Tag: models jurnalisme

  • Pelatihan Jurnalistik Lanjutan SMK Models Siliragung Ajak Peserta Perdalam Teknik Penulisan dan Pengelolaan Media Sekolah

    Pelatihan Jurnalistik Lanjutan SMK Models Siliragung Ajak Peserta Perdalam Teknik Penulisan dan Pengelolaan Media Sekolah

    sastrawacana.id/ – Pelatihan Jurnalistik Lanjutan Mojoer 2026 memasuki hari kedua pada Rabu, 11 Februari 2026, dengan menghadirkan dua narasumber, Andi Budi Setiawan, S.Pd dan Maulana Affandi, S.S.

    Kegiatan yang digelar di Ballroom Ed Hotel SMK Models ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas anggota baru Models Jurnalisme angkatan 02.

    Sebanyak 20 peserta mengikuti sesi yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut secara intensif dalam rangkaian Dialektika Media memperingati Hari Pers Nasional 2026.

    Hari kedua difokuskan pada penguatan ideologi jurnalistik pelajar dan strategi pengelolaan media sekolah agar lebih adaptif di era digital.

    Andi Budi Setiawan membuka sesi dengan materi bertajuk “Penguatan Jurnalistik Pelajar dalam Bingkai Sekolah Berkemajuan.”

    Dalam materinya, ia menekankan pentingnya membangun pola pikir jurnalis sejak dini.

    “Seorang jurnalis harus memiliki kesadaran, berpikir terbuka, dan menjadi pembelajar sepanjang hayat,” ujarnya di hadapan peserta.

    Andi BS di SMK Siliragung

    Menurut Andi, jurnalis pelajar tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis, tapi juga memikul tanggung jawab sebagai pencatat peristiwa sekaligus pembangun citra positif sekolah.

    Dalam paparannya, ia mengulas enam aspek utama:

    • mindset jurnalis,
    • peran jurnalis sekolah,
    • teknik menemukan angle,
    • reportase,
    • penulisan berita populer untuk media sosial,
    • etika jurnalistik.

    Ia mengingatkan bahwa satu peristiwa sekolah dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.

    “Berita yang baik tidak menceritakan semuanya, tetapi menyampaikan yang paling bermakna,” tegasnya.

    Andi juga menekankan pentingnya kepekaan dalam menemukan keunikan, dampak, maupun kisah perjuangan di balik sebuah kegiatan.

    Baginya, berita tidak boleh berhenti sebagai laporan formal, tetapi harus menghadirkan nilai dan makna.

    Soal etika, ia mengingatkan peserta untuk tetap objektif, menghindari isu SARA, serta memastikan setiap tulisan melalui proses cek dan edit.

    Sesi berlangsung interaktif melalui diskusi dan praktik menentukan angle berita agar peserta tidak terjebak pada gaya penulisan humas yang satu arah.

    Memasuki sesi kedua, Maulana Affandi menyampaikan materi “Revitalisasi Website sebagai Media Jurnalis Sekolah.”

    Ia menyoroti pentingnya website sebagai pusat informasi resmi di tengah arus digital yang cepat.

    “Di era digital, semua informasi bermuara ke website. Karena itu, website jurnalistik sekolah harus dikelola secara serius,” ujarnya.

    Affandi menjelaskan perbedaan mendasar antara website humas dan website jurnalistik.

    Jika website humas bersifat informatif satu arah, website jurnalistik menghadirkan sudut pandang yang mengajak pembaca berpikir.

    Ia menegaskan bahwa media sekolah tidak cukup hanya mendokumentasikan kegiatan, tetapi harus mampu menggali maknanya.

    “Jangan sekadar menulis kegiatan. Tulislah maknanya,” pesannya.

    Metode pelatihan memadukan pemaparan materi, Forum Group Discussion (FGD), dan praktik langsung.

    Maulana Affandi narasumber di SMK Models Siliragung

    Peserta diminta menyusun judul dan menentukan sudut pandang berita berdasarkan studi kasus.

    Salah satu peserta mengaku tertantang dalam menentukan angle tulisan.

    “Ternyata tidak mudah. Kita harus benar-benar memahami nilai dari sebuah kegiatan,” ungkapnya.

    Peserta lain menilai materi revitalisasi website membuka perspektif baru tentang arah pengembangan Models Jurnalisme ke depan.

    Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran Pembina Ekskul Models Jurnalisme, Cici Arista Devi, S.Pd., yang mendampingi proses perencanaan hingga pelaksanaan.

    Komitmennya dalam membangun budaya literasi sekolah menjadi fondasi kuat terselenggaranya pelatihan tersebut.

    Dukungan juga diberikan Kepala SMK Models yang menyediakan fasilitas dan kepercayaan penuh bagi pengembangan media sekolah.

    Sinergi antara manajemen sekolah dan pembina ekskul menjadi kunci keberlanjutan program jurnalistik di lingkungan sekolah.

    Lebih dari sekadar pelatihan, hari kedua Mojoer 2026 menjadi ruang refleksi tentang peran jurnalis pelajar di tengah arus informasi yang kompetitif.

    Menulis bukan sekadar merangkai kata, melainkan menjaga nilai, integritas, dan tanggung jawab.

    Dengan semangat “Menata Aksara, Membedah Realita,” Models Jurnalisme menegaskan komitmennya membangun budaya literasi yang kritis dan berdaya saing.

    Kini, estafet pengelolaan media berada di tangan generasi baru. Tantangannya adalah menjadikan website sekolah sebagai ruang narasi yang hidup, jujur, dan bermakna.

  • Harmoni Kopi dan Literasi ala X-Barue Coffee Warnai Milad Muhammadiyah ke-113

    Harmoni Kopi dan Literasi ala X-Barue Coffee Warnai Milad Muhammadiyah ke-113

    Gelaran Milad Muhammadiyah ke-113 pada Ahad, 16 November 2025 menghadirkan berbagai stan menarik, salah satu yang paling mencuri perhatian adalah X-Barue Coffee dengan konsep unik “Coffee & Literasi”.

    Bukan sekadar menyajikan kenikmatan kopi dalam setiap seduhannya, mereka juga mengajak pengunjung untuk lebih dekat dengan budaya literasi.

    Founder X-Barue Coffee, Muhammad Sodek, menjelaskan bahwa gagasan menggabungkan kopi dan literasi lahir dari kecintaannya terhadap dunia baca.

    X Barue Coffee

    “Kopi dan literasi itu seperti dua sejoli yang tidak bisa dipisahkan. Menikmati kopi sambil membaca itu rasanya nikmat,” ungkapnya penuh semangat.

    Menurutnya, membaca sambil menikmati kopi memberi pengalaman yang lebih fokus.

    “Ketika membaca sambil ngopi itu lebih fokus. Dengan menyeruput kopi, kita bisa lebih mudah mencerna,” tambahnya.

    Cici Arista Devi

    Sejalan dengan pandangan Cici Arista Devi, S.Pd, pembina Models Jurnalisme, yang menuturkan bahwa menikmati kopi sambil membaca membuka ruang rasa yang berbeda.

    “Saya bukan kopi holic, tapi ketika literasi disandingkan dengan kopi, setiap cecapan kopi yang saya nikmati menghadirkan sensasi yang sulit diungkapkan, approve banget sama konsep yang diusung X-Barue Coffee” tandasnya.

    Sodek juga berbagi bahwa pengalamannya berkunjung ke Yogyakarta memberikan motivasi kuat untuk menghadirkan konsep literasi dalam coffee shop-nya.

    “Di Jogja, banyak coffee shop yang identik dengan buku ada yang menyediakan buku untuk dibaca bahkan untuk dibeli. Selama ini di Banyuwangi rasanya belum banyak yang begitu, makanya itu memotivasi saya untuk membuat konsep Coffee & Literasi ,” ungkapnya.

    Kehadiran X-Barue Coffee dalam acara ini menunjukkan bahwa literasi dapat dipromosikan melalui cara sederhana namun dekat dengan keseharian masyarakat, salah satunya lewat suasana hangat di sekitar secangkir kopi.

  • Semarak Bulan Bahasa, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Gelar Lomba Literasi dan Workshop Pentigraf

    Semarak Bulan Bahasa, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Gelar Lomba Literasi dan Workshop Pentigraf

    Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa, SMK Muhammadiyah 8 Siliragung menggelar Lomba Baca Puisi dan Bercerita tingkat SD/MI se-Kabupaten Banyuwangi pada Minggu (26/10).

    Kegiatan bertajuk “Swara Kata Bulan Bahasa 2025: Berkarya dengan Bahasa, Berbudaya dengan Sastra” ini berlangsung meriah di ballroom ED Hotel SMK Models Siliragung.

    Sejak pagi, ratusan peserta bersama guru dan orang tua memenuhi ruangan dengan antusiasme tinggi.

    Suasana hangat dan penuh semangat mewarnai pembukaan lomba sekaligus pelaksanaan Workshop Pentigraf yang diikuti pelajar dari jenjang SMP hingga SMA sederajat.

    Dari jenjang SD/MI hingga SMP di wilayah Siliragung dan sekitarnya, antusiasme peserta menjadi bukti nyata bahwa dunia literasi kini semakin dekat dan digemari.

    Untuk lomba baca puisi, kategori A diikuti oleh 20 peserta dan kategori B diikuti 50 peserta. Sementara lomba bercerita diikuti oleh 43 peserta.

    Dewan juri terdiri dari tokoh dan praktisi sastra, antara lain Andi BS (Ketua KOPIWANGI), Andi Sep Kurniawan (Penulis Cerita Dwi Bahasa Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur), Meilysa Ajeng Kartika (Dosen dan Penulis), Heri Iskandar (Sastrawan Using dan Konten Kreator), Efa ET (penulis), serta Indriana Laili (jurnalis dari sastrawacana.id/).

    Adapun Workshop Pentigraf diikuti 60 peserta dari kalangan pelajar SMP dan SMA. Narasumber utama, Maulana Affandi, S.S., selaku Pemimpin Redaksi Sastrawacana dan Penerbit Lintang Banyuwangi, membagikan pengalaman menulis cerita tiga paragraf dengan pendekatan kreatif dan inspiratif.

    Suasana semarak literasi di ballroom ED Hotel SMK Muhammadiyah 8 Siliragung makin terasa hangat saat acara dibuka dengan sambutan dari Ketua KOPIWANGI, Andi Budi Setiawan.

    Andi Budi Setiawan

    Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada pihak sekolah yang telah menghadirkan kegiatan literasi yang kreatif dan inspiratif.

    “Saya memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Kepala SMK Models Siliragung yang telah mengadakan event literasi yang begitu hebat. Tidak semua lembaga pendidikan mampu menghadirkan kegiatan sebesar dan seindah ini,” ungkap Andi penuh semangat.

    Ia juga berpesan kepada peserta untuk menjadikan lomba sebagai ruang kebahagiaan, bukan sekadar kompetisi.

    “Menang atau kalah itu biasa. Yang penting, tampil dengan hati senang dan sepenuh hati karena dari situlah semangat literasi sejati lahir,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala SMK Muhammadiyah 8 Siliragung, Muhlas Efendi, S.T., menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi jembatan untuk memperluas wawasan dan memperhalus budaya.

    “Bahasa bukan sekadar retorika, melainkan sarana memahami kehidupan dan menebar kebaikan,” tuturnya.

    Muhlas juga menyoroti pentingnya kegiatan literasi di sekolah, khususnya melalui ekstrakurikuler jurnalistik yang aktif membina siswa SMP di wilayah Siliragung.

    “Anak-anak jurnalistik kami turun langsung ke sekolah-sekolah menengah untuk berbagi ilmu menulis berita. Ini bentuk nyata bahwa literasi dapat menjadi amal ibadah yang luas manfaatnya,” ujarnya.

    Dalam sambutannya, ia sempat bernostalgia tentang masa mudanya sebagai pimpinan redaksi media kampus.

    Pengalaman itu menurutnya menjadi pelajaran berharga tentang bagaimana menulis dan berpikir kritis dapat membentuk karakter dan kepekaan sosial.

    Lomba Baca Puisi SMK Models Siliragung

    Setelah sambutan dan pembukaan resmi oleh Kepala Sekolah, para peserta diarahkan menuju ruang lomba masing-masing. Sementara itu, peserta Workshop Pentigraf tetap di ballroom untuk mengikuti sesi pelatihan intensif.

    Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi SMK Muhammadiyah 8 Siliragung dengan KOPIWANGI, Sastrawacana, dan Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Kesuksesan acara juga tak lepas dari kerja keras Tim Panitia Ekskul Models Jurnalisme di bawah koordinasi Cici Arista Devi, selaku tenaga pendidik sekaligus pembina dari tim jurnalis di  SMK Models Siliragung. (Andi BS)