Tag: sepak bola

  • Awalan, kaki lurus dengan bola, kaki tumpu diletakkan di samping bola dengan jari jari menghadap ke depan dan lutut sedikit ditekuk

    Awalan, kaki lurus dengan bola, kaki tumpu diletakkan di samping bola dengan jari jari menghadap ke depan dan lutut sedikit ditekuk

    Awalan, kaki lurus dengan bola, kaki tumpu diletakkan di samping bola dengan jari jari menghadap ke depan dan lutut sedikit ditekuk, teknik ini merupakan awalan menendang bola dengan?

    a. kaki bagian luar

    b. kaki bagian dalam

    c. punggung kaki

    d. ujung kaki

    Jawaban:

    b. kaki bagian dalam

    Pembahasan:

    Awalan ini adalah bagian dari teknik dasar menendang bola menggunakan kaki bagian dalam.

    Dengan posisi kaki tumpu di samping bola, jari-jari kaki menghadap ke depan, dan lutut sedikit ditekuk, pemain dapat menjaga keseimbangan dan memastikan akurasi saat melakukan tendangan.

    Teknik ini biasanya digunakan untuk operan yang membutuhkan presisi tinggi, terutama dalam umpan jarak pendek dan menengah.

    Teknik awalan menendang bola dengan kaki bagian dalam ini penting karena membantu pemain menjaga kontrol dan arah tendangan.

    Dengan kaki tumpu di samping bola dan lutut sedikit ditekuk, pemain mendapatkan kestabilan yang memungkinkan mereka untuk mengarahkan bola dengan lebih akurat.

    Kaki bagian dalam memiliki permukaan yang lebar, sehingga bola dapat ditendang dengan lebih rata dan konsisten.

    Teknik ini sangat efektif untuk umpan-umpan pendek atau menengah yang membutuhkan presisi, seperti dalam permainan passing antar pemain atau saat membangun serangan.

  • Teknik dasar permainan sepak bola untuk operan jarak pendek menggunakan kaki bagian?

    Teknik dasar permainan sepak bola untuk operan jarak pendek menggunakan kaki bagian?

    Teknik dasar permainan sepak bola untuk operan jarak pendek menggunakan kaki bagian?

    a. luar

    b.dalam

    c. punggung kaki

    d. lutut

    Jawaban:

    b.dalam

    Pembahasan:

    Operan jarak pendek dalam sepak bola biasanya dilakukan dengan menggunakan kaki bagian dalam.

    Teknik ini memberikan kontrol yang lebih baik dan akurasi yang tinggi saat mengoper bola ke rekan setim dalam jarak dekat.

    Kaki bagian dalam memiliki permukaan yang lebih lebar dan rata, sehingga bola lebih mudah diarahkan dan dikontrol, menjadikannya pilihan utama untuk umpan pendek.

    Menggunakan kaki bagian dalam untuk operan jarak pendek memberikan keunggulan dalam hal akurasi dan kontrol.

    Permukaan yang rata pada bagian dalam kaki memungkinkan pemain menendang bola dengan lebih stabil, sehingga bola dapat diarahkan dengan tepat ke rekan setim.

    Teknik ini sangat penting dalam permainan karena membantu menjaga penguasaan bola dan membangun serangan secara efektif.

    Dalam situasi permainan yang cepat, operan dengan kaki bagian dalam memungkinkan tim untuk mempertahankan ritme dan membuat umpan yang akurat tanpa perlu banyak tenaga.

  • Jelaskan Tujuan dari Permainan Sepak Bola

    Tujuan utama dari permainan sepak bola adalah mencetak gol sebanyak mungkin ke gawang lawan, sambil mempertahankan gawang sendiri agar tidak kebobolan.

    Tim yang berhasil mencetak gol lebih banyak dalam waktu 90 menit (dibagi menjadi dua babak, masing-masing 45 menit) dinyatakan sebagai pemenang.

    Selain itu, tujuan lain dari permainan sepak bola mencakup:

    1. Membangun Kerja Sama Tim

    Sepak bola mengandalkan kerja sama antar pemain untuk mengatur serangan, bertahan, dan menciptakan peluang gol. Setiap pemain memiliki peran tertentu dan harus saling berkoordinasi untuk mencapai tujuan bersama.

    2. Meningkatkan Keterampilan Individu

    Sepak bola juga bertujuan untuk mengasah keterampilan individu, seperti dribbling, passing, shooting, dan tackling. Pemain harus terus mengembangkan keterampilan teknis mereka agar dapat bermain lebih efektif.

    3. Menerapkan Strategi dan Taktik

    Setiap tim sepak bola menggunakan strategi dan taktik tertentu untuk memenangkan pertandingan. Tujuannya adalah untuk mengelabui lawan, menciptakan peluang, dan mengontrol permainan.

    4. Menjaga Sportivitas dan Fair Play

    Sepak bola juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas dan fair play di antara para pemain. Setiap pemain diharapkan untuk bermain dengan jujur, menghormati lawan, wasit, serta aturan permainan.

    5. Menciptakan Hiburan dan Semangat Kompetisi

    Sepak bola adalah salah satu olahraga yang paling digemari di dunia, dan tujuannya juga untuk memberikan hiburan kepada penonton dan menciptakan semangat kompetisi yang sehat antara tim.

    Keseluruhan tujuan ini menjadikan sepak bola sebagai olahraga yang tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi juga pada pembentukan karakter, keterampilan, dan nilai-nilai positif dalam kehidupan sehari-hari.

  • Arti Ditanggunghan dalam Sepak Bola dan Contoh Kasusnya

    Arti Ditanggunghan dalam Sepak Bola dan Contoh Kasusnya

    Dalam dunia sepak bola, ada banyak istilah yang mungkin terdengar asing bagi penggemar baru, salah satu istilah tersebut adalah “ditanggungkan.”

    Istilah tersebut memang tidak sepopuler istilah lain seperti offside, penalti, dan lainnya, sehingga membuat penggemar sering bertanya-tanya apa artinya.

    Apa itu ditangguhkan dalam sepak bola?

    Secara umum, “ditanggungkan” berarti suatu tindakan atau kewajiban yang secara resmi diserahkan atau dijamin oleh pihak tertentu.

    Dalam konteks sepak bola, arti ditangguhkan adalah mengacu pada situasi pertandingan tidak dapat dilanjutkan karena berbagai alasan.

    Penangguhan juga bisa diartikan bahwa pertandingan batal digelar karena berbagai alasan, misalnya faktor cuaca atau kondisi tidak kondusif.

    Pertandingan yang ditangguhkan tersebut akan dijadwal ulang dengan berbagai pertimbangan oleh panitia penyelenggara.

    Contohnya pertandingan Tim A dan Tim B ditangguhkan karena terjadi hujan deras. Maka, pertandingan tersebut akan dilanjutkan jika cuaca sudah membaik.

    Baru-baru ini, pertandingan antara Real Madrid VS Barcelona (4/8/2024) ditangguhkan pada menit ke 13 karena terjadi hujan deras dan petir.

    Contoh lain semisal dua supporter memanas sehingga mengancam keamanan, maka pertandingan biasanya ditangguhkan sampai kondisi menjadi kondusif.

    Sementara dalam segi pemain, ditangguhkan artinya adalah ketika pemain tidak diizinkan bermain untuk sementara waktu.

    Biasanya, ini terjadi karena pelanggaran tertentu yang dilakukan oleh pemain tersebut selama pertandingan.

    Ada beberapa alasan mengapa seorang pemain bisa ditanggungkan, antara lain:

    • Mendapat kartu merah.
    • Mengumpulkan sejumlah kartu kuning tertentu dalam beberapa pertandingan.
    • Melakukan pelanggaran serius di luar lapangan yang dianggap mencemarkan nama baik olahraga.

    Penangguhan biasanya dilakukan oleh badan sepak bola yang berwenang, seperti federasi sepak bola nasional atau liga tempat pemain tersebut bermain.

    Proses ini melibatkan peninjauan ulang kejadian yang terjadi selama pertandingan, dan jika dinilai layak, pemain tersebut akan dihukum dengan penangguhan.

    Durasi penangguhan bisa bervariasi tergantung pada beratnya pelanggaran.

    Misalnya, kartu merah langsung bisa menyebabkan penangguhan satu hingga tiga pertandingan, sementara kasus pelanggaran yang lebih serius bisa menyebabkan penangguhan yang lebih panjang.

    Penangguhan seorang pemain bisa berdampak besar pada tim. Tim harus bermain tanpa pemain tersebut selama masa penangguhan, yang tentu saja bisa melemahkan formasi atau strategi tim.

    Banyak kasus penangguhan yang terkenal dalam sejarah sepak bola, seperti penangguhan Zinedine Zidane setelah insiden “headbutt” di Piala Dunia 2006.

    Contoh-contoh ini menunjukkan betapa seriusnya penangguhan dan bagaimana hal itu bisa mempengaruhi karir seorang pemain.

    Penangguhan adalah salah satu cara untuk menjaga permainan tetap adil dan sportif.

    Dengan menghukum pelanggaran serius, penangguhan mencegah pemain dari melakukan tindakan yang tidak sportif atau merugikan lawan.

  • Sebutkan Nama Induk Organisasi Sepak Bola di Indonesia

    Sebutkan Nama Induk Organisasi Sepak Bola di Indonesia

    Induk organisasi sepak bola di Indonesia adalah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang didirikan pada tanggal 19 April 1930 di Yogyakarta.

    PSSI memiliki beberapa tugas dan fungsi utama, di antaranya:

    • Mengatur dan mengelola sepak bola di Indonesia.
    • Membina dan mengembangkan sepak bola di Indonesia.
    • Mewakili Indonesia dalam organisasi sepak bola internasional, seperti FIFA dan AFC.
    • Menyelenggarakan kompetisi sepak bola di Indonesia, seperti Liga 1, Liga 2, dan Piala Indonesia.
    • Membina tim nasional sepak bola Indonesia.

    PSSI memiliki struktur organisasi yang terdiri dari Kongres, Komite Eksekutif, dan Badan-badan.

    Kongres adalah badan tertinggi PSSI yang terdiri dari perwakilan dari seluruh anggota PSSI

    Komite Eksekutif adalah badan pelaksana PSSI yang terdiri dari 15 anggota.

    Badan-badan PSSI adalah badan-badan yang membantu tugas dan fungsi PSSI, seperti Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI), Badan Tim Nasional (BTN), dan Badan Pembinaan dan Pengembangan Sepak Bola (BPPS).

    PSSI telah mengalami banyak pasang surut dalam sejarahnya. Namun, PSSI tetap menjadi organisasi yang penting dalam perkembangan sepak bola di Indonesia.

  • Pola Pertahanan Daerah dalam Permainan Sepak Bola Disebut Juga?

    Pola pertahanan daerah dalam permainan sepak bola disebut juga zona marking atau zone defense.

    Dalam pola ini, setiap pemain bertanggung jawab untuk menjaga area atau zona tertentu di lapangan, bukan pemain lawan.

    Setiap pemain memiliki area yang harus dijaga dan mereka harus bereaksi terhadap pergerakan bola dan pemain lawan di area mereka.

    Pola pertahanan daerah dalam sepak bola memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum diterapkan.

    Di satu sisi, pola ini menawarkan beberapa keuntungan, seperti:

    1. Lebih mudah diorganisir dan dipelajari

    Dibandingkan dengan pola pertahanan yang fokus pada pemain, zona marking lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh pemain, terutama bagi mereka yang baru belajar sepak bola.

    2. Membantu menjaga bentuk dan disiplin tim

    Dengan mendefinisikan area tanggung jawab masing-masing pemain, pola ini membantu menjaga struktur dan disiplin tim, sehingga tim tidak mudah teracak-acak oleh pergerakan lawan.

    3. Meminimalisir ruang kosong di lapangan

    Setiap area di lapangan terjaga oleh pemain, sehingga meminimalkan ruang kosong yang dapat dimanfaatkan oleh lawan untuk menyerang.

    Namun, pola pertahanan daerah juga memiliki beberapa kekurangan, seperti:

    1. Membutuhkan komunikasi yang baik antar pemain

    Agar efektif, pola ini membutuhkan komunikasi yang konstan antar pemain untuk mengkoordinasikan pergerakan dan menutup ruang kosong. Kurangnya komunikasi dapat menyebabkan kebingungan dan celah bagi lawan untuk menerobos.

    2. Bisa menjadi statis dan mudah diprediksi oleh lawan

    Jika tidak divariasikan, pola ini bisa menjadi statis dan mudah diprediksi oleh lawan. Pemain lawan yang cerdas dapat mempelajari pola dan menemukan celah untuk dieksploitasi.

    3. Sulit untuk mengatasi pemain lawan yang memiliki skill individu yang tinggi

    Pola pertahanan daerah dapat kesulitan untuk mengatasi pemain lawan yang memiliki skill individu yang tinggi, seperti kecepatan, dribel, dan passing yang luar biasa.

    Oleh karena itu, mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan pola pertahanan daerah adalah hal penting sebelum menerapkannya dalam pertandingan.

    Pola ini dapat menjadi pilihan yang efektif untuk tim yang baru belajar sepak bola atau yang ingin bermain dengan struktur dan disiplin yang kuat.

    Namun, tim perlu berlatih dan mengembangkan strategi untuk mengatasi kekurangan pola ini, seperti meningkatkan komunikasi dan variasi dalam permainan.

  • Profil Calvin Verdonk, Pemain Belanda yang Dibidik Shin Tae-yong

    Baru-baru ini nama Calvin Verdonk tengah menjadi pembicaraan hangat di Indonesia lantaran Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong terlihat langsung menyaksikan penampilannya bersama klub Belanda, NEC Nijmegen.

    Foton Shin Tae-yong bersama Verdonk setelah NEC memenangkan pertandingan 2-0 melawan Thom Haye, Heerenveen pun seliweran di media sosial.

    Sehingga pertemuan antara Shin Tae-yong dan Verdonk menciptakan desas-desus bahwa pelatih asal Korea Selatan itu tertarik untuk memboyong Verdonk ke Timnas Indonesia.

    Profil Calvin Verdonk

    Calvin Verdonk adalah seorang bek kiri yang bermain untuk NEC Nijmegen, salah satu peserta kompetisi Liga Utama Belanda Eredivisie.

    Verdonk, seorang pemain keturunan atau diaspora yang lahir di Dordrecht pada 26 April 1997.

    Sebagai produk asli akademi Feyenoord, Verdonk telah menjadi bagian dari tim utama Feyenoord sejak tahun 2015.

    Ia juga telah membela beberapa klub, termasuk PEC Zwolle, Twente, dan klub Portugal, Famalicao, sebelum bergabung dengan skuad NEC saat ini.

    Di tingkat internasional, Verdonk, yang kini berusia 26 tahun, secara konsisten menjadi anggota Timnas Belanda di berbagai tingkatan usia

    Meski baru berusia 26 tahun, Verdonk telah menjadi bagian dari Timnas Belanda kategori U-21.

    Pada musim ini, ia telah tampil dalam 25 pertandingan, mencatatkan 2 gol dan 2 assist, serta menjadi bagian dari “Starting Line-up” sebanyak 11 kali.

    Menurut Football Talent Scout, Verdonk adalah pemain belakang serba guna di lapangan.

    Dia mampu bermain sebagai bek tengah, bek kiri, dan sayap kiri, bahkan dapat berperan sebagai gelandang bertahan karena kemampuannya dalam melakukan tekel yang baik.

    Kekuatan kaki utamanya terletak di sebelah kiri, membuatnya secara alami diposisikan sebagai bek kiri atau sayap kiri. Verdonk juga memiliki kemampuan umpan Crossing yang sangat baik.

    Menurut WhoScored, keahlian tambahan Verdonk melibatkan konsentrasi yang baik, sikap tenang di lapangan, dan daya tahan yang kuat.

    Pada tahun 2014, Verdonk mencuri perhatian dengan mencetak gol indah dalam kompetisi Piala Eropa U-17.

    Terungkap bahwa Calvin Verdonk memiliki keturunan Indonesia melalui ayahnya yang berasal dari Tanjung Meulaboh, Aceh Barat.

    Meskipun saat ini berstatus sebagai warga negara Belanda, Verdonk belum pernah dipanggil untuk membela Timnas Belanda di level senior.

    Karena Indonesia tidak mengizinkan sistem kewarganegaraan ganda, pemain kelahiran 1997 tersebut harus menjalani proses naturalisasi apabila berkeinginan memperkuat Timnas.

    Biodata Calvin Verdonk

    Nama: Calvin Verdonk
    Tempat lahir: Dordrecht
    Tanggal lahir: 26 April 1997
    Usia: 26 Tahun
    Tinggi badan: 174 cm
    Posisi bermain: Bek kiri, bek tengah
    Klub: NEC Nijmegen

  • Formasi dalam permainan sepak bola dapat diartikan sebagai cara?

    Formasi dalam permainan sepak bola dapat diartikan sebagai cara meletakkan pemain sesuai dengan kemampuannya dan dengan arahan pelatih.

    Formasi sepak bola mengacu pada susunan pemain di lapangan selama pertandingan. Formasi ini dapat bervariasi tergantung pada strategi tim, keadaan permainan, dan taktik yang diterapkan.

    Pemilihan formasi sepak bola dapat menjadi elemen kunci dalam merancang taktik permainan.

    Baca juga: Lapangan sepak bola adalah berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang dan lebar?

    Berikut adalah beberapa formasi sepak bola yang umum digunakan:

    4-4-2 (Four-Four-Two)

    • Empat pemain bertahan, empat pemain tengah, dan dua penyerang.
    • Formasi klasik yang memberikan keseimbangan antara serangan dan pertahanan.

    4-3-3 (Four-Three-Three)

    • Empat pemain bertahan, tiga pemain tengah, dan tiga penyerang.
    • Formasi yang menekankan serangan dengan tiga penyerang di lini depan.

    3-5-2 (Three-Five-Two)

    • Tiga pemain bertahan, lima pemain tengah, dan dua penyerang.
    • Formasi yang memberikan keberlanjutan di tengah lapangan dan dukungan untuk pertahanan dan serangan.

    4-2-3-1 (Four-Two-Three-One)

    • Empat pemain bertahan, dua gelandang bertahan, tiga gelandang serang, dan satu penyerang.
    • Formasi yang menekankan kreativitas di tengah lapangan dengan satu penyerang tunggal.

    4-1-4-1 (Four-One-Four-One)

    • Empat pemain bertahan, satu gelandang bertahan, empat gelandang tengah, dan satu penyerang.
    • Formasi yang memberikan kestabilan di lini belakang dan fleksibilitas di lini tengah.

    Baca juga: 5 Pemain yang Pernah Dijuluki “The Next Ronaldo”, Tapi Begini Nasibnya Sekarang

    4-3-2-1 (Four-Three-Two-One)

    • Empat pemain bertahan, tiga gelandang tengah, dua penyerang yang bermain lebih ke dalam, dan satu penyerang di lini depan.
    • Formasi yang menekankan serangan melalui kombinasi antara gelandang dan penyerang.

    5-3-2 (Five-Three-Two)

    • Lima pemain bertahan, tiga gelandang tengah, dan dua penyerang.
    • Formasi yang cenderung fokus pada pertahanan dengan lima pemain di lini belakang.

    4-4-1-1 (Four-Four-One-One)

    • Empat pemain bertahan, empat gelandang tengah, satu gelandang serang, dan satu penyerang.
    • Formasi yang menekankan keterlibatan gelandang serang di antara lini tengah dan penyerang.
  • 5 Pemain yang Pernah Dijuluki “The Next Ronaldo”, Tapi Begini Nasibnya Sekarang

    Cristiano Ronaldo merupakan salah satu talenta terbaik sepak bola yang pernah ada di dunia. Pemain asal Portugal ini telah memiliki banyak gelar dan prestasi yang bisa menjadi bukti.

    Pemain yang kini merumput di Al Nassr ini berhasil mencetak lebih dari 700 gol dalam kariernya di level klub. Dia juga telah mengoleksi banyak trofi termasuk lima trofi Liga Champions.

    Selain itu, Ronaldo berhasil membawa Portugal menjadi juara EURO 2016 dan UEFA Nations League. Mantan pemain Real Madrid itu juga telah mengoleksi lima penghargaan Ballon d’Or.

    Maka tak heran jika banyak pemain yang mengidolakan Ronaldo dan ingin mengikuti karier gemilangnya. Bahkan, ada pula pemain-pemain yang dicap mempunyai talenta yang mirip Ronaldo.

    Akan tetapi, beban berat sebagai penerus Ronaldo membuat para pemain tersebut tidak selalu memiliki karier yang bagus.

    Ada yang masih bermain di klub besar, namun tak sedikit juga yang harus berjuang di tim-tim menengah ke bawah.

    Siapakah para pemain tersebut? Berikut ulasannya.

    Baca Juga: 5 Pemain Nomor Punggung 9 Terbaik di Real Madrid, Adakah Idolamu?

    1. Bebe

    Bebe adalah seorang pemain sepak bola berkebangsaan Tanjung Verde yang lahir di Portugal. Saat ini dia bermain untuk Rayo Vallecano di La Liga Spanyol.

    Pada musim 2010/2011, Sir Alex Ferguson mendatangkan Bebe yang masih berusia 20 tahun dari Vitoria SC dengan biaya sebesar Rp152,96 miliar.

    Sebagai pemain muda dari Portugal, tentu ia langsung dibandingkan dengan CR7 sejak awal kedatangannya. apalagi posisinya sama dengan Ronaldo.

    Namun kenyataannya, kualitas Bebe tidak pernah sebanding dengan Ronaldo. Selama kariernya di Manchester United, penyerang berusia 33 tahun ini hanya bermain 7 Kali dan mencetak 2 gol.

    Akan tetapi, Bebe tidak dibenci oleh para suporter karena penampilannya tersebut, bahkan ia malah punya status Hero di Old Trafford.

    Sebagian besar karier Bebe bersama Setan Merah dihabiskan sebagai pemain pinjaman ke berbagai klub.

    Hingga pada tahun 2014 Bebe pindah ke Benfica, setelah itu ia berkelana di Spanyol bersama Eibar, Rayo Vallecano, dan Real Zaragoza.

    2. Goncalo Guedes

    Goncalo Guedes merupakan pemain sepak bola berkewarganegaraan Portugal yang saat ini bermain untuk klub Wolverhampton. Dia juga merupakan punggawa tim nasional Portugal sejak tahun 2015.

    Sejak tahun 2015 ketika usianya masih 18 tahun, dia sudah menjadi bagian penting di Benfica yang membuatnya dicap sebagai the next Ronaldo.

    Arsenal sempat mengincarnya di tahun 2015 tapi karena embel-embel the next Ronaldo tersebut membuat Guedes dipatok dengan harga yang sangat mahal.

    Hingga pada tahun 2017, Paris Saint-Germain mau membayar 30 juta Euro atau sekitar Rp521,45 miliar demi memboyongnya ke Parc des Princes.

    Akan tetapi, belum genap Semusim di Paris, dia sudah dipinjamkan ke Valencia di tahun 2018 dan dipermanenkan di musim berikutnya.

    Namun, pada tahun 2022 dia dijual ke Wolverhampton kemudian kembali dipinjamkan ke Benfica.

    3. Luis Nani

    Luis Nani, adalah seorang pemain sepak bola profesional asal Portugal yang bermain sebagai gelandang sayap untuk klub Adana Demirspor. Nani lahir dari orang tua keturunan Tanjung Verde yang bermigrasi ke Eropa.

    Nani datang ke Manchester United pada musim 2007/2008, Sir Alex mendatangkannya dari Sporting CP dengan biaya sebesar Rp443,23 miliar.

    Karena datang klub dan negara yang sama, Luis Nani langsung mendapat julukan The next Ronaldo.

    Nani dibeli untuk rencana jangka panjang sebagai pengganti Ronaldo, karena Sir Alex sudah tahu kalau Ronaldo tidak akan bertahan selamanya di United.

    Meskipun pada akhirnya dia tidak bisa mencapai level Ronaldo di United, namun Nani tetap menjadi pemain yang penting untuk Manchester United.

    Selama 8 tahun di Old Trafford, Nani sudah mencetak 40 gol serta menjuarai 4 Premier League dan Champions League.

    Nani hengkang dari Manchester United di tahun 2014 untuk pindah ke klub lamanya Sporting Lisbon, kemudian dia berpindah-pindah klub ke Eropa seperti fenerbahce, Valencia, dan Lazio.

    4. Wilfried Zaha

    Wilfried Zaha merupakan seorang pemain sepak bola yang kini bermain untuk Galatasaray. Dia Lahir di Pantai Gading dan telah melakukan debut untuk tim nasional Pantai Gading pada tahun 2016.

    Zaha yang merupakan pembelian terakhir Sir Alex tepat sebelum pensiun, namun sayangnya dia tidak terlalu berguna di Old Trafford, apalagi dia adalah sayap muda berbakat di Crystal Palace yang membuatnya disamakan dengan Cristiano Ronaldo.

    Namun, bukan salah Zaha kalau dia tidak tampil maksimal di Old Trafford. Hal ini karena dia tidak diberikan banyak kesempatan oleh David Moyes.

    Bahkan karena hal ini dia sempat menderita depresi hingga akhirnya van Gaal membuangnya di tahun 2015 ke klub lamanya, Crystal Palace.

    Zaha langsung Kembali jadi pemain yang mematikan setelah kembali ke klub lamanya dan kini dia menjadi pemain penting di Crystal Palace. Hingga pada musim 2023/2024 ini, dia hijrah ke klub asal Turki, Galatasaray.

    5. Joao Felix

    Joao Felix merupakan seorang pemain sepak bola berkebangsaan Portugal yang saat ini bermain sebagai penyerang untuk klub La Liga Atlético Madrid, dan tim nasional Portugal.

    Felix sudah menunjukkan kemampuan yang menjanjikan di musim debutnya bersama Benfica dengan mencetak 20 gol dan 11 assist dari 43 pertandingan.

    Hal ini membuat banyak media yang menganggap bahwa Felix merupakan penerus Cristiano Ronaldo yang membuatnya diperebutkan oleh banyak klub top di Eropa.

    Hingga pada tahun 2019, Atletico Madrid membelinya dengan harga fantastis sebesar 127 juta Euro atau sekitar Rp2.210,94 miliar.

    Akan tetapi, kemampuannya tak seperti yang diharapkan para fans Atletico. Dia memang jadi pemain reguler di Atletico, namun kemampuannya tak sepadan dengan harganya yang selangit.

    Dia pun dipinjamkan ke Chelsea yang sedang mengalami krisis di pertengahan musim 2022. Namun bersama the Blues, dia tampil kurang maksimal dan hanya mencetak 4 gol dari 20 pertandingan.

    Itulah 5 pemain yang pernah dijuluki “The Next Ronaldo” dan nasibnya sekarang. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Pemain Nomor Punggung 9 Terbaik di Real Madrid, Adakah Idolamu?

    Nomor punggung 9 di Real Madrid saat ini sedang kosong setelah kepergian Karim Benzema ke Al Ittihad pada musim panas ini.

    Nomor punggung tersebut bisa dibilang sebagai salah satu nomor keramat. Hal ini karena nomor punggung 9 pernah digunakan oleh para pemain legendaris.

    Namun, dari banyaknya pemain yang pernah menggunakan nomor 9 di Real Madrid, siapakah yang terbaik?

    Nah, di artikel ini, sastrawacana.id/ telah merangkum 5 pemain nomor punggung 9 terbaik di Real Madrid. Berikut diantaranya.

    1. Karim Benzema

    Benzema adalah pemain sepak bola Prancis keturunan Aljazair yang saat ini bermain untuk Al Ittihad, dia juga merupakan mantan pemain Timnas Prancis.

    Benzema bergabung ke Real Madrid pada musim 2009/2010, dia ditebus dari Klub Prancis, Olympique Lyon, dengan biaya sebesar Rp608,36 miliar.

    Dia menggunakan nomor punggung 11 pada musim pertamanya di Santiago Bernabeu. Hal ini karena nomor 9 masih digunakan oleh Cristiano Ronaldo.

    Barulah pada musim berikutnya dia memakai nomor 9 dan menjadi penyerang yang sangat tajam.

    Bersama Los Blancos, Benzema telah memainkan total 648 pertandingan dan mencetak 354 gol, serta 165 assist.

    Dia juga telah memberikan 5 kali Juara Champions League, 5 kali Juara FIFA Club World Cup, 4 kali juara La Liga, 4 kali Juara UEFA Super Cup, 3 kali Juara Copa Del Rey, dan 4 kali Juara Piala Raja Spanyol.

    Pada musim 2023/2024, klub di Liga Profesional Saudi, Al-Ittihad, berhasil mendatangkan Benzema secara gratis.

    2. Cristiano Ronaldo

    Cristiano Ronaldo adalah legenda sepak bola asal Portugal yang saat ini bermain di klub Arab Saudi Al-Nassr FC.

    Dia sering dianggap sebagai pemain terbaik di dunia dan sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.

    Ronaldo bergabung ke Real Madrid pada musim 2009/2010, dia ditebus dari Klub Inggris, Manchester United, dengan biaya sebesar Rp1.633,87 Milyar, dan menjadi rekor transfer pada musim tersebut.

    Pemain yang identik dengan nomor punggung 7 ini menggunakan nomor 9 pada awal kedatangannya di Real Madrid. Hal ini karena nomor 7 masih digunakan oleh Raul Gonzalez.

    Semusim setelahnya, dia baru bisa menggunakan nomor punggung 7 karena pemilik sebelumnya, Raul Gonzalez, memutuskan pindah ke FC Schalke 04.

    Bersama Real Madrid, Pemain berjuluk CR7 ini menjadi pemain andalan sang pelatih, Manuel Pellegrini. Dia telah memainkan total 438 pertandingan dan mencetak 450 gol, serta 131 assist.

    3. Fernando Morientes

    Morientes merupakan mantan pemain sepak bola asal Spanyol yang pernah membela beberapa klub top Eropa, seperti Real Madrid, dan Liverpool.

    Morientes bergabung ke Real Madrid pada musim 1997/1998, dia didatangkan secara gratis dari Real Zaragoza.

    Dia langsung menggunakan nomor 9 ketika kedatangannya di Real Madrid dan langsung menjelma menjadi striker yang berbahaya.

    Bersama El Real, Morientes telah memainkan total 272 pertandingan dan mencetak 122 gol, serta 34 assist.

    Namun, pada musim 2003/2004. Morientes mulai kehilangan tempatnya setelah kedatangan Ronaldo Nazario ke Santiago Bernabeu.

    Dia pun dipinjamkan ke klub Prancis, AS Monaco di musim tersebut.

    4. Ivan Zamorano

    Zamorano merupakan mantan pemain sepak bola berkebangsaan Chili yang pernah bermain di klub-klub top Eropa seperti Sevilla, Real Madrid, dan Inter Milan. Di timnas Chili, dia bermain 69 kali dan mencetak 34 gol.

    Zamorano bergabung ke Real Madrid pada musim 1992/1993, dia ditebus dari Sevilla FC dengan biaya sebesar Rp60,84 miliar.

    Menggunakan nomor 9, Zamorano menjelma menjadi penyerang top di Eropa saat itu.

    Tercatat, dia telah memainkan total 173 pertandingan dan mencetak 101 gol, serta 4 assist selama berseragam Real Madrid.

    Namun, pada musim 1996/1997, Zamorano memutuskan hengkang menuju Inter Milan.

    5. Ronaldo Nazario

    Ronaldo Nazario adalah mantan pemain dan legenda sepak bola Brasil.

    Dia dianggap sebagai salah satu pemain sepak bola terbaik sepanjang masa oleh banyak pengamat dan pecinta sepak bola.

    Ronaldo bergabung ke Real Madrid pada musim 2002/2003, dia ditebus dari Inter Milan dengan biaya sebesar Rp782,17 miliar.

    Dia merupakan penyerang yang sangat ditakuti pada masanya, bahkan mampu menggeser penyerang Real Madrid saat itu, Fernando Morientes.

    Bersama tim Ibukota, penyerang asal Brazil telah mencatatkan 177 penampilan dan berhasil mencetak 103 gol, serta 35 assist.

    Akan tetapi pada musim 2006/2007, klub AC Milan berhasil mendatangkan Ronaldo dengan biaya sebesar Rp130,36 miliar.

    Itulah 5 pemain nomor punggung 9 terbaik di Real Madrid. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani