Tag: novel

  • 4 Karya Mochtar Lubis yang Paling Fenomenal

    4 Karya Mochtar Lubis yang Paling Fenomenal

    Mochtar Lubis adalah seorang jurnalis sekaligus sastrawan top tanah air. Sejak zaman pendudukan Jepang, ia telah banyak memberikan kontribusi terhadap kemajuan literasi Indonesia.

    Selain itu, Mochtar Lubis juga dikenal sebagai penyair fenomenal yang terus mengkritik penguasa dengan karya-karyanya.

    Buku Mochtar Lubis

    Nah, dari sekian banyak karya-karyanya, ada beberapa yang cukup fenomenal dan masih menjadi pembicaraan hingga saat ini.

    sastrawacana.id/ telah merangkum, dari segudang karyanya, setidaknya ada empat buku Mochtar Lubis yang cukup fenomenal dan populer hingga sekarang. Berikut diantaranya.

    1. Harimau! Harimau!

    Buku berjudul Harimau! Harimau! adalah salah satu karya Mochtar Lubis yang cukup populer, diterbitkan pada tahun 1975.

    Buku ini bercerita tentang tujuh tokoh pendamar bernama Pak Haji, Pak Balam, Sanib, Buyung, Talib, Sutan, dan Wak Katok. Ketujuh orang ini sangat disegani di kampungnya karena mereka punya perilaku yang sopan dan baik.

    Pada suatu hari ketika sedang berburu kijang di hutan, mereka bertemu dengan harimau yang juga ingin memangsa kijang.

    Harimau tersebut marah karena merasa buruannya diambil, kemudian harimau itu menyerang Pak Balam dan Talib.

    Dari penyerangan itu, akhirnya terbongkar beberapa rahasia kelam keduanya yang jauh berbeda dengan pandangan masyarakat selama ini.

    Buku fenomenal ini ditulis ketika Mochtar Lubis berada di dalam penjara.

    Meski ditulis dalam jeruji besi, akhirnya buku Harimau! Harimau! diberi penghargaan sebagai buku terbaik dari Departemen Pendidikan dan Budaya RI dan sudah diterjemahkan ke dalam tiga bahasa, Inggris, Belanda, dan Mandarin.

    2. Senja di Jakarta

    Buku Senja di Jakarta merupakan sebuah kritik keras yang dituangkan ke dalam tulisan. Buku ini bercerita tentang bobroknya ekonomi, sosial, dan politik di Jakarta pada tahun 1950-an.

    Tokoh dalam buku Senja di Jakarta adalah Suryono dan ayahnya, Raden Kaslan. Dalam ceritanya, mereka berdua adalah orang yang bergelimang harta. Hanya saja harta itu hasil dari korupsi.

    Kritik Lubis pada buku Senja di Jakarta sangat terasa, bahkan sampai saat ini. Kemudian pada tahun 1957, Senja di Jakarta akhirnya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Claire Holt dengan tajuk Twilight in Jakarta.

    Tidak berhenti sampai di situ, buku ini juga diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa, mulai dari Belanda, Malaysia, Itali, Spanyol, Korea, dan Jepang.

    3. Jalan Tak Ada Ujung

    Buku Jalan Tak Ada Ujung bercerita tentang sosok guru teladan bernama Isa yang selalu dilanda ketakutan.

    Isa memiliki sahabat yang bernama Hazil, seorang gerilyawan gagah yang tak kenal takut untuk berperang.

    Latarnya menggambarkan kondisi Indonesia yang sedang revolusi dan kondisi mencekam akibat peperangan.

    Buku yang terbit pada tahun 1952 ini mendapat banyak ulasan oleh para sastrawan lain sehingga disebut-sebut sebagai karya terbaik dari Mochtar Lubis.

    4. Maut dan Cinta

    Buku Maut dan Cinta bercerita tentang tokoh utama bernama Sadeli, seorang perwira yang mendapat tugas sebagai intelijen karena ia memiliki kecerdasan tinggi serta kefasihan berbahasa asing.

    Dalam buku ini, pembacan akan terbawa suasana betapa mencekamnya kondisi saat itu, ketika revolusi Kemerdekaan Indonesia.

    Ceritanya juga menceritakan tentang cinta, perjuangan, harapan, perlawanan, serta petualangan masa revolusi Indonesia.

    Banyak pesan yang disampaikan oleh Lubis dalam buku ini sehingga pada tahun 1979, Maut dan Cinta berhasil terpilih sebagai novel terbaik.

  • Daftar Tiruan Bunyi Terlengkap (Onomatope)

    Daftar Tiruan Bunyi Terlengkap (Onomatope)

    Daftar Tiruan Bunyi (Onomatope)

    Onomatope (dari Bahasa Yunani ονοματοποιία) adalah kata atau sekelompok kata yang menirukan bunyi-bunyi dari sumber yang digambarkannya.

    Konsep ini berupa sintesis dari kata Yunani όνομα (onoma = nama) dan ποιέω (poieō, = “saya buat” atau “saya lakukan”) sehingga artinya adalah “pembuatan nama” atau “menamai sebagaimana bunyinya”.

    Bunyi-bunyi ini mecakup antara lain suara hewan, suara-suara lain, tetapi juga suara-suara manusia yang bukan merupakan kata, seperti suara orang tertawa.

    Beberapa contoh onomatope:

    Suara hewan: menggonggong, mendesis, mengeong dsb.
    Suara lain: tercebur
    Suara manusia: ha-ha-ha

    Suara makhluk hidup

    Kucing mengeong
    Burung mencericip/berkicau
    Babi menguik
    Bebek meleter
    Anjing menggonggong/mendengking
    Serigala melolong
    Sapi melenguh
    Katak menguak
    Ular mendesis
    Kambing mengembik
    Merpati berdekut
    Ayam jantan berkokok
    Ayam betina berkotek
    Anak ayam menciap
    Macan mengaum
    Tikus mencicit
    Kuda meringkik
    Tidur mendengkur
    Berjalan terhuyung-huyung.

    Suara benda mati

    Meriam berdentam
    Angin berkesiur/mendesau
    Papan/kayu berderak
    Bel/lonceng berdentang
    Sendok berdenting
    Air bergemericik
    Pintu berderit
    Gigi gelemetuk (kedinginan)
    Telepon berdering
    Peluru berdesing
    Daun bergemeresik
    Jantung berdegup
    Uang logam bergemerincing
    Petir menggelegar
    Kuda berderap.
    Darah berdesir/menggelenyar.
    Selendang berkibar.

    Berdasarkan aktivitas

    Minum: gluk, gluk, gluk
    Menginjak kayu/ranting: krak, krak, krak
    Jatuh ke dalam air: Byur, jebur, plung (jika yang jatuh adalah benda)
    Menggunting: kres, kres, kres
    Meninju: Buk, dhuak
    Menyobek kertas: srek, srek
    Meledak: bum!
    Jatuh dengan keras: gedebuk! Gedebum!
    Barang pecah: Prang!
    Kaleng tertendang: Klontang!
    Menembak: Dor!
    Menyeruput: Srup, srup.
    Mengayun tongkat: Syuut, syuut.
    Menumpuk barang: Bruk, bruk.
    Batuk: Uhuk, uhuk.
    Bersin: Hatsyi! Hatsyi!
    Kunci diputar: Klik.
    Menusuk dengan pisau: Jleb.
    Perut keroncongan: Kruk, kruk.
    Kain dirobek: Breet, breeet.
    Menggigit makanan renyah: Kriuuk.
    Jam dinding kuno: Tik tok.
    Pohon bambu tertiup angin: Keriang keriut
    Ketukan di pintu: Tok tok tok.
    Sepatu hak tinggi di lantai: Tuk tuk tuk.
    Air menetes: Tes tes tes.

    Dari KBBI

    bang n tiruan bunyi spt bunyi – barang jatuh, meletup, dsb
    bap n tiruan bunyi barang jatuh di tanah lembut dsb; debap
    celebuk n tiruan bunyi spt batu dsb yg jatuh ke air
    celepik n tiruan bunyi spt barang kecil (cecak, kertas, dsb) jatuh di lantai
    celepuk n tiruan bunyi spt celepik tetapi lebih nyaring
    celung n tiruan bunyi spt bunyi angklung dsb
    ceter /cetér/ n tiruan bunyi cemeti (cambuk dsb) yg dicambukkan
    cit n tiruan bunyi spt bunyi tikus atau anak burung
    ciut n tiruan bunyi spt bunyi pohon ditempuh angin, pintu terbuka, dsb;
    berciut-ciut (menciut-ciut) v berbunyi “ciut, ciut”
    debak n bunyi spt bunyi orang meninju; debuk;
    debak-debuk v berulang-ulang berbunyi ”bak-buk” (spt bunyi barang-barang berat berjatuhan, orang meninju berulang-ulang, dsb)
    debam n tiruan bunyi spt bunyi benda berat jatuh ke lantai
    debap n tiruan bunyi spt bunyi barang jatuh dsb
    debar n, berdebar (berdebar-debar) v
    bergerak-gerak atau berdenyut-denyut keras atau lebih kencang
    decup n tiruan bunyi spt bunyi ikan menangkap kelekatu;
    berdecup(-decup) v berbunyi spt bunyi ikan menangkap kelekatu
    decur n tiruan bunyi spt bunyi air memancar (memancur dsb);
    medecur v 1 berbunyi spt bunyi air memancar; 2 memancar; memancur; bercucuran
    decut n tiruan bunyi spt bunyi bayi menyusu;
    berdecut(-decut) v berbunyi seperti bunyi bayi menyusu
    gar n tiruan bunyi spt bunyi guruh dsb; degar
    gelebuk n tiruan bunyi spt, barang jatuh
    gerdam n tiruan bunyi spt bunyi barang yg berat dan besar yg jatuh
    gerentang n tiruan bunyi berdentam-dentam (berdentang-dentang)
    koak (koak-koak) n tiruan bunyi spt bunyi burung gagak;
    letang n tiruan bunyi spt bunyi besi dipalu
    letik n tiruan bunyi spt bunyi gelas retak kena air panas;
    meletik v berbunyi
    mung n tiruan bunyi canang
    ning n tiruan bunyi sbg bunyi lonceng kecil
    nung n tiruan bunyi spt bunyi kenung

  • Resensi Novel Kamulah Pemeran Utama Karya Maulana Affandi

    Resensi Novel Kamulah Pemeran Utama Karya Maulana Affandi

    Judul : Kamulah Pemeran Utama
    Penulis : Maulana Affandi
    Tebal : 162 halaman
    Penerbit : Penerbit Renjani

    Resensi Novel Kamulah Pemeran Utama

    Bara adalah seorang mahasiswa berprestasi di kampusnya. Dia menjadi nomor satu dalam urusan nilai, bahkan melebihi kekasihnya, Nay. Melihat kemampuan akademis yang cukup baik,akhirnya tak sedikit dosen yang menawarkannya untuk mengikuti penelitian. Itulah Bara, yang indah kehidupannya di awal perkuliahan.

    Saat tahun ketiga masa kuliahnya, Bara mulai masuk ke dalam persimpangan jalan. Mahasiswa yang berprestasi, kini berubah menjadi mahasiswa abadi yang tak kunjung lulus. Bara mengenal game online dan membuatnya tak kenal waktu. Setiap hari selalu bermain hingga tanggungjawabnya dilupakan. Sama sekali dia tak memikirkan skripsi lagi.

    Di tengah asyiknya masuk ke dalam jurang kehancuran, Bara mengenal seorang wanita sesama Gamer, Bernama Furi. Bara tertarik karena Furi adalah seorang gamer, ditambah lagi dia memiliki tubuh yang seksi. Hingga pada suatu hari, Nay menyadari jika Bara menjalin hubungan dengan Furi.

    Alhasil, Nay langsung memuncak dan tak ingin meneruskan hubungannya. Nay sangat kecewa karena pengorbanannya selama ini tidak berarti. Hingga akhirnya Nay pergi meninggalkan Bara, untuk pulang ke kampung halamannya. Kini Bara sendiri. Dia mencoba kembali dengan Nay, bagaimana pun caranya.

    Agar bisa kembali merebut hati Nay, Bara mendekati teman se kos Nay yang bernama Reni. Di sinilah kisah baru Bara dimulai. Bara mulai dekat dengan Reni karena hampir setiap hari mereka bersama. Bara yang awalnya ingin menggali informasi tentang Nay, kini sedikit menaruh hati pada Reni.

    Padahal, Reni sengaja mendekatinya sebagai bahan penelitian untuk pacarnya yang bernama Giri. Giri adalah mahasiswa psikologi yang butuh bahan observasi tentang seseorang yang ditinggal oleh kekasihnya. Mengetahui keadaan Bara, maka Giri meminta Reni untuk meneliti, tanpa sepengetahuan Bara.

    Bara yang dilema, antara merindukan Nay dan menaruh harapan pada Reni akhirnya bingung dengan perasaannya sendiri. Hingga akhirnya Bara memberanikan diri untuk datang ke acara pernikahan Nay. Sesampainya di gedung pernikahan, Nay menceritakan semua rahasia tentang hubungan mereka.

    Ternyata selama ini Nay sudah menjalin hubungan dengan suaminya, yaitu Mas Aris. Bara merasa tertipu selama bertahun-tahun lamanya. Tapi kali ini dia bisa lebih tenang karena ada Reni, anggapnya. Tapi naasnya, Bara sama sekali tak menyadari jika Reni memanfaatkannya.

    Link baca novel: Klik di sini

  • Resensi Novel Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis

    Resensi Novel Salah Asuhan Karya Abdoel Moeis

    Judul: Salah Asuhan
    Pengarang: Abdul Muis (1886-17 Juli 1959)
    Penerbit: Balai Pustaka
    Tahun Terbit: 1928, Cetakan XIX, 1990

    Ringkasan Novel Salah Asuhan

    Tokoh utama kisah ini adalah Hanapi, seorang anak yang dididik dengan cara barat, baik di sekolah maupun di rumah yang mana diharapkan kelak menjadi orang pandai.

    Sayang pendidikannya memberikan bentuk yang salah dalam diri Hanapi yaitu menjadi kebarat-baratan dan menganggap adat timur itu jelek. Bahkan menjadikan Hanapi sering memandang rendah orang lain.

    Tokoh kedua Corrie du Bussee yang merupakan anak blasteran Prancis dan Indonesia. Corrie dikisahkan sebagai kawan sepermainan Hanapi yang kelak berubah menjadi orang yang dicintai.

    Pada awalnya cinta Hanapi bertepuk sebelah tangan karena pengaruh masyarakat dan peranan orang tua. Dilanjutkan dengan Hanapi yang dipaksa menikah dengan orang yang tidak dicintainya.

    Alhasil kehidupan keluarga Hanapi bagaikan majikan dan pelayan rumah tangga yang menyebabkan banyak mendapat kecaman dari masyarakat.

    Akibat sebuah keadaan, Hanapi harus pergi jauh dan disana ia bertemu lagi dengan Corrie. Dimulailah benih-benih cinta yang telah padam itu tumbuh.

    Akhirnya mereka menikah meskipun memiliki hambatan besar yaitu perbedaan bangsa. Akibatnya banyak penolakan dari masyarakat, perbedaan pendapat, pertengkaran dan fitnah.

    Belum selesai kesengsaraan mereka, datang lagi pihak ke-3 yang menyebabkan hilangnya rasa percaya dan berakhir dengan sebuah perceraian. Karena perasaan api cinta tersebut masih ada maka usaha Hanapi untuk menggapai kembali masih menggelora.

    Tapi sayang ungkapan perasaan bahwa mereka saling mencintai tersebut tercapai ketika Corrie sekarat yang mana satu hari kemudian meninggal.

    Hancur perasaan Hanapi menyebabkan ia kembali ke kampung halaman. Tapi apa daya istri terdahulunya tak mau tinggal serumah. Dengan perasan tak berguna, Hanapi meminum sublimat (racun) yang mana menyebabkan ia harus pergi dari dunia ini.

    Tapi sebelum mengakhiri hayatnya, Hanapi berpesan kepada ibunya agar anaknya dididik dengan sebaik-baiknya dan jangan mengikuti jejak ayahnya yang salah tersebut.

    Analisa dari kisah tersebut:

    Manusia sering memandang bahwa pendidikan barat adalah yang terbaik, tapi pada kenyataan tidaklah selalu seperti itu.

    Begitu pula dengan sebaliknya. Jadi sebagai manusia haruslah dapat memilih yang baik dan sesuai dengan kepribadian diri dan bangsa. Bukan sebaliknya yang umumnya terjadi.

    Dalam menentukan calon pasangan, mungkin sering diceritakan tantang kawin paksa melawan cinta sejati.

    Orang tua biasanya memilih calon yang terbaik untuk anaknya karena mempertimbangkan pandangan masyarakat dan masa depan anaknya.

    Sedangkan anak hanya mempertimbangkan perasaan dan egonya sendiri, Maka diperlukanlah sebuah komunikasi untuk hal yang terbaik dalam mengambil sebuah keputusan.

    Pendidikan sangat penting terutama pendidikan di masa kecil. Satu hal yang menjadi perhatikan yaitu pendidikan yang kurang pada diri orang tua yang menyebabkan seringkali memberikan jawaban yang tak masuk akal dan cara mendidik anak yang kurang memadai dalam sosialisasinya.

  • Sinopsis Novel Belenggu Karya Armijn Pane

    Sinopsis Novel Belenggu Karya Armijn Pane

    Sinopsis Novel Belenggu

    Novel Belenggu karya Armijn Pane menceritakan seorang dokter bernama Sukartono yang menikah dengan seorang gadis cantik dan cerdas bernama Sumartini.

    Awalnya, mereka tidak saling mencintai, namun karena memiliki kepentingan masing-masing, akhirnya keduanya sepakat untuk menikah.

    Sukartono (Tono) merasa bahwa Sumartini adalah orang yang cocok mendampinginya dengan melihat kecantikan serta kecerdasan yang dimiliki oleh Sumartini. Sedangkan Sumartini menikahi Sukartono dengan alasan ia ingin melupakan masa lalunya.

    Namun apa dikata, rumah tangga mereka tidak harmonis. Hampir setiap hari mereka bertengkar. Bahkan saling tak menyapa, alias diam tak berbicara, walau tinggal serumah.

    Sukartono adalah seorang dokter yang sangat profesional. Ia bekerja dengan disiplin tanpa kenal lelah. Bahkan, sifatnya yang dermawan juga sering membebaskan biaya untuk pasien yang tidak mampu.

    Namun, pengabdian Sukartono pada pekerjaanya telah membuatnya menomorduakan keluarga. Sumartini merasa diabaikan dan beranggapan bahwa suaminya lebih mencintai pekerjaan daripada dirinya.

    Jangankan untuk bermanja-manja, untuk komunikasi saja seakan tidak pernah ada waktu. Hari-hari mereka sering dilalui dengan pertengkaran. Sumartini merasa tidak dianggap oleh Sukartono.

    Hingga pada akhirnya, suatu hari Sukartono menerima telpon bahwa ada seorang pasien yang sedang sakit keras. Ia diminta menemui pasienya di suatu hotel. Dengan sigapnya, Sukartono pun memenuhi panggilan tersebut.

    Sesampainya di hotel, Sukartono terkejut bahwa pasienya adalah Siti Hayati, alias Rohaya yang merupakan teman sekolah dan sahabat masa kecilnya.

    Sembari memeriksa, Rohaya bercerita kepada Sukartono bahwa ia dipaksa nikah oleh orang tuanya dengan pria yang tidak dicintainya. Akhirnya Rohaya memutuskan untuk menjadi seorang janda dan pindah ke Jakarta.

    Dalam perasaan, sebenarnya Rohaya secara diam-diam telah mengagumi dan jatuh hati pada Sukartono. Itulah yang membuatnya mencari keberadaan Sukartono.

    Setelah bertemu, Rohaya kemudian memuai aksinya untuk rmerayu Sukartono. Semula Sukartono tidak terpengaruh dengan rayuan Rohaya. Tetapi karena terus diberi pujian, akhirnya ia mulai simpati kepada Rohaya.

    Sukartono merasa bahwa Rohaya bisa memberikan ketenangan hati yang selama ini tidak didapatkan dari Sumartini.

    Selang beberapa waktu. Sumartini mengetahui bahwa Sukartono ada hubungan lebih dengan Rohaya. Akhirnya Sumartini murka, kemudian pergi ke hotel tempat Rohaya menginap untuk melabraknya.

    Namun, setibanya di hotel, Sumartini tak jadi marah karena perasaannya luluh oleh kelembutan hati dan keramahan Rohaya.

    Setelah pulang dari hotel tempat Rohayah menginap, Sumartini berintrospeksi diri. Ia merasa terlalu kasar pada suaminya dan tidak bisa memberikan rasa kasih sayang seperti yang diinginkan suaminya. Hingga akhirnya ia memantapkan hati untuk berpisah dengan Sukartono.

    Mendengar keputusan itu, Sukartono langsung menolak. Namun, Sumartini tetap kukuh dengan keputusannya hingga akhirnya Sukartono tak kuasa untuk mencegahnya. Mereka pun bercerai

    Sukartono gundah, ditambah lagi ketika mengetahui bahwa Rohaya telah pergi dan meninggalkan sebuah surat yang menyatakan perasaanya pada Sukartono.

    Hingga akhirnya, Sukartono memilih untuk mengabdikan diri pada sebuah panti asuhan. Di tempat tersebut ia merasa tenang karena bisa membantu orang lain.

  • 5 Aplikasi Baca Novel Gratis Terbaik

    Novel adalah sebuah karya sastra berbentuk prosa yang disusun dalam bentuk cerita bebas dan lengkap.

    Novel sendiri tergolong dalam karya fiksi sebab cerita yang diangkat bukanlah cerita sebenarnya, melainkan hanya karangan bebas atau imajinasi penulis belaka.

    Walau ada juga beberapa novel yang diangkat dari cerita nyata, tapi jika sudah berupa novel, maka cerita tersebut sudah diimprovisasi sehingga menjadi sebuah karya fiksi yang disadur dari kisah nyata.

    Sampai saat ini novel masih menjadi sebuah bacaan yang cukup laris bagi kebanyakan orang, baik kalangan muda maupun tua.

    Hal tersebut dibuktikan dengan eksistensinya dunia sastra pada era digital ini.

    Walau sudah memasuki dunia teknologi, tapi penikmat sastra masih banyak dan bahkan bertambah.

    Begitu tinggi antusias untuk membaca novel sehingga membuat beberapa penerbit masih tetap eksis dalam menerbitkan karya-karya penulis Indonesia.

    Bahkan, saat ini ada begitu banyak penulis novel baru yang bermunculan dan berkiprah di dunia sastra.

    Namun, mengingat kemajuan jaman sekarang yang sudah serba canggih, dunia sastra pun ikut larut di dalam teknologi.

    Untuk membaca novel, saat ini kita tidak perlu repot-repot lagi membeli buku atau membawa buku yang berat karena novel biasanya memiliki halaman yang tebal.

    Saat ini kita bisa membaca novel hanya dengan bermodalkan smartphone saja.

    Ya, membaca novel secara online adalah menjadi pilihan yang cukup praktis bagi kebanyakan orang saat ini.

    Selain praktis, baca novel online juga tergolong hemat tempat karena tidak membutuhkan rak buku.

    Jadi, kita bisa membaca novel online secara gratis kapan saja dan di mana saja dengan mengandalkan teknologi.

    Aplikasi Baca Novel Online

    Tenang saja, kali ini sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa aplikasi baca novel online terbaik dan gratis. Adapun aplikasi tersebut diantaranya:

    1. Wattpad

    Wattpad adalah aplikasi baca novel gratis yang bisa kita instal di smartphone.

    Aplikasi yang satu ini cukup menarik, sebab kita tidak hanya bisa membaca novel saja, tapi juga bisa menulis novel.

    Menariknya lagi karya yang kita tulis akan dibaca oleh banyak orang sehingga membuat kita berkesempatan menjadi seorang penulis novel terkenal.

    Ada banyak jenis atau genre novel di Wattpad, mulai dari romance, horror, komedi, dan animasi. Jadi, yuk instal Wattpad sekarang juga!

    2. Google Play Book

    Aplikasi baca novel online selanjutnya adalah Google Play Book yang bisa kita instal secara gratis melalui Play Store.

    Aplikasi yang satu ini adalah milik rajanya internet, yaitu Google.

    Dalam Google Play Book, kita bisa menemukan dan membaca banyak novel sesuai dengan selera.

    Tidak hanya novel Indonesia saja, kita juga bisa menikmati novel luar negeri dari berbagai bahasa.

    3. NovelPlus

    Aplikasi baca novel online berikutnya adalah NovelPlus. Aplikasi besutan anak bangsa ini memang diciptakan untuk pecinta novel.

    Jadi, di dalam aplikasi tersebut hanya menyediakan novel saja. Ada begitu banyak genre novel yang bisa kita pilih untuk dibaca.

    Aplikasi yang satu ini bisa membuat kita lebih mudah dalam membaca novel kapanpun dan di manapun.

    Tidak sampai di situ, kita juga bisa berkomentar untuk memberi tanggapan atau kritik sastra kepada penulis agar karya-karya selanjutnya lebih baik lagi.

    4. Cabaca

    Aplikasi baca novel gratis selanjutnya adalah Cabaca. Aplikasi lokal ini juga menyediakan banyak novel yang bisa kita baca secara gratis.

    Ada begitu banyak genre, mulai dari romance, komedi, fantasi, horror, teenlit, dan masih banyak lagi.

    Selain itu, Cabaca juga akan update secara berkala.

    Misalnya ketika ada novel baru terbit, maka aplikasi ini akan segera menyediakan novel baru tersebut kepada setiap pengguna.

    5. Webnovel

    Aplikasi baca novel online yang terakhir adalah Webnovel.

    Aplikasi ini merupakan aplikasi internasional yang menyediakan ribuan novel dari berbagai macam negara.

    Jadi, kita bisa menikmati hasil karya sastra selain Indonesia.

    Kelebihan dari aplikasi ini adalah bisa membuat kita menjadi penulis terkenal dengan cara menerbitkan novel secara mandiri atau indie.

    Jadi kita bisa mempublish novel yang kita tulis ke dalam aplikasi dan mematok harga sesuka hati.

    Selain itu, Webnovel juga sering mengadakan kontes penulisan dengan hadiah yang menarik.

    Nah, itulah beberapa aplikasi baca novel online yang bisa kita instal secara gratis di smartphone.

    Tetaplah menghidupkan dunia sastra dengan membaca dan menghargai hasil karya sastra dari penulis.

    Semoga artikel ini bermanfaat dan salam literasi!

    Author : Maulana Affandi

  • Cara Menulis Novel Remaja yang Baik, Mari Disimak!

    Pengertian Novel

    Dunia literasi memang tidak akan ada habisnya. Pada setiap masa pasti bermunculan penulis-penulis berbakat yang siap menciptakan sebuah karya sastra.

    Karya-karya sastra tersebut tentunya memiliki kategori yang berbeda.

    Namun, secara umum karya sastra dapat dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu fiksi dan nonfiksi.

    Contoh karya nonfiksi adalah pengembangan diri, tutorial, motivasi, dan sejenisnya. Sedangkan contoh karya fiksi adalah puisi, cerpen, novel, roman, dan gurindam.

    Walau berbeda, tapi kedua jenis karya sastra tersebut haruslah memiliki konsep yang tidak menyesatkan pembaca.

    Cara Menulis Novel

    Oleh karena itu, perlu adanya sebuah penelitian saat hendak menulis karya sastra yang nantinya akan mengedukasi orang banyak.

    Belakangan ini, buku bacaan yang sedang laris di Indonesia adalah novel.

    Novel sendiri memiliki arti sebuah karangan prosa yang menceritakan kehidupan seseorang lengkap dengan watak, alur, konflik, klimaks hingga penyelesaian.

    Novel adalah sebuah karangan kompleks yang teridiri dari ratusan halaman.

    Walau terkesan membosankan karena harus membaca ratusan halaman, nyatanya kedudukan Novel tidak bisa dijatuhkan.

    Buktinya, novel masih tetap laris dan tetap dinikmati oleh kaula muda maupun dewasa.

    Menentukan Tokoh Utama

    Dikutip dari beberapa sumber, bahwasanya penikmat novel di Indonesia mayoritas adalah perempuan.

    Maka dari itu, sebagai penulis novel haruslah jeli melihat fenomena tersebut.

    Jika mayoritas pembaca novel adalah perempuan, maka penulis hendaknya mengarang sebuah tokoh laki-laki dengan karakter yang kuat.

    Karena tokoh laki-laki dalam novel adalah tokoh yang paling diperhatikan oleh setiap pembaca perempuan.

    Semakin mampu menguatkan tokoh dan karakter laki-laki dalam karangannya, semakin pula membuat para pembaca terhipnotis dengan isi karangan tersebut.

    Tentunya, mereka (perempuan) akan merekomendasikan novel tersebut ke rekan sehobinya.

    Semakin sering direkomendasikan, semakin banyak pula novel tersebut terjual. Sehingga memberikan benefit bagi penulis (materi maupun nama).

    Jadi, saat menulis sebuah novel hendaknya memperhatikan tokoh laki-laki dan menguatkan karakternya hingga para pembaca merasa terpuaskan dengan adanya tokoh tersebut.

    Tidak sampai disitu saja, unsur-unsur lainnya juga harus diperhatikan seperti alur, latar, konflik, dan penyelesaian.

    Penulis : Maulana Affandi

  • Mengenal Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Karya Sastra

    Mengenal Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Karya Sastra

    Unsur Intrinsik

    Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari dalam. Unsur-unsur intrinsik karya sastra adalah :

    1. Tema
    2. Amanat
    3. Alur/Plot
    4. Perwatakan/Penokohan
    5. Latar/setting
    6. Sudut Pandang
    7. Unsur-unsur Intrinsik

     1. Tema

    Tema adalah sesuatu yang menjadi ide pokok/pokok masalah/pokok pikiran dari pengarang yang ditampilkan dalam karyanya.

    2. Amanat

    Amanat adalah pesan/kesan yang dapat memberikan tambahan pengetahuan, pendidikan, dan sesuatu yang bermakna dalam hidup yang memberikan penghiburan, kepuasan dan kekayaan batin kita terhadap hidup.

    3. Plot/Alur

    Plot adalah jalan cerita/rangkaian peristiwa dari awal sampai akhir.

    A. Tahap-tahap alur

    1. Tahap perkenalan/eksposisi

    Tahap perkenalan adalah tahap permulaan suatu cerita yang dimulai dengan suatu kejadian, tetapi belum ada ketegangan (perkenalan para tokoh, reaksi antarpelaku, penggambaran fisik, penggambaran tempat.

    2. Tahap pertentangan/Konflik

    Tahap pertentangan/konflik adalah tahap dimana mulai terjadi pertentangan antara pelaku-pelaku (titik pijak menuju pertentangan selanjutnya).

    3. Tahap klimaks

    Tahap klimaks adalah ketika pertentangan atau konflik mencapai puncaknya. Baik konflik batin maupun konflik fisik.

    4. Tahap penyelesaian

    Tahap penyelesaian adalah ketika ada solusi dari masalah yang terjadi.

    B. Macam-macam alur

    1. Alur maju adalah peristiwa –peristiwa diutarakan mulai awal sampai akhir/masa kini menuju masa datang.

    2. Alur mundur/Sorot balik/Flash back adalah peristiwa-peristiwa yang menjadi bagian penutup diutarakan terlebih dahulu/masa kini, baru menceritakan peristiwa-peristiwa pokok melalui kenangan/masa lalu salah satu tokoh.

    3. Alur gabungan/Campuran adalah peristiwa-peristiwa pokok diutarakan. Dalam pengutararaan peristiwa-peristiwa pokok, pembaca diajak mengenang peristiwa-peristiwa yang lampau, kemudian mengenang peristiwa pokok (dialami oleh tokoh utama) lagi.

    4. Perwatakan/Penokohan

    Perwatakan/Penokohan adalah bagaimana pengarang melukiskan watak tokoh dalam karya sastranya.

    Setidaknya ada tiga cara untuk melukiskan watak tokoh dalam sebuah karya, diantarnya.

    1. Analitik

    Analitik adalah pengarang langsung menceritakan watak tokoh.

    Contoh : Siapa yang tidak kenal Pak Edi yang lucu, periang, dan pintar. Meskipun agak pendek justru melengkapi sosoknya sebagai guru yang diidolakan siswa. Lucu dan penyanyang.

    2. Dramatik

    Dramatik adalah pengarang melukiskan watak tokoh dengan tidak langsung.

    Bisa melalui tempat tinggal, lingkungan,percakapan/dialog antartokoh, perbuatan, fisik dan tingkah laku, komentar tokoh lain terhadap tokoh tertentu, jalan pikiran tokoh.

    Contoh : Begitu memasuki kamarnya Yayuk, pelajar kelas 1 SMA itu langsung melempar tasnya ke tempat tidur dan membaringkan dirinya tanpa melepaskan sepatu terlebih dahulu. (tingkah laku tokoh)

    3. Campuran

    Campuran adalah gabungan analitik dan dramatik. Pelaku dalam cerita dapat berupa manusia , binatang, atau benda-benda mati yang diinsankan.

    5. Pelaku/Tokoh

    1. Tokoh utama

    Tokoh utama adalah tokoh yang memegang peranan utama dalam cerita dan selalu hadir/muncul pada setiap satuan kejadian.

    2. Tokoh pembantu

    Tokoh pembantu adalah tokoh yang berfungsi membantu pelaku utama dalam cerita.Bisa bertindak sebagai pahlawan mungkin juga sebagai penentang pelaku utama.

    3. Tokoh protagonis

    Tokoh protagonis adalah tokoh yang memegang watak tertentu yang membawa ide kebenaran.(jujur,setia,baik hati dll)

    4. Tokoh antagonis

    Toko antagonis adalah tokoh yang berfungsi menentang pelaku protagonis (penipu, pembohong dll)

    5. Tokoh tritagonis

    Tokoh tritagonis adalah tokoh yang dalam cerita sering dimunculkan sebagai tokoh ketiga yang biasa disebut dengan tokoh penengah.

    6. Latar/Setting

    Latar/setting adalah sesuatu atau keadaan yang melingkupi pelaku dalam sebuah cerita. Adapun macam-macam latar, sebagai berikut:

    1. Latar tempat adalah latar dimana pelaku berada atau cerita terjadi (di sekolah, di kota, di ruangan dll)

    2. Latar waktu adalah kapan cerita itu terjadi (pagi, siang,malam, kemarin, besuk dll)

    3. Latar suasana adalah dalam keadaan dimana cerita terjadi. (sedih, gembira, dingin, damai, sepi dll)

    7. Sudut Pandang Pengarang

    Sudut pandang adalah posisi/kedudukan pengarang dalam membawakan cerita. Sudut pandang dibedakan atas :

    1. Sudut pandang orang kesatu adalah pengarang berfungsi sebagai pelaku yang terlibat langsung dalam cerita, terutama sebagai pelaku utama. Pelaku utamanya(aku, saya, kata ganti orang pertama jamak : kami, kita)

    2. Sudut pandang orang ketiga adalah pengarang berada di luar cerita, ia menuturkan tokoh-tokoh di luar, tidak terlibat dalam cerita. Pelaku utamanya (ia, dia, mereka,kata ganti orang ketiga jamak, nama-nama lain)

    Unsur Ekstrinsik

    Unsur ekstrinsik adalah unsur yang membangun karya sastra dari luar, seperti:

    1. Latar Belakang Penciptaan adalah kapan karya sastra tersebut diciptakan

    2. Kondisi masyarakat pada saat karya sastra diciptakan adalah keadaan masyarakat baik itu ekonomi, sosial, budaya, politik pada saat karya sastra diciptakan

    3. Pandangan hidup pengarang/Latar belakang pengarang.

  • 5 Kesalahan Umum dalam Menulis Novel

    Dalam menulis novel memang tidak ada aturan baku yang mengikat. Setiap penulis bebas menulis sesuai dengan karakter serta gaya bahasa sendiri.

    Namun, tidak sedikit penulis yang kadang mengabaikan hal-hal kecil yang menurutnya tidak penting.

    Padahal kalau dipahami lebih dalam, sekelumit hal kecil tersebut akan sangat berpengaruh dalam kualitas karya.

    Tidak hanya itu, proses menulis bukanlah sebuah perjalanan pendek yang bisa dilakukan tanpa hambatan. Menulis novel adalah sebuah proses panjang dengan seribu hambatan.

    Demikian susahnya kah?

    Ya, penulis profesional saja kerap mengalami kesulitan dalam penggarapan karya mereka, apalagi penulis pemula yang masih meraba-raba dalam penciptaan sebuah karya.

    Kesalahan Dalam Menulis Novel

    Nah, setelah mengetahui betapa sulitnya menulis novel, ada baiknya kita mengetahui 5 kesalahan umum yang seharusnya tidak dilakukan oleh penulis.

    1. Salah Memilih Tokoh Utama

    Dalam sebuah novel, peran tokoh utama sangatlah penting. Sebab, tokoh utama adalah sosok seseorang yang diceritakan pada awal hingga akhir cerita.

    Secara garis besar bisa dikatakan jika tokoh utama adalah inti cerita dari jumlah ratusan halaman yang dibukukan. Maka dari itu, sebelum menulis, ada baiknya menentukan tokoh utama yang tepat.

    Tentukan pula bagaimana watak, karakter, serta latar belakang si tokoh utama tersebut agar memiliki kekuatan dan mampu memikat hati setiap pembaca nantinya.

    2. Salah Memilih Jalan Cerita

    Pada dasarnya, cerita yang baik adalah cerita yang tidak mudah ditebak. Kebanyakan orang sering merasa bosan saat membaca novel karena jalan ceritanya sangat mudah ditebak.

    Cerita dalam sebuah novel sangatlah liar dan bebas, maka jangan terjebak hanya dalam sebuah sudut pandang yang klise.

    Cobalah untuk berimajinasi lebih liar lagi agar cerita yang diciptakan tidak mudah ditebak.

    Sebab, pembaca akan merasakan sensasi berbeda saat membaca naskah yang isi tulisannya mengalir serta memberikan efek penasaran akan cerita selanjutnya.

    3. Konflik Kurang Kompleks

    Yang dimaksud kurang kompleks di sini adalah tidak terjadi konflik lengkap, mulai dari konflik batin hingga fisik.

    Sebab, novel adalah sebuah karya sastra yang memiliki jumlah halaman hingga ratusan.

    Jadi, alangkah membosankan jika konfliknya rata tanpa penekanan maupun tanpa kompleksitas yang membuat situasi cerita semakin hidup.

    Sebab, sesuai dengan rentenannya, dalam karya sastra terdapat yang namanya urutan cerita, mulai dari pengenalan, ide cerita, konflik, penyelesaian.

    Nah, dengan konflik yang tidak memuncak, maka emosional pembaca juga tidak mencapai klimaksnya.

    4. Editing Saat Menulis

    Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan oleh penulis, baik pemula maupun profesional. Hampir semua penulis pasti pernah melakukan hal ini, yaitu mengedit saat sedang asik-asiknya menulis.

    Menurut riset yang telah terbukti kebenarannya, menulis sambil mengedit adalah sebuah aktivitas yang sangat tidak efisien. Alangkah lebih baik, jika fokus menulis saja dan jangan melakukan editing.

    Sebab, saat imajinasi sedang mengalir deras di otak, maka fokus harus tetap terjaga, jangan diganggu dengan aktivitas editing yang akan merubah jalan cerita.

    Kebanyakan penulis yang pernah melakukan kesalahan ini mengaku jika lebih baik menyelesaikan naskah terlebih dahulu.

    5. Menuruti Rasa Bosan

    Kendala yang paling sering muncul saat menulis novel adalah rasa bosan. Ya, terlebih rasa bosan itu sangat besar hantamannya sehingga mengakibatkan rasa malas dan kebuntuan.

    Sebetulnya, hal tersebut wajar saja. Ada baiknya untuk beristirahat sejenak, gunakan waktu istirahat tersebut dengan hal yang baik, misalnya membaca maupun menonton film agar inspirasi datang kembali.

    Jangan menuruti bosan hingga akhirnya kebablasan. Sebab, saat rasa bosan telah menguasai, maka naskah hanya akan menjadi konsep dalam folder usang tanpa pembaruan.

    Usahakan lawan rasa bosan tersebut dan percaya bahwa otak manusia adalah anugerah yang tidak mudah dikalahkan.

    Author : Maulana Affandi

  • Cara Menulis Novel dengan Mudah, Perhatikan Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

    Karya Sastra adalah penciptaan ide yang disampaikan secara komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika.

    Karya-karya sastra sering memberi pesan dalam setiap kalimatnya.

    Sastra sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti teks yang mengandung instruksi atau pedoman.

    Sas berarti instruksi atau berupa ajaran dan Tra berarti alat atau sarana.

    Jika disederhanakan, maka karya sastra bisa dikatakan sebagai hasil pemikiran manusia yang dirangkai dengan kalimat-kalimat indah yang mengandung suatu maksud di dalamnya.

    Sebuah karya sastra itu terbentuk karena ada dua unsur di dalamnya.

    Pertama adalah unsur intrinsik atau yang lebih akrab disapa struktural.

    Kedua, adalah unsur ektrinsik yang menyelimuti karya tersebut dari luar.

    Nah, yang perlu kita pahami saat ini adalah bagaimana bisa seorang penulis menciptakan cerita yang tebalnya ratusan halaman dengan cerita yang apik dan berurutan?

    Jawaban yang paling bijak adalah karena adanya dua unsur tersebut, yakni intrinsik dan ektrinsik.

    Menjadi penulis bukanlah hal yang mudah. Ingat, menulis bukanlah hal yang mudah.

    Tapi, dengan memiliki teori dalam kesusastraan, kesulitan tersebut akan berkurang hingga akhirnya cukup mudah untuk dilakukan.

    Dalam menulis sebuah karya sastra, seorang penulis harus membuat kerangka tulisannya terlebih dahulu.

    Sebab dengan kerangka tersebut, maka cerita akan mudah dibangun dengan indahnya.

    Ya, kerangka tulisan itulah yang dinamakan intrinsik.

    Adapun beberapa sub yang berada dalam naungan unsur intrinsik antara lain: Judul, Tema, Tokoh, Alur, Latar, Sudut Pandang, Konflik, serta Titik Terang atau Klimaks.

    Nah, dengan memahami kerangka tersebut maka penulis bisa membatasi ide dan imajinasinya agar tidak melebar ke sub bahasan yang lain.

    Dengan demikian, maka karya yang ditulis akan lebih terfokus dan tidak terpecah bagiannya.

    Percayalah, teori yang dianggap simple ini sangat berpengaruh pada penggarapan sebuah karya.

    Tanpa adanya teori, maka semuanya akan terasa susah sebab kita tidak tahu tahapan-tahapan yang harus dilalui dan ditata dalam menciptakan karya sastra itu sendiri.

    Lalu, unsur kedua adalah Ekstrinsik atau unsur yang membangun karya dari luar.

    Biasanya unsur ini berupa latar atau kondisi yang diceritakan dalam karya tersebut.

    Misalnya kondisi sosial dan budaya, kondisi tahun penciptaan, kondisi psikologis, serta kondisi tempat yang sedang diceritakan.

    Kalau karya sastra pada zaman dahulu, unsur ektrinsik yang diangkat berupa kepahlawanan, sesuai dengan kondisi di mana Negara sedang dalam ancaman penjajah.

    Namun, di era modern ini, kita bisa mengangkat unsur ekstrinsik yang lebih fresh, misalnya mengenai kehidupan masyarakat yang lebih memilih dunia digital.

    Yang terpenting, unsur ekstrinsik tetap tidak luput dari pengalaman pribadi dari seorang penulis.

    Sebab, penulis merasakan sendiri bagaimana kondisi yang dialaminya saat itu.

    Dengan mengalaminya sendiri, maka karya yang diciptakan akan sangat kuat dan mampu dipertanggungjawabkan.

    Nah, begitulah penjelasan singkat mengenai unsur intrinsik dan ekstrinsik yang membangun karya sastra.

    Semoga bermanfaat dan member semangat menulis untuk teman-teman semua.

    Author : Maulana Affandi