Tag: pendidikan

  • Orang yang Tidak Boleh Dinikahi Disebut dengan? Ini Jawaban dan Dalilnya

    Orang yang tidak boleh dinikahi disebut dengan Mahram (محرم) karena karena didasarkan pada hubungan kekerabatan, baik melalui keturunan, persusuan, maupun pernikahan.

    Mahram (محرم) adalah istilah yang digunakan untuk menyebut orang yang tidak diizinkan untuk dinikahi dalam syariat Islam.

    Secara bahasa, mahram berasal dari bahasa Arab yang berarti “terlarang”. Dalam konteks pernikahan, mahram merujuk kepada orang-orang yang haram dinikahi selamanya karena hubungan keturunan, persusuan, dan pernikahan.

    Baca juga: Kumpulan Gombalan Islami Lucu dan Bikin Baper, Coba ke Pasangan Yuk!

    Contohnya mencakup hubungan seperti saudara kandung, orang tua dan anak, serta hubungan keluarga tertentu yang diakui sebagai hubungan yang terlalu dekat untuk diizinkan menikah.

    Dasar hukum mahram terdapat dalam Al-Qur’an dan Hadits. Beberapa ayat yang membahas tentang mahram antara lain:

    QS. An-Nisa’ [4]: 22-24

    وَلَا تَنۡكِحُوۡا مَا نَكَحَ اٰبَآؤُكُمۡ مِّنَ النِّسَآءِ اِلَّا مَا قَدۡ سَلَفَ​ ؕ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً وَّمَقۡتًا ؕ وَسَآءَ سَبِيۡلًا

    Dan janganlah kamu menikahi perempuan-perempuan yang telah dinikahi oleh ayahmu, kecuali (kejadian pada masa) yang telah lampau. Sungguh, perbuatan itu sangat keji dan dibenci (oleh Allah) dan seburuk-buruk jalan (yang ditempuh).

    QS. Al-Ahzab [33]: 50

    يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ اِنَّآ اَحْلَلْنَا لَكَ اَزْوَاجَكَ الّٰتِيْٓ اٰتَيْتَ اُجُوْرَهُنَّ وَمَا مَلَكَتْ يَمِيْنُكَ مِمَّآ اَفَاۤءَ اللّٰهُ عَلَيْكَ وَبَنٰتِ عَمِّكَ وَبَنٰتِ عَمّٰتِكَ وَبَنٰتِ خَالِكَ وَبَنٰتِ خٰلٰتِكَ الّٰتِيْ هَاجَرْنَ مَعَكَۗ وَامْرَاَةً مُّؤْمِنَةً اِنْ وَّهَبَتْ نَفْسَهَا لِلنَّبِيِّ اِنْ اَرَادَ النَّبِيُّ اَنْ يَّسْتَنْكِحَهَا خَالِصَةً لَّكَ مِنْ دُوْنِ الْمُؤْمِنِيْنَۗ قَدْ عَلِمْنَا مَا فَرَضْنَا عَلَيْهِمْ فِيْٓ اَزْوَاجِهِمْ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُهُمْ لِكَيْلَا يَكُوْنَ عَلَيْكَ حَرَجٌۗ وَكَانَ اللّٰهُ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا

    Wahai Nabi (Muhammad) sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu istri-istrimu yang telah engkau berikan maskawinnya dan hamba sahaya yang engkau miliki dari apa yang engkau peroleh dalam peperangan yang dianugerahkan Allah untukmu dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu yang turut hijrah bersamamu, dan perempuan mukminat yang menyerahkan dirinya kepada Nabi jika Nabi ingin menikahinya sebagai kekhususan bagimu, bukan untuk orang-orang mukmin (yang lain). Sungguh, Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki agar tidak menjadi kesempitan bagimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Baca juga: Pengertian Tashawwur Islam dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

    Jenis-jenis Mahram

    Mahram terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

    Mahram karena nasab (keturunan), meliputi:

    • Ibu, nenek, dan seterusnya ke atas.
    • Anak perempuan, cucu perempuan, dan seterusnya ke bawah.
    • Saudara perempuan kandung, sebapak, dan seibu.
    • Anak perempuan dari saudara laki-laki.
    • Anak perempuan dari saudara perempuan.

    Mahram karena persusuan, meliputi:

    • Ibu susuan dan anak-anaknya.
    • Saudara perempuan sesusuan.
    • Anak perempuan dari saudara laki-laki sesusuan.
    • Anak perempuan dari saudara perempuan sesusuan.

    Mahram karena pernikahan, meliputi:

    • Istri dan anak perempuan dari istri.
    • Ibu dan anak perempuan dari suami.
    • Mantan istri dan anak perempuannya
  • S.I.A Sarjana Apa? Simak Penjelasan dan Prospek Kerjanya

    S.I.A. (Sarjana Ilmu Administrasi) adalah gelar yang diberikan kepada lulusan program studi yang berfokus pada bidang administrasi.

    Gelar ini diberikan kepada para mahasiswa yang telah menyelesaikan studi di program S1 Ilmu Administrasi.

    Secara umum, program S1 Ilmu Administrasi memfokuskan pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan para mahasiswanya dalam mengelola organisasi, baik di sektor publik maupun swasta.

    Para mahasiswanya akan mempelajari berbagai teori dan praktik terkait manajemen, kepemimpinan, keuangan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya.

    Apa yang dipelajari di S.I.A.?

    Kurikulum S.I.A. dirancang untuk memberikan landasan kuat dalam berbagai aspek administrasi, seperti:

    • Manajemen: Mempelajari teori dan praktik manajemen modern, seperti pengambilan keputusan, perencanaan strategis, dan kepemimpinan.
    • Keuangan: Memahami prinsip-prinsip akuntansi, keuangan, dan investasi untuk pengelolaan keuangan organisasi yang optimal.
    • Sumber Daya Manusia: Mempelajari tentang pengelolaan sumber daya manusia, seperti rekrutmen, pelatihan, dan pengembangan karyawan.
    • Pemasaran: Memahami strategi dan teknik pemasaran untuk meningkatkan penjualan dan pangsa pasar organisasi.
    • Teknologi Informasi: Mempelajari pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan organisasi.

    Lulusan S1 Ilmu Administrasi diharapkan mampu untuk:

    • Memahami dan menerapkan prinsip-prinsip manajemen organisasi.
    • Menyusun dan menganalisis data untuk pengambilan keputusan.
    • Mampu berkomunikasi dan bekerja sama dengan baik dalam tim.
    • Memiliki kemampuan kepemimpinan dan problem solving.
      Memahami dan mengikuti perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

    Prospek Kerja Lulusan S.I.A

    Lulusan S.I.A. memiliki peluang kerja yang luas di berbagai bidang, antara lain:

    • Pemerintahan: Menjadi PNS di berbagai instansi pemerintah, seperti Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah.
    • Perusahaan Swasta: Bekerja di berbagai perusahaan swasta, baik di bidang manufaktur, jasa, maupun keuangan.
    • Lembaga Non-Profit: Bekerja di berbagai lembaga non-profit, seperti organisasi sosial, yayasan, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
    • Wirausaha: Memulai usaha sendiri dengan memanfaatkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh.
  • Mengenal Apa Itu Ideologi, Fungsi, dan Contohnya

    Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita memiliki dasar pemikiran tentang sesuatu yang kita yakini, bukan?

    Misalnya dalam bertindak dan berpikir, tentu kita memiliki kecenderungan konsep atau pola pikir yang kita anut atau percayai.

    Nah, pernahkah kamu bertanya-tanya, apa yang mendasari pemikiran dan tindakanmu tersebut? Apa yang kamu anggap benar dan salah? Dan pa yang ingin kamu capai dalam hidup?

    Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini bisa jadi berkaitan dengan ideologi. Sehingga, memahami makna ideologi sangat penting dalam menjalani kehidupan ini.

    Lantas, apa itu ideologi?

    Pengertian Ideologi

    Secara harfiah, ideologi berasal dari kata idea yang berarti gagasan atau konsep pemikiran dan kata logos yang berarti ilmu.

    Sehingga, ideologi dapat dimaknai sebagai ilmu pengetahuan tentang ide-ide (the science of ideas) atau ajaran mengenai pengertian-pengertian dasar.

    Sementara menurut KBBI, arti ideologi adalah:

    • kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup
    • cara berpikir seseorang atau suatu golongan
    • paham, teori, dan tujuan yang merupakan satu program sosial politik

    Dari beberapa referensi tersebut, maka dapat didefinisikan bahwa Ideologi adalah sebuah konsep pemikiran yang mendasari keyakinan dan tindakan seseorang atau kelompok.

    Jika diibaratkan, ideologi itu seperti kompas yang membantu kita untuk menavigasi kehidupan, menentukan arah dan tujuan.

    Sehingga, ideologi dapat menuntun kita dalam berbagai aspek, mulai dari politik, ekonomi, sosial, hingga budaya.

    Bagaimana ideologi terbentuk?

    Ideologi terbentuk dari berbagai faktor, seperti pengalaman pribadi, pendidikan, lingkungan sosial, dan budaya.

    Kita terpapar ideologi melalui berbagai media, seperti keluarga, sekolah, media massa, dan komunitas. Ideologi juga bisa berkembang melalui perenungan dan pemikiran kritis terhadap realitas sosial.

    Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian ideologi menurut para ahli.

    1. Hasan (2002: 212)

    Ideologi merupakan suatu ilmu yang berkaitan dengan cita-cita yang terdiri atas seperangkat gagasan-gagasan atau pemikiran manusia mengenai citacita politik, doktrin atau ajaran, nilai-nilai yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

    2. Samuel Becker (1984: 69)

    Ideologi merupakan “cara kita mempersepsi dunia kita dan diri kita; ideologi mengontrol apa yang kita lihat sebagai sesuatu yang “alami”.

    3. Williams (1977: 109)

    Ideologi itu sebagai sebuah bentuk yang relatif formal dan mengartikulasikan sistem makna, nilai-nilai dan kepercayaan, ataupun semacamnya yang diabstraksikan sebagai sebuah “pandangan dunia” atau “pandanganan kelas”.

    4. Beckers (1984: 69)

    Sebuah ideologi merupakan suatu bentuk setting, diintegrasikan dalam bingkai referensi, di mana di dalamnya melewati masing-masing dari kita untuk melihat dunia dan yang mengatur tindakan kita semua”.

    5. Sobur (2004: 64)

    Ideologi adalah pikiran yang mengungkapkan, nilai, orientasi, dan kecenderungan yang saling melengkapi sehingga membentuk perspektif-perspektif ide yang diungkapkan melalui komunikasi dengan media teknologi dan komunikasi antar pribadi.

    6. Syafiie (2001: 61)

    Definisi ideologi adalah sistem pedoman hidup yang menjadi cita-cita untuk dicapai oleh sebagian besar individu dalam masyarakat yang bersifat khusus, disusun secara sadar oleh tokoh pemikir negara serta kemudian menyebarluaskannya dengan resmi.

    7. Syamsudin (2009: 98)

    Arti ideologi adalah keseluruhan prinsip atau norma yang berlaku dalam suatu masyarakat yang meliputi berbagai aspek, seperti sosial politik, ekonomi, budaya, dan hankam.

    8. W. White (dalam Kansil, 2005:27)

    Ideologi ialah soal cita-cita mengenai berbagai macam masalah politik dan ekonomi filsafat sosial yang sering dilaksanakan bagi suatu rencana yang sistematis tentang cita-cita yang dijalankan oleh kelompok atau lapisan masyarakat.

    9. Franz Magnis Suseno (1992 : 230)

    Ideologi juga dilihat sebagai sarana kelas atau kelompok sosial tertentu yang berkuasa untuk melegitimasikan
    kekuasaannya.

    10. Louis Althuser

    Ideologi adalah suatu gagasan yang spekulatif namun tetapi ideologi tersebut bukan gagasan palsu dikarenakan gagasan spekulatif itu bukan dimaksudkan untuk menggambarkan suatu realitas melainkan untuk dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana semestinya manusia itu dapat menjalani hidupnya.

    Fungsi Ideologi

    Manfaat ideologi adalah untuk membantu kita memahami dunia dan menentukan peran kita di dalamnya.

    Ideologi memberikan kerangka kerja untuk menganalisis masalah dan mencari solusi. Ideologi juga mendorong kita untuk bertindak dan berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih baik.

    Namun, ideologi juga bisa memiliki sisi negatif. Ideologi yang kaku dan tidak toleran dapat memicu konflik dan perpecahan.

    Ideologi juga dapat digunakan untuk memanipulasi dan menindas orang lain. Oleh karena itu, penting untuk mempelajari berbagai ideologi secara kritis dan terbuka.

    Berikut adalah beberapa pentingnya ideologi bagi suatu bangsa:

    1. Memberikan Arah dan Tujuan

    Ideologi membantu individu dan kelompok untuk menentukan tujuan yang ingin mereka capai dalam hidup.

    Ideologi memberikan kerangka kerja untuk memahami dunia dan menentukan apa yang dianggap benar dan salah.

    Dengan memiliki tujuan yang jelas, individu dan kelompok dapat lebih terarah dalam bertindak dan mencapai apa yang mereka inginkan.

    2. Membangun Persatuan dan Solidaritas

    Ideologi dapat membantu mempersatukan individu dan kelompok dengan memberikan tujuan dan nilai-nilai yang sama.

    Dengan memiliki ideologi yang sama, individu dan kelompok merasa terhubung dan memiliki rasa saling memiliki. Hal ini dapat meningkatkan solidaritas dan kerjasama antar individu dan kelompok.

    3. Memobilisasi Tindakan

    Ideologi dapat memobilisasi individu dan kelompok untuk bertindak demi mencapai tujuan bersama. Ideologi memberikan dorongan dan motivasi untuk melakukan perubahan dan mewujudkan cita-cita.

    Dengan memiliki ideologi yang kuat, individu dan kelompok dapat lebih terdorong untuk berkontribusi dan membuat perbedaan.

    4. Mempromosikan Keadilan dan Kesetaraan

    Ideologi dapat mempromosikan keadilan dan kesetaraan bagi semua individu dan kelompok.

    Ideologi yang ideal akan memperjuangkan hak-hak dan kesempatan yang sama bagi semua orang, tanpa memandang ras, agama, gender, atau kelas sosial.

    5. Memberikan Makna dan Identitas

    Ideologi dapat memberikan makna dan identitas bagi individu dan kelompok. Ideologi membantu individu dan kelompok untuk memahami peran mereka di dunia dan memberikan rasa memiliki.

    Dengan memiliki ideologi yang kuat, individu dan kelompok merasa memiliki tujuan hidup dan identitas yang jelas.

    Lantas, bagaimana memilih ideologi yang tepat?

    Tidak ada ideologi yang “benar” atau “salah”. Ideologi yang tepat bagi seseorang adalah ideologi yang selaras dengan nilai-nilai dan keyakinannya.

    Maka sangat penting untuk mempelajari berbagai ideologi secara kritis dan terbuka, serta mempertimbangkan konteks sosial dan budaya.

    Ideologi adalah sebuah perjalanan yang berkelanjutan. Seiring dengan bertambahnya pengalaman dan pengetahuan, pemahaman kita tentang ideologi juga dapat berkembang.

    Contoh ideologi

    Ada banyak macam ideologi yang dianut di dunia, beberapa contoh ideologi antara lain:

    1. Liberalisme

    Liberalisme adalah sebuah ideologi politik dan moral yang menekankan kebebasan individu sebagai nilai fundamental.

    Ideologi ini muncul pada Zaman Pencerahan di Eropa dan menjadi salah satu ideologi paling berpengaruh di dunia modern.

    2. Sosialisme

    Sosialisme adalah sebuah ideologi politik dan ekonomi yang menekankan kesetaraan sosial dan ekonomi. Ideologi ini muncul sebagai respon terhadap industrialisasi dan eksploitasi buruh di abad ke-19.

    Sosialisme bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera, dimana semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai potensi terbaiknya.

    3. Konservatisme

    Konservatisme adalah sebuah ideologi politik yang menekankan nilai-nilai tradisional, stabilitas sosial, dan hierarki.

    Konservatisme bertujuan untuk menjaga tradisi dan nilai-nilai yang telah teruji dan terbukti bermanfaat bagi masyarakat.

    4. Islamisme

    Islamisme adalah sebuah ideologi politik yang meyakini bahwa Islam harus menjadi pedoman bagi segala aspek kehidupan manusia, baik sosial, ekonomi, politik, budaya, maupun kehidupan pribadi.

    Ideologi ini muncul sebagai respon terhadap modernisasi dan sekularisme yang dianggap telah menjauhkan umat Islam dari nilai-nilai Islam.

    Islamisme bertujuan untuk menegakkan kembali syariah Islam dan membangun masyarakat Islam yang ideal.

    5. Nasionalisme

    Nasionalisme adalah sebuah ideologi politik yang menekankan kesetiaan kepada bangsa dan persatuan nasional.

    Ideologi ini muncul sebagai respon terhadap kolonialisme dan imperialisme, dan bertujuan untuk membangun bangsa yang merdeka dan berdaulat.

    6. Marxisme

    Marxisme adalah sebuah ideologi politik dan ekonomi yang didasarkan pada teori kelas sosial, perjuangan kelas, dan revolusi proletariat untuk membangun masyarakat komunis tanpa kelas.

    Marxisme bertujuan untuk membangun masyarakat komunis tanpa kelas, dimana semua orang memiliki akses yang sama terhadap sumber daya dan alat produksi.

    7. Demokrasi

    Demokrasi adalah sebuah ideologi politik yang mengedepankan kedaulatan rakyat. Demokrasi berasal dari bahasa Yunani, yaitu “demos” yang berarti rakyat dan “kratos” yang berarti pemerintahan.

    8. Anarkisme

    Anarkisme adalah ideologi politik yang menolak segala bentuk hierarki dan otoritas. Anarkis percaya bahwa masyarakat dapat diatur tanpa pemimpin atau pemerintah.

    Ideologi Anarkis percaya bahwa semua orang sama dan tidak ada yang berhak memerintah orang lain, sehingga masyarakat harus diatur oleh individu dan komunitas secara mandiri, tanpa campur tangan pemerintah.

  • 4 Perbedaan Proteksi dan Kuota Impor yang Perlu Diketahui

    4 Perbedaan Proteksi dan Kuota Impor yang Perlu Diketahui

    Di era globalisasi ini, perdagangan internasional memainkan peran penting dalam roda ekonomi setiap negara.

    Dalam upaya melindungi industri dalam negeri dari gempuran produk impor, pemerintah often menerapkan dua kebijakan utama, yaitu proteksi dan kuota impor.

    Proteksi dan kuota impor adalah dua kebijakan yang umum diterapkan oleh suatu negara untuk melindungi industri dalam negeri dari persaingan barang impor.

    Meskipun tujuannya sama, yaitu melindungi industri dalam negeri, perbedaan antara proteksi dan kuota impor jarang diketahui oleh banyak orang.

    Lantas, apa perbedaan antara proteksi dan kuota impor?

    Pengertian Proteksi

    Proteksi bagaikan benteng kokoh yang melindungi industri dalam negeri dari serbuan produk impor. Benteng ini dapat dibangun dengan berbagai cara, seperti:

    • Tarif impor: Pajak tambahan yang dikenakan pada produk impor, sehingga harganya menjadi lebih mahal dibandingkan produk lokal.
    • Subsidi: Bantuan keuangan yang diberikan pemerintah kepada industri dalam negeri agar dapat bersaing dengan produk impor.
    • Standar kualitas: Penetapan standar kualitas yang tinggi untuk produk impor, sehingga hanya produk berkualitas tinggi yang dapat masuk ke pasar domestik.

    Pengertian Kuota Impor

    Sedangkan kuota impor bagaikan pintu gerbang yang membatasi jumlah produk impor yang boleh masuk ke dalam negeri. Ibarat sebuah bendungan, kuota ini bertujuan untuk:

    • Mencegah banjir produk impor: Melindungi industri dalam negeri dari persaingan yang tidak seimbang.
    • Menjaga stabilitas pasar: Menghindari gejolak harga dan pasokan produk dalam negeri.
    • Mendukung sektor strategis: Memprioritaskan pengembangan sektor-sektor yang dianggap penting bagi negara.

    Perbedaan Proteksi dan Kuota Impor

    Agar lebih jelas, berikut adalah perbedaan utama antara keduanya, antara lain:

    1. Bentuk Kebijakan

    Proteksi bisa dilakukan dengan tarif (pajak impor) atau non-tarif (misalnya, subsidi, standar kualitas).

    Tarif: meningkatkan harga barang impor, sehingga konsumen lebih memilih produk lokal.
    Non-tarif: membatasi jumlah barang impor secara tidak langsung.

    Sementara kuota impor membatasi secara langsung jumlah barang impor yang boleh masuk ke dalam negeri dan biasanya menggunakan sistem lisensi impor.

    2. Dampak yang Dihasilkan

    Proteksi bisa meningkatkan harga barang impor dan domestik, mendorong produksi dalam negeri, dan mengurangi pendapatan pemerintah dari pajak impor.

    Sementara kuota impor mampu menciptakan kelangkaan barang impor, eningkatkan harga barang impor, dan juga memicu pasar gelap.

    3. Kelebihan

    Proteksi mampu melindungi industri dalam negeri dari persaingan asing, menciptakan lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

    Sementara kuota impor bisa memberikan kepastian bagi industri dalam negeri serta embantu mencapai tujuan kebijakan tertentu (misalnya, melindungi sektor strategis).

    4. Kekurangan

    Proteksi bisa membuat konsumen dirugikan karena harga barang lebih mahal, membuat industri dalam negeri menjadi tidak efisien, dan memicu retaliasi dari negara lain.

    Sementara kuota impor bisa membuat pasar tidak efisien, memicu korupsi dalam proses pemberian lisensi, dan membatasi pilihan konsumen.

    Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Proteksi dapat mendorong produksi dalam negeri dan menciptakan lapangan pekerjaan, namun dapat pula membuat harga produk domestik menjadi lebih mahal dan membebani konsumen.

    Kuota impor memberikan kepastian bagi industri dalam negeri, tetapi dapat pula memicu pasar gelap dan membatasi pilihan konsumen.

    Pemilihan antara proteksi dan kuota impor harus dilakukan dengan cermat, dengan mempertimbangkan berbagai faktor seperti kondisi ekonomi, struktur industri, dan tujuan kebijakan.

    Diperlukan keseimbangan antara melindungi industri dalam negeri dan menjaga efisiensi pasar, sehingga tercipta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan adil bagi semua pihak.

    Kesimpulannya, proteksi dan kuota impor adalah dua instrumen penting dalam melindungi industri dalam negeri.

    Penerapannya harus dilakukan secara bijaksana dan kontekstual, dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan dampak yang mungkin terjadi.

    Secara keseluruhan, tujuan utama adalah untuk membangun ekonomi yang kuat dan tangguh di era globalisasi.

  • Apa Itu Kurikulum Nasional? Simak Pengertian dan Sejarahnya

    Kurikulum Nasional adalah hasil revisi dari kurikulum 2013 (K13) berdasarkan evaluasi atas kelebihan dan kekurangan selama penerapan Kurikulum 2013 (K13).

    Kurikulum 2013 (K13) merupakan upaya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memperbaiki kelemahan yang ada dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

    Kendati demikian, nama Kurikulum tidak berubah menjadi Kurikulum Nasional tetapi menggunakan Kurikulum 2013 Edisi Revisi yang diterapkan secara nasional.

    Dalam versi sebelumnya dari Kurikulum 2013, semua guru untuk setiap mata pelajaran diharuskan menilai aspek sosial dan spiritual (keagamaan) siswa, yang kemudian menjadi sumber permasalahan dan keluhan di kalangan guru.

    Dalam pembaruan terbaru Kurikulum 2013, penilaian terhadap aspek sosial dan keagamaan siswa kini diserahkan kepada guru PPKn dan guru pendidikan agama atau budi pekerti, dan hasilnya kemudian diberikan kepada wali kelas.

    Revisi pada Kurikulum 2013 tidak terlalu banyak. Edisi terbaru Kurikulum 2013 tetap mendukung pengalaman belajar mengajar (KBM) yang menyenangkan.

    Diem (1996) menyatakan bahwa integrasi kurikulum berbentuk pembelajaran paralel (pengajaran yang berkaitan dengan bidang studi yang serupa) atau campuran (menggunakan unit tematik yang diatur secara terpusat).

    Oleh karena itu, kurikulum Cambridge akan melengkapi kekurangan yang ada dalam Kurikulum Nasional, dan sebaliknya.

    Pelaksanaan kurikulum ini dimulai secara bersamaan pada bulan Juli di tahun pelajaran baru 2014/2015 di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia.

    Tujuan pengembangan K13 adalah menciptakan kurikulum yang mampu mencetak siswa Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, serta pengetahuan yang terintegrasi.

    Sementara kurikulum nasional bertujuan untuk menjamin konsistensi serta keseragaman pendidikan di seluruh penjuru negeri.

    Melalui penerapan kurikulum nasional, pemerintah berupaya memastikan bahwa setiap siswa di Indonesia menerima pendidikan yang setara, tanpa memandang lokasi atau jenis sekolah yang mereka ikuti.

    Karakteristik adalah ciri khas dari suatu kurikulum, dan karakteristik Kurikulum 2013 Edisi Revisi masih mengikuti pedoman Permendikbud No. 70 Tahun 2013, salah satunya yaitu:

    “Mengembangkan keseimbangan antara pengembangan sikap spiritual dan sosial, rasa ingin tahu, kreativitas, kerjasama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik.”

    Sumber: um.ac.id, uny.ac.id

  • Apa Itu Tantrum? Simak Pengertian, Penyebab, dan Solusinya

    Tantrum adalah momen sulit yang mungkin dihadapi oleh para orangtua saat merawat anak-anak kecil.

    Tantrum dapat terjadi ketika anak merasa frustrasi, kesal, atau sulit mengungkapkan perasaannya.

    Meskipun pada momen cenderung menantang kesabaran, tapi bagi orang tua hendaknya memahami penyebab dan bagaimana mengatasi tantrum dengan pendekatan yang positif.

    Apa Itu Tantrum?

    Tantrum adalah reaksi berlebihan dari anak ketika mereka merasa kesulitan mengelola emosi mereka.

    Ketika tantrum, anak akan berperilaku berlebihan seperti menangis keras, berteriak, melempar benda-benda kecil, dan kadang-kadang bahkan melakukan perilaku agresif seperti menjatuhkan diri ke tanah.

    Pada anak-anak, tantrum sering terjadi sebagai respons terhadap frustrasi atau ketidakmampuan mereka untuk mengungkapkan atau mengelola emosi dengan cara yang lebih baik.

    Hal tersebut dapat terjadi ketika mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, merasa tidak adil, atau merasa kesalahan.

    Tantrum dapat menjadi bagian normal dari perkembangan anak-anak, terutama pada usia toddler atau balita.

    Penyebab Tantrum

    Ketika anak tantrum, orang tua hendaknya mencoba mengidentifikasi penyebab tantrum agar dapat menenangkan anak. Beberapa penyebab tantrum antara lain:

    1. Frustrasi

    Anak-anak mungkin merasa frustrasi jika mereka tidak dapat mencapai atau mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan.

    Tantrum dapat terjadi jika mereka mengalami kesulitan berkomunikasi atau jika keinginan mereka tidak dipenuhi.

    2. Kecemasan atau ketidaknyamanan

    Terkadang anak-anak mengalami perasaan takut atau cemas terhadap situasi atau perubahan tertentu. Tantrum dapat menjadi cara mereka mengatasi ketidaknyamanan atau kecemasan tersebut.

    3. Kehilangan kontrol

    Anak-anak belum sepenuhnya mampu mengelola emosi mereka, sehingga tantrum bisa menjadi cara untuk menanggapi ketidaknyamanan.

    4. Perubahan Rutinitas

    Anak-anak cenderung menyukai rutinitas dan kestabilan. Perubahan mendadak dalam rutinitas mereka, seperti perubahan jadwal tidur atau makan, dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan tantrum.

    5. Kepenatan atau Lapar

    Kondisi fisik seperti kepenatan atau rasa lapar dapat mempengaruhi suasana hati anak-anak, meningkatkan peluang terjadinya tantrum.

    6. Pengaruh Lingkungan

    Suasana atau lingkungan sekitar juga dapat memainkan peran dalam memicu tantrum.

    Stimulasi berlebihan, terlalu banyak orang di sekitar, atau lingkungan yang terlalu bising dapat memengaruhi anak-anak.

    Cara Mengatasi Tantrum

    Mengatasi tantrum memerlukan kesabaran, pemahaman, dan pendekatan yang bijaksana. Berikut beberapa cara yang dapat membantu mengatasi tantrum pada anak:

    1. Tetap Tenang

    Saat tantrum terjadi, tetaplah tenang untuk membantu menciptakan lingkungan yang aman bagi anak dan membantu mereka merasa lebih terkendali.

    2. Ajak Berbicara

    Cobalah untuk berbicara dengan lembut dan dengan kata-kata yang mudah dipahami, tanyakan apa yang mereka rasakan, dan berikan mereka kesempatan untuk berbicara.

    3. Berikan Pilihan

    Berikan anak pilihan untuk memberi mereka rasa kendali. Misalnya, “Apakah kamu ingin memakai sepatu merah atau sepatu biru hari ini?”

    4. Berikan Perhatian Positif

    Puji perilaku positif anak. Memberikan perhatian positif dapat membantu mengurangi keinginan mereka untuk mendapatkan perhatian melalui tantrum.

    5. Memberikan Batasan yang Jelas

    Tetapkan aturan yang jelas dan konsisten. Anak-anak merespons baik pada batasan yang jelas dan dapat membantu mencegah tantrum.

    6. Berikan Pilihan

    Berikan anak pilihan yang sesuai untuk memberi mereka rasa kontrol agar dapat membantu mengurangi frustrasi dan keinginan untuk melawan.

    7. Beri Waktu dan Ruang

    Kadang-kadang, memberikan waktu dan ruang untuk anak untuk mereda emosinya dapat membantu. Ini juga memberi mereka kesempatan untuk belajar mengendalikan diri.

    8. Jangan Memberikan Penguatan Negatif

    Hindari memberikan hadiah atau perhatian ekstra sebagai respons terhadap tantrum karena dapat menguatkan perilaku negatif.

    Itulah penjelasan mengenai apa itu tantrum. Kesimpulannya, Tantrum adalah bagian dari perkembangan anak-anak, dan melalui pendekatan positif, orangtua dapat membantu anak-anak mereka mengatasi emosi dengan lebih baik.

  • Cara Membuat Surat Izin Sekolah, Format, dan Contohnya

    Mengetahui cara membuat surat izin sekolah adalah langkah penting ketika siswa atau orang tua perlu mengajukan permohonan izin untuk tidak masuk sekolah.

    Ada berbagai alasan siswa tidak masuk sekolah, seperti sakit, urusan mendadak, dan hal lain yang tentunya harus ada surat izin sebagai pemberitahuan kepada pihak sekolah.

    Maka dari itu, mengetahui cara buat surat izin sekolah adalah hal penting yang harus diketahui.

    Cara Membuat Surat Izin Sekolah

    Nah, bagi yang ingin membuat surat izin tidak masuk sekolah, berikut adalah cara, format, dan contohnya.

    1. Heading / Kepala Surat

    • Nama Sekolah: Letakkan nama sekolah di bagian atas surat.
    • Alamat Sekolah: Cantumkan alamat sekolah dengan jelas.
    • Tanggal: Tulis tanggal penulisan surat.

    2. Alamat Kepada

    Kepada Kepala Sekolah atau wali kelas.

    3. Salam Pembuka

    Gunakan salam pembuka yang sopan, misalnya “Dengan hormat,”.

    4. Isi Surat

    • Pengantar: Jelaskan tujuan surat izin dan sertakan informasi tentang siswa yang bersangkutan (nama, kelas, dan detail lainnya).
    • Alasan Izin: Terangkan dengan jelas alasan mengapa izin tersebut diperlukan (contoh: keperluan keluarga, kesehatan, acara penting, dll.).
    • Periode Izin: Tentukan periode waktu izin yang diminta dengan rinci (tanggal mulai dan selesai).
    • Jaminan Kesempatan Belajar: Pastikan untuk menyatakan bahwa siswa akan bertanggung jawab atas tugas-tugas yang mungkin dia lewatkan selama izin.

    5. Permohonan

    Sampaikan permohonan izin dengan tulus dan sopan.

    6. Penutup

    Gunakan penutup yang sopan seperti “Atas perhatian dan pengertiannya, kami mengucapkan terima kasih.”

    7. Tanda Tangan

    Sertakan tempat untuk tanda tangan siswa (jika siswa yang mengajukan izin) atau tanda tangan orang tua (jika yang mengajukan izin adalah orang tua siswa).

    Contoh Surat Izin Sekolah

    Jakarta, 26 Maret 2024

    Kepada Yth.
    Bapak/Ibu Wali Kelas III-C
    di Sekolah

    Dengan hormat,
    Dengan ini kami selaku orang tua/wali murid dari

    Nama: Lintang Lantung
    Kelas: III-C
    No. Absen: 26

    Bersama surat ini memberitahukan bahwa anak kami tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah pada Selasa, 26 Maret 2024 dikarenakan sakit. Oleh karenanya, kami harap Bapak/Ibu wali kelas III-C dapat memakluminya.

    Demikian surat izin ini kami sampaikan. Atas perhatian Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.

    Hormat kami,
    Orang tua/Wali murid,

    Endang

  • 8 Cara Menghadapi Gempa Bumi Untuk Jaga Keselamatan Saat Darurat

    Gempa bumi merupakan bencana alam yang dapat terjadi tanpa peringatan, dan kemampuan untuk menghadapinya adalah kunci untuk menjaga keselamatan diri dan orang-orang di sekitar kita.

    Meskipun tidak mungkin menghentikan gempa bumi, kita bisa mengambil langkah-langkah sederhana namun efektif untuk meningkatkan tingkat keselamatan.

    Berikut adalah delapan cara yang mudah dipahami untuk menghadapi gempa bumi:

    1. Bertindak Cepat dengan “Drop, Cover, Hold On”

    Ketika gempa terjadi, langkah pertama yang perlu diambil adalah “Drop, Cover, Hold On.”

    Sebisa mungkin segera keluar ruangan dan mencari lingkungan dengan area terbuka atau sedikit bangunan besar.

    Kalau tidak memungkinkan, berlindung di bawah meja atau benda-benda yang kuat, dan berpegangan erat untuk mengurangi risiko cedera.

    Baca juga: 10 Sumber Pencemaran Tanah, Dampak, dan Cara Mengatasinya

    2. Menjauh dari Jendela dan Barang Pecah Belah

    Jendela dan barang pecah belah seperti kaca dapat menjadi sumber bahaya selama gempa.

    Segera pindah ke tempat yang aman, jauh dari jendela, kaca, atau benda-benda yang dapat pecah dan menyebabkan luka-luka.

    3. Memiliki Tas Darurat yang Siap Pakai

    Persiapkan tas darurat yang berisi kebutuhan dasar seperti air minum, makanan instan, obat-obatan, dan perlengkapan medis.

    Tas ini harus selalu siap pakai dan mudah dijangkau agar dapat diambil saat diperlukan.

    4. Mengetahui Lokasi Tempat Berteduh dan Jalur Evakuasi

    Pahami peta lokasi tempat berteduh dan jalur evakuasi di sekitar rumah atau tempat kerja.

    Mengetahui tempat aman untuk berlindung dan jalur yang aman untuk keluar dari daerah yang terdampak dapat meningkatkan peluang bertahan hidup.

    5. Mengamankan Peralatan dan Barang Berat

    Pastikan perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, dan barang-barang berat lainnya aman dan terkunci dengan baik.

    Gempa sering menyebabkan barang-barang ini bergerak atau jatuh, yang dapat menimbulkan risiko cedera.

    Baca juga: Zaman Arkaekum: Pengertian, Periode, dan Ciri-Cirinya

    6. Berkomunikasi dengan Keluarga dan Tetangga

    Langsung komunikasi dengan keluarga dan tetangga, termasuk tempat berkumpul setelah gempa.

    Pastikan semua anggota keluarga mengetahui prosedur evakuasi dan cara menghubungi satu sama lain jika terpisah selama kejadian tersebut.

    7. Menjaga Pasokan Air dan Gas

    Matikan sumber air dan gas jika terjadi kebocoran setelah gempa. Tindakan ini dapat mencegah kebakaran dan mengurangi risiko kecelakaan lebih lanjut.

    Pastikan selalu ada pasokan air bersih yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari jika gempa terjadi dengan intensitas tinggi.

    8. Berpartisipasi dalam Pelatihan dan Simulasi Gempa

    Ikuti pelatihan dan simulasi gempa yang diselenggarakan oleh pemerintah atau lembaga penyelamat.

    Praktik langsung dapat membantu memperkuat reaksi dan keterampilan bertahan hidup saat gempa bumi terjadi.

    Menghadapi gempa bumi memang menantang, tetapi dengan langkah-langkah sederhana ini, kita dapat meningkatkan persiapan dan keselamatan.

    Selalu ingat bahwa keselamatan pribadi dan orang-orang di sekitar kita menjadi prioritas utama.

  • Apa yang Dimaksud dengan Redistribusi Pendapatan? Ini Penjelasannya

    Redistribusi pendapatan merupakan tindakan yang diambil oleh pemerintah untuk mengurangi ketidaksetaraan ekonomi di dalam masyarakat.

    Prinsipnya melibatkan redistribusi kembali pendapatan nasional kepada kelompok masyarakat yang memenuhi syarat untuk menerimanya.

    Adapun tindakannya yaitu pemerintah atau lembaga-lembaga lainnya aktif mengalihkan sebagian pendapatan dari kelompok ekonomi tertentu ke kelompok lainnya, terutama dari kelompok yang lebih kaya ke kelompok yang kurang mampu.

    Beberapa cara umum yang digunakan untuk menerapkan redistribusi pendapatan melibatkan kebijakan-kebijakan pemerintah seperti pajak dan transfer sosial.

    Baca juga: 9 Prospek Kerja Jurusan Akuntansi yang Gajinya Bikin Ngiler

    Tujuan dari redistribusi pendapatan adalah untuk mengurangi ketidaksetaraan ekonomi dan menciptakan kesetaraan sosial.

    Contoh penerapan redistribusi pendapatan mencakup penanggulangan masalah seperti menyediakan fasilitas kesehatan bagi warga yang kurang mampu dan pengembangan infrastruktur di daerah terpencil Indonesia.

    Manfaat tambahan dari redistribusi pendapatan adalah alokasi dana yang mendukung pemberdayaan masyarakat difabel melalui penyediaan fasilitas dan pelatihan.

    Dengan kata lain, redistribusi pendapatan adalah langkah untuk menyebarkan pendapatan dari kelompok masyarakat yang lebih kaya kepada mereka yang kurang mampu.

    Pendapatan ini diperoleh oleh pemerintah melalui berbagai sumber seperti pajak, iuran, atau pungutan lainnya yang dibayarkan oleh masyarakat.

    Secara mendasar, redistribusi pendapatan dapat diklasifikasikan ke dalam dua bentuk, yakni redistribusi vertikal dan redistribusi horizontal.

    Baca juga: Mengenal Apa Itu Aktuaris dan Perannya dalam Mengelola Risiko Keuangan

    1. Redistribusi Pendapatan Vertikal

    Redistribusi pendapatan dalam konteks ini mengacu pada transfer dana dari kelompok masyarakat yang lebih mampu ke mereka yang kurang mampu.

    Ini merupakan tindakan dukungan dan kepedulian dari segmen ekonomi yang kuat terhadap masyarakat dengan tingkat ekonomi yang lebih rendah.

    Adapun contoh dari redistribusi pendapatan vertikal seperti pajak.

    Di Indonesia, terdapat beberapa kategori pajak yang wajib dibayarkan oleh masyarakat, termasuk pajak kendaraan, pajak penghasilan, pajak barang mewah, dan sejenisnya.

    Kemudian, realisasi dari fungsi alokasi pajak dapat termanifestasi dalam bentuk redistribusi pendapatan.

    Contoh lainnya seperti Corporate Social Responsibility (CSR) yang merupakan inisiatif yang diimplementasikan oleh perusahaan swasta melalui pemerintah untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat.

    Program-program ini dapat mencakup pemberian beasiswa, penyediaan pendidikan, peningkatan kesehatan, pemberdayaan masyarakat di sekitar perusahaan, upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, pelestarian lingkungan hidup, dan berbagai kegiatan lainnya.

    Baca juga: 10 Cara Mendapatkan Uang dari Telegram dengan Mudah

    2. Redistribusi Pendapatan Horizontal

    Redistribusi pendapatan horizontal lebih berfokus pada transfer dana di antara kelompok atau individu.

    Secara sederhana, pendistribusian ini terjadi dalam lingkup yang lebih kecil atau dalam skala yang lebih terbatas.

    Fungsi redistribusi pendapatan horizontal antar kelompok adalah mendukung peningkatan kesejahteraan kelompok masyarakat lainnya, khususnya golongan ekonomi lemah, dengan tujuan agar mereka dapat mencapai taraf kehidupan yang lebih baik.

    Contohnya adalah kelompok peduli pendidikan yang mengumpulkan dana dari masyarakat yang mampu untuk memberikan bantuan kepada anak-anak yang putus sekolah, memungkinkan mereka melanjutkan pendidikan.

    Melalui inisiatif ini, anak-anak dapat kembali bersekolah dan membuka peluang masa depan yang lebih baik.

  • 10 Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

    Pendidikan adalah suatu proses sistematis yang melibatkan transfer pengetahuan, keterampilan, nilai-nilai, dan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya.

    Proses ini mencakup serangkaian kegiatan formal dan informal yang bertujuan untuk mengembangkan potensi individu dan memberikan landasan bagi pertumbuhan dan perkembangan mereka.

    Pendidikan dapat terjadi di berbagai konteks, termasuk sekolah, universitas, pelatihan profesional, dan pengalaman sehari-hari.

    Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian pendidikan menurut para ahli.

    1. Ki Hajar Dewantara

    Pengertian pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

    2. Prof. Dr. M.J Langeveld

    Pengertian pendidikan ialah pemberian bimbingan dan bantuan rohani bagi yang masih memerlukannya.

    3. Crow and crow

    Definisi pendidikan dalah proses yang berisi berbagai macam kegiatan yang cocok bagi individu untuk kehidupan sosialnya dan membantu meneruskan adat dan budaya serta kelembagaan sosial dari generasi kegenerasi.

    4. Prof. Zaharai Idris

    Pendidikan ialah serangkaian kegiatan komunikasi yang bertujuan, antara manusia dewasa dengan si anak didik secara tatap muka atau dengan menggunakan media dalam rangka memberikan bantuan terhadap perkembangan anak seutuhnya.

    5. H. Horne

    Pendidikan adalah proses yang di lakukan terus menerus dari penyesuaian yang lebih tinggi bagi makhluk manusia yang telah berkembang secara fisik dan mental, yang bebas dan sadar kepada tuhan, seperti termanifestasi dalam alam sekitar intelektual, emosional dan kemanusiaan dari manusia.

    6. Ahmad D. Marimba

    Pendidikan adalah bimbingan atau bimbingan secara sadar oleh pendidik terdapat perkembangan jasmani dan rohani terdidik menuju terbentuknya keperibadian yang utama.

    7. Stella Van Petten Henderson

    Arti pendidikan adalah kombinasi pertumbuhan, perkembangan diri dan warisan sosial.

    8. Carter V. Good

    Pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan perilaku bermasyarakat. Proses sosial dimana seseorang dipengaruhi oleh suatu lingkungan yang terorganisir, seperti rumah atau sekolah, sehingga dapat mencapai perkembangan diri dan kecakapan sosial.

    9. Menurut UU No. 20 tahun 2003

    Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara.

    10. Driyarkara (1980: 66-67)

    Ilmu pendidikan adalah pemikiran ilmiah, yakni pemikiran yang bersifat kritis, memiliki metode, dan tersusun secara sistematis tentang pendidikan.