Tag: sekolah

  • TK Muslimat NU Aliyan Luncurkan Program “Sentuh Alamku” untuk Stimulasi Motorik Anak Usia Dini

    TK Muslimat NU Aliyan Luncurkan Program “Sentuh Alamku” untuk Stimulasi Motorik Anak Usia Dini

    TK Muslimat NU Aliyan memperkenalkan inovasi terbaru dalam dunia pendidikan anak usia dini melalui program “Sentuh Alamku”, sebuah metode pembelajaran berbasis stimulasi motorik yang mengintegrasikan unsur-unsur alam dalam aktivitas belajar.

    Program ini bertujuan untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus dan kasar anak melalui eksplorasi lima elemen utama: batu, kayu, pasir, air, dan angin.

    Latar Belakang Program

    Program “Sentuh Alamku” lahir dari kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih alami dan interaktif dalam mendukung perkembangan anak.

    Studi menunjukkan bahwa banyak anak usia dini mengalami keterlambatan dalam perkembangan motoriknya akibat kurangnya stimulasi yang tepat.

    Dengan pendekatan multisensorik, anak-anak diajak untuk berinteraksi langsung dengan alam, sehingga dapat mengembangkan koordinasi tubuh, kreativitas, keseimbangan emosional, serta kecerdasan intelektual secara lebih optimal.

    Metode dan Aktivitas Program

    Pelaksanaan program “Sentuh Alamku” mencakup berbagai aktivitas inovatif yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna, di antaranya:

    1. Stimulasi Gerakan Lima Jari – Latihan khusus untuk memperkuat otot tangan dan meningkatkan keterampilan motorik halus anak.

    2. SPA Banata (Pijatan Relaksasi) – Terapi sederhana yang dilakukan secara berkala untuk membantu anak lebih rileks, meningkatkan fokus, dan mengurangi stress.

    3. Senam Otak dengan Angin – Aktivitas sensorik yang memanfaatkan angin sebagai elemen stimulasi untuk meningkatkan kesadaran dan kepekaan anak terhadap lingkungan sekitar.

    4. Eksplorasi Elemen Alam – Anak-anak diajak untuk bermain pasir guna melatih kreativitas, menyusun kayu untuk meningkatkan koordinasi motorik kasar, serta berinteraksi dengan air untuk memperkuat keseimbangan tubuh dan stimulasi sensori.

    Program ini juga melibatkan peran aktif orang tua melalui sesi parenting berkala yang bertujuan untuk membekali orang tua dengan pengetahuan tentang perkembangan anak, sehingga pendampingan di rumah dapat selaras dengan pembelajaran di sekolah.

    Pendekatan holistik ini menjadikan “Sentuh Alamku” lebih dari sekadar program edukasi, tetapi juga sebuah langkah untuk membangun harmoni antara anak, orang tua, dan alam.

    Dampak dan Harapan

    Sejak diterapkan pada Januari 2024, program “Sentuh Alamku” telah menunjukkan dampak positif yang signifikan, seperti:

    • Peningkatan daya tahan tubuh anak melalui aktivitas fisik berbasis alam.
    • Perkembangan kreativitas dan eksplorasi anak yang lebih optimal.
    • Lingkungan belajar yang lebih harmonis, aktif, dan menyenangkan.

    Dengan inovasi ini, TK Muslimat NU Aliyan berharap dapat menjadi pelopor dalam penerapan metode pembelajaran berbasis alam yang efektif.

    Program ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi dalam mengembangkan model pendidikan yang lebih alami dan sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak usia dini.

    Kepala TK Muslimat NU Aliyan, Faridatul Hasanah, S.Pd., menuturkan bahwa alam merupakan guru terbaik yang dapat mengajarkan banyak hal untuk anak didik yang tidak bisa digantikan dengan teknologi.

    “Alam memberikan pengalaman nyata yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Ketika anak-anak menyentuh tumbuhan, merasakan hembusan angin, atau bermain dengan air, mereka belajar tentang tekstur, gerakan, dan keseimbangan secara langsung, sehingga membangun koneksi emosional dan fisik yang sangat bermanfaat bagi perkembangan anak,” tutur Kepala TK Muslimat NU Aliyan.

    Lebih lanjut, Faridatul Hasanah, S.Pd., menambahkan jika metode ini dapat tidak hanya mampu membuat anak-anak menjadi kreatif, tapi juga memiliki sisi emosional yang positif dan humanis.

    “Kami yakin dan ingin anak-anak tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga tumbuh menjadi individu yang sehat, harmonis, dan peduli pada alam sekitar,” tutupnya.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ACBK dan TK Muslimat NU Aliyan, silakan hubungi melalui alamat berikut ini:

    Alamat: TK Muslimat NU Aliyan, Desa Aliyan, Dusun Krajan RT 03 RW 01, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

    Telp/Email: 085232678357/[email protected]

    Media sosial:

    Instagram: tkmnualiyan_kbmnualabror
    TikTok: tkmnualiyan_kbmnualabror
    Facebook: Tkm NU Aliyan
    YouTube: TK Muslimat NU Aliyan

  • KB Muslimat NU Al-Abror Luncurkan Program Inovatif ACBK untuk Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

    KB Muslimat NU Al-Abror Luncurkan Program Inovatif ACBK untuk Pendidikan Karakter Anak Usia Dini

    KB Muslimat NU Al-Abror dengan bangga memperkenalkan program pendidikan karakter inovatif bertajuk ACBK (Ajarkan, Contohkan, Biasakan, Kolaborasikan).

    Program ini dirancang khusus untuk menanamkan nilai-nilai karakter mulia pada anak usia dini melalui pendekatan praktis, terstruktur, dan kolaboratif yang melibatkan guru, orang tua, serta lingkungan sekitar.

    Program ini diterapkan dalam dua tahap, yakni 27 karakter dalam tiga bulan pertama dan tambahan 27 karakter dalam tiga bulan berikutnya, sehingga totalnya mencapai 54 karakter yang tertanam dalam diri anak.

    Empat Pilar Metode ACBK

    Metode ACBK menjadi terobosan dalam pendidikan karakter dengan empat pilar utama, antara lain:

    1. Ajarkan – Anak-anak diberikan pemahaman tentang nilai-nilai karakter seperti mandiri, disiplin, dan sopan santun melalui cerita, diskusi, dan kegiatan interaktif.

    2. Contohkan – Guru dan orang tua menjadi teladan dengan menunjukkan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari, seperti berbicara dengan santun dan berempati terhadap orang lain.

    3. Biasakan – Anak-anak dilatih untuk melakukan kebiasaan baik setiap hari, seperti menyusun sepatu dengan rapi, mencuci tangan sebelum makan, serta berbagi dengan teman.

    4. Kolaborasikan – Orang tua dilibatkan secara aktif melalui workshop parenting dan kelas orang tua, sehingga pembelajaran karakter dapat berlanjut di rumah.

    Dalam praktiknya, ACBK mengintegrasikan nilai-nilai seperti kemandirian, disiplin, sopan santun, empati, dan gotong royong melalui aktivitas berbasis pengalaman.

    Keunggulan Program ACBK

    Anak-anak diajak untuk memahami konsep karakter melalui penjelasan sederhana, menyaksikan contoh nyata seperti guru yang berbicara dengan lembut atau orang tua yang menunjukkan sikap peduli, serta membiasakan diri dengan rutinitas positif.

    Salah satu keunggulan utama metode ini adalah integrasi nilai-nilai karakter dalam rutinitas sehari-hari anak.

    Dengan pendekatan berbasis praktik, anak-anak secara alami terbiasa menerapkan sikap positif seperti menghormati sesama, mencintai lingkungan, serta menunjukkan gotong royong dan empati dalam keseharian mereka.

    Setelah diterapkan, program ACBK telah menunjukkan dampak positif, antara lain:

    • Peningkatan disiplin dan kemandirian anak dalam menjalankan kebiasaan baik sehari-hari.
    • Keterlibatan aktif orang tua dalam membentuk karakter anak melalui program parenting.
    • Terbentuknya lingkungan yang mendukung tumbuh kembang karakter anak.

    Kepala KB Muslimat NU Al-Abror, Mutiara Sani, S.M., menyatakan bahwa metode ACBK merupakan wujud komitmen sekolah dalam mencetak generasi penerus yang berakhlak mulia, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

    Diharapkan, metode ini dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya dalam menanamkan karakter sejak dini.

    “Program ACBK bukan sekadar teori, tetapi pendekatan nyata yang mengubah kebiasaan anak menjadi lebih baik setiap hari. Kami ingin anak-anak tumbuh dengan akhlak mulia dan sikap positif yang alami, bukan dipaksakan,” ujar Kepala KB Muslimat NU Al-Abror.

    Sejak diterapkan, program ini telah menunjukkan dampak signifikan. Anak-anak menunjukkan peningkatan disiplin, kemandirian, dan kemampuan bersosialisasi, sementara orang tua melaporkan keterlibatan mereka yang semakin aktif dalam mendampingi perkembangan karakter anak.

    Keunggulan ACBK terletak pada pendekatan holistik yang menggabungkan pembelajaran di sekolah dan rumah, menjadikan nilai-nilai positif sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari anak.

    KB Muslimat NU Al-Abror berharap program ACBK dapat menjadi model pendidikan karakter yang menginspirasi lembaga lain di Indonesia.

    Dengan mencetak generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, dan siap menghadapi tantangan masa depan, lembaga ini berkomitmen untuk terus berinovasi demi pendidikan yang berkualitas.

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ACBK, silakan hubungi langsung melalui:

    Kontak: 085232678357

    Alamat: KB Muslimat NU Al-Abror, Dusunn Krajan RT 03 RW 01, Desa Aliyan, Kecamatan Rogojampi, Kabupaten Banyuwangi.

    Media Sosial:

    Instagram: tkmnualiyan_kbmnualabror
    TikTok: tkmnualiyan_kbmnualabror
    Facebook: Tkm NU Aliyan
    Youtube: TK Muslimat NU Aliyan

  • Banyuwangi Perkuat Pendidikan Inklusif, Global Village Foundation Rencanakan Bangun Pabrik Kursi Roda Adaptif

    Banyuwangi Perkuat Pendidikan Inklusif, Global Village Foundation Rencanakan Bangun Pabrik Kursi Roda Adaptif

    Kabupaten Banyuwangi terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pendidikan inklusif.

    Hal ini terlihat dari kegiatan Aktualisasi Sekolah Luar Biasa (SLB) sebagai pusat sumber (Resource Center) yang digelar di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Selasa (25/2/2025).

    Acara ini diikuti oleh para pendidik dari unsur Pendidikan Inklusi maupun Pendidikan Luar Biasa di Banyuwangi, juga dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur cabang Banyuwangi yang diwakili KTU Aries Agung Paewei, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Suratno, SPd,. MM., Co Founder Global Village Foundation, Mr. Andi Bracey., Lead Educational Consultan PERKINS USA, Ms, Chen Min Parera.

    Masfufah, S.Pd, selaku Ketua Panitia, menyatakan bahwa SLB tidak hanya berperan sebagai pusat pengetahuan bagi anak-anak berkebutuhan khusus, tetapi juga sebagai tempat pelatihan keterampilan dan konsultasi.

    “Kami telah melatih 178 guru dengan dukungan PERKINS Internasional dan menerima sumbangan 1.500 kursi roda adaptif dari Global Village Foundation,” ujarnya.

    Kami berharap Banyuwangi dapat menjadi rule model bukan hanya untuk Jawa Timur, tetapi juga untuk Indonesia.

    Kami juga berharap adanya kolaborasi tanpa batas dengan semua pihak dapat mendukung layanan terbaik untuk Anak Berkebutuhan Khusus di Banyuwangi, dan di seluruh Indonesia sehingga transformasi Pendidikan Indonesia menjadi lebih baik.

    Mr. Andi Bracey, Co-Founder Global Village Foundation, mengungkapkan rencana organisasinya untuk membangun pabrik kursi roda adaptif di Banyuwangi.

    “Sejak 1990, kami fokus pada anak-anak berkebutuhan khusus dan telah mendistribusikan lebih dari 13.000 kursi roda adaptif di Indonesia. Dengan adanya pabrik ini, kami ingin memastikan kebutuhan kursi roda adaptif bisa diproduksi secara lokal,” jelasnya.

    Global Village Foundation saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Pemerintah Australia Barat untuk merealisasikan rencana tersebut.

    “Jawa Timur adalah Sister City Provinsi Australia Barat, dan lokasi Banyuwangi yang dekat dengan kantor cabang kami di Bali menjadi pertimbangan utama,” tambah Bracey.

    Abdullah Azwar Anas, MSI yang hadir secara virtual menekankan pentingnya kolaborasi antar berbagai bidang untuk meningkatkan kualitas pendidikan inklusif.

    “Pendidikan inklusif adalah kunci untuk memastikan setiap anak, termasuk difabel, mendapatkan kesempatan yang sama,” ujarnya.

    Ms. Chen Min Parera dari PERKINS USA juga menegaskan pentingnya pendidikan dan pelatihan yang tepat bagi penyandang bisu tuli.

    “PERKINS International telah berdedikasi dalam memberikan pelatihan keterampilan agar mereka bisa hidup setara di tengah masyarakat,” katanya.

    Suratno, S.Pd.,MM., selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi dalam sambutannya mengatakan sejak dicanangkan pada 2014 sebagai Kabupaten Inklusi, Banyuwangi terus berbenah dalam memperbaiki infrastruktur Pendidikan, fasilitas serta aksesibilitas.

    Suratno menegaskan bahwa pemerintah menjamin hak anak berkebutuhan khusus untuk bersekolah di sekolah reguler.

    “Dalam perbup juklak juknis penerimaan siswa baru ada narasi yang menegaskan bahwa setiap anak berkebutuhan khusus yang ingin bersekolah di sekolah regular maka wajib diterima,” ujarnya.

    Suratno juga mengapresiasi dua Lembaga internasional . Global Village Foundation dan PERKINS International yang memiliki perhatian tinggi terhadap Pendidikan khusus di Banyuwangi.

    Eka Prastama Widiyanta, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas Republik Indonesia, mengapresiasi pemerintah Banyuwangi atas kegiatan ini.

    “Dengan terbitnya Permen No. 48 Tahun 2023 dan PMA No. 1 Tahun 2024, Dinas Pendidikan wajib memastikan setiap anak disabilitas bisa bersekolah di sekolah reguler maupun madrasah terdekat. Ini adalah langkah besar menuju pendidikan inklusif,” tegasnya.

    Dengan rencana pembangunan pabrik kursi roda adaptif dan dukungan penuh dari berbagai pihak, Banyuwangi siap menjadi pionir dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan layanan terbaik bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Indonesia.

  • Semarak P5 dan Classmeeting SMP Negeri 2 Rogojampi: Peringati HARJABA ke-253 dengan Pasar Inovasi Kewirausahaan dan Lomba Olahraga

    Semarak P5 dan Classmeeting SMP Negeri 2 Rogojampi: Peringati HARJABA ke-253 dengan Pasar Inovasi Kewirausahaan dan Lomba Olahraga

    Di penghujung semester ganjil tahun ajaran 2024-2025 SMP Negeri 2 Rogojampi mengadakan kegiatan P5 dan Classmeeting yang dilaksanakan mulai tanggal 17-19 Desember 2024 sekaligus memperingati Hari Jadi Banyuwangi (HARJABA) yang ke-253.

    Dalam kegiatan P5 kali ini mengangkat tema Pasar Inovasi Kewirausahaan (PIK). Kegiatan berupa bazar kuliner dan minuman kekinian yang diikuti peserta dari kelas 7, 8 dan 9.

    Bazar kuliner dan minuman dibuka mulai pukul 07.00 Wib sampai selesai.

    Berbeda dengan kegiatan bazar umumnya pengunjung tidak menggunakan uang untuk membeli produk. Namun dengan menggunakan kupon sebagai alat pembayaran.

    Untuk jenis kupon minuman senilai Rp3.000, sedangkan kupon makanan berat senilai Rp7.000.

    Kupon telah disiapkan oleh kelas masing-masing bisa dibeli oleh peserta didik di kelas itu terlebih dulu sebelum kegiatan bazar berlangsung. Dalam waktu kurang lebih 3 jam semua produk ludes terjual.

    “Di momen bazar kali, saya sangat senang dan bersemangat sekali. Karena saya dan teman-teman bisa belajar menjadi seorang wirausaha. Mulai dari cara membuat produk, packing produk sampai mempromosikan dan menjual produk. Ini kesempatan baik buat kami untuk belajar menjadi wirausaha yang sukses” jelas Nayla peserta bazar kelas 7.

    Untuk kegiatan Classmeeting ada lomba Futsal dan bola Voli yang diikuti peserta kelas 7, 8 dan 9.

    Tim yang bertanding sangat antusias sekali meski lapangan diguyur hujan. Di tengah hujan mereka tetap semangat bertanding.

    “Apa yang menjadi harapan dan keinginan saya sudah terwujud. Di momen HARJABA kali ini kami bisa melaksanakan kegiatan P5 sekaligus Classmeting. Kegiatan P5 Bertujuan untuk mencetak jiwa kewirausahaan peserta didik. Anak-anak bisa belajar wirausaha dengan baik sebagai praktik baik budaya positif sekolah. Selain itu Classmeting bertujuan menggali potensi dibidang olah raga dan praktik baik untuk kegiatan ekskul yang ada” jelas Marhenyantoro, S.Pd., SH., MM, selaku Kepala SMP Negeri 2 Rogojampi.

    Beberapa prestasi SMP Negeri 2 Rogojampi di bidang non akademik diantaranya Juara 2 tingkat pelajar se-kabupaten Banyuwangi.

    Lomba Hadrah Juara tingkat 2 se-kabupaten.

    Bahkan untuk lomba karate, tari, musik tradisional dan fashion pernah menjadi juara tingkat Nasional.

    Ketua panitia pada kegiatan P5 kali ini digawangi Rendi Black. Sedangkan ketua panitia kegiatan Clasmeeting digawangi oleh Hari Pusdika Trisno Putra merupakan Guru Penggerak Angkatan 3.

    Penulis: Andi Budi Setiawan

  • Pelatihan Menulis Puisi MI Darun Najah II, Majidatul Himmah: Menulislah untuk Dikenang dan Menjadi Ilmu yang Bermanfaat

    Pelatihan Menulis Puisi MI Darun Najah II, Majidatul Himmah: Menulislah untuk Dikenang dan Menjadi Ilmu yang Bermanfaat

    Sebagai bentuk kepedulian terhadap literasi, MI Darun Najah II Banyuwangi menggelar pelatihan Menulis puisi bagi siswi.

    Kegiatan yang melibatkan 99 siswi ini menghadirkan dua orang narasumber, yaitu H. Syafaat, S.H, M.H.I (Ketua Yayasan Lentera Sastra) dan Maulana Affandi, S.S (Pemred Penerbit Lintang & media Sastrawacana)

    Dalam sambutannya, Kepala Madrasah, Majidatul Himmah. S. Ag  mengingatkan jika karya dapat membuat seseorang dikenang dan menjadi amal jariyah jika tulisan itu dimanfaatkan  orang banyak, sehingga ia mengajak kepada setiap siswi untuk berkarya.

    “Tanpa karya, seseorang akan dilupakan. Maka kita harus menulis, agar nama kita dikenang selamanya,” paparnya.

    Pemateri pertama, Syafaat menjelaskan pengetahuan dasar tentang puisi dan memberi motivasi agar para siswi dapat berkarya.

    Kemudian, Syafaat juga menegaskan bahwa tidak ada tulisan yang jelek, sehingga ia menyeru kepada siswi agar tidak malu dengan tulisannya.

    “Tidak ada tulisan yang jelek, semua karya itu bagus. Jadi jangan malu, ya!” tegasnya.

    Tak hanya itu, Syafaat juga berbagi buku ‘Hebat Bersama Ummat’ pada siswa yang bisa menjawab pertanyaan, yaitu Hawa Ummu Salamah yang punya prestasi Hafidz, serta Adelia yang punya prestasi baca puisi di event Porseni, event Komunitas Gotongroyong45 dan finalis lomba se Jawa Bali di Bustanul Makmur 2023.

    Pemateri selanjutnya, Maulana Affandi yang merupakan alumni Fakultas Sastra UNEJ menggiring siswi interaktif untuk ungkapkan perasaan dan tuangkan dalam puisi.

    “Itu kenapa puisi disebut ungkapan hati atau curhat dalam bentuk tulisan yang indah, tapi cukup beberapa bait saja, nggak sampai jadi pentigraf atau cerpen bahkan novel,” paparnya.

    Affandi mengajarkan beberapa trik menulis puisi bagi siswi madrasah, salah satunya adalah menulis daftar kata yang berkaitan dengan tema atau topik yang diangkat.

    Dengan beberapa trik yang diberikan, siswi menjadi lebih mudah dalam menulis puisi.

    Setelah dialog interaktif, Maulana Affandi mengajak para siswi untuk praktik menulis puisi dengan menekankan agar menulis dengan hasil pemikiran sendiri, bukan mencontek atau duplikasi.

    Di sesi akhir, Bung Aguk yang turut hadir juga memberi arahan kepada para siswi, sekaligus membantu mereka dalam mengoreksi puisi yang ditulis.

    Kegiatan yang dipandu Miss Aida dan Yusqi  serta dinotulensi Ust Bagas itu, akhirnya menghasilkan karya puisi spontan dengan waktu relatif cepat.

    “Harapannya saat perpisahan akhir tahun ajaran akan terbit buku kedua ‘Petualangan  Penaku’ karya guru dan siswi tentang cerita dan puisi!” tutur Miss Aida yang diamanati pengembangan literasi dan kesiswaan ini.

    Sebagai iformasi tambahan, madrasah dengan program unggulan hafidzah ini, memiliki ekstra puisi, pantomin, pidato, nasyid, renang, MTQ kaligrafi .

    Di akhir pelatihan, siswi yang ikut lomba menulis surat ke Bupati dikumpulkan via Kepala Madrasah untuk selanjutnya dikirim ke Radar Banyuwangi sebelum deadline jelang Asyar.

    Penulis: Maulana Affandi/Aguk

  • SMK PGRI Rogojampi Rayakan HARJABA ke-253 dengan Lomba Celatu Using, Nguri-nguri Budaya dan Semangat Kebersamaan

    SMK PGRI Rogojampi Rayakan HARJABA ke-253 dengan Lomba Celatu Using, Nguri-nguri Budaya dan Semangat Kebersamaan

    Dalam rangka memperingati Hari Jadi Banyuwangi (HARJABA) yang ke-253, SMK PGRI Rogojampi mengadakan Classmeeting Lomba Celatu Using & Dongeng Using dan beberapa lomba ketangkasan.

    Classmeeting dilaksanakan mulai tanggal 16 – 18 Desember 2024 di kampus SMK PGRI Rogojampi Pusat Keunggulan yang diikuti oleh peserta didik kelas X-XI.

    Di hari sebelumnya, Sabtu tanggal 14 Desember 2024 ada kegiatan P5 untuk kelas XI, yaitu lomba paduan suara dengan lagu wajib Umbul-Umbul Blambangan dan lagu pilihan lagu Banyuwangi.

    Para peserta kompak serta mengenakan pakaian adat Banyuwangi melantunkan lagu Umbul-Umbul Blambangan dengan merdunya sebagai simbol semangat lare-lare Banyuwangi.

    Classmeeting dimulai hari Senin tanggal 16 Desember 2024 diawali dengan upacara pembukaan dilanjutkan lomba Celatu Using dari peserta kelas X-XI di Aula SMK PGRI Rogojampi.

    Pada lomba celatu perdana ini, sangat luar biasa antusias dari peserta yang mewakili kelas masing-masing dengan menggunakan pakaian adat khas Banyuwangi.

    Lomba Celatu Using dan dongeng Bahasa Using mengambil tema ‘Membangun Kebersamaan Diri Lestarikan Budaya Banyuwangi.’

    Seluruh peserta lomba celatu fasih dalam menggunakan dialog Using. Hal ini terlihat dari dialog yang dipakai selama lomba berlangsung.

    Dimana logat Using dari masing-masing daerah memiliki ciri khas yang berbeda. Sesekali peserta melontarkan wangsalan dan basanan (pantun Bahasa Using).

    Hadir dalam acara lomba celatu sebagai juri, yaitu Andi Budi Setiawan selaku Ketua Komunitas Pecinta Literasi Banyuwangi (KOPI WANGI) dan Eko Wahyudi (Cak Ndut Arweter) dari Komunitas Osing Pelestari Adat dan Tradisi (KOPAT).

    Pada tanggal 17 Desember 2024 kegiatan lomba dongeng Bahasa Osing yang diselingi dengan lomba-lomba ketangkasan siswa.

    Tepat di akhir kegiatan tanggal 18 Desember 2024 nanti, akan diadakan acara pentas seni dan pengumuman juara classmeeting.

    “Momen classmeeting kali ini kita manfaatkan untuk nguri-nguri bahasa osing lewat lomba celatu dan dongeng bahasa osing. Ini sebagai bentuk komitmen SMK PGRI Rogojampi dalam melestarikan budaya bahasa osing. Kalau tidak kita siapa lagi. Kalo tidak sekarang kapan lagi” jelas Qomaruzzaman (Gus Qomar) selaku ketua panitia.

  • MI Darunnajah II Banyuwangi Peringati Hari Pahlawan, Hadirkan Veteran Berpuisi dan Ceritakan Kisah Perjuangan

    MI Darunnajah II Banyuwangi Peringati Hari Pahlawan, Hadirkan Veteran Berpuisi dan Ceritakan Kisah Perjuangan

    Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, MI Darunnajah II Banyuwangi menggelar lomba baca puisi bertema kepahlawanan dan mengundang veteran untuk berbagi cerita sejarah perjuangan Indonesia.

    Acara ini diadakan untuk memperkenalkan sejarah pahlawan kepada siswa serta memotivasi mereka dalam meraih cita-cita, terinspirasi dari semangat para pahlawan.

    Kegiatan yang berlangsung diikuti oleh 17 peserta dari kelas 1 hingga 6 sebagai bagian dari seleksi Porseni MI.

    Acara dimulai dengan penyampaian sejarah perjuangan kemerdekaan oleh veteran Sekretaris LVRI, Suwadi, serta IGB Sudharma, seorang sastrawan realis dan veteran Seroja yang akan menerbitkan buku fiksi berlatar sejarah perang Timor Timur melalui Penerbit Lintang Banyuwangi.

    Dalam penyampaian materinya, Suwadi menjelaskan bahwa veteran adalah Warga Negara Indonesia yang pernah tergabung dalam satuan bersenjata resmi dan berperang melawan negara asing demi mempertahankan kemerdekaan NKRI.

    Ia menekankan bahwa perang di Indonesia tidak hanya mengandalkan kekuatan senjata, tetapi juga taktik sosial seperti memahami bahasa dan adat istiadat lawan.

    “Penjajahan bukan hanya bersenjata; penjajah juga membuat rakyat kita bodoh dan miskin. Di masa sekarang, mereka menggunakan teknologi komunikasi, dulu breaker untuk kontak, sekarang menggunakan dunia maya,” tutur Suwadi sambil mencontohkan dialog dengan bahasa daerah Timor Timur dalam percakapan tentang tanam jeruk dan panen kopi.

    IGB Sudharma turut memberikan pesan kepada siswa MI Darunnajah II agar generasi muda rajin belajar agar menjadi pemimpin bangsa.

    “Anak-anak harus rajin belajar dan pintar agar menjadi pemimpin bangsa yang meneruskan perjuangan kami, para veteran. Hormati orang tua dan guru, banyak membaca, serta mengikuti informasi dari radio, televisi, dan buku. Bangsa ini butuh generasi cerdas dan pekerja keras, bukan pemalas. Jangan tenggelam dalam HP hingga lupa belajar dan ibadah.”

    Sudharma kemudian membacakan puisi "Pahlawan Tanpa Nama" yang ia tulis khusus malam sebelumnya.

    Meskipun kondisinya kurang sehat, ia tetap semangat bertemu dengan para siswa, menyampaikan pesan perjuangan yang menginspirasi.

    Kepala MI Darunnajah II, Majidah Himmah, S.Ag (anak KH Makshum Syafi'i) melalui Ketua Panitia, Miss Aida Aristia Dewi, S.Pd., berharap para siswa dapat memetik hikmah dari acara ini, salah satunya adalah meresapi semangat perjuangan para pahlawan.

    Diharapkan, siswa memahami bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan oleh para pahlawan masa lalu, tetapi juga bisa dilanjutkan oleh mereka di masa kini dengan berfokus pada pendidikan dan pengembangan diri.

    Sebagai pelajar, mereka diharapkan menempuh pendidikan yang keras untuk mencapai prestasi akademis dan menjadi anak yang sholehah.

    Kegiatan ini juga bertujuan memperkenalkan sejarah bangsa dan kisah perjuangan para pahlawan sehingga siswa menjadi lebih cinta dan bangga sebagai anak Indonesia.

    Acara juga dirangkai dengan kegiatan keagamaan seperti hafalan Al-Qur'an, tahlilan di makam pahlawan yayasan seperti KH Harun dan KH Makhum Syafi'i yang dipimpin oleh Ustadz Nasrudin, S.Ag., lomba baca puisi, fragmen pantomim perobekan bendera biru, serta menyanyikan lagu nasional "Indonesia Pusaka."

    Kepala Madrasah apresiasi terima kasih ke veteran serta siswi prestasi yang mengharumkan nama madrasah dalam event lomba EO Bina Vokalia di Disbudpar dan Komunitas Gotongroyong'45 di Masjid Al Hilal 2 bareng Sanggar Merah Putih'45, JRKBB-JRKI, IWAPI, UMKK Segoro'45 serta Sedulur Teraphys Blambangan yang didukung media sastrawacana.id/ dan jurnalnews.

    Sementara itu, Bung Aguk Darsono, juri lomba sekaligus anggota G2 Mastrip Jatim yang ayahnya ikut bertempur dalam peristiwa 10 November bersama Bung Tomo dan arek-arek Surabaya, berharap agar acara ini bermanfaat bagi siswa MI Darunnajah II.

    Ia menegaskan bahwa momentum peringatan ini dapat memberikan inspirasi kepada siswa untuk terus memelihara semangat perjuangan dan memperkuat karakter diri sesuai cita-cita para pendiri bangsa.

    “Semoga momentum ini dapat menginspirasi dan bermanfaat bagi semua pihak, serta semoga semangat perjuangan para pahlawan terus diteruskan oleh generasi muda Indonesia,” ujarnya.

    Perayaan Hari Pahlawan ini melanjutkan tradisi peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober yang lalu, di mana setiap kelas bersama paguyuban menampilkan kuliner, seni adat, busana Nusantara, dan drama bertajuk "Banyuwangi: Indonesia Mini" yang menggambarkan keberagaman dalam harmoni di Bumi Blambangan, sesuai semangat Bhinneka Tunggal Ika. (Q'Nin/AWN)

  • Perubahan apa yang ibu/bapak rasa akan paling signifikan dalam pembelajaran intrakurikuler?

    Perubahan apa yang ibu/bapak rasa akan paling signifikan dalam pembelajaran intrakurikuler?

    Perubahan yang saya rasa akan paling signifikan dalam pembelajaran intrakurikuler adalah pendekatan yang lebih fleksibel dan berpusat pada peserta didik.

    Saya melihat adanya pergeseran dari metode pembelajaran tradisional, yang umumnya berbasis guru, menuju pembelajaran yang lebih berfokus pada pengembangan kemampuan individu setiap siswa.

    Di masa lalu, saya terbiasa mengikuti panduan kurikulum secara kaku, yang sering mengarahkan seluruh siswa pada jalur yang sama, dengan asumsi bahwa mereka semua siap menerima materi yang sama dalam waktu yang sama.

    Namun, sekarang saya merasa didorong untuk lebih memperhatikan perbedaan kemampuan, minat, dan gaya belajar setiap siswa.

    Salah satu perubahan besar yang saya lihat adalah kebutuhan untuk melakukan asesmen awal di awal pembelajaran.

    Dengan asesmen ini, saya bisa memahami kemampuan dan kebutuhan khusus setiap siswa, sehingga saya bisa menyesuaikan metode dan materi yang lebih tepat.

    Hal ini bukan sekadar perubahan teknis, tetapi juga perubahan pola pikir yang signifikan bagi saya.

    Saya harus lebih kreatif dalam merancang kegiatan pembelajaran yang memungkinkan siswa mengembangkan pemahaman sesuai kecepatan mereka sendiri.

    Hal ini juga menuntut saya untuk lebih fleksibel dalam cara saya mengelola waktu dan mengatur dinamika kelas, agar tidak hanya sekadar “menyampaikan materi” tetapi memastikan siswa benar-benar memahami konsep yang diajarkan.

    Perubahan lain yang saya lihat adalah pada pemanfaatan teknologi.

    Pembelajaran intrakurikuler sekarang lebih terbuka untuk menggunakan media digital sebagai alat bantu belajar, yang sangat membantu siswa mengeksplorasi materi secara mandiri.

    Penggunaan teknologi ini juga memungkinkan saya untuk memberikan variasi dalam tugas dan penilaian, yang dapat membantu siswa lebih termotivasi dan terlibat dalam pembelajaran.

  • Layanan BK apa saja yang saat ini sudah tersedia di sekolah ibu/bapak?

    Layanan BK apa saja yang saat ini sudah tersedia di sekolah ibu/bapak?

    Jawaban:

    Sebagai guru yang terlibat dalam layanan bimbingan dan konseling di sekolah, saya percaya bahwa BK memiliki peran penting dalam membantu siswa mengenal potensi diri mereka.

    Di sekolah kami, kami menyediakan berbagai layanan BK untuk mendukung perkembangan siswa, baik dalam aspek akademis maupun pribadi.

    Dengan berbagai layanan yang kami tawarkan, kami berharap siswa dapat lebih memahami diri mereka, mampu mengambil keputusan yang bijak, dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

    Berikut adalah beberapa layanan BK yang sudah tersedia di sekolah kami:

    1. Layanan Orientasi – Membantu siswa baru mengenal lingkungan sekolah, aturan, serta fasilitas yang ada.

    2. Layanan Informasi – Memberikan informasi tentang perkembangan diri, akademis, karier, serta sosial.

    3. Layanan Konseling Individu – Menyediakan sesi konseling bagi siswa yang memerlukan bantuan personal untuk menghadapi masalah pribadi atau akademis.

    4. Layanan Konseling Kelompok – Membantu siswa dalam kelompok untuk membahas masalah atau isu tertentu secara bersama-sama.

    5. Layanan Penempatan dan Penyaluran – Memberikan bimbingan terkait pilihan studi lanjutan atau karier sesuai minat dan bakat siswa.

    6. Layanan Bimbingan Belajar – Membantu siswa dalam memahami dan meningkatkan kemampuan belajar secara efektif.

    Layanan-layanan ini dirancang untuk memberikan solusi dan dukungan nyata bagi setiap siswa.
  • Dengan Layanan BK, Peserta Didik Diharapkan Mampu

    Dengan layanan BK, peserta didik diharapkan mampu…

    A. Mendapatkan nilai sempurna di ujian akhir semester

    B. Mendapatkan perhatian lebih dari guru

    C. Memahami dan menerima diri serta lingkungannya

    D. Memahami dan menerima perbedaan

    Jawaban:

    C. Memahami dan menerima diri serta lingkungannya

    Pembahasan:

    Layanan bimbingan dan konseling (BK) bertujuan untuk membantu peserta didik dalam memahami diri mereka sendiri, lingkungan sekitar, serta mengembangkan potensi diri agar dapat mengambil keputusan yang tepat dan menghadapi berbagai tantangan hidup.

    Layanan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah dirancang untuk membantu peserta didik mencapai keseimbangan dalam aspek akademis, pribadi, sosial, dan karier.

    Dengan bantuan konselor, siswa diharapkan mampu memahami kekuatan dan kelemahan diri, mengenali potensi yang dimiliki, serta menerima berbagai kondisi yang ada di lingkungan mereka, baik di sekolah maupun di luar.

    BK juga berperan penting dalam membantu siswa mengembangkan keterampilan sosial dan emosional, sehingga mereka dapat berinteraksi dengan baik, menghadapi masalah, serta menghargai perbedaan yang ada di masyarakat.