Tag: seni lukis

  • Seni Representatif: Pengertian Menurut Ahli, Jenis, dan Contohnya

    Seni Representatif: Pengertian Menurut Ahli, Jenis, dan Contohnya

    Seni adalah ungkapan jiwa seseorang yang dituangkan dalam sebuah bentuk karya, seperti karya lukis.

    Dalam seni lukis, terdapat berbagai aliran, salah satunya adalah seni representatif. Apa itu seni representatif dan bagaimana contohnya?

    Dalam artikel ini, sastrawacana.id/ akan membahas pengertian seni representatif secara lengkap, hingga jenis dan contohnya.

    Pengertian Seni Representatif

    Secara konsep, seni representatif adalah sebuah aliran seni yang menghubungkan antara makna dan bahasa, biasa juga disebut sebagai peristiwa kebahasaan.

    Seni representatif adalah sebuah gaya lukisan yang objeknya mengacu pada kenyataan dalam kehidupan dan alam.

    Seni representatif juga cenderung lebih mengedepankan emosi serta perasaan pelukis dalam menciptakan sebuah karya.

    Selain itu, representatif juga memiliki ketergantungan terhadap tanda dan citra yang dapat dipahami secara kulutral.

    Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), representasi dapat diartikan sebagai perbuatan yang mewakili, ataupun keadaan yang bersifat mewakili disebut representasi.

    Jadi, apa kesimpulannya?

    Kesimpulan sederhananya, pengertian seni representatif adalah gaya seni yang mendeskripsikan tentang kondisi nyata yang terjadi dalam kehidupan masyarakat.

    Pengertian Seni Representatif Menurut Para Ahli

    Berikut ini adalah beberapa pengertian seni representatif menurut para ahli.

    1. Stuart Hall (1997:15)

    Representasi adalah sebuah produksi konsep makna dalam pikiran melalui bahasa. Ini adalah hubungan antara konsep dan bahasa yang menggambarkan obyek, orang, atau bahkan peristiwa nyata ke dalam obyek, orang, maupun peristiwa fiksi.

    2. Pilang (2003)

    Representasi juga dapat berarti sebagai suatu tindakan yang menghadirkan atau merepresentasikan sesuatu lewat yang diluar dirinya biasanya berupa tanda atau symbol.

    3. Stuart Hall (1997:15)

    Makna dikonstruksi oleh sistem representasi dan maknanya diproduksi melalui sistem bahasa yang fenomenanya tidak hanya terjadi melalui ungkapan verbal, namun juga visual.

    4. Soehardjo (2012: 110)

    Representasi dalam seni artinya kegiatan mengulang kembali bentuk yang kasat indera dengan cara disesuaikan dengan media seni yang digunakan.

    5. Danesi (dalam Wibowo, 2011: 122)

    Proses merekam ide, pengetahuan atau pesan dalam beberapa cara fisik disebut representasi. Ini dapat didefinisikan lebih tepat sebagai keguanaan dari tanda yaitu untuk menyambungkan, melukiskan, meniru sesuatu yang dirasa, dimengerti, diimajinasikan, atau dirasakan dalam beberapa bentuk fisik.

    Jenis Pendekatan Representatif

    Menurut Hall (1997:13), ada tiga jenis pendekatan representatif, yaitu reflection, intentional, dan constructive. Adapun penjelasannya sebagai berikut:

    1. Reflection, pendekatan untuk menjelaskan makna yang digunakan dalam mengelabuhi objek, seseorang, ide-ide, ataupun kejadian dalam kehidupan nyata.

    2. Intentional, pendekatan yang memberikan definisi tentang bagaimana bahasa dan fenomenanya dapat dipakai untuk pemaknaan tersendiri atas apa yang tersirat dalam pribadinya.

    3. Constructionist, yaitu pendekatan yang lebih menekankan pada proses konstruksi makna melalui bahasa yang digunakan.

    Itulah jenis pendekatan representatif menurut Hall (1997:13).

    Kemudian, secara umum seni representatif juga terbagi menjadi tiga jenis atau aliran, antara lain:

    1. Naturalisme

    Jenis ini menjadikan alam sebagai objeknya, sehingga mengharuskan pelukis mempunyai ketelitian yang tinggi dalam proses melukis.

    Beberapa pelukis terkenal yang menganut aliran naturalisme antara lain Abdullah Suryobroto, Basuki Abdullah, Constabel, dan Claude.

    2. Realisme

    Aliran ini beranggapan jika tidak ada ilusi di dunia sehingga seluruh karya mengacu pada kenyataan hidup.

    Sehingga hasil karya aliran relisme sangat sesuai dengan kenyataan yang. Adapun beberapa pelukis yang bergaya realism adalah Wardoyo, Tarmizi, Trubus, dan Dullah.

    3. Romantisme

    Aliran romanitsme memilki sifat imajiner, artinya suka menggambarkan sesuatu yang berkenaan degnan kisah-kisah romantis ataupun peristiwa yang dramatis.

    Aliran ini diterapkan oleh beberapa pelukis terkenal seperti Raden Saleh, Turner, dan Fransisco Goya.

    Contoh Seni Representatif

    Berikut ini adalah beberapa contoh seni lukis representatif.

    1. The Persistence of Memory adalah sebuah seni lukis aliran surealisme karya Salvador Dali yang diciptakan pada tahun 1931.

    2. Woman with a Parasol karya Claude Monet yang dikenal sebagai The Stroll, lukisan minyak di atas kanvas.

    3. The Second of May 1808, sebuah seni lukis romantisme karya Francisco Goya yang dibuat pada tahun 1808.

    4. Lukisan Pantai Flores adalah seni lukis naturalis karya Basuki Abdullah.

    5. Fishermen at Sea adalah lukisan cat minyak awal oleh seniman Inggris J. M. W. Turner yang pertama kali dipamerkan pada tahun 1796.

  • Unsur fisik seni rupa yang merupakan gabungan titik-titik yang bersambung yaitu?

    Unsur fisik seni rupa yang merupakan gabungan titik-titik yang bersambung yaitu garis.

    Dalam seni rupa, garis berfungsi untuk menentukan batas akhir dari sebuah obyek gambar dalam bidang gambar.

    Seni rupa adalah salah satu bentuk seni yang berkaitan dengan penciptaan karya seni yang dapat dilihat dan dirasakan secara visual.

    Seni rupa mencakup berbagai macam bentuk karya seni, seperti lukisan, patung, grafis, instalasi, dan seni digital.

    Lukisan adalah bentuk seni rupa yang paling umum dan terkenal.

    Seni lukis dibuat dengan cara menggambar atau mewarnai di atas kanvas atau media lainnya. Lukisan dapat mencerminkan emosi, gagasan, dan pandangan seniman tentang kehidupan.

    Dalam seni lukis, garis memiliki peran yang sangat penting dan berbagai fungsi yang berkontribusi dalam penciptaan karya seni. Berikut adalah beberapa fungsi garis dalam seni lukis:

    1. Penggambaran bentuk dan struktur

    Fungsi utama garis dalam seni lukis adalah untuk menggambarkan bentuk dan struktur objek yang digambarkan.

    Garis digunakan untuk membuat batas-batas visual objek, menggambarkan kontur dan memberikan dimensi pada lukisan.

    Dengan mengatur jenis, ketebalan, dan kejelasan garis, seniman dapat menciptakan efek visual yang berbeda dan menghasilkan representasi yang akurat dari objek yang dihadirkan dalam lukisan.

    2. Penciptaan gerakan dan ritme

    Garis dapat digunakan untuk menciptakan gerakan dan ritme dalam lukisan.

    Garis yang digunakan dengan cara yang dinamis, seperti garis lengkung atau berombak, dapat memberikan kesan gerakan yang dinamis dan energik pada karya seni.

    Seniman juga dapat menggunakan garis paralel atau berulang untuk menciptakan ritme dan pola yang menarik dalam komposisi lukisan.

    3. Ekspresi dan emosi

    Garis dapat digunakan untuk menyampaikan ekspresi dan emosi dalam lukisan. Garis yang tajam, berduri, atau bergerigi dapat menggambarkan ketegangan, kegelisahan, atau kecemasan.

    Di sisi lain, garis yang lembut, halus, atau melengkung dapat menciptakan kesan kelembutan, kedamaian, atau keindahan.

    Dengan memanipulasi karakteristik garis, seniman dapat mengkomunikasikan perasaan atau suasana hati yang ingin mereka sampaikan kepada penonton.

    4. Penekanan dan penegasan

    Garis dapat digunakan untuk menekankan atau menegaskan elemen penting dalam lukisan.

    Seniman dapat menggunakan garis yang lebih tebal, lebih gelap, atau lebih jelas untuk menyoroti objek, detail, atau area tertentu yang ingin ditekankan dalam karya seni.

    Dengan memberikan perbedaan dalam ketebalan dan intensitas garis, seniman dapat memandu mata penonton ke area yang lebih penting dan menarik perhatian mereka.

    5. Pewacanaan dan komunikasi visual

    Garis berperan sebagai alat pewacanaan dan komunikasi visual dalam lukisan. Seniman dapat menggunakan garis untuk menggambarkan detail, tekstur, atau pola yang ada pada objek yang dilukis.

    Garis juga dapat digunakan untuk menggambarkan representasi visual dari elemen seperti tekstur kulit, rambut, atau pakaian dalam lukisan potret.

    Dengan menggunakan garis dengan cermat, seniman dapat menciptakan gambaran yang kaya dan mendetail yang memberikan informasi yang lebih jelas dan mudah dipahami oleh penonton.

  • 10 Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

    10 Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

    Seni lukis merupakan salah satu cabang seni rupa yang memiliki nilai estetika tinggi dan mampu mengekspresikan perasaan, gagasan, serta pengalaman manusia melalui media visual.

    Lukisan tidak sekadar gambar atau goresan warna di atas kanvas, tetapi juga sarana komunikasi yang menyampaikan ide, emosi, dan pemikiran kreatif sang pelukis.

    Dengan seni lukis, manusia dapat mengembangkan daya imajinasi, memperkaya pengalaman estetika, serta mengekspresikan nilai budaya dan spiritual melalui bentuk visual.

    Pengertian Seni Lukis Menurut Para Ahli

    Berbagai ahli memiliki pandangan yang beragam mengenai pengertian seni lukis, mulai dari perspektif filsafat, pendidikan, psikologi anak, hingga pengalaman estetika dan budaya.

    Secara umum, seni lukis dipahami sebagai ungkapan kreatif yang dituangkan dalam bidang dua dimensi menggunakan elemen visual seperti garis, warna, tekstur, dan bentuk.

    Untuk memahami lebih mendalam konsep dan esensi seni lukis, berikut ini beberapa pengertian seni lukis menurut para ahli.

    1. Menurut Hegel

    Menurut Hegel, seni lukis adalah identitas yang sempurna dan nyata. Di dalam pengertiannya, Hegel melihat bahwa manusia dapat menunjukkan kemampuan untuk memahami keindahan alam atau apa pun yang dilihatnya sebagai sebuah kesaksian sempurna terhadap fakta bahwa manusia dapat mengintuisi keindahan.

    2. Menurut Soedarso

    Menurut Soedarso, (1987:10) bahwa pengertian Seni lukis atau lukisan adalah suatu pengungkapan pengalaman artistik yang ditumpahkan dalam bidang dua dimensi dengan menggunakan garis dan warna.

    3. Menurut Soesatyo

    Maksud dari Seni lukis anak menurut Soesatyo (1994) adalah kegiatan anak menggambar, sama dengan kegiatan bercerita, mengungkapkan sesuatu pada dirinya secara intuitif dan spontan lewat media gambar.

    4. Menurut Aristoteles

    Menurut Aristoletes, seni lukis merupakan sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Meskipun terkesan sederhana, tapi deskripsi tersebut memiliki kebenaran jamak yang diamini oleh banyak orang.

    5. Menurut Mikke Susanto

    Menurut Mikke Susanto (2011:241), bahwa pengertian seni lukis adalah bahasa ungkap dari pengalaman artistik maupun ideologis yang menggunakan warna dan garis, guna mengungkapkan perasaan, mengekspresikan emosi, gerak, ilusi maupun ilustrasi dari kondisi subjektif seseorang.

    6. Menurut Dharsono Soni Kartika

    Menurut Dharsono Soni Kartika, 2004: 36 bahwa maksud dari pengertian Seni lukis dapat dikatakan sebagai suatu ungkapan pengalaman estetik seseorang yang dituangkan dalam bidang dua dimensi (dua matra), dengan menggunakan medium rupa, garis, warna, tekstur, shape, dan sebagainya.

    7. Menurut Brade

    Brade menambahkan bahwa seni lukis merupakan pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang membahagiakan jiwa spiritual manusia. Jadi, bukan hanya sekadar memuat bahagia, tetapi juga mengikutsertakan pemanfaatan budi dan akal di dalam prosesnya.

    8. Menurut Lislie

    Lukisan atau gambar anak menurut Lislie (1979:3), “Drawing a private language for communicating throughts, feelings, perceptions, and fantasies”. Gambar anak adalah “This is mine”.

    Gambar anak adalah Bahasa anak yang diekspresikan dari pengalaman dan imajinasi anak.

    Gambar atau lukisan anak adalah ekspresi, baik ekspresi pikiran, ide-ide, ekspresi tingkah laku, dan ekspresi ungkapan jiwa yang dilakukan secara spontan sebagai ungkapan perasaan (Poespoprojo, 2004:43- 44).

    9. Soni Ade & Imam R

    Lukis merupakan kekuatan peradaban manusia; kekuatan budaya. Karena dalam melakukan lukis kita dilatih untuk jeli, cermat, dan teliti dalam mengamati berbagai fenomena alam dan kehidupannya.

    10. Menurut Herbert Read

    Seni lukis yakni sebuah jasmani yang mampu direfleksikan melalui kegiatan rohani daya untuk mecapai tujuannya yaitu mempunyai kemampuan dalam membangkitkan jiwa atau perasaan dari seni itu sendiri untuk mengekspresikannya melalui gambar.

  • Biografi Raden Saleh, Perintis Seni Lukis Modern Indonesia

    Biografi Raden Saleh, Perintis Seni Lukis Modern Indonesia

    Siapa Raden Saleh?

    Raden Saleh adalah pelukis pertama Indonesia yang memperkenalkan teknik seni lukis modern di nusantara.

    Raden Saleh juga merupakan Perintis Seni Lukis Modern Indonesia yang karya lukisannya banyak dipajang museum di Eropa.

    Harga lukisan Raden Saleh juga sangat fantastis, salah satu karyanya yang berjudul “Berburu Banteng” laku seharga Rp 120 miliar pada 2018 lalu.

    Biografi Raden Saleh

    Raden Saleh Syarif Bustaman lahir di Semarang pada tahun 1811 yang merupakan keturunan Arab dan Jawa.

    Ayahnya bernama Said Husein bin Alwi bin Awal dan ibunya bernama Raden Ayu Syarif Husein.

    Sejak kecil Raden Saleh tinggal bersama pamannya yang bernama Raden Adipati Surohadimenggolo, Bupati Semarang yang terkenal terpelajar.

    Sang paman pernah membantu Thomas Stamford Raffles yang dikenal sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

    Pamannya membantu Gubernur Jenderal Hindia Belanda dalam menerjemahkan sejumlah teks dari kanon sastra klasik Jawa.

    Yang kemudian digunakan Thomas Stamford Raffles sebagai bahan menulis buku terkenalnya yakni the History Of Java.

    Pada 1822, Raden Saleh didaftarkan belajar di sebuah sekolah bangsawan Pribumi yang baru dibuka di Cianjur, Jawa Barat.

    Berkat keluasan pergaulannya, Raden Saleh yang berbakat menggambar sudah terlihat sejak masih muda.

    Ia bisa berkenalan dan belajar kepada AAJ Payen, pelukis keturunan Belgia yang didatangkan pemerintah Hindia-Belanda untuk melukis pemandangan Nusantara.

    Raden Saleh Belajar Seni Lukis di Belanda

    Pada tahun 1829, atas saran Payen pemerintah Hindia Belanda mengirim Raden Saleh ke negeri Belanda untuk belajar seni lukis.

    Pengalaman belajar serta hidup di negeri Belanda dan sejumlah negara Eropa lain kelak sangat mempengaruhi gaya melukis dan pemikiran seorang Raden Saleh.

    Petualangan hidup Raden Saleh di Eropa dimulai di negeri Belanda. Lima tahun pertamanya di Eropa digunakan Raden Saleh untuk belajar banyak hal.

    Dari memperdalam bahasa Belanda hingga belajar teknik melukis potret pada pelukis istana kerajaan Belanda Cornelis Kruesemen.

    Ia juga belajar melukis tema pemandangan pada Andris Bahan nama alat serta belajar melukis tema pemandangan pada Andries Schelfhout.

    Perlahan nama Raden Saleh mulai dikenal masyarakat Belanda.

    Selain berkesempatan menggelar pameran di Den Haag, Ia juga kerap diminta melukis potret sejumlah anggota kerajaan dan para pejabat Belanda.

    Tak jarang karya karya lukis Raden Saleh membuat masyarakat Belanda terperangah.

    Berpetualang di Jerman Hingga Perancis

    Pada tahun 1839, pemerintah Belanda mengirim Raden Saleh untuk melakukan perjalanan artistik ke sejumlah negara Eropa.

    Ia berkunjung dan menetap beberapa bulan di Dusseldorf Frankfurt dan Berlin, Jerman.

    Ia kemudian mengunjungi kota Dresden dan jatuh cinta dengan kota itu.

    Raden Saleh memutuskan tinggal di Dresden hingga sekitar lima tahun di kota itu. Di kota itu pula ia menjadi tamu kehormatan kerajaan Jerman.

    Kehadirannya diterima baik kalangan bangsawan. Untuk pertama kali dalam hidupnya Raden Saleh merasa diperlakukan sederajat sebagai manusia.

    Situasi ini membuatnya leluasa menemukan ekspresi artistik dan rasa percaya dirinya sebagai seniman.

    Raden Saleh juga tak ragu menunjukkan identitasnya sebagai orang Asia, orang Jawa serta sebagai seorang muslim.

    Selama di Dresden, Raden Saleh menjalin persahabatan erat dengan seorang bangsawan terpandang bernama Mayor Friedrich Anton Serres dan istrinya bernama Friederikadi Maxen.

    Salah satu jejak persahabatan Raden Saleh dengan keluarga Serres bisa dilihat pada bangunan Mushola yang dibangun keluarga Serres di kawasan bukit Mühlbach.

    Mushola yang bernama Blaue Häusel itu memang dibuat untuk menghormati Raden Saleh.

    Di mushola itu terdapat tulisan Raden Saleh dalam bahasa Jawa dan Jerman berbunyi : “..Hormati Tuhan, Cintai Manusia.”

    Terdorong oleh jiwa artistiknya, pada tahun 1845 Raden Saleh pergi ke Prancis dan menetap selama 5 tahun di kota pusat kesenian Eropa itu.

    Wawasan seni dan pengetahuan Raden Saleh kian bertambah.

    Ia banyak menyerap pengaruh gaya romantic pelukis legendaris Prancis, Eugene Delacroix yang kerap menonjolkan unsur drama dalam lukisan-lukisannya.

    Pada 1846 bersama pelukis terkenal Perancis yang bernama Horace Vernet, Raden Saleh tinggal beberapa bulan di Aljazair.

    Di daerah koloni Perancis ini, Raden Saleh mendapat ilham untuk melukis adegan perkelahian hewan-hewan buas yang menjadi salah satu tema favorit lukisan-lukisannya.

    Selama di Perancis, Raden Saleh juga menjadi saksi revolusi Prancis yang terjadi pada bulan februari 1848 di Paris.

    Peristiwa inilah yang ikut mempengaruhi wawasan kehidupannya. Raden Saleh diketahui tiga kali menggelar pameran lukisannya.

    Karya-karyanya diterima baik oleh penikmat seni dan kritikus di negara itu.

    Saat akhirnya pulang ke Hindia Belanda pada tahun 1851, Raden Saleh yang sudah menjadi pribadi baru.

    Raden Saleh menjelma sebagai manusia dengan pikiran dan perilaku modern.

    Raden Saleh Kembali ke Indonesia

    Pulang dari Eropa dan tinggal di Batavia, Raden Saleh yang bekerja sebagai pelukis dan konservator lukisan pemerintah kolonial Hindia-Belanda. Ia merasa terasing dengan lingkungannya.

    Sebagai seorang yang menyerap budaya dan pendidikan Eropa, Oleh orang-orang Belanda di nusantara dia tetap dianggap sebagai seorang pribumi yang tidak sederajat dengan orang Eropa.

    Sementara saat harus bergaul dengan warga pribumi baik dari kalangan bangsawan maupun rakyat jelata, Raden Saleh juga kesulitan mendapatkan lawan bicara yang bisa mengimbangi tingkat pengetahuan dan pendidikannya.

    Kondisi ini membuatnya sangat kesepian.

    Pada tahun 1855 Raden Saleh menikah dengan Constancia von Mansfeldt. Ia merupakan seorang janda kaya asal Jerman.

    Pasangan ini kemudian membangun rumah mewah di kawasan Cikini.

    Rumah cantik yang diilhami gaya arsitektur istana Callenberg, di mana Raden Saleh pernah tinggal saat di Jerman.

    Rumah tersebut kini masih berdiri dan menjadi bagian dari Kompleks Rumah Sakit PGI.

    Sayangnya perilaku diskriminatif yang diterima Raden Saleh kemudian menyebabkan ia bercerai dengan Constancia.

    Praktek diskriminasi yang dirasakan Raden Saleh mendorongnya menciptakan sejumlah karya lukis yang mengekspresikan kritik atas kolonialisme yang dilakukan Belanda di Bumi Jawa atau wilayah nusantara lainnya.

    Nuansa kritik ini menurut sejumlah pihak misalnya terasa pada lukisan penangkapan Diponegoro, Lukisan sebuah banjir di Jawa, dan lukisan pertarungan antara banteng dan singa.

    Karya terpenting Raden Saleh yakni lukisan bersejarah penangkapan Diponegoro sangat tersohor di Indonesia dan melahirkan banyak tafsir.

    Dari tafsir yang mendukung Raden Saleh sebagai pendukung kolonialisme, hingga tafsir sebaliknya yang menyebut lukisan itu sebagai bentuk kritik Raden Saleh terhadap praktek kolonialisme Belanda terhadap tanah Jawa atau Nusantara.

    Raden Saleh Menikah

    Pada tahun 1867, Raden Saleh menikah dengan Raden Ayu Danudirja. Ia adalah gadis bangsawan dari Keraton Yogyakarta. Mereka berdua kemudian pindah ke Bogor.

    Menjelang akhir hayatnya, Raden Saleh sempat ditahan oleh penguasa kolonial Belanda.

    Hal ini karena tuduhan bahwa Raden Saleh terlibat pemberontakan Gerakan Ratu Adil di Karawang Dan Bekasi pada tahun 1867.

    Meski perjalanan hidupnya diwarnai kekecewaan dan kesepian, hidup Raden Saleh yang dilandasi semangat romantis dan ide kemanusiaan. Ini tetap menjadikan dirinya sosok yang dicintai dan dikagumi.

    Raden Saleh Wafat

    Saat Raden Saleh meninggal pada 23 April 1880, lebih dari 2 ribu orang yang berasal dari berbagai etnis dan kebangsaan mengantarkannya ke pemakaman di kampung Empang, Bogor.

  • Sejarah Singkat Seni Lukis Dunia

    Sejarah Seni Lukis

    Sejarah Seni Lukis secara umum dapat dibedakan kedalam 5 bagian, yaitu zaman prasejarah, zaman klasik, zaman pertengahan, zaman reinassance, dan zaman art nouveaou.

    Pembagian sejarah ini dibagi sesuai dengan perkembangan zaman, dan berikut adalah sejarah seni lukis secara dan perkembangan di dunia universal.

    Menurut sejarahnya, keberadaan seni lukis sangat erat hubunganya dengan gambar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

    Peninggalan-peninggalan historis dari zaman prasejarah menggambarkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah memulai kegiatan menggambarnya.

    Dimulai dari membuat gambar di tembok atau dinding gua untuk mengisyaratkan bagian-bagian penting yang terjadi dalam kehidupan.

    Diawal keberadaanya sebuah gambar hanya dibuat dengan material sederhana seperti kapur, arang, atau baan-bahan lainnya.

    Objek seni lukis pada zaman prasejarah didominasi dengan karya-karya yang menghasilkan lukisan manusia, binatang, dan objek-objek alam seperti pohon kulit, bukit, gunung, sungai, dan laut.

    Objek ini dilukis dengan menonjolkan bentuk yang dianggap sakral, misalnya untuk melukiskan binatang banteng maka orang-orang zaman prasejarah akan menonjolkan bagian tanduk banteng karena menggambarkan simbol vital seekor banteng.