Tag: sepak bola

  • 5 Pemain Asia Tenggara yang Pernah Bermain di Klub Top Eropa, Salah Satunya di Manchester City

    Eropa merupakan kiblat sepak bola dunia dan memiliki kompetisi-kompetisi yang sangat hebat, seperti Premier League, La Liga, Bundesliga, dan Serie A.

    Hal ini tentu membuat para pemain di dunia khususnya Asia Tenggara memiliki impian untuk bermain di benua Biru.

    Sebab, menjadi menjadi sebuah kebanggaan apabila pemain yang berasal dari negara kecil di bidang sepak bola seperti Asia Tenggara mampu bermain di kancah Eropa.

    Namun faktanya, ada beberapa pemain dari Asia Tenggara yang berhasil menembus kompetisi bergengsi di Eropa.

    Siapa sajakah mereka? Berikut diantaranya.

    1. Neil Etheridge – Fulham

    Neil Etheridge merupakan seorang pemain sepak bola profesional yang saat ini bermain sebagai penjaga gawang untuk klub kasta kedua liga Inggris, Birmingham City, dan juga tim nasional Filipina.

    Dia merupakan pemain keturunan Inggris – Filipina. Sejak kecil dia telah menimba ilmu di akademi-akademi terbaik di inggris, seperti Chelsea, dan Fulham.

    Pada musim 2010/2011, Fulham yang saat itu bermain di Premier League, mempromosikan Neil Etheridge ke tim utama. Namun, dia dipinjamkan terlebih dahulu ke tim kasta ketiga, Charlton Athletic FC.

    Dia menjalani debut sekaligus laga terakhirnya bersama Fulham di ajang Europa League melawan klub asal Norwegia, Odense Boldklub, yang berakhir dengan skor 2-2.

    2. Thanawat Suengchitthawon – Leicester City

    Thanawat Suengchitthawon merupakan seorang pesepakbola asal Thailand yang saat ini bermain sebagai gelandang serang untuk klub Liga Thailand, Muangthong United.

    Meski lahir di Thailand, Thanawat sejak kecil sudah bergabung dengan akademi sepak bola di Benua Biru, Seperti AS Nancy, dan Leicester City.

    Thanawat bergabung dengan tim Junior Leicester City pada musim 2020/2021. Namun dia lebih sering bermain di tim U-21 daripada di tim utama.

    Dia hanya beberapa kali dimainkan di tim utama, namun hanya di laga uji coba. Dia sempat beberapa kali berada di bangku cadangan dalam laga resmi, namun tidak pernah diturunkan.

    Hingga pada musim 2023/2024, Thanawat diboyong oleh klub asal tanah airnya, Muangthong United secara gratis.

    3. Egy Maulana Vikri – Lechia Gdansk

    Egy Maulana Vikri adalah pemain sepak bola asal Indonesia yang saat ini bermain untuk klub Liga 1 Indonesia, Dewa United, dan merupakan punggawa tim nasional Indonesia.

    Egy merupakan salah satu pemain yang paling berbakat di Indonesia dan selalu menjadi andalan timnas Indonesia di semua kelompok umur.

    Pada Musim 2018/2019, Egy yang saat itu masih berusia 18 tahun, diboyong oleh klub Kasta teratas liga Polandia, Lechia Gdansk.

    Namun, Egy hanya lebih sering bermain di tim cadangan daripada di tim utama. Tercatat, pemain kelahiran Medan ini hanya 11 kali bermain di tim utama Lechia Gdansk.

    Dia menjalankan debutnya ketika Lechia Gdansk bertanding melawan Górnik Zabrze di Liga Polandia musim 2018/2019. Saat itu, Egy hanya dimainkan selama 8 menit saja.

    Setelah 3 musim membela Lechia Gdansk, Egy memutuskan pindah ke beberapa klub di Eropa, seperti FK Senica, dan Zlate Moravce di Liga Slovakia, sebelum akhirnya pulang ke tanah air dan bergabung dengan Dewa United FC.

    4. Faiq Bolkiah – Leicester City

    Faiq Bolkiah merupakan pemain sepak bola asal Brunei Darussalam yang saat ini bermain sebagai gelandang untuk klub Thailand Chonburi dan tim nasional Brunei Darussalam.

    Faiq merupakan salah satu anggota keluarga kerajaan Brunei Darussalam. Maka tak heran jika dia sudah bergabung dengan akademi sepak bola terbaik di Eropa, Seperti Arsenal, Chelsea, dan Leicester City.

    Dia bergabung ke Leicester City pada musim 2015/2016 dari akademi Chelsea. Namun sayangnya, Faiq hanya bermain di tim junior Leicester City dan tidak pernah bermain di tim utama.

    Dia pun kemudian hengkang ke klub Portugal, Marítimo. Namun, nasibnya sama seperti ketika di Leicester City.

    Hingga pada musim 2021/2022, dia akhirnya pindah ke Liga Thailand dan bergabung dengan FC Chonburi.

    5. Teerasil Dangda – Manchester City

    Teerasil Dangda merupakan seorang pemain sepak bola asal Thailand yang saat ini bermain sebagai penyerang untuk klub Liga Thailand, BG Pathum United, serta untuk tim nasional Thailand.

    Pada Musim 2007/2008, Teerasil yang saat itu masih berusia 19 tahun, direkrut oleh salah satu klub top di Inggris, Manchester City.

    Dia bergabung bersama 2 rekannya yang sama-sama berasal dari negeri gajah putih, yakni Kiatprawut Saiwaeo, dan Suree Sukha.

    Usut punya usut, ternyata kedatangan dari ketiga pemain Thailand ini tidak lain karena peran dari mantan perdana menteri Thailand saat itu, Thaksin Shinawaatra yang telah membeli klub tersebut.

    Namun karena tidak memiliki izin kerja di Inggris, ketiga pemain tersebut tidak penah bermain di tim asal kota Manchester tersebut.

    Mereka pun akhirnya pulang ke Thailand dan memperkuat tim-tim di Liga Thailand.

    Akan tetapi, Teerasil nampaknya masih ingin bermain di luar negri terlebih dahulu.

    Tercatat, dia pernah memperkuat UD Almería di liga Spanyol, dan Sanfrecce Hiroshima di liga Jepang, sebelum akhirnya kembali ke Thailand dan bermain untuk Muangthong United.

    Itulah 5 pemain Asia Tenggara yang pernah bermain di klub top Eropa. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Pemain Termahal di Skuad Timnas Indonesia, Ada yang Harganya Puluhan Miliar!

    Meskipun berada di ranking 150 dunia, namun skuad timnas Indonesia memiliki market value yang tinggi.

    Bahkan, Skuad Garuda menjadi skuad paling mahal yang ada di Asia Tenggara saat ini.

    Menurut catatan Transfermarkt, pasukan Shin Tae-yong memiliki nilai pasar dengan total 9,08 juta pounds (Rp150 miliar).

    Hal ini karena nama-nama yang tergabung dalam skuad Garuda sebagian besar bukan nama asing dan sembarangan.

    Bahkan ada pemain yang pernah bermain di La Liga dan Premier League.

    Siapa saja pemain tersebut? Berikut Penjelasannya.

    Baca Juga: 5 Negara Besar yang Pernah Bertanding Melawan Timnas Indonesia

    1. Asnawi Mangkualam

    Asnawi Mangkualam adalah pesepakbola Indonesia yang saat ini bermain untuk klub K League 2, Jeonnam Dragons dan tim nasional Indonesia.

    Asnawi posisinya sebagai bek kanan dan juga bisa di posisi bek sayap serta gelandang bertahan.

    Mengutip dari situs Transfermarkt, mantan pemain PSM Makassar tersebut memiliki Market Value sebesar Rp5,65 miliar.

    2. Shayne Pattynama

    Shayne Pattynama adalah pesepakbola Indonesia yang bermain untuk klub Liga Norwegia, Viking FK, dan tim nasional Indonesia.

    Meskipun posisi utamanya adalah bek kiri, dia juga bisa bermain sebagai gelandang tengah.

    Shayne merupakan pemain keturunan Indonesia-Belanda yang telah dinaturalisasi pada awal 2023 lalu.

    Mantan pemain akademi Ajax Amsterdam ini memiliki Market Value sebesar Rp6,95 miliar.

    3. Marc Klok

    Marc Klok adalah pemain sepak bola Indonesia yang saat ini bermain untuk klub Persib Bandung dan tim nasional Indonesia.

    Klok merupakan pemain kelahiran Belanda yang telah dinaturalisasi pada November 2020.

    Pemain yang pernah menimba ilmu di akademi FC Utrecht ini memiliki Market Value sebesar Rp8,26 miliar.

    4. Jordi Amat

    Jordi Amat adalah pemain sepak bola Indonesia yang bermain sebagai bek tengah untuk klub Liga Super Malaysia, Johor Darul Ta’zim dan timnas Indonesia.

    Jordi merupakan pemain keturunan Indonesia-Spanyol yang telah dinaturalisasi pada tahun 2022 lalu.

    Pemain berusia 31 tahun ini pernah memperkuat berbagai klub ternama di eropa, seperti RCD Espanyol, Real Betis, Dan Swansea City.

    Saat ini, Jordy memiliki Market Value sebesar Rp15,64 miliar.

    5. Sandy Walsh

    Sandy Walsh adalah seorang pemain sepak bola Indonesia keturunan Belanda yang bermain untuk klub Liga Belgia, KV Mechelen, dan Timnas Indonesia.

    Sandy berposisi sebagai bek kanan. Dia telah dinaturalisasi pada tahun 2022.

    Mantan rekan setim Kevin De Bruyne di KRC Genk ini menjadi pemain termahal timnas Indonesia.

    Mengutip dari situs Transfermarkt, Sandy memiliki Market Value sebesar Rp34,76 miliar.

    Itulah 5 Pemain termahal di skuad timnas Indonesia. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • Sejarah Ballon d’Or dan 5 Pemain yang Meraih Penghargaan Terbanyak Sepanjang Sejarah

    Ballon d’Or adalah sebuah penghargaan sepak bola tahunan yang diberikan kepada pemain terbaik di dunia.

    Penghargaan ini digagas oleh Gabriel Hanot yang meminta rekan-rekannya untuk memilih pemain terbaik di Eropa pada tahun 1956, yang saat itu dimenangkan oleh Stanley Matthews dari Blackpool.

    Awalnya, hanya pemain asal negara Eropa yang bermain di klub-klub Eropa saja yang berhak menerima penghargaan ini.

    Namun, perubahan aturan diberlakukan pada tahun 1995 sehingga memungkinkan pemain-pemain non-Eropa untuk mendapatkan penghargaan ini jika mereka bermain untuk klub Eropa.

    Pemain non-Eropa pertama yang memenangkan penghargaan ini adalah pemain asal Liberia yang bermain untuk A.C. Milan, George Weah, yang memenangkannya pada tahun 1995.

    Namun, Siapakah pemain yang meraih penghargaan Ballon D’or terbanyak?

    Di artikel ini, sastrawacana.id/ telah merangkum 5 pemain peraih Ballon D’or terbanyak sepanjang sejarah.

    1. Marco van Basten

    Marco van Basten adalah seorang manajer sepak bola dan mantan pemain sepak bola Belanda, yang pernah bermain untuk Ajax dan AC Milan, serta tim nasional Belanda, pada dekade 1980-an dan awal 1990-an.

    Posisinya sebagai seorang penyerang dan dianggap sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.

    Selama kariernya, dia telah mencetak kurang lebih 300 gol. Namun karena cedera, dia memutuskan untuk pensiun pada tahun 1993 di usianya yang masih 28 tahun.

    Van Basten berhasil meraih tiga penghargaan Ballon d’Or sepanjang karirnya, yaitu pada tahun 1988, 1989, dan 1992.

    2. Michel Platini

    Michel Platini adalah mantan pemain sepak bola berkebangsaan Prancis yang membawa Juventus meraih gelar juara Liga Champions pada tahun 1985.

    Pemain yang berposisi sebagai Gelandang ini berhasil tiga kali meraih penghargaan Ballon D’or, yaitu pada tahun 1983, 1984, dan 1985.

    Saat ini ia adalah wakil presiden Federasi Sepak bola Prancis (FFF) serta menjadi Presiden Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA).

    3. Johan Cruyff

    Johan Cruyff adalah mantan pemain dan pelatih sepak bola berkebangsaan Belanda yang pernah bermain untuk Ajax dan Barcelona.

    Dia juga menjadi bagian dari tim nasional Belanda yang melaju ke final Piala Dunia 1974, namun sayangnya harus tumbang atas Jerman Barat.

    Cruyff dapat dikatakan sebagai pelopor dari terbentuknya salah satu taktik permainan paling indah di dunia, yaitu tiki-taka.

    Cruyff berhasil meraih tiga penghargaan Ballon D’or sepanjang kariernya pada tahun 1971, 1973, dan 1974.

    Johan meninggal dunia pada tanggal 24 Maret 2016 karena menderita kanker paru-paru yang didiagnosa sejak 2015 lalu.

    4. Cristiano Ronaldo

    Cristiano Ronaldo adalah Legenda sepak bola asal Portugal yang saat ini bermain di klub Arab Saudi Al-Nassr FC.

    Dia sering dianggap sebagai pemain terbaik di dunia dan dianggap sebagai salah satu pemain terhebat sepanjang masa.

    Dia sejauh ini memenangkan 34 trofi sepanjang kariernya, termasuk tujuh gelar liga, lima Liga Champions UEFA, satu Kejuaraan Eropa UEFA dan satu Liga Negara UEFA.

    Ronaldo juga memegang rekor gol dan assist terbanyak di Liga Champions, gol terbanyak di Kejuaraan Eropa, dan gol internasional terbanyak oleh pemain pria.

    Dia juga merupakan salah satu dari sedikit pemain yang tercatat telah membuat lebih dari 1.100 penampilan di sepanjang karier profesionalnya.

    Sejauh ini, pemain berjuluk CR7 ini berhasil meraih lima penghargaan Ballon D’or. Dia mendapatkannya pada tahun 2008, 2013, 2014, 2016, dan 2017.

    5. Lionel Messi

    Lionel Messi adalah Legenda sepak bola dunia yang berasal dari Argentina yang saat ini bermain untuk klub Major League Soccer Inter Miami CF.

    Dia juga sering dianggap sebagai pemain terbaik di dunia dan dianggap sebagai pemain terhebat sepanjang masa.

    Dia menghabiskan seluruh karier profesionalnya bersama Barcelona, dimana ia memenangkan 34 piala, yaitu sepuluh gelar La Liga, tujuh gelar Copa del Rey dan empat Liga Champions UEFA.

    Messi memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di La Liga.

    Gol terbanyak di La Liga dan Eropa dalam satu musim, hat-trick terbanyak di La Liga dan Liga Champions, serta assist terbanyak di La Liga.

    Dia juga berhasil membawa timnas Argentina meraih gelar juara Piala Dunia pada tahun 2022 di Qatar.

    Messi sejauh ini berhasil mendapatkan tujuh penghargaan Ballon d’Or, yaitu pada tahun 2009, 2010, 2011, 2012, 2015, 2019, dan 2021.

    Hal ini membuatnya menjadi peraih penghargaan Ballon d’Or terbanyak sepanjang sejarah.

    Itulah 5 peraih penghargaan Ballon d’Or terbanyak sepanjang sejarah. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Negara Besar yang Pernah Bertanding Melawan Timnas Indonesia

    Sepak bola Indonesia bisa dibilang masih belum tertata rapi. Bahkan, di kompetisi Piala AFF, yang merupakan kompetisi antar negara-negara Asia Tenggara, Indonesia tidak pernah sekalipun meraih gelar juara.

    Indonesia tertinggal dari negeri Jiran, Malaysia, yang berhasil meraih 1 gelar di tahun 2010.

    Bahkan Singapura, negara yang luasnya hanya setengah dari Pulau Bali pun telah mengoleksi 4 trofi Piala AFF.

    Namun, dengan bergantinya kursi kepelatihan ke tangan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-Yong dan juga dibawah naungan ketum PSSI, Erick Thohir, Indonesia perlahan telah memberikan perubahan yang cukup signifikan.

    Mulai dari fisik pemain yang menjadi lebih kuat dan timnas yang kini diisi oleh para pemain muda potensial.

    Bahkan, kini mulai banyak pemain-pemain yang merumput di luar negeri untuk mencari pengalaman yang lebih banyak.

    Tentu hal ini akan memberikan hal positif bagi persepakbolaan Indonesia dan membuat negara-negara besar dunia tertarik untuk beruji coba dengan tim Garuda.

    Tercatat, Indonesia pernah menjamu 5 negara besar dunia. Negara mana saja yang pernah bertanding dengan Indonesia? Berikut Penjelasanya.

    Baca Juga: 5 Pemain Indonesia yang Saat Ini Merumput di Luar Negeri, Siapakah yang Paling Sukses?

    1. Denmark

    Timnas Indonesia pernah berkesempatan menjalani laga uji coba melawan Timnas Denmark. Laga itu digelar di Kopenhagen, Denmark, pada 3 September 1974.

    Namun, Timnas Indonesia yang saat itu diperkuat Ronny Pattinasarani, Anjas Asmara, dan beberapa legenda lain tak berdaya kala melawan juara EURO 1992 tersebut.

    Mereka kalah telak dengan skor 0-9 dari tuan rumah. Kekalahan itu sempat tercatat sebagai kekalahan terbesar Timnas Indonesia dalam laga internasional.

    Rekor itu akhirnya pecah saat Garuda kalah 0-10 dari Timnas Bahrain di kualifikasi Piala Dunia 2014.

    2. Kamerun

    Negara besar asal Afrika itu bertanding melawan timnas Indonesia pada 25 Maret 2015.

    Pertandingan digelar di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Jawa Timur. Namun, Kamerun hadir tanpa diperkuat para bintangnya saat itu.

    Kondisi tersebut membuat laga ini tak banyak menarik perhatian pecinta sepak bola Indonesia.

    Meskipun tidak diperkuat para bintangnya, Indonesia tetap takluk dengan skor 0-1. Satu-satunya gol Timnas Kamerun saat itu dicetak oleh Vincent Aboubakar.

    Belakangan, Aboubakar menjelma menjadi striker hebat di negaranya.

    3. Uruguay

    Pada tanggal 8 Oktober 2010, Timnas Uruguay yang merupakan semifinalis Piala Dunia 2010, datang ke Gelora Bung Karno.

    Kala itu tim berjuluk La Celeste tersebut datang dengan pasukan terbaiknya.

    Mereka membawa para pemain top mereka, seperti Luis Suarez, Diego Lugano, Edinson Cavani, Walter Gargano, dan banyak pemain bintang lain.

    Timnas Indonesia sempat membuat seisi GBK bergemuruh ketika Boaz Solossa berhasil mencetak gol pada menit ke-17.

    Namun, gol Boaz tersebut tak bertahan lama, karena Uruguay langsung membalas tujuh gol.

    Luis Suarez dan Edinson Cavani masing-masing mencetak tiga gol, Sementara satu gol dicetak oleh Sebastian Eguren.

    4. Belanda

    Pada tahun 2013, Timnas Belanda melakoni laga uji coba dengan Timnas Indonesia yang saat itu digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

    Para pemain bintang seperti Robin Van Persie, Arjen Robben, Wesley Sneijder, dan Dirk Kuyt diboyong ke Jakarta oleh sang pelatih, Louis Van Gaal.

    Laga tersebut berakhir dengan skor 0-3 untuk keunggulan tim tamu.

    Siem De Jong yang ketika itu memperkuat Ajax Amsterdam berhasil mencetak dua gol ke gawang Kurnia Meiga.

    Sementara Satu gol lainnya dicetak oleh Arjen Robben lewat tendangan keras kaki kirinya.

    5. Argentina

    Indonesia baru saja menjamu juara Piala Dunia 2022 yakni Argentina. Laga tersebut berlangsung pada Senin (19/06/23) malam di Gelora Bung Karno, Jakarta.

    Timnas Argentina tidak membawa 3 pemain kunci mereka yaitu, Lionel Messi, Angel Di Maria, dan Nicolas Otamendi.

    Meskipun tidak diperkuat para pemain kuncinya, timnas Argentina masih terlalu tangguh untuk dikalahkan.

    Terbukti, Indonesia takluk dengan skor 0-2 atas tim Tango di hadapan lebih dari 56.000 penonton yang memenuhi Stadion GBK kala itu.

    Gol timnas Argentina dicetak melalui sepakan jarak jauh pemain Juventus, Leandro Paredes, yang tak mampu ditepis oleh penjaga gawang Indonesia, Ernando Ari.

    Sedangkan satu gol lainnya dicetak oleh Cristian Romero melalui sundulannya, setelah menerima umpan sepak pojok dari Giovani Lo Celso.

    Itulah 5 negara besar yang pernah bertanding melawan timnas Indonesia. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Pemain Top Dunia yang Pernah Bermain di Liga Indonesia

    Sepak bola Indonesia seringkali dipandang sebelah mata oleh negara-negara besar dunia.

    Salah satunya karena saat ini timnas Indonesia berada di peringkat 150 dunia. Sedangkan Liga Indonesia saat ini berada di peringkat 27 Asia.

    Meski begitu, Liga Indonesia mampu mengundang banyak pemain top eropa bermain di Liga Indonesia.

    Terutama pada era Liga 1 tahun 2017, yang saat itu kompetisi sepak bola Indonesia mulai memberlakukan aturan marquee player.

    Klub-klub Indonesia dengan gencar langsung membidik pemain-pemain bintang kelas dunia, terutama yang pernah merumput di Liga Inggris.

    Para pemain top ini pun berbondong-bondong datang ke tanah air, mereka tertarik ingin merasakan atmosfer luar biasa sepa kbola Indonesia.

    Siapa saja para pemain top dunia tersebut? Berikut ulasannya.

    1. Peter Odemwingie (Madura United)

    Peter Odemwingie merupakan Pemain bintang Liga Inggris yang pernah merumput di klub ternama Inggris, seperti West Bromwich Albion dan Stoke City.

    Dia pernah merumput di Liga Indonesia bersama klub Madura United tahun 2017 silam.

    Pemain berkebangsaan Nigeria ini bisa dikatakan pemain marquee yang sukses bermain di Liga Indonesia. Selama 22 penampilannya di Madura United, dia mencetak 15 gol.

    2. Didier Zokora (Semen Padang)

    Didier Zokora merupakan pemain asal Pantai Gading yang posisinya di gelandang bertahan. Dia pernah bermain bersama Didier Drogba di Piala Dunia 2006 dan 2010.

    Dia merupakan mantan pemain klub Liga Inggris, Tottenham Hotspurs sejak tahun 2006 sampai 2009.

    Di penghujung kariernya, Didier Zokora bermain untuk Semen Padang atau pada kompetisi Liga Indonesia tahun 2017.

    3. Mohamed Sissoko (Mitra Kukar)

    Mohamed Sissoko merupakan pemain gelandang tengah yang pernah bermain di Liga Inggris bersama Liverpool.

    Dia berhasil mempersembahkan beberapa prestasi bersama The Red, salah satunya adalah Piala FA tahun 2005/2006.

    Dia pernah bermain di Liga Indonesia bersama klub Mitra Kutai Kartanegara, salah satu klub ternama Indonesia yang bermain di Liga Utama Indonesia.

    Bersama Mitra Kukar, Sissoko berhasil mengemas 5 gol dari total 25 penampilannya.

    Pemain asal Mali merasakan sensasi sepak bola Indonesia yang sangat luar biasa.

    Dengan atmosfer pertandingan serta suporter yang sangat antusias, membuat pemain ini sangat kagum dengan Indonesia.

    4. Marco Motta (Persija)

    Pada tahun 2020, Persija Jakarta sukses mendatangkan bintang Italia, Marco Motta yang merupakan mantan punggawa Juventus dan AS Roma.

    Motta juga pernah bermain di Liga Inggris, bersama Watford dan Charlton Athletic.

    Bersama Persija, pemain yang berposisi sebagai bek kanan ini mampu mengemas 2 gol dan 3 assist dari 31 pertandingan.

    5. Michael Essien (Persib Bandung)

    Michael Essien merupakan pemain bintang yang pernah memperkuat Chelsea dan Real Madrid.

    Essien pernah merumput bersama klub Liga Indonesia bersama Persib Bandung pada tahun 2017 silam.

    Selama membela Persib, pemain timnas Ghana tersebut hanya mampu mencetak 5 gol dan 1 assist di liga Indonesia.

    Itulah 5 Pemain Top Dunia yang pernah bermain di liga Indonesia. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Pemain Indonesia yang Saat Ini Merumput di Luar Negeri, Siapakah yang Paling Sukses?

    Bermain di luar negeri merupakan cita-cita banyak pemain sepak bola lokal. Apalagi jika bisa ke Eropa, yang merupakan tempat liga-liga terbaik di dunia berada.

    Selain itu, dengan semakin banyaknya pemain lokal yang berkarier di luar negeri juga dapat membuat Indonesia semakin diperhitungkan di level internasional.

    Saat ini sudah banyak pemain Indonesia yang melalang buana ke negara-negara Asia bahkan Eropa.

    Bahkan, tak sedikit yang berhasil meraih kesuksesan dengan bermain luar negeri.

    Mau tahu siapa saja? Berikut ini adalah beberapa pemain sepak bola Indonesia yang sukses berkarier di luar negeri.

    1. Saddil Ramdani

    Saddil sudah bermain di liga Malaysia sejak tahun 2019, bersama Sri Pahang FC.

    Akan tetapi, satu musim berselang dia kembali ke Indonesia dan memperkuat Bhayangkara FC.

    Namun, pada 2021 dia kembali ke negeri Jiran dan bergabung dengan Sabah FC.

    Saddil menjalani karier yang cukup matang di Malaysia, dia menjadi pemain inti di klub yang berjuluk The Rhinos tersebut.

    Saat ini Saddil memainkan musim ketiganya bersama Sabah FC.

    Jika ditambah dengan satu musimnya bersama Sri Pahang, maka Saddil telah menjalani musim keempatnya di Malaysia.

    2. Marselino Ferdinan

    Marselino merupakan bocah ajaib dari Indonesia yang memiliki kemampuan mengolah bola diatas rata-rata anak seusianya.

    Dia menjadi pemain termuda yang mencetak gol bagi klub pertamanya yakni Persebaya Surabaya, pada usia 18 tahun.

    Bahkan dia berhasil menjadi pemain inti timnas senior Indonesia di usianya yang masih sangat muda.

    Berbagai prestasi telah dia dapatkan dan yang paling membanggakan adalah ketika dia berhasil masuk ke daftar 60 pemain muda terbaik dunia tahun 2021.

    Berkat prestasinya, banyak tim-tim Eropa tertarik untuk merekrut pemain kelahiran Surabaya ini.

    Dari banyaknya tim Eropa yang ingin meminangnya, Marselino memilih klub asal Belgia, yaitu KMSK Deinze.

    3. Natanael Siringoringo

    Natanael merupakan pemain kelahiran Medan yang saat ini merumput bersama Kelantan FC di Liga Malaysia.

    Dia direkrut oleh tim berjuluk The Red Warriors tersebut pada tahun 2021 dari klub sebelumnya, yaitu Sulut United.

    Akan tetapi pada tahun 2022, dia dipinjamkan ke tim Liga 1 Indonesia yaitu Dewa United

    Namun karena penampilannya di Dewa United yang kurang memuaskan, dia pun dikembalikan ke Kelantan FC.

    Di Kelantan FC, dia menampilkan permainan yang sangat memukau.

    Bahkan di usianya yang masih 23 tahun, dia dipercaya menjadi kapten tim.

    4. Pratama Arhan

    Pemain yang terkenal dengan lemparan khasnya ini sekarang merumput di klub asal Jepang, yaitu Tokyo Verdy.

    Dia didapatkan secara gratis dari klub sebelumnya yaitu PSIS Semarang.

    Penampilannya bersama PSIS dan timnas Indonesia yang memukau, membuat klub yang bermain di Kasta Kedua Liga Jepang tersebut kepincut.

    Saat ini, Arhan sedang menjalani musim keduanya di Jepang.

    Di awal kedatanganya, Arhan sangat kesulitan untuk mendapatkan menit bermain di klub tersebut.

    Bahkan, dia hanya mencatatkan 45 menit bermain pada musim pertamanya.

    Namun, seiring berjalannya waktu, dia mulai mendapatkan kepercayaan dari sang pelatih, yaitu Hiroshi Jofuku.

    5. Asnawi Mangkualam

    Bisa dibilang, Asnawi merupakan pemain Indonesia yang paling sukses di luar negeri.

    Ansan Greeners, klub asal Korea Selatan, merekrut Asnawi dari PSM Makassar pada tahun 2021.

    Di Ansan Greeners, Asnawi mendapatkan menit bermain yang cukup banyak, dia juga berhasil mencetak 2 gol dan 3 assist di Liga Korea.

    Penampilan yang memukau tersebut membuat Jeonnam Dragons kepincut dan merekrutnya pada awal musim 2023.

    Asnawi memilih tetap bermain di Korea Selatan walau sempat terpikir untuk kembali bermain di Indonesia.

    Menurut agen, niat untuk pulang ke Indonesia muncul usai Piala AFF 2022.

    Namun, saran dari banyak pihak termasuk sang ayah, membuat Asnawi akhirnya tetap bermain di Korea Selatan.

    Itulah 5 Pemain Indonesia yang saat ini Merumput di Luar Negeri. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Pertandingan Terakhir Para Legenda Sepak Bola yang Sangat Berkesan, Bikin Satu Stadion Menangis

    Pertandingan terakhir adalah pertandingan yang sangat berkesan bagi setiap pemain bola karena akan selalu diingat di masa pensiun.

    Maka tak heran jika di pertandingan terakhir selalu diisi oleh momen haru, baik bagi pemain, maupun penonton.

    Nah, kali ini sastrawacana.id/ telah merangkum beberapa pertandingan terakhir dari para legenda sepak bola dunia yang penuh haru dan fenomenal. Berikut diantaranya:

    1. John Terry

    John Terry mengakhiri karirnya bersama Chelsea yang telah berjalan selama 22 tahun dengan cara yang unik.

    Ia ditarik keluar pada menit ke-26 saat Chelsea mengalahkan Sunderland 5-1 pada pekan terakhir Premier League di Stamford Bridge, (21/5/2017).

    Terry yang bermain sejak menit awal, digantikan oleh Gary Cahill pada menit ke 26, yang identik dengan nomor punggungnya.

    Terry mendapatkan sambutan meriah dari suporter dan menerima penghormatan dari rekan setim saat melangkah ke luar lapangan.

    Bek berusia 37 tahun itu tidak bisa menahan rasa haru dalam laga ini. Ia beberapa kali menyeka bagian mata sebelum menyerahkan ban kepada Cahill.

    Setelah pertandingan, Terry mengaku bahwa ia memang meminta manajer Chelsea, Antonio Conte untuk menggantinya pada menit ke-26.

    Dia pun kemudian menyampaikan pidato perpisahan kepada para suporter yang hadir di Stadion Stamford Bridge.

    2. David Beckham

    Pertandingan antara Paris Saint-Germain melawan Brest yang berlangsung di Parc des Princes pada Sabtu (18/5/2013), menjadi laga terakhir bagi David Beckham di dunia Sepak Bola.

    Pada pertandingan tersebut, Beckham bermain sejak menit awal dan berperan dalam terciptanya gol kedua PSG oleh Blaise Matuidi di menit ke-31, lewat umpan tendangan pojoknya.

    Beckham lalu digantikan striker Argentina, Ezequiel Lavezzi, pada menit ke-81.

    Ketika dia berjalan keluar lapangan, seluruh rekan setimnya berkumpul dan memeluknya, disertai tepuk tangan lebih dari 44.000 penonton, termasuk istrinya, Victoria, dan ibunya, Sandra.

    3. Zinedine Zidane

    7 Mei 2006, menjadi hari emosional sekaligus spesial bagi Zinedine Zidane.

    Kala itu, Real Madrid berhadapan dengan Sevilla di Santiago Bernabeu, pertandingan tersebut merupakan laga terakhir Zidane sebagai pemain sepak bola.

    Pada pertandingan tersebut, Zidane mencetak satu gol lewat sundulan berkat umpan David Beckham, Laga tersebut berakhir dengan skor 3-3.

    Gol Zidane ke gawang Sevilla adalah golnya yang ke-49 bagi Real Madrid dari 227 penampilannya dalam semua ajang.

    Seusai laga, gelandang asal Perancis itu mengucapkan salam perpisahan dengan para penggemar.

    4. Bastian Schweinsteiger

    Pertandingan ujicoba antara Jerman menghadapi Finlandia pada Rabu (31/8/2016), menjadi laga terakhir Bastian Schweinsteiger bersama timnas Jerman.

    Dalam pertandingan tersebut, dia dipercaya menjadi kapten tim dan berhasil membawa timnas Jerman meraih kemenangan 2-0.

    Namun, dia hanya tampil selama 67 menit sebelum digantikan Julian Weigl.

    Saat meninggalkan lapangan, seluruh penonton memberikan standing ovation untuknya

    Seusai laga, pemain yang pernah memperkuat Manchester United itu tak kuasa menahan air matanya.

    Buket bunga dan foto berpigura diberikan padanya, kemudian sebuah video cuplikan perjalanan kariernya diperlihatkan di layar raksasa penjuru stadion.

    5. Francesco Totti

    Pertandingan terakhir Francesco Totti terjadi pada pekan terakhir Liga Italia musim 2016-2017 (28 Mei 2017), yang saat itu berlangsung di Stadion Olimpico, Roma.

    Pada pertandingan tersebut, Totti tak tampil sejak menit awal. Dia masuk pada menit ke-54, menggantikan Mohamed Salah.

    Pemain timnas Italia itu pun gagal menyumbangkan gol atau assist dalam pertandingan tersebut.

    Namun, dia masih bisa memberikan umpan yang merepotkan pertahanan lawan.

    Seisi Stadion Olimpico pun memberi penghormatan kepada Totti, sebagai bentuk apresiasi atas segala kontribusi yang telah diberikan ke klub berjuluk i Giallorossi tersebut.

    Seusai laga, Totti melakukan victory lap ke segala penjuru stadion untuk membalas tepuk tangan dan gemuruh penonton.

    Kemudian, sambil berlinang air mata, dia mengucapkan salam perpisahan kepada seluruh pendukung setia AS Roma.

    Itulah 5 pertandingan terakhir para legenda sepak bola yang sangat berkesan. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Alasan Mengapa Indonesia Sulit Tembus Piala Dunia, Padahal Salah Satu Negara Terbesar di Dunia

    Piala Dunia adalah kompetisi sepak bola internasional yang diikuti oleh tim nasional senior putra anggota FIFA, badan pengatur sepak bola dunia.

    Kejuaraan ini diselenggarakan setiap empat tahun sekali sejak 1930, kecuali pada tahun 1942 dan 1946 karena Perang Dunia II.

    Juara bertahan saat ini adalah Argentina, yang menjuarainya pada tahun 2022 di Qatar.

    Sebenarnya, Indonesia pernah sekali berpartisipasi di Piala Dunia, yaitu pada tahun 1938 di Prancis.

    Namun saat itu timnas membawa nama Hindia Belanda karena masih berada di bawah kekuasaan Belanda.

    Seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan salah satu negara dengan antusias sepak bola yang sangat tinggi.

    Terbukti dengan banyaknya suporter yang hadir di stadion ketika timnas atau klub kesayangan mereka bermain di manapun.

    Lalu, mengapa timnas Indonesia sampai sekarang tidak pernah tampil lagi di Piala Dunia?

    Padahal Indonesia merupakan negara besar yang memiliki 273,8 juta penduduk.

    Namun mengapa Indonesia kesulitan mencari 11 anak berbakat untuk membawa timnas Indonesia ke Piala Dunia?

    Nah, di artikel ini sastrawacana.id/ telah merangkum 5 alasan mengapa Indonesia sulit tembus Piala Dunia. Apa saja alasan tersebut? berikut penjelasanya.

    1. Kurangnya Pembinaan Usia Dini

    Pembinaan usia dini sangat penting untuk menciptakan para pemain muda berkualitas di masa depan.

    Seperti yang telah diterapkan di Spanyol, anak laki-laki biasanya akan diajarkan bermain bola sejak usia 5 tahun, walaupun yang diajarkan hanya hal dasar seperti cara menendang bola.

    Akan tetapi, anak-anak di Indonesia justru belajar bermain bola di usia 10 tahun atau lebih dan bergabung di klub pada usia sekitar 15 tahun.

    Jika mengikuti jejak Spanyol dalam pendidikan sepak bola, besar kemungkinan persepakbolaan Indonesia akan lebih maju.

    2. Minimnya Sekolah Sepakbola

    Indonesia memiliki beberapa sekolah sepak bola yang baik, namun lokasinya selalu terpusat di Jakarta atau di daerah Jawa lainnya.

    Sedangkan masih banyak anak-anak yang ingin mengasah bakat mereka melalui sekolah sepak bola, namun terkendala biaya dan jarak.

    Akan lebih baik jika sekolah sepak bola yang berada di pulau lain, seperti Kalimantan, Sulawesi, atau Sumatera lebih dimaksimalkan.

    Sehingga diharapkan dapat menjangkau para pemain berbakat dan memberikan kontribusi positif bagi timnas Indonesia.

    3. Kurangnya Pelatih Lokal Berkualitas

    Kualitas pelatih lokal saat ini masih terbilang kurang. Belum banyak dari mereka yang memiliki lisensi A.

    Hal ini tentu memengaruhi perkembangan sepak bola Indonesia, karena untuk membentuk suatu tim yang hebat diperlukan pelatih yang tidak kalah hebat.

    Bahkan saat ini, mayoritas tim-tim Liga 1 Indonesia lebih memilih pelatih asing daripada pelatih lokal.

    Hal ini menunjukkan perbedaan kualitas yang jauh antara pelatih lokal dan pelatih asing.

    4. Kurangnya Dukungan dari Orang Tua

    Melihat kondisi sepak bola Indonesia saat ini yang masih belum tertata, maka tak heran jika banyak orang tua tidak setuju jika anaknya memilih sepak bola sebagai karier di masa depan.

    Mereka lebih mengarahkan anaknya untuk memilih pekerjaan lain daripada menjadi pemain Sepak Bola, karena masa depan akan lebih terjamin.

    5. Target yang tidak Jelas

    Pemerintah masih belum mempunyai visi dan misi yang jelas untuk Sepak Bola Indonesia ke depannya.

    Berbeda dengan Cina, yang meskipun antusiasme bola mereka tidak sebesar di Indonesia, namun pemerintahnya justru memiliki tujuan yang jelas dalam beberapa tahun mendatang.

    Salah satunya untuk menjadi negara adidaya Sepak Bola pada tahun 2050.

    Hal itu tak mustahil untuk dicapai jika para petinggi mampu menargetkan pencapaian dalam jangka waktu panjang.

    Karena melihat ke depan adalah hal yang penting dan harus diimbangi dengan langkah-langkah untuk mencapainya.

    Itulah 5 alasan mengapa Indonesia sulit tembus Piala Dunia. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • 5 Fakta Menarik Kylian Mbappe, Salah Satunya Mengidolakan Ronaldo

    Kylian Mbappé adalah pemain sepak bola asal Prancis yang saat ini memperkuat Paris Saint-Germain dan tim nasional Prancis.

    Mbappe dianggap sebagai salah satu pemain terbaik di dunia karena memiliki kemampuan menggiring bola dan kecepatan yang luar biasa.

    Meski namanya sudah dikenal, ada beberapa fakta menarik tentang Mbappe yang jarang diketahui. Apa saja fakta tersebut? berikut penjelasannya.

    1. Berhasil menjuarai Piala dunia di usia 18 Tahun

    Mbappe adalah bagian dari tim nasional Prancis ketika menjuarai Piala Dunia 2018.

    Saat itu Mbappe masih berusia 18 tahun dan menjadi pemain Prancis termuda yang pernah bermain dan memenangkan piala dunia.

    Selama turnamen, Mbappe mencetak empat gol dan mendapatkan penghargaan Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2018.

    2. Mengidolakan Cristiano Ronaldo

    Mbappe mengaku bahwa dia merupakan penggemar legenda Portugal, Cristiano Ronaldo.

    Mbappe juga mengatakan bahwa dia tumbuh dengan mengidolakan Ronaldo. Bahkan, banyak foto Ronaldo yang dipajang di kamarnya.

    3. Memiliki banyak mobil mewah

    Dengan kemampuan mengolah kulit bundar di atas rata-rata, tak heran jika Mbappe digaji dengan nominal yang fantastis.

    Dilansir dari wikipedia, Mbappe mendulang gaji sebesar 72 juta Euro atau setara dengan 1,2 triliun rupiah per tahun.

    Maka tak heran, jika dia memiliki banyak mobil mewah di garasinya seperti Ferrari 488 Pista dan Mercedes V Class.

    4. Merupakan produk Akademi AS Monaco

    Pada 2010, ketika berusia 12 tahun, Mbappe pindah ke Akademi Clairefontaine.

    Di sana dia berlatih selama tiga tahun, sebelum akhirnya bergabung dengan akademi AS Monaco.

    Hingga pada tahun 2015 ketika dia berusia 16 tahun, Mbappe berhasil menjalankan laga debutnya di level senior bersama AS Monaco.

    5. Berhasil membawa Prancis 2 kali ke final piala dunia

    Mbappe berhasil 2 kali membawa Prancis ke final Piala Dunia berturut-turut pada edisi 2018 dan 2022.

    Dia juga berhasil mencetak gol di dua final tersebut. Bahkan di final edisi 2022, ia berhasil mencetak hat-trick ketika menghadapi Argentina yang diperkuat oleh Lionel Messi.

    Namun, sayangnya Mbappe gagal memberikan gelar juara kepada negaranya setelah kalah dalam drama adu penalti.

    itulah 5 fakta tentang Kylian Mbappe yang jarang diketahui. Baca artikel sepak bola lainnya di sastrawacana.id/.

    Author: Nobel Rahmat Sani

  • Lapangan sepak bola adalah berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang dan lebar?

    Lapangan sepak bola adalah berbentuk persegi panjang dengan ukuran panjang 90-120 meter dan lebar 45-90 meter.

    Lapangan sepak bola adalah area tempat pertandingan sepak bola dilakukan. Di lapangan ini, pemain bertanding untuk mencetak gol dan memenangkan pertandingan.

    Dalam lapangan sepak bola ini terdiri dari area permainan utama, gawang di setiap ujungnya, dan beberapa batas yang menandai area permainan.

    Ukuran lapangan sepak bola telah diatur oleh FIFA, dalam hal ini selaku badan pengendali sepak bola internasional.

    Adapun ukuran lapangan sepak bola adalah: panjang 90 – 120 meter dan lebar 45 – 90 meter.

    Ukuran lapangan sepak bola memiliki peran penting dalam permainan. Ketika semua lapangan sepak bola memiliki ukuran yang sama, pemain dapat beradaptasi dengan mudah ketika bermain di tempat yang berbeda.

    Selain itu, ukuran lapangan yang konsisten juga memungkinkan wasit untuk memimpin pertandingan dengan adil dan objektif. Oleh karena itu, mematuhi ukuran lapangan sepak bola sangatlah penting.

    Ukuran lapangan yang sesuai memastikan bahwa pertandingan sepak bola berlangsung dengan fair play.

    Semua tim memiliki kesempatan yang sama untuk bermain dengan cara yang adil dan memenangkan pertandingan berdasarkan keterampilan mereka, bukan karena faktor eksternal seperti ukuran lapangan.

    Meskipun ukuran standar lapangan sepak bola telah ditetapkan, terdapat variasi ukuran yang digunakan dalam situasi tertentu.

    Semisal lapangan sepak bola di perkampungan, maka dengan area yang terbatas, ukurannya dapat berubah menyesuaikan dengan area.

    Namun meski berbeda-beda, umumnya ukuran lapangan sepak bola adalah antara 90-120 meter untuk panjang dan 45-90 meter untuk lebar.

    Agar lebih jelas, simak  keterangan ukuran lapangan sepak bola berikut ini:

    • Panjang: 90-120 meter
    • Lebar: 45-90 meter
    • Ukuran radius lingkaran tengah: 9,15 meter
    • Diameter lingkaran tengah: 18,3 meter
    • Panjang ukuran kotak kiper: 18,3 meter
    • Lebar ukuran kotak kiper: 5,5 meter
    • Panjang ukuran kotak penalti: 39,2 meter
    • Lebar ukuran kotak penalti: 16,5 meter
    • Panjang Gawang: 7,32 meter
    • Tinggi Gawang: 2,44 meter
    • Jarak Titik penalti dari garis gawang: 11 meter