus memperlakukan suaminya.

    2. Membuat Diri Menjadi Lebih Dewasa

    Menikah dengan janda juga bisa membuat seorang pria menjadi lebih dewasa. Sebab, bagaimanapun juga dia akan belajar menjadi suami yang baik bagi wanita yang berpengalaman, yaitu janda.

    Lebih lagi jika janda yang dinikahi usianya lebih tua, maka sifat keibuannya akan membuat pria menjadi lebih dewasa dalam waktu yang singkat.

    3. Meningkatkan Rasa Tanggung Jawab

    Menikah dengan janda muda dan belum punya anak adalah sebuah hal yang mudah. Namun bagaimana ketika seorang pria menikah dengan janda yang sudah punya anak?

    Tentu saja tanggungjawabnya akan semakin besar. Ini bukan sebuah beban, tapi keharusan. Ya, keharusan untuk menafkahi keluarga, istri dan anak.

    Walaupun bukan anak sendiri, tapi ini bisa menjadi sebuah momen meningkatkan rasa tanggung jawab kepada keluarga sehingga semangat bekerja akan semakin tinggi.

    4. Mendapat Apresiasi dan Pujian

    Seorang janda yang memiliki anak tentu akan kewalahan untuk menafkahi anaknya. Oleh sebab itu, tidak hanya mendapat gunjingan, perjaka yang menikah dengan janda kadang juga mendapat apresiasi dan pujian dari segelintir orang.

    Bahkan, tindakan ini bisa disebut sebagai nilai ibadah, karena telah ikhlas menafkahi seorang janda beserta anaknya.

    5. Hubungan Akan Lebih Awet

    Seorang janda sudah pernah memiliki pengalaman buruk dalam rumah tangga sehingga dia akan sangat hati-hati ketika melangsungkan hubungan berikutnya. Tentu saja dia tidak ingin menjadi janda untuk yang kedua kalinya.

    Oleh sebab itu, kebanyakan janda yang menikahi pria perjaka akan sangat berhati-hati dalam berucap maupun bertingkah karena tidak ingin kesalahan yang sama terulang lagi.

    Dari penjelasan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa menikahi seorang janda bukanlah sebuah hal yang memalukan. Jadi sangat tidak baik ketika ada orang yang menyalahkan perjaka yang menikah dengan janda.

  • Mau Menikah dengan Duda? Pertimbangkan 5 Hal Berikut ini

    Mau Menikah dengan Duda? Pertimbangkan 5 Hal Berikut ini

    Menikah adalah sebuah hal yang paling berbahagia dan dinanti-nanti oleh setiap orang, terutama wanita. Sebab, akhir dari sebuah hubungan asmara atau pacaran adalah menikah. Dengan memutuskan untuk menikah, maka sudah tidak ada keraguan lagi dan berani berkomitmen untuk hubungan yang lebih serius.

    Biasanya, pernikahan akan dilakukan oleh pasangan sebaya alias sama-sama melajang. Namun, bagaimana jadinya ketika seorang wanita ingin menikah dengan duda? Apakah hal tersebut sebuah kesalahan?

    Tentu saja tidak. Sebab, apapun statusnya, asal dia punya tanggung jawab dan ketulusan, maka dia boleh menjadi pasangan hidup. Begitu pula ketika wanita yang menjalin hubungan dengan seorang duda.

    Namun, sebelum beranjak ke hubungan yang lebih serius, alangkah baiknya pihak wanita untuk mempertimbangkan beberapa hal berikut ini. Sebab, dari banyak kejadian, pernikahan wanita lajang dengan duda tak berakhir bahagia karena beberapa alasan. Untuk lebih jelas, simak informasinya berikut ini.

    1. Pastikan Diri Sendiri untuk Siap Menjadi Ibu dari Anaknya

    Kebanyakan duda pasti memiliki anak dari mantan istrinya yang dulu. Tidak menutup kemungkinan jika anak tersebut akan ikut dengan Ayahnya. Maka ketika wanita lajang menjalin cinta dengan duda dan ingin menikah, maka yakinkan diri bahwa siap menerima anaknya, siap menyayangi anaknya, dan siap membesarkan anaknya dengan sepenuh hati. Sebab, banyak kasus terjadi hubungan dengan duda tak berjalan mulus karena faktor anak.

    2. Pastikan Bahwa Dia Sudah Tidak Punya Beban Masa Lalu

    Selanjutnya, sebagai seorang wanita yang ingin menikahi duda, alangkah baiknya untuk memastikan bahwa dia sudah tidak punya beban masa lalu, baik dari perasaan maupun tanggungjawab. Pastikan pula bahwa dia sudah benar-benar cerai secara agama maupun secara aturan negara. Ketika dia sudah tidak punya beban masa lalu, maka dia akan memulai kehidupan baru dari awal lagi.

    3. Siap Menerima Ocehan Tetangga

    Apapun yang kita lakukan pasti akan ada orang yang berkomentar. Begitu juga saat kita memustukan untuk menikah dengan duda, maka ocehan tetangga akan selalu terdengar. Nah, sebelum memutuskan untuk menikah, pastikan bahwa diri kita kuat dengan ocehan dari tetangga. Anggap saja itu sebagai angin lalu. Lambat laun ocehan tersebut juga akan hilang dengan sendirinya.

    4. Kenali Dirinya dengan Sebaik Mungkin

    Sama halnya seperti menikah dengan usia sebaya, menikah dengan duda pun harus dilihat dari berbagai aspek. Kita harus mengenal betul bagaimana dirinya, mulai dari perilaku, sifat, sikap, agama, dan sebagainya. Ketika sudah merasa pas dan yakin, maka lakukanlah. Begitu juga sebaliknya, ketika masih ada yang mengganjal di hati, lebih baik pikirkan matang-matang karena menikah bukan urusan sehari atau dua hari, tapi selamanya.

    5. Katakan Padanya untuk Tidak Membanding-Bandingkan

    Wanita mana yang suka dibanding-bandingkan? Tentu saja tidak ada satupun wanita yang suka dibandingkan dengan wanita lain. Katakan padanya untuk tidak membandingkan kita dengan mantan istrinya walau dalam urusan sekecil apapun. Sebab, setiap orang punya kekurangan dan kelebihan yang berbeda jadi sangat tidak relevan jika sampai dibanding-bandingkan.

    Nah, itulah beberapa hal yang harus dipertimbangkan oleh wanita ketika ingin menikah dengan duda. Jadi, jangan sampai salah memilih, apalagi salah menentukan keputusan karena akan timbul penyesalan.

    Author : Eva
    Editor  : Maulana Affandi

  • 5 Arti Mimpi Menikah yang Harus Kamu Ketahui

    5 Arti Mimpi Menikah yang Harus Kamu Ketahui

    Bicara tentang mimpi, tentu saja setiap orang pernah mengalaminya, termasuk kamu, bukan?

    Yap, mimpi adalah sebuah peristiwa yang dialami seseorang ketika sedang tertidur pulas.

    Dimana, peristiwa itu terjadi seolah-olah nyata, padalah tidak. Banyak yang mengatakan mimpi tak lebih dari sekedar bunga tidur.

    Namun, di sisi lain tidak sedikit juga yang percaya bahwa mimpi memiliki arti dan makna tersendiri bagi yang mengalaminya.

    Ada begitu banyak tafsir yang mengartikan mimpi, termasuk mimpi menikah. Pernahkah kamu mimpi menikah?

    Arti Mimpi Menikah

    Kalau pernah, tentu saja kamu akan penasaran dengan artinya, kan? Nah, daripada bingung, berikut ini adalah 5 arti mimpi menikah, diantaranya:

    1. Mimpi menikah dengan orang tak dikenal

    Dunia mimpi memang sangat unik. Setiap orang bisa memimpikan orang yang belum pernah dikenal dalam dunia nyata, termasuk menikah dengan orang asing alias tidak dikenal.

    Banyak yang mengatakan jika mimpi menikah dengan orang asing adalah sebuah pertanda bahwa kamu akan memasuki babak baru dalam kehidupan asmara.

    Bisa jadi, nantinya orang yang tak dikenal itu akan memberikan cinta baru dan bisa menuntunmu ke jalan yang lebih baik.

    2. Mimpi menikah dengan pacar

    Mimpi menikah dengan pacar memang cukup menyenangkan. Biasanya setelah mimpi menikah dengan pacar, kamu akan lebih sumringah di pagi hari.

    Menurut sebagian orang, mimpi menikah dengan pacar bisa berarti bahwa hubunganmu dengan pacar sudah waktunya memasuki jenjang yang lebih serius, alias pelaminan.

    Jadi, keinginan untuk menikah sampai kebawa dalam mimpi. Nah, kalau sudah tahu begini, tidak ada salahnya jika kamu segera bicara serius dengan pacar untuk kelanjutan hubungan kalian.

    3. Mimpi menikah dengan mantan

    Mantan adalah jodoh orang lain yang tanpa sengaja pernah mampir dalam kehidupan kita. Tidak sedikit orang yang masih ingat mantan, bahkan sampai kebawa mimpi.

    Apakah kamu juga mengalaminya? Jika benar, itu berarti kamu masih belum ikhlas untuk melepaskannya.

    Jadi, ketika kamu sudah memutuskan untuk menjalani kehidupan baru, maka buanglah segala kenangan tentang mantan. Jangan sampai bayang-bayangnya menghantuimu, bahkan terbawa dalam mimpi.

    4. Mimpi menikah dengan teman

    Kadang juga ada yang mimpi menikah dengan teman, baik teman sekantor atau teman di kampus. Hal ini adalah hal yang wajar, namun sering membuat rasa penasaran.

    Jadi, ketika kamu mimpi menikah dengan teman, itu artinya kamu sangat dekat dengan dia. Hubunganmu dengannya sudah sangat dekat sehingga membuatmu takut jika harus kehilangan.

    Tapi ingat, bukan berarti kamu harus jatuh hati kepadanya karena teman baik tidak akan pernah menjadi mantan.

    5. Mimpi menghadiri pernikahan

    Dan yang terakhir adalah mimpi menghadiri pernikahan. Kalau kamu mengalami mimpi ini, maka kamu harus pastikan terlebih dahulu, kamu datang ke pernikahan siapa?

    Jika kamu mimpi datang ke pernikahan teman, bisa jadi temanmu itu diam-diam memendam rasa kepadamu, begitu juga sebaliknya.

    Jadi, kalau hubungan kalian memang dekat, pastikan apakah dia benar-benar memendam rasa kepadamu atau tidak, ya!

    Nah, itulah beberapa arti mimpi menikah yang perlu kamu ketahui. Sekarang sudah tidak penasaran lagi, kan?

  • Ladies, Nikahi Cowokmu Kalau dia Punya 6 Sifat ini

    Pacaran adalah sebuah proses yang tujuan akhirnya adalah pernikahan. Di mana, saat masa-masa pacaran biasanya kedua pasangan akan mencoba untuk mengenal lebih jauh, baik dari karakter diri maupun latar belakang keluarga.

    Ketika dirasa pas dan cocok, maka tidak ada keraguan diantara kedua belah pihak untuk menjalani hubungan yang lebih serius. Akan tetapi kadang sebagian wanita masih ragu dan takut jika salah piih.

    Bagaimana tidak, ketika sudah salah memilih maka penyesalan seumur hidup yang akan dirasakan. Oleh karenanya, kaum wanita selalu berhati-hati dalam memilih calon imamnya kelak.

    Namun sebenarnya ada parameter yang bisa dijadikan sebagai penentu untuk meyakinkan diri bahwa pria yang sedang di hadapannya adalah pria yang pantas jadi pasanga hidup.

    Parameter tersebut lebih ke sifat yang harus dimiliki sebagai ‘syarat nikah’. Adapun sifat tersebut sebagai berikut:

    1. Dia Adalah Orang yang Penyayang

    Pastikan bahwa dia adalah orang yang penyayang. Sebab, nanti bukan hanya kamu yang harus dia sayang, tapi juga ada keluargamu. Ketika dia bukan tipe orang penyayang, maka akan membuatmu sulit untuk mendekatkannya dengan keluargamu, keponakanmu, atau adikmu.

    2. Dia Adalah Orang yang Jujur

    Pastikan bahwa dia memiliki sifat jujur. Sebab, ketika sifat jujur sudah tertanam pada diri seseorang, maka dia akan dipercaya oleh orang lain. Kamu pun bisa menjadi lebih tenang dan tidak selalu curiga karena pada dasarnya dia tidak akan membohongimu walau dalam hal kecil sekalipun.

    3. Dia Adalah Orang yang Setia

    Yang dibutuhkan dalam sebuah hubungan adalah kesetiaan. Ketika sudah setia, maka godaan orang ketiga tidak akan mempan. Apalagi saat ini kamu hidup di jaman internet, di mana banyak pelakor yang bisa melakukan aksinya via media sosial. Jadi, kalau calon suamimu adalah tipe orang yang setia, maka dia tidak akan termakan godaan wanita lain di luar sana.

    4. Dia Adalah Orang yang Pekerja Keras

    Jangan melihat pria dari harta warisan orang tuanya, tapi lihatlah dari hasil jirih payahnya sendiri. Pastikan jika dia adalah seseorang pekerja keras. Sebab, ketika dia tipe orang pekerja keras, dia tidak suka dengan hal yang sifatnya bermalas-malasan. Dengan begitu, kamu pun bisa mencari kesejahteraan dan berjuang bersama dari awal.

    5. Dia Adalah Orang yang Pengertian

    Pria yang pengertian memang sangat didambakan oleh seorang wanita. Sebab, ketika seorang pria bisa sangat memahami kondisi wanita dalam hal apapun. Pria pengertian biasanya tidak suka menuntut banyak dari pasangannya. Justru dia akan memberi apa yang dibutuhkan oleh wanita tersebut.

    6. Dia Adalah Orang yang Rajin Beribadah

    Dan yang tak kalah penting juga pastikan bahwa pria yang kamu pilih adalah orang yang rajin beridabah. Sebab, ketika dia rajin beribadah maka bisa menjadi imam yang baik untuk membimbing dan menuntunmu ke jalan yang benar.

  • Jangan Takut Bertemu Calon Mertua Kalau Kamu Cinta Anaknya

    Bagi kalian yang sedang menjalin hubungan atau pacaran, alangkah baiknya kalian melakukan hubungan yang sehat.

    Dalam kasus ini, hubungan sehat diartikan sebagai hubungan yang tidak melanggar norma atau aturan yang berlaku serta tidak melenceng dari batas kewajaran.

    Cara paling mudah untuk mendapatkan hubungan yang sehat adalah saling mengenal dengan keluarga masing-masing.

    Hal umum yang diketahui bahwa pria cenderung takut untuk bertemu keluarga pacarnya, khususnya bertemu dengan ayah dari sang pacar.

    Hal tersebut dikarenakan sang pria takut jika ayah wanitanya menanyakan hal yang serius, seperti masalah pekerjaan atau hal yang menjurus ke pernikahan.

    Kadang juga, tak sedikit pria merasa takut jika nantinya ayah dari pacar tidak menyukainya karena beberapa alasa.

    Dengan begitu, sebuah kekhawatiran pun muncul, yakni hubungan mereka tidak mendapatkan restu yang akan menjadi momok dalam pikiran pria.

    Padahal, jika pria memang benar-benar sayang kepada pacarnya, ia tidak akan pernah ragu ataupun merasa takut jika dituntut untuk bertemu ayah dari wanita idamannya.

    Bagaimana tidak, justru dengan memiliki sifat gentle seperti itu, memberikan nilai positif bagi seorang pria.

    Untuk apa takut jika tidak melakukan kesalahan? Lantas, jika memang serius, mengapa tidak sampai nyali untuk sekedar berbincang hangat?

    Dengan penjabaran tersebut, bisa diambil kesimpulan ringan bahwa jika seorang pria takut bertemu orang tua karena pertanyaan yang lebih serius, maka cintanya juga perlu dipertanyakan.

    Sebab, ketika hati sudah mantap dan membulatkan tekad untuk hidup bersama, harusnya seorang pria senang dan justru menunjukkan antusiasnya, bukan malah menunda-nunda seakan bersembunyi di balik tubuh wanita.

    Untuk itu, cintailah orang yang benar-benar mencintai kita karena dalam cinta, ada sebuah etika yang tidak bisa ditawar, yakni keseriusan.

  • Menikah atau Karir? Polemik yang Tiada Akhir

    Bagi setiap insan yang sudah menginjak usia dewasa, tentunya mulai terbesit keinginan untuk memiliki bahtera kehidupan sendiri, yakni keluarga yang dimulai dengan pernikahan.

    Namun, menikah bukanlah suatu hal yang mudah bagi kaum muda. Ada begitu banyak pertimbangan serta polemik yang bisa mengurungkan niat mereka untuk menikah. Padahal usia sudah cukup matang, hanya saja nyali belum menunjukkan taringnya.

    Itulah fakta yang terjadi pada jaman yang semakin maju ini. Alasan umum orang enggan untuk menikah di usia yang tepat adalah faktor ekonomi. Mereka berdalih ingin meniti karir terlebih dahulu, baru menikah setelah karir yang diimpikan menjadi kenyataan.

    Perlu diingat, segala sesuatu memiliki parameter dan tolak ukur sendiri, termasuk dalam hal pernikahan. Sebagai insan yang bijaksana, sudah sepatutnya setiap manusia mengetahui parameter dan targetnya untuk menikah.

    Adapula yang ingin menikmati masa muda lebih lama lagi sehingga memilih untuk menunda pernikahan. Dengan begitu, muncullah sebuah pertanyaan, apakah dengan menikah, masa muda kita akan hilang? Atau harapan pada karir begitu saja hangus tertiup kabut kelam?

    Tidak! Sebenarnya, hal mendasar yang perlu disadari oleh setiap manusia tentang pernikahan ialah “KESIAPAN”. Ya, kesiapan adalah jawaban yang paling kompleks untuk mewakili kegelisahan yang dirasa.

    Karir baik tidak menjamin terwujudnya pernikahan yang baik pula. Begitu juga sebaliknya, usia matang belum tentu menjadikan pernikahan lebih nikmat. Justru jika terlalu matang, maka semakin cepat membusuk pula cita rasa itu.

    Usia berapapun dan materi seberapapun tidak bisa menjadi patokan dalam menentukan waktu pernikahan. Namun, dengan kesiapan, maka semua akan terasa nikmat karena tidak ada beban yang menjadi momok kehidupan.

    Kembali ke hakekatnya, bahwa rezeki manusia telah diatur oleh-Nya. Sangat tidak sopan jika kita merasa takut akan kekurangan. Sebab, merasa takut kekurangan adalah sebuah bentuk dari ketidaksyukuran kita terhadap ketentuan-Nya. Jadi, jangan menggunakan materi atau usia sebagai parameter, tapi menikahlah selagi kita “SIAP”.