Tag: seni tari

  • Suatu tarian yang dilakukan lebih dari 1 orang penari disebut?

    Suatu tarian yang dilakukan lebih dari 1 orang penari disebut tari kelompok.

    Tari kelompok adalah sebuah tarian tradisional yang biasanya dilakukan oleh sekelompok orang dalam sebuah acara atau upacara adat.

    Tarian ini memiliki ciri khas gerakan yang seragam dan sinkron antara penari-penari yang tergabung dalam kelompok tersebut.

    Seiring dengan perkembangan zaman, tari kelompok tidak hanya terbatas pada lingkup budaya lokal saja, melainkan juga telah menyebar ke seluruh pelosok Indonesia.

    Meskipun tidak diketahui secara pasti asal usul tari kelompok, namun banyak ahli sejarah yang mengatakan bahwa tarian ini sudah ada sejak zaman kerajaan-kerajaan di Indonesia.

    Pada masa itu, tari kelompok biasanya dilakukan oleh para penari istana dalam rangka upacara keagamaan atau perayaan kemenangan.

    Tari kelompok memiliki beragam jenis di setiap daerah di Indonesia. Di Sumatera Barat, tari Piring menjadi salah satu tarian kelompok yang terkenal.

    Di Bali, tarian kelompok yang terkenal adalah tari Kecak yang menggunakan suara “cak” dari para penari sebagai pengiring musik.

    Dalam kekayaan budaya Indonesia, tarian memiliki tempat yang sangat istimewa.

    Salah satu bentuk tarian yang paling mencolok dan banyak dijumpai di berbagai daerah adalah tari kelompok.

    Seperti namanya, tari kelompok adalah tarian yang dilakukan oleh lebih dari satu orang penari secara bersamaan.

    Namun, bukan hanya sekadar jumlah penari yang menjadi ciri khasnya—tari kelompok juga menonjolkan kekompakan, keindahan pola lantai, dan keharmonisan gerak antarpenari yang menampilkan kekuatan visual luar biasa.

    Secara umum, tari kelompok merupakan bentuk seni tari yang diciptakan dan dipentaskan oleh sekelompok penari yang tampil serempak, dengan gerakan yang sudah diatur agar selaras satu sama lain.

    Tari ini biasanya memiliki makna tertentu yang menggambarkan kehidupan masyarakat, nilai-nilai adat, kepercayaan, bahkan peristiwa sejarah penting di daerah asalnya.

    Oleh karena itu, selain sebagai bentuk hiburan, tari kelompok juga menjadi media penyampaian pesan budaya dan sarana edukatif.

  • Sajian tari yang mengungkapkan peristiwa atau cerita disebut?

    Sajian tari yang mengungkapkan peristiwa atau cerita disebut drama tari.

    Drama tari adalah bentuk seni pertunjukan yang menggabungkan unsur-unsur tari dan drama.

    Para penari dalam drama tari tidak hanya mengekspresikan gerakan tari saja, tetapi juga memainkan peran dan mengungkapkan dialog yang telah disusun dalam naskah.

    Selain itu, para penari juga dituntut untuk memahami naskah dan karakter yang mereka mainkan, serta menguasai teknik tari yang diperlukan.

    Gerakan tari digunakan untuk menggambarkan karakter, suasana, atau situasi dalam naskah, sehingga gerakan tari dan dialog saling melengkapi satu sama lain untuk menciptakan pengalaman pertunjukan yang menyeluruh.

    Drama tari memiliki karakteristik yang berbeda dari bentuk seni pertunjukan lainnya, seperti teater atau tari tradisional.

    Para penari juga perlu bekerja sama dengan sutradara dan pengarang naskah untuk menciptakan pertunjukan yang terkoordinasi dan menyeluruh.

    Drama tari dapat dianggap sebagai bentuk seni pertunjukan yang kompleks dan menantang, karena menggabungkan dua elemen seni yang berbeda dan mengharuskan para penari untuk memiliki kemampuan akting dan tari yang baik

  • Gerak tari yang memiliki makna tertentu disebut dengan gerak?

    Gerak tari yang memiliki makna tertentu disebut dengan gerak?

    Gerak tari yang memiliki makna tertentu disebut dengan gerak maknawi.

    Gerak maknawi adalah gerak yang mengandung arti atau maksud tertentu dan telah distilasi (dari wantah menjadi tidak wantah).

    Sederhananya, gerak maknawi adalah sebuah gerakan yang diubah menjadi gerakan indah yang bermakna dan maksud tertentu seperti sembah, nyawang.

    Sehingga sebenarnya gerakan maknawi adalah gerakan yang dilakukan sehari-hari, namun diperindah sehingga terlihat seperti gerakan yang tidak nyata.

    Gerakan maknawi dalam seni tari merujuk pada gerakan yang memiliki makna atau pesan yang lebih dalam.

    Ini melibatkan penggunaan gerakan tubuh yang mengungkapkan emosi, karakter, atau cerita tertentu.

    Gerakan maknawi berfokus pada aspek ekspresif tari, di mana gerakan tubuh digunakan untuk mengkomunikasikan ide, perasaan, atau konsep kepada penonton.

    Gerakan maknawi dalam seni tari dapat mencakup berbagai elemen, seperti gerakan tangan, kaki, kepala, dan tubuh secara keseluruhan.

    Setiap gerakan memiliki makna yang terkait dengan cerita atau tema yang diungkapkan dalam tarian.

    Misalnya, gerakan tangan yang lembut dan mengalir dapat menggambarkan keanggunan atau kasih sayang, sementara gerakan yang energik dan kuat dapat menunjukkan kegembiraan atau kekuatan.

    Selain itu, gerakan maknawi juga dapat menggunakan perubahan ritme, kecepatan, atau intensitas untuk memperkuat ekspresi.

    Gerakan yang lambat dan mengalir dapat menciptakan suasana yang tenang atau melankolis, sedangkan gerakan yang cepat dan dinamis dapat menunjukkan kegembiraan atau semangat.

    Gerakan maknawi dalam seni tari membutuhkan pemahaman mendalam tentang konteks budaya, cerita, atau tema yang diungkapkan dalam pertunjukan.

    Para penari harus mampu menginterpretasikan dan mengungkapkan emosi atau pesan melalui gerakan tubuh mereka dengan presisi dan kepekaan.

    Penggunaan gerakan maknawi dalam seni tari memberikan dimensi ekspresif yang kuat dan memungkinkan penonton untuk terhubung secara emosional dengan karya seni tersebut.

    Hal ini menciptakan pengalaman yang mendalam dan memperkaya pemahaman tentang cerita atau pesan yang ingin disampaikan melalui tarian.

  • Apakah Tari Jaipong Menggunakan Sampur?

    Apakah Tari Jaipong Menggunakan Sampur?

    Tari Jaipong adalah salah satu tarian tradisional khas Jawa Barat yang lahir pada tahun 1975.

    Pencipta tari ini adalah Gugum Gumbira dan H. Suanda yang pada saat itu terinspirasi dari kesenian rakyat yang hidup di tengah masyarakat Sunda, seperti ketuk tilu dan pencak silat.

    Jaipong kemudian berkembang menjadi tarian yang energik, penuh ekspresi, dan memiliki ciri khas pada gerakan tubuh yang lincah serta iringan musik gamelan Sunda yang rancak.

    Dalam pertunjukan tari Jaipong, penari tidak hanya menampilkan gerakan, tetapi juga membawa properti tertentu yang menjadi bagian dari keindahan tari. Properti utama yang digunakan yaitu apok, sampur, dan sinjang.

    Apok adalah baju atasan penari yang biasanya dihiasi dengan sulaman bunga atau daun pada bagian sudut pakaian.

    Busana ini tidak hanya berfungsi sebagai penutup tubuh, tetapi juga menambah estetika visual karena warna-warnanya yang cerah dan motif hiasannya yang khas.

    Sampur adalah selendang yang kerap digunakan dalam berbagai tarian tradisional Jawa dan Sunda, termasuk dalam tari Jaipong.

    Sampur biasanya dikenakan di pinggang atau digantung di leher penari. Fungsinya tidak hanya sebagai hiasan, tetapi juga bagian dari gerakan tari. Penari kerap memainkan sampur dengan cara diayun, dipegang, atau digerakkan seirama musik.

    Hal ini memberi kesan lebih hidup pada pertunjukan Jaipong dan menegaskan bahwa sampur memang menjadi properti penting dalam tarian ini.

    Sinjang adalah kain bawahan yang digunakan oleh penari Jaipong. Biasanya berupa kain batik atau kain bermotif tradisional yang dililitkan di pinggang hingga menjuntai ke bawah.

    Sinjang menjadi pelengkap busana yang memberikan kesan anggun sekaligus menjaga kekhasan budaya Sunda.

    Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa tari Jaipong memang menggunakan sampur sebagai salah satu properti utama selain apok dan sinjang.

    Kehadiran sampur bukan sekadar aksesori, melainkan bagian penting dari tarian yang menambah makna, keindahan, dan daya tarik tari Jaipong yang hingga kini tetap digemari masyarakat.

  • 6 Fungsi Seni Tari di Sekolah Dasar

    6 Fungsi Seni Tari di Sekolah Dasar

    Fungsi Seni Tari di Sekolah Dasar

    Menurut Purwatiningsih & Harini, Ninik (1999) pendidikan seni tari di SD mempunyai fungsi membantu pertumbuhan dan perkembangan anak, memberi perkembangan estetik dan membantu penyempurnaan kehidupan.

    Oleh karena itu pendidikan seni tari di SD tidak berupa latihan-latihan untuk menjadikan anak-anak SD menjadi penari jaipong, penari topeng, kuda lumping atau penari-penari lain yang terkenal.

    Walaupun ada diantara anak-anak Sekolah Dasar yang memiliki bakat untuk menjadi penari yang baik, tetapi itu bukan merupakan tujuan yang utama. Bakat itu dapat dibina tersendiri.

    1. Seni Tari meningkatkan pertumbuhan fisik, mental dan estetik

    Jenis pengalaman seni untuk meningkatkan pertumbuhan fisik ditunjukkan dengan perkembangan motorik anak dalam gerak-gerak bebas dalam menari.

    Kegiatan semacam ini memberikan kesempatan fisik untuk tumbuh sempurna dan secara langsung mental juga berkembang.

    Karena kegiatan-kegiatan dalam melakukan gerak-gerak tari juga mekibatkan kesadaran estetik, maka pertumbuhan estetik juga mendapat kesempatan untuk tumbuh.

    Misalnya gerak-gerak yang dilakukannya setelah anak-anak SD kelas rendah melihat gerak-gerak binatang, contohnya kupu.

    Anak akan mencoba menirukan gerak sayap kupu yang sedang bergerak terbang dengan caranya sendiri.

    Ada yang dengan tangan terlentang digerakkan naik turun, ada yang ditekuk dan kemudian digerakkkan naik turun.

    Berlangsungnya kegiatan ini telah melibatkan proses mental visualisasi hasil pengamatan yang sekaligus menjadi pengalaman yang bersifat estetik.

    2. Seni Tari memberikan sumbangan ke arah sadar diri

    Melalui kegiatan seni tari keunikan anak akan terbina, karenanya anak dapat mengenali dirinya sendiri dengan baik.

    Dengan demikian “self” anak dapat berkembang, dan ini menyebabkan tumbuhnya inisiatif, kemampuan mengkritik, kepemimpinan dan kreasi.

    Anak merasakan keberadaanya memiliki arti. Terutama jika dia diberi peran tertentu dalam suatu kegiatan artistik/estetik.

    Misal dalam diskusi kecil antar teman tentang sebuah gerak binatang berpasangan, mereka akan aktif dan saling memberikan sumbangan pikiran.

    Anak juga merasakan akibat-akibat dari perbuatannya sehingga inisiatif untuk mencari bentuk-bentuk yang lain yang dirasakan lebih baik, akan selalu dilakukan.

    Proses ini menjadi dasar untuk kemampuan mengkritik dan memimpin.

    3. Seni Tari membina imajinasi kreatif

    Imajinasi kreatif itu sangat visual bagi anak (anak usia sekolah dasar).

    Oleh karena itu setiap usaha pendidikan kearah menumbuh-kembangkan imajinasi kreatif merupakan usaha yang sangat baik.

    Dalam hubungan ini seni tari-drama menjadi penting, karena seni tari-drama selalu memberikan kesempatan berimajinasi kreatif.

    Contohnya seorang anak SD akan selalu berkhayal bahwa dia akan menjadi tokoh yang kuat, disegani sehingga dalam imajinasinya dia dapat mengalahkan musuh-musuhnya dengan mudah.

    Gerak-gerak dan mimik yang dilakukan sangat menggambarkan kuatnya suatu imajinasi tertentu.

    Jika diberi kesempatan menirukan gerak binatang buas, dia akan benar-benar berkhayal seandainya aku menjadi harimau.

    Kegiatan-kegiatan bermain dalam aneka gerak akan membina imajinasi mereka sehingga secara langsung akan berkembang.

    4. Seni Tari memberi sumbangan ke arah pemecahan masalah

    Pemecahan masalah merupakan hal yang penting dalam pendidikan maupun dalam kehidupan sehari-hari.

    Seni tari-drama memberi sumbangan terhadap perkembangan pemecahan masalah.

    Dalam aktivitas seni tari-drama anak anak SD dapat memunculkan gagasan-gagasannya yang menjadi benar-benar konkrit.

    Motivasi guru memang sangat diperlukan agar anak anak selalu dapat menyelesaikan pesoalaan sendiri.

    Jika belum dapat, dianjurkan agar diselesaikan.

    5. Seni Tari memurnikan cara berpikir, berbuat dan menilai

    Melalui kegiatan seni tari, kehidupan siswa SD dapat diperkaya melalui proses penjelajahan yang terus menerus.

    Selama proses penjelajahan tersebut, dibutuhkan penyusunan pengalaman secara kreatif dan sensitif.

    Jika siswa SD bermain, aktivitas mereka juga melibatkan pikiran.

    Jika mereka menirukan gerak alam atau binatang, mereka juga berpikir bahwa gerak-gerak yang dilakukan seperti apa yang mereka amati.

    6. Seni Tari memberikan sumbangan kepada perkembangan kepribadian

    Pada dewasa ini penilaian terhadap keberhasilan pendidikan dilihat pada ada tidaknya perkembangan kepribadian.

    Karena kepribadian dipandang penting dalam suatu kehidupan.

    Ekspresi bebas dalam masyarakat yang merupakan penyesuaian emosional itu pada akhirnya mematangkan kepribadian.

    Usaha-usaha mematangkan kepribadian dalam seni tari-drama dapat dilakukan guru dengan cara membantu penyesuaian rasa emosionalnya.

    Membantu menghilangkan perasaan terikat, membantu menghilangkan perasaaan takut, membantu menekan kekecewaan, memberikan kepercayaan serta mendorong anak agar selalu berbuat positif.

    Hal-hal tersebut dapat dilakukan lewat semua kegiatan pembelajaran senitari-drama.

    Sebagai contoh ada siswa SD yang takut jika melakukan gerak. Hal ini perlu disiasati guru, agar siswa tersebut tidak menjadi lebih takut.

    Misalnya akibat diminta memperagakan gerak tari didepan kelas. Tentu diperlukan siasat-siasat tertentu untuk mengatasi hal itu.

    Misalnya memperagakan gerak dengan temannya terlebih dahulu.

    Dalam perkembangannya dapat diungkap di sini bahwa kegiatan seni tari-drama yang dapat mengobati kekcewaan, menghilangkan rasa takut tersebut, akan dapat berfungsi sebagai sarana penyembuhan atau terapi.

    Pada perkembangan berikutnya siswa kemudian dapat menyesuaikan diri, dengan kepribadian yang makin matang.

  • Tari Legong Keraton: Sejarah, Fungsi dan Gerakannya

    Tari Legong Keraton: Sejarah, Fungsi dan Gerakannya

    Tari Legon Keraton

    Tari Legong Keraton adalah sebuah tarian klasik Bali yang memiliki pembendaharaan gerak yang sangat komplek dan diikat oleh struktur tabuh pengiring yang konon mendapat pengaruh dari Tari Gambuh.

    Kata Legong Keraton terdiri dari dua kata yaitu legong dan kraton. Kata legong diduga berasal dari kata “leg” yang berarti gerak tari yang luwes, lemah gemulai.

    Sementara “gong” berarti gamelan. “leg” dan “gong” digabung menjadi legong yang mengandung arti gerakan yang diikat, terutama aksentuasinya oleh gamelan yang mengiringinya.

    Jadi Legong Keraton berarti sebuah tarian istana yang diiringi oleh gamelan.

    Fungsi Tari Legong Keraton

    Sebagai sarana untuk pertunjukan dan hiburan
    Sebagai ungkapan keindahan ataupun aktivitas keindahan itu sendiri
    Sebagai aktivitas kreaktif
    Untuk mengikaat rasa persatuan

    Perkembangan Tari Legong Keraton

    Tarian Legong berkembang di keraton-keraton Bali pada abad ke-19. Tari Legong adalah berasal dari desa Sukawati, yaitu di Puri Paang Sukawati.

    Dari Sukawati legong berkembang kebergagai pelosok desa di Bali seperti; di Puri Agung desa Saba (sekarang di Puri Taman Saba), di Peliatan, di Bedulu, di Benoh Denpasar, dan lain sebagainya.

    Di desa Saba yaitu di Puri Saba tari legong keraton, menurut I Gusti Gede Raka sudah ada sekitar tahun 1911, di bawah pimpinan serta asuhan I Gusti Gede Oka yang bergelar Anak Agung di desa Saba, yaitu kakek beliau sendiri.

    I Gusti Gede Oka dengan membawa calon penari datang ke Sukawati, belajar tari legong di desa Sukawati yaitu di Puri Paang, dengan guru tarinya pada waktu itu adalah Anak Agung Rai Perit.

    Di atas tahun 1920-an kepemimpinan sekha legong di Saba yang juga merangkap sebagai pelatih dan pembina seka legong di Saba adalah putra beliau bernama I Gusti Bagus Jelantik sampai tahun 1940-an, yang mana beliau juga belajar di Puri paang Sukawati.

    Di atas tahun 1945-an kepemimpinan sekha legong yang juga merangkap sebagai pelatih dan pembina adalah I Gusti gede Raka, yaitu keponakan dari I Gusti Bagus Jelantik, yang lebih dikenal dengan sebutan Anak Agung Raka Saba, karena beliau adalah orang Puri.

    Gerak Tari Legong Keraton

    1.  Miles adalah tumit diputar ke dalam (kanan – kiri). Gerakan ini misalnya terjadi pada pergantian posisi ngagem.

    2. Mungkah lawang adalah gerakan tari yang pertama sebagai awal dari suatu tarian. Maksud dari gerakan ini yaitu untuk membuka langse.

    3. Agem kanan adalah berat badan ada pada kaki kanan, jarak kaki kira-kira 1 genggam serta badan condong ke kanan. Tangan kanan sirang mata dan tangan kiri sirang susu.

    4. Sledet adalah gerakan mata yang dimana gerakan ini dapat dilakukan ke samping kanan atau kiri dan merupakan ekspresi pokok dalam tari Bali.

    5. Luk nerudut adalah gerakan kepala ke kanan dan ke kiri yang ditarik secara stakato.

    6. Ulap-ulap adalah posisi lengan agak menyiku dengan variasi gerak tangan seperti orang memperhatikan sesuatu.

    7. Ngejat pala adalah kecepatan dari gerakan ngotag pala.

    8. Agem kiri adalah berat badan ada pada kaki kiri, jarak kaki kira-kira 1 genggam serta badan condong ke kiri. Tangan kiri sirang mata dan tangan kanan sirang susu.

    9. Ngelo adalah gerak tangan bergantian sejajar dengan pinggang dan dahi

    10. Ngenjet adalah menekankan kaki kanan atau kiri secara bergantian ke depan, tumit tidak menempel di tanah (menjinjit) dan badan agak merendah (ngeed).

    11. Nyeregseg adalah gerakan kaki dengan langkah ke samping cepat dan bisa digerakkan kesegala arah.

    12. Ngumad adalah gerakan menarik kaki yang didominit oleh gerakan tangan ke arah sudut belakang. Gerakan ini dipakai pada waktu akan ngangsel ngeteb ataupun ngumbang.

    13. Ngumbang adalah gerakan berjalan pada tari wanita dengan jatuhnya kaki menurut maat gending ataupun pukulan kajar.

    14. Milpil adalah gerakan berjalan juga, hanya ragamnya lebih halus, kadang – kadang injakan – injakan tapak kai lebih dari satu kali.

    15. Lasan megat yeh adalah sikap kaki sama dengan sregseg hanya berbeda pada arah gerakan yaitu ke sudut kanan depan.

    16. Ngepik adalah leher direbahkan ke kanan dan ke kiri.

    Iringan Tari Legong Keraton

    Iringan tari legong keraton yaitu :

    1. Ritme pada tari legong keraton
    2. Gamelan palegongan

  • Pengertian Pagelaran Seni Tari dan Unsur Pendukungnya

    Pengertian Pagelaran Seni Tari dan Unsur Pendukungnya

    Pagelaran Seni Tari

    Pagelaran atau pergelaran adalah sebuah kegiatan mempertunjukkan hasil karya seni kepada masyarakat di tempat tertentu untuk mendapat tanggapan.

    Seni tari adalah salah satu seni pertunjukan yang menggunakan gerakan tubuh secara berirama diiringi dengan tempo yang tertata.

    Jadi, bisa disimpulkan jika pagelaran seni tari adalah sebuah kegiatan yang mempertunjukkan gerakan tubuh berirama (tari) kepada masyarakat luas pada tempat tertentu.

    Unsur Pendukung Pagelaran Seni Tari

    1. Seni Musik

    Seni musik digunakan sebagai pengiring tari dalam sebuah pergelaran seni tari. Tanpa musik, sebuah tarian akan terasa kurang hidup dan kurang menarik untuk disaksikan.

    2. Seni Rupa

    Seni rupa diperlukan sebagai properti atau penataan setting panggung. Properti adalah semua jenis peralatan yang dibutuhkan untuk digunakan dalam pergelaran tari, baik itu dipegang atau dipakai oleh penari.

    3. Tata Busana

    Tata busana atau kostum adalah semua yang dipakai penari di atas panggung dari ujung rambut sampai ujung kaki. Kostum digolongkan menjadi lima bagian, yaitu pakaian dasar, pakaian kaki, pakaian tubuh, pakaian kepala, dan aksesoris.

    4. Seni Tembang atau Sastra

    Seni tembang digunakan untuk syair iringan tari. Seni tembang merupakan seni vokal sunda dengan alat musik kecapi indung, kecapi rincik, suling, atau rebab.

    5. Tata Rias

    Tata rias digunakan untuk rias tari. Tata rias pada tari berfungsi untuk mempertegas karakter tari yang dibawakan oleh penari.

    6. Tata Lampu

    Tata lampu sebai setting panggung berfungsi untuk memberikan penerangan pada penari di atas panggung. Tidak hanya itu, keberadaan tata lampu juga berfungsi untuk menghidupkan suasana seni tari yang ditampilkan.

    7. Tata Suara

    Pengaturan tata suara terkait dengan bunyi atau volume dalam sebuah pertunjukan, sehingga penari dan penonton dapat mendengar dengan jelas lagu yang digunakan sebagai pengiring tari.

    Cabang Seni Lain yang Mendukung Pagelaran Seni Tari

    1. Seni Tari dan Seni Rupa : Dekorasi pagelaran tari yang mendukung latar dan penghayatan.

    2. Seni Tari dan Musik : Iringan tarian dengan tetabuhan musik menambah penghayatan dan lain-lain.

    3. Seni Tari dan drama : Contohnya dalam sendratari Ramayana, menari dengan unsur drama atau cerita di dalamnya.

    Unsur Pendukung Gerakan Seni Tari

    Unsur utama dalam tari adalah gerak tubuh. Agar terjadi gerak, diperlukan beberapa unsur, yaitu tenaga, ruang, waktu, dan pola lantai.

    1. Tenaga

    Pengaturan tenaga yang kurang baik akan membuat penari kelelahan sehingga kehilangan keseimbangan. Untuk tarian yang banyak menggunakan gerak cepat, seperti loncat, maka membutuhkan tenaga yang tidak sedikit.

    2. Ruang

    Pengertian ruang di dalam tari bisa dilihat dari dua sisi, yaitu: ruang pentas tempat terjadinya aktivitas menari dan ruang gerak yang dihasilkan karena gerakan dari properti dan kostum penari.

    3. Waktu

    • Panjang pendeknya durasi penampilan.
    • Ritme/irama
    • Waktu tempuh untuk perpindahan gerak.
    • Tempo yang terkait dengan cepat lambatnya suatu pola gerak.

    4. Pola Lantai

    Pola lantai adalah teknik perpindahan tempat dan arah hadap. Saat penari berpindah tempat, penari akan membentuk garis imajiner di atas lantai pentas.

    Garis imajiner yang terbentuk bisa berupa lingkaran, garis lengkung, garis lurus mendatar, garis lurus vertikal atau diagonal.

    Hal yang Perlu Disiapkan Sebelum Pertunjukkan Tari

    Merencanakan serta menyusun kepanitiaan. Kepanitiaan dalam hal ini dibagi menjadi 2 yaitu :

    1. Steering Comitee (panitia pengarah/penasehat pemberi petunjuk bawahannya)

    2. Organizing Comitee (panitia pelaksana, yang melaksanakan segala sesuatu dilapangan)

    Tim Dalam Pertunjukan Seni Tari

    Dalam pertunjukan seni tari, biasanya tim terbagi menjadi dua, yaitu:

    1. Tim Produksi

    Tim Produksi ini dipimpin oleh pimpinan produksi yang bertugas mengorganisir pementasan suatu seni pertunjukan. Pimpinan produksi membawahi beberapa anggota, seperti:

    2. Sekretaris produksi

    Orang yang bertanggungjawab dalam membukkukan dan mencatat semua kegiatan yang berhubungan dengan produksi seni pertunjukan.

    3. Bendahara

    Orang yang bertanggung jawab dalam hal keuangan.

    4. Seksi Dokumentasi

    Orang yang bertanggung jawab atas dokumentasi kegiatan.

    5. Seksi Publikasi

    Orang yang bertanggung jawab dengan segala hal yang berhubungan dengan kegiatan promosi/ publikasi kepa masyarakat yang dituju.

    6. Seksi Pendanaan

    Orang yang bertanggung jawab terhadap penyediaan dana yang dibutuhkan dalam proses dan pelaksanaan pementasan seni pertunjukkan.

    7. Tiket

    Orang yang bertanggung jawab atas penjualan dan pembelian kartcis pertunjukkan.

    8. House Manager

    Orang bertugas mengemban pelayanan publik serta bertanggung jawab terhadap pimpinan produksi dalam layanan staf dan layanan publik.

    9. Keamanan

    Orang yang bertanggung jawab terhadap sistem keamanan pertunjukkan.

    10. Akomodasi

    Orang yang bertanggung jawab terhadap segala hal yang berhubungan dengan akomodasi setiap proses pelaksanaan penyelenggaraan pertunjukan.

    11. Konsumsi

    Orang yang bertanggung jawab terhadap urusan konsumsi (pemain, tim, dan penonton).

    12. Transportasi

    Orang yang bertanggung jawab terhadap urusan penyediaan transportasi.

    13. Seksi Gedung

    Orang yang bertanggung jawab terhadap penyewaan ataupun penyediaan gedung pertunjukkan.

    14. Tim Artistik

    Tim Produksi ini dipimpin oleh seorang sutradara/koreografer yang bertugas membuat konsep dari pertunjukkan, dan mengatur alur laku dari sebuah pertunjukkan.

    Kritik Tari

    Kritik adalah kegiatan memberi apresiasi atau penghargaan terhadap sebuah karya seni tari dengan tujuan evaluasi apresiasi agar pertunjukan lebih kreatif dan inofatif. Adapun kritik tari terbagi menjadi 4 jenis, yaitu:

    1. Kritik Jurnalistik

    Kritik yang ditulis untuk pembaca surat kabar/majalah yang tujuannya untuk memberikan informasi tentang berbagai peristiwa dalam dunia berkesenian.

    2. Kritik Akademis

    Kritik akademis adalah yang diterapkan dalam suatu lembaga pendidikan berkesenian. Tujuannya yaitu mengembangkan bakat dan potensi estetis siswa.

    3. Kritik Ilmiah

    Melakukan pengkajian nilai seni secara luas, mendalam dan sistematis menggunakan metode. Tujuannya untuk menyempurnakan dan mencari nilai karya seni yang sebenar-benarnya ditentukan oleh orang berpengalaman.

    4. Kritik Populer

    Ditulis oleh sebagian besar penulis yang tidak menuntut keahlian kritis (masyarakat).

    Jenis Kritik Berdasarkan Sifatnya

    Berdasarkan sifatnya, kritik tari terbagi menjadi 2, yaitu:

    1. Konstruktif

    Adalah jenis kritik tari yang bersifat positif dan optimis serta tidak menjatuhkan seniman yang membuatnya.

    2. Destruktif

    Adalah kritik yang berisi ulasan/tanggapan yang memiliki kecenderungan bersifat pesismis negatif dan seringkali menjatuhkan semangat seniman pembuatnya.