Tag: pendidikan

  • 7 Negara Terpintar di Dunia dengan IQ Rata-Rata Masyarakatnya di Atas 100

    7 Negara Terpintar di Dunia dengan IQ Rata-Rata Masyarakatnya di Atas 100

    Kemajuan sebuah negara tentu tak luput dari kualitas masyarakatnya. Ketika SDM (Sumber Daya Manusia) di sebuah negara tinggi, maka negara tersebut akan mengalami kemajuan-kemajuan yang pesat.

    Begitu juga sebaliknya, ketika sebuah negara dihuni oleh masyarakat dengan SDM rendah, maka kemajuan akan sulit terjadi.

    Negara Terpintar di Dunia

    Tentu saja SDM di sebuah negara dipengaruhi oleh kualitas pendidikannya. Maka, tak heran jika sistem pendidikan suatu negara buruk, tidak akan mampu mencetak generasi unggul.

    Di seluruh belahan dunia, ada beberapa negara yang dijuluki negara terpintar karena kualitas pendidikan yang baik sehingga membuat masyarakatnya memiliki kepintaran di atas rata-rata.

    Dikutip dari berbagai sumber, beberapa negara terpintar di dunia sebagai berikut.

    1. Jepang

    Jepang dinobatkan sebagai negara terpintar di dunia dengan IQ rata-rata masyarakatnya 106,48.

    Seperti yang sudah diketahui, Jepang tidak hanya unggul dalam teknologi, tapi Jepang juga terkenal dengan tata krama dan budaya yang diajarkan di sekolah sejak dini.

    Selain itu, rata-rata masyarakat Jepang juga memiliki etos kerja yang tinggi sehingga wajar jika Jepang menjadi negara maju yang menjadi contoh bagi negara berkembang lainnya.

    2. Taiwan

    Negara terpintar di dunia selanjutnya adalah Taiwan dengan rata-rata IQ masyarakatnya 106,47 beda tipis dengan Jepang.

    Salah satu rahasia Taiwan memiliki masyarakat dengan IQ tinggi adalah dengan wajib belajar 9 tahun dan dapat belajar selama 20 tahun sampai ke jenjang doktoral.

    3. Singapura

    Singapura dinobatkan sebagai negara terpintar ketiga karena masyarakatnya memiliki IQ rata-rata 105,89.

    Hal ini tentu tak luput dari pendidikan Singapura yang menerapkan sistem pendidikan yang berfokus pada kemampuan akademis dan akses pendidikan yang merata.

    4. Hong Kong

    Negara terpintar di dunia selanjutnya adalah Hong Kong dengan IQ rata-rata masyarakatnya sebesar 105,37.

    Sistem pendidikan di Hong Kong mendorong setiap siswa untuk memiliki atmosfer belajar yang tinggi.

    Selain itu, Hong Kong juga mengadopsi sistem pendidikan Inggris yang mengedepankan pengetahuan pada praktik kerja yang nyata.

    5. China

    China masuk dalam negara terpintar di dunia dengan IQ rata-rata masyarakatnya sebesar 104,10.

    Dikutip dari Britannica, mayoritas sekolah di perkotaan China dibiayai oleh negara.

    Selain itu, para calon guru di China juga diberikan pelatihan dan pendidikan panjang terlebih dahulu sebelum mengajar.

    6. Korea Selatan

    Negara yang terkenal akan industri hiburannya ini juga dinobatkan sebagai salah satu negara pintar di dunia dengan IQ rata-rata masyarakatnya 102,35.

    Sistem pendidikan di Korea Selatan hampir sama dengan sistem pendidikan pada umumnya, yaitu menempuh pendidikan SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, dan S1 selama 4 tahun.

    7. Belarus

    Belarus adalah negara yang berada Eropa Tengah dengan sistem pendidikan yang dianggap baik dan sering dijadikan percontohan.

    Sebagian besar anak di Belarus mulai sekolah pada usia 6 tahun dan mengikuti kurikulum pendidikan dasar sampai usia 15 tahun.

    Kemudian, sebagian besar murid tinggal di sekolah sampai mereka menyelesaikan pendidikan SMA mereka di usia 18 tahun.

    Maka tak heran, jika Belarus menjadi salah satu negara terpintar di dunia dengan IQ rata-rata masyarakatnya sebesar 106,49.

    Nah, itulah beberapa negara terpintar di dunia yang memiliki masyarakat dengan IQ rata-rata di atas 100.

  • Apa Saja Syarat CPNS 2023? Simak Informasi Lengkapnya di Sini

    Pendaftaran CPNS 2023 akan dibuka oleh pemerintah yang disampaikan langsung oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

    Untuk mengikuti tes CPNS 2023, tentu ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.

    Apa saja syarat CPNS 2023 tersebut? Simak informasinya berikut ini.

    Syarat CPNS 2023

    Syarat CPNS 2023 mengacu pada Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2017 Pasal 23 mengenai Manajemen Pegawai Negeri Sipil.

    Beberapa persyaratan tersebut adalah sebagai berikut:

    1. Warga Negara Indonesia yang memiliki usia paling rendah 18 tahun dan yang paling tinggi 35 tahun

    2. Bertakwa pada Tuhan dan setia pada Pancasila dan juga NKRI.

    3. Tidak mempunyai pengalaman diberhentikan secara tidak hormat dari Polri/TNI, CPNS/PNS, anggota BUMN/BUMD.

    4. Bukan anggota pengurus partai politik, TNI/POLRI, atau CPNS/PNS.

    5. Tidak memiliki catatan kriminal atau pernah dipenjara.

    6. Sehat rohani dan jasmani.

    7. Bersedia ditempatkan dimanapun di seluruh wilayah Indoensia. Memenuhi kualifikasi pendidikan yang sesuai dengan syarat dan standar pada masing-masing instansi.

    Syarat Berkas/Dokumen CPNS 2023

    Setelah memenuhi persyaratan CPNS 2023, kamu juga harus menyiapkan berkas dokumen untuk mengikuti CPNS 2023.

    Beberapa berkas yang harus kamu persiapkan yaitu sebagai berikut:

    1. KK (Kartu Keluarga)

    2. KTP atau surat keterangan dari Dinkes (Dinas Kependudukan) dan Pencatatan Sipil.

    3. Ijazah beserta Transkrip Nilai.

    4. Pas foto dengan latar belakang merah

    5. Dokumen lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan formasi yang akan di lamar.

    Cara Mendaftar CPNS 2023

    Setelah menyiapkan semua berkas dokumen yang diperlukan, kamu dapat langsung mendaftar CPNS 2023. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

    1. Kunjungi situs https://sscasn.bkn.go.id

    2. Pilih tombol ‘Registrasi’

    3. Isi semua data diri dengan benar yang meliputi Nama Lengkap, No.KK,  dan NIK.

    4. Upload dokumen hasil scan KTP dan pas foto formal

    5. Klik tombol ‘Kirim’

    6. Login kembali pada akun untuk mengisi informasi yang masih kosong

    7. Pilih Instansi, jenis formasi, jenis seleksi, jabatan, dan pendidikan.

    8. Cetak kartu pendaftaran dan bawa saat akan mengikuti tes CPNS 2023.

    Itulah informasi mengenai syarat, berkas, dan cara mendaftar CPNS 2023.

    Pastikan kamu mengisi semua data dengan valid agar proses pendaftaran CPNS 2023 berjalan dengan lancar. Selamat mengikuti CPNS 2023 dan semoga berhasil.

  • TPP Guru Adalah? Ini Penjelasan, Syarat dan Jumlahnya

    TPP Guru Adalah? Ini Penjelasan, Syarat dan Jumlahnya

    TPP Guru

    TPP guru adalah salah satu bentuk dana tunjangan dari negara, selain dari tunjangan sertifikasi untuk guru yang memiliki sertifikat Profesi dan Tamsil untuk guru ASN Daerah yang bukan bersertifikasi.

    Syarat Mendapat TPP Guru

    Untuk mendapatkan dana tunjangan tersebut, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi.

    Bagi guru yang ingin mendapatkan TPP harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

    1. Memiliki jam kerja yang sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.

    2. Guru yang mendapatkan tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah dan Kepala Sekolah mengajar harus sesuai dengan ketentuan jam mengajar yakni minimal 6 jam dan juga 12 jam per minggunya.

    3. Guru mengajar harus sesuai dengan ketentuan dalam jam belajar paling dikit sebesar 24 jam per minggunya.

    4. Penerimaan TPP untuk guru dengan tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru dikurangi sebesar 2,5% untuk tiap kurangnya 1 jam mengajar.

    Besaran TPP Guru

    Selain itu, guru juga akan dinilai dalam hal kedisiplinan yang dapat mempengaruhi besaran TPP yang diterima.

    Untuk menentukan bobot kedisiplinan akan dihitung dengan cara sebagai berikut:

    1. Tidak masuk atau hadir kerja maka akan dikurangi sebesar 4% perhari dari Bobot Kedisiplinan, kecuali untuk tugas luar yang dibuktikan dengan surat tugas yang sah

    2. Datang terlambat dari ketentuan jam kerja, maka akan dikurangi 2% perhari dari Bobot Kedisiplinan, kecuali adanya tugas luar yang dibuktikan dengan surat kerja yang sah

    3. Pulang lebih awal dari ketentuan jam kerja, maka akan dikurangi 2% perhari dari Bobot Kedisiplinan, kecuali adanya tugas luar yang dibuktikan dengan surat kerja yang sah.

    4. Tidak hadir pada saat hari libur sesuai dengan tahun kalender pendidikan, maka akan dikurangi 4% perharinya dari Bobot Kedisiplinan, kecuali jika diperintahkan untuk mengerjakan tugas atau piket lain yang dibuktikan dengan surat tugas yang sah.

    Setelah menghitung dan mendapatkan bobot nilai kinerja, maka guru akan mendapatkan TPP Guru berdasarkan nilai kinerja tersebut.

    Cara penghitungannya adalah sebagai berikut:

    • Nilai kinerja 80 sampai 100 akan mendapatkan TPP 100%
    • Nilai kinerja 70 sampai 79 akan mendapatkan TPP 90%
    • Nilai kinerja 60 sampai 69 akan mendapatkan TPP 80%
    • Nilai kinerja kurang dari 59 maka hanya akan mendapatkan TPP sebanyak 70%.

    TPP guru akan membuat para guru mendapatkan tambahan penghasilan yang akan diberikan pada PNS.

    Semoga dengan adanya tunjangan ini akan membuat guru lebih giat dalam mendidik generasi penerus bangsa.

  • Berkaca Dari Kasus Motivator JE, Sulitnya Mencegah Pelecehan Seksual di Sekolah

    Berkaca Dari Kasus Motivator JE, Sulitnya Mencegah Pelecehan Seksual di Sekolah

    Kasus pelecehan seksual di dunia pendidikan terus saja terjadi.

    Selain dilakukan oleh oknum guru, pelaku bahkan ada yang berkedok sebagai motivator, salah satunya adalah Motivator JE alias Julianto Eka Putra.

    Sepanjang tahun 2022 lalu ada banyak laporan kasus pelecehan dan kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan sekolah.

    Seperti kasus yang menyeret seorang motivator sekaligus pendiri SMA Selamat Pagi Indonesia (SPI) di Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

    Kasus yang melibatkan sosok JE ini memerlukan waktu yang cukup panjang hingga akhirnya ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan atas kasus kekerasan seksual.

    Kasusnya sendiri pertama kali dilaporkan pada 29 Mei 2021 lalu oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).

    Namun, yang lebih mencengangkan lagi, ternyata kasus tersebut diduga sudah terjadi sejak 2009.

    Peristiwa pelecehan itu dialami oleh para korbannya saat masih duduk di bangku sekolah, yang artinya rata-rata korban masih berusia 15 tahun.

    Korban baru berani melaporkan apa yang dialaminya pada 2021.

    Kelakukan motivator JE ini menjadi suatu fenomena dimana seseorang yang memberi pengajaran juga bisa dengan semena-mena melakukan praktik kekerasan seksual kepada murid-muridnya.

    Tak hanya JE, peristiwa ini juga terjadi di instansi atau sekolah-sekolah lain yang bahkan melibatkan guru spiritual atau agama.

    Makna Kekerasan Seksual Dalam Dunia Pendidikan

    Kekerasan seksual yang terjadi dalam dunia pendidikan berarti perilaku yang mengarah kepada pelanggaran hak asasi manusia di lembaga pendidikan.

    Makna kekerasan yang terjadi di dunia pendidikan merupakan sebuah hukuman yang amat terasa bagi siswa sehingga siswa menjadi merasakan sakit, baik itu secara fisik maupun psikologis.

    Lalu mengapa peristiwa itu seringkali terulang?

    Menurut pakar hukum pidana dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) Agustinus Pohan, menilai bahwa para tenaga pengajar nekat melakukan pelecehan hingga kekerasan seksual kepada muridnya karena mereka merasa memiliki kekuasaan.

    Sudah jelas ini adalah penyalahgunaan kewibawaan dan kedudukannya untuk mempengaruhi murid-muridnya sehingga percaya bahwa sang guru bisa memberikan perlindungan dan kebaikan.

    Apa yang dipercayai anak-anak ini menjadi titik lemah yang bisa dimanfaatkan beberapa oknum guru.

    Terlebih adanya kekuasaan tadi membuat para pelaku tak segan melakukan tindakan biadabnya itu.

    Dirinya meyakini jika para korbannya berada di bawah kendalinya. Selain itu, ia juga meyakini jika korban tidak akan berani untuk melapor karena merasa segan dan takut.

    Bagaimana Bisa Seorang Motivator Melakukan Pelecehan?

    Pandangan yang diutarakan Agustinus tersebut selaras dengan apa yang dilakukan oleh motivator JE.

    Sebagai seorang pengajar sekaligus motivator, ia melakukan kejahatan itu kepada belasan bahkan mungkin puluhan murid di sekolah yang didirikannya.

    Dengan kekuasaan tersebut, ia bahkan melakukan perbuatan bejatnya itu tidak hanya di lingkungan sekolah.

    Menurut pengakuan korban, JE juga melecehkan murid-muridnya saat berada di luar negeri.

    Sosok JE juga dikenal sebagai seorang pebisnis yang menjalankan sistem bisnis Multi Level Marketing (MLM).

    Dari bisnisnya itu ia berhasil mendirikan sekolah SPI, yang merupakan sekolah gratis untuk anak-anak yatim dan piatu.

    Berdasarkan keterangan dari Ketua Komnas PA Aris Merdeka Sirait, korban dari motivator JE ini dibawa jalan-jalan ke luar negeri, naik kapal pesiar dengan dalih sebagai bentuk hadiah karena menjadi siswa berprestasi.

    Namun, yang terjadi justru JE semakin leluasa melecehkan korbannya.

    “Mereka itu dibuat kamuflase lah seperti itu. Hadiah kepada anak-anak yang dianggap prestasi oleh Julianto. Dibawalah jalan-jalan ke Singapore, dibawalah jalan-jalan ke Malaysia, dibawalah jalan-jalan naik kapal pesiar, dibawa ke Eropa dan sebagainya. Tetapi terjadilah peristiwa di sana di luar negeri juga. Bahkan di rumah pribadi pelaku,” Jelas Arist kepada CNN Indonesia.

    Bahkan dari satu korban, JE bisa melakukan kejahatannya sebanyak 10 hingga 15 kali. Korban dirudapaksa dan mendapat bentuk tindak kekerasan seksual lainnya.

    Bagaimana seorang motivator JE bisa melakukan kejahatan itu terhadap para muridnya karena kekuasaan tadi.

    Adanya relasi kuasa yang tidak sebanding antara guru dan murid menyebabkan peristiwa itu kerap kali terulang.

    Korban kekerasan seksual juga sering kali berada di bawah ancaman sang pelaku.

    Inilah yang mengapa korban sangat sulit untuk langsung melaporkan kekerasan yang menimpanya, ditambah dampak psikis yang diterima korban.

    Apa yang Bisa Mencegah Kasus Kekerasan Seksual?

    Berkaca dari kasus kekerasan seksual oleh motivator JE, tentu kita berharap tidak akan ada lagi peristiwa serupa.

    Namun, untuk memberantas predator di dalam lembaga pendidikan bukan perkara yang mudah.

    Beberapa cara mungkin bisa dilakukan demi mencegah kejahatan seksual, yaitu dengan meningkatkan mutu dan kualitas keamanan sekolah.

    Selain itu, pihak sekolah juga harus memperketat kualifikasi terhadap staf pengajar.

    Sebuah lembaga pendidikan harus memperhatikan budaya sekolah yang akan dibangun di lingkungan internal, dan berinisiatif memberikan psikoedukasi seksual sejak dini.

    Sementara dari secara hukum sudah terdapat larangan kekerasan seksual di dunia pendidikan yang diatur dalam pasal 76D.

    Peraturan tersebut berbunyi setiap orang dilarang melakukan kekerasan atau ancaman, kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain.

    Siapa saja yang melanggar akan dikenakan sanksi hukum pidana penjara paling sedikit 5 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak sebesar Rp5 miliar.

    Tidak hanya itu, orang tua juga berperan dalam memberikan keamanan melalui pemahaman tentang seks dan etika pergaulan.

    Anak perlu diberikan pengenalan pendidikan tentang seks dan etika pergaulan sejak duduk di bangku sekolah.

    Sebab, kasus pelecehan seksual saat ini sungguh memprihatinkan karena terjadi di banyak tempat yang dianggap aman dan nyaman.

    Bahkan seseorang yang dinilai profesional seperti motivator JE justru memberikan rasa trauma kepada muridnya.

    Di sisi lain, pemerintah harus dapat memberikan penanganan kekerasan seksual terhadap anak dengan melakukan pendampingan untuk pemulihan trauma, memberikan pelayanan konseling hingga memberikan bantuan keadilan.

    Sumber:

    https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220708104010-12-818871/kronologi-kasus-kekerasan-seksual-oleh-motivator-je

    https://www.liputan6.com/news/read/4682508/ini-penyebab-pelecehan-seksual-di-sekolah-sering-terulang

  • Prinsip Relevansi Adalah? Berikut Penjelasan Menurut Ahli

    Prinsip Relevansi Adalah? Berikut Penjelasan Menurut Ahli

    Pengertian Prinsip Relevansi

    Prinsip relevansi adalah prinsip kesesuaian atau kecocokan, dimana sesuatu saling berkaitan dan berhubungan.

    Dalam pendidikan, prinsip relevansi adalah sistem pendidikan yang berkaitan dengan perkembangan zaman sehingga siswa mendapat bekal wawasan yang berguna untuk bekal kehidupan.

    Menurut Sukmadinata (2007), prinsip relevansi terdiri dari dua jenis, yaitu relevansi internal dan relevansi eksternal.

    Relevansi internal

    Relevansi internal dalah adanya kesesuaian atau konsistensi antara komponen-komponen kurikulum seperti tujuan, isi, proses penyampaian dan evaluasi, atau dengan kata lain relevansi internal menyangkut keterpaduan komponen-komponen dalam kurikulum.

    Relevansi eksternal

    Sedangkan relevansi eksternal adalah kesesuaian antara kurikulum dengan tuntutan, kebutuhan, dan perkembangan dalam masyarakat.

    Relevansi Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian relevansi menurut para ahli.

    1. Menurut Burhan Nurgiyantoro (1998: 50)

    Sementara dalam dunia pendidikan, Burhan Nurgiyantoro (1998:50) mengartikan prinsip relevansi sebagai berikut:

    Adanya kesatuan antara hasil pendidikan (lingkungan sekolah) dengan tuntutan kehidupan yang ada di masyarakat. Sehingga sistem pendidikan dapat dikatakan relevan jika lulusan yang dihasilkan suatu lembaga pendidikan berguna bagi kehidupan.

    Begitupun sebaliknya, jika kompetensi lulusan suatu lembaga pendidikan kurang fungsional bagi keperluan kehidupan, berarti sistem pendidikan yang dijalankan kurang relevan dengan tuntutan kehidupan.”

    2. Menurut Nurgiyantoro (1998:51)

    Relevansi pendidikan dapat ditinjau dari tiga segi.

    Pertama,  relevansi pendidikan dengan lingkungan peserta didik atau masyarakat setempat
    Kedua, relevansi pendidikan kaitannya dengan tuntutan pekerjaan.
    Ketiga, relevansi pendidikan kaitannya dengan perkembangan kehidupan masa kini dan masa yang akan datang.

    3. Subandijah (1993; 48).

    Relevansi adalah kesesuaian dan keserasian pendidikan dengan tuntutan masyarakat.

    4. Menurut Suharto dan Tata Iryanto

    Relevansi adalah kesesuaian sesuatu yang diinginkan, Sedang menurut Poerwadarminta bahwa relevansi adalah kesesuaian keberadaan sesuatu pada tempatnya atau yang diinginkan.

    5. Menurut Ali (2009)

    Pengertian relevansi pendidikan adalah kesesuaian antara kemampuan atau sekill yang diperoleh melalui jenjang pendidikan dengan kebutuhan pekerjaan.

    6. Menurut Poerwadarminta

    Pengertian relevansi adalah kesesuaian keberadaan sesuatu atau gaya kepemimpinan yang diinginkan oleh suatu kelompok.

    7. Menurut Ainon Mohd

    Relevansi adalah kaitan atau hubungan erat terkait pokok masalah yang sedang dihadapi. Relevansi merupakan pengembangan dari kata relevan. Secara bahasa relevansi memiliki arti keterkaitan, hubungan atau kecocokan.

    Sedangkan secara istilah, relevansi adalah sesuatu yang mempunyai kecocokan atau saling berhubungan. Pada intinya relevansi adalah keterkaitan hubungan atau kecocokan, begitu juga menurut KBBI yaitu saling berhubungan dan berkaitan.

    8. Menurut Green (1995:16)

    Relevansi adalah suatu sifat yang terdapat pada dokumen  yang bisa membantu pengarang dalam memecahkan kebutuhan informasi.

    9. Menurut Joan M. Reitz

    Menurut Joan M. Reitz, relevan adalah sebuah informasi dalam pencarian pada koleksi perpustakaan seperti data bibliografi, yang diberikan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

  • Sebagai guru apa saja pengalaman belajar yang perlu dimaknai oleh murid?

    Sebagai guru apa saja pengalaman belajar yang perlu dimaknai oleh murid?

    A. Pengetahuan, keterampilan, dan wawasan keilmuan, serta pendidikan karakter
    B. Pengetahuan, pengalaman, dan sikap untuk terus belajar.
    C. Pengetahuan, keterampilan dan sikap untuk terus belajar, serta mendampingi murid untuk bisa memahami dan mencapai tujuan belajarnya.
    D. Keterampilan, wawasan pengetahuan, dan mengajarkan mereka bersosialisasi.

    Jawaban:

    A. Pengetahuan, keterampilan, dan wawasan keilmuan, serta pendidikan karakter

    Pembahasan:

    Sebagai seorang guru, tanggung jawab utama bukan hanya sekadar menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi setiap murid. Pengalaman belajar inilah yang nantinya akan menjadi bekal mereka dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun masa depan. Maka dari itu, pengalaman belajar yang perlu dimaknai oleh murid mencakup pengetahuan, keterampilan, wawasan keilmuan, serta pendidikan karakter.

    Pertama, murid perlu memperoleh pengetahuan yang memadai. Pengetahuan menjadi dasar dari segala proses pembelajaran, karena melalui pengetahuan murid dapat memahami konsep-konsep penting, menguasai teori, serta mampu melihat hubungan antara ilmu yang dipelajari dengan realitas kehidupan. Pengetahuan ini tidak hanya terbatas pada ilmu akademik, tetapi juga meliputi informasi umum yang bermanfaat bagi perkembangan diri murid.

    Kedua, murid juga perlu dibekali dengan keterampilan. Pengetahuan yang dimiliki tidak akan maksimal apabila tidak disertai keterampilan untuk mengaplikasikannya. Misalnya, pengetahuan tentang teknologi informasi harus diikuti dengan keterampilan mengoperasikan perangkat digital. Begitu pula dalam bidang bahasa, murid tidak hanya mengetahui tata bahasa, tetapi juga mampu berkomunikasi dengan baik. Keterampilan ini sangat penting karena akan mendukung murid dalam menghadapi tantangan kehidupan yang nyata.

    Selain itu, guru juga memiliki peran penting dalam menanamkan wawasan keilmuan kepada murid. Wawasan keilmuan membuat murid mampu berpikir lebih luas, terbuka, dan kritis. Dengan wawasan yang luas, murid tidak hanya memahami sesuatu dari satu sudut pandang, tetapi bisa melihat dari berbagai perspektif. Hal ini melatih mereka untuk lebih bijaksana dalam menyikapi perbedaan serta terbiasa mencari solusi terhadap berbagai permasalahan yang muncul di sekitarnya.

    Tidak kalah penting adalah pendidikan karakter. Pendidikan sejati bukan hanya melahirkan manusia cerdas, tetapi juga melahirkan manusia yang berakhlak mulia. Karakter menjadi fondasi dalam kehidupan sosial, karena orang yang berkarakter baik akan mampu menempatkan diri di tengah masyarakat. Guru memiliki tanggung jawab besar dalam mendidik murid agar memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, kerja keras, dan kepedulian terhadap sesama. Pendidikan karakter inilah yang akan membimbing murid untuk menjadi pribadi yang bermanfaat, tidak hanya bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi lingkungannya.

    Dengan demikian, pengalaman belajar yang dimaknai oleh murid bukanlah satu aspek saja, melainkan gabungan dari pengetahuan, keterampilan, wawasan keilmuan, dan pendidikan karakter. Keempat hal tersebut saling melengkapi dan membentuk murid menjadi pribadi yang cerdas, terampil, berwawasan luas, sekaligus berkarakter baik. Inilah esensi pendidikan yang sesungguhnya, sebagaimana yang diamanatkan oleh para tokoh pendidikan, termasuk Ki Hajar Dewantara, bahwa tujuan pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

  • Pembelajaran Murid Sebaiknya Berkesinambungan dari Waktu ke Waktu Adalah Asas?

    Pembelajaran murid sebaiknya berkesinambungan dari waktu ke waktu adalah asas kontinyu.

    Maksud dari asas kontinyu adalah pengembangan dalam pembelajaran harus selalu berkesinambungan dan dilakukan secara terus-menerus dengan menggunakan perencanaan yang baik.

    Sebab suatu kondisi yang baik tentu saja butuh proses, tidak mungkin dapat dicapai dalam sekali waktu atau instan.

    Tahap demi tahap pengembangan perlu dilakukan yang didasari dengan rencana yang matang.

    Dengan perencanaan, maka setiap tahap akan terukur. Ketika sudah melakukan satu tahap, dilanjutkan ke tahap berikutnya melalui evaluasi dan perbaikan yang tepat.

    Umumnya pengembangan yang sifatnya mendadak akan hilang dengan cepat. Kemudian juga berpotensi kehilangan semangat di waktu-waktu setelahnya.

    Sehingga tidak akan menghasilkan perubahan yang berarti dalam jangka panjang.

    Asas kontinyu sendiri dikenalkan oleh Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara. Asas kontinyu masuk dalam asas trikon, yang isinya sebagai berikut:

    1. Kontinyu: berkesinambungan dan terus-menerus.

    2. Konvergen: mengambil sumber lain.

    3. Konsentris: berdasarkan kepribadian sendiri.

  • Manakah Budaya Pendidikan Zaman Kolonial yang Sudah Tidak Lagi di Praktikkan di Kelas?

    Pada zaman kolonial, ada beberapa budaya pendidikan yang saat ini dianggap kurang pantas jika diterapkan pada masa sekarang.

    Sebab, budaya dan sistem pendidikan terus berkembang hingga banyak perubahan-perubahan terjadi.

    Lantas, manakah budaya pendidikan zaman kolonial yang sudah tidak lagi di praktikkan di kelas? Berikut diantaranya:

    A. Meminta murid berdiri di depan kelas ketika tidak mengerjakan tugas. Budaya ini bisa juga dikatakan sebagai hukuman.

    B. Mengadakan pemeringkatan murid yang berdasarkan nilai dari tes pengetahuan pada setiap mata pelajaran.

    C. Saat proses belajar, semua murid duduk rapi menghadap ke depan dan kelas kondisi kelas harus hening.

    D. Cara membuat tugas dilakukan seragam, misalnya semua murid membuat tulisan, dsb.membuat video, dan sebagainya.

    E. Memukul murid karena lalai atau tidak mengerjakan tugas yang diberikan.

    Budaya pendidikan pada zaman kolonial di Indonesia dipengaruhi oleh kebijakan dan sistem pendidikan yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Belanda.

    Pada masa itu, pendidikan lebih ditujukan untuk memenuhi kepentingan pemerintah kolonial dan menanamkan nilai-nilai serta norma-norma yang sesuai dengan kepentingan penjajah.

    Salah satu ciri budaya pendidikan pada zaman kolonial adalah pemisahan pendidikan antara kalangan pribumi dan kalangan Eropa.

    Pendidikan untuk kalangan Eropa lebih diutamakan dan mendapatkan fasilitas serta kurikulum yang lebih baik.

    Sementara pendidikan untuk kalangan pribumi lebih terbatas dan diberikan dengan tujuan yang lebih terbatas pula, seperti untuk melatih tenaga kerja yang dibutuhkan oleh pemerintah kolonial.

    Selain itu, bahasa yang digunakan dalam pendidikan juga menjadi salah satu ciri budaya pendidikan pada masa kolonial.

    Pendidikan untuk kalangan Eropa menggunakan bahasa Belanda sebagai medium pengajaran, sementara pendidikan untuk kalangan pribumi menggunakan bahasa daerah atau bahasa Melayu.

    Penggunaan bahasa Belanda dalam pendidikan Eropa bertujuan untuk memperkuat dominasi kolonial serta memisahkan antara kalangan pribumi dan kalangan Eropa.

  • 7 Pengertian Filsafat Pendidikan Menurut Para Ahli

    7 Pengertian Filsafat Pendidikan Menurut Para Ahli

    Dalam dunia bisnis modern, akuntansi bukan sekadar pencatatan transaksi keuangan. Di balik sistem pelaporan dan pengambilan keputusan, terdapat suatu mekanisme yang tersusun rapi dan terintegrasi yang dikenal sebagai sistem akuntansi.

    Sistem ini berperan penting dalam mengolah berbagai aktivitas finansial dan non-finansial agar dapat disajikan menjadi informasi yang relevan dan dapat dipercaya.

    Dengan sistem akuntansi yang baik, manajemen dapat melihat gambaran kinerja perusahaan secara menyeluruh, mengambil keputusan yang lebih akurat, dan mengelola sumber daya secara efisien.

    Secara umum, sistem akuntansi merupakan seperangkat prosedur dan metode yang dirancang untuk mencatat, mengklasifikasi, merangkum, dan melaporkan berbagai transaksi perusahaan.

    Sistem ini tidak hanya melibatkan perangkat lunak atau formulir, tetapi juga orang-orang yang mengoperasikannya dan instruksi yang menjadi panduan kerja.

    Pengertian Filsafat Pendidikan Menurut Para Ahli

    Untuk memahami konsep ini lebih dalam, berikut adalah pengertian sistem akuntansi menurut para ahli yang menjelaskan secara lebih detail mengenai struktur, fungsi, serta komponen-komponen yang terlibat di dalamnya.

    1. Menurut Prof. Dr. Hasan Langgulung

    Pengertian filsafat pendidikan adalah teori atau ideologi pendidikan yang muncul dari sifat filsafat seorang pendidik, dari pengalaman-pengalamnnya dalam pendidikan dan kehidupan dari kajiannya tentang berbagai ilmu yang berhubungan dengan pendidikan, dan berdasar itu pendidik dapat mengetahui sekolah berkembang.

    2. Menurut John Dewey

    Definisi filsafat pendidikan merupakan suatu pembentukan kemampuan dasar yang fundamental baik yang menyangkut daya pikir intelektual maupun daya perasaan emosional menuju tabiat manusia.

    3. Menurut Imam Barnadib (1993:3)

    Filsafat pendidikan merupakan ilmu yang pada hakikatnya merupakan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan dalam bidang pendidikan.

    Baginya filsafat pendidikan merupakan aplikasi suatu analisis filosofis terhadap bidang pendidikan.

    4. Menurut Thompson

    Filsafat artinya melihat suatu masalah secara total dengan tanpa ada batas atau implikasinya, ia tidak hanya melihat tujuan, metode atau alat-alatnya tapi juga meneliti dengan seksama hal-hal yang di maksud.

    Keseluruhan masalah yang dipikirkan oleh filosof tersebut merupakan suatu upaya untuk menemukan hakikat masalah. Sedangkan suatu hakikat itu dapat di bakukan melalui proses kompromi.

    5. Menurut Al–Syaibany (1979 : 36)

    Filsafat pendidikan adalah aktivitas pikiran yang teratur yang menjadikan filsafat menjadi sebagai jalan untuk mengatur, menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan

    Artinya Filsafat pendidikan dapat menjelaskan nilai-nilai dan maklumat-maklumat yang diupayakan untuk mencapainya.

    6. Menurut Zanti Arbi (1988)

    Pengertian filsafat pendidikan yaitu :

    • Menginspirasi, yang dapat diartikan mampu memberikan inspirasi bagi para pendidik untuk menjalankan berbagai ide dalam pengembangan pendidikan.
    • Menganalisis, yang dapat diartikan mampu memeriksa secara detail setiap bagian dari pendidikan hingga validitas dari pendidikan itu sendiri dapat diketahui secara jelas.
    • Memperspektifkan, yaitu mengenai upaya memberi pengarahan dan penjelasan kepada pendidik mengenai pendidikan secara lebih luas dan mendalam.
    • Meninvestigasi, yaitu meneliti dan memerikasa tingkat kebenaran dari berbagai teori yang ada di dunia pendidikan.

    7. Brubachen (Arifin. 1993: 3)

    Filsafat pendidikan adalah seperti menaruh sebuah kereta didepan seekor kuda, dan filsafat dipandang sebagai bungan, bukan sebagai akar tunggal pendidikan.

  • Wadiah Adalah? Ini Artinya Menurut Hukum dan Agama

    Wadiah Adalah? Ini Artinya Menurut Hukum dan Agama

    Pengertian Wadiah

    Pengertian Wadiah menurut pasal 20 ayat 17 komplikasi Hukum Ekonomi Syari’ah (2009) ialah penitipan dana antara pihak pemilik dengan pihak penerima titipan yang dipercaya untuk menjaga dana tersebut.

    Kata Wadhi’ah berasal dari wada asy syai-a yaitu meninggalkan sesuatu.

    Sesuatu yang ditinggalkan seseorang pada orang lain agar dijaga disebut wadi’ah, karena dia meninggalkannya pada orang yang sanggup menjaga.

    Secara harfiah, Al-wadi’ah dapat diartikan sebagai titipan murni dari satu pihak ke pihak yang lain, baik individu maupun badan hukum yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja si penitip menghendakinya.

    Dalam Ensiklopedi Hukum Islam Wadiah secara bahasa bermakna meninggalkan atau meletakkan, yaitu meletakkan sesuatu pada orang lain untuk dipelihara atau dijaga.

    Sedangkan secara istilah adalah memberikan kekuasaan kepada orang lain untuk menjaga hartanya atau barangnya dengan secara terang-terangan atau dengan isyarat yang semakna dengan itu.

    Sedangkan menurut KBBI, Wadiah adalah titipan nasabah yang harus dijaga dan dikembalikan setiap saat nasabah yang bersangkutan menghendaki.

    Jenis Wadiah

    1. Wadiah Yad Dhamanah

    Wadi’ah Yad Dhamanah yaitu akad penitipan barang/uang dimana pihak penerima titipan (Wadi’i) dengan atau tanpa ijin pemilik barang/uang (Muwaddi), dapat memanfaatkannya dan bertanggung jawab terhadap kehilangan atau kerusakan barang/uang titipan tersebut.

    2. Wadiah Yad Amanah

    Adalah akad penitipan barang/uang dimana pihak penerima (Wadi’i) tidak diperkenankan penggunaan barang/uang dari si penitip (Muwaddi) tersebut dan tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kelalaian yang bukan disebabkan oleh kelalaian si penerima titipan (Wadi’i).

    Dan sebagai gantinyasi penitip (Muwaddi) wajib untuk membayar kepada orang yang dititipi (Wadi’i), namun boleh juga untuk tidak membayar asalkan orang yang dititipi tidak merasa keberatan dan menganggapnya sedekah.

    Referensi: PA Pekanbaru