Tag: naskah

  • Pengertian dan Tujuan Penyuntingan

    Pengertian dan Tujuan Penyuntingan

    Pengertian Penyuntingan Naskah

    Menurut KBBI (2007:1106) definisi penyuntingan adalah proses, cara, perbuatan menyunting atau sunting-menyunting. Sedangkan secara umum, definisi menyunting adalah:

    1. Menyiapkan naskah siap cetak atau siap terbit dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur kalimat).

    2. Merencanakan dan mengarahkan penerbitan (surat kabar, majalah).

    3. Menyusun atau merakit (film, pita rekaman) dengan cara memotong-motong dan memasang kembali.

    Untuk menjadi penyunting naskah ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

    Persyaratan itu meliputi penguasaan ejaan bahasa Indonesia, penguasaan tata bahasa Indonesia, ketelitian dan kesabaran, kemampuan menulis, keluwesan, penguasaan salah satu bidang keilmuan, pengetahuan yang luas dan kepekaan bahasa.

    Salah satu tugas dan kewajiban ilmuwan (scientist) dan pandit (scholars) yang melakukan penelitian ialah melaporkan hasil kegiatannya kepada masyarakat lingkungan yang mendukungnya.

    Laporan itu harus ditulis selengkapnya secara jelas, tepat tetapi singkat dan lugas untuk kemudian diterbitkan.

    Dalam proses penyiapan penerbitan laporan itu terlibat penyunting yang akan membantu pengolahan naskah tertulis untuk menjadi bahan tercetak yang akan disampaikan ke masyarakat luas untuk dibaca.

    Salah satu tugas pokok penerbit adalah menerbitkan naskah pengarang/penulis menjadi buku. Definisi naskah sendiri menurut KBBI (2007:776) adalah:

    1. karangan yang masih ditulis dengan tangan

    2. karangan seseorang yang belum diterbitkan

    3. bahan-bahan berita yang siap untuk diset

    Perlu ditekankan sekali lagi bahwa tugas penyunting karya terbatas pada pengolahan naskah menjadi suatu bahan yang siap, dan menawasi pelaksaan segi teknis sampai naskah tadi.

    Penyunting bukan penerbit, jadi mereka tidak bertanggung jawab atas masalahkeuangan, penyebaluasan serta pengelolaan suatu penerbitan.

    Para penyunting bertanggung jawab atas isi dan bukan atas produksi bahan yang diterbitkan.

    Tujuan Penyuntingan

    Tujuan Penyuntingan yang dilakukan oleh para penyunting adalah sebagai berikut.

    1. Untuk menjadikan taipskrip sebagai karya yang sempurna yang dapat dibaca dan dihayati dengan mudah oleh pembaca apabila diterbitkan kelak.

    2. Untuk memastikan pengaliran atau penyebaran ide dari penulis kepada pembaca sehingga dapat disampaikan dalam bahasa yang gramatis, jelas, indah, dan menarik.

    3. Untuk menjadikan persembahan e-buku yang akan diterbitkan itu dapat menggambarkan nilai dan identiti karya itu sendiri sehingga dapat menarik. minat pembaca.

    4. Untuk memastikan pengaliran dan fakta berkenaan disampaikan dengan jelas, tepat, dan tidak menyalahi agama, undang-undang, dan norma masyarakat.

    Dalam penyuntingan, kita mengenal dua tahap penyuntingan, yaitu penyuntingan substansif dan penyuntingan kopi.

    Berdasarkan tahap-tahap penyuntingan yang ada, maka ada beberapa tujuan lain dari penyuntingan.

    Penyuntingan Substantif

    Tujuan penyuntingan subtantif dilakukan adalah untuk memastikan hasrat atau ide penulis dapat disampaikan setepat, sepadat, dan sejelas yang mungkin.

    Semasa membuat penyuntingan subtantif, editor akan membaca taipskrip sepintas lalu dengan memberikan tumpuan kepada kandungan, pendekatan secara menyeluruh, bahasa, susunan atau konsep taipskrip berkenaan.

    Berdasarkan hal diatas, editor akan membuat teguran dan cadangan kepada penulis untuk sama ada melengkapkan taipskrip, menulis semula, menyusun semula, menggugurkan atau memotong bahagian teks atau ilustrasi yang tidak perlu, dan membuat tambahan.

    Perkara yang perlu diteliti saat penyuntingan substantif:

    1. Tajuk tepat dan jelas

    2. Pembahagian bab dan tajuk kecil jelas

    3. Adanya kesinambungan antara bahagian, bab dan paragraf.

    4. Keseimbangan antara setiap bab dan paragraf.

    5. Taipskrip tidak bertentangan dengan undang-undang, moral dan agama.

    6. Penguasaan bahasa, keselarasan istilah dan ejaan.

    7. Bahan awalan, teks dan akhir hendaklah lengkap mengikuti halaman kandungan.

    8. Petikan bahan daripada karya lain telah mendapat keizinan.

    Baca juga: 5 Aplikasi Menulis Novel Dibayar Untuk Menghasilkan Uang

    Penyuntingan Copy

    Tujuan penyuntingan kopi adalah untuk menghapuskan semua halangan yang wujud antara pembaca dengan apa yang hendak disampaikan oleh penulis.

    Penyuntingan kopi memerlukan perhatian yang teliti terhadap setiap butiran di dalam taipskrip.

    Editor perlu berpengetahuan tentang apa yang patut disunting dan gaya yang patut diikuti di samping mempunyai kebolehan untuk membuat keputusan dengan cepat, lojik, dan yang boleh dipertahankan.

    Semasa membuat suntingan kopi, editor akan membaca taipskrip berkenaan dengan teliti, iaitu membaca perkataan demi perkataan, ayat demi ayat, baris demi baris dan kadang-kadang melihat huruf demi huruf.

    Kebanyakan dari masa penyuntingan itu, editor akan berurusan dengan hal penyusunan, bahasa dan kebolehbacaan taipskrip itu.

    Tahapan dalam penyuntingan kopi:

    a) Membuat penyuntingan baris demi baris.

    b) Memberi tumpuan khusus kepada fakta dan bahasa.

    c) Memastikan keselarasan ejaan, istilah dan gaya bahasa.

    d) Memastikan ketepatan dan keselarasan ilustrasi dan bahan lain dalam teks tersebut.

    Hal-hal yang perlu diteliti saat penyuntingan kopi:

    a) Fakta

    Pastikan semua butiran dalam teks betul. Editor perlu menyemak dengan teliti untuk memastikan ketepatan.

    Kadang-kadang kesilapan fakta boleh berlaku semasa teks ditaip.

    Contohnya, papan lapis menjadi papan lapik dan tidak mahal harganya menjadi mahal harganya.

    Selain itu ada sesetengah pernyataaan yang tidak tepat dan berunsur negatif sehingga boleh membawa kepada tindakan undang-undang.

    b) Bahasa, bahasa yang dimaksud mencakup

    1. Diksi ialah pemilihan penggunaan kata-kata. Dalam hal ini editor kopi perlu memastikan

    2. Kata-kata yang dipilih berkesan dari segi maksud dan

    3. Kata-kata yang dipilih sesuai dengan laras bahasa yang digunakan.

    C) Kode Etik Penyuntingan Naskah

    Dalam penyuntingan naskah, ada rambu-rambu yang perlu diperhatikan penyunting naskah sebelum mulai menyunting.

    Dengan demikian, tidak terjadi persoalan/masalah di kemudian hari, terutama dalam kaitannya dengan penulis/pengarang.

    Rambu-rambu ini merupakan pedoman/pegangan bagi penyunting dalam menyunting naskah.

    Rambu-rambu inilah yang kita sebut “Kode Etik Penyuntingan Naskah”. Adapun kode etik dalam penyuntingan naskah adalah:

    • Penyunting naskah wajib mencari informasi mengenai penulis naskah sebelum mulai menyunting naskah.
    • Penyunting naskah bukanlah penulis naskah.
    • Penyunting naskah wajib menghormati gaya penulis naskah.
    • Penyunting naskah wajib merahasiakan informasi yang terdapat dalam naskah yang disuntingnya.
    • Penyunting naskah wajib mengonsultasikan hal-hal yang mungkin akan diubahnya dalam naskah.
    • Penyunting naskah tidak boleh menghilangkan naskah yang akan, sedang, atau telah disuntingnya.
  • 9 Cara Menjadi Penulis, Sebulan Dijamin Sukses!

    9 Cara Menjadi Penulis, Sebulan Dijamin Sukses!

    Kamu punya cita-cita menjadi seorang penulis? Kalau benar, maka selamat!

    Kenapa selamat? Ya, karena menjadi penulis itu adalah sebuah profesi yang keren. Selain bisa populer dengan karya, seorang penulis juga mampu menginspirasi banyak orang dari goresan katanya.

    Ada dua bahan dasar yang dibutuhkan untuk menjadi seorang penulis, yaitu ide dan pembendaharaan kata.

    Ketika ide sudah kuat dan didukung dengan pembendaharaan kata yang luas. Maka kamu akan menjadi seorang penulis hebat.

    Cara Menjadi Penulis

    Nah, agar cita-citamu menjadi kenyataan, berikut adalah beberapa tips dan cara menjadi penulis yang harus kamu perhatikan dari sekarang. Berikut diantaranya:

    1. Banyak Membaca

    Hal pertama yang harus dilakukan adalah banyak membaca. Biasakan diri untuk membaca setiap hari, baik karya sastra maupun karya ilmiah. Sebab dengan membaca kita bisa memiliki wawasan serta ide yang luas sehingga nantinya bisa dituangkan dalam karya sendiri.

    2. Mulailah Menulis

    Kamu harus rutin menulis. Tulislah tentang apa saja, misalnya curahan hati atau jenis tulisan lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk melatih kemampuan menulismu. Semakin sering dilatih, maka kemampuan menulis akan semakin baik.

    3. Nonton Film

    Nonton film bukan hanya sebuah kesenangan belaka, tapi juga ada segudang manfaat di baliknya. Salah satu manfaat nonton film adalah bisa memberikan inspirasi buatmu. Sebab, setiap naskah film pasti ditulis oleh ahlinya.

    4. Buang Rasa Malas

    Kendala yang sering dialami oleh penulis adalah rasa malas. Sebisa mungkin buang rasa malas itu. Paksakan diri untuk duduk di depan laptop. Beri jatah waktu pada diri. Dalam sehari harus bisa menulis setidaknya minimal 1 jam.

    5. Buat Kerangka Tulisan

    Kerangka tulisan sangat penting agar pembahasan tidak melebar ke mana-mana. Jika kamu ingin menulis buku tentang motivasi hidup, maka kerangka naskah harus sesuai dengan tema awal. Jangan sampai lari dari ide pokok karena akan memengaruhi nilai naskah tersebut.

    6. Selalu Mencatat Ide

    Ketahuilah, ide dan inspirasi kadang datang di saat tak terduga, misalnya ketika sedang di dalam rumah ataupun tempat wisata. Nah, saat ide itu datang, segera tulis! Kamu bisa mencatat garis besarnya saja. Kalau tidak membawa buku catatan, kamu bisa menggunakan smartphone.

    7. Menerima Kritik dan Masukan

    Setiap pekerja seni, termasuk penulis harus siap menerima kritik dan masukan dari orang lain. Hal tersebut bukan untuk menjatuhkanmu, tapi untuk kebaikan karya sastra yang kamu tulis. Semakin banyak masukan yang kamu dapat, maka kamu akan semakin tahu letak kesalahanmu.

    8. Jangan Memikirkan Hasil

    Jangan terlalu memikirkan hasil terlebih dahulu, tapi fokuslah menyelesaikan naskahmu. Ingat, hasil tidak akan mengkhianati usaha. Kamu akan menjadi penulis hebat dan terkenal ketika prosesnya dilakukan dengan sepenuh hati.

    9. Berdoa kepada Tuhan YME

    Ingatlah, ide dan inspirasi datang dari mana dan oleh siapa. Jadilah manusia yang bijak dengan mengerti bahwa sebenarnya kamu tidak akan pernah bisa melakukan apapun tanpa bantuan-Nya. Jadi, jangan lupa bersyukur dan berdoa agar segala urusanmu dimudahkan oleh-Nya.

    Nah, itulah beberapa tips dan cara menjadi penulis yang bisa kamu lakukan agar cita-citamu segera menjadi kenyataan.

    Ingatlah, tidak ada sesuatu yang instan. Semuanya pasti butuh proses. Jadi, jangan pernah malas, apalagi patah semangat. Semoga sukses, ya!

    Author : Maulana Affandi

  • Pengertian Cerita Fabel dan Contohnya

    Pengertian Cerita Fabel dan Contohnya

    Pengertian Cerita Fabel

    Cerita fabel adalah sebuah cerita fiksi yang lebih banyak menggunakan imajinasi dalam penciptaannya. Cerita fabel sendiri selalu mengangkat cerita tentang hewan atau tumbuhan yang dikatikan dengan kehidupan nyata, di mana dalam setiap cerita fabel, penulis akan memberikan nilai, moral, dan pesan yang positif.

    Cerita fabel lebih dipersembahkan untuk anak-anak karena sifat dari cerita fabel yang sangat imajinatif dan terkesan ringan.

    Cerita fabel juga dilengkapi dengan gambar yang komplit, artinya jumlah kalimat dan gambar hampir setara. Jadi, sangat mudah dipahami oleh anak-anak.

    Contoh Cerita Fabel

    Kelinci dan Siput

    Pada jaman dahulu kala, hiduplah dua binatang di hutan yang luas. Binatang itu ialah kelinci dan siput.

    Kelinci memiliki sifat sangat sombong dan pemarah. Bahkan sang kelinci sering meremehkan hewan hewan lainnya.

    Ketika ia berjalan jalan disekitar hutan, kelinci itu bertemu sang siput berjalan dengan sangat lambat.

    Kelinci berkata, “hei Siput, apa yang kamu lakukan di sini?” Siput menjawab,” Aku sedang mencari penghidupan.”

    Kelinci tersebut malah marah karena ia berpikir sang siput hanya berlagak mencari penghidupan.

    Si siput berusaha menjelaskan maksud jawabannya tadi, namun kelinci tetap saja marah bahkan ia juga mengancam akan menginjak tubuh siput.

    Akhirnya siput menantang adu kecepatan dengan kelinci. Mendengar tantangan tersebut, sang kelinci marah besar.

    Ia menerima tawaran siput dan berkata dengan keras agar hewan hewan lain menjadi saksi perlombaan lari antara kelinci dengan siput.

    Hari perlombaan itu tiba, kelinci dan siput tadi berlomba lari untuk mencapai garis finish.

    Siput tentu saja akan kalah jika diadu lari dengan kelinci. Namun, siput punya ide cemerlang.

    Sebelum perlombaan dimulai, si siput memiliki akal untuk meminta siput siput lainnya berada di titik titik jalur lomba lari sampai ke finish.

    Hal ini dikarenakan cangkang semua siput memiiliki kesamaan, dengan begitu hewan-hewan lain, dan kelinci itu tidak akan curiga. Saat lomba dimulai, si kelinci dengan bangganya berlari kencang meninggalkan siput.

    Akhirnya rencana siput berjalan lancar dan akhirnya siput tadi menjadi pemenang walaupun sebenarnya yang memasuki finish ialah temannya. Dengan kemenangan siput membuat kelinci menjadi tidak sombong dan tidak pemarah lagi.

    Nah itulah pengertian dan contoh cerita fabel. Sekarang sudah paham, kan? Semoga artikel ini bermanfaat.