Tag: MTS Maulana Ishaq

  • Literasi Digital: Saat Kata-Kata Menemukan Sayapnya di MTs Maulana Ishaq Kabat

    Literasi Digital: Saat Kata-Kata Menemukan Sayapnya di MTs Maulana Ishaq Kabat

    Di sebuah ruang yang tak lagi dibatasi dinding dan jarak, kata-kata menemukan jalannya untuk tumbuh.

    Dari layar-layar kecil yang menyala di sudut-sudut sekolah dasar hingga madrasah ibtidaiyah se-Banyuwangi, suara anak-anak bergetar, mengalir, lalu menjelma makna.

    Di sanalah Festival Literasi Season 2 yang digelar MTs Maulana Ishaq Kabat berlangsung—bukan sekadar lomba, melainkan perayaan bahasa yang hidup.

    Mengusung tema “Berani Bicara, Indah Berkata, Hebat Bercerita”, festival ini seperti membuka gerbang bagi imajinasi untuk berjalan lebih jauh.

    Teknologi bukan lagi sekadar alat, melainkan jembatan yang mempertemukan keberanian dan ekspresi.

    Melalui rekaman video, para peserta menuturkan dunia mereka—dalam pidato yang tegas, puisi yang lirih, dan dongeng yang berdenyut hangat.

    Kepala MTs Maulana Ishaq Kabat, Rustam Effendi, S.Pd.I., melihat lebih dari sekadar inovasi. Ia menyaksikan sebuah gerakan yang perlahan tumbuh dari keberanian kecil anak-anak yang belajar bersuara.

    “Ini bukan hanya tentang lomba. Ini tentang bagaimana anak-anak belajar percaya pada suaranya sendiri,” ujarnya, dengan nada yang menyimpan harapan panjang.

    Di balik layar penilaian, para juri membaca bukan hanya kata, tetapi juga getar yang menyertainya.

    H. Syafaat bersama Joko Wiyono dan Andi Budi Setiawan menjadi saksi bagaimana bahasa tumbuh dalam tubuh generasi muda—kadang gugup, kadang gemilang, namun selalu jujur.

    Dalam pesan penutupnya, Syafaat mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah puncak, melainkan jalan yang terus berlanjut.

    “Yang terpenting bukan siapa yang berdiri di atas podium, tetapi siapa yang mampu menyampaikan makna dengan utuh—dengan hati yang hadir di setiap kata,” tuturnya.

    Festival ini pun menghadirkan wajah baru literasi: bersanding dengan dunia digital, bergaul dengan algoritma, bahkan diuji oleh jumlah suka dan penonton di platform seperti TikTok.

    Namun di balik angka-angka itu, tetap ada ruh yang tak tergantikan—kejujuran dalam bercerita.

    Pada akhirnya, panggung itu menemukan pemenangnya. MI Darul Falah Gombolirang menjulang sebagai Juara Umum, sementara SDN 3 Macan Putih dipeluk oleh riuh dukungan sebagai Juara Favorit.

    Tetapi lebih dari itu, setiap peserta pulang membawa sesuatu yang tak kasatmata: keberanian yang tumbuh, bahasa yang menemukan bentuknya, dan mimpi yang mulai percaya diri untuk diucapkan.

    Festival ini menjadi bukti bahwa di tengah derasnya arus teknologi, kata-kata tidak tenggelam. Ia justru menemukan sayapnya—terbang lebih jauh, menyapa lebih banyak hati.

    Dan dari Kabat, sebuah pesan sederhana berangkat: bahwa masa depan tidak hanya dibangun oleh mereka yang pandai berbicara, tetapi oleh mereka yang mampu merawat makna di dalam setiap kata yang diucapkannya.

  • Semangat Baru Para Pendidik Menggema di Seminar Motivasi MTS Maulana Ishaq Benelan Lor Banyuwangi

    Semangat Baru Para Pendidik Menggema di Seminar Motivasi MTS Maulana Ishaq Benelan Lor Banyuwangi

    Sebagai upaya memperkuat semangat para pendidik dalam menjalankan tugas mulia mereka, MTS Maulana Ishaq Benelan Lor menggelar Seminar Motivasi pada Sabtu (29/11) dengan tema “Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Inspirasi.”

    Seluruh guru dan tenaga kependidikan hadir sebagai bentuk komitmen bersama untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran.

    Seminar ini mengajak para guru untuk meneguhkan kembali peran mereka, bukan hanya sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga sebagai pembimbing yang memberi perhatian, keteladanan, dan dorongan positif bagi perkembangan siswa.

    Mengajar dengan hati menuntut empati dalam proses pembelajaran, sementara mendidik dengan inspirasi mendorong guru untuk terus berinovasi dan menjadi teladan bagi peserta didik.

    Kegiatan diawali oleh sambutan Kepala Sekolah, Rustam Effendi, S.Pd.I, yang menegaskan bahwa momentum ini penting sebagai penyegaran kembali energi dan niat para pendidik.

    “Seminar ini kami selenggarakan untuk menguatkan kembali komitmen kita sebagai guru. Mengajar bukan hanya soal menyampaikan pelajaran, tetapi bagaimana kita memberikan pengaruh positif bagi pembentukan karakter siswa. Saya berharap kegiatan ini menjadi penyemangat baru bagi seluruh guru untuk terus menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inspiratif, dan tulus,” ujarnya.

    Rustam juga menekankan bahwa perkembangan zaman menuntut guru untuk senantiasa belajar dan beradaptasi.

    “Saat ini dunia pendidikan berubah sangat cepat, baik dari sisi teknologi maupun karakter siswa. Kita harus siap mengikuti perubahan tersebut. Dengan ketulusan mengajar dan semangat memberikan inspirasi, saya yakin sekolah kita mampu mencetak generasi yang cerdas sekaligus berakhlak baik,” tambahnya.

    Seminar Motivasi MTS Maulana Ishaq Banyuwangi

    Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh narasumber, Agung Surya Wirawan, entrepreneur sekaligus pendidik yang menekankan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan profesi sebagai guru.

    Dalam penyampaian materinya, Agung menekankan bahwa profesi guru menuntut keikhlasan dan pengabdian yang tulus.

    Ia menyampaikan bahwa menjadi guru mungkin bukan pekerjaan dengan gaji terbesar, namun setiap kebaikan yang diberikan akan selalu mendapat balasan, begitu pula kelalaian yang pasti memiliki konsekuensinya.

    “Dalam bidang apa pun, termasuk dunia pendidikan, kita dituntut untuk benar-benar ikhlas dalam menjalankan pengabdian. Menjadi guru mungkin bukan profesi dengan gaji terbesar, tetapi percayalah, setiap kebaikan selalu memiliki balasan, dan setiap kelalaian pun memiliki konsekuensinya. Tuhan tidak pernah salah memberi reward maupun punishment,” terangnya.

    Lebih lanjut, Agung juga menegaskan bahwa guru harus bekerja dengan hati, totalitas dalam mengajar, tulus dalam membimbing, dan sungguh-sungguh menghadirkan layanan terbaik bagi siswa.

    “Guru bukan hanya menyampaikan materi, tetapi menghadirkan keteladanan, menyalakan inspirasi, dan menjadi cahaya yang membentuk masa depan. Ketika kita mengajar dengan hati, setiap langkah kecil kita akan menjadi amal besar bagi generasi yang kita bimbing,” ujarnya.

    Setelah pemaparan materi yang bermakna oleh narasumber, seminar kemudian ditutup dengan sesi refleksi dan diskusi antarguru.

    Pada sesi ini, para pendidik berbagi pengalaman, tantangan, serta strategi pembelajaran yang lebih efektif.

    Diharapkan kegiatan ini mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, menyenangkan, dan bermakna bagi seluruh siswa.

  • MTs Maulana Ishaq Buktikan Komitmen Pendidikan Bermutu Lewat PKKM 2025

    MTs Maulana Ishaq Buktikan Komitmen Pendidikan Bermutu Lewat PKKM 2025

    Kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) di MTs Maulana Ishaq berjalan dengan lancar dan penuh semangat, pada Selasa (11/11).

    Kegiatan ini menjadi agenda tahunan yang memiliki peran penting sebagai sarana evaluasi kinerja kepala madrasah.

    Melalui kegiatan ini, dilakukan penilaian atas pelaksanaan tugas, tanggung jawab, serta upaya kepala madrasah sebagai manajer guna meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan madrasah.

    Evaluasi ini juga menjadi tolok ukur bagi keberhasilan program kerja dan arah pengembangan madrasah menuju lembaga pendidikan yang semakin berkualitas.

    PKKM dilaksanakan dengan tujuan untuk menilai sejauh mana kepala madrasah menjalankan fungsi manajerial, supervisi, dan pengembangan lembaga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

    Selain sebagai bentuk penilaian, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan agar kepala madrasah terus meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya dalam menjalankan tugas.

    Dalam kegiatan tersebut, hadir dua pengawas dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, yaitu Faiz Abadi, M.Si. dan Drs. Edy Suharto, M.Pd.

    Keduanya melaksanakan penilaian dari berbagai aspek, seperti pemeriksaan dokumen, wawancara, serta observasi terhadap pelaksanaan program dan aktivitas madrasah selama satu tahun terakhir.

    Seluruh guru dan tenaga kependidikan turut mendukung kegiatan ini dengan menyiapkan data dan informasi yang diperlukan agar proses penilaian berjalan lancar dan objektif.

    PKKM 2025 MTs Maulana Ishaq

    Kepala MTs Maulana Ishaq, Rustam Effendi, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan PKKM menjadi kesempatan penting bagi dirinya dan seluruh warga madrasah untuk menilai sejauh mana kinerja yang telah dilakukan selama setahun terakhir.

    Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga ajang refleksi dan motivasi untuk terus berbenah.

    “Dari hasil PKKM ini, kami bisa belajar banyak hal, memperbaiki yang kurang, dan merancang langkah ke depan agar mutu pendidikan di MTs Maulana Ishaq semakin baik,” ujarnya dengan penuh semangat.

    Ia juga menegaskan bahwa hasil penilaian ini akan menjadi acuan untuk pengembangan madrasah, baik dalam bidang akademik maupun kegiatan nonakademik, agar MTs Maulana Ishaq terus tumbuh menjadi madrasah yang unggul dan berprestasi.

    Suasana di MTs Maulana Ishaq tampak begitu hidup saat kegiatan PKKM tahun 2025 berlangsung. Kolaborasi yang baik serta kebersamaan yang tinggi menjadi kunci suksesnya acara ini.

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga momentum untuk refleksi dan perbaikan menuju arah yang lebih baik.

    Harapannya, MTs Maulana Ishaq terus berkembang menjadi madrasah unggul yang melahirkan generasi berprestasi dan berkarakter Islami.

  • MTs Maulana Ishaq Peringati Hari Pahlawan dengan Teater Puisi yang Menginspirasi

    MTs Maulana Ishaq Peringati Hari Pahlawan dengan Teater Puisi yang Menginspirasi

    Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional 2025 dengan tema “Pahlawanku Teladanku: Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” keluarga besar MTs Maulana Ishaq menggelar upacara bendera sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan, Senin (10/11).

    Sejak pagi, halaman madrasah telah dipenuhi siswa-siswi yang tampil rapi mengenakan pakaian adat, batik, dan busana daerah dari berbagai penjuru Nusantara.

    Upacara bendera berlangsung lancar dan penuh semangat sebagai wujud cinta tanah air.

    Petugas upacara melaksanakan tugas dengan tertib dan penuh tanggung jawab, sementara peserta mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan khidmat.

    Suasana di lapangan terasa tenang dan khusyuk saat bendera Merah Putih dikibarkan.

    Momen ini menjadi pengingat akan pentingnya disiplin, rasa hormat, dan kebersamaan dalam menumbuhkan semangat nasionalisme di kalangan siswa.

    Suasana upacara semakin semarak dengan penampilan istimewa dari OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) MTs Maulana Ishaq yang membawakan teater puisi bertema “Pertempuran 10 November.”

    Melalui perpaduan drama, puisi, dan musik, para siswa berhasil menggambarkan semangat perjuangan para pahlawan yang rela berkorban demi kemerdekaan.

    Teater Puisi MTs Maulana Ishaq

    Pertunjukan tersebut mengingatkan seluruh peserta upacara bahwa kebebasan yang dirasakan saat ini lahir dari keberanian, persatuan, dan tekad kuat mempertahankan kehormatan bangsa.

    Karya kreatif dari OSIM itu mendapat tepuk tangan meriah dari guru dan siswa yang hadir.

    Banyak di antara mereka tampak terharu dan bangga menyaksikan semangat para siswa dalam menghayati nilai-nilai kepahlawanan melalui seni pertunjukan.

    Kepala MTs Maulana Ishaq, Bapak Rustam Efendi, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan tersebut.

    “Kegiatan seperti ini menjadi cara yang menarik untuk menanamkan nilai perjuangan dan semangat cinta tanah air. Melalui teater puisi, siswa tidak hanya belajar sejarah, tetapi juga belajar mengekspresikan semangat juang dengan cara yang kreatif,” ujarnya.

    Beliau menambahkan bahwa MTs Maulana Ishaq akan terus mendorong kegiatan positif yang membentuk karakter siswa agar menjadi generasi yang berakhlak, bersemangat, dan memiliki daya juang tinggi.

    Upacara Hari Pahlawan tahun ini menjadi momen berkesan bagi seluruh warga madrasah. Dengan semangat kepahlawanan dan kreativitas, siswa-siswi MTs Maulana Ishaq menunjukkan tekad untuk menjadi generasi penerus perjuangan bangsa.

    Nilai-nilai perjuangan seperti keberanian, keikhlasan, tanggung jawab, dan cinta tanah air tercermin dalam sikap peserta didik selama kegiatan berlangsung.

    Mereka belajar bahwa menjadi pahlawan tidak selalu berarti berperang, melainkan berjuang melalui ilmu, kerja keras, dan kontribusi nyata bagi lingkungan.

    Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh, menjadikan para siswa pribadi tangguh yang siap menjaga dan meneruskan cita-cita para pahlawan Indonesia.

  • MTS Maulana Ishaq Rayakan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda dengan Panggung Kreativitas

    MTS Maulana Ishaq Rayakan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda dengan Panggung Kreativitas

    Dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda, MTs Maulana Ishaq mengadakan berbagai lomba antarkelas yang berlangsung selama dua hari, dimulai pada tanggal 21 hingga 22 Oktober 2025.

    Dengan mengusung tema “Merajut Keindahan Warisan Nusantara melalui Kata dan Cerita,” kegiatan ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa.

    Beragam lomba seperti pidato, puisi, dan mendongeng menjadi wadah bagi peserta untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan kemampuan berbahasa Indonesia.

    Kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan Bulan Bahasa semata, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pembentukan karakter, pelatihan mental berkompetisi, serta ajang menumbuhkan rasa percaya diri.

    Kepala MTs Maulana Ishaq, Rustam Effendi, S.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

    “Kami sangat mengapresiasi semangat para siswa. Lomba seperti ini penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap bahasa Indonesia serta melatih keberanian tampil di depan umum,” ujarnya.

    Selama kurun waktu 2020–2025, MTs Maulana Ishaq telah menorehkan berbagai prestasi di tingkat kabupaten dalam bidang pidato dan puisi.

    Menurut pihak sekolah, capaian tersebut merupakan hasil dari kegiatan positif seperti lomba Bulan Bahasa yang secara rutin diadakan setiap tahun.

    Kemeriahan kegiatan tampak dari penampilan siswa yang penuh ekspresi, penghayatan, dan kreativitas. Acara diakhiri dengan pengumuman pemenang dan penyerahan penghargaan kepada para juara.

    Melalui kegiatan ini, MTs Maulana Ishaq berharap dapat terus menumbuhkan generasi muda yang mencintai bahasa dan budaya bangsa, serta menjadi teladan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan.