Tag: musik

  • Mengenal Alat Musik Tifa dan Cara Memainkannya

    Mengenal Alat Musik Tifa dan Cara Memainkannya

    Alat Musik Tifa

    Tifa adalah alat musik tradisional Indonesia yang berasal dari Provinsi Papua yang menjadi identitasi asli masyarakat Papua dan Maluku.

    Alat musik tradisional ini mempunyai bentuk yang menyerupai gendang, terbuat dari kayu yang lubang di bagian tengahnya.

    Pada bagian lubang tersebut ditutup dengan kulit binatang sehingga bentuknya mirip dengan gendang.

    Alat musik Tifa juga mempunyai beberapa jenis, yakni Tifa Bas, Tifa Jekir Potong, Tifa Potong, Tifa Dasar, dan Tifa Jekir.

    Masyarakat Papua dan Maluku menggunakan alat musik tradisional ini sebagai instrumen pengiring dalam tarian adat.

    Penyebutan Tifa juga mempunyai beberapa istilah, yaitu Tihal atau Tahito di Maluku Tengah dan Titir di Pulau Aru.

    Alat musik ini juga dilengkapi dengan berbagai ukiran yang melambangkan ciri khas daerah masing-masing di Maluku atau Papua.

    Cara Memainkan Alat Musik Tifa

    Cara memainkan alat musik Tifa adalah dipukul dengan kedua tangan pada bagian kulit gendang untuk mengeluarkan suaranya.

    Pada bagian tengahnya terdapat lubang dimana salah satu ujungnya di tutup dengan menggunakan kulit rusa.

    Untuk menghasilkan suara yang bagus dan nyaring kulit rusa ini harus dikeringkan terlebih dahulu.

    Fungsi Alat Musik Tifa

    Alat musik Tifa mempunyai fungsi sebagai alat musik yang berguna untuk mengiringi tari-tarian dalam pesta adat.

    Biasanya tari-tarian ini diadakan untuk menyambut tamu atau sebagai tarian perang karena Tifa memiliki peran penting dalam kebudayaan Papua dan sering dijadikan simbol dari keberanian dan semangat juang masyarakat Papua

    Papua adalah salah satu daerah yang kental dengan berbagai acara ritual yang diiringi dengan musik ritual sebagai pendukungnya.

    Irama tabuh yang dikeluarkan dari Tifa akan terasa sakral dan menjadi sangat penting dalam berbagai kegiatan yang diadakan.

    Alat musik tradisional Tifa dianggap penting bagi suku di Papua karena mereka menganggapnya sebagai ‘oksigen’ yang dibutuhkan setiap hari untuk bernapas.

    Fungsi alat musik tifa juga sebagai bentuk kebesaran bagi kepala suku serta menjadi salah satu alat musik yang memiliki nilai sakral.

    Keunikan Alat Musik Tifa

    Alat musik tradisional Tifa termasuk sebagai single-headed frame drum.

    Saat ini alat musik Tifa tidak hanya dimainkan di wilayah Papua dan Maluku saja, melainkan telah menyebar ke beberapa wilayah di Indonesia.

    Keunikan alat musik ini terletak pada bunyi dan juga motifnya. Motif ini juga dapat menjadi tanda dari kepemilikan serta marga mana orang tersebut berasal.

    Karena keunikannya itulah, alat musik ini dijadikan sebagai simbol, identitas, kebanggaan, dan sebagai sarana penguat hubungan antar masyarakat.

  • Pengertian Alat Musik Melodis, Fungsi, Beserta Contohnya

    Pengertian Alat Musik Melodis, Fungsi, Beserta Contohnya

    Pengertian Alat Musik Melodis

    Alat musik melodis adalah alat musik yang dimainkan untuk menghasilkan nada dan melodi pada sebuah lagu, yang tidak dapat dilakukan oleh alat musik ritmis.

    Melodi terbagi dalam beberapa nada seperti nada rendah, nada tinggi, harga nada, dan pola nada yang membentuk sebuah lagu.

    Menurut Setianingsih, dkk, (1999:16) menegaskan alat musik melodis sangat beragam baik nama, bentuk dan cara memainkanya.

    Berdasarkan cara memainkannya alat musik melodis dibedakan menjadi, 4 yaitu:

    (1) Alat musik melodis tiup: recorder, seruling, terompet, harmonika, pianika, seksofon,
    (2) Alat musik melodis petik: mandolin, gitar, kecapi,
    (3) Alat musik melodis gesek: selo, rebab, biola,
    (4) Alat musik melodis pukul: bonang, saron, gambang.

    Ada begitu banyak alat musik melodis yang tersebar di seluruh dunia.

    Alat musik ini akan menghasilkan suara dan irama yang digunakan untuk melengkapi harmonis sebuah musik.

    Untuk memainkannya dibutuhkan keterampilan yang harus dipelajari terlebih dahulu.

    Cara Memainkan Alat Musik Melodis

    Untuk dapat memainkan alat musik melodis ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yakni sebagai berikut:

    1. Dipukul

    Alat musik ini biasanya menggunakan pemukul yang terbuat dari kayu atau karet yang dilapisi kain.

    2. Dipetik

    Alat musik melodis ini dimainkan dengan cara dipetik menggunakan jari atau alat bantu seperti plastik atau logam guna mengeluarkan bunyi.

    3. Digesek

    Alat musik ini dimainkan dengan cara di gesek menggunakan dawai dari bahan yang kuat seperti stik kayu, bahan sintetis, atau rambut kuda.

    4. Ditiup

    Cara memainkan alat musik ini harus menggunakan teknik serta latihan pernapasan. Saat ditiup alat musik ini akan mengeluarkan nada.

    5. Ditepuk

    Sesuai namanya, alat musik ini harus ditepuk guna menghasilkan suara yang indah.

    6. Digoyang

    Untuk menggunakan alat musik ini harus digoyang agar dapat menghasilkan nada.

    7. Dihisap

    Diperlukan tariakan nafas serta hembusan udara dari mulut dalam menggunakan alat musik ini agar menghasilkan nada.

    Fungsi Alat Musik Melodis

    Alat musik melodis diyakini mampu menggerakkan indera dan ingatan sehingga mempunyai beberapa fungsi antaranya sebagai berikut:

    1. Terapi

    Alat musik dapat menjadi salah satu alat terapi guna menunjang kesehatan seseorang.

    2. Pembelajaran

    Alat musik melodis juga dapat menjadi media pembelajaran saat di sekolah, di rumah, konser, dan lainnya.

    3. Pengiring lagu

    Alat musik melodis juga mempunyai fungsi sebagai pengiring lagu agar sebuah lagu menjadi lebih enak untuk didengar.

    4. Pengiring tari

    Beberapa alat musik melodis juga digunakan untuk pengiring tari, seperti tari tradisional di Indonesia.

    Contoh Alat Musik Melodis

    Alat musik melodis mempunyai beberapa jenis dan bentuk. Beberapa contohnya diantaranya sebagai berikut:

    1. Xylophone

    2. Balafon

    3. Sound Stool

    4. Slit Drums

    5. Waterphone

    6. Marimbula

    7. Kalimba

    8. Glockenspiel: Auris

    9. Glockenspiel: Sonor

    10. Sen-Plates

    11. Boomwhackers

    12. Harmonium, Dalstina, dan Shruti Box

    13. Pianika atau Melodica

    14. Akordion

    15. Concertina

    16. Gitar

    17. Biola

    18. Klarinet

    19. Cello

    20. Harpa

    21. Terompet

    22. Trombon

    23. Kecapi

    24. Angklung

    25. Kalintang

    Itulah beberapa alat musik melodis yang ada di seluruh dunia. Apapun jenis alat musiknya tentu dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang diinginkan.

  • Contoh alat musik yang menggunakan tangga nada jenis pelog dan slendro adalah?

    Contoh alat musik yang menggunakan tangga nada jenis pelog dan slendro adalah?

    Contoh alat musik yang menggunakan tangga nada jenis pelog dan slendro adalah gamelan, suling, pianika.

    Pengertian Pelog

    Pelog adalah laras dalam karawitan yang dalam satu gembyangan (oktafnya) dibagi menjadi tujuh nada.

    Pelog juga sering disebut sebagai jenis nada tradisional Indonesia yang digunakan dalam musik gamelan.

    Skala Pelog terdiri dari tujuh nada yang disusun secara berurutan, yaitu nem, sanga, lima, barang, nong, roa, dan tala.

    Setiap nada memiliki interval tertentu antara satu sama lain, yang menciptakan nuansa khas dalam musik pelog.

    Tangga nada jenis pelog biasanya memiliki karakteristik yang sifatnya menenangkan dan punya kesan penghormatan.

    Pelog sering digunakan dalam musik tradisional Jawa dan Bali, serta dalam seni pertunjukan seperti wayang dan tari.

    Skala ini memberikan karakteristik suara yang unik dan kaya, menciptakan suasana yang mendalam dan emosional dalam musik.

    Pengertian Slendro

    Slendro adalah laras dalam karawitan yang dalam satu gembyangan (oktafnya) dibagi menjadi lima nada.

    Slendro juga menjadi salah satu jenis nada musik tradisional Indonesia yang digunakan dalam musik gamelan.

    Slendro terdiri dari lima nada yang disusun secara berurutan, yaitu nem, lima, nem, lima, dan nem.

    Jenis musik ini tidak memiliki nadanya yang tumpang tindih atau berjarak setengah nada seperti pada skala musik barat.

    Tangga nada jenis slendro biasanya memiliki karakteristik yang sifatnya gembira, berani, gagah, lincah.

    Slendro sering digunakan dalam musik tradisional Jawa dan Bali, serta dalam pertunjukan seni seperti wayang dan tari.

    Jenis nada ini memberikan karakteristik suara yang khas dan sering dikaitkan dengan suasana yang ceria dan riang.

    Dalam gamelan, alat musik seperti saron, demung, dan bonang digunakan untuk memainkan nada-nada dalam skala Slendro.

    Slendro merupakan salah satu aset budaya yang berharga dalam musik Indonesia.

    Penggunaan slendro masih dilestarikan dan terus berkembang dalam berbagai konteks musik tradisional maupun kontemporer, memperkaya warisan budaya musik Indonesia yang kaya dan beragam.

  • Perubahan Nada Seperti Naik turun dan Tinggi Rendahnya Suara Disebut?

    Perubahan Nada Seperti Naik turun dan Tinggi Rendahnya Suara Disebut?

    Perubahan nada seperti naik turun dan tinggi rendahnya suara disebut intonasi. Intonasi merupakan salah satu aspek penting dalam komunikasi lisan maupun musik karena mampu menyampaikan makna, perasaan, dan emosi yang terkandung dalam sebuah ucapan atau lagu.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), intonasi memiliki beberapa pengertian, antara lain:

    • Lagu kalimat, yaitu pola naik turun suara yang digunakan untuk menekankan makna tertentu dalam sebuah kalimat.
    • Ketepatan penyajian tinggi rendah nada, khususnya dalam dunia musik, yang berkaitan dengan kemampuan seorang penyanyi menyampaikan nada dengan tepat.
    • Ketepatan pengucapan dan irama kalimat dalam dialog, misalnya yang dilakukan oleh seorang aktor saat menampilkan adegan tertentu di panggung atau layar.

    Secara luas, intonasi dapat diartikan sebagai irama pengucapan kalimat dalam sebuah dialog yang menandakan kondisi atau suasana dalam adegan tersebut.

    Misalnya, intonasi bisa naik untuk mengekspresikan pertanyaan, rasa ingin tahu, atau keterkejutan, sementara intonasi yang menurun bisa menunjukkan kepastian, penegasan, atau rasa sedih.

    Dalam percakapan sehari-hari, intonasi membantu pendengar memahami maksud pembicara dan membedakan apakah kalimat tersebut berupa pertanyaan, perintah, atau pernyataan biasa.

    Dalam musik, intonasi menjadi aspek yang tidak kalah penting. Ketepatan penyajian nada dalam setiap bait atau lirik lagu akan menciptakan dinamika dan nuansa tertentu.

    Penyanyi yang mampu mengontrol intonasi dengan baik akan membuat lagu terdengar lebih harmonis, enak didengar, dan mampu menyentuh perasaan pendengar. Tanpa intonasi yang tepat, sebuah lagu akan terdengar datar, monoton, dan kurang ekspresif.

    Selain itu, intonasi juga dapat digunakan sebagai alat ekspresi dalam berbagai bentuk seni pertunjukan, seperti teater, pidato, atau pembacaan puisi.

    Dengan pengaturan intonasi yang baik, pembicara atau performer dapat menekankan pesan tertentu, membangun ketegangan, dan membuat audiens lebih mudah memahami isi pembicaraan atau cerita yang disampaikan.

    Singkatnya, intonasi bukan hanya sekadar naik turun suara, tetapi merupakan alat penting untuk menyampaikan makna, perasaan, dan nuansa dalam komunikasi verbal maupun musik, sehingga interaksi menjadi lebih hidup, jelas, dan bermakna.

  • Keras Lembutnya Bunyi Musik Disebut?

    Keras Lembutnya Bunyi Musik Disebut?

    Keras lembutnya bunyi musik disebut dinamika.

    Dalam dunia musik, terdapat berbagai unsur yang membentuk keindahan dan kekuatan sebuah karya. Salah satu unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dari musik adalah dinamika.

    Dinamika dapat diartikan sebagai keras atau lembutnya bunyi dalam sebuah lagu atau komposisi musik. Unsur ini membuat musik menjadi lebih hidup, ekspresif, dan menyentuh perasaan pendengar.

    Tanpa adanya dinamika, musik akan terdengar datar dan monoton. Sebaliknya, dengan pengaturan dinamika yang tepat, musik mampu menghadirkan nuansa berbeda pada setiap bagian lagu, mulai dari kesan tenang, haru, riang, hingga penuh semangat.

    Fungsi Dinamika dalam Musik

    Dinamika memiliki peran yang sangat penting, baik bagi komposer, pemain musik, maupun pendengar. Beberapa fungsi utamanya antara lain:

    1. Menyampaikan Ekspresi

    Dinamika membantu menggambarkan perasaan yang ingin disampaikan. Misalnya, bunyi lembut biasanya dipakai untuk suasana sedih atau tenang, sedangkan bunyi keras menandakan semangat atau kemarahan.

    2. Menekankan Bagian Tertentu

    Dengan perubahan keras-lembut, bagian penting dari lagu dapat ditonjolkan. Hal ini membuat pendengar lebih mudah menangkap pesan utama musik.

    3. Menghidupkan Musik

    Dinamika ibarat “ruh” dalam musik. Tanpa dinamika, lagu hanya akan menjadi deretan nada tanpa rasa.

    4. Menyesuaikan dengan Lirik

    Dalam lagu yang memiliki syair, dinamika digunakan untuk menyesuaikan nuansa musik dengan isi lirik. Jika lirik menceritakan kebahagiaan, musik akan terdengar riang; jika bercerita tentang kesedihan, musik akan terdengar lirih.

    Istilah-Istilah Dinamika

    Dalam notasi musik, dinamika ditunjukkan dengan simbol atau istilah tertentu, biasanya menggunakan bahasa Italia. Beberapa istilah dinamika yang umum digunakan, antara lain:

    • Pianissimo (pp) : Sangat lembut
    • Piano (p) : Lembut
    • Mezzo piano (mp) : Agak lembut
    • Mezzo forte (mf) : Agak kuat
    • Forte (f) : Kuat
    • Fortissimo (ff) : Sangat kuat

    Selain itu, ada juga tanda perubahan dinamika, misalnya:

    • Crescendo (<) : Bunyi semakin lama semakin kuat
    • Decrescendo (>) atau Diminuendo (dim.) : Bunyi semakin lama semakin lembut

    Penggunaan tanda dinamika ini sangat membantu pemain musik untuk membawakan lagu sesuai dengan maksud komposer.

  • Sebutkan Jenis Tanda Kromatis? Simak Penjelasannya

    Sebutkan Jenis Tanda Kromatis? Simak Penjelasannya

    Pengertian Tanda Kromatis

    Tanda kromatis adalah tanda dalam notasi musik yang digunakan untuk mengubah tinggi rendahnya nada asli.

    Tanda ini berfungsi menaikkan atau menurunkan sebuah nada setengah langkah (setengah nada), sehingga menghasilkan warna bunyi baru yang berbeda dari nada dasarnya.

    Dalam musik, terdapat dua jenis tangga nada, yaitu diatonis (tujuh nada pokok: do, re, mi, fa, sol, la, si) dan kromatis (dua belas nada yang terdiri dari tujuh nada pokok ditambah lima nada hasil perubahan). Nah, tanda kromatis inilah yang memungkinkan terbentuknya nada-nada tambahan tersebut.

    Dengan adanya tanda kromatis, musik menjadi lebih kaya karena tidak hanya terpaku pada nada asli, tetapi bisa menghadirkan nuansa yang lebih beragam.

    Jenis Tanda Kromatis

    Tanda kromatis atau aksidental memiliki tiga jenis tanda, diantaranya:

    • Kres/sharp (♯) digunakan untuk menaikkan nada ½ jarak. Nada yang dinaikkan ½ jarak mendapat akhiran “is” (contoh: C menjadi Cis).
    • Mol/flat (♭) digunakan untuk menurunkan nada ½ jarak. Nada yang diturunkan ½ jarak mendapat akhiran “es” (contoh: D menjadi Des).
    • Pugar/natural (♮) digunakan untuk mengembalikan nada-nada yang telah dinaikkan atau diturunkan ke nada awal. (contoh: Gis menjadi G).
  • Kritik Musik: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Contoh

    Kritik Musik: Pengertian, Fungsi, Tujuan, dan Contoh

    Pengertian Kritik Musik

    Kritik musik adalah hasil analisa atau evaluasi terhadap suatu karya musik dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, dan membantu memperbaiki karya tersebut.

    Kritik sendiri berasal berasal dari kata Yunani “Krinein” yang artinya memisahkan, merinci.

    Dalam melakukan kritik musik harus ada obyek yang dikritik dan ada pihakyang mengkritik, yang disebut kritikus.

    Obyek yang dikritik dalam musik adalah karya musik yang sedang dicermati.

    Karya musik itu umumnya memiliki gagasan (keindahan) bunyi atau pesan yang ingin disampaikan oleh penciptanya.

    Fungsi Kritik Musik

    Fungsi kritik adalah untuk menjadi jembatan komunikasi antara seniman dan pengamat yang sering mengalami hambatan dalam mengapresiasi karya seniman.

    Kritik musik dapat menambah pemahaman bagi pencipta, pelaku atau penyaji musik dan bagi masyarakat musik itu sendiri.

    Secara umum fungsi kritik musik adalah sebagai berikut :

    • Pengenalan karya musik dan memperluas wawasan masyarakat.
    • Jembatan antara pencipta, penyaji, dan pendengar.
    • Eevaluasi diri bagi pencipta dan penyaji musik.
    • Pengembangan mutu karya musik.

    Tujuan Kritik Musik

    Menurut Sem C. Bangun, tujuan kritik seni adalah evaluasi seni, apresiasi seni, dan pengembangan seni ke taraf yang lebih kreatif dan inovatif.

    Artinya, dengan adanya koreksi yang bersifat evaluasi atas karya dan penyajiannya oleh kritikus, masyarakat dan pelaku seni memiliki apresiasi terhadap karya musik.

    Dengan demikian diharapkan akan ada inovasi dan peningkatan mutu karya musik di masa yang akan datang.

    Penyajian Kritik Musik

    Ada 4 hal pokok dalam kegiatan penyajian yang sudah umum digunakan pada kritik seni yaitu: deskripsi, analisis, interpretasi, dan evaluasi.

    1. Deskripsi

    Hal yang paling mendasar adalah penyajian fakta yang bersumber langsung dari karya musik yang dianalisis.

    Penyajian fakta ini berupa pernyataan elemen dan warna bunyi yang digunakan. Faktor-faktor pendukung penyajian juga termasuk bagian deskripsi.

    Pada tahap ini dinyatakan secara lengkap bagaimana elemen atau unsur-unsur tersebut diperlakukan dalam penyajian musik.

    2. Analisis

    Adalah uraian berupa penjelasan hal-hal yang penting dari unsur nada, melodi, harmoni, ritme, dan dinamika musik.

    Unsur-unsur tersebut dinyatakan pada bagian mana pentingnya dalam mendukung penuangan atau penyajian gagasan.

    Inilah tahap menyatakan mutu suatu karya musik berdasarkan analisis unsur-unsur penyajiannya.

    Pengetahuan teknis dan pengalaman musikal kritikus sangat diperlukan pada tahap ini.

    3. Interpretasi

    Dalam interpretasi dinyatakan pula bagaimana tingkat ketercapaian nilai artisitik suatu penyajian musik dengan gagasan serta maksud dari pertunjukan tersebut.

    Membandingkan dengan karya sejenis dapat menjadi faktor pertimbangan dalam tahap Kesemuanya itu dijabarkan dalam interpretasi.

    Tahap ini dapat dikatakan sebagai pendekatan induktif karena dimulai dari hal-hal yang ada dalam suatu karya musik, bukan dari hukum-hukum yang bersifat umum (deduktif).

    4. Evaluasi

    Inilah tahap yang cukup penting dalam kritik musik karena kritikus akan menyatakan pendapatnya atas penyajian suatu musik.

    Pendapat yang dimaksud bukan pendapat pribadi tanpa dasar.

    Dasar pernyataan dalam evaluasi adalah hasil dari deskripsi dan analisis yang ditunjang interpretasi.

    Pernyataan yang pokok dalam tahap evaluasi adalah kebaikan atau kegagalan suatu penyajian musik.

    Kebaikan atau kekurangan merupakan pertimbangan atas gagasan dengan ketercapaian dalam penyajian musik.

    Pernyataan kebaikan, berupa kelebihan-kelebihan yang ditemukan atau sebaliknya akan membangun pemahaman peningkatan penyajian karya musik.

    5. Penyajian Kritik Musik

    Penyajian kritik musik dapat dilakukan secara lisan maupun tulisan. Penyajian secara tulisan disusun seperti urutan penyaian di atas.

    Pada awal tulisan perlu kiranya ditambahkan bagian pendahuluan. Dengan demikian penyajian kritik dalam bentuk tulisan meliputi:

    • Pendahuluan
    • Deskripsi
    • Analsis
    • Interpretasi
    • Evaluasi

    Bagian pendahuluan berisi tentang identitas musik yang akan dikritisi, seperti nama penulis atau pencipta musiknya, judul karya, nama penyajinya dan lain-lain yang dianggap perlu untuk diketahui oleh pembaca.

    Dalam hal musik vokal, lirik lagu termasuk bagian yang tidak terpisahkan dalam analisis kritik musik.

    Lirik lagu karena berbasis bahasa maka dapat dianalsisis makna yang terkandung di dalamnya. Makna lirik lagu mencakup makna denotatif dan konotatif.

    Contoh Kritik Musik

    Orang Gila ( Iwan Fals )

    Orang gila di lampu penyeberangan, jam dua malam
    Lewat pada saat lampu sedang merah, tepat di tengah-tengah zebra cross
    Irama langkahnya tidak berubah, seperti lagu lama
    Yang aku dengar menuju pulang, sendirian

    Orang gila di lampu penyeberangan, rambutnya gimbal
    Kumis dan jenggotnya jarang-jarang, membawa gendolan
    Atau gombalan, atau makanan
    melangkah terus lurus ke depan, melangkah terus lurus ke depan

    Reff:

    Orang gila di lampu penyeberangan, Apa kabar?
    Aku sapa kamu diam, tersenyum tidak menangis tidak
    Kamu sapa siapa saja selamat malam…selamat malam…

    1. Deskripsi

    Lagu “Orang Gila“ karya Iwan Fals dibuka dengan intro dari perkusi. Kemudian perlahan masuk vokal Iwan Fals yang langsung bernyanyi dengan oktaf tinggi.

    Instrument musik yang digunakan antara lain: keyboard, gitar akustik, gitar listrik, bass, drum, perkusi set.

    Pada lagu ini Iwan Fals banyak bernyanyi dengan range vocal yang tinggi dan berteriak. Ini adalah ciri khas dan karakter bernyanyi dari seorang Iwan Fals.

    2. Analisis

    Tema dari lagu ini adalah perasaan seseorang ketika berjumpa dengan orang gila di tengah malam.

    Rupa serta tingkah orang gila ini dituangkan ke dalam syair lagu. Syair yang dibuat oleh Iwan Fals sangat sederhana tetapi memiliki makna yang dalam.

    Ia dapat melukiskan perjumpaannya dengan orang gila dengan kalimat yang indah, tanpa ada kesan ketakutan atau jengkel.

    Semua yang digambarkan dari lirik lagu ini sangat sesuai dengan apa yang penulis bayangkan tentang seseorang yang tidak waras.

    Kreativitas dari keseluruhan personel band Iwan Fals sangat bagus dan hebat. Ekspresi Iwan Fals sangat terbaca pada lagu ini.

    Dan hal ini memang salah satu kepiawaian seorang Iwan, selalu bernyanyi dengan penuh penghayatan dan perasaan.

    3. Interpretasi

    Pesan yang ingin disampaikan dalam lagu ini adalah kedamaian juga dapat dirasakan oleh orang yang tidak waras sekalipun.

    Ada kritik sosial yang tersirat, yaitu mengapa kita yang memiliki jiwa dan kehidupan sosial yang normal tidak bisa menikmati hidup yang tenang dan tentram, padahal orang gila saja bisa.

    4. Evaluasi

    Kritik seni dalam lagu ini ialah kritik Jurnalistik, karena ada informasi dan pesan yang disampaikan didalam lagu ini.

    Lagu ini bercorak ekspresionis. Di dalam lagu ini terdapat pesan moral dari tingkah-laku orang gila yang ditangkap oleh penulis lagu.

    Kelebihan lagu ini adalah setiap orang bisa menangkap secara langsung apa yang ingin disampaikan oleh Iwan Fals.

    Harmonisasi pada lagu ini cukup baik. Instrumen dan vokal menyatu sehingga harmonisasi sangat terjaga.

  • Pengertian Seni Musik (Unsur, Jenis, dan Contohnya)

    Pengertian Seni Musik (Unsur, Jenis, dan Contohnya)

    Pengertian Seni Musik

    Seni musik salah satu cabang seni yang berupa bunyi, disampaikan dengan menggunakan suara serta alat musik yang harmoni. Seni musik sendiri merupakan bentuk ekspresi dari seniman yang dituangkan ke dalam karya berupa lagu.

    Seni musik pada saat ini sudah menjadi sarana hiburan yang sangat populer di semua kalangan. Baik anak muda maupun orang tua, semuanya suka musik.

    Maka tak heran jika seniman-seniman yang bergelut dalam bidang musik selalu memiliki penggemar yang jumlahnya tidak sedikit.

    Unsur Unsur Seni Musik

    Adapun unsur-unsur dalam seni musik adalah sebagai berikut:

    1. Irama

    Irama adalah ritme dari sebuah seni musik yang tujuannya untuk membuat musik menjadi lebih enak di dengar. Irama juga sering disebut sebagai gerak musik yang teratur. Artinya, ada dinamika dan gerakan yang teratur di dalam sebuah karya musik sehingga bisa menggugah gairah pendengar.

    2. Melodi

    Melodi adalah susunan nada pada sebuah seni musik. Maksud dari susunan nada adalah bagaimana si pencipta lagu bisa mengatur rendah atau tingginya nada. Setiap melodi pasti memiliki interval yang dapat di jangkau oleh suara manusia maupun suara alat musik.

    3. Birama

    Birama adalah ketukan sebuah irama di dalam sebuah musik. Birama terbagi menjadi dua macam yaitu birama bainar (penyebutannya genap) serta birama ternair (penyebutannya ganjil). Selain itu, masih ada beberapa unsur-unsur seni musik lain. Berikut diantaranya:

    • Tangga nada
    • Harmoni
    • Tempo
    • Dinamika
    • Timbre

    Jenis Jenis Musik

    1. Musik Tradisional

    Musik tradisional adalah musik yang hidup di masyarakat secara turun-menurun. Musik tradisional juga bisa disebut sebagai warisan leluhur Indoneisa. Setiap musik tradisional dari berbagai daerah memiliki instrumen lagu serta alat musik yang berbeda-beda. Contoh seni musik tradisional adalah Gambang Kromo dari Jawa, Ole Olang dari Madura, dan Kendang Kempul dari Banyuwangi.

    2. Musik Modern

    Musik modern adalah jenis musik yang merupakan perkembangan dari musik tradisional. Sifat musik modern selalu berubah dan mengikuti perkembangan jaman. Tidak hanya itu, alat musik yang digunakan pada musik modern juga selalu mengalami perkembangan.

    Perbedaan yang paling menonjol antara musik tradisional dan musik modern adalah instrumen dan alat musik yang digunakan. Contoh musik modern adalah lagu Goyang Dua Jari, lagu Syantik, lagu Selow, atau lagu Semalam Bobo Di mana dari Lucinta Luna.

    3. Musik Keroncong

    Keroncong adalah jenis musik rakyat yang sudah ada sejak jaman dahulu. Menurut sejarahnya, musik keroncong merupakan musik khas Indonesia yang memiliki hubungan historis dengan musik Portugis.

    Musik keroncong identik dengan tarikan suara nada tinggi sehingga kebanyakan musik keroncong dinyanyikan oleh perempuan. Contoh dari hasil karya seni musik keroncong yang ada adalah lagu Bengawan Solo, Selendang Sutra, Kota Solo, dan masih banyak lagi.

    Itulah pembahasan tentang pengertian musik, unsur, jenis, dan contohnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa membaca artikel lainnya hanya di sastrawacana.id/

  • 8 Langkah Membuat Lagu yang Indah dan Enak Didengar

    8 Langkah Membuat Lagu yang Indah dan Enak Didengar

    Buat kamu yang punya hobi bermusik, pasti sempat terbesit keinginan untuk membuat lagu sendiri, kan? Selain terlihat keren, menciptakan lagu adalah sebuah kebanggaan serta prestasi karena sudah berkarya.

    Namun membuat lagu tidaklah semudah yang dibayangkan, juga tidak sesulit yang diperkirakan. Jika kamu mengerti tahapan serta langkah-langkah membuat lagu yang baik dan benar, maka bukan mustahil jika kamu memiliki karya yang indah dan enak di dengar.

    Cara Membuat Lagu

    Lantas, apa saja cara atau langkah membuat lagu? Simak informasinya berikut ini.

    1. Menentukan Tema Lagu

    Hal pertama yang harus dilakukan sebelum membuat lagu adalah menentukan tema. Sebab, dengan tema itu nanti kamu bisa membuat konsep akan seperti apa lagu yang kamu ciptakan nantinya.

    Penting juga, tentukan tema yang kamu kuasai atau yang sedang kamu rasakan saat ini. Misalnya kamu sedang jatuh cinta, maka tema yang diangkat sebaiknya tentang percintaan.

    2. Membuat Kerangka Atau Konsep

    Setelah menentukan tema, kamu harus menentukan kerangka atau konsep dari lagu tersebut. Sebab, lagu ibarat tubuh yang diisi dengan kepala, badan, tangan, dan kaki.

    Setiap anggotanya harus saling bersinergi agar menjadi sebuah karya yang luar biasa. Jadi tentukan konsep atau kerangka agar tidak melebar ke tema lain.

    3. Menentukan Judul

    Dan yang penting dalam membuat lagu adalah kamu harus menentukan judul lagu. Usahakan judul yang dipilih memiliki makna yang dalam dan pelafalan yang khas agar mudah diingat serta menjadi pembeda dengan lagu lain.

    Tidak ada aturan khusus dalam membuat judul lagu, tapi alangkah baiknya jika judul tidak terlalu panjang.

    4. Menulis Lirik dengan Memerhatikan Diksi

    Selanjutnya, tahapan penting dalam menulis lagu adalah menulis lirik. Usahakan untuk menulis lirik dengan diksi yang tepat.

    Sebab, nantinya kata-kata yang tertuang dalam lagu bisa menambah rasa pada lagu tersebut sehingga pendengar menjadi lebih terbawa ke dalam lagu yang kamu ciptakan.

    5. Menentukan Notasi Atau Nada

    Ketika lirik sudah selesai ditulis, maka kamu akan tahu arah dari lagu tersebut. Ketika lagu yang ditulis adalah tipe lagu bahagia, maka kamu bisa menggunakan notasi yang ceria, misalnya nada mayor.

    Begitu pula sebaliknya, ketika lirik yang ditulis penuh dengan kesedihan cinta, maka nada yang harus diambil adalah nada-nada galau, misalnya minor.

    6. Menentukan Tempo

    Langkah membuat lagu yang satu ini hampir sama dengan menentukan notasi atau nada. Kamu harus menentukan tempo yang sesuai dari makna lagu.

    Ketika lagunya adalah lagu ceria dan bahagia, maka lebih nikmat didengar menggunakan tempo sedikit cepat. Sedangkan saat liriknya sangat sedih, maka yang cocok adalah dengan tempo pelan.

    7. Memastikan Penggunaan Alat Musik

    Dan yang tak kalah penting juga dalam proses pembuatan lagu adalah memastikan nantinya lagu tersebut akan diiringi alat musik apa saja.

    Sebab, harmonisasi dalam sebuah lagu bisa dipengaruhi oleh alat musik yang digunakan. Misalnya kamu bisa menambah embel-embel harmonika atau biola di tengah-tengah lagu sebagai pemanis.

    8. Revisi Sampai Final

    Terakhir, kamu harus terus melakukan revisi terhadap lagu yang kamu ciptakan. Jangan sampai mudah merasa puas.

    Sebab karya yang luar biasa lahir dari beberapa kesalahan yang harus diperbaiki. Kamu harus meminta saran dari teman ataupun orang yang berpengalaman untuk menyempurnakan lagumu.

    Nah, itulah 8 langkah atau cara membuat lagu sendiri yang indah dan enak didengar yang bisa kamu coba. Selamat berkarya!

  • Cara Membuat Lagu Romantis untuk Kekasih Tercinta

    Cara Membuat Lagu Romantis untuk Kekasih Tercinta

    Cara Membuat Lagu Romantis

    Musik merupakan salah satu cabang seni yang memiliki begitu banyak penggemar di dunia ini, termasuk Indonesia. Maka tak heran jika pelaku dari seni musik selalu melejit namanya dan mendapatkan banyak penggemar karena karya-karyanya.

    Selain bisa membuat tenar, banyak juga musisi yang berubah nasibnya karena karya yang diciptakan bisa diterima oleh masyarakat luas.

    Bukan main hebatnya seni musik ini, bahkan kita sendiri seakan tak bisa hidup tanpa musik. Misalnya, saat sedang jenuh ataupun stres, biasanya kita membutuhkan musik sebagai rileksasi diri, bukan?

    Musik memang sangat cocok untuk berbagai hal dan berbagai momen. Contoh lain, semisal kita sedang kencan, maka musik bisa membuat suasana menjadi semakin hangat dan romantis.

    Maka dari itu, banyak yang mengatakan kalau musik benar-benar dibutuhkan dalam kehidupan manusia. Oleh karenanya, tak heran kalau begitu banyak orang yang ingin menjadi musisi dan menciptakan karya dengan menulis lagu.

    Namun, mencipta karya dalam musik tidaklah mudah. Ada beberapa hal harus kita pahami terlebih dahulu. Selain itu, menulis lagu juga memiliki beberapa tahapan atau alur agar hasilnya menjadi lebih maksimal.

    Pertama, yang perlu diperhatikan dalam menulis lagu adalah menentukan tema. Sebab, tema merupakan inti atau ide cerita dari apa yang akan kita tulis nanti. Biasanya, pemilihan tema ini haruslah dengan apa yang sedang dirasakan agar feel-nya benar-benar dapat dan kita pun bisa menghayati.

    Selanjutnya, adalah pemilihan kata atau diksinya. Sebagai penulis yang baik, alangkah baiknya kita menggunakan kata-kata yang indah dan mengandung makna yang dalam.

    Jika tema yang diangkat adalah percintaan, kita bisa menggunakan kata-kata kiasan yang indah dengan berbagai macam perumpamaan, misalnya ‘kau bagai bayangan, di kala matahari tepat berada di atasku’.

    Kalimat tersebut mengandung makna, bahwa ‘Selagi cinta masih ada, aku tidak akan pernah bisa lepas darimu dan kita akan terus bersama apapun yang terjadi’. Sebab, bagaimanapun juga bayangan tidak akan pernah pisah dengan orangnya selagi ada cahaya.

    Cahaya bisa diibaratkan sebagai cinta. Maka jika cahaya itu redup, berarti cintanya juga telah hilang sehingga hubungan harus berakhir.

    Tahap selanjutnya, kita juga harus menentukan struktur kalimat dalam menulis lagu. Usahakan dalam bait pertama, menggunakan konotasi-konotasi atau sampiran layaknya pantun atau puisi.

    Setelahnya, pada bagian reff barulah kita memberikan kata-kata terbaik atau klimaksnya. Sebenarnya tidak ada teori khusus dalam menulis lagu, apalagi untuk urusan pemilihan kata.

    Namun, sekali lagi diingatkan, bahwa semakin indah kata-kata yang ditulis, maka akan membuat lagu tersebut seakan hidup dan memiliki jiwa.